BALASAN UNTUK SUAMI PENGKHIANAT.

BALASAN UNTUK SUAMI PENGKHIANAT.
Part.52


__ADS_3

Cantik, walaupun dengan penampilan sederhana tapi terlihat elegan.


***


Wanita itu tersenyum sinis ke arah Shinta, namun Shinta hanya menatap nya dengan tatapan datar tanpa minat.


Wanita itu masih terus berusaha untuk menarik perhatian Bara, tapi pria itu hanya acuh tak acuh.


Itu membuat wanita itu menjadi kesal, karena Bara mengacuhkan nya. Dia pun berniat untuk mempermalukan Shinta di depan banyak orang.


" Awas minggir sana, wanita kampungan seperti kamu itu ngak pantas berdiri di samping kak Bara." Ucap Wanita itu dengan senyum mengejek ke arah Shinta.


Wanita itu dengan sengaja mendorong Shinta dari tempat nya berdiri, karena tidak siap hampir saja Shinta terjatuh untung Bara yang ada di samping nya dengan sigap menahan tubuh nya sehingga wanita itu tidak sampai terjatuh. Shinta yang mendapat perlakukan seperti itu dari wanita yang tidak dia kenal pun berusaha menahan emosi nya.


Kalau bukan di tempat umum sudah dia pastikan wanita itu akan berakhir dengan wajah babak belur.


Karena ulah wanita itu mereka menjadi pusat perhatian, dengan tenang Shinta menatap wanita itu dengan tatapan dingin dan menusuk.


Sambil mengangkat sebelah alis nya.


Sedangkan Bara dia sudah menggertak kan gigi nya, di saat melihat Shinta di dorong oleh wanita itu.


" Siska, kamu itu apa-apaan sih.? " Ucap Bara dengan tatapan tajam, bahkan wajah nya sudah memerah.


Shinta yang melihat Bara mulai terlihat emosi memegang lengan Bara perlahan untuk menenangkan pria itu.


Saat Bara melihat ke arah nya dia menggelengkan kepala nya.


Agar Bara tidak memancing keributan di tempat umum.


Bara yang melihat itu menarik napas nya untuk menenangkan diri, kemudian membuang nya secara perlahan.


Shinta menatap wanita yang masih berdiri di tempat nya, sambil menatap sinis ke arah nya.


Shinta memperhatikan penampilan wanita itu dari atas hingga ke bawah.


" Lalu menurut mbak, wanita seperti apa yang pantas berdiri di samping dia.?" Tanya Shinta, dengan masih menatap wanita itu.


" Tentu saja wanita yang penampilan nya modis seperti aku, bukan kampungan seperti kamu." Jawab nya dengan percaya diri tingkat Dewa, dan jangan lupa dengan wajah angkuh nya.

__ADS_1


Shinta beralih menatap Bara.


" Emang begitu ya Bar.?" Tanya Shinta sambil menaik turunkan alis nya.


" Idih, percaya diri sekali anda nona. Tapi sayang nya saya tidak menyukai wanita yang berpenampilan seperti wanita malam." Ucap Bara dengan sarkas.


" Kak Bara, kakak kok tega ngomong kek gitu sih sama aku.?" Ucap Siska dengan mata berkaca-kaca.


Namun Bara tidak mempedulikan nya pria itu menatap Siska dengan tajam.


" Kita tidak sedekat itu Siska, jadi kau harus tau batasan mu. Mengerti." Kata Bara dengan penuh penekanan.


Bisik-bisik dari orang-orang yang berada di situ sudah mulai terdengar, banyak yang menatap Siska dengan tatapan sinis, apa lagi setelah mereka mendengarkan dengan jelas ucapan Bara yang penuh penekanan


" Ganjen banget jadi cewek, ngak liat apa dia sudah punya kekasih." Ucap si A


"Iya tu, mana sok akrab lagi wkwkwk." Ucap si B


" Kasian ngak di anggap, maka nya jangan terlalu PD jadi cewek." Ucap si D


Kira-kira seperti itu lah, bisikan-bisikan orang yang berada di sekitar mereka.


Apa lagi dengan ucapan Bara tadi, yang jelas menghina nya.


Setelah itu Bara menarik tangan Shinta untuk segera pergi dari sana, dia tidak suka menjadi pusat perhatian, dan juga karena kini sudah giliran mereka untuk segera membayar belanjaan nya.


Tapi sebelum Shinta melangkah dari sana, dia menatap wanita yang tadi mendorong nya dengan tatapan tajam, lalu dia mendekatkan wajah nya tepat di samping telinga wanita bernama Siska itu.


Karena memang Shinta sekarang berdiri berdampingan dengan Siska.


" Kali ini aku maafkan perbuatan mu tadi, tapi tidak untuk lain kali.


Jadi jangan pernah mencoba untuk mencari masalah denganku, atau kau akan tanggung akibat nya." Ucap Shinta penuh penekanan.


Siska membeku mendengar ucapan Shinta, itu adalah peringatan bagi nya.


Setelah mengatakan itu, Shinta berjalan mengikuti Bara yang sudah menarik tangan nya sedari tadi.


Shinta tersenyum miring ke arah Siska yang masih terdiam di tempat semula.

__ADS_1


Shinta pun pergi dari sana meninggalkan Siska yang masih mematung.


Di sana beberapa orang masih menatap Siska dengan Sinis.


Tadi mereka mengira, Shinta akan membalas perbuatan Siska. Dan pasti akan seru melihat kedua wanita itu akan saling menjambak satu sama lain, tapi itu hanya ada di pikiran mereka.


Ternyata Shinta tidak membalas perbuatan Siska, mereka jadi sedikit kecewa karena tidak jadi mendapatkan hiburan gratis.


Beberapa menit Siska terdiam dengan tangan terkepal kuat, dia akhir nya tersadar saat salah satu orang yang berada di sana menyenggol lengan nya. Karena posisi nya yang berdiri di tengah jalan.


" Woi mbak, jangan menghalangi jalan awas minggir." Ucap ibu-ibu yang tengah mendorong troli belanjaan nya.


Saat dia tersadar dia tidak mendapatkan Bara dan juga Shinta di hadapan nya.


" Sialan wanita itu, berani sekali dia mengancam ku." Gumam nya.


Kemudian dia memilih pergi dari sana.


sedangkan Shinta dan Bara sudah keluar dari sana setelah menyelesaikan transaksi mereka.


kini mereka sudah berada di dalam mobil, tidak ada yang memulai obrolan terlebih dahulu.


Shinta tenggelam dengan pikiran nya, dia masih kesal dengan kelakuan wanita ondel-ondel tadi.


kalau bukan di tempat umum sudah dia beri pelajaran wanita itu.


ini semua karena pria di samping nya, wanita bernama Siska itu mendorong nya tanpa sebab yang jelas.


Bara yang melihat wajah kesal Shinta lewat spion, pria itu malah tersenyum, karena saat Shinta sedang kesal malah terlihat imut di mata nya.


"Ekhemm, kamu kenapa Ran? kok wajah nya kek gitu.?" tanya Bara sambil fokus mengemudi, dan sesekali melirik Shinta sambil tersenyum.


" kenapa senyum-senyum, orang lagi kesal juga. ini semua gara-gara kamu, ondel-ondel tadi marah dan berani menghina ku." cetus Shinta sambil menatap Bara dengan tatapan tajam.


" maaf Ran, tapi aku sama dia ngak ada hubungan apa-apa kok.aku hanya pernah bertemu dengan dia sekali, saat itu dia lagi di ganggu sama preman jalanan dan aku menolong nya." jelas Bara, dia tidak ingin Shinta salah paham dengan nya, apa lagi Siska tadi sempat berbicara dengan nya dengan sok akrab.


mengingat itu Bara jadi ikut kesal juga.


Shinta yang mendengar itu mengernyitkan alisnya.

__ADS_1


......Bersambung...


__ADS_2