BALASAN UNTUK SUAMI PENGKHIANAT.

BALASAN UNTUK SUAMI PENGKHIANAT.
Part.57. penguntit


__ADS_3

' jadi wanita ini yang telah membuat mbak Henny di penjara, dan dia juga yang menyebabkan ibu meninggal. Tunggu saja pembalasan ku.' batin gadis itu. Kemudian dia pun pergi menjauh dari ruangan


Shinta.


***


Tak terasa kini sudah hampir sore Shinta bersiap untuk pulang setelah berjam-jam duduk di hadapkan dengan tumpukan kertas di depan nya.


Dia meregangkan otot-otot nya yang terasa kaku karena terlalu lama duduk. Setelah bersiap, dia keluar dari ruangan nya dan berjalan keluar dari kantor.


Dia pun menuju mobil nya, perlahan mobil yang di kendarai nya bergerak meninggalkan area perusahan itu. Sedangkan dari kejauhan ada sepasang mata yang tengah memperhatikan gerak-gerik nya, namun Shinta acuhkan saja.


Selagi orang itu tidak mengganggu atau mencari masalah dengan nya dia tidak akan peduli.


Dengan santai dia mengendarai mobil nya dengan kecepatan sedang membelah padat nya jalanan ibu kota.


**


Di tempat lain seorang gadis mengeluarkan ponsel dari dalam tas nya lalu menghubungi seseorang.


" Hallo, kalian ikuti mobil hitam itu, dan jangan sampai membuat nya curiga. Mengerti." Perintah nya yang entah di tunjukan untuk siapa.


Setelah itu dia pun memasukan ponsel nya kembali kedalam tas yang dia bawa. Kemudian pergi dari sana dengan seringai di bibir nya.


Di posisi Shinta, dia masih fokus menyetir tiba-tiba dia melihat dari kaca spion, ada sebuah mobil putih mengikuti mobil nya dari jarak yang cukup jauh.


Shinta mengabaikan nya begitu saja, selagi orang yang berada dalam mobil putih itu tidak mengganggu nya. Maka dia akan diam saja sambil melihat sejauh mana orang itu ingin bermain-main dengan nya.


Saat dia masih fokus mengemudi, terdengar suara dari alat yang menempel di telinga nya.


" Queen, seperti nya mobil berwarna putih itu mengikuti anda. Apa perlu kami singkirkan.?" Tanya nya.


" Tidak perlu, biarkan saja. Aku mau melihat apa yang ingin mereka lakukan." Jawab Shinta.


" Baik Queen."


Setelah berkomunikasi dengan anak buah nya Shinta pun dengan santai mengendarai mobil milik nya kemudian dia melihat di depan nya ada sebuah minimarket dia pun sengaja memasuki area minimarket tersebut dan berhenti di tempat parkiran.


Setelah memarkirkan mobil nya Shinta keluar dari dalam mobil dan masuk kedalam minimarket itu.


Shinta tersenyum miring, di saat dia melihat mobil yang dari tadi menguntit nya juga ikut berhenti dan seorang pria keluar dari mobil itu dan ikut masuk kedalam minimarket.


Shinta tetap tenang dia memilih beberapa cemilan dan barang yang ingin dia beli kemudian dia pun pergi ke kasir untuk membayar belanjaan nya.

__ADS_1


Begitu juga dengan pria itu yang melihat Shinta sudah ingin keluar dari minimarket tersebut, dengan buru-buru dia mengambil sebotol air mineral kemudian ikut keluar dari sana.


Shinta masuk kembali kedalam mobil nya, kemudian dia pun pergi dari sana. Penguntit itu tidak tinggal diam, mereka juga segera pergi dari sana untuk mengikuti mobil milik Shinta.


Seperti nya mereka belum tau kalau pemilik mobil yang mereka ikuti telah menyadari keberadaan mereka.


Shinta yang melihat tidak ada tindakan dari mobil yang mengikuti nya pun mulai jenuh dan risih karena di ikuti terus.


Terlintas ide untuk menjahili mereka.


" Seperti nya kalian cuma ingin main-main ya, oke akan aku turuti." Gumam Shinta dengan senyum tipis di bibir nya.


Dan pada saat dia sudah berada di jalanan yang cukup renggang Shinta pun mempercepat laju kendaraan nya di atas kecepatan rata-rata.


Sedangkan mobil yang ada di belakang nya juga tidak tinggal diam, mereka pun menambah kecepatan nya untuk menyusul mobil milik Shinta.


" Sial, seperti nya wanita itu sudah tau kalau kita mengikuti nya." Umpat salah satu dari kedua orang tersebut.


Karena tidak ingin kehilangan jejak mereka pun terus berusaha mengejar mobil Shinta.


Dan terjadi lah aksi kejar-kejaran antara Shinta dan pengguna mobil putih tersebut.


Saat sampai di belokan yang cukup tajam Shinta menyeringai kemudian dengan kecepatan penuh menyalip sebuah truk yang berlawanan arah.


Sedangkan Shinta yang melihat itu tersenyum puas, dia pun pergi menjauh dari sana.


Beberapa saat kemudian dia pun sampai di depan apartemen nya.


Dia masuk dan sudah di sambut oleh bi kedua art nya.


" Eh non udah pulang." Sapa bi Sumi salah satu art yang ikut dengan nya.


" Iya bi." Sahut Shinta dengan ramah.


Dan saat sedang mengobrol dengan bi Sumi, bi Imah yang baru keluar dari arah dapur menghampiri kedua wanita beda generasi itu.


Melihat majikan nya sudah pulang bi Imah pun menyapa nya dengan ramah.


" Eh non baru pulang, mau bibi bikin kan minum.?" Tanya wanita paruh baya itu.


" Boleh bi, buatkan aku coklat, tapi di kasi sedikit es yah." Ujar Shinta.


" Siap non, kalau gitu bibi kedapur dulu ya." Ucap bi Imah.

__ADS_1


Kemudian pergi kedapur untuk membuat pesanan nona nya.


" Iya bi, oh ya bi Sum. Bilang sama bi Imah minuman saya di taruh atas meja makan saja ya.


Saya mau bersihkan diri dulu." Ucap Shinta sambil menatap bi Sumi.


" Baik non." Sahut wanita paruh baya itu.


Shinta pun naik ke lantai dua menuju kamar nya, untuk membersihkan diri.


****


Di tempat lain, seorang wanita tengah mondar-mandir sambil sesekali melihat ke layar ponsel nya, seperti nya wanita itu tengah menunggu seseorang.


" ****, kenapa sampai sekarang mereka belum menghubungi gue sih.?" Umpat nya.


Dia pun kembali duduk ke sofa begitu pun seterus nya.


Wanita itu sudah seperti cacing kepanasan, sebentar duduk kemudian berdiri lagi.


Dan terkadang mondar-mandir sambil gigit ujung kuku tangan nya tidak jelas.


Di tengah kegelisahan nya ponsel nya pun berdering, pertanda ada panggilan masuk. Wanita itu pun segera mengangkat nya.


("Hallo bagai mana, apa kalian berhasil mengetahui tempat tinggal jal*ng itu.?" )Tanya nya dengan tidak sabar.


(".......")


("Apa? Bagai mana mungkin. Dasar kalian saja yang ngak becus.")


Tuuut..


Wanita itu memutuskan sambungan telpon nya sepihak.


" Aaaarrttt... Dasar ngak berguna. Awas saja kau jal*ng sekarang elo bisa lolos dari gue, tapi tidak untuk lain kali." Teriak nya dengan wajah yang sudah merah padam karena marah.


Prang..prang ..


Wanita itu melempar semua barang yang ada di depan nya.


Sekarang kamar kost nya sudah persis seperti kapal pecah, barang berserakan kemana-mana. Pemilik nya mengamuk karena rencana nya gagal total.


***

__ADS_1


...Bersambung...


__ADS_2