
Beberapa saat kemudian..
Drrttt...
Ponsel Shinta berdering, wanita itu segera mengangkat nya.
(" Hallo.")
(" .......")
(" Langsung antar beliau masuk saja, saya ada di meja sebelah kiri dekat jendela." )
Setelah memutuskan sambungan telepon, Shinta terlihat asyik memainkan ponsel nya.
" Mereka sudah sampai bund." Ucap Shinta sambil menoleh ke arah bunda nya.
Sedang kan di luar restoran, terlihat sebuah mobil hitam berhenti di tempat parkiran restoran tersebut.
Lalu keluar seorang pria bertubuh kekar dari dalam mobil itu, kemudian pria itu membuka kan pintu mobil bagian belakang.
Dari dalam mobil bagian penumpang keluarlah seorang wanita paru baya dengan membawa tas yang dia gantung di bahu nya.
Wanita itu terlihat memandang sekeliling dengan wajah bingung.
" Loh tuan, kenapa saya di bawa ke sini? Di mana menantu saya.?" Tanya wanita itu.
" Ibu Shinta sudah berada di dalam nyonya, beliau sudah menunggu anda. mari ikut saya, saya akan mengantar anda masuk." Ucap pria itu. Setelah itu pria tersebut pun masuk kedalam restoran di ikuti oleh wanita itu dari belakang
Sesampai mereka di dalam restoran pria yang mengantar wanita itu kembali keluar setelah dia memastikan wanita tersebut sudah menemukan keberadaan Shinta. Terlihat Shinta melambai ke arah ibu mertua nya itu. Lalu dengan cepat wanita itu menghampiri menantu kesayangan nya. Shinta dan bunda Fahira pun berdiri menyambut ibu dari suami nya itu.
" Bu Fahira apa kabar.?" Ucap Wanita itu sambil menyalami wanita cantik yang lagi berdiri di hadapan nya, dan di balas senyum oleh Fahira.
" kabar baik bu, ibu Rahma sendiri apa kabar.?" Tanya bunda Fahira.
" Baik juga bu." Jawab bu Rahma.
__ADS_1
Setelah itu dia memeluk menantu nya, terlihat sekali ada kerinduan di mata wanita tersebut.
" Menantu ibu apa kabar, kamu ngak apa-apa kan nak?." Ucap bu Rahma dengan raut wajah khawatir.
" Aku baik-baik saja bu, ngak usah khawatir." Ucap Shinta sambil membalas pelukan ibu mertua nya.
Dan di saat kedua wanita beda generasi itu tengah asyik melepas rindu, makanan yang mereka pesan tadi pun datang, kedua wanita itu melepaskan pelukan mereka.
Shinta tadi sengaja memesan beberapa menu, untuk mereka agar kalau ibu mertua nya datang dia tinggal pilih menu yang sudah di sajikan tidak repot-repot memesan nya lagi.
"Ini mbak pesanan nya." Ucap pelayan tersebut.
" Makasih mbak." Ucap Shinta.
Sedang kan bu Rahma melihat kanan kiri seperti mencari seseorang. Dan tingkah nya di lihat oleh Shinta.
" Ibu kenapa.?" Tanya Shinta. Pada hal dia tau wanita di depan nya sedang mencari keberadaan Gio.
" Aah, ngak ap-apa. Oh ya dari tadi ibu tidak melihat Gio, apa dia tidak ikut.?" Tanya nya.
" Mas Gio ngak ikut bu, setelah ini kita akan ketempat mas Gio. Ayo bu kita makan, nanti makanan nya dingin jadi ngak enak." Ucap Shinta sedang kan bu Rahma hanya mengangguk sambil tersenyum ke arah menantu nya itu.
'Kenapa aku merasa mereka lagi dalam masalah? Apa hanya perasaan ku saja, semoga tidak terjadi apa-apa dengan rumah tangga putra dan menantu ku ya Allah.' batin nya.
" Loh bu Rahma, kenapa makanan nya hanya di lihat saja? Ayo di makan bu." Ucap Fahira yang berhasil membuat bu Rahma sadar dari lamunan nya. Begitu juga dengan Shinta dia seketika menoleh ke arah mertua nya itu.
" Eh iya bu, ini saya makan." Ucap wanita itu, sambil memasukan sesendok makanan tersebut kedalam mulut nya.
Setelah mereka selesai makan, Shinta memandang ke arah Fahira. Fahira menganggukkan kepala nya untuk meyakinkan Shinta bahwa ibu Rahma pasti akan mengerti.
"Sayang, bunda mau ke toilet. bu Rahma saya tinggal ke toilet sebentar." Ucap Fahira.
" Iya bu, silakan." Ucap bu Rahma.
Fahira pun segera beranjak dari kursi nya, kemudian meninggalkan Shinta bersama bu Rahma. Bunda Fahira sengaja melakukan itu untuk memberi peluang agar Shinta bisa lebih leluasa berbicara dengan ibu mertua nya tersebut.
__ADS_1
Setelah bunda Fahira keluar, Shinta mengutarakan maksud dia meminta orag untuk menjemput ibu Rahma.
" Bu maafkan aku kalau aku ada salah sama ibu selama ini, maaf kalau selama ini aku belum bisa menjadi menantu yang baik buat ibu." Ucap Shinta.
Ibu Rahma mengernyit bingung, dia belum faham dengan maksud menantu nya itu.
" Kamu itu Ngomong apa sih sayang? Kamu ngak pernah buat salah sama ibu. dan kamu adalah menantu terbaik yang pernah ibu punya." Ucap bu Rahma.
" Bu, kalau misal nya aku sama mas Gio tidak lagi cocok, apa ibu akan membenci ku.?" Tanya Shinta.
Perkataan Shinta semakin membuat bu Ramha bingung.
" Sebenar nya ada apa nak?katakan sama ibu, apa Gio menyakiti mu.?" Tanya wanita itu.
LhShinta mengeluarkan ponsel dari dalam tas nya, kemudian mencari video yang di ambil saat di pernikahan Gio dan Henny.
Kemudian dia memberikan ponsel nya itu ke pad bu Rahma.
" Ibu bisa lihat video ini." Ucap Shinta sambil menyerahkan ponsel nya ke hadapan bu Rahma, wanita itu pun meraih ponsel milik menantu nya itu. Lalu mata nya fokus ke sebuah Video yang menunjukan sepasang mempelai tengah duduk manis di pelaminan terlihat binar bahagia dari wajah kedua mempelai itu.
Mata bu Rahma terbelalak melihat siapa mempelai pria yang ada dalam video tersebut.
Wanita paruh baya itu menoleh ke arah menantu nya yang terlihat masih tenang duduk di depan nya.
Dia kembali mengalihkan padangan nya ke layar ponsel di tangan nya.
Perlahan air mata wanita paru baya itu luruh membasahi pipi tirus nya yang sudah mulai menampakan kerutan- kerutan halus.
Bu Rahma sangat kenal dengan mempelai pria di dalam video itu, hati nya sakit bercampur kecewa. Gio putra nya itu benar-benar keterlaluan, diam -diam ternyata sudah menukahi wanita lain tanpa
memikirkan perasaan istri nya yang telah banyak berkorban untuk keluarga mereka. Dengan menyakiti perasaan Shinta sama saja menyakiti dia sebagai ibu nya.
Bahkan putra nya itu tidak memberitahukan masalah sebesar ini ke pada nya.
Selesai menyaksikan video pernikahan Gio, tiba -tiba wanita paruh baya itu bangkit dari duduk nya, kemudian berlutut di depan kaki Shinta, tapi Shinta segera menghentikan aksi dari ibu mertua nya itu.
__ADS_1
" Apa yang ibu lakukan? Jangan seperti ini, ayo bangun bu." Ucap Shinta sambil membantu bu Rahma berdiri dan kembali duduk di kursi nya.
......Bersambung.....