
(Y/N) P.O.V. (saat berumur 4 tahun)
Dingin, ini dimana? aku membuka mataku perlahan, menemukan diriku yang mengenakan baju lusuh di tempat asing. Tampak beberapa mayat ank seumuranku, yang tidak dikubur dan mulai membusuk disitu.
Hal itu membuatku berteriak kaget "Hiiy! dimana aku?"
"Berisik!"
Aku menengok asal suara, tampak anak seumuranku berambut pirang, dan mata berwana merah bagaikan ruby.
'uwah matanya bersinar'
"apa kamu liat-liat?" ucapnya sambil mengernyit.
"ha- ha- halo, aku (Y/N). apakah kau tahu kita sed-" ucapanku terpotong olehnya. "bodoh. siapa yang peduli" ucapnya dengan nada meremehkan.
ugh, entah mengapa aku merasa kesal. "aku belum selesai bicara kau tahu?" seruku dengan nada kesal. "kalau tidak penting, sudahlah. lebih baik kita tak usah bicara" ucapnya lagi.
"Heh. kita ini dimana?" tanyaku langsung to the point. "Kita ini diculik oleh penjahat bodoh!" serunya dengan nada sedikit meninggi.
"aku tak mengerti mengapa kau hanya bisa tidur dan tidak tahu apa-apa, iya juga sepertinya kau mirip-mirip deku bodoh itu" ucapnya sambil menyeringai.
"pe-penjahat?" tanyaku sambil gemetar. "haha iya, dasar lemah" ucapnya sambil mengejek.
iya juga, aku tadi sedang bersama okaasan dan lalu-
iya- ada orang aneh yang menyekapku dengan tisu?
"sudahlah, tak ada gunanya bicara denganmu" ucapnya sambil melangkah pergi. "hey kau mau kemana?" Tanyaku dengan nada sedikit meninggi.
"mengalahkan penjahat" ucapnya sambil bersiap-siap. "pft- kau kira ini waktu untuk bermain-main?" jawabku sambil tertawa kecil. "Berisik! kau lihat saja sendiri!" ucapnya dengan nada sombong.
***11 tahun kemudian**
"(Y/N) ! cepat dikit catok rambutnya!" seru okaasan dari bawah. "iya~" jawabku sambil menggerutu. "Masuk U.A. atau tidak kau sama saja (Y/N)! lelet kayak kura-kura, bagaimana mau jadi pahlawan?" oceh okasaan dari bawah.
"Sabar-sabar! lagian aku juga bisa pakai quirkku kalau terdesak!" teriakku dengan sedikit kesal. "Jangan berlebihan! ayo cepat turun!" teriak okaasan lagi. Aku pun menuruni tangga dengan keadaan sempurna (mulai dari make up tipis, rambut sempurna, dan seragam)
Aku berjalan mendekati meja makan, mencium kening okaasan. Duduk dan mulai makan. "lain kali bangun lebih pagi" seru okaasan dengan tegas. "he~ okay kaa-san! btw~ kaa-san tau nga apa yang cantik di pagi hari?" godaku sambil tertawa kecil. "apa lagi ni~ ngegoda kaa-san lagi ya~" ujarnya sambil menarik kursi untuk makan bersama.
"hehe~ coba pikirin lagi deh~ ntar ku kasih tau setelah makan~" ucapku sambil melahap roti bakar. "yang pasti anak okaasan cantik~" ucapnya sambil mencubit pipiku. "hehe~" cengirku sambil makan.
Kenalin nama gw (f/n) dari keluarga (f//n), anak pertama dari dua bersaudara.
*p.s. :
(y/n) \= your name
(f/n) \= full name
(f//n) \= family name
Quirk? sepertinya quirkku ini tak begitu menarik jika diucapkan. Quirkku adalah cahaya, yang bisa dibilang diturunkan dari keturunan okaasan yang hanya bisa diwariskan dari keturunan perempuan, tentunya quirkku diperkuat oleh keturunan otousan.
Namun tou-san dan kaa-san tidak bekerja sebagai hero, tou-san berprofesi sebagai arsitek. Sedangkan, kaa-san berprofesi sebagai dokter.
Tentunya saudaraku sebagian bekerja sebagai hero karena quirk mereka yang bisa dibilang lumayan. lalu mengapa tou-san dan kaa-san tidak menjadi hero? jawabannya adalah karena mereka menyuki bidang lain.
Aku sih- tadinya ga ada tujuan sama sekali... Namun impianku menunjuk kepada satu tujuan yakni hero, apakah aku punya ambisi? tentu saja... aku bisa dibilang sangat berambisi seperti ibuku dan pekerja keras seperti ayahku.
Lalu kalian mau tau apa quirk orang tuaku?
Quirk tou-san adalah pembentukan partikel dan penghancuran partikel, agak rumit sih... Quirknya itu mengumpulkan energi sekitar untuk membentuk barang/benda yang dibutuhkannya. Dan juga bisa menghancurkan benda hanya dengan merusak partikel-partikel pembuatnya.
Kelemahannya adalah jika ia tidak menemukan energi, ia harus menangung resikonya. ya- dia harus mengambil energi dari fisiknya. sehingga bisa saja membuat fisiknya melemah.
Sedangkan quirk kaa-san adalah ilusi dan perlindungan cahaya. Tentunya ia dapat membuat ilusi. Dan yang menariknya adalah ia bisa membuat klo dengan kedua quirknya itu. Dengan cara membuat ilusi dan menggabungkan pelindung cahaya di dalamnya. Maka terjadilah teori baru yakni klon tubuh.
Namun kelemahannya adalah jika pikiran nya tidak siap efeknya dapat membuat fisik melemah. Sedang otouto-san dia memiliki quirk yang sama dengan tou-san.
Nah jika kalian menanyakan quirkku itu lemah atau tidak? jawabnnya tidak. kadang- aku pun tak bisa mengendalikannya. Quirk cahayaku ini bisa dibilang spesial, karena ini merupakan campuran quirk keluarga tou-san dan kaa-san.
Akan kujelaskan lebih rinci di jalan, "kaa-san~ dah tau apa yang cantik di pagi hari?" tanyaku setelah makan. "ie~ coba apaan tuh?~" tanya kaa-san.
"kaa-san dong~ hehe!... makanya jangan ngomel pagi-pagi~" ucapku sambil terkekeh. "heh dasar, kau dan tou-san sama aja yaa" jawab kaa-san sambil tertawa.
__ADS_1
"iyaa kan anak kandung~" jawabku sambil terkekeh dan membereskan kursi dan menaruh piring di dapur. "kaa-san ittekimasu!" ucapku ceria sambil mencium kening kaa-san dan beranjak pergi.
"iyaa~ hati-hati sama quirkmu yaa!!" serunya dengan nada meninggi. Aku mengganguk lalu tersenyum, melanjutkan langkahku menuju ruang tamu. Mencium kening tou-san yang sedang ngopi, dan pamit.
Menemui otouto-san yang ada di garasi untuk berangkat bareng, "sepertinya adikku tersayang, sudah menunggu lama~" godaku sambil mencubit pipinya.
"Nee-san memang gila, kau tahu kan ku bukan anak kecil lagi?" ucapnya sambil berusaha melepas cubitanku. "he~ kau kan memang lebih muda daripada ku~" godaku dengan nada andalanku.
"Uruse- kau tahu berapa lama aku menunggu mu?" tanyanya sambil mulai melangkah. Aku mengikuti langkahnua lalu memiringkan kepalaku.
"15 menit" jawabnya disertai dengan wajah flatnya. "pft-"
"Ini tidak lucu nee-san.! 15 menit itu waktu yang lama" jawabnya sambil menggerutu kesal.
"Haha gomenne otouto-san~" ucapku sambil menggaruk kepalaku yang tidak gatal. "Yang penting sudah beres, kan?" ujarku smbil tersenyum.
"M-hm" jawabnya sambil menggangukkan kepalanya, "tapi... sepertinya kita akan turun di stasiun yang berbeda ya kan?" tanyaku sambil menaruh telunjuk tangan kananku dibawah bibirku.
"Bukankah itu sudah jelas? dan lagi-lagi kau ingin menggodaku kan?" katanya sambil memasang muka jijik. "iee~ ini kan emang styleku hehe~" kataku sambil memiringkan kepala lalu tersenyum.
"Tch-" ucapnya sambil memonyongkan mulutnya.
Setelah kami turun ke stasiun bawah tanah dan membayar uang masuk stasiun dengan subway card, kami menunggu subway yang katanya akan datang satu menit lagi.
Hei, kau mau tahu kenapa aku masuk U.A. ? yaa~ ceritanya sangatlah panjang~
Flashback with (Y/N) P.O.V.
***2 Tahun yang lalu.**
"Hei- hei! apa jalan masa depan yang akan kamu tempuh~ (y/n)?" Tanya (y/f/n)
*P.s. : (y/f/n) \= your friend name.
"Kok bahasanya ribet banget" ucapku sambil terkekeh. "He~ gapapa lah~ tapi kamu ngerti kan?"ucapnya sambil tertawa (y/f/n).
"Ya- gw ga ngerti maksud lu apa-" jawabku dengan muka suram.
"Baka! maksudku SMA ama cita-cita~ ha... males juga gw ngomong ama orang yang ga konek" ocehnya sambil memonyongkan mulutnya. Aku hanya bisa menjawab oh sambil mengganguk-ngangukkan kepalaku. "aku tidak tahu- dengan bakatku ini- apakah aku bisa membuat orang bahagia?" tanyaku dengan tatapan kosong.
"Kau ini bagaimana sih?! kekuatanmu itu luar biasa! bahkan memiliki daya hancur yang besar!" seru (y/f/n) dengan nada meninggi.
"Wey- santuy oi" ujarku kepadanya.
Dia mulai menggoyangkan tubuhku, dengan sedikit keras. "ITULAH MENGAPA KEKUATANMU SELALU DIINCAR!"
(Y/f/n)... itulah pertama kalinya, aku melihatmu terguncang seperti itu. "lalu, mengapa? apa urusanmu?" ucapku flat. Dia tersentak dan memberhentikan aksinya.
"Quirk dan mimpiku tak pernah sejalan, kau tahu?" aku juga tak sadar bahwa aku saat itu...
"Kau- (y/n) maaf" Dia menatapku dengan penuh rasa iba dan memelukku dengan erat.
Air mata mulai membasahi pipiku, seketika teringat kejadian-kejadian yang tak ingin kuingat. "(y/f/n)?" tanyaku lirih.
"Maaf (y/n), aku salah!" ucapnya menyesal. "ie, daijobu desu" ucapku sambil membalas pelukannya. "maksudku (y/n), kenapa kau tidak menjadi hero?" mataku terbelalak kaget mendengar ucapannya.
Aku melepaskan pelukanku, "aku- aku tak pantas menjadi seperti itu- aku terlalu lemah" ucapku sambil tersenyum tipis.
"HEI! kau ini hebat tahu...! Jika kau ingin membuat orang bahagia, maka jadilah hero. kau tahu? sebenarnya quitkmu sejalan dengan cita-citamu" ucap (y/f/n) sambil tersenyum lebar. "dan lagi, kau ini mencoba merendah atau meninggikan diri sih? kau ini tanpa belajar tinju pun sudah sangat kuat, BAKA!" sambungnya dengan nada sedikit meninggi.
"H-hei sudah jangan ucapkan apa-apa lagi. kau ini orng pertama yang membuatku menangis seperti ini kau tahu?" ucapku terharu. Dia menggaruk pipinya yang tidak gatal dengan telunjuk tangan kirinya. "masa? sepertinya tidak..." jawabnya dengan senyum kecil.
"Sebenarnya, kau kaget melihat watak asliku ini kan?" ucapku lagi. Dia mengganguk "maaf- (y/f/n) aku... benar-benar trauma, aku- takut... akan ucapan orang di sekitarku... saat kau mengatakan soal quirku... aku-" Dia menaruh tangan kanannya di bahuku. "he-hey~ tak apa kok~! dan sebenarnya aku pun tahu keadaanmu! wajar saja kau menangis karna trauma itu- mungkin kau sebelumnya saat cerita padaku, kau tidak menangis karna aku tidak membentakmu kan?" tanyanya dengan wajah sedikit menyesal. Aku pun mengganguk pelan, "tapi- aku sedikit lega kau bisa mengeluarkan semuny padaku" ucapnya lagi.
"(y/f/n)-"
"Makanya, (y/n) kalau ada apa-apa cerita padaku ya! hehe~" Aku mengganguk setuju dengan ucapannya. "btw, maaf aku tadi..." ucapannya terpotong olehku.
"Ahahahah gpp kok~" ucapku sambil tersenyum tulus. "justru aku berterimakasih, karena kau- aku bisa memikirkan hal seperti ini~" sambungku sambil memiringkan kepala dan tersenyum manis hingga mataku menyipit karena senyum itu.
'hero ya?'
'mengapa aku tak kepikiran?'
* 'aku akan melawan mereka, seperti All might! ah tidak aku akan melampaui nya!' oh- ini kan kata-kata si blonde sombong yang kutemui saat aku diculik. *
ngomong-ngomong, mengapa aku tak mencoba masuk SMA jurusan pahlawan ya?
__ADS_1
*end of flashback (1)*
*another flashback (2)*
"Yosh! masih ada satu setengah tahun sebelum pendaftaran U.A. dibuka!" seruku sambil berapi-api. "GANBATTE (Y/N)" seruku sambil menyemangati diri sendiri.
Sejak (y/f/n) membicarakan hal tentang 'SMA', aku bertekad untuk memulai perjuanganku. Namun jika bicara soal 'hero', sepertinta aku juga harus memperkuat serangan jarak dekatku.
Mempunyai quirk yang daya hancurnya luar biasa, tentunya aku juga harus menyeimbangkannya dengan tubuhku.
Yakni, elastisitas... Dulu... sebelum umurku 3 tahun, obaa-chan mengajakku pergi ke tempat yoga. Ya, namanya juga anak kecil... Aku bisa split karna ikut yoga secara iseng.
Tapi kalau ku coba sekarang-
AW-!
SAKIT BANGET WEH!?!
.
..
...
Ya- berarti aku harus melatih otot-otot ku agar lentur seperti dulu.
****end of flashback (2)***
*another flashback (3)*
-Hari Seleksi-
Ya- saat itu karena nekat belajar yoga, gymnastic, aerobic, dance, aku bisa jadi (y/n) yang sekarang.
Hal itu adalah hal yang pling nekat- eh- tidak.. itu hari pertama dimana aku mengenal kata-kata nekat.
Dan sekarang- aku sudah ada di jjlan menuju U.A.
Aduh... apakah latihanku memgeluarkan hasil? latihan satu setengah tahun, sampe mati rasa tiap malem. Ngerelain duit jajan takoyaki buat bayar gym, buat daftar jadi anggota dance crew...
Tapi kalau ga diterima- ternyata- kerja kerasku. ga ada apa-apanya. Dipikirin makin stress, ntar mati muda gara-gara ujian kan ga lucu.
*plak (aku memukul pipiku dengan kedua tanganku)*
Sadar (y/n)! tapi bagaimana aku bisa tenang...?! Aduh... apakah semua yang aku lakukan bisa berguna? U.A. itu SMA bergengsi...
Sekali gagal suram.... Aku ga tau harus kemana lagi... Ya walaupun ku sudah mendaftar ke sekolah pahlawan dekat rumahku sih...
Namun, aku tak hanya melatih kelenturan... Aku juga melatih kekuatan fisikku, karena aku menyadari bahwa tubuhku masih lemah untuk bertarung.
"kau sangat pintar dan lincah dalam mengelak serangan, memeperkirakan dan bertahan. tapi-" ibuku mentackle ku dengan sekuat tenaganya. "Meskipun gerakanmu sangat lincah, kau tak memiliki cukup energi untuk menyerang dari jarak dekat" ucapnya dengan tajam.
Sejak 5 bulan yang lalu, setelah bertarung melawan ayah maupun ibuku. Yang kudapatkan ialah, aku lemah dan tubuhku tak kuat untuk menahan itu semua. Stamina yang kurang pun membuatku frustasi...
"Jangan menipu diri sendiri (y/n), kau lemah" Ya- karena stress aku mulai latihan boxing dan bertarung otodidak. Tanpa melupakan Dance, aerobik, gymnastic, dan yoga. Salah satunya jalan untuk aku bertahan adalah 'diri sendiri'
I only have myself... Setelah itu, aku pun berhasil mencapai kesempurnaan quirkku.
Tetapi-
'namanya aja manusia ga ada yang sempurna, hahaha... sepertinya ku harus berhenti berharap~' Karena itu, aku hanya bisa menggunakan sedikit demi sedikit, menabung energi, agar bisa menggunakan sejumlah energi yang besar jika dibutuhkan. Namun- aku harus bisa meninggalkan maksimal 10% energi dalam tubuhku yang lemah ini bahkan bisa dibilang tak bisa menahannya.
Kau tahu kan, apa kelemahanku sekarang? Ya- tubuhku...
Itulah mengapa aku memiliki quirk sekuat dan sebesar ini... Beberapa orang, menginginkan kekuatanku, karena mereka tak tahu apa sebenarnya kelemahan dari kekuatanku.
Sudahlah~ tak usah dipikirkan! Sekarang ~ AYO FOKUS (Y/N)!
*plak, aku sekali lagi menampar pipiku agar sadar dari pikiranku*
Yoshh~! Ganbatte (y/n) ! demi U.A.! jangan sia-siakan uang jajanmu yang melayang!
-T.B.C. To Be Continued
Jangan lupa like yaa UwU💕💕
__ADS_1