Be My Side, (Y/N)! | Bakugou Katsuki X (Y/N) | Long Love Story

Be My Side, (Y/N)! | Bakugou Katsuki X (Y/N) | Long Love Story
#Bonus Chapter - I-Expo


__ADS_3

*Chap special? Hehe ini hadiah dari author karena book ini udah ada 2k views yey makasih banyak! Hehe:3 Soalnya aku mau buat chapter tambahan dari movie 1 bnha:3 Jadi... Aku harap kalian menikmatinya ya^^*


(Latar tempat dan waktu : Sesudah Y/n magang dan sebelum Y/n diculik)


3 R.d. Person P.O.V.


Setelah (Y/n) menyelesaikan magang di Mirko, ada penawaran yang tak disangka-sangka datang kepadanya sebagai berkah. Terdengar suara langkah kaki yang mendekati ruangan dan ketukan pintu setelah suara langkah itu berhenti.


"Masuklah" ucap Nezu dengan keras di dalam ruangan. (Y/n) membuka pintu dan menutupnya setelah masuk. Dia membungkukkan badannya, "Selamat Siang, Pak Kepala Sekolah" ucapnya kepada Nezu. Nezu tersenyum melihat (Y/n) yang tak lupa akan sopan santunnya.


"Selamat siang, (Y/n)... Kau boleh mengembalikan posisimu" ujar Nezu padanya. (Y/n) mengembalikan posisi tubuhnya seperti semula...


"Saya mendengar anda memanggil saya, ada yang bisa saya bantu?" tanya (Y/n) kepadanya. "Apakah kau sudah mendengar soal I-Island?" tanya Nezu kepadanya. (Y/n) sedikit tersentak dengan itu.


"Pulau yang akan mengadakan pameran yang menampilkan hasil dari berbagai penelitian dan pengembangan? Mengapa tiba-tiba... Kepala Sekolah?" tanya (Y/n) padanya.


"Ah, sebaiknya aku memberikanmu ini ya?" ucap Nezu yang kemudian turun dari kursinya dan membuka lacinya. (Y/n) hanya bisa terdiam dengan detak jantung yang waspada.


Nezu mendekatinya dan memberikan sebuah surat, "Nah, ini kau boleh membukanya" ucapnya sambil memberikan surat itu kepda (Y/n).


Kemudian (Y/n) mengambilnya dengan dua tangan sebagai tanda bahwa ia menerima surat itu dengan sepenuh hati. "Apa tak apa saya membukanya disini?" tanya (Y/n) kepadanya.


Nezu mengangguk, "Memang surat itu tertuju padamu, Nak (Y/n)" katanya sambil tersenyum ramah. (Y/n) menelan ludah dengan kasar, sedangkan Nezu kembali ke tempat duduknya.


Untuk memastikan, (Y/n) membalik sisi surat agar dapat melihat siapa pengirimnya dan surat itu ditunjukkan untuk siapa. Dan benar saja, di sisi depan ada tulisan soal pengirim dan kepada siapa surat itu tertuju.


Matanya sedikit terbuka saat melihat namanya sebagai penerima. Dan koordinator WHS sebagai pengirimnya. Perasaan baik sedikit memenuhi hatinya, dia membuka surat itu dengan baik alias dia tidak menyobek amplopnya secara kasar.


Kini matanya tertuju kepada isi surat yang berada di satu kertas formal yang elegan.


------


Yang terhormat,


(Y/n) (L/n)


Dengan antusias kami mengundang anda ke dalam ujian masuk akademik WHS yang akan diselenggarakan pada tanggal xx/xx/xxxx. Berikut adalah perincian dari kegiatan tersebut :


Tanggal : xx/xx/xxxx


Tempat : Gedung Metro, I-Island.


Waktu diselenggarakan : 08.00 - 12.00


Mata bidang yang akan diuji : seluruh mata bidang SMP (tahun 1-3)


Selain itu kami akan melakukan gladi bersih di hari sebelum pameran diadakan.

__ADS_1


Tanggal : xx/xx/xxxx


Tempat : Gedung Metro, I-Island.


Waktu diselenggarakan : 09.00 - 11.00


Kami juga memberikan satu tiket kepada saudari (Y/n) untuk menghadiri pameran sebagai salah satu tamu undangan yang disponsori oleh pihak kami. Kami harap anda dapat menerima undangan kami dengan baik.


Hormat kami,


Koordinator WHS


-----


Kemudian (Y/n) kaget saat melihat rincian uang dan juga tiket yang dituliskan di rincian surat yang terdapat di kertas satu lagi. "Bukankah ini tawaran menarik, (Y/n)?" tanya Nezu padanya.


"Bukankah ini terlalu banyak, Pak Nezu?" tanya (Y/n) kepadanya dengan ragu. "Iya, tapi kau harus memakluminya... Karena kau sedang berhadapan dengan sekolah jurusan hero terbaik di seluruh dunia" jawab Nezu padanya.


"Dan... Oh, iya aku lupa memberikanmu ini" ucap Nezu yang kemudian menyodorkan sebuah kotak hadiah. "Ini untuk saya?" tanya (Y/n) padanya. "Iya, lalu untuk siapa lagi?" canda Nezu padanya. (Y/n) mengambil kotak yang disodorkan oleh Nezu.


(Y/n) mengambil kotak hadiah yang tampak biasa dari Nezu. "Masih ada sekitar lima hari sebelum kesana... Jadi apa kau ingin menerimanya, (Y/n) tanya Nezu padanya.


"Akan saya pikirkan..." ucap (Y/n) dengan pelan. "Yah~ Kau tak perlu terbebani untuk menerimanya, (Y/n)... Sedari awal mereka memang memasang keinginannya terhadapmu, nak (Y/n)" ucap Nezu sambil tersenyum ramah.


"Terimakasih atas sarannya, Pak" ucap (Y/n) kepadanya. "Apa ada lagi yang mau kau sampaikan?" tanyanya pada (Y/n). (Y/n) mengggeleng dengan pelan, "Baiklah, kau boleh pergi (Y/n)" katanya kepada (Y/n).


"Terimakasih, Pak" ucapnya sambil membungkukan badannya. "Sama-sama, selamat menikmati weekend ya" katanya kepada (Y/n).


(Y/n) berjalan santai di lorong sambil memikirkan apa yang terjadi. Dia kembali ke kelas dan menemukan anak-anak perempuan yang ada di sana. "Minna?" sontak (Y/n) dengan kaget saat memasuki kelas. "(Y/n)1 Kau lama sekali sih! Ayo pulang bareng yuk!" ucap Mina yang kemudian diangguki yang lainnya. Setelah itu (Y/n) teringat akan janji pulang bareng mereka.


"Ah, iya! Ayo!" ucap (Y/n) sambil tersenyum. "Akhirnya, (Y/n)! Kalau begitu ayo kita pulang bersama" ucap Yaomomo dengan antusias seperti sedang menantikan sesuatu.


"(Y/n)-chan aku sudah membawakan tasmu... Gero" ucap Tzuyu sambil memberikan tasnya. "Ah, arigatou!" jawab (Y/n) dengan senyum cerianya. "Are? Kau ditembak lagi, ya? (Y/n)?" tanya Uraraka dengan penasaran.


"Ah, maksudmu kado ini?" tanya (Y/n) sambil memberi lihat kotak kadonya. Uraraka mengangguk, "Sepertinya cowok yang kali ini menembakmu sangat terampil ya" celetuk Jiro.


"Ah... Mungkin? Tapi jauh daripada yang kalian kira" kemudian (Y/n) menghentkan perkataannya sebentar karena ia haru memasukkan surat dan kotak hadiahnya kedalam tas. "Aku dapat ini dari sponsor yang mendukungku" ucap (Y/n) dengan canggung.


(Y/n) yang tadinya ingin merahasiakannya, kini ia tidak bisa merahasiakannya karena prinsip hidupnya yaitu kejujuran. Namun tentu saja... (Y/n) hanya mengatakan 'WHS' sebagai sponsor. Terkecuali jika mereka menanyakan nama sponsor tersebut... Kemungkinan (Y/n) tidak bisa berbohong lagi.


Tentu saja mereka kaget, "Sponsor?" tanya mereka bersamaan. (Y/n) mengangguk, "Aku belum membuka kotaknya... Karena aku masih memikirkan apa yang akan aku lakukan selanjutnya" ucap (Y/n) kepada mereka.


Tentu saja mereka bingung... "Kalau begitu, semuanya ayo kita pulang!" ucap Yaoyorozu yang memutuskan. "Yah... Padahal aku masih banyak pertanyaan" ungkap Toru dengan jujur.


'Aku terselamatkan?' batin (Y/n).


*** Switched scene ***

__ADS_1


Mereka berjalan bersama dengan penuh canda dan tawa, untung saja mereka melupakan topik 'sponsor (Y/n)' saat itu. Karena itu (Y/n) sekarang bisa bernapas lega.


"Teman-teman... Sebenarnya aku mempunyai kelebihan undangan menuju I-island yang akan mengadakan pameran" hal itu membuat mereka semua tersentak kecuali Yaomomo sendiri.


"Yaomomo? Kau yakin?" pekik mereka dengan girang secara bersamaan. (Y/n) hanya bisa tersenyum canggung melihat mereka semua yang girang.


"(Y/n) dostano?" tanya Momo padanya. "Ah! Nggak apa-apa! Aku juga kaget" ucap (Y/n) dengan canggung. "Namun, aku hanya memiliki 2 kelebihan undangan" lanjut Momo kepada mereka. Tentunya, mereka semua terdiam membatu.


"Kalau begitu kita lakukan undian saja!" kata Toru memutuskan. "Ide bagus!" ucap mina dengan semangat.


"Aku yakin, kalau keberuntunganku bagus!" ucap Toru juga. "Chottomatte, minna-san... Apa ini sama sekali tidak apa-apa?" kata Yaomomo dengan perasaan tidak enak. Semuanya mengangguk terkecuali (Y/n).


Hal itu membuat mereka semua tertuju pada (Y/n). "(Y/n) apa itu tidak apa-apa?" kata Yaomomo dengan ragu. Kemudian (Y/n) sadar dari lamunannya, "Ah! Iya! Tak apa!" kata (Y/n) secara tiba-tiba.


Yang lain hanya bisa tertawa melihat tingkah (Y/n) yang kaget itu... "Eh, eto... Hari itu juga... Aku sudah mendapatkan undangan yang serupa... Karena itu aku masih memikirkan secara dua kali untuk ikut" ucap (Y/n) dengan canggung. 'Habislah sudah... Tingkah laku jujurku ini membawaku ke kata nekat' batin (Y/n) dengan canggung.


"He? (Y/n)! Kau ini selalu membuat kaget saja!" ucap Mina dengan perasaan sedikit iri. "Aku jadi iri padamu!" lanjut Toru.


"Eh? Biasa-biasa aja kok!" ucap (Y/n) sambil tersenyum.


//In Another Side 


"Kau sudah memberikan imbalan yang sangat banyak untuk si anak pertukaran pelajar itu kan?" tanya Robbert Miller si Kepala sekolah WHS. "Iya... Saya sudah memberikannya juga kartu black card yang bisa dipakai selama ia berada di I-island" jawab si koordinator WHS.


Robbert Miller memasang senyum licik, "Bagaimanapun kau sudah memastikannya agar dia menerima tawarannya?" tanyanya. Si Koordinator itu mengangguk...


"Baiklah, kau boleh pergi" ucapnya kepada si Koordinator. 'Yukami... Quirk evolusi cahaya yang hebat dari semua quirk cahaya yang ada... Aku harus mendapatkan anak itu untuk langkahku selanjutnya, bagaimanapun juga aku juga harus mengetahui kemampuannya dan juga spesialisasinya' batin Robert.


//Back to (Y/n) side : 3 R.d. Person P.O.V.


"Kalau begitu kalian mau ngundi kan?" ucap (Y/n) langsung kepada mereka. "Iya, undiannya gimana ya?" balas Uraraka. "Bagaimana kalau kertas gunting batu, kero?" usul Tzuyu. "Ide bagus" lanjut Jirou. "Sepertinya aku butuh alat peraga untuk memeragakan kertas, gunting dan batu" kata Toru sambil berpikir keras.


(Y/n) dan Momo melihat satu sama lain dan tersenyum, "Serahkan saja pada kami" ucap mereka berdua secara bersamaan. Singkat cerita, setelah Toru memiliki alat peraga yang dibuat oleh (Y/n) dan Yaomomo. Yang beruntung hanyalah Uraraka dan Jirou yang bisa menikmati pameran di hari pertama. Sisanya hanya bisa meratapi keberuntungan mereka. "Lalu, (Y/n)? Apakah kau mau ikut bersama kami?" tanya Yaomomo.


(Y/n) berpikir keras soal itu. Dikarenakan waktu yang mepet dengan gladibersih... Mungkin (Y/n) hanya bisa ikut setelah gladi bersih lalu ikut party di malam hari. "Aku ada sedikit urusan disana... Mungkin aku akan datang sekitar jam 12 sekalian makan siang?" tanya (Y/n) dengan canggung.


"Oke! Kalau begitu (Y/n) apa kamu sudah dipesankan tiket?" tanya Yaomomo dengan antusias. "Ehm... Aku belum sempat menyetujuinya, tetapi kalau kalian mau pergi... Aku juga ikut pergi deh" kata (Y/n) memutuskan.


"Kalau begitu aku akan bilang ke pihak sponsornya" gumam (Y/n) pelan. "(Y/n)-chan sepertinya kau tidak terlalu senang, ya? Apa ada hal yang mengganggumu?" tanya Tzuyu yang memutuskan sendiri. 'Apa aku muah sekali terbaca?' batin (Y/n).


"Iee! Aku hanya ingin menyamakan jadwal pesawat dengan kalian! Karena itu aku berpikir... Apakah aku bisa pergi bersama kalian?" tanya (Y/n) sambil tertawa ceria. Tapi (Y/n) sama sekali tidak berbohong...


Dikarenakan dia juga tadi sempat memikirkan 'Jika aku ke WHS... Mereka bakal kangen aku tidak ya' kira-kira seperti itulah yang dia pikirkan.


-To Be Contunied to Bonus Chapter 2


Halo gais~ Maaf kalau aku kebanyakan dellay... Dan sebenernya aku mau beresin ini, tapi karena aku kasian sama kalian yang udah nunggu lama banget... Aku kasih dulu 1500 words deh:3

__ADS_1


//Soalnya kalau kuterusin bisa2 lebih lama lagi...


Jadi makasih banget bagi kalian yang udah mau baca >


__ADS_2