BALASAN UNTUK SUAMI PENGKHIANAT.

BALASAN UNTUK SUAMI PENGKHIANAT.
Part.19


__ADS_3

" Mas malam ini kita tidur di mana.?" Tanya henny.


Sekarang jam sudah menunjukan pukul delapan malam.


Tujuan mereka satu- satu nya saat ini adalah rumah yang dulu Gio belikan untuk Henny.


Semoga saja Shinta tidak menyuruh penjaga untuk berjaga di rumah itu, karena saat kejadian kemarin Shinta sempat mengatakan surat rumah itu sudah berada di tangan nya.


Gio tidak menjawab pertanyaan dari Henny pria itu mengeluarkan ponsel dari saku celana nya lalu mengotak ngetik layar benda pintar tersebut.


Setelah selesai dia memasukan benda pipih itu kembali ke dalam saku celana nya.


Beberapa saat kemudian terlihat sebuah mobil berhenti di depan kedua sejoli itu.


Kemudian mereka berdua pun menaiki mobil tersebut.


Tidak butuh waktu lama mobil yang di tumpangi mereka berhenti di depan sebuah rumah, sebelum turun dari mobil Gio memperhatikan sekeliling rumah itu, sepi tidak ada siapa pun di sana. Berarti Shinta tidak menyuruh orang untuk menjaga rumah itu


Gio kemudian turun dari mobil yang di tumpangi nya di susul Henny yang mengekori nya dari belakang.


Mereka segera masuk kedalam rumah, sesampai mereka di ruang tamu mereka tidak menemukan tanda-tanda ada orang memasuki rumah itu. Henny menghela napas lega, wanita itu berpikir kalau sertifikat yang shinta tunjukan kemarin itu bukan yang asli.


Sedangkan Gio pria itu memilih langsung masuk kedalam kamar tamu, tubuh nya sudah lengket apa lagi dari kemarin dia belum membersihkan diri.


Henny juga memasuki kamar yang biasa dia tempati bersama Gio selama mereka menikah, dia membuka lemari pakaian nya tempat dia menyimpan surat rumah itu.


Tapi dia tidak menemukan apa yang dia cari. Dia membongkar semua pakaian nya dari dalam lemari tersebut namun hasil nya nihil. Dia ingat dengan jelas, telah menyimpan surat itu di lemari pakaian nya tapi kenapa bisa barang itu tidak ada di tempat nya.


Dia kemudian mencari di laci namun nihil, wanita itu mulai panik.


Dia segera keluar dari kamar, untuk menemui Gio.


Tapi pria itu tidak terlihat batang hidung nya.


Akhir nya Henny memutuskan untuk mencari pria itu di kamar tamu.Henny ingin membuka pintu kamar itu namun ternyata di kunci dari dalam akhir nya wanita itu terpaksa mengetok pintu kamar tersebut.


Tok..tok...


" Mas. mas Gio, Buka pintu nya aku mau bicara.." teriak Henny.


Namun tak ada sahutan dari dalam.

__ADS_1


" Mas buka pintu nya mas." Ucap Henny lagi sambil memutar-mutar gagang pintu, sehingga terdengar bunyi.


Kraaak.. kraak... Kraaak..


Karena bunyi pintu yang berisik, akhir nya Gio membuka pintu kamar itu. Dia melihat Henny berdiri di depan pintu kamar dengan ke adaan berantakan, bagai mana tidak wajah kusut,potongan rambut acak-acakan seperti habis di gigit tikus got.


Bahkan wanita itu masih memakai pakaian yang di pakai pulang dari rumah sakit tadi. Gio mengernyitkan alis nya.


" Bisa ngak sih ngak usah berisik, aku ngantuk mau tidur kalau mau bicara masih ada waktu besok kan? ganggu orang saja." Cecar Gio dengan ketus.


Braaakk...


Tanpa memperdulikan Henny Gio menutup pintu kamar nya dengan kasar, sehingga membuat wanita itu terkejut.


Perlahan butiran bening jatuh dari kelopak mata wanita itu, hati nya begitu sakit melihat pria yang dulu nya penuh perhatian, jangankan membuat nya menangis meninggi kan suara di hadapan nya saja tidak pernah. Tapi sekarang seolah begitu membenci nya.


Akhir nya Henny menjauh dari kamar tempat Gio tidur, dia kembali masuk kekamar nya. Setelah berada di dalam kamar dia kembali memeriksa isi lemari nya dengan teliti, siapa tau barang yang dia cari terselip di antara barang-barang yang lain. Benar saja dia mendapatkan sertifikat itu. Wanita itu menarik napas lega, karena apa yang dia cari dapat dia di temu kan.


Wanita itu segera memasukan surat itu kedalam koper yang biasa dia bawa di saat bepergian jauh. Dan bodoh nya henny tidak berpikir untuk memeriksa isi surat itu, apakah itu asli atau palsu dia langsung memasukan nya kedalam koper itu kemudian mengunci nya.


Tidak ingin membuang waktu karena tubuh nya juga sudah lelah, di tambah sekarang juga sudah jauh malam.


Beberapa menit kemudian dia pun keluar dengan wajah yang sedikit pucat dan mata sembab, karena baru habis menangis.


Tanpa merapikan pakaian yang berserakan di lantai kamar.


Dia merebahkan tubuh nya di ranjang, karena terlalu lelah wanita itu langsung terlelap.


******************


Saat ini Shinta dan juga bunda fahira lagi berada di ruang keluarga sambil menonton televisi, di temani dengan snack yang di beli Shinta saat di perjalan pulang tadi sore.


Mereka mengobrol dan sesekali terdengar gelak tawa di antara kedua wanita berbeda usia itu.


Disaat asyik bercanda sambil menikmati cemilan di depan mereka terdengar deru mesin motor dan juga suara dari mobil berhenti di pekarangan rumah mereka.


Kedua wanita cantik itu saling pandang.


" Biar bunda saja yang buka pintu." Ucap fahira, shinta menganggukan kepala nya lalu kembali fokus ke siaran televisi di depan nya.


" Haaaa, capek nya." Ucap Dewi sambil menghempaskan bokong nya di sofa samping Shinta.

__ADS_1


Shinta mengalihkan pandangan nya ke arah sang kakak.


" Emang kakak habis dari mana.?" Tanya shinta.


" Jalan-jalan Shin." Jawab wanita yang usia nya sudah hampir memasuki kepala tiga itu, namun masih setia menyendiri.


" Owch." Shinta hanya ber oh ria saja, tak lama kemudian bunda fahira menghampiri mereka di susul oleh Ayah Brama yang baru pulang kerja.


" Ayah." Ucap Shinta sambil mencium tangan sang Ayah dengan takzim di susul oleh Dewi juga. Itu sudah menjadi kebiasaan mereka.


" Sebentar lagi waktu makan malam, sebaik nya Ayah bersihkan diri dulu sana gih dan kakak juga." Ucap bunda fahira sambil menatap suami dan juga putri sulung nya yang baru saja datang dari luar rumah dengan lembut.


" Baik bunda." Jawab Dewi, dia pun segera beranjak menuju kamar nya. Sedangkan bunda fahira


wanita itu melangkahkan kaki nya menuju dapur begitu juga dengan Brama pria itu malah mengikuti sang istri yang ingin ke dapur membantu para art nya untuk menyiapkan makan malam mereka.


Di saat wanita itu berjalan menuju dapur, Dia malah mendengar ada suara langkah kaki seseorang mengikuti nya dari belakang.wanita itu pun berbalik, dan benar saja suami nya itu yang malah membuntuti nya seperti anak ayam yang takut di tinggal oleh induk nya.


" Ayah, kenapa malah ngikutin bunda dan berdiri di sini, mau ngapain.?" Ucap fahira sambil menaik kan sebelah alis nya.melihat suami nya yang malah membuntuti nya.


Brama bukan nya mendengar perkataan istri nya, pria paruh baya itu malah mendekati sang istri, lalu berbisik tepat di samping telinga wanita cantik itu. Sehingga jarak mereka sangat dekat dan membuat wanita itu jadi salah tingkah.


" Ngak mau mandi bareng sayang.?" Bisik pria itu sambil menaik turun kan alis nya dan membuat wanita itu tersipu malu.


" Apaan sih Yah, ingat umur. Sudah sana mandi cepetan." Ucap fahira sambil mendorong pelan dada bidang sang suami agar membuat jarak di antara mereka. Suami nya itu memang tidak tau tempat, fahira benar-benar malu saat ini apa lagi masih ada Shinta yang berada tidak jauh dari mereka.


Brama terkekeh melihat wajah fahira yang sudah merah seperti udang rebus karena kejahilan nya. Brama sangat menyukai wajah merah istri nya itu, karena menurut nya begitu menggemaskan..


Setelah menjauhkan tubuh nya dari brama, fahira dengan cepat berjalan menuju dapur. Sedangkan Brama masih terkekeh sambil memperhatikan tingkah istri nya yang terlihat lucu itu.


Setelah berhasil menjahili istri nya pria itu pun bergegas menuju kamarnya untuk membersihkan diri.


Sedang kan shinta wanita cantik itu sedang fokus di depan layar komputer nya, untuk mengisi waktu sambil menunggu waktu makan malam dia memilih mengerjakan pekerjaan nya yang belum sempat dia kerjakan.


" Shin, kamu lagi apa sih serius amat? Kita tunggu di meja makan aja yuck, aku udah lapar banget nih." Ucap Dewi yang tiba-tiba sudah berdiri di belakang shinta, ntah sejak dari kapan wanita itu sudah berdiri di sana.


" Aku masih ada sedikit pekerjaan kak sebentar lagi selesai, kakak duluan aja nanti aku nyusul, Ayah juga belum turun tuh." Ucap shinta tanpa mengalihkan tatapan nya dari layar benda pinter tersebut.


Dewi yang tidak ingin mengganggu adik nya memilih menunggu di meja makan.


........BERSAMBUNG......

__ADS_1


__ADS_2