BALASAN UNTUK SUAMI PENGKHIANAT.

BALASAN UNTUK SUAMI PENGKHIANAT.
Part.41


__ADS_3

Sekarang Shinta dan keluarga nya sudah di perjalanan pulang, karena acara makan malam mereka gagal.


Jadi mereka memutuskan untuk pulang ke rumah,


Waktu sudah menunjukan hampir pukul sembilan malam.


Selama di perjalanan Shinta hanya diam, tidak banyak bicara.


Karena pikiran nya masih tertuju di kejadian di cafe tadi.


Sekarang dia benar-benar merasa kesal dan marah, mengingat kejadian yang baru saja hampir membuat keluarga nya celaka.


Untung dia cepat menyadari kalau ada yang tidak beres dengan minuman mereka, kalau tidak entah gimana nasib dia dan keluarga nya.


' Ck sial, aku akan membuat kalian menyesal karena berani bermain-main denganku.' batin nya.


Di saat dia sedang terhanyut dalam pikiran nya, tiba-tiba bahu nya di tepuk pelan oleh seseorang membuat dia tersadar dari lamunan nya.


" Kamu ngak pa-pa.?" Tanya Dewi, Shinta menoleh kesamping nya dia melihat Dewi sedang menatap nya dengan tatapan khawatir.


Shinta pun tersenyum ke arah kakak perempuan satu-satu nya itu.


" Aku baik-baik aja kok kak, ngak usah khawatir." Ujar nya.


Tapi Dewi terlihat tidak begitu yakin dengan perkataan adik nya, dia tau Shinta pasti sedang memikirkan masalah yang terjadi di cafe tadi.


" Inikan termasuk tindak kriminal, bisa aja kan orang-orang itu sudah merencana kan semua ini, dan mereka sengaja menjadikan pelayan tadi sebagai kambing hitam nya." Ucap Dewi mengeluarkan apa yang ada di dalam otak kecil nya.


" Bisa jadi kak, tapi menurut bunda si pelayan ini seperti nya mengenal wanita itu, dan kemungkinan mereka memang bekerja sama." Sahut bunda Fahira yang dari tadi terdiam sebagai pendengar dan akhir nya ikut menimpali.


Dewi menganggukkan kepala nya tanda dia mengerti.


" Aku rasa pelaku utama nya ini, seseorang yang memang sudah mengenal kita, tapi siapa.?" Ujar Dewi, sambil memegang dagu nya terlihat wanita itu sedang berpikir, tapi otak nya seakan buntu.


" Sudahlah ngak usah main tebak-tebak kan seperti itu, nanti kita juga akan tau kalau wanita dalam rekaman itu sudah ketangkap." Ucap Brama.


Puuk.. Fahira memukul lengan suami nya, dia jadi kesal karena melihat Brama yang begitu tenang pada hal mereka baru saja hampir di racuni. Tapi pria itu bersikap seolah-olah tidak terjadi apa-apa.


" Ih ayah orang lagi serius juga malah di bilang main tebak-tebakan, coba tadi kalau Shinta tidak peka, mungkin kita sudah terbaring di rumah sakit noh sekarang. Bisa jadi sekarang kita tinggal nama." Sentak Fahira.


" Iya bun, ayah tau. Tapi ayah percaya sama Shinta, dia pasti sudah punya rencana untuk mengatasi masalah ini." Ucap Brama, dia sangat yakin Shinta tidak akan tinggal diam.


" Makasih Yah." Ucap Shinta. Dia tidak menyangka ternyata ayah nya begitu mempercayai nya, mendengar ucapan Brama. Fahira dan Dewi seketika menatap ke arah Shinta.

__ADS_1


" Kenapa.?".tanya Shinta sambil menatap bunda dan juga kakak nya secara bergantian.


" Emang apa rencana kamu selanjut nya sayang.?" Tanya Fahira, dan di angguki oleh Dewi, dia juga penasaran dengan apa yang akan Shinta lakukan.


" Hemmm, bunda sama kak Dewi ngak usah khawatir, akan aku pastikan mereka akan mendekam di penjara." Ujar Shinta.


" Tapi kenapa kita ngak langsung lapor polisi aja, kan kita punya bukti rekaman cctv itu." Ucap Dewi.


" Aku akan bermain dengan mereka dulu, setelah itu baru membawa nya kekantor polisi, aku ingin memberikan mereka kenangan yang tidak akan mereka lupakan seumur hidup." Ucap Shinta sambil menyeringai.


" Kalau kamu butuh bantuan ayah, katakan saja dengan senang hati ayah akan membantu." Ucap Brama.


Karena terlalu asyik dengan obrolan mereka tidak terasa mereka sudah sampai di depan rumah, penjaga yang di tugaskan untuk menjaga, membuka pintu pagar agar mobil milik majikan nya itu bisa masuk.


Mereka segera keluar dari mobil dan memasuki rumah, sedangkan Brama memasukan mobilnya ke bagasi.


****


Di tempat lain seorang wanita terlihat baru sampai di depan sebuah rumah, dia turun dari motor nya dan hendak membuka pintu rumah itu.


Dia tidak menyadari kalau sudah ada seseorang yang telah mengikuti nya sejak tadi. Saat wanita itu hendak masuk kedalam rumah tiba-tiba ada yang menepuk bahu nya dari belakang.


Dia pun membalikan tubuh nya untuk melihat siapa yang ada di belakang nya, wanita itu pun terkejut karena melihat empat orang pria yang tidak di kenal berdiri di belakang nya.


" Siapa kalian.?" Tanya wanita itu dengan wajah ketakutan, dia pun perlahan melangkah mundur.


Mereka pun menyeret wanita itu untuk masuk kedalam mobil nya.


Wanita itu memberontak untuk melepaskan diri.


" Kalian mau bawa aku ke mana? Lepaskan." Ucap wanita itu.


" Diaaamm." Sentak pria itu. Wanita itu bukan nya diam, dia malah berteriak minta tolong, dia berharap ada seseorang yang akan datang untuk menolong nya.


" Lepasin brengs*k, toloo.."


Buug.. belum sempat dia berteriak seseorang memukul tengkuk nya sehingga dia jatuh tak sadarkan diri.


"Cerewet banget sih jadi cewek, coba diem kek gini dari tadi kan enak." Ucap pria itu tanpa rasa bersalah setelah memukul tengkuk wanita itu.


" Waah, para lo gi mana kalau ni cewek mati, bisa mampus kita di bos." Ucap teman nya.


Plaak..

__ADS_1


"Aduuh kenapa pala gue di gebuk anjirr, sakit dodol." Ucap nya sambil memegang belakang kepala nya yang baru saja di pukul oleh temen nya.


" Biar otak lo ngak beku, maka nya pinter dikit napa.?"


" Kalian berdua bisa diem ngak Sih? Berisik tau ngak." Sentak teman nya yang hanya diam dari tadi.


Akhir nya mereka berdua diem tidak melanjutkan debat nya.


Salah satu dari mereka pun menghubungi bos nya, untuk memberitahukan kalau mereka sudah berhasil membawa wanita tersebut.


(" Hallo bos, kita sudah menemukan wanita itu." )


(" Bagus, bawa dia ketempat biasa")


(" Oke bos")


Tuutt..


Setelah menelpon bos nya dia pun memasukan ponsel nya kesaku nya kembali.


*****


Sekarang Shinta sudah bersiap akan tidur, dia meletakan ponsel nya lalu membaringkan tubuh nya di atas ranjang.


Saat akan memejamkan mata nya ponsel nya bergetar, tanda ada pesan yang masuk.


Dia membuka mata nya, kemudian meraih benda pipih itu dan melihat siapa yang mengirim nya pesan.


Dan ternyata dari Alex.


Shinta pun membuka pesan tersebut.


(" Shin, kita sudah menemukan wanita itu, sekarang sudah di markas." )


(" Bagus, besok aku akan kesana.")


("Oke.")


Setelah bertukar pesan dengan Alex, Shinta meletakkan ponsel nya ke tempat semula.


Dia bernapas lega karena orang yang berniat mencelakai keluarga nya sudah di amankan oleh Alex dan anak buah nya.


Dia tidak sabar untuk memberikan pelajar kepada tikus itu esok hari.

__ADS_1


Shinta pun memutuskan untuk segera tidur, karena lelah tidak butuh waktu lama dia pun terlelap.


.....Bersambung...


__ADS_2