
Setelah kepergian Shinta, Gio pun pulang ke rumah menemui ibu nya.
Terlihat bu Rahma yang masih duduk di teras menunggu nya.
Sedangkan Henny, ntah apa yang sedang wanita itu lakukan di dalam sana. Gio mendekati ibu nya, bu Rahma menatap Gio dengan datar, mata wanita itu terlihat sembab karena baru saja habis menangis.
" Masuk.! Ada yang ingin ibu bicarakan sama kamu." Ucap bu Rahma. Kemudian wanita itu masuk kedalam rumah mendahului Gio.
Gio pun masuk kedalam rumah dengan wajah lesu, dia tau ibu nya pasti akan menceramahi nya.
Bu Rahma duduk di sofa yang berada di ruang tamu rumah itu.
Gio berjalan menghampiri ibu nya dengan wajah di tunduk, pria itu bahkan tidak berani menatap mata wanita yang telah melahirkan nya.
" Duduk, di mana wanita itu.?" Ucap nya sambil celingukan mencari keberadaan Henny.
Namun wanita itu tidak terlihat batang hidung nya.
Gio duduk di depan bu Rahma, tapi dia tidak merespon perkataan bu Rahma tadi, dia terdiam dengan pikiran nya sendiri. Bu Rahma yang geram melihat Gio malah melamun saat dia ngomong pun memukul kepala Gio dengan tas nya.
Plaak..
" Aaauuww." Jerit Gio, sambil memegang kepala nya yang sedikit berdenyut bekas pukulan dari ibu nya.
Pria itu menoleh ke arah bu Rahma yang sedang menatap tajam dengan tangan yang di letakkan di pinggang wanita itu.
" Rasain itu, dasar anak tidak tau sopan santun, orang tua sedang ngomong bukan nya di dengar malah melamun." Gerutu bu Rahma
Gio hanya menggaruk kepala nya yang ngak gatal, mendengar ibu nya ngomel.
" Iya bu, maaf." Ucap Gio, sambil menarik napas nya.
Pria itu terlihat begitu kacau, dengan lingkar mata hitam seperti panda. Terlihat sekali kalau semalam pria itu tidak tidur sama sekali.
"Maaf, maaf.! panggil wanita itu ke sini." Ucap bu Rahma.
__ADS_1
sebenar nya dia kasian sama anak nya itu, tapi dia harus sedikit memberi kan pelajaran sama Gio. agar kedepan nya, dia sebagai pria tidak seharusnya dengan mudah mempermainkan perasaan seorang wanita, biar kedepan nya Gio bisa menjadi pribadi yang lebih baik dan menjadi laki-laki yang bertanggung jawab.
Gio pun berdiri dari tempat nya duduk lalu mencari keberadaan Henny, pertama Gio mencari nya di kamar tapi wanita itu tidak ada di sana.
Gio pun keluar dari kamar dia menuju dapur, dia mendapat kan Henny sedang merebus mi instan untuk nya makan.
wanita itu menoleh ke arah Gio yang berjalan menghampiri nya, tak di pungkiri ada rasa senang di hati nya saat melihat Gio mencari nya.
wanita itu tersenyum melihat Gio mendekati nya, walau pun pria itu menampilkan wajah datar, tidak ada kehangatan di mata nya.
" Mas mencari ku.?" tanya Henny.
Gio hanya mengangguk, membuat senyum semakin mengembang di bibir Henny.
" Ibu yang menyuruh ku mencari mu." jawab Gio membuat senyum di bibir Henny perlahan memudar.
" Oh, emang ada apa ibu mencari ku.?" tanya Henny.
" Jangan banyak tanya, cepat habiskan mie kamu itu, lalu segera kedepan. ibu sudah menunggu " ucap Gio dengan wajah datar.
kemudian Gio kembali ketempat di mana bu Rahma sudah menunggu mereka.
dia pun pun duduk di sofa depan ibu nya.
" Mana dia.?" tanya bu Rahma sambil menatap Gio.
"Masih di dapur, sebentar lagi dia ke sini." jawab Gio.
tak lama kemudian Henny datang menghampiri mereka dengan senyum yang di buat seramah mungkin.
" Ibu mencari ku.?" tanya berbasa basi.
" Hemmm, duduk." Ucap bu Rahma.
Henny pun menurut, dia duduk tepat di samping Gio. Karena jarak mereka terlalu dekat Gio menggeser tubuh nya sedikit menjauh agar memberi jarak di antara mereka.
__ADS_1
"Nama kamu siapa.?" tanya bu Rahma.
" Nama saya Henny bu." jawab Henny sambil menundukkan kepala nya.
" Oke Henny, saya mau tanya sama kamu, apa kamu sudah tau kalau anak saya sudah beristri.?" Ucap bu Rahma.
Henny tidak langsung menjawab, wanita itu melirik ke arah Gio namun Gio malah mengalihkan pandangan nya ke arah lain.
" S-saya sudah tau bu." Jawab nya dengan terbata-bata.
Henny berusaha melawan rasa gugup nya saat berhadapan dengan bu Rahma. ntah kenapa sekarang dia tidak punya keberanian seperti beberapa saat yang lalu, di saat bu Rahma baru datang bersama dengan Shinta. dia bahkan menyebut ibu dari pria yang sudah menikahi nya dengan sebutan wanita tua atau apa lah itu. mengingat itu Henny benar-benar malu.
bu Rahma yang mendengar ucapan Henny wajah nya semakin tidak bersahabat, beberapa saat kemudian terbit senyum sinis di bibir wanita paruh baya itu.
" Lalu kenapa kau tetap mau menjalin hubungan dengan seorang pria yang jelas kau tau sudah beristri.?" tanya bu Rahma lagi sambil menatap Henny dengan tajam.
" I-itu karena aku sama mas Gio saling mencintai bu." jawab Henny dengan terus menunduk kan kepala nya.
"Oh yah? apa kau tau tidak ada wanita baik-baik yang rela menjadi yang kedua, apa lagi kau sendiri jelas-jelas sudah tau kalau pria yang menjalin hubungan dengan mu adalah pria yang sudah berkeluarga.Lantas sebutan apa yang pantas untuk wanita seperti mu.?" Ucap bu Rahma. Henny yang mendengar ucapan bu Rahma yang terus memojokkan nya mengepal kan tangan nya hinga kuku-kuku jari nya memutih, dia mengangkat kepala nya lalu menatap bu Rahma kemudian beralih menatap ke arah Gio, tapi Gio tidak mempedulikan nya, pria itu malah sibuk dengan ponsel nya.
" Iya saya tau bu, tapi apakah saya salah kalau saya mencintai mas Gio begitu juga sebalik nya, iyakan mas.?" Ucap Henny sambil memegang tangan Gio, tapi Gio menepis nya dengan kasar.
Bu Rahma tersenyum miring melihat bagai mana Gio memperlakukan Henny.
" Kalau seandai nya suami kamu di rebut wanita lain, sedangkan kamu sudah banyak berkorban untuk pria itu apa yang akan kamu lakukan.?" Tanya bu Rahma. wanita paruh baya itu sengaja ingin mendengarkan semua nya dari mulut Henny dia sengaja mengajukan pertanyaan yang akan membuat Henny tidak sadar mengatakan niat nya yang sebenar nya.
" Ya kalau menurut aku sih tergantung bagai mana pria nya, kalau dia memiliki segala nya, aku tidak akan membiarkan wanita lain merebut nya. aku akan melakukan segala cara untuk mempertahankan posisi ku termasuk menyingkirkan wanita itu. Tapi kalau laki-laki itu hanya orang biasa, maka aku akan dengan senang hati melepaskan nya. dan setelah itu aku akan mencari pengganti nya di luaran sana yang lebih kaya." Ucap Henny, tanpa sadar dia sudah membongkar kedok nya sendiri.
" Upss..," ucap Henny sambil menutup mulut nya dengan telapak tangan nya, dia baru sadar dengan apa yang telah dia katakan.
' Sialan wanita tua ini, berani sekali dia menjebakku.' batin nya.
" Apakah itu yang kau sebut cinta.?" tanya bu Rahma, sambil tersenyum remeh ke arah Henny.
sedangkan Henny dia terdiam, tidak bisa mengatakan apa-apa karena tanpa sengaja dia sudah mengaku kalau selama ini dia menjalin hubungan dengan Gio hanya karena Gio adalah pemimpin di perusahaan milik Shinta, dan tentu saja Gio bisa memenuhi semua keinginan nya.
__ADS_1
......Bersambung....