
" I-ibu? Kenapa ibu bisa ada di sini.?" Tanya nya setelah tersadar.
Sekarang Shinta dan bunda Fahira hanya menjadi penonton nya saja. Shinta celingukan melihat kedalam rumah.
" Kemana wanita sund*l itu? Bunda mau lihat kepala nya.?" Ucap bunda Fahira dengan setengah berbisik, wanita itu malah sibuk mau melihat kepala orang di saat seperti ini. Sedangkan Shinta yang mendengar perkataan bundanya hanya menggeleng-gelengkan kepala.
Sedangkan di dalam rumah itu Henny sudah menunggu Gio di meja makan, tapi Gio belum juga kembali dia pun memutuskan untuk menyusul nya. Saat sudah mendekati ruang tamu samar-samar dia mendengar suara ribut di luar.
" Itu ada apa ribu-ribut di luar, siapa sih yang pagi-pagi datang membuat keributan di rumah orang."Gumam wanita itu.
Saat dia akan mendekat dia melihat dengan jelas wanita paruh baya yang tiba-tiba menampar Gio, dengan begitu keras. Sampai diri nya saja ikut meringis melihat nya.
Henny pun berbalik, dia tidak mau ikut campur apa lagi hubungan dia sama Gio lagi dalam masalah. Bisa - bisa Gio akan semakin marah pada nya. Wanita itu memilih kembali lalu duduk di sofa yang tersedia di ruang tamu.
" Di mana wanita itu? Di mana.?" Ucap bu Rahma dengan wajah memerah, wanita itu tidak menjawab pertanyaan Gio dia menerobos masuk kedalam rumah untuk mencari keberadaan istri muda anak nya itu.
" Di mana kamu wanita jal*ng, keluar.." teriak bu Rahma menggelegar di dalam rumah itu.
Gio seketika tersadar dari syok nya lalu berlari masuk kedalam rumah, untuk menyusul ibu nya.
Henny yang mendengar ada orang berteriak di dalam rumah nya pun keluar, tadi nya dia tidak ingin ikut campur tapi sekarang dia ingin melihat siapa yang berani datang membuat keributan di rumah nya.
" Heh, wanita tua siapa kamu? datang membuat keributan di rumah orang, kalau kau ingin teriak-teriak noh di jalanan atau di hutan sana jangan di rumah saya." Ucap Henny sambil melotot ke arah bu Rahma. Henny memang belum pernah bertemu dengan bu Rahma karena waktu acara pernikahan mereka Gio mengatakan pada keluarga nya kalau ibu nya tidak bisa hadir karena sedang sakit, Jadi wajar kalau Henny tidak mengenali wanita yang berdiri di depan nya sekarang.
__ADS_1
Gio menghampiri kedua wanita itu dengan ngos-ngosan.(elah di kira habis lari maraton kali aah.ðŸ¤ðŸ¤)
" Oh apakah kamu wanita itu? Dasar jal*ng berani sekali wanita seperti mu merusak rumah tangga anak ku." Ucap bu Rahma sambil tangan nya ingin menjambak rambut Henny, Henny segera melindungi kepala nya tapi sayang dia kalah cepat, tangan bu Rahma sudah lebih dulu menarik rambut nya dengan kuat sehingga rambut palsu nya terlepas dan tampaklah kepala wanita itu yang botak. Bu Rahma mematung tangan nya masih menggantung di udara dengan rambut yang juga bergelantungan.
" Kurang ajar kau nenek tua, akan ku balas kau" ucap Henny yang tidak mau kalah dia ingin balas menjambak bu Rahma tapi terhenti saat mendengar suara Gio.
" Sudah hentikan Henny, ibu kita bisa bicara kan ini baik-baik." Ucap Gio.
" Bicara kan baik-baik kata mu? Kamu pikir semudah itu hah, ibu benar-benar ngak ngerti dengan pikiran kamu Gio. Kamu menyia-nyia kan wanita sebaik Shinta, demi perempuan jadi-jadian seperti dia." Ucap bu Rahma sambil menunjuk ke arah Henny. Henny yang mendengar bu Rahma menyebut nya dengan wanita jadi-jadian melototkan mata nya. Tapi dia tidak berani lagi berbicara, nyali nya ciut setelah mengetahui bahwa wanita yang baru saja dia sebut wanita tua itu ternyata adalah ibu nya Gio yang arti nya adalah ibu mertua nya sendiri.
" Bukan begitu bu, aku bisa jelasin. Tapi aku mohon ibu tenang dulu yah." Ucap Gio berusaha menenangkan ibu nya yang mengamuk. Sedangkan Shinta dan bunda Fahira hanya diam menyaksikan pertengkaran ketiga orang itu.
Shinta sengaja tidak mencegah bu Rahma, dia membiarkan bu Rahma meluapkan emosi nya kepada Gio dan juga Henny.
Shinta tidak menyangka kalau hari ini dia bisa melihat sisi lain dari mertua nya yang selalu menampilkan sikap lemah lembut nya selama ini, dan hari ini dia baru tahu ternyata bu Rahma punya sisi bar-bar nya juga.
Bahkan bu Rahma tidak lagi mengingat kalau dia datang bersama dengan Shinta dan juga Fahira.
Sedangkan Henny dia hanya bisa diam membeku, dia menundukkan kepala sambil tangan nya memilin ujung baju nya sampai kusut, dia sadar sudah salah dalam berbicara.
'Aduuh, mampus kau Henny, bodoh kau tidak akan mudah mengambil hati ibu nya mas Gio kalau kejadian nya sudah begini.' batin Henny. Dia merutuki diri nya sendiri.
" Ekhemm..!" Suara Shinta berhasil mengalihkan atensi mereka semua, seketika bu Rahma baru sadar kalau dia datang ketempat sini tidak sendiri, karena terlalu bersemangat meluapkan emosi nya jadi dia sampai tidak ingat dengan kehadiran Shinta dan Fahira, uang juga berada di ruangan yang sama dengan mereka.
__ADS_1
Ketiga orang itu menoleh ke arah kedua wanita yang tengah duduk manis menonton perdebatan mereka dari tadi.
Bu Rahma berjalan mendekati Shinta.
" Maafkan ibu nak, bu Fahira karena saya terlalu kesal sama mereka sampai melupakan kehadiran kalian yang juga ada di sini." Ucap wanita itu sambil mendekati kedua wanita cantik itu, dengan raut wajah bersalah.
" Ngak apa-apa bu, sebaik nya ibu duduk. Ibu pasti capek apa lagi baru sampai langsung ke sini." Ucap Shinta sambil tersenyum tipis ke arah bu Rahma. Bu Rahma mengangguk lalu segera duduk di samping Shinta.
Dengan mata yang masih tajam menatap ke arah kedua sejoli yang masih setia berdiri di tempat nya masing-masing, dengan Henny yang sesekali melirik ke arah Gio, tapi pria itu tidak menghiraukan nya. Dia sibuk dengan pikiran nya sendiri.
Shinta jadi gemes sendiri dengan tingkah mereka, rasa nya ingin sekali menjitak kepala Henny yang plontos itu.
" Mas Gio lebih baik kalian duduk, aku akan meluruskan maksud kedatangan aku ke sini." Ucap Shinta. Akhir nya Gio dan juga Henny memilih duduk dengan jarak yang berjauhan.
" Mau apa lagi kamu datang ke rumah saya hah? Belum puas kalian telah membuat aku seperti ini, sekarang juga kalian keluar dari rumah saya. Keluaar." Teriak nya sambil menunjuk Shinta. Shinta tetap tenang dia tidak terpengaruh dengan apa yang di ucap kan Henny.
" Diaam kamu, jangan berani-berani kau berteriak di depan menantu ku dengan mulut busuk mu itu."
Bukan Fahira atau Shinta yang membalas ucapan Henny. Melainkan bu Rahma.
Saat Henny ingin membuka mulut nya untuk menjawab perkataan bu Rahma, namun Gio segera menatap wanita itu dengan tajam, sehingga Henny menutup rapat mulut nya kembali.
......Bersambung.....
__ADS_1