BAHAGIA BERSAMAMU

BAHAGIA BERSAMAMU
CEMBURU MENGURAS HATI PART 1


__ADS_3

Ini adalah hari keempat kepergian Stevanus ke negeri paman sam tersebut.


Ratna mulai khawatir terhadap artisnya yang kebanjiran job setelah film layar lebar yang dibintanginya sukses besar.


Sebenarnya Ratna sudah memilah mana saja job yang akan diambil sehingga artisnya tersebut tidak sampai kelelahan.


Namun Caterine yang ingin melupakan sejenak pikiran negative tentang kekasihnya itu lebih memilih membenamkan diri dalam pekerjaan.


" Kenapa kamu menghela nafas berat begitu ", tanya Nicholas yang tiba - tiba sudah berdiri disamping Ratna.


" Aku mencemaskan Caterine " , ucap Ratna sedih.


" Apa dia sakit, aku lihat mukanya beberapa hari ini sedikit pucat ", ucap Nicholas menimpali.


" Bagaimana tidak pucat jika sudah tiga hari ini dia tidak tidur. Bahkan sehari cuma makan sekali. Aku takut lambungnya bermasalah lagi " , ucap Ratna semakin sedih.


Selain sedih, Ratna sebenarnya sangat takut jika sampai Caterine masuk rumah sakit.


Tentunya ketiga kakaknya dan kekasih over possesifnya akan menyalahkannya karena tidak bisa mengatur jadwal artisnya tersebut dengan benar.


Tapi mau bagaimana lagi, semua adalah keingginan Caterine sendiri.


Ratna yang sudah cukup lama mengenal artis tersebut sangat tahu bahwa jika dia sudah menginginkan hal tersebut, maka orang lain akan sulit untuk mengubahnya.


Nicholas yang mendengar penuturan Ratna ikut khawatir dan menatap Caterine dengan cemas.


Caterine yang baru saja menyelesaikan syuting iklan kopi sedikit merasa senang dengan kehadiran Nicholas disana.


" Apa aku tanya Nicholas saja ya...diakan sahabatnya, pasti dia tahu kabar Stevanus selama di Amerika " , batin Caterine senang.


Kemudian diapun segera mendatangi tempat manajer dan sahabat kekasihnya itu duduk.


Nicholas yang melihat pandangan Caterine yang tidak lepas kepadanya sejak berjalan kearah mereka mempunyai firasat buruk.


" Sudah lama Nick...", tanya Caterine tersenyum.


" Baru saja datang" , ucap Nicholas ramah.


" Apa kamu sakit...wajahmu kelihatan sangat pucat " , ucap Nicholas mulai khawatir.


Huffttt...., Caterinepun menghempaskan dirinya disofa.


" Bagaimana kabar Stevanus...kamu sahabatnya kan, kurasa kamu pasti tahu " , ucap Caterine dengan tatapan menyelidik.


" Sudah kuduga. Dia pasti buat ulah lagi ", ucap Nicholas geram.


" Kenapa kamu tidak menghubunginya sendiri " , ucap Nicholas balik bertanya.


" Ponselnya selama di Amerika tidak aktiv " , ucap Caterine dengan wajah murung.


" Hey...bagaimana bisa orang seperti Stevanus mematikan ponselnya " , tanya Ratna terkejut.


Karena baginya orang sepenting dan sesibuk seperti Stevanus tentunya tidak akan sembarangan mematikan ponsel mengingat banyaknya hal yang harus ditanganinya.


Dirinya saja yang seorang manajer tidak berani mematikan ponselnya jika tidak benar - benar terpaksa.


Maka dari itu dia selalu membawa powerbang kemana mana agar jangan sampai ponselnya kehabisan daya.


" Makanya itu cukup aneh kan ", ucap Caterine sebal.


" Kamu tidak berpikir bahwa dia...", ucap Ratna terputus


" Selingkuh ", ucap Caterine dengan mata berkaca - kaca.


Kemudian dia mulai mengusap airmatanya yang sudah mengenang dipelupuk mata seakan - akan dia kemasukan debu.


Agar tidak ada staf disana yang curiga bahwa dirinya menangis.


Nicholas sangat terkejut melihat Caterine yang tiba - tiba menangis.


Hatinya cukup sakit melihat gadis tersebut menitikkan air mata.

__ADS_1


Tapi dia sendiri yakin bahwa Stevanus tidak mungkin selingkuh mengingat betapa besar perasaan sayang sahabatnya itu terhadap Caterine.


" Hey...sudah ya...jangan bersedih. Itukan hanya asumsimu saja. Aku tahu Stevanus sejak kecil, tidak mungkin dia melakukan itu padamu" , ucap Nicholas berusaha menenangkan.


" Bagaimana kamu bisa seyakin itu ", ucap Caterine sinis.


" Karena baru kamu lah kekasih yang resmi dikenalkannya kepada kakek, jadi aku yakin kalua dia tidak akan main - main" , ucap Nicholas menjelaskan.


Seumur hidup, hanya Caterine lah yang diperkenalkan Stevanus sebagai kekasihnya kepada sang kakek sebagai penganti orang tuanya yang telah berpisah.


Hal tersebut cukup membuktikan bahwa sahabatnya tersebut sangat mencintai Caterine.


"Anda salah tuan...hubunganku dengan Stevanus tidak seperti yang anda bayangkan" , ucapnya dengan mata kembali berkaca - kaca.


Kemudian gadis itu segera melihat keatas sambil mengedip - ngedipkan matanya agar airmatanya tidak tumpah.


" Apa maksudmu? ", tanya Nicholas binggung.


" Kami hanya pura - pura pacaran " , ucap Caterine sedih.


" Apa...",ucap Nicholas terkejut sampai melotot.


" Disini hanya aku yang mencintainya ", ucap Caterine langsung menutup wajahnya karena sudah tidak kuat menahan air mata yang turun dengan derasnya.


Ratna segera memberikan tisu dan memeluknya agar artis sekaligus sahabatnya tersebut bisa menumpahkan semua hal yang menganjal hatinya.


Sedangkan Nicholas yang cukup terkejut dengan penuturan gadis yang ada didepannya tersebut hanya bisa diam membisu.


Dia sama sekali tak menyangka jika ternyata kemesraan yang selama ini ditunjukkan dihadapan publik tersebut hanyalah acting.


" Tapi kenapa dia melakukan itu semua ", batinnya binggung.


Ratna terlihat sibuk berusaha untuk menenangkan artisnya itu karena sudah banyak staf yang melihat kearah mereka sambil berbisik.


Dengan senyum liciknya, Nicholas mulai menghampiri Caterine dan mengenggam tangannya dengan erat.


" Jika ingin Stevanus segera kembali dari Amerika. Kamu diam saja dan ikuti permainanku " , bisik Nicholas pelan sambil memeluk Caterinne dengan erat.


Namun dirinya segera menguasai situasi yang ada saat Nicholas memerikan isyarat kepadanya.


Caterine yang sudah sedikit tenang mulai melepaskan diri dari pelukan sahabat kekasihnya itu.


" Ada yang mengambil gambar kita ", ucap Caterine sambil melirik staf yang diam - diam memotretnya tadi.


" Justru itu yang kuharapkan. Sebentar ya" , ucap Nicholas yang langsung melangkah menuju staf yang berhasil mengambil gambar mereka dan meminta ponselnya.


Staf yang kepergok melakukan hal tersebut hanya diam membisu saat ponselnya diambil.


Dia tidak berkomentar apa - apa saat ponselnya diambil, dirinya cukup tahu diri karena sudah berani mengambil gambar mereka tanpa ijin.


Ternyata bukan hanya satu staf yang berhasil mengambil gambar tersebut, masih ada beberapa.


Namun Nicholas tidak terlalu menghiraukannya karena tujuannya sudah tercapai.


Tentu hal itu diharapkannya akan menjadi buah bibir para staf yang nantinya informasih itu akan sampai ketelingga Stevanus.


" Apa ini tidak apa-apa....kamu tahu sendirikan Stevanus itu seperti apa" ,ucap Ratna khawatir


" Sangat possesif ", ucap Nicholas tersenyum licik.


" Nah....itu tahu " , ucap Ratna khawatir.


"Justru karena itu, jika memang dia benar - benar mencintai Caterine, tentunya malam ini juga dia akan langsung pulang setelah melihat foto tersebut ", ucapnya santai.


" Kenapa kamu bisa seyakin itu" , ucap Caterine murung.


" Karena aku kenal siapa itu Stevanus ", ucapnya menyeringai.


" Kamu tenang saja ya, semua akan baik - baik saja " , ucap Nicholas lembut sambil mengusap kepala Caterine.


Sementara itu Kyosi yang disuruh Nicholas untuk mengirimkan foto dirinya bermesraan dengan Caterine hanya bisa geleng - geleng kepala tidak mengerti dengan pola pikir Direkturnya tersebut.

__ADS_1


" Apa dia pikir dia akan selamat setelah menyuruhku mengirim ini ", ucap Kyosi terheran - heran.


"Tapi...ya sudahlah...itu urusan mereka ", batin Kyosi acuh.


Kemudian diapun segera mengirim gambar tersebut dengan kata - kata provokarif.


Stevanus yang sedang melakukan meeting segera menghentikan pertemuan tersebut saat melihat gambar yang dikirim Kyosi kepadanya.


Rahangnya terlihat mengeras, namun ekspresinya tetap datar sehingga tidak ada yang mengetahui bahwa kondisinya sekarang tidak sedang baik - baik saja.


" Pesankan tiket sekarang. Malam ini juga aku akan pulang " , ucap Stevanus kepada asistennya.


" B******k Nicholas, dia menggunakan kesempatan saat aku tidak ada " , batin Stevanus geram.


Selama ini Stevanus sudah tahu jika gadis yang dikatakan Nicholas telah merebut hatinya waktu itu adalah Caterine.


Meski dia sedikit resah dengan adanya rumor yang mengatakan bahwa sahabatnya tersebut selalu berusaha untuk menempel dengan kekasihnya setiap ada kesempatan.


Namun hal tersebut tidak membuat hubungan keduanya menjadi renggang karena Stevanus belum pernah melihat secara langsung sahabatnya tersebut berdekatan dengan kekasihnya.


Jadi dia masih bisa tenang, apalagi tidak ada gelagat yang mencurigakan dari kekasihnya bahwa gadis itu menaruh hati pada sahabatnya.



Melihat berapa besar cinta yang diberikan oleh kekasihnya itu terhadapnya.


Namun setelah Caterine tidak menjawab langsung lamaran yang diberikannya membuat laki - laki tampan itu kembali ragu.


Padahal saat itu dirinya sangat optimis bahwa kekasihnya tersebut akan langsung menerima lemaran yang diberikan kepadanya.


Tidak ada raut kegembiraan disana saat kekasihnya itu melanarnya.


Bahkan Caterine juga terlihat ragu saat Stevanus ingin berhubungan lebih intim dengannya dengan alasan masih belum siap.


Dan disinilah sekarang,Stevanus bersama adik kembarnya.


Meski kembar, namun wajah mereka berbeda, karena mereka kembar tidak identik.


Bahkan warna kulit tubuh merekapun berbeda.


Kalau Stevanus berkulit putih bersih sama seperti sang mama, namun berbeda dengan adik kembarnya yang berkulit sawo matang seperti sang papa.


Namun demikian ada yang menyamakan keduanya yaitu paras yang sempurna tanpa cela sehingga mereka terlihat sangat tampan dan cantik.


Orang yang tidak mengenal mereka kerap salah sangka dan menafsirkan kedekatan mereka sebagai hubungan kekasih ataupun suami istri.


Demi menyempurnakan rencananya, Nicholas malam ini mengajak Caterine dan Ratna untuk menghabiskan malam di sebuah club ternama dikota tersebut.


Caterine yang sedang pusing tujuh keliling memilih menumpahkan semua beban yang ada dengan alkohol dan bergoyang mengikuti alunan musik dari DJ.


Wajah cantik Caterine dengan lekuk tubuh sexy dibalut pakaian minim tentu saja membuat banyak kaum adam tidak berhenti memandangnya.


Nicholas yang melihat tatapan kelaparan dari laki - laki yang berada disana akhirnya turun untuk menemani gadis tersebut bergoyang.


Ratna yang diminta untuk merekam semua yang dilakukan Caterine hanya bisa geleng - geleng kepala melihat betapa erotisnya goyangan yang dilakukan artisnya itu.


" Kurasa, sebentar lagi Stevanus akan membunuhmu ", ucap Ratna kembali melihat video yang direkamnya.


Hahaha....Nicholas tertawa terbahak - bahak melihat ekspresi Ratna yang ketakutan.


Dia tidak terlalu takut dengan apa yang akan dilakukan sahabatnya itu kepadanya.


Karena dia mempunyai kartu As Stevanus, jadi semarah apapun sahabatnya itu, dia tidak akan berbuat kasar terhadapnya.


Bagaimanapun dia sangat menikmati moment - moment bersama gadis yang telah mencuri hatinya itu.


" Sambil menyelam minum air " , itulah yang ada dibenak Nicholas saat ini.


Untuk melihat seberapa besar perasaan yang dimiliki sahabatnya tersebut terhadap Caterine, Nicholas juga tak ingin menyia- nyiakan kesempatan untuk bisa dekat dengan gadis yang telah mengisi hatinya itu.


" Jika tidak sekarang...kapan lagi " , itulah yang ada dibenak Nicholas saat ini.

__ADS_1


__ADS_2