
Hari berganti hari, minggu berganti minggu, hingga bulan pun berganti bulan, kini Shinta kembali menjalani hari-hari nya seperti biasa. Bekerja dan bekerja itulah yang dia lakukan, setelah bercerai dari Gio beberapa bulan yang lalu. Shinta terlihat lebih bersemangat, dia melakukan apa saja yang dia inginkan.
Sedang kan Gio selama ini dia masih berusaha untuk menjatuhkan Shinta namun semua usaha nya selalu gagal. Seperti beberapa hari yang lalu Gio membayar beberapa orang preman untuk menculik Shinta, namun Gio lagi-lagi harus menelan kekecewaan karena Shinta berhasil lolos dari semua rencana nya.
Karena dengan mudah nya Shinta membuat semua preman suruhan Gio babak belur dan berakhir di rumah sakit.
PLASHBACK..
Beberapa hari yang lalu..
Mobil Shinta keluar dari perusahaan nya, tanpa dia sadari ada seseorang yang tengah memperhatikan nya dari kejauhan.
Orang itu menatap mobil Shinta dengan tatapan tajam, tersirat dendam di mata pria itu.
Setelah melihat mobil yang Shinta kendarai sudah menjauh, pria itu pun menghubungi seseorang.
Setelah selesai, pria itu memasukan ponsel nya kedalam saku nya kembali, dia pun mengikuti mobil Shinta dari jauh.
Shinta yang sebenar nya sudah mengetahui itu sejak dia keluar dari perusahaan, tapi dia sengaja pura-pura terlihat seolah-olah dia tidak mengetahui apa pun, agar orang yang tengah menguntit nya tidak curiga. Sekarang Shinta sengaja berbelok untuk melalui jalan yang sedikit sunyi, jalan yang jarang orang lewati.
Benar saja, saat dia sudah di jalanan yang sepi, Shinta melihat tiga buah motor mengikuti mobil nya di belakang, Shinta tersenyum miring, Dia tau siapa dalang nya. Karena dia sudah tau kalau Gio lah yang mengikuti nya saat dia keluar dari area kantor nya tadi.
Pria itu ternyata benar-benar belum menyerah, walau pun selama ini usaha nya tidak pernah membuahkan hasil.
" Seperti nya kamu belum ingin menyerah juga mas Gio, baiklah aku akan mengikuti permainan mu." Gumam Shinta dengan senyum yang sulit di artikan.
Shinta pun mempercepat laju mobil nya, dan terjadilah aksi kejar-kejaran di antara Shinta dan tiga buah motor yang mengikutinya, jumlah mereka ada enam orang.
Hingga di rasa sudah cukup bermain-main, akhir nya Shinta sengaja memperlambat laju mobil nya, karena Shinta melihat tempat itu cukup bagus untuk dia memberi pelajaran kepada mereka, dan kali ini dia ingin Gio menyaksikan langsung orang-orang bayaran nya di hajar oleh nya hingga babak belur.
Shinta berpikir mungkin dengan Gio menyaksikan langsung orang suruhan nya itu dia hajar, maka akan membuat Gio kapok untuk menyuruh seseorang untuk mengganggu nya.
Shinta bisa saja menangkap para preman itu dan membuat mereka mendekam di penjara, tapi dia tidak melakukan nya, karena kalau para preman suruhan Gio masuk penjara maka si dalang yang menyuruh para preman itu juga pasti akan tertangkap juga.
Untuk sekarang Shinta masih berbaik hati, sehingga dia tidak melakukan itu. Bukan karena dia masih punya perasaan terhadap mantan suami nya itu, akan tetapi karena dia masih menghargai bu Rahma yang merupakan ibu dari Gio.
Kalau Gio sampai di penjara, bu Rahma pasti akan sangat sedih. Karena hanya Gio lah yang bu Rahma miliki sekarang ini,
Karena itu lah Shinta masih memberikan kesempatan kepada Gio agar pria itu bisa berubah, setidak nya demi ibu nya itu.
Tapi kalau sampai setelah ini Gio tetap tidak bisa berubah maka Shinta tidak akan segan- segan lagi.
Dia akan membuat pria itu membayar apa yang selama ini pria itu lakukan. Jujur saja dia sudah muak dengan tingkah Gio yang seperti pengecut, selalu bersembunyi di balik ketiak orang lain. Tidak berani melawan dia secara langsung, benar-benar pengecut memang, yang bisa nya hanya menyuruh orang lain tapi dia sendiri tidak berani turun tangan.
Kembali ke Shinta, di saat melihat Shinta memperlambat mobil nya salah satu motor itu menyalip dan berhenti tepat di depan mobil Shinta. Shinta pun menghentikan mobil nya, dia tidak langsung keluar, tetapi dia melihat sekeliling untuk memastikan tidak ada orang lain yang melihat aksi nya.
Tapi mata nya malah tertuju ke satu objek, ya itu adalah orang yang dari tadi membuntuti nya, sejak dari dia keluar dari perusahaan.
Shinta tersenyum sinis melihat orang itu yang tak lain adalah mantan suami nya.
__ADS_1
Ketiga motor tadi pun ikut berhenti, mereka semua langsung turun dari motor nya dan menghampiri mobil Shinta.
Salah satu dari keenam orang pria itu mengetuk kaca mobil Shinta, tapi Shinta tetap tenang dan tidak segera keluar.
Tok..tok..tok..
" Woi keluar lo, kalau ngak kita hancurkan ini mobil." Teriak salah satu dari mereka. Namun Shinta masih tetap diam dengan tenang tanpa terlihat raut takut di wajah nya, kalau itu wanita lain mungkin sudah berteriak histeris sambil menangis dan gemetaran ketakutan saat orang-orang seperti mereka terus meneriaki nya.
Tapi ini adalah Shinta Maharani seorang wanita tangguh yang tidak akan takut sekali pun lawan nya adalah orang hebat. Lah apa lagi ini, yang hanya preman jalanan, apa yang perlu wanita seperti Shinta takuti.
Brak.. brak..
Mereka terus menggedor kaca mobil Shinta, dan menyuruh wanita itu segera keluar.
Karena Shinta tidak ingin membuang-buang waktu, dan tubuh nya yang sudah lengket oleh keringat. Akhir nya dia pun keluar dari mobil
Bruuk... Suara sesuatu yang jatuh bersamaan dengan Shinta membuka pintu mobil nya.
Shinta tidak mempedulikan itu, wanita itu perlahan menurunkan sebelah kaki jenjang milik nya di luar setelah itu dia pun turun dari mobil lalu menutup pintu mobil nya kembali, Shinta menatap semua pria yang ada di depan nya dengan tatapan datar dan dingin.
Dia tidak peduli dengan mereka yang sedang memandang nya tanpa berkedip, bahkan ada yang mulut nya sampai menganga hingga liur nya hampir menetes keluar.
Shinta yang sudah malas melihat mereka yang tiba-tiba berubah menjadi bodoh di hadapan nya.
Tanpa aba-aba dia menendang salah satu dari mereka yang tadi jatuh ketanah karena terkena pintu mobil yang Shinta buka.
Buug..
Bruukk..
" AAAARRRTTT." teriak orang itu, karena merasa tulang-tulang nya remuk karena tendangan dari Shinta, terlebih lagi wajah nya yang seperti mati rasa, karena saat dia terjatuh dengan kondisi wajah yang terlebih dahulu mencium tanah.
Mereka semua yang menyaksikan itu semakin terlihat bingung, dengan mulut terbuka, kemudian melirik ke arah Shinta yang dengan santai berdiri sambil menatap mereka dengan dingin.
Mereka melihat ke arah teman nya yang masih setia dengan posisi wajah yang menempel di tanah, perlahan teman nya itu mengangkat wajah nya dan menoleh ke arah mereka,Tiba-tiba
"Hahahahahaaaa." Mereka semua tertawa, sambil menunjuk ke arah wajah pria yang tadi merasakan tendangan maut dari Shinta.
"Kikikikik" Shinta yang melihat wajah orang itu pun tidak bisa menahan tawa nya lagi.
Dan ternyata oh ternyata di wajah pria itu penuh dengan kotoran, pria itu yang melihat Shinta menertawai nya pun menjadi marah, apa lagi anak buah nya sendiri ikut menertawakan nya.
Dia bangun dengan tertatih- tatih sambil memegang wajah nya dan perlahan mengusap wajah yang penuh dengan kotoran itu, dia mendekati salah satu anak buah nya lalu menjadikan baju anak buah nya sebagai pengelap, dia dengan kasar mengelap wajah dan juga tangan nya yang penuh kotoran itu ke baju anak buah nya tersebut.
Hal itu membuat Shinta tertawa terpingal-pingal, baru kali ini dia melihat orang yang benar-benar bodoh seperti itu, dan sok-sok an menjadi preman.
Si bos preman semakin marah melihat wanita di depan nya terus menertawakan dia.
Dia pun segera memerintahkan anak buah nya untuk menyerang Shinta.
__ADS_1
" Hei apa yang kalian tunggu, cepat serang wanita sialan itu. Dasar goblok tolol." Ucap nya memarahi dan memaki anak buah nya.
Anak buah nya pun langsung menyerang Shinta, setelah mendapatkan perintah dari bos mereka.
Akhir nya perkelahian antara Shinta dan ke enam preman itu tidak bisa di elak kan lagi.
Bug..
Buug.. brak
Tidak butuh waktu lama, semua preman itu terkapar tidak berdaya.
Bahkan ada yang terlihat tidak bergerak, mungkin pingsan.
Dan hanya sisa satu orang lagi, yaitu pemimpin mereka. Perlahan Shinta berjalan mendekati bos preman itu, yang terlihat ketakutan.
" A-apa yang ingin kau lakukan, jangan mendekat." Ucap bos preman itu sambil perlahan mundur kebelakang, Shinta terus berjalan mendekati nya, hingga bos preman itu jatuh terjengkang karena tersandung kaki nya sendiri.
Dan terlihat celana di bagian ************ nya sudah basah, karena saking takut nya pria itu sampai kencing ke celana nya.
Dan tanpa di apa-apain sama Shinta preman itu pun pingsan, melihat itu Shinta memandang mereka dengan datar.
" Ck, jorok." Gumam Shinta, kemudian dia pun kembali masuk kedalam mobil nya. Dan melanjutkan perjalanan nya untuk pulang ke apartemen nya.
Gara-gara para preman itu dia harus berjalan memutar, dan cukup memakan waktu untuk sampai di apartemen nya.
Sedangkan tidak jauh dari lokasi tempat Shinta menghajar para preman tersebut, berdiri seorang pria yang tidak lain adalah Gio si dalang utama. Dia menyaksikan semua yang Shinta lakukan.
Dia tidak menyangka kalau Shinta ternyata begitu hebat, wanita itu ternyata menguasai ilmu bela diri.
Sekarang dia baru sadar, ternyata Shinta menyembunyikan kemampuan nya itu dari nya.
Dia malah tidak mengetahui kalau Shinta ternyata jago bela diri, pada hal dia sudah dua tahun lebih bersama wanita itu.
Gio memilih pergi dari sana, dia membiarkan para preman yang belum ada tanda-tanda mereka akan bangun setelah di hajar habis-habisan oleh Shinta.
Dia lebih memilih segera pergi dari sana, dari pada membantu orang-orang suruhan nya itu.
PLASHBACK OF.
****
Shinta tengah di sibuk kan oleh pekerjaan nya, dia terlihat fokus ke layar komputer di depan nya.
Hingga beberapa saat dia pun berhenti, lalu mematikan benda pipih tersebut.
Shinta meregangkan otot-otot tangan nya, kemudian menyandarkan kepala nya di kursi.
Dia terlihat menaruh tangan nya di belakang kepala sambil memejamkan mata nya.
__ADS_1
Entah apa yang sedang wanita itu pikirkan, hanya dia yang tau.
......Bersambung....