
" maaf, saya dan istri saya mau di bawa ke mana ya? perasaan saya ngak pernah ngerasa menyingung atau membuat masalah dengan siapa pun.?"
" nanti anda juga akan tau sendiri, dan sebaik nya anda diam." ujar salah satu yang ada di dalam mobil yang membawa Gio dan Henny dengan dingin.
...****************...
Akhir nya Gio pun Diam dan tidak berani menanyakan apa pun
sedangkan Henny dia sebenar nya sangat ketakutan.
" mas, siapa mereka? kita mau di bawa kemana aku takut.?" tanya wanita itu.
" mas juga ngak tau, kamu ngak usah takut ada mas di sini." ucap Gio menenangkan istri muda nya itu.
sedangkan di dalam mobil lain nya.
triinnng..
ponsel Alex berdering pertanda ada pesan masuk dia pun langsung membuka nya.
ternyata pesan dari Shinta.
( "Lex, buat mereka ngak sadar kan diri, biar mereka tidak bisa melihat jalan masuk ke tempat ini " ) kira-kira begitulah isi pesan dari Shinta. Alex pun segera mengetik balasan nya.
("Oke Queen.")
setelah membalas pesan Shinta Alex pun menekan benda yang menempel di telinga nya.
" buat mereka tak sadarkan diri." perintah Alex kepada kedua anak buah nya yang berada satu mobil sama Gio dan Henny.
" baik bos." jawab anak buah nya.
" urus mereka." ucap salah satu anak buah Alex. teman nya yang mengerti langsung mengangguk. dia memukul kuat tengkuk Gio sehingga Gio langsung pingsan. karena posisi nya yang duduk tepat di belakang kedua sejoli itu memudahkan dia untuk menjalan kan tugas nya.
Henny yang terkejut melihat orang yang membawa mereka memukul suami nya pun seketika berteriak.
"aaaaarrrkh, apa yang kau lakukan pada suami ku?" ucap Henny dengan tubuh yang sudah gemetar ketakutan.
Bruugg...
anak buah Alex juga memukul Henny, hanya sekali pukulan Henny langsung pingsan.
" Bagai mana.?" tanya Alex lagi dari seberang sana.
" beres bos" jawab anak buah nya.
" bagus, pastikan mereka tidak bangun, sebelum kita sampai tujuan." suara Alex terdengar lagi dari seberang sana.
" ### baik bos." ucap nya.
di tempat lain Shinta sudah mempersiapkan semua nya untuk menghadapi Gio dan juga Henny. di sana juga sudah ada keluarga Shinta. setelah mengirim pesan kepada Alex Shinta kembali meletakkan ponsel nya di dalas tas.
..
" Shin, ke mana mereka lama banget. tangan Ayah sudah gatal ingin memberikan si brengs*k itu pelajaran." ucap Ayah nya shinta.
" iya Shin, tangan kakak juga sudah gatal ingin menjambak si ****** itu." ujar Dewi menimpali perkataan Ayah nya.
" mereka sudah di perjalanan yah, Ayah sama kakak sabar sedikit lagi, sebentar lagi mereka akan sampai." ucap nya. mendengar itu ayah dan kak Dewi mendengus kesal.
sedangkan bunda? dia sibuk mengeluarkan cemilan dari dalam tas nya. seperti nya dia ingin menjadi penonton sambil makan cemilan nya itu, dan ternyata bukan cuma cemilan bunda juga mengeluarkan sebuah gunting, yang membuat aku ayah dan juga kak Dewi saling pandang, kemudian menatap bunda heran.
" bun, untuk apa bunda membawa gunting segala?" tanya kak Dewi dengan alis terangkat sebelah.
aku dan ayah juga mengangguk.
" hei, kalian bertiga ngak usah menatap bunda kayak gitu dong.
gunting ini? kepo kalian, nanti kalian akan tau sendiri." ucap mama sambil menyeringai.
' seperti nya mama punya rencana nya sendiri.' batinku.
beberapa menit mereka menunggu, terdengar suara mobil memasuki pekarangan rumah itu.
Shinta menatap ke arah Ayah nya.
" itu mereka sudah sampai Yah." ucap Shinta dengan senyum miring.
yang lain hanya mengangguk tanda mengerti.
...****************...
akhir nya mobil yang membawa Gio beserta Henny sudah sampai di depan sebuah rumah yang lumayan besar, rumah ini berada di pinggir kota dan jauh dari keramaian lebih tepat nya rumah ini berada di tengah hutan yang di kelilingi oleh pepohonan.
Alex keluar dari mobil dan langsung menghubungi Shinta.
(" Hallo Queen, kita sudah di depan")
(........)
("baik Queen.")
kemudian dia memasukan ponsel nya kembali kesaku celana nya.
" Bawa mereka masuk." ucap Alex ke pada ketiga anak buah nya.
" baik bos." jawab mereka.
__ADS_1
mereka pun membawa Gio dan juga Henny masuk dan langsung menuju ruangan khusus yang telah di siap kan oleh Shinta.
mereka meletakan Gio kedalam Ruangan itu dalam ke adaan ngak sadar kan diri. sedangkan Henny dia di tempatkan di ruangan yang lain. Shinta melakukan itu karena dia ingin melihat reaksi Gio setelah sadar dan melihat Henny tidak berada di ruangan yang sama dengan nya.
di dalam ruangan itu Gio terbaring masih dalam ke adaan pingsan
di sana juga ada Alex dan anak buah nya. di dalam ruangan tempat Gio sudah di pasang kamera yang tersambung langsung dengan layar di ruangan tempat Shinta dan juga keluarga nya.
Shinta tidak ingin langsung menemui Gio di ruangan itu, dia ingin melihat apa yang Gio lakukan setelah dia sadar nanti.
...****************...
masih di tempat yang sama tapi diruangan yang berbeda.
Shinta dan keluarga nya sudah melihat kalau Gio sudah di letak kan di ruangan yang sudah dia siapkan.
" permainan akan segera di mulai Yah." ucap Shinta dengan menyeringai.
setelah mengatakan itu Shinta menekan benda yang menempel di telinga nya.
" bangunkan dia Lex." ucap Shinta dan langsung di lakukan oleh Alex.
Alex mengambil air yang ada dalam ember kecil di ruangan itu.
ntah sejak kapan ada ember air di situ( author juga ngak tau ya hehe)
Byuurrrr...
Alex menyiram tepat di wajah Gio yang masih Asyik dengan tidur nya.
"Aaaarrttk.. banjiiir tolong." ucap Gio repleks, sambil mengusap sisa air yang masih menempel di wajah nya.
kemudian dia melihat sekeliling mencari keberada Henny namun dia tidak melihat istri muda nya itu. dia menoleh ke arah orang-orang asing yang membawa mereka tadi.
" Di mana istri saya.? katakan di mana istri saya.?" tanya Gio.
sambil bangkit berdiri hendak menghampiri Alex.
namun langsung di tahan oleh anak buah Alex yang ada di ruangan itu. sedang kan Alex dia malah santai duduk di kursi tanpa terpengaruh oleh teriakan Gio tadi.
dia malah mengeluarkan sebatang rokok lalu menghidupkan nya dengan pematik dan mengisap nya lalu menghembuskan asap nya ke atas secara perlahan.
Gio yang merasa pertanyaan nya tidak di gubris pun tersulut emosi.
dia memberontak ingin menghampiri Alex. tapi tak bisa karena dia masih di pegang oleh kedua orang di samping nya itu.
" Brengs*k, ke mana kalian membawa istri ku." teriak Gio. penuh emosi.
Alex mematikan rokok nya dan berjalan ke arah Gio. lalu memegang dagu Gio, sehingga Gio bertatapan langsung dengan mata nya.
" Dari tadi kamu bertanya di mana istri kamu , sedang kan saya tidak tau istri kamu yang mana.?" ujar Alex lalu melepaskan dagu Gio,
" jangan pura- pura ngak tau bangs*t, wanita yang bersama dengan saya tadi adalah istri saya, di mana dia." teriak Gio dengan wajah merah padam.
" Ooh, wanita jal*ng itu? mungkin dia lagi bersenang-senang dengan teman-teman kita." bukan Alex yang menjawab melain kan salah satu anak buah nya. Alex sendiri sudah kembali duduk manis di kursi tempat dia duduk tadi.
mendengar itu Gio berusaha melepaskan Diri dari anak buah Alex yang menahan nya.
" Oh ya, saya punya kejutan untuk anda tuan Giovandra." ucap Alex yang membuat mata Gio melotot.
' siapa sebenar nya mereka, kenapa mereka tau nama Gue.?' batin nya
" siapa kalian sebenar nya?" tanya Gio.
...****************...
Shinta melihat dan mendengar semua yang Gio katakan begitu juga dengan keluarga nya.
bahkan wajah Ayah Shinta sudah merah padam menahan amarah.
Shinta beranjak dari tempat duduk nya.
" aku akan ke sana sekarang yah." ujar shinta.
" Ayah juga ikut" ucap ayah nya.
" aku juga" ujar dewi.
" bunda juga" ucap bunda nya tidak mau kalah.
Shinta mengangguk.
" tapi tunggu aba- aba dari ku Yah." ucap Shinta.
sambil menatap satu persatu keluarga nya.
" baik nak, kami akan masuk setelah ada kode dari kamu." jawab Ayah nya.
kemudian Shinta melangkah kan kaki nya keluar dari ruangan yang dia tempati tadi.lalu menuju ruangan tempat Gio berada.
sesampai di depan ruangan itu anak buah nya yang menjaga di depan pintu itu membungkuk begitu melihat kedatangan Shinta. kemudian dia pun membukakan pintu ruangan itu untuk atasan nya.
Shinta memasuki ruangan itu, dia bisa melihat Gio yang lagi di pegang oleh kedua orang anak buah nya.
Alex dan yang lain yang melihat Shinta akan memasuki ruangan segera membungkukkan badan nya. tapi langsung di cegah oleh Shinta. dan yang terjadi mereka hanya sedikit menganggukkan kepala nya.
Shinta melangkah masuk keruangan itu, dia langsung menghampiri Gio.
__ADS_1
" Loh mas Gio, bukan nya kamu lagi di luar kota ya? kok mas bisa ada di sini.?" tanya shinta. memain kan drama nya. seolah- olah dia terkejut melihat Gio.
" S-sayang, kenapa kamu bisa ada di sini.?" bukan nya menjawab pertanyaan Shinta, Gio malah bertanya balik.
'Gawat, jangan sampai mereka juga membawa Henny ke ruangan ini, bisa mati aku.' batin nya
" Mas, mas Gio." ucap shinta hingga Gio tersadar dari lamunan nya.
" i-iya sayang, kenapa..?"
" kok di tanya malah bengong mas, kenapa mas bisa ada di sini? bukan nya mas masih di luar kota.?"
" iya sayang, tadi pagi mas pulang, dan di jalan mas di cegat sama mereka, setelah itu mas ngak ingat apa-apa dan saat mas bangun mas sudah ada di sini." jawab Gio panjang lebar. Shinta yang mendengar itu tersenyum miring.
Shinta menoleh ke arah Alex dan memberi kode dengan mata nya., Alex yang mengerti kode dari Shinta pun membisikan sesuatu ketelinga anak buah nya.dan di angguki oleh anak buah nya itu.dia mendekat ke arah Gio.
" hei, bukan nya tadi anda teriak- teriak tanya di mana istri anda berada, dan anda juga mengatakan kalau wanita yang bersama anda tadi adalah istri anda, benar begitu.?" tanya nya.
seketika wajah Gio menegang. dia tidak tau harus mengatakan apa, sekarang Shinta juga ada di sini.
" apa benar mas, tadi kamu bersama perempuan? dan mas mengaku kalau perempuan itu adalah istri kamu mas." tanya shinta sambil menatap Gio.
" i-itu Dina yang bersama mas tadi sayang, mas mengatakan seperti itu untuk melindungi Dina."
" ooh, lalu Dina di mana.?" tanya shinta. dengan wajah khawatir
' semoga saja mereka ngak membawa Henny masuk ke sini.' batin Gio.
Shinta menoleh ke arah Alex dan di angguki oleh Alex.
" bawa wanita itu ke sini." perintah Alex.
Gio yang mendengar itu tubuh nya menegang, wajah nya menjadi pucat pasi. semua itu tidak lepas dari mata Shinta
" jangan." sahut Gio repleks.
" Lah, kenapa mas? biarkan mereka bawa Dina ke sini, kan lebih enak kalau kita di satukan dalam satu ruangan.?" ucap Shinta.
perkataan Shinta bukan nya membuat Gio tenang tapi malah membuat Gio kalang kabut.
" baik bos." jawabnya lalu segera keluar dari ruangan itu.
sedangkan Shinta masih menatap Gio dengan lekat.
" Hmmm, sayang kenapa kamu juga ada di sini, apa mereka juga yang membawa kamu ke sini.?" tanya Gio sekedar untuk menghilangkan rasa gugup nya.
" iya mas." jawab Shinta.
...***********...
masih di tempat yang sama tapi di ruang yang berbeda
seorang wanita baru saja membuka mata nya dia melihat sekeliling ruangan itu, tidak ada siapa pun.
' aku di mana ya? mas Gio, mas Gio di mana kok ngak ada di sini' batin nya.
tiba- tiba pintu ruangan itu terbuka, lalu masuk dua orang pria yang memakai pakaian serba hitam.
Henny yang melihat itu tubuh nya gemetar ketakutan.
kedua anak buah Alek langsung menghampiri Henny.
" kalian mau apa? jangan mendekat ." ujar henny.
kedua anak buah Alex tidak memperdulikan teriakan henny.
mereka langsung menyeret Henny untuk keluar dari ruangan itu.
Henny terus memberontak, sambil memaki mereka.
" Lepaskan aku, ku bilang lepaskan brengs*k." teriak nya.
" Diam jal*ng, apa kau tak ingin bertemu suami mu.?" ucap salah satu dari mereka.
Henny yang mendengar kata suami seketika terdiam.
dan membiarkan mereka membawa nya.
dalam pikiran nya yang penting dia bisa ketemu dengan Gio. akhir nya Henny di bawa tanpa perlawanan.
mereka sampai di depan sebuah ruangan. dua orang penjaga langsung membukakan mereka pintu..
dan menyeret Henny masuk kedalam ruangan itu.
" ini bos wanita yang bersama dengan pria itu." ucap nya.
Alex hanya mengangguk. dan memberi kode agar anak buah nya membawa Henny kedepan Shinta.
mereka yang mengerti kode dari bos nya pun langsung menarik henny kemudian mendorong tubuh wanita itu dengan kuat.
sehingga henny terjerembab tepat di depan kaki Shinta.
perlahan Henny mengangkat kepala nya melihat atas.
seketika mata nya bertemu dengan mata shinta.
Shinta menyeringai ke arah Henny lalu beralih ke Gio yang wajah nya sudah pucat dan keringat menetes dari pelipis nya.
__ADS_1
sedangkan Henny dia langsung berdiri dan memegang tangan Gio.
.........Bersambung.......