
Sekarang Shinta sudah berada di parkiran kantor nya, dia memarkirkan mobil nya di tempat khusus yang memang di sediakan untuk pemilik atau petinggi perusahaan.
Sebelum turun dari mobil nya Shinta menggantikan pakaian nya terlebih dahulu, karena pakaian yang dia pakai sekarang adalah pakaian yang dia pakai saat memberikan pelajaran kepada Henny tadi. Untung dia selalu siap pakaian ganti di dalam mobil nya, sehingga tidak membuat dia kesulitan.
Setelah selesai berganti dengan pakaian yang baru, Shinta pun keluar dari mobil dia langsung berjalan dengan anggun memasuki perusahaan milik nya, para karyawan yang melihat atasan nya datang pun menunduk kan kepala mereka tanda hormat di saat Shinta melewati mereka.
" Selamat siang bu." Sapa mereka, sambil sedikit menundukkan kepala nya.
" Siang." Hanya itu yang keluar dari bibir Shinta sebagai jawaban dari sapaan semua karyawan nya.
Shinta pun berjalan menuju lift yang akan langsung membawa nya menuju lantai di mana ruangan nya berada.
Sesampai di ruangan nya Shinta segera mendaratkan bokong nya di kursi ke besaran nya.
Namun baru saja duduk pintu ruangan nya di ketuk oleh seseorang dari luar.
Tok.. tok... tok..
" Masuk." Perintah Shinta.
Pintu rungan nya pun terbuka, seseorang yang tadi mengetok pintu pun masuk menghampiri Shinta.
" Maaf bu, sebentar lagi kita ada meeting dengan perusahaan Dirgantara group di restoran dekat kantor sini.
" Jam berapa meeting nya Din.?"
" Saat jam makan siang nanti bu." Ujar Dina, Shinta melihat arloji di pergelangan tangan nya, ternyata sudah jam sebelas siang.
" Astaga Dina, kita berangkat sekarang saja. Kamu sudah siapkan semua nya kan? Ayo nanti kita telat." Ucap Shinta. Wanita itu berdiri dari duduk nya lalu meraih tas yang dia sempat di atas Sofa ruangan nya.
" Baik bu, ibu tenang aja saya sudah menyiapkan semua nya kok, kalau begitu saya permisi dulu bu, mau ambil dokumen nya." Ucap Dina.
" Ya sudah kalau begitu saya tunggu di lobi ya." Ucap Shinta sambil melangkah keluar dari ruangan nya, menuju pintu lift dia langsung memasuki lift itu untuk turun ke lantai dasar, dia pun menunggu Dina di lobi.
Tak lama kemudian Dina pun datang menghampiri Shinta, setelah itu kedua wanita itu pun keluar dari area perusahaan menuju restoran tempat mereka akan meeting dengan kolega bisnis nya.
Tidak butuh waktu lama di perjalanan Shinta dan Dina pun sampai di restoran tujuan mereka.
__ADS_1
Shinta dan Dina segera masuk setelah memarkirkan mobil mereka.
Di dalam restoran itu pemilik perusahaan Dirgantara group sudah menunggu, mereka sudah sampai sekitar lima menit yang lalu.
Shinta dan Dina masuk menghampiri klien nya itu.
"Maaf tuan, sudah lama menunggu.?" Ucap Dina mewakili Shinta untuk menyapa klien nya itu.
" Tidak juga nona, kami juga baru saja sampai."
" Baiklah kita akan memulai meeting ini." Ucap Shinta.
Akhir nya mereka pun mulai membahas soal kerja sama antar perusahaan mereka, dan beberapa hal lain nya menyangkut kerja sama yang akan mereka lakukan.
Meeting berjalan hampir satu jam, setelah meeting selesai mereka melanjutkan dengan makan siang di restoran itu, karena kebetulan sekarang sudah jam makan siang.
Mereka memesan beberapa menu sesuai keinginan mereka, sambil menunggu pesanan mereka datang, mereka mengobrol ringan namun obrolan mereka masih hal-hal yang menyangkut perusahaan masing-masing.
" Maaf,.apakah saya bisa berbicara dengan anda berdua saja, ada yang ingin saya bicara kan." Tanya Bara kepada Shinta, Shinta mengernyit heran mendengar ucapan klien nya itu.
" Emang nya ada apa tuan? Apakah tidak bisa di bicarakan di depan mereka.?" Sahut Shinta dengan tatapan bingung.
Akhir nya Shinta menyetujui permintaan klien nya itu, Shinta pun meminta Dina untuk pindah kemeja lain, karena dia ingin berbicara empat mata dengan klien nya.
Sedangkan sekretaris Hans dia langsung pindah setelah di beri kode oleh atasan sekaligus sahabat nya itu.
Setelah hanya tinggal mereka berdua, Bara yang bingung ingin memulai nya dari mana. Dia pun malah terdiam sambil menatap lekat wajah Shinta.
" Tuan, tuan.. hallo." Ucap Shinta sambil melambai-lambaikan tangan nya di depan wajah Bara.
" Eeh iya, ada apa Rani." Ucap Bara tanpa sadar menyebut nama yang sering dia gunakan untuk memanggil Shinta waktu kecil.
Shinta membulat kan mata nya setelah mendengar panggilan yang keluar dari bibir Bara.
" Hah? Barusan tuan panggil saya dengan sebutan apa.?" Tanya Shinta, dia berharap tadi salah dengar. Mendengar panggilan Rani, Shinta jadi ingat dengan teman masa kecil nya
Mendengar pertanyaan Shinta, Bara menarik napas nya lalu membuang nya perlahan, entah kenapa dia tiba-tiba menjadi gugup.
__ADS_1
Dia pun berusaha untuk menutupi kegugupan nya itu.
" Apa anda benar-benar tidak mengenal saya nona Rani?" Tanya Bara,
Sambil menatap Shinta.
Shinta menggelengkan kepala nya, membuat raut wajah Bara berubah menjadi sendu.
" Dari mana anda tau nama itu.?" Tanya Shinta.
" Coba anda ingat-ingat siapa saja yang memanggil anda dengan panggilan seperti itu.?" Ucap Bara, dia berusaha membuat Shinta mengingat nya.
Shinta pun mencoba untuk mengingat siapa yang pernah memanggil diri nya dengan panggilan Rani, tapi wanita itu tidak mengingat nya, hanya satu orang yang dia ingat suka memanggil nya dengan nama Rani.
' seingat aku hanya Bara lah yang biasa memanggil aku dengan nama ini, tapi ngak mungkin pria yang ada di hadapan ku sekarang adalah Bara, sedang kan Bara dulu kan keluarga nya pindah keluar negri, jadi mana mungkin dia ada di indo.' batin Shinta.
Bara yang melihat Shinta melamun pun memanggil wanita itu.
" Rani, Rani." ucap nya.
" Eh, iya."
" Gimana apa anda sudah mengingat nya, atau gini saja, apa anda ingat dengan bekas luka ini." Ucap Bara sambil memperlihatkan Bekas luka di sisi kening nya sebelah kiri yang tertutupi oleh Rambut nya. Shinta pun memperhatikan bekas luka itu, dan dia baru ingat kalau Bara teman kecil nya itu memiliki bekas luka yang sama persis seperti punya pria yang ada di depan nya.
Bekas luka itu Bara dapatkan waktu dia jatuh dari sepeda nya,. dan di tolong oleh Shinta dari sana lah awal mula mereka berkenalan.
dan karena rumah mereka berada dalam satu kompleks, jadi mereka tetanggaan, dan mereka sering main bareng.
sehingga waktu keluarga Bara kecil pindah ke Jerman dan saat itu lah mereka berpisah, Shinta kecil pun sangat sedih melihat teman nya pergi. dan sekarang mereka baru di pertemukan kembali di saat mereka sudah sama-sama Dewasa. Bahkan Shinta sendiri sudah menikah.
kini Shinta sudah mengingat semua nya, seketika Shinta menutup mulut nya setelah menyadari kalau yang ada di depan nya sekarang, adalah teman masa kecil nya.
" Ja-jadi anda Bara.? " Ucap Shinta dengan terbata, karena dia masih tidak menyangka kalau yang ada di hadapan nya sekarang adalah Bara.
" Ya begitu lah." Ucap Bara, sambil tersenyum karena Shinta sudah mengingat nya.
sebenar nya dalam hati, ingin sekali Bara lompat-lompat saking seneng nya karena dia berhasil membuat Shinta alias Rani untuk mengingat semua kenangan mereka. Bara pernah kehilangan harapan saat mendengar informasi kalau Shinta sudah menikah dengan pria lain, dia mengira kalau dia tidak akan punya kesempatan lagi. tapi sekarang dia benar-benar senang saat mendengar dari sekretaris nya yang dia suruh mencari tau tentang Shinta di saat pertemuan mereka di restoran milik Shinta, waktu itu Shinta menabrak nya. dan dia tiba-tiba merasa lucu mengingat dia pernah bilang kalau Shinta wanita yang berjalan pake kaki tapi ngak pake mata, sehingga membuat Hans sang sekretaris nya sampai kebingungan.
__ADS_1
.....BERSAMBUNG.....
.......