Bayi Ambar

Bayi Ambar
Keterangan Pak Trimo


__ADS_3

"Hadi, Bapak mau bicara sama kamu. Tapi sebelumnya Bapak mau minta maaf dulu sama kamu. Bapak harap kamu tidak tersinggung. Ini semua demi kebaikanmu." Pak Trimo menggenggam erat tanganku. Beliau emang sudah sangat dekat denganku sejak dulu. Apalagi aku dan anaknya juga bersahabat sangat dekat, bahkan dulu sempat di isukan kalau aku dan Suci bakal menikah kalau kami sudah dewasa. Namun rupanya aku bertemu dengan Ratih dan menikahi Ratih yang kini sudah menjadi istriku. Semenjak saat itu, aku dan Suci tak pernah lagi saling berkirim kabar seperti dulu.


"Iya, Pak. Sebenarnya ada apa?" tanyaku penuh rasa penasaran. Jujur saja aku penasaran mengapa hanya aku saja yang mengalami gangguan di rumah kami. Bahkan sampai ke sini pun gangguan itu tetap ku rasakan. Ibu pun juga turut merasakan juga.


"Kamu sedang di ikuti. Setan wanita itu menaruh hati padamu." ucap Pak Trimo membuatku terkejut. Bagaimana bisa Ranti jatuh cinta padaku, sedangkan dia hanya berniat untuk balas dendam atas kematian dirinya dan juga anak yang ada dalam kandungannya.


"Bagaimana mungkin, Pak? Dia tidak mungkin jatuh cinta sama saya." bantahku.


"Rupanya kamu sudah tahu kalau kamu di ikuti. Namun mengapa kamu tidak menolak? Ini bahaya untuk keluargamu." tegas Pak Trimo. Aku tertegun, mencoba mencerna ucapan Pak Trimo, Bapak dari sahabatku itu. Ku lihat Ibu dan Suci memandang ke arahku. Mungkin mereka kaget, rupanya aku sudah mengetahui kalau selama ini aku di ikuti makhluk halus.

__ADS_1


"Ta-tapi, Pak. Aku tak bisa menolak." ucapku lirih. Pak Trimo menghembuskan nafas kasar. Lalu beliau duduk sambil menghisap rokok yang sedari beliau pegang.


"Lawan, Hadi. Atau kamu akan kalah." ucap Pak Trimo kembali tegas.


Aku menceritakan apa yang sebenarnya terjadi. Bagaimana semua ini berawal, dan hingga akhirnya gangguan demi gangguan sering muncul dan sering ku alami seorang diri. Dengan seksama Pak Trimo mendengarkan ceritaku. Begitu juga dengan Ibu. Mereka tak ada yang mencoba untuk memotong pembicaraanku. Bahkan dering telephone yang sejak tadi berbunyi turut ku abaikan. Ratih berkali-kali me nelephone, mungkin ingin menanyakan keberadaanku saat ini.


"Hadi, sosok itu ada disini sekarang. Bahkan dia tahu kamu menyukai Bimo, cucuku. Makanya dia yang membuat Bimo menangis histeris tanpa sebab tadi." ucap Pak Trimo membuatku terkejut.


"Wanita itu tidak suka kamu terlalu dekat dengan Suci. Dia menyukaimu, Hadi. Lawanlah, atau kamu akan kalah dan berpisah dengan istrimu." ucap Pak Trimo membuatku terkejut.

__ADS_1


"Tapi dia kakak dari istri saya, Pak." aku semakin bingung di buatnya.


Pak Trimo kembali menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi. Memang niat awal Ranti datang untuk membalas dendam atas matinya dia dan anaknya. Namun lambat laun niatnya berubah. Melihat kehidupan adiknya yang bahagia, membuat Ranti merasa iri. Dia ingin memiliki hidup yang sempurna juga. Bisa mencintai dan dicintai juga.


"Lalu, Pak? Apa yang akan terjadi pada Ratih?" tanyaku penuh rasa penasaran.


"Dia akan merasuki tubuh istrimu, dan akan mengendalikan istrimu sepenuhnya. Kamu akan sangat sulit membedakannya. Bahkan kamu akan sulit untuk lepas darinya. Apakah pernah istrimu bertingkah aneh akhir-akhir ini? Aku mengingat-ingat kapan Ratih terlihat sangat aneh. Namun seingatku, memang sekarang Ratih tampak sangat aneh. Kadang dia seperti Ratih yang dulu, namun tak jarang dia akan bertingkah layaknya bukan dia yang sebenarnya.


"Bahkan Ratih menyusui anak itu, Pak." ucapku membuat semua yang berada di rumah terperanjat.

__ADS_1


"Itu ibunya. Dia menyusui anaknya lewat istrimu. Dan darah istrimu lah yang ia makan." ucap Pak Trimo membuatku berkali-kali membaca istighfar.


__ADS_2