BALASAN UNTUK SUAMI PENGKHIANAT.

BALASAN UNTUK SUAMI PENGKHIANAT.
Part.50


__ADS_3

"Kau tidak merasa takut sama sekali?." Tanya Bara ketika melihat Shinta yang tidak menunjukan raut takut di wajah nya.


" Tidak, biasa aja." Jawab nya santai, dia menoleh kesamping nya dan mendapati Bara yang tengah menatap nya dengan tatapan yang sulit di artikan.


Tapi di dahi pria itu terlihat bulir-bulir keringat.


Shinta mengangkat sebelah alis nya, kenapa dengan pria itu pikir nya.


" Anda ngak apa-apa.?" Tanya Shinta, sambil masih menatap pria itu.


" Ngak pa-pa, Ran bisa ngak? Kamu jangan memanggil aku dengan formal begitu.?" Tanya Bara.


" Emang kenapa? Terus saya harus manggil dengan sebutan apa.?"


Tanya Shinta sambil menatap Bara.


" Bisa kah kita tidak usah berbicara formal, kalau kita tidak sedang membahas soal pekerjaan? Maksud aku bisakah kita bicara nya seperti teman begitu, tidak ada embel-embel anda, atau apa lah gitu.?" Ucap Bara sambil menggaruk kan kepala nya.


" Oh, terserah." Jawab Shinta acuh.


Karena menurut nya tidak ada yang salah, dengan cara dia berbicara, Dia sudah terbiasa seperti itu.


Begitu juga dengan Desi dan Hans yang duduk tidak jauh dari mereka, kedua orang itu masih bisa mendengar obrolan Shinta dan juga Bara, Hans yang sempat mendengar pertanyaan yang di lontarkan Shinta terhadap Bara pun terlihat khawatir.


Pria itu pun mendekat ke arah bos nya itu, tak ada yang tau kalau Bara ternyata takut dengan yang nama nya hantu.


" Anda ngak pa-pa tuan.?" Tanya pria itu, Shinta menoleh, dia melihat sekretaris Hans yang sudah ada di dekat Bara.


" Iya." Jawab Bara singkat.


Setelah memastikan bos nya baik-baik saja, Hans pun kembali duduk di tempat nya semula.


Setelah film yang mereka tonton habis, akhir nya mereka memutuskan untuk pulang, karena hari sudah larut malam.


***


keesokkan hari nya, terlihat seorang wanita yang masih bergulung di bawah selimut, hari ini adalah hari libur jadi dia tidak terburu-buru bangun seperti hari-hari biasa nya.


Hari ini adalah adalah hari di mana dia akan berdiam diri di rumah saja untuk istirahat, karena besok dia akan kembali ke pekerjaan nya


Perlahan wanita itu membuka mata nya, dia melihat jam di dinding.


Ternyata sekarang waktu sudah menunjukan pukul delapan, dia beranjak dari ranjang nya.


Kemudian masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan diri.


Tak butuh waktu yang lama, wanita itu sudah selesai. dia keluar dari kamar mandi dengan hanya menggunakan handuk untuk menutupi tubuh nya.

__ADS_1


Setelah itu dia mencari pakaian yang menurut nya nyaman di pakai saat berada di rumah.


Pilihan nya jatuh kepada baju kaos warna hitam di padukan dengan celana jeans selutut berwarna hitam juga.


Setelah selesai menggantikan pakaian nya, dia pun keluar dari kamar nya, karena cacing di dalam perut nya sudah berdemo dari tadi.


Karena sekarang sudah hampir jam sembilan, dia bahkan sudah melewati waktu sarapan pagi.


Dia pergi ke dapur untuk mengisi perut nya.


Di sana ternyata bi Summi art nya sedang sibuk mengerjakan pekerjaan nya.


" Eh non sudah bangun.?" Tanya bi Summi.


" Iya bi." Ucap Shinta, ya wanita yang baru saja bangun itu tak lain adalah Shinta.


Bi Summi langung membuat minuman kesukaan majikan nya itu tanpa di suruh. Karena dia sudah terbiasa, setelah selesai dia pun meletakkan segelas coklat kesukaan Shinta keatas meja makan tepat di depan wanita itu.


" Makasih bi." Ujar Shinta.


Kemudian dia menikmati minuman itu sambil memainkan ponsel nya.


Setelah menikmati coklat panas nya hingga tersisa setengah di gelas itu, Shinta meletakan gelas nya kembali di tempat semula, kemudian dia mengambil makanan yang sudah tersaji di atas meja itu untuk nya makan.


Saat dia sedang asyik dengan kegiatan nya, ponsel nya berdering.


(" Hallo, ada apa.?")


(" .....")


(" Baik lah.")


Tuutt...


Sebelum beranjak dari tempat duduk nya, Shinta menghela napas kemudian Shinta mematikan sambungan telpon nya, wanita itu berjalan menuju pintu.


" Mau ngapain sih tu orang.?" Gumam Shinta.


Dia segera membukakan pintu, di sana Bara sudah berdiri sambil memainkan ponsel milik nya.


Mendengar suara pintu yang di buka, dia segera berbalik dan menoleh kebelakang, dia mendapati Shinta sudah berdiri di sana sambil menatap ke arah nya.


" Mau ngapain?" Tanya Shinta dengan malas.


" Kau tak ingin menyuruh ku masuk dulu.?" Tanya Bara dengan cengiran nya.


Shinta mengangkat sebelah alis nya, mendengar ucapan Bara yang terdengar sedikit tidak tau diri, entah kemana Bara yang orang bilang tidak tersentuh oleh wanita mana pun.

__ADS_1


Tapi liat lah ini, dia bahkan berani datang ke apartemen seorang wanita, di pagi hari pulak.


" Masuklah." Ucap Shinta sambil menggeser kan tubuh nya, dari depan pintu agar Bara bisa masuk ke dalam rumah.


Lelaki itu tidak mengucapkan sepatah kata pun, dia langsung nyelonong masuk ke dalam rumah setelah tuan rumah mengijinkan nya masuk.


Dia bahkan meninggalkan Shinta yang masih berdiri di tempat semula sambil melihat tingkah pria itu.


Ini merupakan kali kedua Bara datang di apartemen Shinta, setelah mereka bertemu waktu itu.


Semakin ke sini Bara semakin menunjuk kan perasaan nya kepada Shinta secara terang-terangan.


Tapi dia belum mendapat respon dari wanita pujaan hati nya ini, selama ini banyak wanita di luar sana yang berlomba- lomba ingin menjadi kekasih nya, ada juga yang menawarkan diri nya untuk sekedar sebagai penghangat ranjang pria itu, namun semua dia tolak mentah- mentah.


***


Sesampai di ruang tamu, Bara duduk di sebuah sofa yang ada di sana.


Sedangkan Shinta, dia menutup pintu nya kembali. Kemudian dia masuk menyusul Bara yang sudah masuk lebih dulu.


Saat dia sampai di ruang tamu, dia melihat Bara sudah duduk di sana, Shinta pun menghampiri nya.


Lalu duduk di sofa yang berbeda dengan Bara.


" Ada perlu apa anda datang kemari tuan Bara." Tanya Shinta.


" Ck, sudah ku bilang jangan bicara formal " Tegur Bara, dengan wajah cemberut.


" Oh baiklah, cepat kata kan kau ke sini mau ngapain.?"


Shinta mulai jengkel dengan kelakuan Bara.


" Emang harus ada alasan ya, kalau mau main ke tempat calon istri." Ucap Bara dengan wajah menyebalkan.


Shinta membulatkan mata nya di saat mendengar ucapan Bara.


'siapa juga yang dia sebut calon istri?' batin nya.


Shinta menatap Bara dengan tajam, namun Bara malah membuang pandangan nya ke arah lain.


Shinta membuang napas nya kasar, pria ini semakin hari semakin menyebalkan.


Dia mengerucutkan bibir nya dengan wajah cemberut.


Dan itu malah terlihat menggemaskan di mata Bara, pria itu terus menatap Shinta dengan senyum di bibir nya.


Shinta yang tidak sengaja menoleh ke arah Bara dan melihat Bara yang sedang menatap nya, pandangan mereka bertemu tapi Shinta segera mengalihkan pandangan nya ke arah lain.

__ADS_1


~~ Bersambung..


__ADS_2