BALASAN UNTUK SUAMI PENGKHIANAT.

BALASAN UNTUK SUAMI PENGKHIANAT.
part.55


__ADS_3

Setelah kejadian itu, keadaan kembali hening tidak ada obrolan di antara mereka.


Mereka kembali hanyut dengan pikiran masing-masing.


Hingga mobil mereka sudah sampai di depan apartemen Shinta.


" Makasih, maaf soal yang tadi" Ujar Shinta setelah itu Shinta pun langsung turun dari mobil Bara, tanpa menunggu pemuda itu untuk turun terlebih dahulu untuk membuka kan nya pintu mobil.


Biasa nya Bara akan turun dulu dari mobil kemudian dia akan membuka kan pintu mobil untuk Shinta..


Tapi sekarang dia mengurungkan niat nya setelah melihat Shinta yang sudah lebih dulu membuka pintu mobil untuk diri nya sendiri.


Wanita itu langsung keluar dari mobil bertepatan dengan Bara yang akan membuka pintu mobil di sebelah nya, tapi gerakan nya terhenti saat dia melihat Shinta sudah berada di luar.


Akhir nya pria itu pun keluar dari mobil nya untuk menyusul Shinta, dan menghampiri nya.


"Rani tunggu !" Ucap Bara sehingga menghentikan langkah kaki Shinta. Wanita itu berhenti dan berbalik menoleh kebelakang.


" Ada apa.?" Tanya nya dengan mengernyitkan alis nya.


Bara pun dengan cepat menghampiri Shinta.


" Apa kamu baik-baik saja? Apa kau sakit.?" Pertanyaan Bara semakin membuat Shinta mengerutkan dahi nya.


' ada apa dengan nya.' itu yang ada di benak Shinta.


"Aku baik-baik saja, emang nya kenapa.?" Shinta balik bertanya sambil menatap pria di hadapan nya. Dan membuat Bara sedikit salah tingkah karena Shinta menatap nya dengan intens.


" Ekhem, ngak pa-pa. Aku hanya khawatir kamu kenapa-kenapa soal nya sejak kita pulang dari panti tadi kamu hanya diam saja ngak seperti biasa nya." Ucap Bara dia berhasil mengendalikan ekspresi nya


"Ngak usah khawatir, aku baik-baik saja kok." Sahut Shinta dengan senyum tipis di bibir nya.


Untuk beberapa saat Bara terdiam sambil menatap Shinta, dia terpana dengan senyum yang muncul di bibir tipis wanita yang sudah lama dia sukai itu.


"Aku masuk kedalam dulu ya Bar." Ucap Shinta yang membuat Bara segera tersadar.


" E-eh, iya." Jawab Bara dengan terbata.


Sedangkan Shinta hanya menanggapi nya dengan anggukan kepala.


Kemudian dia berlalu memasuki apartemen nye.


Bara masih berdiri di sisi mobil nya sambil melihat punggung wanita yang telah lama mengisi hati nya itu berjalan menjauh hingga tidak terlihat lagi.


Pria itu menghela napas panjang kemudian membuang nya dengan perlahan.

__ADS_1


" Semoga suatu saat nanti kau bisa membuka hati mu dan membalas perasaan ku Rani, aku akan sabar menunggu hingga saat itu tiba." Gumam nya.


Setelah itu Bara kembali masuk kedalam mobil nya, lalu meninggalkan area tempat Shinta tinggal.


***


Seminggu berlalu Shinta melakukan aktifitas nya seperti biasa, berkutat dengan setumpuk berkas dan dokumen- dokumen yang menumpuk di meja kerja nya.


Wanita itu memilih fokus pekerjaan nya.


Dia sudah memutuskan tidak lagi terlalu memikirkan soal anak yang dia temui di panti.


Setelah Shinta mendengar cerita dari ibu panti waktu itu, yang mengatakan kalau keyla sudah meninggal, Shinta tidak terlalu memikirkan nya lagi. Dia menganggap kalau pertemuan nya dengan gadis kecil bernama keyla itu hanya halusinasi dia saja kerena efek kelelahan. Apa lagi dia juga sudah menyuruh bawahan nya untuk menyelidiki semua yang berkaitan dengan gadis kecil itu.


Dan memang keyla sudah meninggal.


***


Karena terlalu sibuk dengan pekerjaan nya Shinta sampai tidak menyadari kalau sekarang sudah waktu nya makan siang.


Kruukk..


Suara dari perut nya terdengar, cacing-cacing dalam perut nya sudah berdemo menagih jatah mereka.


Shinta pun menghentikan kegiatan nya, lalu beranjak keluar dari ruangan nya.


Sekarang dia sudah berada di depan sebuah restoran yang tidak jauh dari kantor nya.


Setelah memarkirkan mobil nya Shinta pun keluar dari mobil lalu berjalan memasuki restoran itu.


****


Di tempat berbeda terlihat seorang pria yang tengah sibuk melayani pengunjung di sebuah kafe.


Dia begitu cekatan, karena sudah terbiasa.


Dulu dia juga pernah menjadi seorang pelayan di sebuah restoran.


Sekarang dia kembali menjadi seorang pelayan di kafe ini.


sebenar nya dia bisa bekerja di perusahaan, cuma sekarang dia kesusahan karena sudah beberapa kali dia melamar di sebuah perusahaan tapi selalu di tolak.


bukan tanpa sebab, itu semua karena efek dari perbuatan nya beberapa bulan yang lalu.


dan pada akhir nya pria itu akhir nya menerima tawaran teman nya untuk bekerja jadi pelayan di kafe milik nya.

__ADS_1


dari apa menganggur pikir nya, walau pun gaji nya ngak gede, tapi setidak nya dia masih punya pemasukan.


saat dia akan mengantar pesanan salah satu pengunjung, dia kurang hati-hati hingga..


Bruuk..


dia tidak sengaja menabrak seorang pengunjung lain yang baru saja masuk sehingga membuat minuman yang di bawa nya tumpah dan sedikit mengenai baju orang yang di tabrak nya. menyadari kesalahan nya dia pun langsung meminta maaf.


" Eh maaf mbak, saya ngak sengaja." ucap nya.


" Ngak pa-pa." jawab pengunjung itu.


sambil mengelap baju nya yang sedikit basah karena terkena tumpahan jus.


dia pun segera melihat ke arah pelayan itu.


seketika mata nya membulat, begitu juga dengan pelayan tersebut.


" Gio." pekik pengunjung wanita yang baru saja di senggol oleh Gio.


ya, pria yang menjadi pelayan kafe itu tak lain adalah Gio mantan suami Shinta sekaligus mantan direktur di perusahaan Aditama Group. milik Shinta.


miris nya sekarang dia kembali menjadi seorang pelayan, pada hal dulu nya sudah memiliki jabatan yang tinggi.


semua karena kelakuan dan pengkhianatan yang di lakukan nya terhadap mantan istri, akhir nya dia harus kembali ke asal nya.


" Sekali lagi saya minta maaf mbak, permisi." Ujar Gio kemudian pria itu langsung pergi dari hadapan Desi.


ya pengunjung yang tadi kena tumpahan jus, karena Gio ngak sengaja menyenggol nya adalah Desi sahabat Shinta.


" Eh tunggu." pekik Desi saat melihat Gio dengan cepat berlalu dari hadapan nya.


namun tidak di gubris oleh pria itu, seperti nya Gio sengaja menghindar dari Desi mungkin dia malu sama wanita itu, karena tau kondisi nya sekarang.


terutama Desi merupakan orang yang membantu Shinta membongkar pengkhianatan nya dulu.


wanita itu tau betul kelakuan nya terhadap Shinta.


' Jadi setelah bercerai dari Shinta Gio kembali menjadi seorang pelayan, miris banget pada hal dulu hidup nya udah enak' batin Desi sambil masih memperhatikan punggung Gio yang pergi menjauh.


Desi hanya diam sambil memperhatikan kepergian Gio, sampai tepukan pelan di bahu nya menyadarkan nya.


Desi pun menoleh ke arah orang yang baru saja menepuk bahu nya.


" Eh." Ucap Desi..

__ADS_1


...Bersambung....


__ADS_2