BALASAN UNTUK SUAMI PENGKHIANAT.

BALASAN UNTUK SUAMI PENGKHIANAT.
Part 53.


__ADS_3

Setelah beberapa menit, akhir nya kini mereka sudah berada di depan panti asuhan yang pernah Shinta dan kakak nya kunjungi beberapa bulan yang lalu.


Kini dia baru ada waktu untuk kembali mengunjungi tempat itu.


Tapi kini dia datang dengan Bara bukan dengan Dewi.


Setelah memarkirkan mobil mereka di halaman yang cukup luas, Shinta dan Bara keluar dari mobil.


Di sana terlihat anak-anak yang tengah asyik bermain.


Seorang wanita paruh baya yang ada di sana melihat ke arah mobil Shinta, wanita itu tersenyum kemudian menghampiri Shinta yang baru keluar dari mobil nya.


" Eh nak Shinta, apa kabar.?" Sapa bu Salma.


" Baik bu, ibu sendiri apa kabar.?" Tanya Shinta balik.


"Ibu baik juga nak." Ucap bu Salma, kemudian wanita itu mengalihkan pandangan nya ke samping Shinta, di mana Bara sedang berdiri sambil memperhatikan mereka yang tengah menyapa satu sama lain.


Shinta yang menyadari ke mana pandangan bu Salma pun baru ingat kalau dia belum mengenalkan Bara ke pada wanita itu.


" Oh iya bu, kenalkan ini teman saya nama nya Bara." Ucap Shinta memperkenalkan Bara kepada bu Salma.


" Oalah nak Bara, terima kasih sudah menyempatkan waktu untuk berkunjung ke sini." Ucap bu Rahma sambil tersenyum.


" Sama-sama bu." Jawab Bara sambil menganggukkan kepala nya untuk menanggapi ucapan bu Salma.


" Ya udah kalau gitu, kita masuk kedalam yuk nak Shinta, nak Bara." Ucap bu Salma.


Shinta pun ikut bu Salma masuk kedalam panti itu, tapi sebelum itu dia menyuruh Bara untuk membawa semua barang yang mereka bawa untuk masuk kedalam.


" Bar, kamu turun kan semua barang-barang nya dan langsung bawa masuk yah." Perintah Shinta sambil menatap Bara, dia sengaja tidak membantu pria itu untuk membawa barang -barang tersebut.


'Kapan lagi bisa memanfaatkan pria tengil itu, siapa suruh mau ikut-ikutan.' pikir nya.


" Ta-tapi Ran.?" Baru saja Bara ingin melayangkan protes tapi langsung mendapat tatapan tajam dari sang pujaan hati.

__ADS_1


Jadi mau tak mau Bara harus menurunkan semua barang bawaan mereka tadi sendirian.


Bara menghembuskan napas nya kasar, setelah membuka pintu belakang mobil dan melihat setumpuk barang yang Shinta belikan untuk anak- anak.


Baru kali ini ada yang berani memerintahkan nya, dan itu adalah Shinta, kalau orang lain yang menyuruh mungkin sudah dia tendang bokong nya.


" Biasa nya aku yang memberikan perintah, tapi sekarang aku yang harus menjalankan perintah ck. Untung sayang." Gumam nya, berbicara kepada diri nya sendiri.


Setelah habis barang nya dia turun kan dari mobil, dia pun bergegas membawa masuk kedalam sesuai permintaan Shinta.


Sesampai nya di dalam, dia melihat Shinta sedang berbincang dengan anak-anak yang sudah berkumpul di satu ruangan yang lumayan luas.


Bara pun menghampiri nya sambil membawa barang yang akan mereka berikan kepada anak- anak itu.


" Ini mau di taruh di mana Ran.?" Tanya nya.


Mendengar suara Bara Shinta langsung melihat ke arah pria itu yang baru saja masuk dengan barang yang penuh di tangan nya.


" Langsung bawa sini ja Bar." Kata Shinta.


Bara pun menuruti nya, setelah semua barang sudah dia bawa masuk.


Mereka terlihat begitu bahagia setelah mendapatkan banyak hadiah. Shinta juga senang karena anak-anak menyukai barang-barang yang dia berikan.


Shinta melihat kesana kemari untuk mencari sosok kayla di antara anak- anak yang sedang asyik dengan hadiah yang baru saja di bagikan oleh nya dan di bantu oleh yang lain termasuk Bara.


Bu salma yang menyadari Shinta seperti tengah mencari sesuatu pun berjalan mendekati Shinta, lalu memegang pundak nya.


Shinta pun menoleh ke samping dia mendapati bu salma yang tengah menatap nya.


"Ada apa nak.?" Tanya wanita paruh baya itu.


" Bu apa bisa kita bicara sebentar." Tanya Shinta dengan sopan, bu Salma pun menganggukkan kepala nya.


" Boleh nak, kita ke ruangan ibu saja." Ucap bu salma, kedua wanita beda generasi itu pun menjauh dari ruangan di mana anak-anak tengah heboh dengan hadiah mereka.

__ADS_1


Setelah sampai di ruangan nya, bu Salma menyuruh Shinta duduk di kursi yang ada di sana dan dia pun ikut duduk.


" Ada apa nak, ada yang bisa ibu bantu.?" Tanya nya.


" Ummm, maaf bu sebelum nya, saya mau tanya di sini ada gadis kecil bernama kayla ngak? Usia nya sekitar empat sampai lima tahun." Ucap Shinta menatap bu Salma.


Sedangkan bu Salma yang mendengar pertanyaan Shinta terlihat terkejut, wanita itu menatap Shinta dengan tatapan yang sulit di artikan. Tak lama kemudian wanita itu mengalihkan pandangan ke arah lain, membuat Shinta jadi bingung. Apakah dia salah bicara pikir nya.


" Ekhemm, maaf bu, saya tidak bermaksud apa-apa. Saya minta maaf kalau saya salah bicara." Ucap Shinta dengan wajah bersalah.


Bu Salma kembali melihat ke arah Shinta sambil menggelengkan kepala nya.


" Tidak apa-apa nak, kalau ibu boleh tau apa nak Shinta pernah bertemu dengan Kayla sebelum nya.?" Tanya bu Salma.


Wajah nya terlihat sendu, ada kesedihan di wajah yang sudah mulai menua itu.


" Iya bu, saya pernah bertemu dengan nya, tapi tadi saya tidak melihat nya di antara anak-anak yang lain dia di mana ya?." Kata Shinta.


Bu Salma mendongak kan kepala nya melihat langit-langit ruangan itu, dia berusaha menahan air mata nya yang mendesak ingin keluar.


" Hiks..hiks Kayla sudah meninggal satu tahun yang lalu." Ucap bu Salma dengan suara bergetar sambil menutup mulut dengan telapak tangan nya, akhir nya air mata yang dengan sekuat tenaga dia tahan pun tak bisa di bendung lagi.


Sedangkan Shinta membeku setelah mendengar ucapan bu Salma, dia tidak percaya jelas-jelas dia bertemu dengan kayla baru empat bulan yang lalu saat dia pertama kali berkunjung ke panti ini, mana mungkin gadis kecil itu sudah meninggal bahkan sudah satu tahun yang lalu. Terus yang memberi gelang kepada nya waktu itu siapa.?


" Ngak mungkin." Gumam Shinta sambil menggelengkan kepala nya, dia masih berusaha mencerna ucapan bu salma tadi.


" Bu, ibu ngak sedang bercanda kan? Ngak mungkin kayla sudah meninggal, sedangkan saya bertemu dengan nya beberapa bulan yang lalu. Saat saya pertama kali datang ke sini." Ucap Shinta dengan mata yang sudah memerah, dia dengan sekuat tenaga menahan agar dia tidak sampai menangis di depan orang lain.


Kini giliran bu Salma yang terlihat kebingungan, mendengar ucapan Shinta barusan.


" Nak ibu tidak sedang bercanda, dan tadi kamu bilang apa? Nak Shinta bertemu dengan kayla saat pertama kali datang ke sini? Itu ngak mungkin nak." Ucap Salma masih dengan isak tangis nya.


" Iya bu, saat itu kayla bahkan memberikan saya gelang tapi belum sempat saya mengucapkan terima kasih dia sudah keburu pergi." Ucap Shinta.


Sekali lagi bu Salma terlihat terkejut mendengar ucapan Shinta.

__ADS_1


Dia kemudian bangun berdiri, lalu menuju sebuah rak dan mengambil sebuah album foto, kemudian dia kembali duduk di tempat nya semula.


....Bersambung....


__ADS_2