BALASAN UNTUK SUAMI PENGKHIANAT.

BALASAN UNTUK SUAMI PENGKHIANAT.
PART.43


__ADS_3

Beberapa saat kemudian salah satu anak buah yang tadi Shinta suruh membawa si pelayan itu ke hadapan nya pun masuk keruangan itu.


Dia mendorong tubuh pelayan itu hingga terjatuh tepat di depan kaki Shinta, pelayan itu perlahan mengangkat kepala nya melihat ke arah Shinta, Shinta menatap gadis itu dengan tatapan dingin dan datar.


Shinta perlahan berjongkok di depan gadis yang masih terduduk di lantai sambil menatap nya itu.


Shinta mencengkram rahang gadis itu, membuat dia meringis kesakitan.


Gadis itu tidak melakukan perlawanan sama sekali.


" Sekarang kau lihat wanita yang ada di kursi itu baik-baik, bukankah dia wanita yang menyuruhmu untuk mencampuri minuman kami waktu itu.?"


Mendengar ucapan Shinta, gadis itu pun menoleh ke arah yang di tunjukan Shinta.


Sedangkan Henny menatap gadis tersebut dengan tajam sambil menggeleng kecil.


Dengan maksud agar gadis itu tidak memberitahukan yang sebenar nya kepada Shinta.


Gadis itu masih terus menatap Henny, dia sebenar nya mengerti dengan kode yang di berikan oleh Henny, namun dia mengingat kalau sekarang dia sudah kehilangan pekerjaan nya dan mungkin setelah ini dia juga akan mendekam di penjara. Jadi dengan dia mengatakan yang sebenar nya atau tidak pun semua nya tidak akan mengubah apa pun, Dan ini semua karena Henny.


" Iya mbak, dia orang nya. Dan saya juga mengenal nya." Ujar Gadis itu.


Membuat mata Henny membulat sempurna, dia tidak menyangka kalau Mita yang dia kira masih seperti dulu yang dengan mudah nya untuk dia manfaatkan, tapi sekarang gadis itu sungguh di luar kendali nya.


Dulu saat mereka masih duduk di bangku SMA Mita selalu menuruti semua keinginan nya.


Bahkan dia sering kali menyuruh Mita mengerjakan tugas sekolah nya.


****


Gadis itu pun menceritakan semua nya ke Shinta, dia mengatakan kalau dia dan Henny adalah teman di waktu SMA


Dia bertemu kembali dengan Henny beberapa bulan yang lalu setelah bertahun-tahun mereka tidak saling kontak.


Dia mencerita kan sampai di mana Henny datang ke kontrakan nya, Henny meminta nya untuk membantu dia membalaskan dendam nya kepada wanita yang sudah menggunting rambut nya sampai botak, Henny juga mengatakan kalau Wanita itu sudah membuat suami nya menjatuh kan talak kepada nya.


' Sialan kau Mita, awas saja dasar sahabat ngak berguna.' batin nya dengan geram.


" Baiklah, aku tidak punya banyak waktu, mari kita mulai permainan nya." Ujar Shinta dengan senyum yang sulit di arti kan.


Shinta melangkah mendekati Henny yang sudah terlihat ketakutan, dia tidak menyangka kalau Shinta ternyata begitu menakutkan, dia kira Shinta seperti wanita lain nya yang bisa di lawan, ternyata dia salah besar.


Di dalam hati timbul rasa menyesal karena telah mengusik Shinta, dan sekarang semua tidak ada guna nya lagi, Shinta tidak akan melepaskan nya begitu saja.


"Lex kau sudah menyiapkan nya kan.? Mana bawa sini, aku membutuhkan nya sekarang." Ujar Shinta sambil menengadahkan tangan ke arah Alex.


Alex langsung memberikan apa yang Shinta minta, setelah itu dia kembali berdiri di tempat nya semula.


Shinta menyeringai ke arah Henny, di tangan nya sudah ada sebuah belati yang akan dia guna kan untuk memberi pelajaran kepada tikus di hadapan nya. Shinta perlahan mendekati Henny, wanita itu sudah gemetar ketakutan apa lagi melihat apa yang ada di tangan Shinta.


" A-apa yang ingin kau lakukan Shinta? Jangan mendekat. Mita tolongi aku Mit, aku mohon." Ucap Henny dengan tatapan mengiba ke arah Mita, tapi teman nya itu malah membuang pandangan nya ke arah lain.


Henny terus menggelengkan kepala nya, dengan air mata yang sudah membanjiri pipi nya.


Shinta tersenyum miring, dia sangat menikmati ekpresi ketakutan di wajah Henny.


Perlahan Shinta mencengkram rahang Henny, memaksa Henny menatap mata nya.

__ADS_1


" Kau sudah salah memilih lawan Henny, aku bukan wanita yang akan diam saja di saat ada orang yang ingin menyakiti orang-orang terdekat ku, kalau sampai itu terjadi maka bersiaplah karena aku akan membalas nya dua kali lipat lebih kejam dari itu, dan selamat karena kau terpilih menjadi salah satu dari orang itu " ucap Shinta dengan tatapan menusuk.


Shinta dengan perlahan mendekati ujung belati itu ke arah pipi Henny, sehingga membuat Henny berusaha memberontak.


Wanita itu terus menggelengkan kepala nya.


" Jangan lakukan ini kepada ku Shinta, aku mohon." Ucap Henny dengan deraian air mata.


Shinta tidak menghiraukan apa yang Henny ucapkan, dia terus membelai wajah Henny dengan ujung belati nya.


Sreet, suara ujung belati itu mengores pipi mulus Henny. Sehingga membuat wanita itu berteriak histeris.


Aaarrrttttt....teriak nya. Cairan kental berwarna merah merembes keluar dari bekas goresan itu.


" Tu kan, maka nya diam jangan banyak bergerak, kena kan." Ucap Shinta dengan senyum mengejek.


" Dasar iblis kau Shinta, kau benar-benar wanita iblis." Teriak Henny.


PLAAK....PLAAKK...


" Iya aku memang iblis, dan kau telah membangunkan nya Henny. Sekarang kita lihat apakah yang bisa iblis ini lakukan.?" Ucap Shinta menyeringai ke arah Henny.


Shinta kembali menyentuh wajah Henny dengan ujung belati nya.


Dia mulai membuat goresan di wajah Henny, Henny terus berusaha menghindari ujung belati Shinta agar tidak mengenai wajah nya lagi.


Itu membuat Shinta marah, dan memerintahkan salah satu anak buah nya untuk memegang kepala Henny agar wanita itu tidak bisa bergerak sampai dia selesai.


" Ck, menyebalkan. Pegang dia." Ucap Shinta, tanpa mengatakan dua kali anak buah nya pun langsung melakukan perintah Shinta, dia memegang kepala Henny agar Shinta bisa melakukan keinginan nya.


Dan perlahan Shinta mulai melukis sesuatu di wajah Henny.


Hingga beberapa saat kemudian, dia pun selesai.


Cairan berbau anyir pun terus merembes dari bekas goresa-goresan itu, membuat pakaian yang Henny pakai berubah warna menjadi merah, karena tidak mampu menahan rasa sakit Henny akhir nya tidak sadarkan diri.


Shinta menjauhkan tubuh nya dari Henny, dia pun tersenyum puas melihat hasil karya nya.


Di sana Shinta membuat lukisan berbentuk kelopak bunga mawar, goresan nya cukup dalam dan sudah di pastikan itu akan meninggalkan bekas di sana.


" Ini tidak terlalu buruk, Lex taburkan obat itu ke luka nya biar dia tidak mati kehabisan darah,aku tidak ingin dia mati sekarang, biar gimana pun kalau dia mati kasian nyokap nya dia pasti sangat sedih. Semoga dengan kejadian ini dia bisa berubah menjadi orang yang lebih baik kedepan nya." Ucap Shinta


Alex pun langsung melakukan perintah dari Shinta, dia segera menaburkan obat berbentuk bubuk ke luka di wajah Henny.


Membuat darah yang keluar dari luka goresan di wajah wanita itu berhenti.


Sedangkan Mita si pelayan cafe yang ternyata adalah teman dari Henny waktu SMA sudah jatuh pingsan, karena tak kuat melihat apa yang Shinta lakukan ke pada Henny.


" Bawa mereka kekantor polisi, beserta bukti rekaman cctv dan juga semua bukti- bukti lain nya. Aku sudah menyuruh pak Narendra untuk mengurus semua ini." Ujar Shinta.


Kemudian Shinta pun berjalan keluar dari ruangan itu, di ikuti Alex.


Sedangkan anak buah nya yang lain mengurus Henny dan teman nya.


Shinta keluar dari bangunan itu dia berjalan menuju mobil nya.


Sesampai di samping mobil nya, dia pun membuka pintu mobil itu.

__ADS_1


" Shin, kapan kau akan kembali memimpin black rose." Tanya Alex.


Shinta menghentikan niat nya yang akan memasuki mobil, karena mendengar pertanyaan yang di lontarkan oleh Alex orang kepercayaan nya.


Shinta menatap Alex, lalu menghela napas nya.


" Kau akan tetap mewakili ku untuk melakukan itu Lex, aku akan bekerja di belakang layar, aku akan turun tangan kalau memang ada masalah yang benar-benar tidak bisa kau atasi. Maka kita akan mengatasi nya bersama-sama." Ujar Shinta.


Alex mengangguk mengerti.


" Oke kalau begitu aku harus pergi, karena aku harus kekantor sekarang."


" Oke, hati-hati di jalan." Ucap Alex. Shinta hanya mengangguk kan kepala nya sambil tersenyum.


Shinta pun masuk kedalam mobil, dan perlahan mobil nya keluar dan menjauh dari area bangunan itu.


Alex masih berdiri, memandang mobil Shinta hingga mobil itu menghilang dari pandangan nya..


*******


Berbeda dengan Shinta, di tempat berbeda Gio baru saja membuka mata nya dia melihat kedinding kamar nya.


Dia terkejut melihat jarum jam yang sudah menunjukan angka dua belas siang, dia pun perlahan bangun dari tempat tidur nya.


Dia memegang kepala nya yang terasa berdenyut, karena terlalu banyak minum semalam.


Dia meraih handuk nya lalu bergegas kekamar mandi untuk membersihkan diri.


Setelah selesai dia pun pergi ke dapur untuk memasak mie instan untuk mengganjar perut nya yang sudah heboh meminta untuk di isi.


Saat sedang menikmati mie nya, ponsel nya berdering..


Gio pun segera mengangkat nya.


Ternyata dari Efan teman yang menelpon.


(" Hallo Fan."


(" Yo kemarin lo bilang butuh kerjaan kan.?")


(" Iya Fan gue emang lagi butuh kerjaan, apa lo ada kenalan yang membutuhkan karyawan.?" )


( " Iya Yo, ini ada temen gue bilang kalau perusahaan tempat nya bekerja, lagi buka lowongan. Kalau lo berminat lo bisa pergi kesana untuk ngelamar siapa tau kan lo keterima. Apa lagi lo kan juga pernah memimpin perusahaan milik mantan bini lo." )


(Oke Fan, makasih info nya. Gue akan coba melamar kesana besok, mudah-mudahan keterima.")


( Santai aja Yo, kita kan sahabat jadi gue akan membantu lo sebisa gue." )


Tuuutt..


Sambungan telepon pun terputus, Gio menyimpan kembali ponsel nya ke atas meja kemudian lanjut memakan mie nya.


Saat ini hati nya merasa lega setelah mendengar info dari Efan.


Dia akan besok dia akan coba mendatangi perusahaan yang di maksud oleh Efan untuk melamar pekerjaan di sana.


Walau pun dia belum yakin akan di terima, tapi apa salah nya di coba dulu itulah yang ada di pikiran nya.

__ADS_1


....Bersambung...


__ADS_2