BALASAN UNTUK SUAMI PENGKHIANAT.

BALASAN UNTUK SUAMI PENGKHIANAT.
Part.25


__ADS_3

" Diaam kamu, jangan berani-berani kau berteriak di depan menantu ku, dengan mulut busuk mu itu."


Bukan Fahira atau Shinta yang membalas ucapan Henny, melainkan bu Rahma.


Saat Henny ingin membuka mulut nya, untuk menjawab perkataan bu Rahma, namun Gio segera menatap wanita itu dengan tajam, sehingga Henny menutup rapat mulut nya kembali.


Akhir nya mereka semua duduk di sofa yang tersedia di ruangan itu.


" Mas Gio, mungkin mas bertanya-tanya, kenapa ibu bisa datang ke sini mendadak seperti ini. Aku lah yang menyuruh orang kepercayaan ku untuk menjemput ibu di kampung. Walau bagai mana pun ibu juga berhak tau, kau adalah putra satu- satu nya yang beliau miliki saat ini, tapi kenapa kau begitu tega menikah tanpa sepengetahuan nya.?" Ucap Shinta.


Gio hanya diam mendengar ucapan Shinta, tanpa menyangkal nya sama sekali. Karena semua yang Shinta bicarakan itu benar.


" Dan aku ingin kalian segera mengemasi barang-barang kalian yang ada di rumah ini, besok kalian harus sudah keluar dari sini. Karena besok siang akan ada seseorang yang datang untuk melihat rumah ini." Ucap Shinta.


Gio dan juga Henny saling lempar pandangan satu sama lain, mendengar ucapan Shinta. Sedangkan bu Rahma mengernyit bingung.


" Jadi rumah ini bukan punya Gio ya.?" Tanya wanita itu.


" Rumah ini memang di belikan oleh mas Gio untuk Henny sebelum mereka menikah bu, tapi mas Gio membeli rumah ini menggunakan uang perusahaan tanpa sepengetahuan aku. Dia sampai berani menggelapkan uang perusahaan demi memenuhi keinginan wanita itu." Jelas Shinta sambil menunjuk ke arah Henny.


Bu Rahma menatap Gio tajam, kemudian beralih ke menatap Henny.


Wanita itu hanya bisa menunduk kan kepala nya.


" Gio, kamu benar-benar keterlaluan, ibu malu mendengar semua kelakuan kamu." Ucap Bu Rahma.


" Aku minta maaf bu, aku khilaf." Ucap Gio.


" Nak Shinta semua keputusan ada di tangan kamu, kalau pun kamu ingin bercerai dari Gio, ibu tidak akan menghalangi. Ibu malu sama kamu Shinta, selama ini kamu sudah banyak membantu keluarga ibu.tapi anak tidak tau diri itu malah membuat masalah." Ucap bu Rahma dia tidak peduli dengan permintaan maaf dari Gio, karena dia lebih fokus ke Shinta, bu Rahma sudah kepalang malu karena ulah Gio. Jadi dia memutuskan tidak menghalangi rencana Shinta, bukan nya dia senang Gio dan Shinta bercerai, tapi walau pun dia membujuk Shinta agar mencabut gugatan nya terhadap Gio, itu pun percuma, tidak akan mengubah keputusan wanita itu.


Bu Rahma tau dengan watak menantu nya itu, Shinta tipe wanita yang tidak suka dengan yang nama nya pengkhianatan, maka sudah di pastikan wanita itu tidak akan goyah dengan rayuan apa pun.

__ADS_1


Apa lagi Gio dengan sengaja menghadirkan wanita lain di tengah-tengah rumah tangga mereka, bahkan sampai menikahi wanita itu diam-diam.


Gio yang tadi nya berharap ibu nya bisa membantu dia untuk membujuk Shinta untuk mencabut gugatan nya.


Membulatkan mata mendengar, ternyata ibu nya lebih memilih mendukung Shinta untuk bercerai dari nya.


" Bu, kok ibu malah mendukung keinginan Shinta sih?" Gio mengajukan protes dengan menatap ibu nya.


" Diam kamu Gio, semua ini juga karena ulah kamu sendiri, jadi kamu harus menerima akibat nya." Ujar bu Rahma.


"Tapi bu, aku tetap ngak mau bercerai dengan Shinta, Shinta aku mohon maafkan aku. Tolong beri aku kesempatan sekali lagi, aku akan berubah." Ucap Gio memohon dengan wajah memelas kearah Shinta. Sedangkan Shinta hanya menatap Gio dengan wajah datar, lalu tersenyum sinis.


" Sudah lah mas, ini adalah jalan terbaik untuk kita. Jadi mulai sekarang kita jalani kehidupan masing-masing, kamu bebas mau melakukan apa saja, kamu bebas mau bersama wanita mana pun tanpa harus sembunyi-sembunyi seperti yang kamu lakukan selama ini, aku tidak akan menghalangi nya lagi begitu pun sebalik nya, kamu juga tidak bisa mencampuri urusan ku. Mengerti?." Ucap Shinta dia mulai bosan dengan drama Gio, yang sok menyesal tapi dengan raut wajah tanpa dosa.


" Sudah lah Gio, hargai keputusan Shinta." Ucap bu Rahma, sebenar nya dia sedih melihat keadaan putra nya itu. Tapi dia juga tidak bisa melakukan apa pun, dia cukup tau diri bahwa di sini anak nya lah yang bersalah. Masih beruntung Shinta hanya menggugat cerai Gio, dari pada di penjara karena kasus korupsi yang di lakukan oleh nya.


" Ma kasih bu, karena ibu sudah mendukung keputusan ku, oh iya besok rumah ini sudah ada yang menempati, jadi kalian harus keluar dari rumah ini besok pagi. Tadi nya aku ingin kalian keluar dari rumah ini sekarang, tapi aku kasian sama ibu yang baru datang dari kampung, pasti capek jadi aku beri waktu sampai besok pagi saja." Ucap Shinta.


Karena dia merasa kalau rumah itu masih milik nya. Jadi dia akan berjuang mempertahankan rumah tersebut, rumah itu satu-satu nya yang dia dapat kan dari hasil memanfaatkan Gio.


PLAAAAKK...!


" Diam kamu, kau yang wanita sialan, wanita jal*ng. Demi mendapatkan sesuatu kau rela mengobralkan tubuh kamu di depan para hidung belang di luaran sana. Oh apa kau ingin aku menggundulkan juga gigi mu, biar rata dan botak seperti rambut di kepala mu itu? Berani sekali kau mengatai putri ku seperti itu." Ucap bunda Fahira yang dari tadi hanya diam.


Wanita itu ingin menarik rambut di kepala Henny, tapi langsung di cegah sama Shinta. Sedangkan Henny nyali nya langsung ciut melihat bunda Fahira marah. Bayangan Fahira yang menggunduli rambut nya seketika berputar seperti kaset rusak di kepala nya, wanita itu bergidik ngeri.


" Sudahlah bunda, biarin aja dia lagi mimpi di siang bolong hehee." Ucap Shinta sambil terkekeh. Bu Rahma menatap Shinta dan juga Fahira dengan bingung. Fahira kembali duduk ketempat nya semula.


' Tadi ibu Fahira mengatakan kalau dia ingin meratakan gigi wanita gundul itu, seperti dia menggunduli rambut nya. Berarti merekalah yang telah melakukan itu, hiii di bayangin aja udah ngeri, ' batin nya.


" Oh iya, Henny tadi kamu bilang sertifikat rumah ini masih ada di tangan kamu? Apa kau yakin, apa kau sudah mengecek nya.?" Tanya Shinta sambil tersenyum remeh ke arah Henny.

__ADS_1


" Kalian ngak percaya? Tunggu di sini biar aku buktikan."Ucap Henny sambil berjalan ke arah kamar nya dengan penuh percaya diri.


" Dasar bodoh." Gumam Shinta dengan senyum miring sambil menatap punggung Henny yang berjalan menuju kamar nya.


Sedangkan Gio dan yang lain nya hanya diam.


Tak lama kemudian Henny kembali dengan sebuah map di tangan nya. Dia berjalan menghampiri mereka semua.


" Ni lihat, kalian lihat ini. Di dalam map ini ada sertifikat rumah ini." Ucap nya. Sambil menatap sinis Shinta.


" Oh yah? Coba kau buka, aku mau liat." Ucap Shinta.


Henny pun membuka map itu, dan seketika mata nya membulat setelah mendapatkan apa yang dia cari tidak ada di sana, hanya ada beberapa kertas yang tidak berguna di dalam map tersebut.


" Tidak, ini tidak mungkin. Jelas-jelas aku menyimpan nya di dalam map ini, kenapa bisa ngak ada.?" Ucap nya dengan wajah panik sambil membolak- balik kan kertas-kertas itu hingga berceceran di lantai. Shinta menyeringai melihat tingkah Henny. Dia memperhatikan Henny yang sibuk dengan kertas-kertas di depan nya dengan tenang.


Sedangkan bunda Fahira saling pandang dengan bu Rahma.


" Bagai mana Henny? Ngak ada ya.?" Tanya Shinta dengan senyum manis tersunging di bibir tipis nya.


Tapi buat Henny, dia tau Shinta sedang nengejek nya. Wanita itu menatap ke arah Shinta dengan tajam.


" Kau? Pasti kau kan yang sudah mencuri nya, dasar wanita licik kamu Shinta. Cepat kembalikan sertifikat rumah ku." Teriak nya. Henny hendak menyerang Shinta tapi di tahan oleh Gio yang berada tidak jauh dari wanita itu.


" Lepaskan mas, biarkan aku memberi pelajaran kepada wanita licik itu." Ucap Henny sambil berusaha melepaskan pegangan Gio.


" Cukup, Henny cukup. Biarkan Shinta membawa nya, itu memang hak nya. Biarkan dia mengambil nya kembali." Ucap Gio.


Henny pun menatap Gio dengan tajam


....Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2