Be My Side, (Y/N)! | Bakugou Katsuki X (Y/N) | Long Love Story

Be My Side, (Y/N)! | Bakugou Katsuki X (Y/N) | Long Love Story
Chapter 08 - (Before) USJ ATTACK


__ADS_3

(Y/n) P.O.V.


"he-hey! apa yang kau-"


"bodoh! cukup hentikan saja quirkmu!"


"Kau tak lihat? aku ini sedang merawatmu tahu!"


Mengapa aku tak mengingat namanya saat itu? lalu kenapa aku tidak merasakan rindu padanya saat kecil? entah mengapa aku baru merasakan itu sekarang...


Tetapi mengapa aku tidak ingat semua detail dari kejadian itu? Tetapi dia- bocah sensi itu... mengapa dia ingat lebih banyak daripada ku?


.


..


...


Semalaman aku berpikir kembali tentang ingatan-ingatan yang dimiliki oleh Bakugou, ugh aku hampir tidak bisa tidur kau tahu? hahaha...


Keesokan harinya aku bersiap-siap untuk pergi ke sekolah dengan catokan rambut, dan make up tipis seperti biasa. menaiki subway bersama otouto-san dan turun di stasiun yang berbeda.


(Di Gerbang U.A.)



Aku berjalan santai memasuki U.A. seperti biasanya, namun sepertinya ini tidak setenang biasanya. "HOI! KAU!" terdengar suara teriakan di belakangku. Aku menengok ke belakang dan menunjuk diriku sendiri, ya- tampak anak laki-laki yang lebih tinggi dariku bersurai blonde ash.


"IYA KAU! SIAPA LAGI?" ucapnya nyolot. Lalu aku mendekatinya, "Pagi bakugou~!" sapaku padanya. biar sopan aja sih... ya kali aku ikutan nyolot pagi-pagi... "hm, aku ingin bicara denganmu" ucapnya tiba-tiba tenang.


'Dia ini mood swingnya cepet banget ya'


"Sini ikut aku" ucapnya langsung menarik tanganku. Hm? kali ini sepertinya dia lebih lembut daripada terakhir kalinya dia menarikku.


Lalu dia mengajakku ke belakang gedung sekolah, seperti terakhir kalinya.


"Kau (y/n) kan?" tanyanya pelan. Aku mengganguk, "Gadis gila, ternyata itu memang kau ya? hahaha... ternyata dugaanku benar, dengar- aku tak mau kau sok kenal padaku" tegasnya kepadaku. "hah? kan kita emang kenal-"


"YA! AKU TAK MAU KAU MENGGANGU PERJALANANKU!" serunya langsung memotong perkataanku. "Heh- ternyata kebiasaanmu memotong pembicaraan-"


"YA APA PEDULIMU HA?" potongnya lagi. "Haha- ternyata makin parah" jawabku sambil tertawa kecil. "Kh- menyebalkan sekali, YASUDAH AKU MAU PERGI! INTINYA JANGAN GANGGU AKU!" ucapnya sambil nyolot. "m-hm yasudahlah~" jawabku dengan tenang. Untung aku bisa mengendalikan emosiku ini, ahahah. Kalau tidak bisa-bisa aku akan memarahinya, tapi kalau aku marah padanya malah menghabiskan tenaga saja. Ternyata energinya banyak sekali ya- apalagi energi dipakai untuk berteriak itu menghabiskan setengah dari motivasi... Gila si-


"Oh iya- karena aku tak mau berurusan denganmu, aku akan mentraktirmu hari ini" ucapnya dengan nada merendah. "hah? untuk apa?" jawabku sambil memiringkan kepalaku. Ini modus apa bukan nih? sepertinya bukan- dia ini gengsinya besar sekali ya...


"KH- SUDAHLAH, ANGGAP SAJA INI TERAKHIR KALINYA AKU BERURUSAN DENGANMU!" serunya sedikit kasar. Lalu aku menyadari, "Oh! kau berterimakasih untuk yang kemarin kan?" jawabku dengan nada ceria. "Ha? apa-ap" aku menaruh jari telunjukku didepan mulutnya. "sh-! sudahlah kemarin aku tulus kok~" ucapku sambil tersenyum. Ya- mungkin karena dia sudah besar, dia menyingkirkan telunjukku dari mulutnya. "Tch- AKU TIDAK BERTERIMAKASIH! JANGAN BANYAK BERMIMPI!" jawabnya sambil memalingkan wajahnya. "He~ kau ini gengsi sekali ya~" godaku padanya. "UGH- APA APAAN? KAU INI GILA YA?" serunya kasar.


3 R.d. Person P.O.V.


"Ha? apa-ap" Bakugou belum sempat membereskan kata-katanya, tiba-tiba saja (y/n) menaruh telunjuknya di depan mulutnya dan menyuruhnya diam.


"sh-! sudahlah kemarin aku tulus kok~" ucap (y/n) sambil tersenyum manis. Seketika rona pipi Bakugou berubah warna, 'sial anak ini masih belum berubah' batinnya. Dia berusaha untuk tenang dan mengendalikan ekspresi wajahnya. Menyingkirkan telunjuk (y/n) dengan cepat.


'Apa salahnya dia terima kemauanku sih? aku pun hanya ingin tak berurusan dengannya' batin Bakugou.


'Ya- mungkin karena dia sudah besar, dia menyingkirkan telunjukku dari mulutnya' batin (y/n).


"Tch- AKU TIDAK BERTERIMAKASIH! JANGAN BANYAK BERMIMPI!" jawab Bakugou sambil memalingkan wajahnya. "He~ kau ini gengsi sekali ya~" goda (y/n) padanya. 'Apa-apaan dia, ternyata dia menyebalkan sekali' batin Bakugou. "UGH- APA APAAN? KAU INI GILA YA?" serunya dengan kasar. 'Apa aku harus mengucapkan terimakasih saja dan pergi? tidak-tidak kalau begitu aku bisa berurusan lagi dengannya' batin Bakugou.


'Tetapi kalau kita satu sekolah begini, bagaimana aku tak bisa berurusan dengannya lagi? lagipula kita pun satu kelas, kh... seandainya kita beda kelas.! Hah- sudahlah, aku tak akan bicara dengannya selain tentang sekolah' Batin Bakugou. "Sudahlah- aku malas berurusan denganmu, aku akan menraktirmu takoyaki... kau suka kan?" tanya bakugou kepada (y/n).


(Y/n) dalam mode coolnya, tidak bisa mengatakan tidak pada takoyaki. 'ugh- takoyaki! tidak aku harus menolak! karna aku melakukannya tanpa pamrih!' batin (y/n).


'Nah- sekarang dia pasti-'


"tidak usah~ aku sudah makan takoyaki kemarin~" jawab (y/n) dengan tegas. "ha? APA SALAHNYA SIH KAU TERIMA?" seru Bakugou kesal. "pft- tertolak ya~" goda (y/n) lagi. "NGAK! AH SUDAHLAH- AKU MALAS BERBICARA DENGANMU!" ucap Bakugou langsung melangkah pergi. "he~ ngambek ya?" ucap (y/n) pelan. "sebenarnya aku cukup mendengar kata terimakasih saja~ kalau kau ngotot ingin membeliku takoyaki, bukannya terdengar seperti modus?~" goda (y/n) lagi.


Seketika Bakugou terhenti, dan membalikkan badannya. "SIAPA YANG MAU MODUS DENGAN GADIS SEPERTIMU HA? LEBIH BAIK AKU MELAJANG SAJA" seru Bakugou dengan pipinya yang sedikit memerah. "he? kalau jodoh gimana?" goda (y/n) sambil cengengesan. "SETAN!" serunya kasar.


Ya- Bakugou semakin tak bisa mengontrol wajahya. 'sepertinya memang lebih baik aku tidak berurusan dengannya' batin Bakugou. 'tetapi entah mengapa aku seperti ingin lebih lama bersamanya, sudahlah katsuki lakukan saja apa yang dia inginkan' batinnya.


"Sudahlah- aku tak mau lagi berurusan denganmu... kh- Terimakasih (y/n)" ucap Bakugou merendah. "eh? kau ngomong apa barusan? apa aku ga salah dengar?" tanya (y/n) seolah tak percaya. "kh- KALAU KU JAWAB IYA KAU MAU APA HA?" seru Bakugou dengan kesal. "Sama-sama" jawab (y/n) sambil tersenyum.


Bakugou tersenyum (lebih tepatnya smirk), "kh- sekarang jangan berurusan denganku" ucapnya langsung berbalik badan pergi. "Baiklah, katsuki~" goda (y/n) sekali lagi dengan memanggil nama depannya. "SIAL- JANGAN PANGGIL AKU DENGAN NAMA ITU!" teriak Bakugou dengan kasar. "Nanti akan kubelikan takoyaki untukmu, kau suka beli yang di depan itu kan?" sambungnya sambil memberhentikan langkahnya.


"He, sudahlah~ tak apa tak usah membalasnya~" jawab (y/n) yang sebenarnya sedang mempertahankan image dirinya. "Kh- kau sudah memberiku penjelasan bodoh tentang perasaanku kemarin. entah quirk aneh apa itu- aku tak peduli... jadi aku mau secepatnya membereskan urusan denganmu" tegas Bakugou sambil menatap tajam (y/n).


"oh! jadi kau menyadariku memakai mental control ya?" ucap (y/n) baru sadar. "Ha?" tanyanya bingung. "Apapun itu tak peduli- yasudahlah aku nanti belikan untukmu" ucap Bakugou langsung pergi. "hoi~ sudah kubilang tak usah!" Teriak (y/n) karena bakugou sudah menjauh.


"TERIMA SAJA BR*NG***! REJEKI KOK DITOLAK?!"


(Y/n) P.O.V.


"TERIMA SAJA BR*NG***! REJEKI KOK DITOLAK?!" Hah\~ dia ini anak yang bergengsi tinggi ya... kenapa aku bisa ketemu ama dia sih\, ahahah. "SOK AJA KASIH\, GW GA BAKAL MAKAN KOK\~" jawabku sambil tertawa. "HA? DASAR GEBL*K\, LU LIAT NANTI AJA DAH!"


Ya- karena aku takut kehabisan suaraku untuk berteriak, jadi aku tidak membalas perkataannya lagi. Tetapi kalau quirkku kemarin mempan untuk mentalnya- bukankah dia tidak akan ngegas seperti ini?


*Flashback On*//semalam.

__ADS_1


Setelah makan malam, aku mencuci piring bersama okaa-san agar cucian yang banyak itu cepat selesai. "okaa-san, aku ingin tanya" tanyaku kepada okaa-san di saat kami sedang mencuci piring. "hm? kenapa (y/n)?" balasnya terhadap pertanyaanku itu. "okaa-san... eto- apa aku mewarisi mental healing?" tanyaku langsung to the point.


Seketika okaa-san berhenti, "mental healing?" tanya okaa-san memastikan perkataanku. Aku mengganguk. Dia kembali mencuci piring, "sepertinya kau sudah melakukan banyak perubahan ya (y/n)? sebenarnya okaa-san sudah tau kamu akan mengetahuinya... dan ternyata hari ini telah datang..." kata-kata okaa-san membuatku sedikit bingung. "jadi apa aku punya?" tanyaku lagi.


"iya- kau punya, karena kau memiliki light healing... karena sekarang quirkmu terus berkembang dan berevolusi... Kau jadi mengembangkan quirk itu, namun (y/n) ada yang harus kau ketahui" setelah berbicara begitu dia menutup keran air dan berhenti sejenak.


"Menyembuhkan mental orang adalah pekerjaan yang sulit- jadi jika kau mengenai inti jiwanya- kau bisa menghancurkan hidup seseorang" ucap okaa-san dengan sorot matanya yang tajam.


"H-hah? sefatal itu?" setelah itu aku berhenti sejenak dan tercengang melihat kenyataan. "ya- sebenarnya- quirkmu itu sedang masa revolusi... jadi jangan sampai kau salah menggunakannya... akhir-akhir ini kau merasa capek karna memakai quirkmu kan?" tanya okaa-san.


"eh? kenapa okaa-san bisa tahu?" tanyaku kepadanya. "Aku melihat kondisi kesehatanmu di sekolah, dan aizawa memberitahukannya kepadaku" ucap okaa-san. "hah? aizawa sensei? kalau begitu-"


Okaa-san langsung memelukku dengan erat, "(Y/n)... maafkan okaa-san ya- okaa-san- seharusnya, hik! tidak memberi hal yang berat kepadamu!" dia menangis di pelukan itu. Okaa-san? aku tak pernah melihatnya serapuh ini... Bagaimana bisa ia yang terlihat tegar dan kuat, serapuh ini melihat anaknya?


Ya- mungkin karena aku anaknya... "Sudah tak apa okaa-san! aku benar-benar berterimakasih karena okaa-san selalu ada untukku!" ucapku melepaskan pelukannya.


"ahahah- (y/n) kau sudah besar ya? perasaan kau dulu masih suka memeluk kaki mamah- dan ngotot mau belajar dance" ucap okaa-san sambil menghapus air matanya. "Ih~ itu mah waktu aku sebelum dapet quirk~ jauh banget dong ahahah~" candaku sambil melanjutkan cuci piring.


Ya- okaa-san paling mengerti perasaanku... Bahkan dia saat aku masih kecil- tiap hari dia menangisiku malam-malam, aku yang lemas- aku hanya bisa berpura-pura tidak tahu soal itu.


"(y/n) apa kau merasa tertekan atau semacamnya saat kau memiliki quirk ini?" tanya okaa-san lagi dengan nada rendah. "tertekan sih... tidak kok okaa-san~ aku saat menerima quirk pun jujur aku senang karena tubuhku tidak lagi lemah!" ucapku dengan nada sedikit meninggi. "Namun- saat aku mengetahui kelemahanku... ya- aku bersyukur saat itu okaa-san tidak berbohong soal kelemahanku" sambungku dengan nada merendah.


"... (y/n) jadi apakah sekarang kau senang dengan apa yang kau punya?" tanya okaa-san. "m-hm! aku sekarang benar-benar bersyukur, bahkan jika aku quirkless pun aku sudah senang jika sudah memiliki okaa-san!" ucapku dengan senyum yang lebar.


Pembicaraan ku dan okaa-san benar benar panjang, namun entah mengapa saat itu aku lupa menanyakan soal resonansi dan soal bakugou katsuki.


*end of flashback*


Setelah itu aku masuk kelas dan berbincang-bincang dengan teman-temanku seputar gossip hangat minggu-minggu ini. Setelah itu Aizawa memasuki kelas, dan menyatakan bahwa ia akan mencari anggota komite kelas. Seketika kelas menjadi berisik dengan banyaknya acungan jari, aku tak mau masuk ke sana karena jadwal di luar sekolahku selalu padat. Dan aku juga tak punya jiwa kepemimpinan~


Lagian aku kan paling populer disini, kan? jadi bukankah sudah jelas kalau aku iseng angkat tangan akan dipilih?


Pengen iseng sih iya~ tapi- nga deh... coba kita pilih siapa ya? Hah- apa-apaan kenapa aku kepikiran bocah sensi itu sih? jangan deh dia itu gengsinya tinggi dan nanti bisa-bisa seisi kelas dia bakar... hah~ jangan deh-


Aduh- siapa ya... Aku melihat sekitar dan mencoba menganalisis siapa yang cocok menurutku. Coba cewe aja deh~ tzuyu- mina- uraraka- nga kita butuh yang tegas~


.


...


....


Beres~! Pastinya yaomomo~ Iya, soalnya momo udah terlihat "power of pemimpin" nya~


Ya- jadi (y/n) akan jadi Ketua kelas, dan untuk wakilnya izuku" ucap Aizawa membacakan hasilnya. Nah- loh? gw kan ga nyalonin?! weh... gw yang santuy kyk begini mana bisa jadi ketua...?!


"(y/n) omedetou, kero!" ucap tzuyu kepadaku. "HA? DEKU? KENAPA MEMILIH DIA?" tanya bakugou dengan kasar. "ya~ itu lebih baik daripada memilihmu" celetuk sero. "APA MAKSUDMU HA?" protes bakugou. "sekarang Izuku dan (y/n) bisa maju kedepan"


Aku- Ya aku berdiri dengan tegas dan mengangkat tangan kananku tinggi-tinggi. "Ada apa (y/n)?" tanya Aizawa padaku. Hal itu membuat yang lain terpaku kepadaku dan melirik ke arahku. "Saya- menolak jadi ketua kelas sensei!" tegasku dengan nada yang keras. "ha?" hampir semua orang mengatakan itu dengan serempak, kecuali beberapa orang.


"Apa alasan yang mendukungmu berbuat seperti itu?" tanya aizawa dengan tegas. Aku yang tegang segera berfokus pada pernafasanku... "Pertama, saya merasa tidak pernah menyalonkan diri di keanggotaan ini... Lalu kedua, saya tak memiliki jiwa kepemimpinan untuk melakukan itu... ketiga ada seseorang yang ingin saya rekomendasikan" ucapku dengan tegas. Seketika kelas langsung berisik,


"He? kenapa (y/n)?" "(y/n) apa kau serius?" "hah~ sayang sekali padahal kau sudah perfect loh (y/n)"


"Semuanya harap diam!" ucap Aizawa dengan tegas sambil menatap tajam. "siapa yang kau ingin rekomendasikan (y/n)?" sambung Aizawa penasaran. Aku tersenyum kecil, "hm~? saya merasa bahwa yaomomo cocok dengan pekerjaan ini... Saya punya alasan mengapa memilih dia, karena menurut saya yaomomo merupakan orang yang produktif" tegasku kepada Aizawa sensei.


Aizawa berseringai, "baiklah- kita akan ganti" jawab Aizawa. Lalu aku pun kembali duduk dengan tenang, "tetapi karena voting midoriya lebih banyak dari yaomomo, kuputuskan midoriya menjadi ketua kelas dan yaomomo menjadi wakil ketua kelas" tegas Aizawa sambil kembali melihat hasil voting. "yasudah, karena (y/n) menolak yaomomo kau maju ke depan" ujar Aizawa yang sudah di depan bersama izuku. "Ha? aku?" sentak momo dengan bingung.


Lalu momo melihatku dari jauh, aku hanya bisa tersenyum canggung dengan memberikan 2 jari (telunjuk, dan jari tengah) berbentuk peace. Yaomomo dia tersenyum dan berterimakasih kepadaku dari kejauhan.


"Hoi (y/n), kenapa kau melewatkan kesempatan ini sih?" tanya iida dengan tegas kepadaku. "He? itu karena aku tak produktif dan tak punya jiwa kepemimpinan sepertimu iida-kun ahahah" ucapku salah tingkah. Begitu pun yang lainnya, "Haha~ aku ini anaknya tidak punya ambisi lebih~ jadi gitu deh~" itulah jawabanku terhadap semua pertanyaan mereka.


Akhirnya pun, diputuskan bahwa midoriya dan momo sebagai ketua dan wakil ketua kelas.


-Istirahat-


Tak terasa bel sekolah pun berbunyi,


"(y/n) ayo kita ke kantin, kero" ajak tzuyu. "skuy tzuyu~ aku makan apa ya~" ucapku sambil berpikir. "ikut dong~" ucap mina dengan toru yang baru datang. "ayo bareng-bareng aja~ gpp kan tzuyu?" tanyaku kepada tzuyu. "gpp, kero... justru aku ingin mengajak yang lainnya- tadinya... kero" jawab tzuyu sambil menggaruk pipinya yang tidak gatal.


"ikusoo kantin!" jawabku langsung berdiri. "momo- jiro ikut yuk~ ochaco~ eh ochaco mana?" sambungku lagi. "tadi aku melihatnya bersama midoriya dan iida pergi" balas momo. "m-hm aku juga tadi melihatnya" sambung jirou. "he~ baiklah ayo kita ke kantin~ momo jirou kalian ikut kan?" tanyaku kepada mereka. Mereka mengganguk, dan akhirnya kami pun pergi berbarengan ke kantin.


-Di jalan menuju kantin-


"eto- (y/n).. arigatou- untuk yang tadi pagi" ucap momo sambil di jalan. "m-hm~ douitashimasute!" jawabku dengan senyum lebarku. "he~ (y/n) kau ini gimana sih~ bukannya ngambil kesempatan malah di sia-siain gitu aja~" celetuk toru. "coba kau pikirkan orang yang seperti aku jadi ketua kelas? sangat tidak cocok sekali bukan?" jawabku. "cocok kok-" balas yang lain bersamaan.


"weh-! gw ini terlalu santuy~ yang ada kalian ntar protes~ especially bocah sensi itu hahah" ucapku sambil sweat drop. "bocah sensi? siapa, kero?" jawab Tzuyu. "bocah sensi maksudmu bakugou?" tanya jiro. "oh iya aku selalu melupakan namanya~" jawabku sambil menepuk dahiku dengan pelan.


"he~ ngomong-ngomong soal bakugou (y/n)~ apa kau menyukainya?" ucap mina iseng.


"hah? maksudmu kyk crush?" jawabku kepadanya. Mina mengganguk, entah mengapa yang lain jadi tertarik dengan topik ini... Dia itu- ganteng sih~ tapi ya sifatnya eugh... "entah? aku menyukainya sebagai teman, sepertinya?" jawabku bingung. "EH JADI KAU SUKA?" pekik mina. "heh nga gitu! eh- em gimana ya?" ucapku langsung salah tingkah. Mereka terlihat seperti menantikannya, ehm- "ya~ ku akui dia ganteng~" sambungku.


"nah kan kau artinya suk-" sebelum toru melanjutkannya, mina menutup mulutnya. "shh~ teman kita ini belum selesai bicara toru~" balas mina. "ahahahah~ kalian ini gimana sih~ ya benar- ku akui dia ganteng~ tapi dia itu agak gimana ya- sensi dan ehm- begitulah~" ucapku dengan senyum kecil. "yah~" ucap mina dan toru berbarengan.


"Dan lagian maksudku menyukainya sebagai teman itu lebih seperti aku menyukai kalian semua yey~" sambungku dengan nada ceria. Reaksi mereka berbeda-beda, momo dan jirou seperti sudah puas mengetahui jawabanku, Asui seperti memanggut-manggut, sedangkan toru dan mina seperti belum puas.


"He~ terus waktu itu aku melihatmu ditarik oleh bakugou ke belakang sekolah~" celetuk mina. "Hah?"

__ADS_1


3 R.d. Person P.O.V.


"Hah?" terlihat rona merah di muka (y/n), yang menghiasi pipinya itu. "Tuh~ sudah ku bilang~" jawab toru. "Oh~ kalo soal itu ku jelaskan nanti deh~ sekarang kita harus makan dulu~ sebelum waktunya habis~" balas (y/n) sambil berusaha menghilangi rona merah di wajahnya.


"ha-ha-ha~!" jawab (y/n) sambil mempercepat langkahnya. "tunggu aku (y/n), kero" ucap tzuyu sambil ikut mempercepat langkahnya.


(Y/n) P.O.V.


Ugh- sadar diri lah (y/n)! tapi entah mengapa aku jadi ingat kejadian di saat hari pertama sekolah...


//plak\ Ya- aku menampar diriku agar sadar.


...!


"Hah? (y/n) kau tak apa?!"


"iya aku tak apa kok~" jawabku sambil tersenyum kecil. Setelah itu aku dan teman-temanku memesan makanan dan duduk di tempat yang kosong. "he~ (y/n) kau ini ga bosen makan takoyaki melulu~" tanya toru. "Hm? maksudmu sebagai makanan setelah bento?" tanyaku kepadanya. "iya- apa kau tak bosan?" sambung jiro yang diangguki toru. "ahahah begitu lah~ tapi aku lebih suka yang ada di luar U.A.~" balasku.


"eh (y/n)- tebak itu dibelakang siapa~" goda mina. "he~? siapa ya? nanti saja deh aku liatnya~ aku mau makan!" balasku kepada mina sambil tertawa. Ya- aku mengerti apa maksudnya, lalu aku mengkode kepada mina. Aku mengangkat tangan kananku, "hah kau ngapain (y/n)? kero" tanya Asui. "pst mina" ucapku lagi. "hm?" ucap mina.


Aku langsung mengepal tanganku dan membukanya (sehingga terlihat seperti bom). Lalu aku membuat tanda tanya kepadanya. "ah~ (y/n) ternyata kau peka ya?" goda mina lagi. "Ahahah~ gini-gini aku termasuk orang yang peka loh~" godaku lagi. "Jarang-jarang loh ada orang peka~" balas jiro.


"m-hm yasudah ittadakimasu!" ucapku sambil mulai memakan makananku.


//sfx : suara alarm yang menandakan bahwa harus mengungsi.


"Eh? tumben?" "gawat kita harus segera mengungsi"


"Alarm apa ini?" tanya momo dengan tegas. "Alarm?" tanya toru, lalu aku membiarkannya... "Hm? alarm? Sudahlah~ kita santuy aja~" jawabku dengan santai. "ha?" ucap yang lain heran kepadaku.


"E-EH ini alarm apa sih?" tanyaku heran. Lalu aku menyimak alarmnya sekali lagi, "Eh? villain?" ucapku agak sedikit meninggi.


Mereka hanya bisa pasrah melihatku, "Baiklah teman-teman kita juga harus mengungsi!" ucap momo dengan tegas. "sebentar! takoyakiku~" ucapku lagi, mereka hanya bisa pasrah melihatku. Lalu jiro dan tzuyu menarikku untuk segera pergi mengungsi bersama mereka. "Sudahlah~ takoyaki bisa dibeli lagi (y/n)!" jawab jiro.


"huaa~ eh tapi- bukankah ini tidak masuk akal? kalau villain datang pastinya sekolah ini sudah ambruk setidaknya setengahnya kan?" ucapku dengan nada sedikit meninggi agar mereka mendengarku. Lalu momo memberhentikan langkahnya, "Benar juga- tapi tidak mungkin para guru sedang menanganinya?" jawab momo.


Lalu aku melepaskan tanganku perlahan dari pada tzuyu dan jiro, "maaf teman-teman TAPI AKU HARUS MEMASTIKAN!" teriakku kepada mereka. "(Y/N)! APA YANG KAU LAKUKAN?!"


"Baiklah aku dan (y/n) akan memastikannya!" ucap momo langsung mengikutiku, sehingga yang lain pun jadinya mengikutiku. "eh? kok kalian semua?" tanyaku bingung.


"Kami tak mau kau sendiri (y/n)!" ucap mina dengan tegas. Yang lain mengganguk, "Ka-ka -kalian- aww jadi terharu" jawabku. "sekarang tak ada waktu untuk itu, sekarang periksa saja (y/n)! aku akan menemanimu" tegas momo.


Waw- sifat kepemimpinannya~ "hm? momo kau ngapain ke sana?"


"Bukankah kau mau mengeceknya?" tanya momo. Aku tertawa kecil, "Ngapain~ aku kan memiliki quirk untuk melihat keadaan lingkungan~" jawabku dengan senyum kecil. "Eh?" yang lain langsung kaget melihatku.


"Hehe~"


"kenapa kau tidak bilang daritadi (y/n)!" ucap mina dan toru. "Hahah~ nanti kujelaskan deh~" ucapku langsung memfokuskan pernafasan.


Sring~ "Teman-teman jangan terlalu melihat cahayanya ya~ ini bisa merusak mata loh~" ucapku mempringatkan. Lalu mereka melihat ke arah lain, mulai membagi energi dan diriku menjadi 3. "hah? (y/n) kau punya klon juga?" sentak Jiro. "sh! nanti kujelaskan!" jawabku kepada jiro.


Klon ku mulai menembus dinding dan keluar,


"Utara? apa keadaan aman?" ucapku sambil berfokus kepada pikiranku.


'Utara, aman'


'Barat dan timur tak ada apa-apa'


'Selatan terdapat banyak sekali wartawan dengan kehancuran gerbang yang parah'


"Hah? wartawan? PFT- AHAHAHAH" ucapku sambil tertawa geli. "hah? kenapa (y/n), kero?" tanya Asui langsung kaget melihatku tertawa. "hah? wartawan?" tanya momo dengan tegas.


"Iyaa, sebentar- aku ingin mengembalikan keadaanku- jangan terlalu dilihat cahayanya ya~" ucapku sambil kembali memperingatkan. Lalu klon ku mulai menghilang dan mengembalikan energi ke pusat, ya tepatnya diriku yang asli.


"hah- hah- sudah-" ugh, jangan sekarang!


"(Y/n)!"


3 R.d. Person P.O.V.


Lalu (Y/n) mulai terengah-engah, tentunya yang lain langsung kaget melihat (y/n) dan mulai memgangi (y/n) dengan hati-hati.


'Extra Energy!' pada akhirnya (Y/n) menggunakan energi cadangannya... "hah- hah-! Arigatou minna!" ucap (Y/n) kembali bugar.


"Astaga (Y/n)! kau ini terlalu nekat!" ucap mina langsung memeluk (y/n). "Hah? mina? sudah-sudah tak apa kok!" jawab (Y/n) dengan senyum manisnya. "Aw~ aku ikutan~" balas toru sambil ikutan berpelukan. "eh? toru?" ucap (Y/n) yang kaget dengan wajahnya yang sedikit memerah. "ikutan ya, kero" ucap tsuyu juga yang langsung ikutan. Lalu momo tersenyum langsung mengelus kepala (Y/n), "sepertinya kalau dibandingkan aku kau lebih berjasa (Y/n)" ucap momo kepada (y/n).


"Tidak kok~ aku ini belum seperti mu momo~ eh kalian udahan dong~ aku malu ih~" balas (y/n) yang mukanya memerah. Lalu mina, toru dan tzuyu melepaskan pelukan mereka...


"Lihat (y/n) mukanya bwahahah!" celetuk toru. Lalu akhirnya mereka semua mentertawai (y/n) yang malu dengan skinship seperti itu. 'ini pertama kalinya aku dipeluk seperti itu dengan 3 orang secara berbarengan' batin (y/n).


"Tetapi aku menyukainya~ arigatou!" sambung (y/n) dengan senyum cerahnya. "ekhem, sekarang to the point... Jelaskan tentang quirkmu (y/n)!" tegas jiro to the point.


"eh iya juga yaa, ahahah" ucap (y/n) sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal dengan senyum canggungnya.


-T.B.C. (To Be Continued)

__ADS_1


Jangan lupa like >3T


//btw maaf telat update TvT


__ADS_2