Be My Side, (Y/N)! | Bakugou Katsuki X (Y/N) | Long Love Story

Be My Side, (Y/N)! | Bakugou Katsuki X (Y/N) | Long Love Story
Chapter 17 - The girl's hope (2)


__ADS_3

(Y/n) P.O.V.


"Aku akan segera merebutnya" ucap Todoroki dengan tatapan tajamnya. "COBA SAJA KALAU KAU BISA!" balas Bakugou dengan nada kasarnya. "Bakugou, sekarang kita harus bagaimana?" tanyaku padanya. "SERANG SAJA SIALAN!" entah mengapa aku merasa kalau ini adalah ide buruk...


"Bakugou, bagaimana kalau kita mundur lalu serang mereka agar mereka tak mengambil poin-poin kita?" tanyaku padanya. "Hah? KENAPA GA SERANG SEKARANG SAJA?!" tanyanya dengan suara kerasnya itu.


"Aku memiliki firasat buruk soal mereka, karena itu aku harus mengumpulkan lagi energiku untuk merekatkan mereka semua di tanah" ucapku dengan serius.


"LAH?! KENAPA KAU HARUS REKATKAN SEGALA?!" protes Bakugou. "Karena itu salah satunya cara agar mereka bisa tumbang dan jatuh ke tanah dengan sendirinya! Dengan mendiskualifikasikan mereka, kita akan menang! Dan lagi kita kan tidak boleh menjatuhkan lawan, kalau tidak kita dapat kartu merah?" ucapku mengingatkan sambil mundur.


"Tch! Baiklah, AWAS SAJA KALAU KITA KEHILANGAN POIN KARENA KAU!" katanya dengan perasaan kesal. "Tidak akan!" ucapku sambil memasang senyum menyeringai.


3 R.d. Person P.O.V.


"Iida! Maju!" ucap Todoroki pada Iida. "Baik" ucap Iida sambil mengaktifkan quirknya. "Yaoyorozu, bersiaplah melindungi kami dengan tangkal listriknya!" ucap Todoroki pada Yaomomo.


"Kaminari!" ucap Iida pada kaminari. "Aku tahu apa yang harus kulakukan!" ucap Kaminari dengan mantap. "Pastikan pertahanan kalian bagus! Kejutan penuh 1,3 Juta Volt!" ucap Kaminari sambil mengaktifkan quirknya dan menyetrum semuanya.


(Y/n) yang menyadari hal itu secara terlambat, memasang pelindung dari cahaya agar mementalkan kembali listrik kaminari.


"Hah?! Tidak mungkin?!" ucap Kaminari sambil melihat listrik yang dikembalikan oleh (y/n). "Kenapa Kaminari-k..?!" ucapan Iida terpotong karena sambaran listrik itu sudah mengenai kelompok mereka.


"He?! (Y/n)?! Apa yang kau lakukan?!" pekik Kirishima dan Sero yang kaget karena tingkah bar-bar (Y/n). "Mengembalikan serangan tentunya" jawabnya sambil memulai pergerakan untuk kabur lagi.


"BAGUS! GADIS BODOH!" kata Bakugou dengan nada bangganya.


"Terimakasih! Sebaiknya kalian bersiap-siap, arena sehabis ini kita mungkin-" ucapan (y/n) terpotong karena datangnya tim Midoriya.


"Jangan lupakan kami, Kacchan!" ucap Midoriya dengan serius.


(Y/n) P.O.V.


"Jangan lupakan kami, Kacchan!" kata Midoriya yang baru datang. "Ah sepertinya, memang tidak mudah... Bakugou-kun!" ucapku padanya.


"Nga mudah?! JUSTRU INI BAGIAN SERUNYA SIALAN!" katanya sambil mulai tertantang.


"Pokoknya kami akan mengambil kembali, poin itu!" ucap Midoriya dengan serius. "Bakugou, sekarang-" ucapan Kirishima itu terpotong oleh Bakugou dengan tampang agresifnya itu. "Ngapain kita tunggu? Kita serang saja mereka! MAJU SINI, DEKU!" kata Bakugou dengan keras.


"GADIS BODOH SIAPKAN QUIRKMU ITU SIAL-" ah kenapa rasanya aku kehilangan keseimbangan ya?


3 R.d. Person P.O.V.


(Y/n) yang mulai kehilangan keseimbangan itu membuat kelompoknya panik, "(Y/n)! Kau tak apa?" kata Kirishima dengan panik. "Hoi! GADIS BODOH! JANGAN PINGSAN SIALAN!" seru Bakugou juga yang ikutan panik.


Midoriya P.O.V.


Serangan Kacchan dan quirk (y/n), membuatku kewalahan, tetapi sekarang aku harus membalikkan keadaan! "Midoriya, sekarang bagaimana?" tanya Tokoyami padaku. "Kita kejar kelompok Kacchan, untuk mengambil kembali 10 juta" ucapku dengan tegas. Lalu Tokoyami menganggukan kepalanya.


He? Itu? Todoroki juga sepertinya memang berniat untuk mengembalikkan keadaan dengan 10 juta yang Kacchan dapatkan, "Tokoyami, kita-" serangan (y/n) yang mengembalikan listrik kaminari itu membuatku terkejut, "Tokoyami kita cegat mereka!" perintahku padanya.


Tokoyami dan yang lain pun mengganguk dengan tegas,


"Jangan lupakan kami, Kacchan!" kataku pada Kacchan. "Ah sepertinya, memang tidak mudah... Bakugou-kun!" kata (y/n) padanya.


"Nga mudah?! JUSTRU INI BAGIAN SERUNYA SIALAN!" sial- melawan Kacchan memang berresiko, apalagi (y/n) tantangannya...


*Potongan memori*


"Pokoknya, aku ingin kau fokus pada pertahanan... Kau tidak perlu menyerang, jadi..." ucapku bingung ingin mengatakan apalagi. "Menarik, daya serang kekuatanku meningkat saat gelap, tapi menjadi sangat ganas dan sulit dikendalikan... Sebaliknya, akan mudah dikendalikan saat matahari bersinar. Tapi daya serangnya menjadi di bawah rata-rata" kata Tokoyami.


"Menyuruhku tidak menyerang tanpa mengetahui sifat kekuatanku dalam situasi ini, itu adalah pilihan yang unik... Baiklah, gunakan aku! Aku mengandalkanmu, Midoriya" sambung Takoyami.


*End of potongan memori*


"Pokoknya kami akan mengambil kembali, poin itu!" kataku dengan serius. "Tapi, (y/n)..." gumamku. "Selama (y/n) terus memakai quirknya, akan sulit untuk menyerang... Salah satu kesempatan yang kita bisa ambil adalah saat-" ucapan Takoyami terpotong saat dia menyadari (y/n) yang pertahanannya mulai ambruk.


"GADIS BODOH SIAPKAN QUIRKMU ITU SIAL-"


"Takoyami! Sekarang!" kataku dengan tegas.


3 R.d. Person P.O.V.


Tim Midoriya yang menggambil kesempatan itu, menggunakan kecepatan tinggi untuk menuju ke arah tim Bakugou. Sekali lagi kejutan yang mengagetkan mereka adalah (y/n) itu sendiri,


Saat Dark shadow ingin menyerang dan mengambil ikat kepala, secepat kilat ada pelindung cahaya melindungi kelompok Bakugou.


"(Y/n)! Kamu-" ucap Sero dengan sedikit kaget. "Kata siapa aku menyerah?!" kata (y/n) yang baru memulihkan dirinya. "Ini belum versi serius loh!" sambung (y/n) sambil menyeringai.


"Kau ngeprank kami ya, (y/n)?" tanya Kirishima dengan muka yang pasrah. "Nga kok! Aku tadi benaran kambuh" ucap (y/n) yang jujur itu dengan muka polosnya.


...


Bakugou yang kesal itu, berusaha untuk mengontrol amarahnya dan tersenyum lega. "Pokoknya kerja bagus, cahaya aneh!" katanya sambil memasang senyum meremehkan. "Dan lagi, apa kau masih bisa menyerang gadis bodoh?" tanyanya pada (y/n).


"Sebenarnya aku tak yakin, jika kau mau aku bisa pakai reso-" ucapannya terpotong oleh Bakugou. "Kalau gitu kita akan bertahan sembari menyerang" kata Bakugou.


"He?!" ucap Kirishima dan sero yang kaget karena perubahan sikap Bakugou. "BAGAIMANAPUN, AKU BUKANNYA PERHATIAN DENGAN DIA YA?! AKU TAKUT KITA DIELIMINASI SAAT BERDIRI DI PUNCAK!" protes Bakugou.


"LAGIPULA SEKARANG BUKAN SAATNYA MENGOBROL! PARA LALAT-LALAT ITU SUDAH KEMBALI!" kata Bakugou sambil melihat ke arah Todoroki yang mendekat dan Midoriya yang siap menyerang.


'Sekarang dia menyebut tim yang lain sebagai lalat ya? hahaha...' batin (Y/n). 'Tapi, entah mengapa tadi aku merasakan perhatian yang ditunjukkan Bakugou kepadaku secara tak langsung' batinnya lagi.


'Sudahlah tak usah dipikirkan!' Setelah itu tim Bakugou, Todoroki, dan Midoriya berhadapan untuk berebut 10 juta.


Todoroki P.O.V.


Sial! Anak itu- Kenapa dia bisa mengembalikan serangan kaminari?!


Tanganku juga jadi mati rasa, karena sengatan itu! "Todoroki, apa kau sekarang tak apa?" ucap Iida yang baru tersadar akan serangan itu. Kulihat kelompokku yang sekarang sudah tersadar itu, "Yaoyorozu!" perintahku padanya. "Baik!" jawabnya sambil memberikan tongkatnya padaku. Aku mengalirkan quirk esku untuk membekukan mereka yang sudah menyusuliku, "Sepertinya tim Bakugou menjatuhkan beberapa ikat kepala ya?" gumamku.


"Iya benar, entah mengapa mereka ini gegabah sekali" ucap Iida. "Untunglah kalau begitu, kita ambil juga beberapa ikat kepala yang dijatuhkan atau yang sudah diambil oleh kelompok lainnya" perintahku pada mereka.


Lalu mereka mengganguk.


3 R.d. Person P.O.V.


"Btw, Bakugou... Entah ini perasaanku saja atau bukan, kenapa ikat kepalanya dikit ya?" ucap (y/n). Bakugou sedikit tersentak, "Itu tadi aku sempat kecolongan dan sempat ada yang terjatuh" ucapnya dengan pelan.


'Entah mengapa aku merasa sedikit kesal...' batin (y/n).


"Dengan waktu 1 menit 30 detik, apakah tim bakugou masih bisa mempertahankan 10 juta?"


Lalu tiba-tiba (y/n) memasang wajah yang kaget, "Hoi! (y/n)- Kenapa?" ucap Kirishima sambil membantu pertahanan.


"Aku, merasa tim Todoroki akan membuat keadaan ini berbalik... Karena itu aku rasa aku akan menggunakan resonansi untuk mengimbanginya" kata (y/n) dengan serius.


'Resonansi..?' batin Bakugou.


Bakugou P.O.V.


*Potongan memori*


"APA YANG KAU PIKIRKAN KATSUKI! AYO KITA KABUR! a-aku tak bisa berresonansi lebih banyak la-lagi..!"


"Aku mencoba memanggil quirk diriku dan quirkmu di masa depan"


*End of potongan memori*


"Hoi- Bukankah resonansimu itu seperti memanggil bantuan dari masa depan? Bukankah itu sedikit berbahaya? Dan lagi bukankah itu-" dia memotong perkataanku. "Aku tidak akan memakai resonansiku yang itu, tapi aku akan memakai resonansi masa kini... Jadi ini akan sedikit lebih berbeda dibanding resonansi saat itu"


Hah? Masa kini? Masa depan? Apa jangan-jangan maksudnya itu, "Intinya kamu hanya mengoneksikan keempat quirk kita kan?" tanyaku padanya. Dia mengganguk, "Tapi sepertinya tidak perlu" ucapku pada gadis bodoh itu.


"He? apa maksud-" ucapannya terpotong saat melihatku meledakkan tim setengah-setengah yang datang dengan kecepatan yang tinggi itu. "Mustahil-!" ucap si mata empat itu sambil meragukan gerakan cepatnya itu.


"KAU MELUPAKAN AKU YANG MEMILIKI QUIRK HEBAT YA? GADIS BODOH!"


3 R.d. Person P.O.V.


"Dari beberapa menit yang lalu, memang tak ada yang bisa mengambil ikat kepala 10 juta poin itu dari Bakugou?! Bukankah ini akhirnya?" ucap Present Mic.


"Sekarang waktu sudah menunjukkan kurang dari satu menit! Siapakah yang akan masuk ke babak final?!"


'Sepertinya aku memang selalu terbiasa sendiri dalam menyerang, sampai-sampai aku melupakan kehadiran teman-temanku yang ikut berjuang' batin (y/n).


Namun Midoriya yang tak mau menyerah itu, berhasil mengambil ikat kepala utama tim Bakugou yang merupakan 740 poin. "SIALAN! GADIS BODOH AMBIL LAGI BAGIAN IT-"


"Waktu habis!"


"Itulah akhir dari babak kedua, pertempuran berkuda!"


"Baiklah, mari lihat tim yang masuk empat besar!"


"Peringkat pertama, Tim Bakugou!"


(Y/n) menghela nafas lega, "Huft... Untung kita masuk babak final" ucap (Y/n) sambil melepaskan quirknya itu. "Iya.. Ini semua berkatmu (y/n)!" ucap Sero.


Bakugou yang tidak mendengar pujian itu merasa kesal, 'Waduh, sero! Jangan asal ngomong dong!' batin Kirishima yang kembali memasang wajah canggung. "Nggak kok! Aku benar-benar bertrimakasih kepada kalian yang mau bekerjasama denganku dan membebaskan aku untuk melakukan penyerangan... Jadi ini semua bukan karena aku, ini karena kalian juga!" ucap (y/n) dengan wajah yang ceria.

__ADS_1


"Terimakasih ya... Kirishima, Sero, dan juga kamu Bakugou!" katanya lagi sambil memasang senyum ceria. 'Ugh terlalu manis!' batin Kirishima dan Sero.


"Tch, bagaimanapun berterimakasihlah pada dirimu juga... Karena kau tidak pingsan saat turnamen" ucap Bakugou yang lagi-lagi memalingkan wajahnya. "Aku juga berterimakasih karena kau sudah mengingatkanku, Katsuki-kun!" canda (y/n).


"SEJAK KAPAN AKU MEMPERBOLEHKANMU MEMANGGIL NAMAKU HAH?!" protesnya kepada (y/n). (Y/n) hanya bisa tertawa karna tingkah laku Bakugou yang lucu baginya, "ITU TIDAK LUCU, HEY!"


"Peringkat kedua, Tim Midoriya!"


"Ah, untunglah aku bisa mendapat peringkat kedua" ucap Midoriya dengan lega.


"Peringkat ketiga, Tetsute... Loh? Oi, Tim shinsou?! Sejak kapan kau muncul dari belakang?"


"Peringkat empat, Tim Todoroki!"


"Sial!" gumam Iida dengan sedikit kesal. "Asalkan masuk final juga, sudah tak apa kan Todoroki-kun?" tanya Yaomomo pada Todoroki. Todoroki mengganguk pelan, "Bagaimanapun aku harus berusaha keras nantinya!" gumamnya dengan tegas.


"Inilah empat tim yang akan lanjut ke babak final!"


"Baiklah, istirahat satu jam makan siang sebelum lanjut festival di sore hari!"


***


"(Y/n)-chan, selamat!" kata Tzuyu pada (y/n). "Terimakasih, Asui-san" ucap (Y/n) sambil memasang senyum ramahnya.


(Y/n) Okaa-san P.O.V.


Baguslah (y/n)! Aku benar-benar bangga padamu... Walau begitu perkembanganmu memang lebih cepat daripada yang lain... Anak ini...! Mau buat aku terharu sampai kapan sih?


Ya benar, mulai sekarang... Aku harus mempercayakannya semuanya pada anakku.


(Y/n) P.O.V. //Time skipped


"Aku pengen takoyaki~" gumamku pelan. "He? Takoyaki? Bukankah kau bisa memesannya disini?" jawab Yaomomo padaku. "Ehm, kalau itu katanya bahan yang ada di cafetaria sudah habis~!" ucapku sambil memasang wajah kecewa.


"Apakah kau tak berniat menyusup keluar untuk membeli takoyaki lagi?" celetuk Jirou. "Iya biasanya kau kan seperti itu (Y/n)-chan... Kero" balas Asui.


"Tapi sekarang, aku tak mau menghabiskan energiku..." ucapku sambil memasang wajah pasrah. "Sepertinya (y/n)-chan mulai berpikir untuk kedepannya setelah pertandingan tadi ya?" kata Ochako padaku.


Aku mengangguk,


"Yaoyorozu, Jirou, (Y/n)" ucap Kaminari yang memberhentikan kami berdua. "Hm? Apa kalian membutuhkan sesuatu?"tanya Yaoyorozu yang langsung menghadap belakang. "Yah, karena kau pengurus kelas, kurasa kau sudah tahu sih, tapi semua orang harus pakai kostum pemandu sorak untuk tanding sorak di sore hari" ucap Mineta sambil menunjuk ke arah para pemandu sorak.


Aku dan Jirou yang mendengar itu langsung kaget saat mendengar itu, "Padahal aku tidak mendengar info semacam itu" ucap Yaoyorozu sambil berpikir keras.


"Kau tidak harus mempercayaiku, tapi aku dapat info dari Aizawa-sensei kok" ucap Mineta sambil melihat ke arah yang lain. Aneh, kenapa bahasa tubuhnya itu terlalu blak-blakan untuk mengatakan kalimat seperti 'Sudahlah! Pakai saja!' ya?


Apa segawat itu? "Kukira kamu bakalan lupa, jadi aku memberitahumu untuk berjaga-jaga saja" sambungnya sambil diiringi anggukan kepala Kaminari.


"He? Apa kalian yakin? Aizawa-sensei mengatakan begitu?" tanyaku padanya. Mereka sedikit tersentak dengan pertanyaanku itu, "Dimana Aizawa-sensei sekarang? Aku mau izin!" sambungku lagi.


"He? Izin apa (y/n)?" tanya Jirou padaku. Ergh, sepertinya mereka ini tidak ingat luka jahitku ya? Semoga saja saat di-kode mereka peka! Aku langsung membuat garis di tengah dadaku seolah ada jaitan di tengah dadaku itu. "Eh iya, (y/n)-san kan punya-" aku memotong perkataan yaoyorozu agar dia tidak mengatakannya keras-keras.


"Shh!" ucapku langsung memotong perkataannya. "Ah, maaf (y/n)" ucap Yaoyorozu.


"Kalau begitu, Kaminari Mineta kau tahu dimana Aizawa-sensei? Sepertinya (y/n) harus izin" sambungnya. "He?! Mana bisa begitu yaoyorozu-san! Karena Aizawa-sensei menyuruh semuanya!" seru Kaminari dengan panik.


"Ah, separah itu ya?" ucapku dengan pasrah. "Yasudahlah.. dimana baju pemandu soraknya? Bukankah seharusnya sudah disiapkan?" tanyaku padanya.


Mereka terlihat panik sekali lagi, "Masalahnya itu harus dipersiapkan oleh kalian sendiri" ucap Kaminari lagi. "He? U.A. pelit ya? Yaoyorozu-san?" tanyaku padanya.


"Iya... Sudah sewajarnya deh..." jawab Yaoyorozu padaku. "Ah, sepertinya ini kerjaan lagi deh.. Buatmu Yaomomo" ucap Jirou sambil menghela nafas.


Kenapa yaomomo baru mendengarnya ya? Bukankah dia ini sangat teliti dalam mengumpulkan informasi? "Yaomomo, apa kau yakin kau tidak mendengar info yang sepenting itu?" tanyaku padanya.


"Iya, sepertinya aku waktu itu tidak mendengarkannya" ucapnya dengan jujur. "Kalau begitu aku akan tanya soal baju itu ke kelas lain" jawabku dengan semangat.


Lalu Mineta dan Kaminari kaget untuk ke sekian kalinya, "Untuk apa bertanya (y/n)? Bukankah itu sudah jelas?" ucap Mineta dengan panik. "Iya! Nanti kau dibilang oon* loh!" ancam Kaminari.


*Fyi : Oon, adalah panggilan untuk anak yang lemot.


"Biarin! Kan kita ga bisa ngerubah apa pemikiran orang~! Daripada nanti- 'Malu bertanya, sesat di jalan' kan?" kataku sambil menantang diriku sendiri. "Aku tak akan menjatuhkan temanku cuma karena aku tak berani ambil resiko!" sambungku lagi.


"Kalau begitu aku ikut" ucap Jirou. "Hwaa? Hontouni?" ucapku sambil memasang wajah ceria.


3 R.d. Person P.O.V.


"Kalau begitu aku ikut" kata Jirou. "Hwaa? Hontouni?" ucap (y/n) sambil memasang wajah ceria. Jirou mengangguk, sekali lagi perasaan senang itu membuat (y/n) kembali memasang senyum cerianya.


"Kalau begitu, ayo!" ajak (Y/n) dengan semangat. "Aku ikut" ucap Yaoyorozu. "Ayo yaomomo!" ajak (y/n) lagi sambil memasang senyum cerianya itu.


'Entah mengapa wajah imut (y/n) itu, terlalu manis!' batin Kaminari. 'Bukankah tak bisa begini, Kaminari? Kalau begitu, rencana kita gagal!' batin Mineta kepada Kaminari sambil memasang telepati yang disampaikan lewat wajahnya itu. "Oi! Kaminari~!" ucap Mineta yang keceplosan.


"Hm? Kalian kenapa?" tanya Yaoyorozu yang bingung karena sikap mereka berdua. "Tidak apa-apa! Kami kabur dulu ya!" ucap Kaminari yang langsung kabur.


"Mereka aneh" gumam Yaoyorozu. "Oi~ Yaomomo-san! Ayo jalan!" panggil (Y/n) yang sudah berjalan 5 langkah lebih dulu bersama Jirou. "Oh- Hai'k!" jawab Yaoyorozu sambil ikut berjalan.


(Y/n) P.O.V.


"Halo Kendo-san!" sapaku dengan senyum ramah. "Oh, halo (y/n)-san! Eh... Mereka ini?" jawabnya dengan sedikit canggung.


"Ah, ini... Ini Yaoyorozu dan Jirou, Kendo-san! Yaoyorozu, Jirou-san... Ini Kendo! Temanku saat di ujian masuk!" ucapku sambil memperkenalkan satu sama lain. "Salam kenal ya!" kata Kendo sambil memasang senyum ramahnya kepada Yaomomo dan Jiro.


"Salam kenal, kendo-san!" jawab Yaomomo sambil memasang wajah bersahabatnya. "Salam kenal kendo-san" sambung Jirou sambil memasang senyum canggung. "Ahahah... Tak usah canggung begitu, Jirou-san!" ucap Kendo dengan ekspresi menenangkan Jirou.


"Ngomong-ngomong (y/n), kau punya teman yang hebat!" ucap Kendo dengan ramah. "Terimakasih, Kendo-san! Ngomong-ngomong aku datang untuk menanyakan sesuatu..." ucapku langsung to the point.


"Apa tak apa jika kami menanyakannya?" sambung Jirou dengan wajah yang sedikit serius. "Ah, boleh kok! Emangnya mau nanya apa ya?" jawab Kendo dengan wajah sedikit penasaran.


"Ehm, yaomomo bisakah kau menjelaskannya?" tanyaku sambil memasang senyum canggung kepada momo. "Baiklah... Jadi begini Kendo-san, apakah di kelas mu sudah mempersiapkan baju untuk pemandu sorak?" tanya Yaomomo dengan serius.


"Pemandu sorak? Untuk apa?" tanya Kendo sedikit kaget.


"Untuk tanding sorak nanti? Soalnya teman sekelas kami mengingatkan soal itu... Dan apalagi ini terlalu mendadak kalau mau menyiapkan bajunya sekarang..." jawabku dengan jujur. "Jadi kami ingin menanyakan, seperti apa kalian akan menyiapkan baju itu?" sambungku lagi.


"Tanding sorak? Rasanya aku baru dengar..." ucap Kendo sambil berpikir keras. "Siapa yang menginfokan soal itu, (y/n)-san?" kata Shiozaki-san yang ikut nimbrung.


"Ah, Shiozaki-san!" sapaku kepadanya. "Halo, (y/n)!" ucap Kinoko yang ada disana juga.


"Halo, Kinoko-san~!" jawabku sambil menjawab sapaannya. "Shiozaki, apakah nanti ada tanding sorak?" tanya Kendo kepada Shiozaki. "Setahuku tidak ada, kendo... Kalian dapet informasi itu darimana?" tanya Shiozaki sekali lagi.


"Ah- maaf, tadi sepertinya aku mengabaikamu ya? Shiozaki-san?" ucapku sambil merasa bersalah. "Tak apa kok (y/n)!" ucapnya sambil mengelus rambutku. Aku tertawa kecil karena tindakannya, "Sebenarnya tadi kami diingatkan oleh teman sekelas kami" ucap Yaomomo dengan jujur.


"Teman sekelas?" tanya Kinoko. Aku, Jirou, dan Momo mengangguk dengan tegas.


"Biar kutebak, apakah itu cowok pendek yang berrambut seperti anggur?" ucap Setsuna yang ikutan nimbrung. "Ah, Setsuna-san! Benar..." jawabku dengan jujur.


Tiba-tiba Setsuna memasang wajah merinding, "Dan kalian percaya begitu saja?" tanyanya.


Kami bertiga kembali mengangguk, Kendou langsung menitipkan makanannya di meja dan mendekati kami.


Dengan cepat dia memeluk kami bertiga dengan posisi seperti para pemain tim yang sedang membicarakan sesuatu secara mendalam.


"Entah mengapa, sepertinya aku harus bilang ini ke kalian bertiga... Anak itu sepertinya tak layak dipercaya, soalnya sifatnya itu... Me-sum" ucap Kendou dengan serius. Setelah itu dia langsung melepaskan kami, "Ah! maaf~ Sepertinya aku terlalu berlebihan ya?" ucapnya sambil tertawa canggung.


"Eh? Tak apa kok, Kendou-san!" ucapku sambil membalas perkataannya. Tapi mesum? Apa kendou salah paha-


Aku melihat kearah Jirou dan Momo seperti sedang terpukul, eh? Apa perkataan Kendou itu benar? Tapi mineta-


*Selintas memori*


"(Y/n)-san! Berikan aku nomormu!" Aku yang merasa sedikit tidak tenang itu bingung mau menjawab apa. "Ah ma-" ucapanku terpotong saat Bakugou marah kepadaku.


"HOI GADIS BODOH! AYO LATIHAN! KENAPA KAU SANTAI BEGITU HAH?!"


"Ah iya! Maaf ya, Mineta-kun!"


*End of selintas memori*


Ugh! Kenapa aku tidak ingat soal itu ya? Untung Bakugou, waktu itu menolongku! "Terimakasih atas bantuannya, Kendou-san!" ucap Momo sambil membungkukan badannya.


Hal itu membuat aku dan jirou ikutan membungkuk, "Terimakasih!" ucap Kami berdua secara bersamaan. "Eh?! Tak usah begitu kok! Pokoknya kalian hati-hati dengan anak itu ya!" ucapnya sambil memasang senyum lebar.


"Terimakasih, minna!" ucap Momo sambil menggembalikkan posisi tubuhnya itu. Setelah itu, aku kembali mengenalkan Yaomomo dan Jirou kepada anak-anak kelas B yang aku kenal. Mereka terlihat sedikit canggung dengan perkenalan itu, karena itu aura canggungnya juga tertular kepada anak-anak kelas B.


Tapi pada akhirnya aku dan Kendo mencairkan sesuasana canggng itu, "Kalau begitu kami makan dulu ya!" pamit Kendo dan yang lainnya. Lalu kami berpamitan dan kembali ke maja makan kami.


"Huft, untung (y/n)... Ngajak nanya ke anak kelas sebelah!" ucap Yaomomo dengan lega. "Iya (y/n)... Terimakasih ya!" balas Jirou. Aku memasang senyum ramahku, "Sama-sama" jawabku kepada mereka. "(Y/n) kau memang anak yang ramah dan supel ya" ucap Momo kepadaku.


"Ah... Tidak juga kok! Kalian juga punya jiwa adaptasi yang bagus!" ucapku sambil membalikkan pujian. Setelah itu kami terus berbicara dan mengobrol soal hari ini...


Dan, entah mengapa aku merasa kasihan pada Mineta dan Kaminari... Mereka gagal akan rencana mereka, tapi tak apa... Siapa dulu dong, yang menghentikannya? Aku gitu loh! Hehe~!


"Jadi kau yang namanya (y/n), ya?" ucap seorang yang ada di belakangku. Aku menoleh ke belakang dan menemukan pria berambut kuning, "Ah iya..." ucapku dengan jujur.


Dia siapa ya? Dia anak kelas B kan? Coba ingat-ingat... Ah!


"Namamu Monoma Neito, kan?" tanyaku sambil memasang senyum ramah. "Wah, ternyata kau tahu namaku! Apa ini artinya aku terkenal? Aku terharu loh!" katanya dengan ciri khasnya yang mengangungkan dirinya itu.

__ADS_1


"Bisa dibilang iya kan? Karena itu aku tahu namamu" ucapku sambil kembali memasang senyum ramah. "Wah~ Baguslah! Kalau begitu... Sampai jumpa!" ucapnya sambil menjauh.


He? Apa dia cuma bilang itu saja?


//Side P.O.V.


"Gadis kelas A itu, menarik juga ya?" ucap Monoma pada temannya itu. Temannya itu mengangguk, "Bagaimanapun dia itu memang seperti 'Bidadari setengah setan' " jawab temannya itu.


"Kenapa harus 'Bidadari setengah setan', itu julukan yang lucu!" canda Monoma.


"He? Bukankah itu sudah jelas? (Y/n) yang tampangnya seperti wanita yang tak bisa apa-apa itu.. Justru sebaliknya! Kau tahu FCX dance crew?" tanya temannya itu dengan wajah yang serius.


"Apa itu FCX dance crew?" tanya monoma padanya. "FCX dance crew itu...  Dance crew yang lumayan terkenal di kalangan para dancer... Dan merupakan dance crew paling bergengsi! Apa lagi katanya dia itu bisa taekwondo, karate, dan judo!" jelas temannya itu.


"(Y/n) merupakan primadona tercantik di angkatan kita! Dia perfeksionis, semua pekerjaan wanita dulu... Seperti main alat musik, menjahit ataupun menyulam, menggambar, dan masak sepertinya? Rata-rata dia bisa semua! Karena itu dia jadi incaran para cowok di U.A.! Dan lagi quirknya itu gak main-main..." jelas temannya itu sambil menghela nafas."Apalagi, kau tahu cowok yang bernama Bakugou itu?" sambungnya lagi. "Bakugou ya? Ah! Bocah sombong saat di panggung yang mengucapkan janji pemain?" ucap Monoma yang baru ingat.


"Iya benar... Di rumor, ada yang mengatakan mereka ini teman kecil! Dan juga mereka sepertinya memiliki rasa satu sama lain" kata temannya itu.


"Ah... Seorang Gadis Primadona berteman dengan cowok brengsek ya? Bukankah itu agak sedikit menarik?" ucap Monoma sambil memasang senyum liciknya. "Pokoknya kau jangan berurusan dengannya! Anak itu juga bisa bersikap tegas pada waktunya! Dan tak segan-segan bersikap ambisius seperti yang lainnya!" perintah temannya itu dengan panik.


"Baiklah-baiklah!" jawab Monoma. 'Gadis Primadona Perfeksionis? Benar-benar menarik' batinnya.


(Y/n) P.O.V.


"Wah, lihat tuh~ (Y/n) kira-kira udah berapa kali ya ditanya nomor teleponnya?" goda Mina. "Ahahah, tak banyak kok" ucapku sambil membela diriku. "Ngomong-ngomong (y/n) kau tahu apa julukanmu di angkatan kita?" tanya Toru.


"Hm? Apa julukan yang kau maksud itu 'Gadis Cahaya' ?" tanyaku padanya. Lalu mereka menepuk kepala depannya dengan tangan kanannya secara bersamaan (gambaran : 🤦‍♀️).


"Seriusan (y/n)? Kau tak tahu?" tanya Ochako. "Apa emangnya?" kataku sambil berbalik tanya. "Itu loh, 'Bidadari setengah setan' " ucap Yaomomo dengan jujur.


*Doeng-* "Kenapa harus bidadari setengah setan sih" gumamku pelan.


"Sepertinya dia tidak suka, ya? Kero" celetuk Asui. "Suka kok! Tapi agak gimana gitu ya..." belaku terhadap diriku sendiri.


//Time skipped


"Baiklah, waktu makan siang telah usai, sekarang waktunya pertndingan terakhir! Tapi sebelum itu, ada kabar baik bagi kalian semua yang tidak lolos ke final! Ini hanyalah festival olahraga! Kami telah menyiapkan permainan hiburan yang bisa diikuti semua orang! Kami bahkan membawakan pemandu sorak asli amerika untuk menghidupkan sesuasana!"


"Baiklah, semuanya sihlakan bersaing di permainan hiburan ini!"


"Saat itu berakhir, enam belas orang dari empat tim yang lolos ke babak final akan melaksanakan pertarungan satu lawan satu!"


(Y/n) Okaa-san P.O.V.


Mereka sepertinya akan melanjutkan sampai sore ya? Apa aku bisa menonton ini sampai akhir? Sejujurnya aku ingin mendukung (y/n) sampai akhir...


Tetapi hal yang aku takutkan adalah jika aku tiba-tiba dipanggil untuk praktek.


(Y/n) P.O.V.


"Babak terakhir adalah pertarungan satu lawan satu, ya? Aku akan berdiri di panggung yang kutonton setiap tahun di TV!" ucap Kirishima dengan mata yang berbinar-binar. "Apa tahun kemarin juga seperti ini?" tanya Mina pada Kirishima dan Sero yang ada di depan mereka. "Tiap tahun selalu berbeda sih, tapi selalu ada pertarungan satu lawan satu. Tahun kemarin adalah pertandingan Sport Chanbara" jawab Sero.


"Baiklah, mari kita diundi untuk menentukan skema pertandingannya" ucap Midnight sambil memegang kotak undiannya.


"Setelah skemanya ditentukan, kita akan menjalankan permainan hiburan lalu mulai! Ke-enam belas finalis bebas memilih untuk berpartisipasi atau tidak dalam permainan hiburan... Pastinya kalian ingin istirahat dan menyimpan tenaga, ya? Baiklah, tim pertama adalah-" lalu Ojirou mengangkat tangannya.


"Anu, maaf... Aku mengundurkan diri" katanya sambil merendah. Hah? "Ini tak biasanya seorang langsung mengundurkan diri" gumam Bakugou. "Iya benar, apakah kau tahu alasannya Bakugou?" tanyaku padanya. "HAH? KENAPA KAU YANG JAWAB?!" katany dengan kaget.


He~ Sepertinya dia hanya bergumam... Bukan mengawali pembicaraan... "Sepertinya diantara dia takut, atau masalah yang lainnya" sambung Bakugou sambil kembali serius.


//Side P.O.V. (Disaat Bakugou dan Y/n sedang berbicara)


"Ojirou-kun?! Kenapa?" tanya Midoriya dengan kaget. "Padahal ini kesempatan langka agar para pahlawan pro melihatmu!" balas Iida.


(Y/n) P.O.V.


"Aku hampir tak mengingat apapun sampai pertempuran berkuda berakhir" ucap Ojirou lagi sambil menurunkan tangannya.


"Tak mengingat apapun? Bukankah itu seperti dihapus? Menghapus memori? Ya kan, Bakugou-kun?" tanyaku pada Bakugou. Dia mengangguk, "HOI?! SEJAK KAPAN AKU MAU BERBICARA DENGANMU HAH?!" protesnya.


"Sejak lama?" ucapku sambil memasang senyum canggung. "JANGAN SEENAKNYA MEMUTUSKAN BEGITU GADIS SIALAN!" aku tertawa kecil melihat sikapnya itu.


"JANGAN TERTAWA SIALAN!" protesnya lagi.


"Aku tahu kalau ini memang kesempatan yang besar, dan bodoh sekali kalau menyia-nyiakannya" ucap Ojirou sambil mengepal tangannya. "Tapi, semuanya berjuang dengan keras dalam pertandingan ini! Tanpa... Tanpa mengetahui segalanya terjadi, aku tak pantas berdiri di samping kalian" sambungnya dengan wajah yang sendu itu.


"Kau terlalu mencemaskan itu, kau cuma perlu tahu hasil di final!" ucap Toru dengan nada yang cemas dengan Ojirou. Hal itu dianggukan oleh Jirou. "Kalau kau berkata begitu, aku pun tidak melakukan apapun" ucap Mina sambil menghibur. "Bukan begitu, aku membicarakan soal harga diriku... Aku tak bisa" kata Ojirou.


"Aku Shoda Nirengeki dari Kelas B, aku juga ingin mengundurkan diri karena alasan yang sama. Tanpa memperhatikan kemampuan, masuk ke final tanpa melakukan apapun... Bukankah itu menyalahi tujuan dari festival olahraga ini?" kata Shoda dari kelas B itu juga yang ingin mengundurkan diri.


"Apa-apaan mereka ini?! Jantan Banget!" ucap Kirishima sambil menangis terharu. Rasanya aku pun jadi ingin membantu mengembalikan ingatan mereka, tapi... Apa yang harus aku lakukan agar mereka kembali mengingatnya? Yasudahlah... Dibanding aku banyak omong tanpa tindakan, lebih baik aku diam saja...


"Pembicaraan anak muda seperti inilah yang kusuka!" ucap Midnight dengan antusias. "Shoda! Ojirou! Aku menerima pengunduran diri kalian!" ucapnya dengan semangat.


Aduh... Midnight sensei ini sepertinya memang tergila-gila dengan jiwa anak muda ya, hahaha...


"Kalau begitu, kita harus memindahkan dua orang dari kelompok kelima dari pertempuran berkuda" ucap Midnight sambil berpikir.


"Kalau itu terjadi, daripada kami yang hampir tak melakukan apapun di pertempuran berkuda lebih baik mereka kan?" ucap Kendo sambil berbalik kepada teman-temannya. Lalu teman-temannya itu mengangguk, "Mereka yang bertarung hingga akhir dan berada di atas tim Tetsutetsu, kan?" kata Kendo sambil memberikan usul.


Mereka yang kaget hingga matanya terbelalak itu, "Kendo?" ucap Tetsutetsu dengan kaget.


"Ini bukan sekongkol atau apapun itu, cuma hal yang masuk akal saja" bela Kendo.


"K-Kalian..!" ucap Tetsutetsu terharu. Kendo memang bijak ya...


"Kalau begitu, Tetsutetsu dan Shiozaki masuk melengkapi enam belas finalis! Inilah skema pertandingan berdasarkan hasil undiannya!" ucap Midnight sambil mengibaskan cambuk kecilnya itu.


"Merci, sayang sekali kau mendapat lawan sepertiku~!" ucap Aoyama kepadaku. Aku mengganguk canggung, "Ah (y/n)! Kau terlalu beruntung!" ucap Mina padaku.


"Hah? Uraraka?" gumam Bakugou. Ochako yang kaget dengan hasilnya itu dia langsung bergidik ngeri, lalu aku menepuk punggung Ochako.


"Tenang aja Ochako-chan! Kau pasti bisa!" ucapku sambil menyemangati. "Ah, Makasih (y/n)-san!" ucapnya dengan sedikit lega. "KENAPA KAU MENYEMANGATI MUSUHKU HAH?!" protesnya padaku.


"Oh iya? Kau juga semangat, Katsuki-kun!" candaku padanya.


"JANGAN PANGGIL NAMAKU SIALAN?! SURUH SIAPA KAU BOLEH MEMANGGIL NAMAKU?!" protesnya sambil kembali memalingkan wajahnya.


"Yosh! Mari sisihkan dulu pertandingannya dan nikmati selingan sesaat! Mari bersenang-senang di permainan hiburan!"


Lalu aku melihat ke arah Bakugou yang menjauh, "Kau tak ikut, Bakugou?" tanyaku padanya. "Ngapain? Bersenang-senang? Tch! Aku mau mempertajamkan instingku!" katanya dengan jujur.


*Iklan bentar


Siapa yang mau otome nih?:V


Di episode kali ini aku kasih 3 Route yang berbeda^^!


Karena ini adalah ceritanya readers... Jadi aku bakal kasih 3 rute yang berbeda:3


Kalian yang milih alurnya oke? Karena aku bingung, yey:3


//Pilihan ini dapat memberikan scene special untuk kalian dan Bakugou loh:33 *Ketawa licik //plak*


Okay, sihlakan memilih ya^^!


*Done Iklannya!


***


"Ngapain? Bersenang-senang? Tch! Aku mau mempertajamkan instingku!" katanya dengan jujur.


(Y/n) harus menjawab...?


A) "Ah, baiklah... Sampai nanti di babak selanjutnya!" (Rute yang memungkinkan untuk bertemu genre Drama).


B) "Bolehkah aku ikut denganmu?!" memasang wajah ceria. (Rute yang memungkinkan untuk mendapatkan genre Romance).


C) Aku pun terdiam karena ucapannya itu, karena itu dia melihatiku sekilas dan berdecih. (Rute yang memungkinkan mendapatkan genre Romance dan Drama).


*Ingat! Bagaikan otome Game\, kali ini readers diperbolehkan untuk mendapatkan scene sesuai impiannya:3 Jadi pilihlah dengan bijak ^^!*


*Jadi kepikiran buat bnha x readers yang ada rutenya\, hm...:) //plak\, lain kali aja ya:^*


-T.B.C. To Be Continued!


Yang mau milih rute sihlakan komen ya:3 //aku bakal buat 3 rute sekaligus...


Mungkin kali ini ceritanya agak pendek (2 chapter sebelumnya 5000 words... Sekarang 4000), tapi sebagai gantinya aku udah buat 3 rute yang berbeda agar bisa kyk otome2:V


//Plak:v


Okay? Jadi intinya gitu aja ya^^! Soalnya kan karakter (y/n) diperankan sama kalian, bukan sama aku... Kalau sama aku, bisa-bisa rutenya ngambil yang bagian A:V


Kalau aku kepikiran 3 rute, kenapa nga? Tenang aja, apapun itu rutenya:v Akhirnya tetep sama kok:3


//Cuma kali ini aja:3

__ADS_1


Kalau bisa update besok, ku update besok 3 rutenya... Intinya makasih udah mau baca ya^^!


Jangan lupa vote:3 //Karena like bener2 buat semangat author jadi max>


__ADS_2