
Bu salma membuka satu persatu isi album itu, setelah mendapatkan apa yang dia cari, wanita paruh baya itu meletakkan album itu di hadapan Shinta.
Di sana terlihat sebuah gambar atau foto seorang gadis cantik tengah tersenyum dan tangan nya di angkat sedikit dengan jari di buat berbentuk huruf V.
Shinta memperhatikan foto itu, lalu beralih menatap bu Salma.
Gambar di foto itu sama persis dengan gadis kecil yang memberikan nya sebuah gelang hari itu, jadi bagai mana mungkin gadis itu di nyatakan meninggal satu tahun yang lalu. Sedangkan dia baru bertemu bahkan sempat mengobrol dengan nya walaupun hanya sebentar saja.
" Ini benar foto kayla bu, persis dengan gadis yang memberikan saya gelang saat pertama saya berkunjung kemari." Ujar Shinta sambil terus memperhatikan sebuah foto yang ada di hadapan nya.
" Iya nak, itu memang foto kayla. dan dia sudah tiada satu tahun yang lalu karena sakit." Ujar bu Salma.
Shinta hanya diam mendengar nya, dia berperang dengan pikiran nya sendiri. Dia masih syok dan belum percaya dengan kenyataan yang baru saja dia dengar. Shinta pun memutuskan untuk tidak membahas tentang kayla lagi.
Dia tau kalau bu Salma saat ini perasaan nya tidak baik-baik saja, karena dia mengungkit soal kayla. Wanita paruh baya itu pasti merasa sedih karena kehilangan. Shinta menjadi tidak enak dan merasa bersalah karena sudah membuat bu Salma kembali membuka duka yang sudah susah payah wanita itu tutupi.
" Maafkan saya bu karena membuat ibu sedih lagi, mungkin waktu itu saya terlalu capek dan banyak pikiran. Jadi membuat saya berhalusinasi, sekali lagi saya minta maaf bu." Ucap Shinta
Dia benar-benar merasa bersalah karena hal itu.
Bu Salma menatap Shinta dengan mata yang sudah memerah karena menangis, wanita itu masih berusaha tersenyum.
Shinta yang melihat itu semakin kasihan, dia memeluk wanita paruh baya itu untuk menenangkan nya, mereka berpelukan selama beberapa menit. Saat di rasa bu Salma sudah tenang Shinta pun perlahan melepaskan rangkulan tangan nya.
" Tidak apa-apa nak, ibu mengerti." Kata bu Salma.
Tanpa mereka sadari di depan pintu ruangan Bara yang mencari keberadaan Shinta dari tadi ingin menghampiri mereka, tapi dia mengurungkan niat nya karena mendengar Shinta dan bu Salma lagi membahas soal anak kecil yang bernama kayla.
Jadi dia memilih menunggu Shinta di luar ruangan itu saja, siapa kayla? itu lah yang ada di benak Bara, dia jadi penasaran ada hubungan apa Shinta sama anak itu.
Dan kenapa Shinta begitu ingin mengetahui tentang anak yang sedang dia bahas bersama ibu panti, dan ternyata anak itu sudah tiada bahkan sudah satu tahun yang lalu.
__ADS_1
Bara mendengar semua yang kedua wanita di dalam ruangan itu bicarakan, karena pintu ruangan yang tidak di tutup rapat.jadi membuat suara dari dalam ruangan itu terdengar jelas. tapi keberadaan nya tidak di ketahui oleh kedua wanita itu.
" Ya sudah bu, kalau begitu saya pamit dulu." Ucap Shinta sambil bangkit berdiri dari tempat duduk nya.
Begitu juga dengan bu Salma, wanita itu juga berdiri saat melihat Shinta yang akan segera pergi dari ruangan nya.
" Iya nak, terima kasih sudah mampir ke sini." Ujar bu Salma.
" Sama-sama bu, nanti kalau saya ada waktu saya pasti akan ke sini lagi untuk menjenguk anak-anak." Jawab Shinta sambil tersenyum ke arah bu Salma.
" Iya nak, mari ibu antar sampai kedepan." Ucap bu Salma.
" Ya bu, saya juga mau pamitan sama anak-anak." Ujar Shinta, mereka pun keluar dari ruangan itu. Dan di luar terlihat Bara yang sedang duduk di sebuah kursi sambil memainkan ponsel nya.
Mendengar suara derit pintu terbuka, Bara segera mengalihkan pandangan nya dari layar ponsel nya dan menoleh ke arah sumber suara itu.
Di sana Shinta dan bu salma baru keluar dari ruangan tersebut.
" Lo Bar, kamu ngapain di sini.? " Tanya Shinta saat melihat Bara yang tengah berjalan meng hampiri nya.
" E-ngak ngapa-ngapain, aku hanya sedang liat-liat di sekitar sini." Ujar pria itu dengan menggaruk pelipis nya. Dia tidak mengatakan kalau dia dari tadi mencari keberadaan Shinta, dan bahkan dia juga sudah mendengar semua pembicaraan kedua wanita itu.
" Oh!." Hanya itu balasan dari Shinta.
Sedangkan bu Salma hanya diam saja sambil memperhatikan kedua anak muda di.hadapan nya ini.
Tanpa ingin ikut dalam percakapan mereka.
Setelah itu Shinta melangkah pergi dari sana di ikuti bu Salma kedua wanita itu berjalan berdampingan. Mereka meninggalkan Bara yang masih setia berdiri di tempat sambil menatap punggung kedua wanita itu yang sudah mulai menjauh. Entah apa yang sedang dia pikirkan, hingga beberapa menit dia pun tersadar setelah kedua wanita itu sudah tidak terlihat oleh mata nya.
" Lah gue di tinggal." Gumam nya dengan tangan menepuk kening nya sendiri.
__ADS_1
Setelah itu dia pun bergegas menyusul Shinta dan juga bu Salma yang sudah pergi terlebih dahulu.
Saat sampai di di ruangan tempat mereka membagikan hadiah ke pada anak-anak tadi, Bara melihat Shinta yang tengah mengobrol sesekali terlihat senyum manis tersungging di bibir tipis nya.
Dia sedang berpamitan dengan semua anak-anak itu.
Bara menghampiri nya, mereka pun berpamitan sama anak-anak karena mereka akan segera pergi dari panti tersebut.
Satu persatu anak-anak menyalami dan mencium tangan Shinta dan Bara dengan takzim.
Setelah selesai drama perpisahan akhir nya Shinta dan Bara pergi dari sana, begitu mobil mereka mulai bergerak meninggalkan area panti itu, semua anak-anak di sana melambaikan tangan nya ke arah mereka dan di balas lambaian juga oleh Shinta.
Di perjalanan terjadi keheningan di antara mereka, tidak ada yang memulai obrolan, Shinta yang hanyut dalam pikiran nya, dan Bara yang fokus mengemudi dengan sesekali melirik ke arah samping nya di mana Shinta duduk sambil menatap keluar jendela.
Bara yang mulai tidak tahan dengan keadaan yang terasa canggung bagi nya pun memberanikan diri untuk memulai percakapan nya terlebih dahulu.
Karena Shinta sejak tadi tidak menyapa nya sama sekali.
" Ran, kamu kenapa?." Tanya Bara.
Namun seperti tidak di dengar oleh Shinta, wanita itu masih dengan posisi nya sambil menatap keluar.
Bara pun menepuk pelan bahu Shinta hingga membuat sang empunya terkejut. Shinta refleks memegang tangan Bara dan langsung menekan kuat tangan itu.
" Aarrrtttkk.." teriak Bara, Shinta pun tersadar.
Dan segera melepaskan tangan Bara.
" Eh maaf, maka nya jangan memegang orang sembarangan." Omel Shinta, sambil menatap Bara tapi di mata wanita itu ada sedikit rasa bersalah, Bara merasakan tangan nya sedikit berdenyut akibat Shinta tadi, untung tangan ngak sampai di gelitir oleh wanita itu.
Bara jadi bingung sendiri, gerakan Shinta tadi benar-benar cepat, seperti seseorang yang sudah ahli bela diri.
__ADS_1
Dia tidak tau aja, kalau Shinta memang jago bela diri, cuma itu jarang Shinta lakukan dia hanya melakukan nya dalam ke adaan terdesak sebagai bentuk untuk melindungi diri nya.