BALASAN UNTUK SUAMI PENGKHIANAT.

BALASAN UNTUK SUAMI PENGKHIANAT.
Part.23


__ADS_3

" Apa yang ibu lakukan? Jangan seperti ini, ayo bangun bu." Ucap


Shinta, sambil membantu bu Rahma untuk berdiri dan kembali duduk di kursi nya.


" Ibu minta maaf sama kamu Shinta, ibu juga ngak menyangka kalau Gio bisa melakukan ini sama kamu. Dia bahkan tidak memberi tau ibu." Ucap nya.


" Aku sudah ngak apa-apa bu, mungkin jodoh kami sampai di sini saja, Aku sudah merela kan mas Gio bersama perempuan itu." Ucap Shinta.


" Lalu apa rencana kamu selanjut nya, apa kah rumah tangga kalian tidak bisa di pertahankan lagi.?" Tanya ibu Rahma dengan air mata yang mengalir deras di pipi wanita itu.


" Bu, ibu tau aku sangat membenci pengkhianatan, jadi maaf bu, aku tidak bisa mempertahankan rumah tangga yang sudah tidak sehat ini. Aku harap ibu bisa mengerti." Ucap Shinta sambil memegang tangan ibu Rahma.


"Ibu tau, bahkan mas Gio melakukan itu tanpa sepengetahuan ku."


" Baik lah, ibu mengerti mungkin kesalahan yang di lakukan oleh putra ibu sudah sangat fatal. Sekali lagi ibu minta maaf ya Shinta, terima kasih selama ini kamu sudah banyak membantu keluarga ibu. Jujur sebenar nya ibu tidak ingin kalian berpisah, tapi mungkin ini jalan terbaik untuk kalian." Ucap bu Rahma sambil tersenyum paksa ke arah Shinta.


" Terima kasih bu, walaupun aku sama mas Gio tidak lagi bersama, tapi ibu bisa menganggap ku sebagai putri mu, bukan lagi sebagai menantu." Ucap Shinta sambil memeluk ibu mertua nya.


Mendengar ucapan Shinta ibu Rahma tersenyum.


" Baiklah mulai saat ini kamu adalah putri ibu." Ucap bu Rahma.


Sebenar nya dia tidak ingin Shinta dan Gio berpisah, tapi dia tidak mau egois apa lagi mengingat kesalahan yang putra nya lakukan, mana ada wanita yang rela berbagi suami dengan wanita lain.


Seandai nya dia yang ada di posisi Shinta, mungkin dia juga akan melakukan hal yang sama. Lebih memilih bercerai dari pada berbagi. Di saat kedua wanita itu sedang larut dengan dunia mereka, bunda Fahira datang bergabung kembali. Karena dia tau kalau Shinta sudah selesai berbicara dengan bu Rahma.


Bu Rahma yang melihat kedatangan bunda Fahira, wanita itu juga bergegas menghampiri nya. Dia meminta maaf atas semua perbuatan yang di lakukan oleh Gio putra nya.


Bu Rahma tau bunda Fahira pasti juga sangat marah bercampur kecewa saat tau putri nya di khianati oleh suami nya sendiri.


" Bu Rahma tidak perlu minta maaf sama saya, saya memang kecewa atas perlakuan Gio. Tapi saya juga tidak bisa menyalahkan bu Rahma atas ini semua." Ucap Fahira.


" Saya benar-benar minta maaf bu Fahira, sebagai ibu nya saya benar-benar merasa gagal mendidik putra saya agar menjadi laki-laki yang bertanggung jawab." Ucap nya


" Keputusan semua ada di putri saya, kalau pun mereka harus berpisah, mungkin itu yang terbaik untuk kedua belah pihak." Jawab Fahira.

__ADS_1


" Ya udah sekarang kita berangkat, ibu mau bertemu mas Gio kan? Kita akan ke rumah nya sekarang." Ucap Shinta.


Bu Rahma hanya menganggukkan kepala nya.


Akhir nya ketiga wanita beda generasi itu keluar dari restoran itu untuk menuju tujuan mereka, sekarang mata hari sudah mulai meninggi, jam sudah menunjukan pukul delapan.


Perlahan mobil yang mereka naiki keluar dari area restoran tersebut dan melaju di jalanan yang sudah cukup padat dengan kendaraan lain. Hanya butuh waktu beberapa menit saja mereka sudah sampai di depan rumah yang di belikan Gio untuk Henny.


Mobil mereka memasuki pekarangan rumah minimalis tersebut.


Pak supir menghentikan mobil nya tepat di halaman rumah itu.


Lalu ketiga wanita itu turun dari mobil, Shinta yang lebih dulu melangkah menuju pintu rumah itu. Di ikuti oleh bunda Fahira dan bu Rahma dari belakang.


Sedangkan di dalam rumah itu, Henny sudah selesai menyiapkan sarapan untuk diri nya dan Gio.


Wanita itu menghampiri kamar tamu tempat Gio tidur semalam.


Dia pun ingin mengetuk pintu kamar itu, tapi bertepatan dengan pintu kamar tersebut di buka dari dalam.


Membuat tangan wanita itu yang sudah siap mengetok pintu bergantung di udara.


Namun Gio tidak menyahut nya.


Dia berjalan melewati Henny tanpa sepatah kata pun.


Membuat wanita itu mengepal tangan nya karena geram Gio selalu mendiami nya.


'sabar Henny sabar.' batin nya.


Gio lebih dulu berjalan menuju meja makan, namun saat dia melewati ruang tamu dia mendengar seseorang mengetuk pintu nya dari luar.


Tok..tok...tok...


"Siapa yang bertamu pagi-pagi begini?." Gumam nya.

__ADS_1


Lalu segera berjalan menuju pintu untuk melihat siapa yang datang ke rumah nya. Rumah yang sebentar lagi akan berganti tuan, kasian.


Tangan nya memegang gagang pintu kemudian membuka pintu itu, yang dia lihat sepasang kaki seorang wanita berdiri di hadapan nya.


Dia memperhatikan nya dari bawah hingga sampai kewajah, Gio begitu terkejut bercampur bahagia.


Mungkinkah Shinta sudah memaafkan nya, lalu datang ke sini untuk memberikan dia kesempatan. Itu lah yang ada di pikiran nya.


" S-Shinta? Apakah kamu sudah memaafkan ku, dan kamu ke sini untuk memberi aku kesempatan kan?, aku janji aku akan berubah dan aku janji akan setia sama kamu. Aku tidak akan mengulangi nya lagi." Ucap nya dengan penuh percaya diri.


"Tidak mas, aku ke sini untuk membawa mobil ku yang kamu pakai selama ini."


" Apa? Mana bisa begitu sayang, itu mobil sudah menjadi milik ku karena aku lah yang merawat nya selama ini. Jadi kamu tidak bisa seenak nya membawa nya." Ucap Gio.


" Sejak kapan mobil itu menjadi milik kamu mas? Selama ini aku membiarkan kamu memakai nya, karena kamu masih bekerja di perusahaan ku." Ucap Shinta dia benar-benar geram, dia kira Gio akan meminta maaf sambil memohon kepada nya. Eh yang ada laki-laki tidak tau diri ini malah mengaku-ngaku mobil nya.


Gio tidak tahu kalau semua yang percakapan mereka di dengar oleh kedua wanita yang sedang berdiri di balik pintu


Rahma yang sudah tidak tahan mendengar ucapan putra nya akhir nya tidak berfikir dua kali, wanita itu segera keluar dari balik pintu.


Plaaakkkk...


Suara tamparan yang begitu nyaring terdengar, Shinta hanya tersenyum miring menyaksikan semua itu.


" Jadi begini kelakuan kamu Gio?." Ucap wanita yang baru saja memberikan cap lima jari tepat di pipi kanan Gio.


Pria itu mematung dia tidak bisa mengatakan apa pun.


" Kenapa diam hah? Jawab, ibu benar-benar kecewa sama kamu." Ucap bu Rahma sambil menatap Gio dengan tajam.


"I-ibu? Kenapa ibu bisa ada di sini.?" Tanya nya setelah tersadar.


Sekarang Shinta dan bunda Fahira hanya menjadi penonton nya saja. Shinta celingukan melihat kedalam rumah.


"Kemana wanita sund*l itu, bunda mau lihat kepala nya." Ucap bunda Fahira, dengan setengah berbisik, wanita itu malah sibuk mau melihat kepala orang di saat seperti ini.

__ADS_1


Sedang kan Shinta yang mendengar perkataan bunda nya hanya menggeleng-gelengkan kepala.


.......Bersambung....


__ADS_2