BALASAN UNTUK SUAMI PENGKHIANAT.

BALASAN UNTUK SUAMI PENGKHIANAT.
Part.48


__ADS_3

Sekarang Shinta sudah berada di apartemen nya, tepat nya di balkon, dia duduk di temani segelas coklat panas kesukaan nya.


Tiba-tiba ponsel nya berdering, Shinta segera meraih benda pipih itu yang sedari tadi dia letakkan di atas meja.


Lalu melihat siapa yang baru saja mengirim nya pesan.


Ternyata itu pesan dari Desi, sahabat nya.


Shinta membuka pesan tersebut, dan membaca nya.


(" Shin, kamu sibuk ngak.?")


(" Ngak, emang kenapa Des.?")


(" Kita keluar yuck, udah lama kita ngak jalan-jalan bareng.")


(" Boleh, kapan.?")


(" Kalau sekarang gimana.?")


(" Ya udah kalau gitu, aku siap-siap dulu." )


Setelah bertukar pesan dengan Desi, Shinta pun segera masuk kekamar mandi untuk membersihkan diri.


Setelah selesai dia bersiap-siap akan pergi keluar, sesuai janji mereka.


Tak butuh waktu lama Shinta sudah selesai,dia sudah rapi.


Dia pun tinggal nunggu kedatangan Desi.


Beberapa saat kemudian, terdengar bel di pintu nya berbunyi.


Bi Sumi yang ada di dapur langsung berlari kecil ke arah pintu.


Dia pun membuka pintu itu.


Dan di depan sudah ada wanita cantik yang sedang menunggu sambil membelakangi nya.


Desi yang mendengar pintu terbuka langsung berbalik ke arah pintu itu. Dan dia melihat seorang wanita paruh baya tengah berdiri menatap ke arah nya.


Desi pun tersenyum ramah ke arah wanita itu.


" Eh bi Summi, Shinta nya ada.?" Tanya Desi.


" Ada non di dalam, silakan masuk non." Sahut bi Summi.


Kemudian Desi pun masuk kedalam dan duduk di sofa ruang tamu.


" Non Desi mau minum apa? Biar bibi buatkan."


"Eh ngak usah repot bi, aku sama Shinta mau keluar."


Desi segera mencegah bi Summi yang ingin membuatkan nya minum.


" Oh ya sudah kalau begitu, bibi panggilkan non Shinta dulu." Ucap bi Summi, kemudian wanita itu pergi menuju kamar Shinta.


Sedangkan Shinta lagi sibuk memain kan ponsel nya, dia melihat ada beberapa pesan dari Bara rekan bisnis sekaligus teman masa kecil nya.


Akhir-akhir ini, Bara memang sering mengirimi Shinta pesan singkat, yang berisi perhatian- perhatian kecil. Seperti tanya Shinta udah makan dan segala macam, seperti nya pria itu sudah mulai sedikit demi sedikit menunjukan perasaan nya ke Shinta, walau pun Shinta hanya menanggapi nya biasa aja.


Tok..tok..tok..


Suara pintu di ketuk dari luar, Shinta segera beranjak dan membuka pintu kamar nya, melihat siapa yang mengetuk pintu itu.


Dan ternyata art nya.


" Ada apa bi ?" Tanya Shinta setelah membuka pintu dan melihat bi Summi berdiri di depan pintu kamar nya.


" Anu non, itu di ruang tamu ada non Desi." Ucap bi Summi.


Wanita itu menundukkan kepala nya.


" Oh ya sudah, aku akan segera kesana." Ucap Shinta.

__ADS_1


Shinta masuk kedalam kamar nya, lalu meraih tas dan ponsel nya kemudian dia keluar dari kamar untuk menemui Desi yang sudah menunggu.


Sesampai nya di ruang tamu dia melihat Desi yang memang sudah duduk di sofa ruang tamu nya, wanita itu sedang memainkan ponsel nya.


" Des, udah lama datang nya.?"


Shinta berjalan menghampiri wanita itu, Desi yang mendengar suara Shinta pun segera mengalihkan pandangannya dari layar ponsel lalu menoleh ke arah Shinta.


" Ngak juga Shin, baru beberapa menit yang lalu."


Desi berdiri dari duduk nya, saat melihat Shinta berjalan ke arah nya.


" Oh, ya sudah ayo kita berangkat."


Akhir nya kedua wanita cantik itu pergi, mereka menggunakan mobil milik Desi, karena Shinta lagi males menyetir jadi dia membiarkan Desi yang mengemudi.


Tujuan mereka saat ini adalah sebuah mall di pusat kota, mereka ingin memanjakan mata dengan berbelanja barang-barang yang mereka inginkan.


Setelah menempuh perjalanan selama satu jam akhir nya kedua


wanita cantik itu sampai di depan sebuah mall tujuan mereka.


Kedua wanita itu pun masuk kesana.


Dan mereka menghabiskan waktu untuk berkeliling sampai puas.


Sehingga mereka tidak menyadari kalau hari sudah mulai malam, Shinta yang merasa cacing-cacing di perut nya sudah mulai berdemo untuk di beri makan pun mengajak Desi untuk mencari makan.


"Des, aku lapar kita cari tempat makan yuck." Ujar nya.


"Ummm, ayo shin, tapi bagai mana dengan barang -barang ini.?" Tanya Desi sambil melihat ke tangan mereka yang sudah penuh dengan barang-barang belanjaan mereka masing-masing.


Shinta terlihat berpikir, dia pun menemukan solusi nya.


Dia ingat kalau kemana pun dia pergi, pengawal bayangan nya akan selalu ada di sekitar untuk mengawasi nya dari jauh.


Shinta pun memanggil mereka dengan sebuah kode yang hanya Shinta dan juga bawahan kepercayaan nya yang tau.


Kedua orang itu adalah pengawal Shinta, mereka datang karena panggilan dari atasan nya.


Mereka berdiri di depan Shinta dan Desi, lalu kedua orang pria berpakaian hitam itu sedikit menundukkan kepala nya di depan Shinta, Shinta hanya menanggapi mereka dengan anggukan kecil.


Dan kemuculan pria asing itu sukses membuat Desi terlihat kebingungan dengan mulut terbuka, karena melihat kedua pria berpakaian hitam itu menundukkan kepala nya di depan Shinta.


" Kalian bawa barang-barang ini ke mobil ya." Perintah Shinta.


" Baik Qu.. eh bu." Jawabnya, hampir saja kedua anak buah Shinta itu memanggil Shinta dengan sebutan Quen di depan Desi, tapi ucapan nya di ralat menjadi bu. Karena mereka melihat Shinta melotot kan mata nya sambil menatap mereka


"Des, mana kunci mobil nya.?"


Shinta menengadahkan tangan nya ke arah Desi, tapi Desi tidak merespon dia masih sibuk menatap ke arah kedua pria yang berdiri di depan nya.


Pukk..


Shinta menepuk pelan lengan Desi sehingga membuat Desi ter sadar.


" Eh i-iya Shin, kenapa.?"


Desi gelagapan merasa Shinta menepuk pelan lengan nya.


Dia pun tersadar, lalu menggaruk pelipis nya sendiri.


" Kunci mobil kasi ke mereka, biar mereka bisa memasukan barang- barang ini kedalam mobil."


Namun Desi terlihat ragu-ragu, Shinta yang mengerti pun segera menjelaskan nya. Dia tau sahabat nya itu tidak percaya dengan kedua orang pria di hadapan nya.


" Kamu tenang aja, mereka orang-orang kepercayaan ku. Mereka tidak akan berani macam-macam, percaya sama aku." Ucap Shinta meyakinkan Desi.


Mendengar perkataan Shinta, akhir nya dia pun merogoh tas nya lalu mengeluarkan kunci mobil dan memberikan nya ke pada kedua pria asing di depan nya.


Karena dia percaya sama Shinta, dia tau Shinta tidak akan membohongi nya. Kalau Shinta sudah mengatakan tidak akan terjadi apa-apa maka dia akan percaya.


Setelah mendapatkan kunci mobil, kedua anak buah Shinta pun pergi dari sana.

__ADS_1


Shinta masih tetap menunggu di tempat semula, tak lama kemudian salah satu dari anak buah nya pun datang lagi menemui Shinta dan memberikan kunci mobil itu kembali, lalu pergi dari sana.


" Ayo"


Ucap Shinta, sambil menarik tangan Desi.


Desi hanya pasrah merasa tangan nya di tarik pelan oleh Shinta, Desi mengikuti Shinta dengan tangan yang masih di tarik oleh wanita itu.


Hingga mereka sampai di sebuah restoran di mall itu, mereka pun masuk kedalam dan mencari meja tempat mereka duduk.


Mata Shinta tertuju ke pada meja kosong di pojokan, dia pun berjalan menuju meja itu.


Kemudian kedua wanita cantik itu duduk di sana, dan memesan makanan kesukaan mereka masing-masing.


Sambil menunggu pesanan mereka datang, mereka mengobrol santai.


****


Di tempat yang sama tapi di ruangan berbeda, kedua orang pria baru saja selesai menemui rekan bisnis nya.


Mereka baru saja akan pulang, namun mata nya tak sengaja melihat seorang wanita yang tidak asing bagi nya.


Akhir nya dia memutuskan untuk menemui wanita itu, dia pun berjalan memasuki restoran tempat di mana Shinta dan Desi tengah menunggu pesanan mereka.


Sang sekretaris yang melihat bos nya berjalan masuk ke dalam sebuah restoran pun menjadi bingung, bukan nya bos nya baru saja selesai makan. Lalu mau apa lagi bos tengil nya itu masuk kedalam restoran. Dia mau bertanya tapi bos nya sudah keburu masuk kedalam, mau tak mau dia hanya pasrah mengikuti kemana bos nya itu, dari pada nanti kena semprot dan gaji di potong mendingan dia ikut saja pikir nya. Kasian nasib jadi bawahan.🤭


Dia semakin bingung melihat bos nya ter nyata menghampiri kedua wanita yang terlihat sedang asyik mengobrol di pojokan dekat kaca.


Dia pun mempercepat langkah nya menyusul bos tengil nya itu, dan berdiri di belakang nya.


" Hai." Sapa Bara kepada kedua wanita di hadapan nya, dan jangan lupa dengan senyum termanis yang dia punya.


Ya pria yang baru saja ingin pulang habis bertemu klien nya itu adalah Bara sang ceo perusahaan Dirgantara group.


Yang juga merupakan rekan bisnis sekaligus teman kecil Shinta.


Shinta dan Desi yang mendengar suara seseorang menyapa mereka pun menoleh ke arah sumber suara tersebut.


Shinta yang melihat Bara sudah berdiri di sana pun menatap pria itu sambil mengernyitkan sebelah alis nya.


Namun dia masih tetap menyapa balik pria itu, dia juga melihat sekretaris Hans berdiri di belakang Bara.


Shinta menatap kedua pria itu secara bergantian.


Sedangkan Desi, mejatuhkan rahang nya ketika melihat Bara yang rumor nya pria dingin yang tidak pernah tersenyum di depan banyak orang, tapi sekarang dia melihat dengan mata kepala nya sendiri pria dingin itu baru saja tersenyum sambil menatap sahabat nya.


'Apa tadi, apa aku tidak salah lihat. Pria yang di rumorkan tidak pernah tersenyum di depan orang lain, tapi barusan dia tersenyum.' batin nya.


" Eh pak Bara, anda di sini juga.?" Tanya Shinta basa basi.


Yang di balas cengiran oleh Bara.


'Tu kan sekarang dia malah cengar-cengir seperti orang bodoh saja' batin nya lagi.


Dan tanpa di suruh Bara ikut nimbrung di meja Shinta, membuat kedua wanita itu saling pandang satu sama lain.


" Selamat malam bu Shinta." Sapa Hans dengan sopan.


" Malam juga Hans." Jawab Shinta.


Bara seketika menatap sekretaris nya itu dengan tatapan tajam, karena mendengar Shinta memanggil Hans dengan nama saja, tapi Shinta tidak pernah memanggil nya dengan nama tanpa embel-embel tuan atau anda. seperti wanita itu memanggil sekretaris nya.


Hans yang mendapat tatapan tajam dari bos nya pun serba salah, dia hanya bisa menggaruk kepala nya yang tidak gatal sambil membuang pandangan nya ke arah lain.


Sedangkan Desi yang menyaksikan semua itu hanya diam, Desi tau siapa yang ada di hadapan nya sekarang.


Shinta yang menyadari Desi hanya diam dari tadi pun memperkenalkan kedua pria itu kepada Desi.


" Des, kenalkan dia salah satu rekan bisnis ku nama nya pak Bara, dan yang di belakang nya itu Hans sekretaris nya. Dan pak Bara, Hans, ini Desi sahabat saya." Ujar Shinta.


" Hallo saya Desi." Ucap Desi sambil sedikit membungkukkan badan nya, Bara dan juga sekretaris Hans hanya mengangguk kecil untuk menanggapi ucapan Desi, dan jangan lupa dengan wajah datar kedua pria tersebut.


......Bersambung ....

__ADS_1


__ADS_2