
" Kalian mau kemana.?" Tanya Dewi.
" Kami mau bertamu ke rumah mas Gio yang di belikan untuk Henny, kakak mau ikut? Aku ingin memberikan mereka sedikit kejutan sekali lagi." Ucap Shinta.
" Kayak nya kali ini aku ngak ikut dech, lagi males ke mana-mana." Ucap Dewi.
Sedangkan Brama hanya diam menyimak sambil menikmati kopi kesukaan nya.
" Ya udah kalau gitu, yuck bunda kita berangkat." Ucap Shinta.
Dia beranjak dari tempat nya duduk lalu menyalami Ayah nya yang masih duduk di meja itu.
" Kalau ayah sendiri mau ke mana?." Tanya Shinta.
" Ayah ngak ke mana-mana, Ayah ada pekerjaan yang belum selesai jadi ayah akan mengerjakan nya dari rumah." Jawab pria itu. Shinta hanya mangut-mangut saja mendengar nya.
Kemudian dia pun beranjak keluar dari rumah itu di susul oleh bunda Fahira dari belakang.
Kedua wanita cantik itu berangkat menggunakan sebuah mobil berwarna hitam di antar oleh seorang supir.
Shinta sengaja tidak menyetir sendiri, karena saat pulang nanti dia akan membawa mobil nya yang di pakai oleh Gio.
Hari ini dia ingin mengambil kembali apa yang menjadi milik nya, Dia tidak mau Gio menggunakan apa yang merupakan milik nya untuk memanjakan wanita lain.
" Sayang, kamu kenapa?." Tanya Fahira sambil menepuk pelan bahu Shinta, sehingga wanita cantik itu tersadar dari lamunan nya.
" Aku ngak apa-apa kok bund." Jawab Shinta sambil tersenyum manis ke arah Fahira, setelah itu dia kembali terdiam menatap keluar jendela mobil. Fahira tau kalau putri bungsu nya itu sebenar nya lagi banyak pikiran. Wanita itu mengelus pelan lengan putri nya lalu menarik Shinta dalam pelukan nya. Shinta tidak menolak dia membalas pelukan bunda nya.
"Ada yang mengganggu pikiran kamu hemm.? Coba cerita sama bunda, siapa tau bunda bisa bantu cari solusi nya. Ingat sayang kamu masih punya bunda, ayah, dan juga kak Dewi. Kami akan selalu ada untuk kamu, jadi kamu jangan merasa sendiri okey." Ucap wanita itu sambil menatap shinta dengan lembut.
" Makasih bunda, aku baik-baik saja. Aku hanya bingung bagai mana cara nya aku memberi tahukan soal perselingkuhan yang di lakukan oleh mas Gio dan soal perceraian kami sama ibu nya." Ucap Shinta, sambil menatap bunda Fahira.
Ada rasa tidak tega dalam hati Shinta, mengingat ibu mertua nya itu sangat baik pada nya selama ini. Tapi dia harus melakukan ini agar semua nya jadi jelas. Shinta tau ibu mertua nya itu tidak tau apa-apa soal masalah yang menimpa rumah tangga mereka, bahkan ibu mertua nya juga tidak tau kalau Gio sudah menikah lagi.
__ADS_1
Karena saat Gio menikah dengan Henny ibu mertua nya itu tidak di undang, lebih tepat nya Gio sengaja tidak memberi tahukan kepada ibu nya. Karena dia takut ibu nya tidak akan menyetujui keinginan nya, Apa lagi Gio tau ibu nya itu sangat menyayangi Shinta.
Maka pasti wanita itu tidak akan mau merestui hubungan nya bersama Henny.
" Kamu ngak usah khawatir sayang, Bunda yakin mertua kamu itu pasti akan mengerti, Kamu katakan saja yang sebenar nya sama beliau, dan perlihatkan juga bukti-bukti perselingkuhan Gio, seperti foto atau video saat Gio sedang bersama wanita itu." Ucap Fahira.
Shinta menganggukkan kepala nya sambil menatap bunda Fahira.
Drrttt...
Ponsel dalam tas Shinta berdering, tanda ada panggilan telepon masuk. Wanita itu segera membuka tas nya lalu mengeluarkan benda pipih tersebut.
Dia melihat siapa yang baru saja menghubungi nya.
Dan ternyata Alex orang kepercayaan nya lah yang menelpon, Shinta menoleh ke arah bunda Fahira.
" Telepon dari siapa sayang ?." Tanya Fahira.
" Alex temen kamu yang waktu itu ya.? Ya udah angkat aja, siapa tau ada hal pentingkan.?" Ucap Fahira.
Yang Fahira tau pria bernama Alex itu temen dari putri bungsu nya itu, Wanita itu tidak tau kalau Alex merupakan orang kepercayaan putri nya itu.
Pria yang Shinta percayakan untuk menjadi pemimpin dari kelompok yang dia diri kan.
" Ya bund, aku angkat dulu." Ucap Shinta. Bunda Fahira mengangguk lalu kembali fokus melihat kedepan.
Shinta pun segera mengangkat telepon dari Alex.
(" Hallo Lex,di mana mereka sekarang.?" )
(" Sebentar lagi mereka akan sampai, apa langsung di bawa ke rumah itu.?")
("Jangan Lex, bawa beliau ke restoran yang tidak jauh dari rumah itu. Aku akan menunggu nya di sana, aku ingin membicarakan sesuatu dengan beliau terlebih dahulu, nanti aku kirim lokasi nya. Aku juga sudah di perjalanan sebentar lagi sampai.") Ucap Shinta.
__ADS_1
Bunda Fahira yang duduk di samping Shinta terlihat bingung karena dia memang tidak tahu menahu dengan rencana yang putri nya itu buat, Jiwa kepo nya pun meronta namun sebisa mungkin dia menahan untuk tidak bertanya. Karena sekarang putri nya itu lagi terima telepon dari teman nya.
(" Oke.!")
Tuuuuttt...Panggilan terputus.
Setelah selesai berbicara sama Alex, Shinta memasukan ponsel ke dalam tas nya kembali.
" Mereka siapa sayang.?" Akhir nya wanita itu memutuskan untuk bertanya dari pada dia mati penasaran.
" Itu mereka yang aku suruh menjemput ibu nya mas Gio di kampung bunda, mereka sebentar lagi sampai. Jadi aku meminta Alex untuk menyuruh mereka langsung antar ibu nya mas Gio bertemu dengan kita di restoran depan sana." Jawab Shinta.
" Loh kok malah ke restoran sayang? Kenapa ngak langsung ke tempat ulet keket itu saja, kita ketemu di sana." Ucap Fahira.
Shinta tersenyum mendengar perkataan bunda nya, dia tau bunda nya pasti tidak sabar ingin melihat hasil karya nya yang di tinggal kan sama Henny beberapa hari yang lalu.
" Pak, kita mampir ke restoran itu sebentar yah." Ucap Shinta ke pada supir nya.
" Baik non." Jawab supir itu sambil fokus menyetir.
" Aku lapar bund, tadi hanya sarapan roti saja. Kita makan dulu sambil menunggu mereka yah, bunda juga lapar kan? Lagian ini baru jam delapan." Ucap Shinta.
" Iya deh terserah kamu aja, bunda juga lapar nih." Ucap Fahira.
Karena perut nya juga sudah minta di isi.
Akhir nya mereka sampai di depan restoran yang di maksud Shinta, mereka turun dari mobil lalu memasuki resto itu.
Kedua wanita itu memesan menu yang mereka inginkan.
Sambil menunggu pesanan mereka datang, Shinta mengirim lokasi tempat dia berada sekarang ini ke nomor ponsel Alex, agar pria itu memberi tahukan kepada anak buah nya yang di tugaskan untuk menjemput ibu mertua nya di kampung.
...........Bersambung......
__ADS_1