BALASAN UNTUK SUAMI PENGKHIANAT.

BALASAN UNTUK SUAMI PENGKHIANAT.
Part.20


__ADS_3

" Shin, kamu lagi apa sih Serius amat? Kita tunggu di meja makan aja yuck, aku udah lapar banget nih." Ucap Dewi yang tiba-tiba sudah berdiri di belakang shinta. Ntah sejak dari kapan wanita itu berdiri di sana.


" Aku masih ada sedikit pekerjaan kak sebentar lagi selesai, kakak duluan aja nanti aku nyusul, Ayah juga belum turun tuh." Ucap Shinta tanpa mengalihkan tatapan nya dari layar benda pinter tersebut.


Dewi yang tidak ingin mengganggu adik nya memilih menunggu di meja makan.


Beberapa saat kemudian pekerjaan Shinta akhir nya selesai.


Wanita itu beranjak dari tempat duduk nya lalu menyusul Dewi yang sudah menunggu di meja makan terlebih dahulu.


Di sana juga sudah ada bunda fahira, shinta menghampiri kedua wanita cantik itu lalu menarik salah satu kursi kosong untuk nya duduk di samping Dewi.


Kini mereka hanya menunggu Brama yang belum terlihat batang hidung nya.


Beberapa menit kemudian, baru terlihat Brama menuruni anak tangga, pria itu langsung menuju meja makan yang sudah di kelilingi oleh ketiga wanita kesayangan nya itu.


Seperti biasa bunda fahira akan mempersiapkan kursi untuk suami nya duduk. Pria itu pun duduk, mereka makan malam dalam keheningan seperti biasa.


Selesai makan mereka beranjak kekamar masing -masing untuk istirahat.


Sesampai di kamar Shinta membuka ponsel nya terlihat ada beberapa pesan dan juga panggilan tak terjawab di sana.


Di antara nya panggilan telepon dari Alex, terlihat ada dua panggilan tak terjawab dari pria itu.


Shinta memutuskan untuk menelpon balik pria itu, dia tau Alex tidak akan menghubungi nya kalau itu bukan karena pria itu ingin membicarakan hal penting.


Truuuttttt....


Nada panggilan tersambung...


("Hallo."terdengar suara berat seseorang di seberang sana.)


(" Hallo Lex, ada apa.?" )


(" Tadi Indra mengatakan, kalau Gio sempat datang ke rumah kamu dan mereka mengusir nya. Dia juga tidak sendirian Gio membawa serta perempuan itu. Dan mereka sekarang berada di rumah yang di belikan oleh Gio dulu." Ucap Alex.)


(" Biar kan saja mereka untuk malam ini, besok kita akan ke sana sekalian membawa mobil yang selama ini mas Gio pakai. Awasi terus mereka, pastikan mereka tidak keluar dari rumah itu sebelum kita datang ke sana besok, aku masih ada kejutan kecil untuk mas Gio dan juga Wanita sund*l itu." Ucap Shinta.)


("Oke, Aku pasti kan mereka tidak akan pergi ke mana-mana." Ucap Alex.)

__ADS_1


Setelah menghubungi Alex, Shinta membuka pesan dari Desi sahabat karib nya.


( Desi: Shin, kamu sibuk ngak besok? Temani aku ke mall yuck udah lama kita ngak belanja bareng.) Begitu lah kira-kira isi pesan tersebut. Setelah membaca shinta mengetik balasan.


( Me: maaf Des, bukan nya aku ngak mau nemenin kamu. Tapi aku ada sedikit urusan besok.")


Setelah mengirim balasan untuk pesan Desi, Shinta meletak kan ponsel nya di atas meja rias, kemudian dia merebahkan tubuhnya di atas ranjang. Tidak butuh waktu lama dia terlelap lalu memasuki alam mimpi.


Keesokan hari nya Shinta bangun lalu bergegas kekamar mandi, beberapa menit kemudian dia keluar dari kamar mandi. Wanita itu segera bersiap-siap karena dia akan pergi suatu tempat pagi ini, setelah selesai dia segera keluar dari kamar untuk turun ke lantai bawah.


Dia menuruni satu persatu anak tangga, terlihat para art nya yang sudah sibuk mengerjakan pekerjaan mereka masing-masing


Shinta menghampiri mereka.


" Non Shinta sudah bangun, non Shinta mau apa biar bibi buat kan.?" Tanya Bi Ira art yang khusus di tugaskan untuk memasak, sedangkan bi jum dia bagian bersih-bersih jadi saat ini dia sibuk dengan pekerjaan nya juga.


" Boleh bi, tolong buatkan seperti biasa ya bi." Ucap shinta. Kemudian di duduk di kursi, lalu mengambil dua lembar roti kemudian dia mengolesi nya dengan selai.


Bi ira pun datang membawa coklat panas kesukaan Shinta, wanita paruh baya itu meletakan segelas coklat yang terlihat masih mengepul asap nya di atas meja depan Shinta.


Wanita itu pun asyik dengan sarapan nya itu.


Wanita paruh baya itu menghampiri putri nya yang sedang asyik dengan sarapan nya .


" Loh sayang? Kamu sudah bangun.?" Tanya wanita cantik itu.


" Iya bund ." Jawab Shinta sambil nyengir menampilkan gigi putih nya.


Bunda fahira memperhatikan penampilan Shinta dari atas hingga bawah, shinta yang merasa di perhatikan mengangkat sebelah alis nya.


" Kenapa bunda menatap ku seperti itu, apa ada yang salah dengan penampilan ku.?" Tanya Shinta sambil ikut memperhatikan penampilan nya.


" Kamu sudah rapi saja jam segini, mau kemana ini kan hari libur.?" Ucap bunda fahira.


" Aku mau ke suatu tempat bunda, aku ingin memberikan kejutan untuk mas gio dan juga wanita itu, sekalian aku ingin mengambil mobil yang selama ini mas Gio pake." Ucap shinta.


" waah, pasti seru nih bunda boleh ikut yah." Ucap wanita itu dengan mata berbinar.


"Tapi bunda.." ucapan Shinta terpotong karena bunda fahira sudah menyela nya.

__ADS_1


" Pokok nya bunda ikut titik." Ucap wanita itu, akhir nya shinta mengalah percuma berdebat karena hasil nya tetap akan sama.


Karena bunda nya mau ikut, dia memutuskan menghubungi Alex untuk meminta bantuan pria itu.


("Hallo Lex, aku butuh bantuan kamu. Kirimkan dua orang anak buah kita untuk menjemput seseorang. alamat nya sudah aku kirim ke ponsel kamu, tapi ingat jangan pakai kekerasan. Cukup katakan pada nya bahwa aku yang menyuruh mereka menjemput nya karena aku ada urusan jadi tidak bisa menjemput nya." )Jelas Shinta panjang lebar.


(" Oke shin." Jawab Alex.)


Setelah itu panggilan terputus.


Shinta kembali ketempat nya duduk tadi menunggu bunda fahira sambil memainkan ponsel nya.


Triiing...


Ponsel nya berdering tanda ada pesan yang baru masuk.


Dia segera membuka pesan tersebut.


Ternyata dari Desi.


(" Oke ngak apa-apa, lain kali saja kita belanja bareng, kalau kamu butuh bantuan hubungi aku jangan sungkan.") T


("Oke Des, makasih yah.")


(Oke.")


Setelah bertukar pesan dengan Desi Shinta memasukan ponsel nya kedalam tas selempang yang akan dia bawa. Sambil menunggu bunda fahira shinta menghabiskan coklat nya yang sudah mulai dingin beberapa menit berlalu terlihat bunda fahira menuruni anak tangga di susul dengan ayah dan juga Dewi dari belakang.


" Kalian mau ke mana.?" Tanya dewi.


" kami mau bertamu ke rumah mas Gio yang di beli kan untuk Henny, kakak mau ikut, aku ingin memberikan mereka sedikit kejutan sekali lagi." Ucap Shinta.


" Kayak nya kali ini aku ngak ikut deh, lagi males ke man-mana." Ucap Dewi.


Sedangkan Brama hanya diam menyimak saja.


Sambil menikmati kopi ke sukaan nya.


........BERSAMBUNG......

__ADS_1


__ADS_2