
Sekarang Shinta sudah rapi, sebentar lagi dia akan pergi ke suatu tempat sebelum dia berangkat bekerja, hari ini dia akan ke kantor agak siang, karena jadwal nya juga tidak ada pagi ini.
Setelah selesai bersiap dia segera keluar dari kamar nya, dia menuruni satu persatu anak tangga.
Saat sampai di bawah, dia melihat bunda nya yang sedang sibuk membuat sarapan bersama para art nya.
Shinta menghampiri mereka, Fahira yang menyadari Shinta tengah berjalan ke arah mereka pun tersenyum.
" Kamu sudah mau berangkat sayang, ini masih terlalu pagi. Sarapan dulu." Ujar nya.
Fahira menarik kursi kosong untuk dia duduk tepat di depan putri nya.
"Aku sarapan pakai roti aja bun." Ucap nya, Shinta mengambil roti lalu mengolesi nya dengan selai coklat.
Kemudian dia memakan nya, di temani segelas coklat panas kesukaan nya.
Setelah selesai dia pun berpamitan sama bunda Fahira.
" Bun, aku berangkat dulu yah." Pamit Shinta sambil mencium tangan Fahira.
Fahira hanya mengangguk kan kepala nya, tapi saat Shinta akan segera keluar dari rumah, dia berpapasan dengan sang ayah yang juga sudah terlihat rapi, seperti nya pria paruh baya itu juga akan berangkat ke kantor.
Shinta pun sekalian pamit juga sama Brama.
" Pagi yah, aku berangkat dulu ya." Ujar nya.
" Pagi sayang kamu sudah mau berangkat juga." Sahut Brama.
" Iya Ayah, aku ada sedikit urusan sebelum kekantor, aku berangkat dulu." Shinta melakukan hal yang sama kepada ayah nya seperti yang dia lakukan sama bunda Fahira.
Setelah itu Shinta berlalu dari sana menuju pintu keluar.
*****
Di tempat yang berbeda, seorang wanita perlahan membuka mata nya dan betapa terkejut nya dia saat menyadari bahwa dia sedang berada di tempat yang begitu asing, dia kemudian mengingat-ingat apa yang telah terjadi.
Seketika bayangan saat diri nya di bawa oleh beberapa pria yang tidak di kenal memenuhi kepala nya.
Sekarang dia mengingat semua nya, wanita itu mulai panik.
Dia ingin bangkit berdiri tapi tidak bisa, karena tangan dan kaki nya di ikat. Posisi nya sekarang dia sedang duduk di sebuah kursi dengan keadaan terikat.
Dia pun berteriak meminta untuk di lepaskan.
" Apa yang sudah kalian lakukan pada ku brengs*k, keluarkan aku dari sinii." Teriak nya
Dia terus berteriak meminta untuk di lepaskan.
Tapi tidak ada orang yang datang untuk melepaskan nya, hingga pada akhir nya dia lelah, karena tenggorokan nya terasa sakit.
__ADS_1
*****
Sekarang Shinta sudah sampai di tempat tujuan nya, setelah menempuh perjalanan hampir satu jam lebih, Shinta memasuki area bangunan yang lumayan besar di depan nya.
Di sana sudah ada Alex beserta beberapa anak buah nya yang sudah menunggu.
Alex segera menghampiri Shinta begitu mobil Shinta berhenti tidak jauh dari mereka.
Shinta keluar dari mobil nya, dia melihat Alex sedang berjalan menghampiri nya.
" Kau sudah sampai Shin.?" Tanya nya untuk sekedar berbasa-basi.
" Kalau aku belum sampai, mana mungkin aku sudah berdiri di sini." Sahut Shinta. Alex yang mendengar ucapan Shinta menggaruk kepala nya yang tidak gatal, Dia menjadi malu sendiri.
" Di mana tikus-tikus itu Lex.?" Tanya Shinta. Sambil berjalan memasuki bangunan itu.
" Tenang aja mereka berada di tempat yang aman, emang apa yang ingin kau lakukan kepada mereka.?"
Shinta tersenyum mendengar pertanyaan Alex, bagi orang yang tidak mengerti arti dari senyuman itu mungkin mereka akan mengira kalau tidak akan terjadi apa-apa setelah nya.
Berbeda dengan Alex dan anak buah nya, mereka sudah tau arti dari senyuman itu.
" Aku tidak akan melakukan apa-apa pada nya, aku hanya ingin mengajak mereka sedikit bermain-main saja." Ujar Shinta.
Mereka pun terus berjalan memasuki bangunan itu hingga mereka sampai di sebuah ruangan, samar-samar terdengar teriakkan orang dari dalam ruangan tersebut.
Orang itu terdengar berteriak menyuruh siapa pun untuk melepas kan nya.
Dia ingin tau bagai mana reaksi wanita yang ada di dalam ruangan itu saat melihat diri nya.
Sedangkan di dalam, wanita yang tadi berteriak histeris meminta untuk di bebaskan segera menoleh kearah pintu masuk, saat dia mendengar pintu itu di buka oleh seseorang dari luar. Mata nya berbinar, dia mengira yang barusan masuk ke ruangan itu adalah orang yang datang untuk membawa nya pergi dari ruangan tempat nya di sekap.
" Mas, mas tolong aku. Mereka menyekap ku di sini tolong bawa aku pergi dari sini aku mohon, aku akan melakukan apa pun yang mas inginkan asal mas bisa bawa aku keluar dari sini." Ucap
perempuan itu sambil mengedipkan sebelah mata nya ke arah A
Indra dengan senyuman menggoda. Indra bukan nya tergoda oleh sikap centil wanita itu dia malah merasa geli dan jijik melihat nya.
" Oh benarkah? Anda bersedia melakukan apa pun untuk saya nona? kalau saya berhasil membawa anda keluar dari sini.?"
"Iya mas, cepat buka tali ini mas. Kita harus keluar dari ruangan ini sebelum orang-orang jahat itu datang." Ujar nya.
" Kalau misal nya saya ingin membawa anda ke kantor polisi, apa kah anda akan bersedia melakukan nya.?" Tanya Indra dengan senyum yang tidak dapat di artikan.
"A-apa.?"
" Hahaha..,wajah anda ngak usah tegang begitu saya hanya bercanda." Ujar nya, membuat wanita itu menghela napas lega.
" Oke, saya akan membawa anda pergi dari sini, namun sebelum itu ada seseorang yang ingin bertemu dengan anda terlebih dahulu." Ujar Indra.
__ADS_1
" S-siapa?."
Wanita itu mulai terlihat waspada, dia menatap pria di depan nya dengan lekat.
Shinta yang mendengar perkataan perempuan itu tersenyum miring, karena dia kenal betul dengan suara tersebut.
Prok..prok..
Indra menepuk tangan nya dua kali, Shinta dan juga Alex langsung memasuki ruangan itu.
Sedang wanita yang sedang duduk di kursi dengan tangan dan kaki nya terikat itu, seketika membulatkan mata nya di saat melihat siapa yang tengah berdiri di hadapan.
" S-Shinta.? "
" Hai sudah lama kita tidak bertemu." Ucap Shinta menyapa wanita itu dengan senyum mengejek.
" Sialan kau Shinta, jadi kau dalang di balik semua ini hah? Lepaskan aku jal*ng." Teriak nya.
Shinta mendekati wanita itu lalu memegang dagu nya.
" Ck jal*ng teriak jal*ng, Henny-Henny aku sudah pernah memberikan peringatan sama kamu, tapi kau malah kembali membuat ulah. Dan kali ini kamu sudah melewati batas kesabaran ku, kau akan merasakan akibat nya karena telah berani mengusik keluarga ku." Ucap Shinta dengan geram.
" Cuiih." Henny malah meludahi Shinta, untung Shinta dengan cepat menghindar sehingga tidak sampai mengenai wajah nya.
Hal itu membuat Shinta emosi.
PLAAKK.. PLAAKK...
Tamparan kuat mendarat di pipi kanan dan kiri Henny, Shinta tersenyum miring.
Shinta berjalan memutari kursi yang Henny duduki, dia berhenti tepat di belakang Henny.
" Wah rambut kamu sudah panjang lagi yah, udah bisa di bawa kesalon nih. Tapi sayang nya aku tidak suka menjadi tukang cukur. Aku suka nya melukis, gimana kalau aku melukis sesuatu di kulit wajahmu yang mulus ini. Pasti itu akan membuat kamu makin cantik deh." Ucap Shinta sambil mengelus pipi Henny.
Sedangkan Henny wajah nya sudah banjir dengan air mata sambil menggelengkan kepala nya.
" Haaa, kek nya ngak seru kalau kita hanya main berdua, gimana kalau kita tambah satu anggota lagi." Ucap Shinta.
Dia memberikan kode ke Alex agar membawa pelayan cafe itu ke hadapan nya sekarang. Alex yang mengerti langsung menjalan kan
Perintah dari Shinta.
Sedangkan Henny sudah terlihat ketakutan, dia memohon kepada Shinta untuk melepaskan nya.
" Aku minta maaf Shinta, tolong lepaskan aku, biarkan aku pergi dari sini. Aku janji setelah ini aku tidak akan mengusik kamu dan keluarga mu lagi."
" Kamu tenang aja Henny, aku pasti akan melepaskan mu. Tapi setelah aku selesai memberikan kau kenangan yang tidak akan kau lupakan seumur hidup." Ujar Shinta
Kira-kira kenangan apa yang akan Shinta berikan kepada Henny.?.
__ADS_1
....Bersambung....