BALASAN UNTUK SUAMI PENGKHIANAT.

BALASAN UNTUK SUAMI PENGKHIANAT.
Part.29


__ADS_3

Gio yang mendengar pengakuan langsung dari Henny, penyesalan yang dia rasakan semakin dalam. Kenapa dia bisa sampai tertipu oleh wanita seperti Henny.


" Jadi kamu memang benar-benar hanya memanfaatkan aku selama ini Henny, aku bodoh mempercayai semua kata-kata manis yang keluar dari mulut kamu. Sehingga aku harus kehilangan istri ku." Ucap Gio sambil menatap Henny dengan tatapan tajam.


' aku harus bisa meyakinkan mas Gio dan ibu nya, agar mereka percaya kalau aku memang mencintai mas Gio. Aku ngak mau ibu malu karena menjadi bahan gunjingan tetangga, karena pernikahan aku yang baru seumur toge harus kandas begitu saja. Tidak itu tidak boleh terjadi, aku belum siap menjanda sekarang. Biar pun mas Gio sudah miskin setidak nya ada yang aku manfaatkan tenaga nya untuk memenuhi kebutuhan aku dan juga ibu di kampung. Aku akan membujuk mas Gio untuk meminta harta gono gini ke istri sombong nya itu. Ya kamu memang pinter Henny.' batin nya, sambil senyum-senyum sendiri.


Plaak..


" Lagi mikirin apa kamu? " Ucap Gio sambil memukul lengan Henny.


Dan berhasil membuat Henny tersadar dari khayalan nya.


" Eh e-ngak mas, aku ngak lagi mikirin apa-apa." Jawab Henny dengan gugup.


" Kamu lihat sendiri Gio, bagai mana sikap wanita pilihan kamu dia bahkan tidak menghormati ibu, di saat ibu lagi bicara dia malah sibuk melamun." Ucap bu Rahma sambil memandang sinis putra dan juga menantu baru nya itu. Henny kembali menundukkan kepala nya.


" Maaf bu, kalau aku salah. Aku tidak bermaksud tidak menghormati ibu, aku minta maaf bu." Ucap Henny mulai mengeluarkan jurus maut nya. Biasa nya kalau dia sudah mulai terlihat ingin menangis Gio pasti akan luluh kepada nya, semoga saja dengan cara ini dia bisa meluluhkan hati ibu mertua nya. Biar Gio mencabut ucapan nya beberapa hari yang lalu.


Prok..prok..prokk..


" Bagus sekali sandiwara kamu Henny, tapi sayang masih kurang menyakinkan. Kau bisa menipu putra ku dengan air mata buaya mu itu tapi tidak untuk ku." Ucap bu Rahma dengan sarkas.


Sedangkan Gio, pria itu mulai tak tega melihat Henny menangis walaupun pikiran nya berusaha untuk tidak memperdulikan wanita itu, tapi ntah kenapa di hati kecil nya masih ada rasa iba di saat dia melihat wanita yang dulu di cintai bersedih.


" Sudahlah bu, lagian aku sudah menalak nya. Dia bukan istri ku lagi." Ucap Gio.


Plaaakkk...


Suara tamparan terdengar menggema di ruangan itu.


Gio memegang pipi nya yang terasa panas dan berdenyut.

__ADS_1


" Kau pikir semudah itu hah, siapa yang mengajari kamu menjadi laki-laki pengecut dan brengs*k seperti ini. Dengan mudah nya kamu main celup sana celup sini, kamu jangan seenak nya mempermainkan anak gadis orang. Belum cukup kah Shinta yang menjadi korban kamu, sekarang harus ada korban lain. Ibu tidak setuju, kamu sudah menikahi dia kalau kamu tidak menginginkan nya lagi, lebih baik kamu kembalikan dia secara baik-baik pada keluarga nya. Ngerti kamu." Ucap bu Rahma


" Baik bu, maaf kalau aku sudah membuat ibu kecewa. Aku janji akan berubah bu." Ucap Gio sambil bersimpuh di depan kaki ibu nya.


" Sudah lah, kamu jangan seperti ini. Baiklah ibu akan memaafkan kamu, jadi kan kejadian ini sebagai pelajaran jangan pernah mengulangi nya lagi." Ucap bu Rahma wanita itu membantu Gio berdiri lalu memeluk putra nya itu.


Itulah kelembutan hati seorang ibu, biar sebesar apa pun


Masalah yang anak nya lakukan dia akan selalu memaafkan nya.


" Lebih baik kalian berkemas, kita akan pergi dari sini sekarang juga, mumpung hari masih siang, kita pulang kekampung saja yah." Ucap bu Rahma dengan menatap Gio.


" Ngak mas, aku ngak mau pergi dari rumah ini, rumah ini adalah milik ku mas. Jadi kita akan tetap tinggal di sini, kalau ibu mu mau kembali dikampung, biarkan saja dia pulang kampung sendiri."


Ucap Henny tiba-tiba. Yang membuat Gio dan juga Rahma sama-sama menatap wanita itu dengan tajam.


" Heh, belum bangun juga kamu? Jangan bermimpi terus. Jelas ini rumah sudah menjadi milik Shinta, sudahlah ngak usah banyak tingkah. Kalau kamu ngak mau ikut ya ngak apa-apa, kamu di sini sendiri saya akan membawa anak saya pergi dari sini." Ucap bu Rahma.


Karena semua barang-barang nya semua sudah di dalam koper yang bi Sumi bawa tadi.


Sedangkan bu Rahma menunggu nya di ruang tamu.


Henny juga terpaksa harus mengikuti Gio pergi karena saat ini dia benar-benar tidak memegang uang sama sekali, jadi dia tidak punya pilihan lain.


********************


Shinta dan juga bunda Fahira sekarang sudah sampai di restoran milik nya, Shinta memarkirkan mobil nya di tempat biasa.


Mereka turun dari mobil kemudian masuk kedalam restoran.


Sesampai di dalam mereka sudah di sambut oleh Reva yang memang sudah Shinta hubungi saat mereka dalam perjalanan tadi.

__ADS_1


Agar saat mereka tiba semua nya sudah siap begitu juga dengan hidangan nya.


" Selamat siang bu Shinta, selamat siang bu Fahira."sapa Reva dengan ramah.


"Mat siang juga Rev, oh ya apa kah semua sudah di siapkan? Aku sudah lapar." Ucap Shinta.


" Semua nya sudah siap bu, ayo bu biar saya antar." Ucap Reva.


Senyum manis tak pernah lentur dari bibir tipis gadis itu.


" Ngak usah Reva, biar aku sama bunda aja yang ke sana. Kamu kembali lah bekerja."


Shinta menolak nya dengan halus biar gadis itu tidak tersinggung.


" Baik bu." Jawab Reva.


Setelah itu Shinta dan juga Fahira naik ke lantai atas untuk menuju ruangan yang telah di siapkan oleh Reva di sana sudah tersedia berbagai macam olahan seafood kesukaan Shinta. Dan juga tersedia beberapa menu lain nya.


Shinta dan Fahira masuk lalu mereka duduk di kursi yang tersedia di ruangan itu. Mereka pun menyantap hidangan yang begitu menggugah selera, yang telah tersaji di hadapan mereka.


Shinta dan Fahira makan dalam diam seperti biasa hingga semua hidangan mereka habis.


Setelah selesai makan mereka keluar dari ruangan itu, lalu Shinta membawa bunda Fahira ke ruang kerja nya sebentar untuk istirahat. Dia tau bunda Fahira pasti sangat lelah setelah menemani nya seharian ini.


" Bun, kita ke ruang kerja ku sebentar yah, bunda bisa istirahat di sana. Sekalian aku ingin memeriksa apakah masih ada pekerjaan yang belum aku selesai kan." Ucap Shinta.


" Oh ya udah Ayo, bunda juga capek banget nih." Jawab Fahira.


Shinta mengangguk, kemudian mereka berjalan menuju ruang kerja Shinta.


........Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2