
" Ampun bund, ngak lagi deh janji." Ucap Shinta sambil mengangkat jari nya membentuk huruf V.
" Udah ah, bunda mau pulang. kamu masih mau di sini?." tanya bunda Fahira.
" Iya udah ayo."
kedua wanita cantik itu pun keluar dari ruangan tersebut lalu mereka turun ke lantai dasar. di sana ternyata masih terlihat ramai pengunjung.
" Aku temui Reva sebentar ya bund, bunda tunggu di mobil." Ucap Shinta.
Bunda Fahira mengangguk, kemudian keluar dari restoran milik Shinta terlebih dahulu. Sedang kan Shinta segera mencari keberadaan Reva, wanita itu menghampiri Reva yang sedang sibuk dengan pekerjaan nya.
" Reva, kamu handle semua nya yah, saya mau pulang dulu." Ucap Shinta.
"Iya bu, hati-hati di jalan bu." Ujar gadis itu.
sambil tersenyum menatap atasan nya itu.
Shinta pergi meninggalkan Reva yang masih menatap punggung wanita itu hingga hilang dari pandangan nya.
" Woii, lo lagi liat apaan sih, sampe segitu nya." Ucap seseorang sambil menepuk pelan bahu Reva dan membuat gadis itu terperanjat kaget. Reva membalikkan badan nya lalu menatap orang itu dengan tajam.
" Apaan sih lo Don, ngagetin orang aja." kesal Reva, kemudian berlalu meninggalkan Doni rekan kerja nya itu.
"Yah gue di tinggal sama ayang bebeb." Gumam nya.
" Ayang bebeb, tunggu gue." teriak Doni sambil mengejar Reva yang sudah menjauh dari nya.
" Apaan sih lo teriak-teriak, ini di restoran bukan hutan. Sana lo balik kerja, kenapa malah buntuti gue." Ucap Reva yang kesal melihat Doni yang malah mengikuti nya di saat mereka sedang sibuk-sibuk nya melayani pengunjung restoran itu.
" Jangan galak-galak dong ayang bebeb, nanti cantik nya hilang loh." Ucap Doni sambil menaik turunkan alis nya sambil tersenyum ke arah Reva yang menatap nya dengan tajam.
" Kenapa lo senyum- senyum begitu? Lo liat noh teman -teman kita pada sibuk layani pengunjung, lo malah teriak-teriak ngak jelas di sini, ke sambet apa loh? sana lo bantuin. Atau lo mau gue aduin sama bu Shinta, biar lo di tendang dari restoran ini.?" Ucap Reva yang sudah geram melihat tingkah konyol Doni, walau sebenar nya dia cukup terhibur dengan itu sih.
" Jangan dong ayang bebeb, nanti kalau gue di pecat gue ngak bisa ketemu elo, terus kalau gue kangen gimana.?" Ucap nya dengan wajah yang di buat sok sedih. Itu malah membuat Reva jadi geli melihat nya.
" Sana kerja, atau gue lempar pake sepatu nih." Geram Reva sambil berjongkok dan memegang sepatu di kaki nya.
__ADS_1
"Iya-iya gue pergi sekarang." Ucap Doni sambil berlari tunggang langgang, dengan sesekali menoleh kebelakang . Dia takut Reva akan mengejar nya dan melempar nya pake sepatu.
Karena berjalan sambil melihat kebelakang Doni tanpa sengaja menabrak seseorang yang ada di depan nya.
Bruuuukk..
" Aauuww, aduh bokong ku." Ucap orang yang di tabrak oleh Doni.
Membuat orang itu jatuh dan terduduk di lantai.
" Maaf gue ngak sengaja." Ucap Doni sambil menjulurkan tangan nya untuk membantu orang yang dia tabrak tadi.
Orang itu pun menoleh ke arah Doni hingga mata mereka bertemu, Doni terkejut melihat gadis yang baru saja dia tabrak begitu juga dengan gadis itu.
" Elo.?" Ucap Doni sambil menunjuk ke arah gadis tersebut.
" Kak Doni? Kenapa kakak terlihat buru-buru, kayak orang habis liat hantu.?" Ucap Kirana. Ya yang di tabrak oleh Doni adalah Kirana karyawan baru di restoran milik Shinta.
" Yang ini lebih menakutkan dari pada hantu tau ngak." Ucap Doni dengan asal. Kirana mengernyit bingung.apa yang lebih menakutkan dari hantu.? Batin nya.
" Emang nya apa itu kak.?" Tanya Kirana yang tidak mengerti.
" Hah, mana kak.?" Ucap gadis itu sambil melihat kesana kemari, untuk mencari kucing betina yang di maksud oleh Doni.
" Kamu cari apaan.?" Tanya Doni dengan heran.
" Kucing betina yang sedang mengamuk, bukan kah tadi kak Doni baru di kejar sama kucing itu.?" Ucap Kirana dengan tampang polos nya, sehingga membuat Doni jadi gemes sendiri.
" Aduh, ini cewek polos atau bodoh ya.?" Gumam Doni, sambil menepuk dahi nya sendiri, membuat kirana bingung.
" Kepala nya kenapa kak, pusing ya.?" Tanya kirana.
" Ini cewek udah bodoh, bawel lagi" Doni kembali bergumam
" Barusan kakak ngomong sesuatu.?" Tanya kirana.
" Oh ngak kok, gue ngak ngomong apa-apa." Jawab Doni sambil menggarukkan kepala nya yang tidak terasa gatal.
__ADS_1
" Oh, kepala kakak masih pusing ?" Tanya nya lagi.
" Iya, kepala gue makin pusing, Saat gue ngomong sama lo. Udah ah gue mau lanjut kerja." Ucap Doni kemudian pergi meninggalkan Kirana yang masih setia berdiri menatap punggung Doni yang menjauh hingga tak terlihat lagi. Setelah kepergian Doni Kirana pun melanjutkan aktifitas nya kembali.
******
" Akhir nya bisa rebahan, capek banget hari ini.
Setelah benar-benar terlepas dari mas Gio, aku akan kembali bebas seperti dulu, aku akan melakukan apa pun yang aku suka." Ucap Shinta sambil menatap langit-langit kamar nya.
Tiba-tiba dia mengingat sesuatu, kemudian segera bangun dan turun dari ranjang. Shinta membuka sebuah lemari di dalam nya adalah kenang-kenangan nya saat bersama dengan Gio sebelum mereka menikah. Barang-barang sederhana yang Gio berikan kepada nya sebagai hadiah.
Shinta tidak pernah memandang apa yang Gio berikan kepada nya dari soal harga barang itu mahal apa ngak.
Yang penting buat Shinta adalah Gio mencintai nya, seperti dia yang begitu mencintai dan mempercayai pria itu
Hingga saat mereka menikah, hubungan nya sama Gio sempat tidak di restui oleh Brama ayah nya.
Namun karena dia terus menyakinkan kedua orang tua nya untuk merestui hubungan mereka, dan karena bujuk rayuan dialah akhir nya Brama mengijinkan Shinta menikah dengan Gio.
Dan di saat ayah nya tidak menyukai Gio, Shinta memutuskan untuk pindah ke rumah yang dia beli sebelum mereka menikah. Rumah itu yang mereka tempati hingga Gio memilih untuk menghianati janji suci mereka. Tanpa sadar cairan bening lolos dari kelopak mata nya.
Tok..tok..tok...
Suara pintu kamar nya di ketuk dari luar, berhasil membuyarkan lamunan Shinta, Shinta menoleh ke arah pintu tersebut, dan segera mengusap cairan bening yang jatuh tanpa di undang itu.
Tok..tok..
Suara ketukan itu kembali terdengar.
" Dek, apa kakak boleh masuk.?" Tanya Dewi di depan pintu kamar adik nya. Walau pun mereka kakak adik, mereka selalu menghargai privasi masing-masing, kalau ingin masuki kamar salah satu dari mereka, mereka wajib ijin dulu kepemiliknya.
" Masuk aja kak, pintu nya ngak di kunci." Teriak Shinta.
Pintu kamar pun terbuka, Dewi masuk lalu menghampiri Shinta yang masih sibuk mengeluarkan semua isi lemari itu.
" Kenapa di bongkar dek? Emang mau di apakan semua ini.? Tanya Dewi sambil menatap setumpuk barang yang baru saja Shinta keluarkan dari lemari nya.
__ADS_1
Kira-kira apa yang akan Shinta lakukan dengan semua barang pemberian dari Gio yang selama ini telah dia simpan dengan rapi selama hampir tiga tahun lama nya? Dan kenapa baru sekarang dia membongkar semua itu.?..
........Bersambung......