
Caterine yang mendapatkan kabar jika kekasihnya akan pulang hari ini berusaha untuk menyelesaikan semua pekerjaannya dengan cepat.
Untuk itu dia fokus pada semua hal yang ada dihadapannya. Ratna sang manajer terlihat sangat puas dengan kinerja artisnya hari ini yang hampir tak melakukan kesalahan sedikitpun selama pemotretan dan terlihat sangat bersemangat hingga aura positifnya terpancar keluar.
“ Kuharapa setiap hari kamu seperti ini sehingga kita bisa pulang lebih cepat untuk beristirahat….”, ucap Ratna tersenyum lebar.
“ Ya…akan aku usahakan….”, ucap Caterine sambil membereskan semua barang – barangnya.
Setelah membereskan semua barangnya Caterine yang melihat sahabat sekaligus manajernya itu sedang berbicara serius dengan sang fotografer segera berjalan menghampiri.
“ Ok…aku cabut dulu. Kamu, cepatlah pulang untuk beristirahat karena besok jadwal kita full….”, ucap Caterine sebelum melenggang pergi.
Ratna hanya mengangguk sekilas dan kembali berbicara dengan sang fotografer yang berhasil mengambil gambar artisnya tadi sementara Caterine sudah melesat pergi dari ruang pemotretan.
Begitu tiba di parkiran baseman, dengan cepat Caterine memasuki mobilnya dan melajukannya menuju bandara setelah memastikan bahwa tak ada yang melihat dan mengikuti pergerakannya.
Dia mempercepat pekerjaannya supaya bisa bertemu dengan sang kekasih lebih lama dan tak pulang terlalu malam nanti agar keluarganya tak menaruh rasa curiga kepadanya.
Setelah apa yang diperbuat Stevanus dimasa lampau, keluarganya tak mengijinkan Caterine untuk tinggal seorang diri di apartemen miliknya.
Meski keduanya berada di benua yang berbeda namun mereka tetap menaruh kewaspadaan agar Caterine tak kembali menjalin berhubungan dengan Stevanus.
Perbuatan Stevanus dimasa lalu tampaknya masih belum bisa membuat kedua orang tua dan ketiga kakak Caterine kembali percaya kepadanya.
Untuk itu, mereka akan memantau Caterine dengan ketat. Untung saja gadis itu memiliki sahabat yang selalu mendukung dan memback upnya setiap waktu.
Ratna selalu dijadikan tameng Caterine terhadap kewaspadaan dan sikap possesif yang diberikan oleh keluarganya.
Seperti hari ini, Ratna sudah lebih dulu membuat ijin kepada kedua orang tua Caterine jika artisnya tersebut akan menghadiri meeting hingga malam membahas mengenai film layar lebar yang akan diperankannya nanti.
Jadi, Caterine bisa bertemu dengan Stevanus lebih lama setelah menjemputnya di bandara. Semua itu Ratna lakukan demi bisa membuat sahabat sekaligus artisnya tersebut bahagia.
Maka dari itu, Caterine tetap menyembunyikan fakta jika dirinya kembali menjalin hubungan dengan Stevanus dari keluarganya.
Begitu turun dari atas pesawat, Stevanus segera menghidupkan ponselnya. Dapat dia lihat ada banyak pesan yang masuk, salah satunya adalah pesan dari sang kekasih yang telah menunggunya di halaman parkir.
Setelah mengambil koper, Stevanus segera berjalan menuju ke tempat parkir dimana mobil Caterine berada.
“ Terimakasih sudah menjemputku sayang….”, ucap Stevanus sambil mengecup bibir Caterine sekilas.
Melihat sang kekasih tak melepaskannya setelah dirinya memberi ciuman singkat membuat Stevanus menaikkan satu alisnya heran.
__ADS_1
“ Kenapa ?....”, tanya Stevanus dengan tatapan menyelidik.
Caterine terlihat sedikit kesusahan untuk menelan ludahnya waktu merasakan hembusan nafas hangat sang kekasih di pipinya.
“ Masih kangen….” , rajuk Caterine manja.
Stevanus sedikit tak percaya mendapati Caterine merajuk manja seperti itu. namun, hatinya sangat bahagia melihat kelakuan sanga kekasih yang baginya sangat mengemaskan itu.
Stevanus pun tersenyum tipis melihat wajah sang kekasih yang sangat dirindukannya itu memerah karena malu.
Untuk sesaat rasa amarah dan kecewa yang sedari tadi menggelayutinya waktu bertemu sang papi perlahan menghilang.
Tahu apa yang diinginkan oleh kekasihnya itu\, Stevanus pun segera memajukan wajahnya\, memiringkannya dan mulai m*****t bibir sang kekasih dengan lembut.
Ciuman yang pada awalnya lembut tersebut dalam waktu singkat berubah menjadi panas dan menuntut.
Keduanya menyalurkan semua rasa rindu yang menyesakkan dada. Stevanus semakin menekan tekuk Caterine agar ciumannya bisa lebih dalam lagi.
“ Sayang…jangan disini….”, ucap Caterine mengingatkan waktu tangan nakal Stevanus sudah menjelajahi tubuhnya.
Stevanus sedikit mengerang marah waktu Caterine mendorong tubuhnya karena jujur saja nafsunya sedang tinggi saat ini.
Meski sedikit kesal, Stevanus yang menyadari jika keduanya masih berada diarea parkir segera menarik tubuhnya dan mulai menyalakan mesin mobil dengan wajah gelisah.
“ Sial !!!...”, umpatnya waktu menyadari jika ada sesuatu yang bangun dari tubuhnya akibat ciuman panas tadi.
Sementara Caterine terlihat sibuk membenahi kancing baju dan celananya yang sudah berhasil dibuka oleh sang kekasih tadi.
Merasa jika hasratnya masih tinggi, Stevanuspun melajukan mobil Caterine dengan kencang agar bisa segera sampai apartemen dan menuntaskan semuanya.
Saat ini pikirannya sedang kacau setelah bertemu sang papi, dia ingin mengalihkan semuanya dan memusatkannya kepada sanga kekasih yang ada disampingnya itu.
Caterine terlihat beberapa kali menggingit bibir bawahnya dengan gelisah. Menimbang – nimbang apakah dia akan melakukannya sekarang.
“ Tapi jika tidak, dia pasti akan marah dan kecewa….”,batin Caterine gelisah.
“ Kenapa juga aku tadi membangunkan singa yang masih tertidur….”, Caterine terus membatin sambil menghembuskan nafas dengan kasar.
Sesekali dia melirik kearah sang kekasih yang terlihat tak tenang, seperti sedang menahan sesuatu yangsangat dalam.
Meski Caterine belum pernah melakukan hubungan sejauh itu, tapi dia juga bukanlah gadis bodoh yang lugu.
__ADS_1
Melihat jika sang kekasih terlihat berusaha menurunkan hasratnya yang sudah terlanjur tinggi, sekali lagi Caterine meruntuki kebodohannya tadi.
“ Sayang…jangan lagi gigit bibir bawahmu jika tak ingin terjadi hal – hal diinginkan didalam mobil ini….”, ucap Stevanus sambil mengerang pelan.
Buru – buru Caterinepun segera menormalkan kembali ekspresi wajahnya dan segera menghadap kedepan dengan detak jantung yang berdegub sangat kencang.
“ Oh tidak….dia pasti akan langsung menghabiskanku begitu tiba di apartemen….”, Caterine kembali berkata dalam hati dengan wajah yang terlihat semakin panik.
Deg…deg…deg…
Detak jantung Caterine semakin cepat dan kencang waktu mobil memasuki baseman apartemen miliknya.
Keringat dingin perlahan mulai membasahi tubuhnya. Wajahnya sedikit tegang dan memucat, membayangkan jika akan melakukan hal yang jujur masih belum siap untuk Caterine lakukan sekarang.
Setelah mobil terparkir dengan rapi ditempatnya, Stevanus segera keluar, membukakan pintu untuk sang kekasih dan langsung menggandeng tangan Caterine dengan erat membawanya berjalan menuju lift.
Keduanya hanya terdiam selama berada didalam lift, sibuk dengan pikiran mereka masing – masing.
Begitu tiba di depan unit apartemen, Caterine segera menekan password dan membuka pintu. Baru saja kakinya melangkah masuk, Stevanus sudah menciumnya dengan panas sambil menutup pintu apartemen.
Keduanya berciuman seolah tak ada waktu esok hari untuk melakukannya. Beberapa barang yang mereka lewati terlihat berjatuhan karena ulah sepasang kekasih yang sedang dimabuk cinta itu.
Tak terasa kini keduanya sudah berada di dalam kamar dengan polos, tak ada sehelai kainpun yang melekat ditubuh keduanya.
Rasa rindu dan hasrat yang memuncak membuat keduanya larut dalam kenikmatan surga duniawi tersebut.
Keduanya terlihat mencecap kenikmatan dan menyalurkan segala rasa yang selama ini terpendam dalam hati melalui pergulatan panas yang berlangsung selama hampir tiga jam tersebut.
Stevanus menyunggingkan senyum bahagia sambil merapikan anak rambut Caterine yang menutupi wajah cantik gadis itu dan menyelipkannya dibelakang telingga.
Hati Stevanus menghangat dan penuh dengan kebahagiaan waktu melihat sang kekasih tidur lelap setelah pergulatan panas yang panjang tadi.
“ Aku bahagia karena pada akhirnya aku bisa memiliki dirimu sepenuhnya sayang….dan aku harap aku bisa segera mendapatkan kabar baik itu….”, ucap Stevanus pelan sambil mengusap perut caterine dari atas selimut.
Ya…Stevanus ingin membuat Caterine hamil agar keluarga gadis tersebut merestui hubungan keduanya, meski terpaksa.
Terlihat kejam dan licik memang….tapi Stevanus melakukan hal tersebut karena tak ingin kembali kehilangan orang yang dicintainya.
Lagipula, keduanya melakukan hal tersebut tanpa adanya paksaan dan dengan rasa cinta yang dalam.
Jadi, baginya hal tersebut merupakan suatu proses yang wajar dilalui agar hubungan keduanya semakin dekat dan dalam.
__ADS_1