BALASAN UNTUK SUAMI PENGKHIANAT.

BALASAN UNTUK SUAMI PENGKHIANAT.
Part.35.


__ADS_3

" Aku tidak peduli, cepat pergi kau dari sini. Atau kau ingin aku yang akan menyeret mu keluar dari sini." Ucap.


" Ngak mas, tolong jangan lakukan ini pada ku, aku mohon."


Namun tak di hiraukan oleh Gio, pria itu berjalan menuju kamar tempat Henny tidur semalam. Henny mengikuti nya dari belakang, sambil terus memohon kepada Gio agar tidak mengusir nya.


Tapi Gio seolah-olah tuli, pria itu terus melangkahkan kaki nya hingga dia memasuki kamar tersebut. Setelah sampai di dalam kamar itu, Gio menarik koper besar milik Henny, dia kemudian keluar dari kamar itu dengan koper Henny di tangan nya.


Henny berusaha mencegah nya, tapi semua nya sia-sia Gio sama sekali menggubris nya.


" Mas, kenapa kamu membawa koper ku keluar mas? Ngak mas aku tidak akan pergi dari sini." Ucap Henny, tapi Gio hanya diam.


Pria itu tiba-tiba mencekal pergelangan tangan Henny, lalu tanpa belas kasih Gio menyeret Henny keluar dari rumah kontrakan nya.


Sedangkan bu Rahma, wanita itu tidak menyangka kalau Gio akan se marah itu saat melihat wanita yang dia bawa hampir memukuli nya. Dia senang karena melihat anak mya itu sudah bisa bersikap tegas terhadap wanita seperti Henny.


Dia tidak ingin ikut campur terlalu jauh lagi, karena dia percaya Gio pasti bisa menghadapi Henny yang keras kepala itu.


Gio masih menarik tangan Henny dengan tangan kiri nya, dan tangan satu nya lagi di gunakan untuk menarik koper Henny.


Henny terus memberontak minta di lepasin, namun Gio tidak memperdulikan nya.


Gio malah terus menyeret nya Hingga sampai di pintu , Gio membuka pintu rumah nya, kemudian mendorong Henny keluar sehingga wanita itu tersungkur kelantai. Setelah itu dia juga melempar koper Henny tepat di depan wajah Henny.


" Sekarang kau pergi dari sini, dan jangan pernah menampakan wajah mu lagi di hadapan ku." Ucap Gio. Setelah mengatakan itu dia pun masuk kedalam rumah lalu menutup pintu nya dari dalam.


Henny memandang pintu yang di tutup dengan pandangan nanar dan kecewa. Dia kecewa melihat Gio begitu cepat nya berubah, pada hal dulu pria itu selalu memprioritaskan diri nya.


" Tidak mas, jangan tutup pintu nya, Mas buka pintu nya." Teriak Henny sambil menggedor pintu itu. Namun tidak ada tanda-tanda Gio akan membukakan pintu nya kembali. Melihat itu dia mengepalkan tangan nya. Lalu bayangan bu Salma yang begitu menyayangi Shinta tiba-tiba berputar di otak nya membuat dia semakin bertekad untuk menghancurkan Shinta.


" Ini semua gara-gara Shinta, dia yang telah membuat ku di benci oleh mas Gio. Aku tidak akan membiarkan kau hidup tenang perempuan sialan, kau juga harus merasakan apa yang aku rasakan sekarang. Liat saja nanti, akan ku balas kau Shinta. Gumam Henny dendam nya terhadap Shinta semakin besar.


Dia kemudian berdiri, lalu mengambil tas selempang nya dan mengeluarkan ponsel nya dari dalam tas itu. Dia pun terlihat mengotak-atik layar ponsel nya.

__ADS_1


Kemudian terlihat sedang menghubungi seseorang.


Dia berulang kali melakukan hal yang sama pada ponsel nya mencoba untuk menghubungi nomor ponsel beberapa orang kenalan nya.


Yang pertama dia hubungi adalah nomor ponsel Hendri, pria yang pernah menjadi kekasih nya dulu. Namun nomor pria itu ternyata sudah tidak aktif. Dia mencoba untuk menghubungi yang lain nya. Tapi semua nya sama.


" Siall." Umpat Henny.


Dia membuka koper nya, lalu melihat isi dari koper itu, Dia bernapas lega karena melihat kotak perhiasan nya ada di dalam sana.


Hal pertama yang akan dia lakukan adalah mencari toko perhiasan sekitar sini untuk menjual beberapa perhiasan itu.


Baru setelah itu dia akan mencari kos-kosan untuk nya tinggal.


Sebelum pergi Henny menoleh ke arah pintu kontrakan Gio.


"Kamu akan menyesal telah melakukan ini sama aku mas Gio, liat daja nanti kalian semua harus membayar semua ini." Ucap Henny kemudian melangkah pergi meninggalkan area kontrakan itu.


Henny keluar dari sana, sambil berjalan dia memesan ojek online untuk mengantar nya ke toko perhiasan.


Setelah kepergian Henny Gio dan juga bu Rahma keluar dari kontrakan nya. Tak lama kemudian, sebuah mobil berhenti di hadapan mereka,.itu adalah taksi yang di pesan oleh Gio untuk mengantar nya sampai ke halte bis. Mereka akan menaiki bis sampai di kampung halaman nya. desa mereka bukanlah desa terpencil namun desa mereka masih termasuk ramai karena itu adalah sebuah kecamatan.


******


Saat ini Shinta dan Dewi sudah sampai di rumah, Shinta menghempaskan tubuh nya di sofa ruang tamu.


Dia cukup lelah hari ini, begitu juga dengan Dewi.


Kedua kakak beradik itu, memilih duduk dulu di ruang tamu, tidak langsung pergi menuju kamar nya masing-masing. Shinta melihat bi Ira yang berjalan keluar dari arah dapur, Shinta pun memanggil nya.


" Bi, bi Ira." Panggil nya.


Bi Ira pun menghampiri mereka.

__ADS_1


" Ada yang bisa bibi bantu non.?" Tanya nya dengan ramah.


" Bi tolong buat kan aku jus jeruk yah, di tambah es. Kayak nya seger minum yang asam-asam." Ucap Shinta.


" Siap non, akan bibi buat kan. Kalau non Dewi mau apa? Biar sekalian bibi buatkan juga." Ucap bi Ira.


" Sama kan aja bi." Sahut Dewi.


" Baik, tunggu sebentar ya, Bibi kebelakang dulu" ucap nya. Kemudian bi Ira pun beranjak ke dapur untuk membuatkan pesanan kedua nona nya.


Tak butuh waktu lama, bi Ira kembali menghampiri mereka.


" Non ini minuman nya." Ucap wanita itu sambil meletakkan dua gelas jus di depan Shinta dan Dewi.


Kedua wanita itu segera meminum nya.


" Bi, bunda ke mana yah? kok ngak keliatan dari tadi." Ucap Dewi.


Dari mereka datang tadi, dia tidak melihat bunda Fahira, biasa nya wanita itu akan segera menyambut mereka kalau dia ada di rumah.


" Nyonya sedang di belakang non, biasa kalau sore nyonya akan merawat tanaman bunga nya di belakang." jawab bi Ira.


" Oh." Ucap Dewi lalu kembali menyeruput minuman nya.


sedangkan Shinta hanya diam saja, sambil tangan nya mengaduk-aduk minuman nya.


" Dek, kamu kenapa.?" tanya Dewi yang melihat Shinta melamun.


Shinta menoleh ke arah Dewi.


" Aku ngak apa-apa kok kak." Jawab nya.


" Kakak perhatikan sejak kita pulang dari panti, kamu jadi banyak diam. ada apa.?" tanya Dewi. Shinta menggelengkan kepala nya.

__ADS_1


" mungkin perasaan kakak aja kali, aku ngak pa-pa kok." Ucap nya. Dewi mengangguk tanda mengerti.


....Bersambung...


__ADS_2