BALASAN UNTUK SUAMI PENGKHIANAT.

BALASAN UNTUK SUAMI PENGKHIANAT.
Part.40, mengintrogasi


__ADS_3

" Tunggu, mau ke mana kamu.?" Ucap Shinta.


" Saya mau lanjut kerja mbak." Jawab pelayan itu.


" Kamu tidak bisa ke mana-mana, tetap di sini." Ujar Shinta


Kemudian Shinta memanggil salah satu pelayan lain kafe itu.


" Hei kamu." Panggil Shinta sambil memberi kan kode mengguna kan tangan nya ke arah salah satu pelayan pria yang baru saja mengantar pesanan pengunjung lain.


Pelayan yang merasa diri nya di panggil pun segera menghampiri meja yang di tempati Shinta dan keluarga nya.


" Maaf kak, ada yang bisa saya bantu.?" Tanya nya dengan ramah dia melirik ke arah rekan nya yang masih berdiri di sana dengan wajah pucat pasi dan terlihat ketakutan.


"Panggilkan pemilik kafe ini, suruh dia menemui saya di sini." Ucap Shinta.


" Baik kak." Sahut pelayan itu.


Dia pun segera beranjak dari sana, kemudian menuju ruangan bos mereka.


Sedangkan Shinta, wanita itu kembali duduk ke kursi nya dengan tenang. Tak lama kemudian seorang pria berjalan menuju meja Shinta, di ikuti oleh seorang pelayan yang di perintahkan oleh Shinta tadi.


Pemilik kafe itu sampai di meja tempat Shinta.


" Maaf bu, ini ada masalah apa ya.?" Tanya nya


Shinta menoleh ke arah pemilik kafe tersebut.


"Apa anda pemilik cafe ini.?" Tanya Shinta


"Iya benar, saya pemilik cafe ini." Jawab nya, Shinta pun langsung bangkit dari duduk nya.


" Apa dia membuat masalah.?" Tanya nya sambil menunjuk ke arah pelayan tadi.


" Iya, minuman yang saya pesan sudah di campuri dengan sesuatu oleh seseorang, dan saya merasa pegawai anda ini terlibat." Ujar Shinta.


" Maaf bu, anda tidak bisa menuduh pegawai saya tanpa bukti." Ucap pemilik cafe itu.


" Saya tidak menuduh pak, jadi biar lebih jelas, saya minta anda untuk memeriksa rekaman cctv beberapa saat yang lalu."


Pemilik dari cafe tersebut terdiam.


"Kafe ini ada cctv nya kan.?"


" Tentu saja ada bu." Jawab nya.


" Ck Ada aja yang ingin bermain-main dengan ku, apa saya boleh melihat cctv beberapa menit yang lalu.?" Tanya Shinta.

__ADS_1


akhir nya pemilik cafe pun membawa Shinta beserta keluarga nya pergi ke ruangan nya.


Untuk melihat rekaman cctv sesuai keinginan Shinta. Mereka juga membawa serta pelayan tadi.


Saat sampai di ruangan nya, pemilik cafe itu segera menghidupkan komputer yang terhubung dengan kamera cctv di setiap sudut kafe nya itu.


Mereka melihat satu persatu rekaman itu, semua nya biasa- biasa saja. Dan hanya tinggal satu rekaman lagi yang belum mereka lihat yakni rekaman cctv yang berada di tempat para pelayan menyiapkan pesanan pelanggan.


Mereka semua pun fokus melihat ke layar komputer yang ada di depan. Awal nya juga biasa saja, tidak ada yang mencurigakan.


Tapi di pertengahan rekaman itu mereka melihat dengan jelas seseorang menghampiri salah satu pelayan yang baru saja ingin membawa pesanan pengunjung, wanita itu memakai masker sehingga wajah nya tidak terlihat jelas dan juga wanita itu posisi nya membelakangi kamera.


Wanita tersebut terlihat mengobrol sebentar dengan pelayan itu, kemudian terlihat dia memberikan sesuatu yang langsung di ambil oleh pelayan tersebut dan memasukan kedalam saku nya.


Setelah memberikan sesuatu kepada pelayan itu, dia pun pergi dari sana.


Kini terlihat hanya pelayan itu seorang diri di sana, pelayan itu menoleh ke kanan ke kiri, kemudian dia terlihat memasukan sesuatu kedalam minuman yang akan dia bawa.


Setelah memasukan nya lalu pelayan itu terlihat mengaduk minuman itu sebentar.


Habis itu dia membawa nya pergi dari sana, untuk di berikan kepada pemesan nya.


Shinta pun beralih ke rekaman di ruangan tempat pelanggan menikmati makanan mereka.


Di sana juga terlihat jelas pelayan yang tadi berjalan menuju sebuah meja dan memberikan nya kepada pengunjung kafe itu yang tak lain adalah keluarga Shinta.


Ya seorang pelayan yang ada di rekaman itu tak lain adalah pelayan yang saat ini wajah nya sudah pucat pasi di depan mereka.


Shinta mengeluarkan ponsel nya lalu mengirimi pesan kepada Alex.


(Lex, cari tau siapa wanita yang ada di rekaman cctv itu, cari tau juga apa hubungan nya dengan si pelayan." )


(" Oke.")


Pemilik cafe yang menyaksikan semua itu merasa malu kepada Shinta dan keluarga nya, karena dia sempat mengatakan kalau Shinta menuduh pegawai nya itu. Dia mengatakan sebagai bentuk tanggung jawab nya dia bersedia menjadi saksi, kalau di butuhkan.


" Apa yang sudah kau lakukan hah? Katakan siapa wanita itu?." Tanya nya.


Namun tidak langsung di jawab oleh pelayan, Karena pertanyaan nya tidak di respon oleh si pelayan dia pun menjadi emosi.


" Jawab, apa kau mengenal nya.?" Bentak pemilik cafe yang membuat sang pelayan gemetar ketakutan.


Sedangkan Shinta dan yang lain nya hanya menjadi penonton, mereka membiarkan pemilik cafe yang mengintrogasi pegawai nya sendiri.


" S-saya ti-tidak mengenal nya pak, wa-wanita itu ti-tiba-tiba datang menghampiri saya dan menyuruh saya mencampurkan sesuatu kedalam minuman yang akan saya bawa ke meja mbak ini." Ucap nya dengan terbata-bata.


" Kalau kau tidak mengenal nya, kenapa kau menuruti nya.?" Ucap

__ADS_1


" I-itu karena dia mengancam saya pak, kalau saya tidak menuruti nya dia akan membuat saya di pecat dari sini pak." Ucap nya.Pemilik cafe dan Shinta menatap satu sama lain, Shinta sangat yakin kalau pelayan itu kenal dengan wanita tersebut.


Bruuk..


Tiba-tiba pelayan itu menjatuhkan diri nya di depan kaki Shinta, Shinta sempat terkejut dengan aksi pelayan itu.


" Tolong maafkan saya mbak, saya benar-benar merasa bersalah. Saya melakukan itu karena saya tidak ingin kehilangan pekerjaan saya." Ucap pelayan itu sambil berlutut di depan Shinta. Shinta tersenyum miring, pandai sekali gadis ini bersandiwara, jelas-jelas dalam video itu menunjukan bahwa gadis itu terlihat tidak menolak dan tanpa berpikir dua kali untuk menuruti keinginan wanita misterius itu.


Menurut Shinta alasan yang di berikan oleh si pelayan ini tidak masuk akal. Mendengar pengakuan pelayan di hadapan nya Shinta menatap ke arah pemilik cafe itu dengan tajam.


" Maaf kata mu? Setelah kau hampir mencelakai satu keluarga sekaligus, tidak semudah itu kau harus mempertanggung jawabkan perbuatan mu." Ucap Shinta dengan tatapan tajam.


(Seperti kata pepatah ya, berani berbuat, berani bertanggung jawab)


" Bawa dia" Ucap Shinta yang membuat semua yang ada di ruangan itu bingung, siapa yang baru saja di perintahkan oleh Shinta, itulah pikir mereka semua.


Tiba-tiba pintu ruangan itu terbuka dan masuklah dua orang berbadan kekar dan memakai pakaian serba hitam menghampiri mereka. Terlihat kedua pria itu sedikit menundukkan kepala nya di hadapan Shinta, Shinta menanggapi nya dengan anggukan kecil.


Dewi dan bunda Fahira terlihat kebingungan, sedangkan ayah Brama terlihat santai tanpa ekspresi, karena dia sendiri sudah tau siapa kedua pria tersebut.


Dari sikap mereka yang terlihat begitu patuh terhadap perintah Shinta tentu saja dia sudah bisa menebak siapa mereka.


Awal pertemuan nya dengan rombongan Alex yang waktu itu membawa Gio dan Henny di sebuah rumah kosong sesuai perintah Shinta waktu itu, dia mulai menyuruh bawahan nya untuk menyelidiki siapa Alex, dan dari sana dia menemukan fakta baru tentang siapa putri bungsu nya itu.


Ternyata putri bungsu nya yang terlihat seperti wanita pada umum nya menyimpan sebuah rahasia tidak pernah di duga oleh orang lain. Brama sendiri tidak ingin menanyakan hal itu kepada Shinta, biarkan Shinta yang akan mengatakan nya sendiri suatu saat nanti.


***


Kedua pria itu langsung menyeret pelayan tadi keluar dari sana, pelayan itu memberontak ingin melepaskan diri tapi tenaga nya jelas kalah.Dia memohon kepada Shinta agar memaafkan dan melepaskan nya, tapi bukan Shinta nama nya kalau dia melepaskan mangsa yang sudah berani mengusik keluarga nya bebas begitu saja. Ruangan itu mendadak hening tidak ada yang membuka suara, semua nya tenggelam dengan pikiran nya masing-masing.


Pemilik cafe itu tidak bisa melakukan apa pun untuk mencegah kedua orang suruhan Shinta yang membawa salah satu pegawai cafe nya.


" Dan untuk anda, kalau sampai terbukti anda ada kaitan nya sama mereka, saya pastikan anda juga akan habis di tangan." Ucap Shinta dengan wajah datar.


" Baik bu, saya akan mengingat itu. Tapi akan saya pastikan kalau saya tidak terlibat dengan masalah yang di lakukan oleh pegawai saya." Ucap pemilik cafe itu.


" Baiklah, kalau begitu saya permisi. Terima kasih atas kerja sama nya, ingat jangan coba-coba melarikan diri sampai saya mengetahui siapa dalang dari semua ini, dan memastikan anda benar-benar tidak terlibat." Ucap Shinta. Setelah mengatakan itu, Shinta keluar dari ruangan itu di ikuti oleh keluarga nya.


Mereka memilih langsung pulang saja, karena sudah tidak ber selera.


Setelah Shinta dan keluarga nya keluar dari ruangan nya


Pemilik cafe itu duduk di kursi nya sambil memijit pelipis nya.


" Wanita itu benar-benar menakutkan" Gumam nya.


Kepala nya tiba-tiba terasa berdenyut memikirkan masalah yang terjadi hari ini.

__ADS_1


.......Bersambung.....


__ADS_2