BALASAN UNTUK SUAMI PENGKHIANAT.

BALASAN UNTUK SUAMI PENGKHIANAT.
Part.49


__ADS_3

' wah liat itu, ternyata tuan Bara hanya bisa tersenyum saat berhadapan dengan Shinta saja.' pikir Desi.


Sedangkan Hans hanya bisa menggelengkan kepala nya melihat prilaku Bara, yang menurut nya sangat aneh.


Selama ini dia tidak pernah melihat bos nya itu tersenyum, yang ada hanya muka datar dan dingin setiap hari.


Tapi sekarang bos nya itu tersenyum bahkan di tempat umum.


Karena ulah Bara, mereka menjadi pusat perhatian pengunjung restoran itu, banyak dari mereka yang mulai berbisik-bisik apa lagi melihat Bara yang di kenal tidak tersentuh oleh wanita mana pun, tapi sekarang mereka bahkan melihat pemilik perusahaan Dirgantara group, terlebih dahulu menghampiri seorang wanita.


Dan siapa yang tak kenal dengan Shinta yang merupakan putri bungsu dari seorang pengusaha yang cukup terkenal di kalangan masyarakat di kota itu.


Ada berbagai komentar dari para pengunjung restoran.


Namun Shinta tidak memperdulikan apa saja yang menjadi perbincangan orang-orang tersebut.


Hans yang mendengar bisik-bisik dari pengunjung itu menatap mereka tajam, sehingga membuat mereka menundukkan kepala nya.


Siapa yang tak kenal dengan Bara pengusaha muda sukses yang menduduki peringkat nomor satu di asia.


Jika mereka sampai menyinggung pria itu, akan dengan mudah pria itu menghancurkan perusahaan mereka, apa lagi mereka hanya pengusaha-pengusaha kecil.


Jadi mereka tidak berani untuk membicara kan pria itu secara terang-terangan.


Bara tidak memperdulikan semua omongan para pengunjung restoran itu, dia malah memanggil pelayan dan memesan makanan untuk nya.


" Hans, pesan lah makanan untuk mu, tenang saja nanti aku yang bayar." Perintah Bara, sambil memberi kode ke arah Hans.


Hans yang mengerti pun menganggukkan kepala nya, walau pun sebenar nya perut nya sudah kenyang karena mereka baru saja habis makan.


Tapi apa lah daya, dia tidak punya kuasa untuk menolak keinginan bos nya yang lagi kasmaran itu.


**


Tak lama kemudian seorang pelayan restoran itu datang membawa pesanan Shinta dan Desi, begitu juga dengan pesanan Bara dan sekretaris Hans.

__ADS_1


" Permisi mbak, ini pesanan nya." Ucap pelayan itu dengan ramah sambil meletakan semua pesanan mereka di atas meja.


" Terima kasih mbak." Ucap Shinta, yang di sambut sebuah senyuman kecil dari pelayan wanita yang melayani mereka.


Tapi yang menarik perhatian Shinta adalah salah satu pelayan yang juga seorang wanita, terlihat sengaja membungkuk kan tubuh nya sehingga aset berharga nya hampir menyembul keluar dari leher baju yang sengaja di tarik kan ke bawah untuk memperlihat kan belahan dada nya.


Di saat dia meletakan pesanan bara, mungkin si pelayan itu bermaksud ingin menggoda kedua pria tampan di hadapan nya


" Silakan di nikmati tuan." Ucap pelayan itu mengedip kan sebelah mata nya, dengan senyum manis yang dia miliki, dia bahkan dengan berani ingin menyentuh tangan Bara, namun Bara segera menepis nya dengan kasar.


" Hati- hati dengan tangan anda nona, kalau anda ingin tangan anda itu masih berada di tempat nya." Ucap Bara dengan dingin, sehingga membuat pelayan itu terlihat ketakutan


" M-maafkan saya tuan, saya tidak sengaja." Ucap pelayan itu kemudian segera pergi dari sana.


Shinta menjadi geli sendiri, melihat tingkah salah satu pelayan itu. Tapi dia diam saja.


Setelah kepergian pelayan tadi, mereka pun makan dalam keheningan hanya dentingan sendok yang terdengar.


Shinta begitu fokus dengan makanan nya, karena perut nya memang sudah benar-benar lapar.


Begitu juga dengan Desi, wanita itu juga tidak peduli siapa yang ada di depan nya, dia memakan makanan nya dengan lahap.


Tanpa sadar bibir Bara perlahan tertarik ke atas membentuk sebuah senyuman, pria itu bahkan sampai berhenti memakan makanan nya untuk terus menatap Shinta dengan senyum yang tak lepas dari bibir nya. Itu semua tak lepas dari perhatian sang sekretaris.


' apa orang yang lagi jatuh cinta bisa menjadi bodoh seperti ini.? Batin Hans.


Pria itu menggaruk kepala nya, melihat tingkah bos nya yang benar-benar terlihat aneh.


Hans menatap sekeliling, banyak pengunjung wanita yang memandang Bara dengan wajah yang memerah.


Sampai ada yang menatap Bara dengan mulut menganga, karena bagi mereka sangat langka bisa melihat seseorang yang terkenal dingin tiba-tiba tersenyum sambil menatap seorang wanita yang ada di depan nya.


" Ekhemm."


Hans yang tidak tahan melihat tingkah konyol bos nya pun membuat suara, berharap bos tengil nya itu tersadar.

__ADS_1


Dan benar saja, Bara langsung menoleh ke arah nya dan mengalihkan perhatian nya dari Shinta.


Bukan cuma Bara, Shinta dan Desi pun ikut melihat ke arah pria itu.


Hans yang menyadari semua orang di meja itu menatap ke arah nya hanya bisa menggaruk belakang kepala nya.


Lalu sedikit menundukkan kepala nya, tanda dia minta maaf.


Shinta dan Desi pun kembali fokus ke makanan mereka.


Melihat itu Hans memberi kode ke Bara, untuk melihat sekeliling di sana banyak pasang mata menatap ke arah nya.


Dia pun mengubah wajah nya menjadi datar seperti biasa, dan kembali memakan makanan nya sendiri.


beberapa menit berlalu, akhir nya mereka pun selesai.


Shinta dan Desi ingin membayar tapi terlambat karena Bara sudah lebih dulu menyuruh Hans untuk membayar semua pesanan mereka termasuk dengan milik Shinta dan Desi.


Setelah sekretaris Hans selesai, mereka pun keluar dari restoran itu.


Shinta dan Desi ingin langsung pulang, tapi di cegah sama Bara, diam-diam pria itu sudah menyuruh sekretaris nya untuk membeli tiket untuk mereka nonton di bioskop.


Shinta bahkan tidak sadar sejak kapan Hans pergi membeli tiket itu.


Mereka berempat akhir nya masuk ke dalam bioskop, dan duduk berdampingan.


Film yang mereka pilih, bukan mereka. tapi lebih tepat nya Bara lah yang memilih film nya.


Pilihan nya jatuh di sebuah film horor, dia sudah membayangkan bagai mana reaksi Shinta di saat wanita itu ketakutan, pasti wanita itu akan langsung memeluk nya. Itulah yang ada di pikiran Bara, membayangkan saja membuat nya senyum-senyum sendiri.


Saat nya film itu mulai di putar, dia terlihat biasa-biasa saja.


Hingga beberapa saat kemudian dia mulai berkeringat dingin di saat hantu dalam film itu mulai terdengar tanda-tanda akan muncul.


Bara perlahan memepetkan diri nya ke arah Shinta, dia yang ingin Shinta takut dan memeluk nya, eh sekarang malah terbalik. Dia lah yang terlihat ketakutan, Bara sesekali melirik ke arah Shinta, dan tidak dia dapatkan raut takut sedikit pun di wajah wanita di samping nya itu.

__ADS_1


Kasian.. senjata makan tuan🤭😂


.....bersambung....


__ADS_2