BALASAN UNTUK SUAMI PENGKHIANAT.

BALASAN UNTUK SUAMI PENGKHIANAT.
Part.36


__ADS_3

" Ya udah, kalau gitu kakak ke kamar dulu." Ucap Dewi. Setelah mengatakan itu Dewi beranjak dari sana untuk pergi ke kamar nya sendiri.


Sedangkan Shinta, wanita itu masih setia duduk di sofa sambil menikmati minuman nya.


Tak lama kemudian bunda Fahira datang menemui nya.


"Kalian udah pulang, kakak kamu mana.?" Tanya nya.


Shinta menoleh ke arah Fahira lalu wanita itu tersenyum.


" Iya bund, kak Dewi udah ke kamar nya." Ucap Shinta.


Bunda Fahira mengangguk, dia melihat arloji yang melingkar di pergelangan tangan nya.


Waktu ternyata sudah hampir menjelang magrib.


Saat mereka sedang asyik mengobrol terdengar suara mobil yang memasuki pekarangan rumah.


" Itu ayah kamu sudah pulang, kamu mandi gi sana bau asem.Bunda mau kedepan dulu." Ucap bunda Fahira sambil berjalan menuju pintu untuk menyambut suami nya yang baru pulang.


Shinta mengendus tubuh nya sendiri setelah mendengar perkataan bunda Fahira.


" Masih wangi kok." Gumam nya.


Tak lama kemudian bunda Fahira kembali bersama ayah brama, pasangan yang sudah berumur itu menghampiri Shinta, dengan berjalan berdampingan. Shinta segera menyalami ayah nya, kemudian dia kembali duduk ketempat semula.


Brama juga ikut bergabung di sana beserta Fahira.


"Bagai mana perkembangan perusahaan ayah, apa semua nya lancar?" Tanya Shinta setelah Brama duduk.


" Sejauh ini lancar-lancar saja sayang, tidak ada yang perlu di khawatirkan." Jawab Brama.


Shinta menganggukkan kepala nya, sedangkan bunda Fahira dia tidak ikut berkomentar karena dia tidak begitu paham akan masalah perusahaan.


" Syukurlah kalau begitu yah, Ayah, bunda aku ke kamar dulu ya." Ucap Shinta.


Kemudian wanita cantik itu beranjak dari sana lalu menaiki anak tangga menuju kamar nya.


Saat sampai di depan pintu kamar nya dia melihat Dewi yang baru keluar dari kamar nya sendiri, seperti nya wanita itu hendak turun ke bawah. Dewi yang melihat adik nya hendak membuka pintu kamar, dia dengan cepat menghampiri Shinta.


" Dek, Ayah sudah pulang belum.?" Tanya nya.

__ADS_1


Shinta menoleh ke arah Dewi, tiba-tiba ponsel dalam tas nya berdering.


Drrrttt..Drrrttt..


Shinta segera merogoh tas nya lalu mengeluarkan ponsel nya, dia melihat siapa yang menelpon.


Itu dari nomor yang tidak di kenal, Shinta mengabaikan nya dia kembali memasukan ponsel nya kedalam tas.


" Siapa yang nelpon dek.? Kok ngak di angkat.?" Tanya Dewi, Dewi memang selalu seperti itu, kalau dengan Shinta.


Tapi Shinta tidak mempermasalahkan nya, Shinta menganggap itu sebagai bentuk perhatian Dewi terhadap diri nya.


"Bukan siapa-siapa kak, mungkin hanya orang iseng. Oh ya tadi kakak nanya Ayah? Sudah pulang tuh udah di bawah. Emang ada apa sih kak? Tumben kakak cari ayah." Ucap Shinta.


Dewi hanya tersenyum tipis mendengar pertanyaan adik nya itu lalu dia menjadi gemes sendiri dan mengacak rambut Shinta.


" Ih apaan sih kak, sudah sana bukan nya kakak mau ketemu ayah." Ujar Shinta. Sambil merapikan rambut nya yang sedikit berantakan karena ulah Dewi.


" Buruan mandi, bau tau." Ucap Dewi sambil memencet ujung hidung nya saat melewati Shinta.


Setelah kepergian Dewi, Shinta masuk kedalam kamar nya.


Dia segera bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan diri.


Dia menuju meja rias untuk melakukan perawatan kecil di wajah nya. Ponsel nya kembali berdering, Shinta segera menghampiri tas nya yang dia letakkan di atas ranjang tadi. Dia mengambil dan melihat siapa yang menghubungi nya. Ternyata nomor yang tak di kenal lagi, Shinta memutuskan untuk mengangkat nya.


(" Hallo ini siapa ya.?" ) Ucap Shinta, namun tidak ada jawaban dari sebrang sana, lalu sambungan telpon pun terputus.


" Siapa sih yang iseng, ganggu orang aja." Gumam nya.


Shinta melempar ponsel nya ke atas ranjang, kemudian dia kembali duduk di depan meja rias nya.


********


Di tempat lain seorang wanita tengah tersenyum senang karena dia berhasil mengerjai musuh nya.


" Hahahaa, dia pasti sedang kesal sekarang. Aah andai saja aku bisa melihat wajah nya pasti lucu." Ucap nya sambil tertawa seperti orang gila.setelah menghubungi nomor Shinta,Henny menonaktifkan nomor yang baru saja dia guna kan itu.


" Hen, kamu kenapa tertawa sendiri? Ngeri tau liat nya, emang ada apa sih kayak seneng banget gitu." Ucap temen nya.


" Iya Mit, aku lagi happy nih, karena barusan aku kerjain wanita sombong itu, dia pasti sedang kesal sekarang." Ucap Henny dengan bangga.

__ADS_1


" Hah emang apa yang kamu lakukan.?" Tanya Mita.


Sambil menatap Henny dengan wajah penasaran. Mita adalah teman Henny, mereka kenal sudah cukup lama.


Saat itu mereka adalah rekan kerja di supermarket tempat Henny bekerja sebelum mengenal Gio.


Mita sendiri tidak tau siapa wanita yang temen nya sebut dengan wanita sombong.


" Ada deh, Mita aku boleh minta bantuan kamu ngak." Tanya Henny.


" Emang kamu mau aku lakukan apa.?" Tanya Mita


"Bantu aku untuk membalas perbuatan mereka, kamu liat ini." Ucap Henny, wanita itu perlahan membuka rambut palsu yang menutupi kepala nya. Dan terlihat lah kepala Henny yang gundul tanpa rambut


Mita seketika melotot kan mata nya dengan menutup mulutnya.


Dio syok melihat ke adaan Henny.


" Ya ampun Hen, apa yang telah terjadi? Ada apa dengan rambut kamu.?" Wanita itu melontarkan pertanyaan bertubi-tubi terhadap Henny.sebenar nya dia merasa lucu melihat itu, pengen ketawa tapi dia kasian juga sama temen nya itu.


" Ini semua perbuatan mereka Mit, wanita itu ngak terima kalau aku dan mas Gio bersama, jadi dia menyuruh seseorang untuk menculik aku dan mas Gio, aku dan mas Gio di bawa ketempat seperti gudang.


Di sana mereka menyiksa aku dan mas Gio hingga kami tidak sadarkan diri. Dan saat kami sadar kami sudah berada di rumah sakit." Ucap Henny, dia tidak menceritakan semua nya kepada mita.


Dia juga tidak mengatakan kalau orang yang telah melakukan semua itu kepada nya adalah istri sah dari Gio itu sendiri.


Henny tidak mau kalau Mita mengetahui dia yang menjadi seorang pelakor. Yang Mita tau Henny menikah dengan Gio yang merupakan pemimpin dari sebuah perusahaan yang cukup terkenal di kota itu.


" Terus suami kamu sekarang ke mana.?" Tanya nya.


" Dia sedang ada urusan di luar kota Mit, Maka nya aku ke sini.


Bosan di rumah sendirian." Ucap Henny. Pandai sekali dia mengarang semua cerita.


Dan bodoh nya temen nya itu percaya begitu saja, dengan semua cerita yang di lontarkan oleh Henny.


'Yes keliatan nya Mita percaya dengan apa yang aku omongin.' batin nya.


" Jadi gimana kamu mau kan bantu aku.?" Ucap Henny dengan wajah memelas.


Mita menghela napas nya, dia menatap lekat mata temen nya itu, sebenar nya dia masih ragu dengan apa yang di ceritakan oleh Henny. Karena mereka pun tidak terlalu dekat, tiba-tiba Henny datang ke kontrakan nya untuk meminta bantuan ke pada nya.

__ADS_1


Kira- kira Mita mau ngak ya bantu Henny.?..


..........Bersambung.....


__ADS_2