
Jesslyn terlihat sedang menikmati waktu shopping yang dimilikinya bersama sang mama. Menghabiskan harta yang dia dapatkan setelah bercerai dengan Alando.
Meski tak banyak, namun harta tersebut cukup dia gunakan untuk berfoya – foya sementara waktu bersama sang mama sebelum dia berhasil kembali menggaet lelaki konglomerat yang bsia dia jerat dengan kecantikan dan kemolekan tubuhnya.
“ Bagaiamana hubunganmu dengan Indra ?...”
“ Apakah kamu yakin akan bersama dengannya sekarang ?....”
Tanya sang mama dengan wajah tak senang.
“ Untuk sementara waktu hanya dia yang bisa menghidupi kita ma….”
“ Meski aku mendapatkan harta dari perceraianku dengan Alando, tapi itu tak seberapa….”
“ Sebelum aku kembali mendapatkan lelaki kaya, bukankah Indra adalah pilihan yang tepat….”
Ucap Jesslyn santai dengan senyum merekah.
Sang mama hanya bisa menghela nafas secara kasar. Meski dia tak setuju putrinya kembali dengan Indra, tapi ini juga keputusan yang tepat mengingat lelaki tersebut sangat mencintai Jesslyn.
Meski dia sudah tak kaya lagi, tapi setidkanya kebutuhan Jesslyn dan dirinya untuk berbelanja barang mewah masih bisa terlaksana.
“ Ya sudahlah...jika itu keputusanmu….”, ucap sang mama pasrah.
Jesslyn langsung memberikan senyum lebarnya kepada sang mama begitu wanita yang melahirkannya tersebut kembali memberikan kepercayaan kepada dirinya untuk mengambil setiap keputusan yang menyangkut hidupnya.
“ Tenang saja ma…aku akan segera meninggalkan Indra begitu mendapatkan mangsa baru….”, batin Jesslyn sambil mengedarkan kedua matanya, berharap ada mangsa yang bisa dia dapatkan selama pergi shopping hari ini.
Jesslyn dan sang mama tak menyadari jika kebahagiaan yang mereka rasakan hari ini hanyalah sekejap mata karena maut sudah menantinya.
Masih dengan senyum merekah lebar, keduanya yang berhasil menghambur – hamburkan uang demi untuk memuaskan egonya harus dihadapkan kenyataan pahit waktu mobil yang mereka naiki melaju dengan kecepatan tinggi tanpa bisa dikendalikan.
“ Ada apa Jesslyn ?....kenapa mobil ini melaju semakin cepat dan tak terkontrol ?....”, tanya sang mama dengan raut wajah panik.
“ Remnya tak berfungsi ma….”, ucap Jesslyn ikut panik waktu kakinya menginjak rem blong tersebut.
__ADS_1
“ Jesslyn !!!...Awas !!!....”, teriak sang mama ketakutan waktu melihat ada truk besar di depan mereka.
Jesslyn yang panik tak berhasil menghindar membuat mobil tersebut langsung menabrak truk bermuatan bahan bakar tersebut dengan kecepatan tinggi.
Brakkk !!!!.....
Duarrr !!!.....
Setelah menabrak truk tangki bermuatan bahan bakar tersebut, mobil yang ditumpangi Jesslyn langsung meledak begitu ada percikan api yang keluar dari dalam mobilnya.
Membuat semua orang yang berada di jalan tersebut menghentikan laju kendaraan mereka dan menepikannya.
Tabrakan maut dan ledakan besar yang terjadi di jalan raya tersebut menewaskan dua orang, Jesslyn dan mamanya.
Sedangkan supir truk tangki beserta assitennya berhasil melompat keluar begitu truk yang mereka bawa terguling dan bahan bakar menetes sebelum meledak.
Stevanus yang mendapatkan kabar dari anak buahnya jika Jesslyn dan sang mama mengalami kecelakaan dan meninggal ditempat terbakar bersama kendaraan yang dinaikinya tersenyum puas.
“ Akhirnya hari ini datang juga….”, seringai Stevanus tajam.
“ Kenapa tak sedari dulu aku lakukan hal ini…..”, ucap Stevanus sedikit menyesal.
Sementara itu di lain tempat, Caterine yang kembali ketanah air sudah mulai beraktivitas sepertui biasanya. Banyka job iklan dan beebrapa tawaran main film sudah dikantongi Ratna sang manajer begitu gadis itu memutuskan untuk kembali terjun di dunia entertainment.
Bukan hanya syuting iklan, setelah kembali ke tanah air Caterine juga mulai disibukkan dengan berbagai pemotretan dan fashion show dibeberapa daerah.
Para pengemarnya merasa bahagia dengan kembaliya Caterine di dunia entertainment. Namun banyak juga yang merasa tak senang dengan kedatangannya yang dianggap akan menghalangi jalan mereka menuju atas.
Apalagi semua orang sudah mengetahui jika wanita muda tersebut sudah di gadang – gadang akan menjadi menantu Wiratmadjah.
Dan bisa dipastikan semua iklan dan film yang berhubungan dengan Wiratmadjah entertainment pasti akan diborongnya mengingat kakek Stevanus sangat menyayangi Caterine.
Tentunya kemblainya wanita muda tersebut menjalin hubungan dengan sang cucu setelah sebelumnya sempat berpisah membuat keluarga Wiratmadjah tak akan pernah melepas kembali kesempatan tersebut dan mempatenkannya untuk menjadi istri Stevanus.
“ Mami senang kamu kembali ketanah air sayang….”, ucap Bianca sambil memeluk calon menantunya tersebut dengan erat dan hangat.
__ADS_1
“ Terimakasih mi…mami tak marah dengan keputusanku untuk putus dengan Stevanus beberapa waktu lalu….”, ucap Caterine sedikit was - was.
“ Mami tak pernah menyalahkanmu sayang karena semua yang terjadi adalah karena kesalahan anak bodoh itu….”, ucap Bianca sedikit gemas waktu kembali mengingat bagaimana sikap dan kelakuan anak sulungnya itu.
Keduanya pun mulai ngobrol dengan riang dan hangat hingga satu pertanyaan yang keluar dari mulut Bianca membuat Caterine terdiam untuk sesaat.
“ Kenapa Stevanus tak pulang bersamamu ?....bukankah dia ke Amerika berniat untuk menjemputmu ?...”, tanya Bianca curiga.
Melihat calon menantunya terdiam dengan sedikit binggung wanita tersebut dapat menyimpulkan jika kecurigaannya beberapa hari ini benar.
“ Apa dia masih berusaha untuk mencari papinya disana ?....”, Bianca langsung menebak membuat Caterine terkejut untuk sesaat sebelum kembali menormalkan ekspresi wajahnya.
Tapi sayangnya Caterine terlambat , Bianca sudah melihat ekspresi keterkejutan yang ditunjukkan oleh calon menantunya itu.
“ Anak itu….selalu saja keras kepala….”, ucap Bianca sambil menghembuskan nafas secara kasar sambil menggeleng – gelengkan kepalanya beberapa kali.
Melihat raut kekhawatiran yang ditunjukkan oleh Bianca membuat Caterine merasa tak enak hati dan merasa bersalah.
“ Tapi sekarang Stevanus sudah menemukan titik terang keberadaan papi…jadi mami tak perlu terlalu risau….”, ucap Caterine sambil mengenggam kedua tangan Bianca untuk menenangkannya.
“ Apa ?!!!....”, buaknnya merasa tenang, Bianca malah membulatkan kedua matanya dengan sempurna karena terkejut dengan ucapan Caterine.
“ Benar mi…kemarin Stevanus memberi tahuku kabar gembira tersebut….”, ucap Caterine tersenyum manis.
Caterine pikir Bianca akan bahagia seperti dirinya dan Stevanus meski kekasihnya tersebut juga masih merasakan sakit akibat luka dalam yang ditorehkan sang papi kepadanya.
Tapi jejak kebahagiaan terlihat jelas di raut wajah dan suara Stevanus waktu kemarin siang menghubunginya lewat panggilan video.
Mendengar fakta tersebut, tubuh Bianca langsung merosot kebawah dengan tatapan yang tidak bisa Caterine artikan apa itu.
“ Mami…mami kenapa ?....”, tanya Caterine cemas.
Wanita muda itu sama sekali tak menyangka jika reaksi yang diberikan oleh Bianca akan sedrastis itu.
Dengan bantuan assitennya, Caterinepun membawa calon ibu mertuanya tersebut pulang ke kediaman Wiratmadjah.
__ADS_1
Keterdiaman Bianca selama perjalanan membuat hati Caterien merasa bersalah, sedih dan tak tenang.
“ Apa aku salah telah memberikan kabar tersebut ?....”, batin Caterine cemas.