
"Mas, kata nya mau mandi, kok malah bengong di situ.?"
" E-eh iya sayang, ini mas ini mas baru aja mau masuk ke kamar mandi." jawab nya dengan gugup.
" Ya udah sana cepet, aku juga mau mandi ni." ujar shinta.
Gio pun buru-buru masuk ke kamar mandi lalu menutup pintu nya.
terlihat sekali kalau dia masih gugup.
Shinta yang melihat itu tersenyum miring.
'bersenang-senang lah dulu mas, sebelum aku menghancurkan hidup kalian'
***************
setelah Gio masuk ke dalam kamar mandi, Shinta sendiri memilih duduk di sisi ranjang memainkan ponsel nya.
dia sibuk mengotak ngatik layar benda pipih tersebut.
Dreeerrtt..
tak lama kemudian terdengar pintu kamar mandi terbuka.
Gio keluar dari kamar mandi sudah dengan pakaian lengkap, di tangan nya terdapat handuk kecil yang sedang dia gunakan untuk mengeringkan rambut nya yang basah.
Shinta yang melihat Gio sudah keluar dari kamar mandi segera beranjak dari tempat duduk nya.
kemudian dia berjalan memasuki kamar mandi tanpa memperdulikan Gio yang tengah memperhatikan nya.
'kok aku merasa Shinta berbeda ya? apa dia mulai curiga pada ku, tapi ngak mungkinlah.' ucap nya dalam hati.
setelah itu Gio pun memilih untuk merebahkan tubuh nya di ranjang sambil menunggu Shinta selesai dengan ritual mandi nya.
beberapa menit kemudian Shinta keluar dari kamar mandi,
dengan rambut di gulung ke atas sehingga menampak kan leher putih nya. dia berdiri di depan cermin.
Gio yang melihat itu menelan saliva nya dengan susah payah.
ada yang berdesir di dalam diri nya, dia pun turun dari ranjang kemudian berjalan menghampiri Shinta. Gio memeluk Shinta dari belakang.
"sayang, kamu cantik banget malam ini." ucapnya dengan suara serak. dia memandang bayangan Shinta dan diri nya dalam cermin.
Shinta yang merasa risih karena di peluk pun segera melepaskan tangan Gio yang melingkar di perut nya.
" kamu apaan sih mas, lepasin." ucap Shinta sambil melepas paksa tangan Gio. setelah tangan Gio berhasil lepas Shinta pun segera berjalan ingin keluar dari kamar nya.
namun sebelum tangan nya memegang gagang pintu dia balik melihat ke arah Gio yang masih berdiri di tempat nya tadi.
" aku lapar, aku akan turun kebawah untuk makan, kamu ngak ingin turun makan malam mas?." tanya nya. dia melakukan itu agar Gio ngak curiga pada nya. dia akan berusaha bersikap seperti biasa biar Gio percaya kalau dia tidak mengetahui apa-apa.
" oh iya mas juga lapar, ayo kita turun" jawab nya dengan antusias.
mereka pun turun sama-sama menuju meja makan.
di atas meja sudah tertata makanan kesukaan Shinta dan juga Gio,
akhir nya acara makan malam mereka pun berlangsung dalam keheningan. tidak ada yang berbicara mereka tenggelam dengan pikiran masing-masing.
*********
di sisi lain seorang wanita tengah berbaring di atas ranjang, sambil sesekali memeriksa ponsel nya.
" Hendri apa kabar ya, sudah dua hari ini dia ngak hubungi aku.?" ucap perempuan itu berbicara dengan diri nya sendiri.
__ADS_1
kemudian dia mengotak ngatikan layar benda pipih tersebut lalu meletakkan nya di samping telinga nya.
truuutt... nada panggilan tersambung.
(" hallo kamu lagi di mana mas.?" tanya nya.)
(.........)
( " mas kita keluar yuck,! aku bosan di rumah ." rengek nya.)
(.................)
( "mas tenang aja, mas Gio ngak akan tau. dia lagi ngak ada di sini, emang mas ngak kangen apa sama aku.?" tanya nya dengan nada manja.)
(..............…..)
(" oke mas, aku tunggu.")
tuuut.. panggilan di akhiri.
setelah memutuskan sambungan telepon dia pun segera bersiap -siap karena sebentar lagi seseorang akan datang menjemput nya.
tak lama kemudian bel rumah nya berbunyi.
ting tong, ting tong...
wanita itu segera berjalan ke depan untuk membuka kan pintu nya.
" mas Hendri, aku kangen." ucap wanita itu sambil berhambur kepelukan pria yang di panggil hendri itu.
dan dengan senang hati pria itu pun menyambut wanita itu untuk masuk kedalam dekapan nya.
" apa kamu baik-baik saja honey.?" tanya nya
" oh, kalau begitu, ayo kita berangkat."
mereka pun berjalan menuju mobil, pria yang di panggil Hendri itu membukakan pintu mobil untuk sang wanita.
setelah itu mobil mereka perlahan keluar dari pekarangan rumah itu.
tanpa mereka sadari dari tadi gerak -gerik mereka sudah di awasi oleh seseorang.
______ ____ _____
triiing...
pesan masuk ke ponsel Shinta, dia pun segera membuka pesan tersebut.
( Queen, wanita itu pergi bersama se orang pria menggunakan mobil , apa perlu saya ikuti mereka.?" )
kira-kira begitu lah isi pesan tersebut. tak lama kemudian
ponsel nya kembali berbunyi.
triinng..
kali ini pesan nya adalah sebuah video yang masuk. dia pun segera membuka nya.
tiba-tiba bibir nya tertarik ke atas membentuk seringaian.
dia pun mengetik balasan untuk pesan itu.
(" terus awasi gerak-gerik wanita itu, dan laporkan pada saya." )
(" baik Queen.")
__ADS_1
Setelah membalas pesan dari orang kepercayaan nya Shinta pun menyimpan ponsel nya ketempat aman.
Shinta memiliki dua buah ponsel, satu yang biasa dia pakai.
dan satu lagi yang memang di khususkan untuk menghubungi anak buah nya. tak lama setelah dia menyimpan ponsel rahasia nya terdengar pintu kamar di buka dari luar
Shinta segera menutupi seluruh tubuh nya dan hanya menyisakan kepala nya saja.
dia berbaring dengan posisi membelakangi Gio.
dengan mata tertutup.
sedangkan Gio yang melihat itu jelas mengira kalau Shinta sudah tidur. dia ikut merebahkan tubuhnya di samping Shinta tak butuh waktu lama dia pun langsung terlelap.
Shinta akhir nya bernapas lega. dan tak lama dia pun ikut terhanyut
dalam mimpi.
**********
PLASH BACK...
beberapa hari yang lalu.
" truuuut... terdengar panggilan tersambung...
tak lama kemudian.
(" Hallo Queen.?")
terdengar suara bas seseorang dari seberang sana.
( " hallo Alex, aku butuh bantu kamu.")
(" kata kan Queen.")
("aku ingin kamu untuk memata-matai seseorang.")
Shinta menjelas kan semua tentang orang yang ingin dia awasi.
dia memang tidak menjelaskan secara detail. dia hanya menjelaskan poin- poin penting nya saja.
sedang kan di seberang sana Alex mendengar penjelasan Shinta dengan seksama.
dia mengepalkan tangan nya menahan amarah.
bisa saja dia langsung menghabisi orang-orang yang telah menyakiti Shinta, kalau tidak ingat Shinta yang ingin membalaskan mereka dengan tangan nya sendiri.
Alex memang sangat menyayangi Shinta, dia sudah menganggap Shinta seperti adik kandung nya sendiri.
maka nya kalau ada orang yang berani menyakiti Shinta maka orang itu akan berhadapan langsung dengan nya.
(" baik saya mengerti Queen." jawab nya.)
("ingat lex, jangan sampai ke dua pengkhianat itu curiga."
setelah itu Shinta ia pun memutuskan sambungan telepon nya.
'permainan akan segera di mulai' Guman Shinta dengan bibir manyeringai..
PALSH BACK OFF.
********
......BERSAMBUNG.....,
__ADS_1