Be My Side, (Y/N)! | Bakugou Katsuki X (Y/N) | Long Love Story

Be My Side, (Y/N)! | Bakugou Katsuki X (Y/N) | Long Love Story
Chapter 15 - Sport Festival (4)!


__ADS_3

...Pastikan kalian like sebelum atau sesudah membaca:3 Karena itu adalah salah satunya support yang membuat author maju>


...Kali ini chapter akan sangat panjang dari biasanya, aku harap kalian senang membacanya ^^! Selamat membaca, ya!...


//Side P.O.V. (Y/n okaa-san P.O.V.)


Saat itu aku mengambil waktu praktek pagiku untuk menonton pertandingan anakku di stadiun U.A.


Aku juga penasaran terhadap pertumbuhan anakku itu, apa hasil kerja kerasnya ini membuahkan hasil?


Aku berjalan menuju kursi penonton, tapi hari ini sepertinya aku lumayan beruntung... Hal ini dikarenakan aku mendapatkan kursi khusus di stadium kelas satu. Koneksiku di rumah sakit... Kurasa memberikan keberuntungan, sekarang kursi nomor 23 ada dimana ya?


"Permisi, apa kalian tahu kursi khusus nomor 23?" tanyaku kepada seorang pemuda yang ada disana. "Ah- 23 ya?" katanya dengan gugup. Hm, menurut dugaanku pasti dia tertarik denganku... Apa aku minta maaf dan tak usah tanya padanya ya?


"23 ada di sebelah kiri sana 10 kursi dari sini" jawabnya dengan tegas. "Baiklah, terima kasih ya" ucapku sambil tersenyum. Hah... Lagi-lagi kepekaanku ini membuatku kepedean...


"A- anu" ucapnya padaku. Aku berbalik dan menghentikan langkahku, "Kau ini tipeku... Bolehkah aku minta nomormu?" ucapnya sambil memberikan ponselnya.


Kalau saja suamiku ada disini, pasti dia akan memelototi pria ini hahaha...


"Maaf, saya sudah bersuami" ucapku sambil membungkukan badan. "Ah! Begitu ya? Maaf!" katanya dengan malu sambil memasukkan ponselnya ke dalam sakunya.


"Ah, tak apa kok! Saya deluan ya" kataku dengan senyum ramahku. Dia mengganguk, dan duduk kembali ke kursinya. Ternyata aku ini memang masih muda ya? Hahaha... Kira-kira (y/n) anakku keadaannya seperti ini atau tidak ya?


Bagaimanapun wajah cantiknya itu turun dari genku dan juga suamiku yang tampan... Kira-kira dia sudah pacaran belum ya?


Ah dasar aku ini... Sepertinya hormon puberku mulai kembali...


Aku rasa (y/n) anakku tidak akan pacaran back street seperti itu, dan lagi kalau dia menyembunyikan sesuatu pasti dia akan ketahuan olehku... Aku jadi ingat saat dia menyeludupkan takoyaki ke rumah, saat ketahuan olehku dia kaget sekali...


Padahal kalau takoyaki aku sudah memperbolehkannya... Tapi masih saja dia terkejut karena ketahuan olehku, dasar (y/n)~


Ah ini 23 ya? Ternyata pemuda tadi benar... Entah mengapa aku merasa kasihan pada pemuda tadi...


(Y/n) anak kelas 1-A ya? Sepertinya aku datang 20 menit lebih awal... Eh- Itu Endeavor kan?


//Flashback


"Kau keturunan yukami kan?" tanya tuan muda Todoroki padaku. "Apa maksudmu? Yukami? Bukankah keturunan itu sudah punah?" belaku dengan nada tegas. Aku tak suka dia, wajah ambisiusnya itu... Kalau aku menyetujui pernikahan quirk ini, bisa-bisa keturunanku dalam bahaya.


"Lalu darimana datangnya kekuatan cahayamu itu? Bukankan kau adalah salah satunya?" katanya sambil menatap tajam. Dia benar-benar gila, dia seolah-olah melihatku sebagai hewan bukan manusia!


"Kurasa, yukami sudah mencapai generasi ke-11 kan?" tanyanya dengan nada yang dingin itu. "Kurasa anak yang diramalkan ada di generasi-12... Apa kau masih mau menyembunyikannya? Atau kau tak ingin ramalan itu terjadi?" sambungnya.


Aku mempercayakan semuanya pada akting-ku, "Generasi 11? Generasi 12? Aku tak mengerti apa yang kau bicarakan!" ucapku dengan tegas.


"Lagipula... Aku tak suka denganmu! Kenapa aku harus menikah denganmu? Aku masih belum mencapai karirku!" sambungku. Sial- aku terbawa emosi.


"Aku hanya membutuhkan keturunanmu untuk menghasilkan anak yang bisa melampaui All Might, setelah anak itu lahir kau bisa melanjutkan karir mu di dunia medis yang tak berguna itu" kata-katanya memang membuatku kesal...


Dunia medis yang tak berguna? Kalau tak ada dunia medis, kalian akan mati di saat itu juga!


"Jujur... Aku tak suka denganmu, aku tak mau bekerja sama denganmu! Kalau kau berpikiran soal balas dendam, berarti kau harus mencuci otakmu! Aku tak mau menikah denganmu! Cari orang lain saja!" kataku sambil beranjak dari kursi.


"Jadi, soal kau yukami itu benar ya?" katanya sambil ikut beranjak dari kursi.


Deg! "Sudah kubilang, kan? Aku tak tahu apa itu Yukami-" ucapanku terpotong olehnya.


"Lalu tanda kuning yang ada di telingamu itu? Apakah itu palsu?" katanya sambil menunjuk telinga kananku. Sial- seharusnya aku tutup pakai bedak! Kalau begini, aku tak bisa mengelak!


*Fyi : Keturunan Yukami memiliki titik kuning kecil yang ada di telinga kanan mereka.


"Bagaimana bisa kau melihatnya?" tanyaku sambil memasang wajah kesal. "Ciri-ciri Yukami tertulis dalammu, bakat adaptasi yang kuat, hidup bersembunyi, quirk cahaya... Lalu titik kuning yang ada di telingamu, apa kau bisa menyangkal lagi?" katanya sambil mendekatiku.


"Kalau kau tak mau maka akan kupaksa!" katanya dengan dingin. Orang ini benar-benar angkuh!?!


"Paksa? Sepertinya kamu terlalu meremehkanku... Aku memiliki hak untuk memenjarakanmu yang mengancamku, dan lagi- Aku sudah punya tunangan! Jangan paksa aku! Kalaupun aku menikah denganmu, ramalan itu takkan terjadi karena adanya paksaan!" ucapku dengan tegas lalu meninggalkannya.


//Flashback end


Saat itu aku benar-benar kabur darinya, saat itu aku hanya menggunakan ilusiku untuk menutupi keberadaanku. Tapi pada akhirnya aku pun tetap bertemu dengannya saat pernikahannya, dia terlihat kesal tetapi aku tak memedulikannya...


Untungnya saat itu aku datang bersama suamiku, jadi dia merasa tak seharusnya dia mengejarku lagi yang sudah bukan jangkauannya... Lagipula saat itu dia sudah menikah, aku pun saat itu sengaja masuk pernikahan itu karena aku diundang...


Dan sialnya, kenapa aku harus bertemu lagi dengannya? Aku harus cepat tutup titik kuning itu dengan ilusiku! Semoga dia tidak mengenaliku...


Dia duduk di sampingku? Ini benar-benar hari sial...


"Rasanya aku mengenalmu" ucapnya kepadaku. Apa aku harus pura-pura? "Sudah lama tak bertemu, yukami" sambungnya.


"Halo, Endeavor" jawabku sambil melihat ke arah stadium. "Apa yang kau lakukan disini?" tanyanya padaku. Rasanya pak tua ini benar-benar penasaran denganku... "Melihat anakku yang tampil, dan kau?" tanyaku dengan tekanan.


"Aku juga memiliki anak yang akan tampil" katanya. "Tetapi... Kau juga punya anak? Apakah itu anak ramalan?" sambungnya sambil membalas tekananku. "Kenapa di pikiranmu itu hanya ada soal ramalan keturunan kami?" ucapku sambil mengernyitkan kening.


"Kau makin sombong saja ya, kudengar kau berhasil masuk dunia medis setelah berhasil lulus dari studimu itu... Tapi aku tak peduli, mari kita lihat siapa yang paling hebat... Anakku atau anakmu" katanya sambil melihat ke arah stadium.


Sepertinya aku tak punya pilihan lain, "Baiklah..." ucapku dengan tegas sambil menatap ke stadiun.


"Hei! Perhatikanlah, para penonton! Berbondong-bondonglah media massa!"


"Tahun ini, acara sekolah yang paling kalian sukai, festival olahraga U.A. akan segera dimulai! Everybody, are you ready?" Wah Mc (pembawa acara) kali ini bagus juga ya, apa ini artinya anakku akan masuk panggung?


"Waktunya para murid masuk ke stage kelas satu!" 


Segala petasan menghiasi udara dengan meriah, dan juga suara instrumental yang kuat.


"Festival Olahraga U.A.! Pertarungan tahunan di mana para calon pahlawan mengasah kemampuannya! Lah, ini dia mereka, kan? Bintang ajaib baru melawan penjahat dengan hati baja mereka! Jurusan Pahlawan, kelas 1-a kan?!" tampak segerombolan anak kelas 1-A memasuki lapangan.


(Y/n) ada dimana ya kira-kira... "Anakmu yang mana?" tanya Endeavor seolah membaca pikiranku. "Anakku ya? Pokoknya dia yang berambut (h/c)" ucapku dengan tegas. 


"Maksudmu yang itu?" tanyanya sambil menunjuk ke arah (y/n). "Ah iya, itu anakku" tunggu- kenapa aku ramah dengannya? Seharusnya aku tidak memberi tahunya kan?


Kemudian para anak kelas satu memasuki lapangan, jujur aku agak ragu melihat saingan anakku (y/n) yang banyak. Bukankah semakin banyak saingannya, semakin besar kemungkinan (y/n) untuk memakai kekuatan aslinya? 


Aku rasa aku harus memperhatikannya, "Saatnya janji pemain!" Dia? Midnight ya? Lumayan juga penampilannya... Tapi rasanya dia terlalu menarik perhatian sehingga para pemuda langsung memperhatikannya.


"Semuanya harap diam! Perwakilan dari para murid, Bakugou Katsuki dari Kelas 1-A!" Sebentar... Rasanya aku tahu nama anak itu... Bakugou Katsuki ya?


*Selintas memori*


"Kaa-san~ ini Katsuki! dia punya quirk yang hebat! Dia tampan sekali bukan?" 


"Mah katsuki tinggal di rumah kita saja!" 


"Katsuki, apakah kau dan (y/n) anakku tadi benar-benar menghubungkan quirkmu dengan quirk anakku?" 


"iya tadi dia menciumku" 


*end of selintas memory* (Selengkapnya ada di chapter 07 - childhood friends)


Katsuki? Katsuki Bakugou? Ternyata anakku dan dia benar-benar ditakdirkan bersama... Tapi, apa (y/n) dan dia sudah tahu kebenarannya? Bagaimana jika hal itu menggangu masa depan mereka? Aku sepertinya memang harus mengajak bicara anakku soal ini...


Atau aku akan mengajak bicara Katsuki anak yang pernah beresonansi bersama (y/n)... Tapi sekarang sepertinya hal itu tak masalah... Aku tak perlu mengkhawatirkannya.


"Sensei, aku akan jadi nomor satu"


"Setidaknya jadilah pijakan empuk agar aku bisa melompat" aku membuang nafas kasar. Apa benar anak ini katsuki teman (y/n) dulu? Entah mengapa aku agak meragukannya.


"Kenapa kau menghela nafas?" tanya Endeavor sambvil mengernyitkan kening. Orang ini benar-benar kepo ya... "Tak apa-apa... Aku hanya merasa anakku ini memiliki banyak saingan" ucapku dengan tegas.


"Baiklah, mari kita cepat mulai! Permainan pertama disebut Kualifikasi! Tiap tahun banyak yang menumpahkan air matanya disini! Ini dia permainan pertama yang sangat penting...!" 


"Permainan utama tahun ini adalah... Obstacle Race!" Lomba lari?


"Seluruh sebelas kelas akan berpartisipasi, jalurnya adalah tepian stadium ini yang memiliki jarak 4 kilometer!" Kalau menurutku, lomba lari ini kemungkinan anakku akan menggunakan photosyntesis nya untuk berlari dan mendapatkan juara pertama...


Tetapi aku agak meragukan kualitas anak-anak disini... Apa (y/n) bisa jadi pemenangnya?


"Daya tarik sekolah kita adalah kebebasan! Selama masih ada jalur, kalian diperbolehkan melakukan apapun!" Melakukan apapun? Bukankah ini semakin baik untuk (y/n) mengeluarkan quirkknya? Bagaimana jika dia kambuh di jalan?


"Baiklah silahkan bersiap-siap!" 


Huft- yasudahlah... Mari kita lihat kualitas kerja kerasmu itu (y/n)... Okaa-san menontonmu loh!


(Y/n) P.O.V.


Untuk menembus mereka semua sepertinya aku memang membutuhkan suatu tekanan besar yang menekan mereka semua. Tapi... Apa?


Aku tak memiliki ide sama sekali untuk itu... Tapi kalau perekat? Itu hanya cukup untuk satu orang... Hm, sepertinya memang aku harus mempercepat gerakan ototku agar bisa bergerak cepat seperti cahaya...


"Bersedia"


Aduh, midnight sensei cepat sekali memandunya..!


Lalu aku mulai berfokus dengan seluruh indraku, mengisi diriku penuh dengan senyawa AQP dalam otot-ototku itu. Kemudian secara tak sengaja aku mengombinasikan CH3 dan O2, sehingga aku membuat semacam perekat.


Tunggu-! Eh iya..! Aku kan bisa mencampurkan senyawa yang ada di udara!


"Siap!"


Karena senyawa AQP sudah terbentuk ditubuhku, sekarang aku tinggal menyamaratakan senyawa polivinil asetat yang kubuat... *Fyi : polivinil asetat adalah senyawa pada lem*


Kuharap ini benar-benar berhasil!


"Mulai!" Semua orang terlihat terburu-buru saat ingin keluar... Tetapi aku masih saja mengumpulkan cahayaku untuk berlari, baiklah semuanya sudah siap...


Ikuso!


3 R.d. Person P.O.V.


Terlihat cahaya seperti kilat menembus mereka semua, karena itu sebagian dari mereka terkecoh akibat cahaya tersebut.


Di sela saat mereka terpesona dengan cahaya tersebut, mereka menyadari bahwa kaki mereka terjebak di tanah.


Memang tidak sama rata, tetapi kepadatan mereka itulah yang mendukung rencana (Y/n) berhasil.


Di saat todoroki ingin mengaktifkan esnya, dia sudah terlebih dahulu didahului oleh (Y/n).


"(Y/n) mengambil barisan paling depan!" seru Present Mic dengan histeris.


"Ada apa dengan kalian semua?! Apakah kalian terjebak?!"


Setelah itu Todoroki terpaksa memakai apinya untuk membakar lem perekat yang ada di kakinya itu lalu membekukan semuanya.


(Y/n) Okaa-san P.O.V.


"(Y/n) mengambil barisan paling depan!" (y/n)?! Sudah kuduga, pergilah dan dapatkan hasil dari apa yang kau perjuangkan, nak!


"Ada apa dengan kalian semua?! Apakah kalian terjebak?!" terjebak? Jangan bilang- (y/n)..?!


"Hm, apa itu anakmu yukami?" tanya si tua bangka yang ada di sebelahku. "Kalau iya, memangnya mengapa?" tanyaku dengan nada menantang. Entah mengapa... Setelah (y/n) mengatakan bahwa dia tidak akan bersembunyi dari kenyataan lagi, aku merasa terpengaruh olehnya...


Anakku itu memang naif... Dan dia masih tak tahu tentang dunia luar, entah mengapa saat ini rasanya dia mulai melepas rasa takut yang aku berikan padanya... Dan berjalan di jalan yang ditakdirkan sesuai yang diramalkan.


Aku benar-benar merasa terharu saat melihat perkembangannya, karena itu (y/n) jangan kecewakan aku yang berusaha menontonmu saat ini... Tepatnya di samping orang gila kekuasaan ini...


Ya walau sebenarnya aku ingin kabur, tetapi aku terpaksa untuk membuang rasa egoku itu untuk melihatnya.


(Y/n) P.O.V.


Rasanya aku seperti mengambil peran mereka yang ingin mendahuluiku hahaha...


Eh itu?


Robo inferno kan? U.A. memakai mereka lagi untuk mengatasi kami ya?


"Kualifikasi festival olahraga U.A. stage kelas satu! Permainan pertama adalah balapan halang rintang! Ini adalah balapan yang memperbolehkan segalanya selama masih berada dalam jalur! Seuasana dari sana akan direkam oleh robot kamera yang disebar di sekitar jalur!"


"Ya! Disinilah keterampilan mereka akan diuji"


"Baiklah, bisakah para telur emas pahlawan masa depan ini melewati gerombolan Robo Inferno?"


Sial- aku tak boleh terlalu banyak berpikir, mereka sudah mulai menyusulku! Apalagi Todoroki mulai mendekat ke arah sini!


Kalau begitu aku akan secepatnya mengumpulkan energi untuk membuat kapak yang akan memenggal mereka!


Tapi- yang sebelah mana akan kurobohkan? Tentunya aku tak bisa menghancurkan mereka sekaligus, karena itu beresiko dan juga akan merugikanku...


Ya... Bayangkan saja~ Jika aku merobohkan semuanya, bisa-bisa aku dimanfaatkan oleh peserta lain... Kalau begitu aku akan robohkan bagian tengah!


"Ho~! Apa yang dilakukannya? Sepertinya Anak yang bernama (Y/n) itu akan menerobos rintangan!"


Eugh, present mic ternyata berusaha menarik perhatian penonton terhadapku ya... Tetapi itu tak apa, karena aku akan menunjukkan kehebatanku!


3 R.d. Person P.O.V.

__ADS_1


Lalu (Y/n) dengan kecepatannya itu berlari menuju Robo Inferno. Dengan cepat dia mengayunkan kapaknya itu dan menebas satu robo inferno yang berada di tengah sehingga dia bisa lewat.


"WOAH~! DITEBAS?! GADIS CAHAYA ITU MEMANG SADIS~!"


"Orang pertama yang bisa melewati rintangan ini adalah (Y/n) dari kelas 1-A!"


(Y/n) Okaa-san P.O.V.


"WOAH~! DITEBAS?! GADIS CAHAYA ITU MEMANG SADIS~!" ternyata mcnya juga banyak omong ya... Entah mengapa aku menjadi gelisah saat mendengar julukan itu.


"Hahaha, gadis cahaya ya? Sepertinya anakmu memang berbakat, tapi anakku akan melampaui anakmu itu" ucap bapak itu lagi sambil mengagungkan diri.


Todoroki P.O.V.


Lagi-lagi posisiku diterobos oleh anak itu, aku tak boleh kalah! Tapi robot itu... Apakah itu yang mereka pakai saat ujian masuk jalur reguler?


Dan pastinya (y/n) juga dia memakai jalur reguler sebelum mendapat rekomendasi kan? Pantas saja dia terlihat berpengalaman dan tak segan-segan untuk menerobos ditengah...


Bagaimanapun robot-robot ini hanyalah rintangan yang mudah. 


"Mereka tidak bisa mempersiapkan rintangan lebih hebat lagi, ya?" gumamku dengan tegas.


Lalu aku mengaktifkan quirk esku kepada robot yang ingin menyerangku.


"Soalnya, pak tua-ku sedang melihat" kemudian robot itu terhenti setelah esku membekukan nya. Setelah itu aku berlari menerobos jalan yang ada, "Dia menghentikannya! Kita masih bisa lewat di antara kaki mereka!" seru seorang yang ada disana.


"Sebaiknya jangan! Aku membekukan mereka saat tidak seimbang" ucapku dengan suara yang sedikit besar. "Mereka akan jatuh" lanjutku lagi.


"Todoroki shoto membekukan robot itu dengan tenang dan melewatinya! Apakah dia bisa menyusul saingannya yang jauh lebih kuat yang ada di depannya??"


(Y/n) P.O.V.


"Todoroki shoto membekukan robot itu dengan tenang dan melewatinya! Apakah dia bisa menyusul saingannya yang jauh lebih kuat yang ada di depannya??" suara Present mic yang keras itu membuatku tersadar bahwa Todoroki-kun mulai menyusulku.


Bagaimanapun... Rival terbesarku adalah Bakugou dan juga todoroki... Mereka pasti bisa menyusul kapan saja... Dan juga- Midoriya Izuku, memang dia terlihat sedikit tidak mencolok... Tetapi aku merasa firasat buruk soal dia, apa mungkin karena cara kerja kekuatan kami yang hampir mirip? Sudahlah, jangan terlalu dipikirkan... 


Karena untuk sementara waktu aku sudah mengambil posisi paling depan, tetapi sepertinya ini tidak untuk lama-lama...


"Kirishima dari Kelas 1-A, muncul dari bawah! Gila!" Hah? Muncul dari bawah? Aku yang tak mengerti akan ucapan Present Mic karena sudah lebih dahulu berlari, berusaha untuk mengabaikan itu. "Tetsutetsu dari kelas B juga terperangkap di bawah! Gila!"


Eh itu? Jurang ? Sial! Berpikirlah! Apa aku harus merayap?


Apa aku harus buat jembatan baru? Tetapi itu akan merugikanku..! 


Kalau Bakugou, dia pasti akan terbang kan? 


Hey! Kenapa aku selalu berpikir apa yang dia lakukan sih?!


Seandainya saja aku bisa menerobos dengan kecepatanku, tapi itu justru beresiko! 


"Bakugou dari kelas 1-A! Karena jalur bawah di blok, dia lewat atas! Cerdik!" Ah- Sial, ternyata mereka sudah mulai menyusul... 


Itu Todoroki kan? Sial, sepertinya aku memang harus-


Eh?! Kenapa aku tak kepikiran? Aku kan bisa memindahkan diriku lewat jalur teleportasi.. Tapi, apakah energiku cukup?


Todoroki P.O.V.


Ternyata aku masih bisa menyusul! Anak itu kenapa diam saja? Aku tak peduli apa yang dia lakukan yang penting aku maju terlebih dahulu!


Lalu aku melewatinya yang diam di pinggir tebing itu, tapi- eh?


Apa ini hanya perasaanku saja? Auranya serasa berbeda...


Eh- itu (y/n) kan?


Dia! Datang darimana kecepatan itu?!


(Y/n) P.O.V.


Saat aku mengisi seluruh energiku dengan lingkungan sekitar, aku merasa ada yang aneh dalam tubuhku...


Apa ini karena aku tidak memakai senyawa AQP? Apa ini karena aku melemah? Tidak-tidak..! Aku harus fokus dan berpikir positif! Jadilah optimis! Bukan pesimis!


Lalu aku siap mendorong tubuhku tepat ke seberang, yang pasti aku tidak boleh jatuh! Karena itu-! 


3 R.d. Person P.O.V.


(Y/n) yang mendorong dirinya ke seberang itu, mengakibatkan dirinya seperti berlari menuju sana. Memang ini tidak seperti teleportasi yang (y/n) bayangkan, tetapi bagi (y/n) itu tidak apa-apa selagi dia bisa berhasil melewati rintangan kedua.


Todoroki yang kaget itu membelalakan matanya, tak hanya Todoroki... Penonton di stadium dan di televisi saat itu memandang layar rekaman lekat-lekat seolah-olah mereka tak percaya.


"Hei, hei! Apa aku tak salah lihat?! (Y/n) dari kelas 1-A itu berhasil menerobos rintangan kedua?! Unbelievable!!?!" sesuasana di stadium itu mulai ribut menggosipi (y/n) dengan quirknya itu.


(Y/n) Okaa-san P.O.V.


(Y/n) yang berhasil melewati tantangan pertama itu langsung dihadapi oleh rintangan dungan jurang yang sangat dalam, (y/n) kira-kira apa yang dia lakukan saat menghadapi rintangan ini ya?


Kalaupun dia membuat jembatan pasti energinya tidak cukup...


"Anakmu berhenti tuh, apa dia hanya segitu kemampuannya? Heh- Sepertinya generasi yukami mulai mengalami penurunan" ucapnya sambil tersenyum bangga. Entah mengapa aku benar-benar merasa kesal dengan mulut besarnya it- Eh?!


(Y/n) yang mendorong dirinya ke seberang itu, mengakibatkan dirinya seperti berlari menuju sana. (Y/n)?! Apa aku sedang bermimpi?


Sebenarnya sejak kapan kau sudah berkembang secepat itu?


"Hei, hei! Apa aku tak salah lihat?! (Y/n) dari kelas 1-A itu berhasil menerobos rintangan kedua?! Unbelievable!!?!"


Tetapi... Entah mengapa aku merasa ada yang janggal, gerakan tadi... Kelihatanya seperti gerakan yang tak tersengaja, seolah-olah...


Apa jangan-jangan dia memang awalnya tidak mau melakukan itu? Dan lagi sepertinya itu adalah gerakan yang membutuhkan tenaga yang besar... 


(Y/n)! Kau ini cari mati dengan resiko yang sebesar itu ya?! Dia ini- benar-benar... Harus kunasehati-


*Selintas memori*


"Okaa-san! Aku sudah putuskan! Kalau aku akan menekuni jurusan Pahlawan!" 


"Walau emang keberadaanku ini memang sedikit terancam tapi aku percaya jika aku berusaha dan belajar... Aku pasti bisa! Dan juga mimpiku kan... Membahagiakan semua orang! Karena itu, aku akan berusaha!"


*end of selintas memory* (Selengkapnya ada di chapter 13 - Sport Festival (2)!)


Tenanglah... (Y/n) bukanlah anak kecil... Dia pasti bisa menanganinya sendiri... Tapi aku harap dia bisa menangani semuanya dengan baik...


(Y/n) P.O.V.


Oh iya! Aku harus terus berlari! Kalau tidak aku- terancam kalah!


"Dan juga sepertinya yang lain pun mulai menyusul! Rintangan pertama kok kelihatan mudah? Lalu gimana dengan rintangan kedua?"


"Kalau jatuh, out! Kalau tak mau Jatuh merayaplah! Inilah 'The Fall'!"


Todoroki P.O.V.


"Nah, todoroki dari kelas 1-A juga bisa melewati nya dengan mudah!" sembari berlari aku melihat ke arah atas dan melihat teman sekelasku melayang dengan ledakannya.


Sepertinya dia mulai bersemangat, lambat di awal saja, ya?


"B******* !" teriaknya dari atas.


3 R.d. Person P.O.V. //sisi penonton


"Posisi pertama jaraknya jauh banget!"


"Kekuatannya hebat sekali, tapi kebugaran dan pertimbangannya juga di atas rata-rata"


"Tapi apa kalian tahu siapa gadis yang mendahului mereka? Dia sepertinya memiliki level yang berbeda"


"Entah mengapa aku tidak mengenal namanya"


"Eh bukankah dia gadis yang ada di media itu?" "Benarkah?"


"Iya, dia memang sangat kuat semenjak dia masuk U.A. Tak kusangka dia benar-benar diberkahi dengan quirknya itu"


"Tetapi, quirknya itu apa? Kenapa quirknya agak banyak ya?"


"Aku juga tak begitu tahu" "Bukankah anak itu digosipkan memiliki quirk cahaya yang bersal dari keluarga yukami?"


"Yukami? Mereka masih ada ya ternyata"


"Tetapi di sisi lain, putra Pahlawan Api, Endeavor juga tak kalah hebat loh!" 


"Iya! Ngak heran, dia keturunan dari satu-satunya saingan All Might!"


"Pasti banyak yang memperebutkan mereka menjadi partner"


"Para pemimpin pertandingan sudah selangkah di depan,  namun semua tetap maju bersama! Tak ada pengumuman berapa orang yang sudah lewat, jadi kalian tak bisa bersantai! Terus Maju!" ucap Present mic si pembawa acara.


(Y/n) P.O.V.


"Baiklah, kita sudah sampai di rintangan terakhir! Rintangan disini ada ladang ranjau!" ucapan Present mic yang mendadak itu membuatku kaget saat sudah berlari di rintangan itu.


Aduh-! Ini ranjau?!


Secepat mungkin aku berhenti di tengah ranjau, " Sudah diatur agar bisa terlihat kalau kalian teliti!" Teliti? Ah! itulah mengapa disini dapat terlihat lubang-lubang kecil, untung sedari tadi aku tidak menginjak itu sama sekali!


"Jadi kalian harus memanfaatkan mata dan kaki kalian!" Mata- kaki?


Tunggu! Aku memang sepertinya harus mempertajam indraku itu, sekali kena aku bisa gagal! Aku tak bisa menghabiskan lagi energiku...


Energiku sangat dibutuhkan untuk selanjutnya... Karena itu sekarang pertajam indra dan- lari sebelum yang lain menyusul!


"Omong-omong ranjau ini tidak terlalu kuat, karena untuk permainan, tapi... cukup keras dan menyilaukan untuk membuat kalian ngompol!" Hiiy! Sampai ngompol?


Tidak (y/n)! Fokus! Kau tak boleh terpengaruh!


Pertajam indra! Gunakan pelindung agar saat terkena ranjau, itu tak langsung terpengaruh!


Sial aku butuh waktu lebih banyak dari ini!


Todoroki P.O.V.


Anak itu pasti dia sudah sampai sana! Aku harus cepat- Eh? Dia terdiam lagi? Sepertinya akan sulit juga baginya untuk berjalan melewati ini, aku akan menyusulnya secepat mungkin!


"Are?! Kenapa si pemimpin diam saja?! APA YANG DILAKUKANNYA?! SEDANGKAN SAINGANNYA ITU MULAI MENDEKAT!"


(Y/n) Okaa-san P.O.V.


"Are?! Kenapa si pemimpin diam saja?! APA YANG DILAKUKANNYA?! SEDANGKAN SAINGANNYA ITU MULAI MENDEKAT!" (Y/n)?!


Jangan-jangan dia kambuh? Eh tapi... Sepertinya itu terlalu tenang jika dikatakan penyakitnya itu kambuh... Entah mengapa dia terlihat seperti mempertajam insting.


Bakugou P.O.V.


Gadis bodoh itu dan si setengah-setengah brengsek pasti sudah sampai sana kan?! Aku harus cepat mengejarnya, aku harus jadi nomor satu, entah mengapa hal ini sangat gampang untukku... Jadi aku tak perlu repot-repot untuk berjalan dan menentukan ranjau!


"Are?! Kenapa si pemimpin diam saja?! APA YANG DILAKUKANNYA?! SEDANGKAN SAINGANNYA ITU MULAI MENDEKAT!"


Ha? Apa yang gadis itu lakukan disana?! DIA GAK JALAN?! APA DIA MEREMEHKAN ORANG?!


Aku tak peduli! Kalau begitu akan kurebut posisinya!


Todoroki P.O.V.


Jadi begitu, ini rintangan yang sangat merugikan pemimpin pertandingan. Mencoba membuat ini menarik, ya? Pantas saja gadis itu diam saja... Tapi mengapa dia diam saja? Dia belum bergerak dari tadi?


Lalu aku melihat teman sekelasku itu yang terbang memakai quirknya saat aku berjalan.


Bakugou P.O.V.


"Ini nggak ada efeknya sama gua! SETENGAH-SETEGAH BRENGSEK, JANGAN MENYATAKAN PERANG KE ORANG YANG SALAH!" ucapku sambil mengebom si setengah-setengah sialan.


3 R.d. Person P.O.V. //sisi penonton


"Sekarang posisi pertama telah berubah! Sepertinya Gadis itu sudah menyerahkan posisinya kepada mereka berdua!"


"Bergembiralah, Media massa! Inilah perkembangan yang kalian suka!"


"Baik, baik, baik, semuanya juga ikut bergerak cepat!"


"Tapi walau mereka saling dorong dan tarik bisakah dua pimpinan pertandingan mempertahankan posisinya?"


3 R.d. Person P.O.V. //sisi Present Mic dan Aizawa


"Yah~ sayang sekali kepada (y/n) pimpinan yang kehilangan posisinya!" ucap Present mic dengan nada sedikit kecewa. "Sepertinya dia sedang mempersiapkan sesuatu" jawab Aizawa. "Hah? mempersiapkan? Apa maksudmu Eraser Head?" tanya Present mic padanya.

__ADS_1


"Dia tak selemah itu, bagaimanapun jika dia tidak terlihat seperti itu dia pasti sudah kabur dari kompetisi ini sejak awal" jawab Aizawa sambil mengutarakan pendapatnya.


"Aku setuju, kalau begitu apa yang sedang dia rencanakan?"


3 R.d. Person P.O.V. // area pertandingan


"Itu (y/n)? Kenapa dia diam saja?"


"Hey (y/n)! Kenapa kau tidak jalan!"


"(Y/n)!" 


"Sudahlah biarkan saja dia teman-teman! Kalian juga mau menang kan?" "Iya sih, tapi..."


"Sekarang tak ada waktu untuk teman-temanan! Sekarang kita harus memperjuangkan kompetisi ini!"


"Wah, ada ledakan besar di belakang! Apa-apaan kekuatan itu?" teriak Present mic kaget.


"Kecelakaan atau disengaja?" sambungnya lagi. "Midoriya dari kelas A, mengejar dengan ledakannya!"


(Y/n) P.O.V.


Dikarenakan ledakan Midoriya yang dilakukan di belakangku, aku merasakan sensasi hebat saat menyerap energi.


Dari 2 menit yang lalu memang aku mengumpulkan seluruh kekuatanku dan energiku untuk berlari kencang dan juga memperkuat pertahananku untuk berlari, aku pun sengaja untuk mengumpulkan senyawa yang di keluarkan dari ranjau untuk membuat tekanan saat aku berlari nanti.


Tapi ini dikarenakan senyawanya sudah terkumpul, sepertinya ini saatnya aku berlari!


Indra-ku mohon kerja samanya ya!


3 R.d. Person P.O.V. // area pertandingan


"Dan dia langsung memimpin!"


'Aku terbang seperti yang kurencanakan, tapi ternyata dayanya besar sekali! Lalu, aku tak memikirkan soal pendaratan' batin midoriya.


"Deku, JANGAN MENDAHULUI-!" ucapan Bakugou terpotong saat merasakan aura (y/n) yang berlari kencang sehabis memperkuat dirinya itu.


"Itu-! Pemimpin lama kita ikut bertanding lagi!" teriak Present Mic dengan kaget.


Lalu todoroki yang tak mau kalah dia mengalirkan es di tanah dan berlari, 'Ini akan memberi jalan orang yang di belakang, tapi aku tak punya waktu untuk mengkhawatirkan mereka! Dan lagi aku sudah tertinggal!' batin Todoroki.


(Y/n) yang baru ikut kejar-kejaran juara pertama itu terlihat lincah dan juga kuat, dia pun berhasil melewati todoroki dan berlari kencang mengikuti ritme kecepatan midoriya yang sedang terbang di langit itu.


"Dua mantan pimpinan, berhenti saling menjatuhkan! Dan pemimpin pertama kita juga mulai mengejar midoriya!" 


"Sekarang musuhnya sama, dan mereka berhenti bertarung! Yah, pertarungannya masih belum berakhir!"


(Y/n) P.O.V.


"Ha?! KENAPA KAU BARU DATANG GADIS SIALAN?!" ucap Bakugou sambil mengejar Midoriya. "He~ Kau ternyata mengkhawatirkan ku ya?" godaku padanya. "NGGAK SIALAN! POKOKNYA SEKARANG JANGAN MENGHALANGIKU! GADIS PAYAH!" protesnya padaku.


Hm, ternyata mereka ini masih segitu ya kecepatannya? Bagaimana kalau kita menangkan dengan mempercepat kecepatanku, aku juga perlu memenangkan pertandingan ini-


3 R.d. Person P.O.V. // area pertandingan


'Gawat..! Melambat? Tidak mengejutkan sih, tapi mereka akan segera menyusulku! Memperhitungkan waktu terbuang karena pendaratanku, tak mungkin aku bisa menyusul lagi! Sial! Tidak! Jangan lepaskan! Kesempatan yang kudapatkan di depan mereka bertiga, genggam kuat-kuat dan jangan lepaskan! Jika aku bisa memimpin lagi, maka takkan kubiarkan mereka mendahuluiku!' batin Midoriya sambil mengempaskan pelindungnya.


(Y/n) P.O.V.


Midoriya- dia akan mendarat kan? Itu juga akan memakan waktu kalau begitu- jangan sampai aku mendekat dengan mereka bertiga!


Sesuai firasatku, aku mengambil arah pinggir agak jauh dari mereka bertiga... Dugaanku soal itu ternyata tepat, Midoriya menggunakan ledakan lagi untuk mencapai posisi utama! Dengan kesempatan yang ada, aku langsung berlari menuju garis depan sebelum Midoriya. 


"(Y/n) menghindar dari ledakan yang Midoriya buat dan berlari cepat sebelum Midoriya menyusulnya!" 


"Midoriya juga dengan cepat menghalangi mereka! Ya ampun, dia langsung melewati ladang ranjau itu!" 


"Apakah dia bisa menyusul (y/n)?!"


"Eraser Head, kelasmu hebat sekali! Apa yang kau ajarkan pada mereka?!"


Aku garis paling awal kan? Sekarangf aku tinggal lepaskan perisai pelindungku dan memfokuskan kecepatan-


Eh itu?! Midoriya menggunakan quirknya?!


3 R.d. Person P.O.V. //sisi penonton


"Festival olahraga U.A. Stage kelas satu! Siapa yang bisa memprediksi hasil pertandingan ini dari awal?"


"Sekarang orang pertama yang kembali ke stadion, adalah laki-laki itu Midoriya Izuku membuat gebrakan besar!"


(Y/n) P.O.V.


"Festival olahraga U.A. Stage kelas satu! Siapa yang bisa memprediksi hasil pertandingan ini dari awal?"


"Sekarang orang pertama yang kembali ke stadion, adalah laki-laki itu Midoriya Izuku membuat gebrakan besar!"


Hosh-hosh! Gila...! Ternyata aku terlalu santai saat di akhir! 


"Selamat ya, Midoriya-kun!" ucapku sambil tersenyum ceria. "Ah, terimakasih (y/n)-san!" ucapnya sambil mulai meneteskan air mata. Bagaimanapun keberuntungan memang ada padanya sejak awal... Aku tak boleh kalah!


Bakugou... Dia sedang terpukul kah? Apa aku semangati saja dia? Tapi... Aku kena semprot ga ya?


(Y/n) Okaa-san P.O.V.


Anakku tidak menang ya? Bagaimanapun sepertinya dia tadi terlalu fokus di tengah dan mengejarnya saat-saat terakhir... Apa dia sengaja? Tapi bagaimanapun dia sudah berusaha menunjukkan dirinya dengan menjadi orang nomor dua masuk lapangan.


"Baiklah! Mereka sudah selesai satu per satu! Kami akan menunjukkan hasilnya nanti, pokoknya sekarang kerja bagus!"


Midoriya P.O.V.


Ini kedua kalinya aku memakai quirkku setelah serangan USJ, tetapi mengapa aku tidak melukai tubuhku sama sekali?


(Y/n) P.O.V.


Aku hibur atau nggak ya? Sudahlah anggap saja ini wujud kesopanan! "Yo~ Bakugou-kun!" dengan cepat dia menjawab dengan kesal, "JANGAN GANGGU AKU GADIS BODOH!" hah... ternyata dia benar-benar frustasi ya...


"KAU MAU KETAWA KAN?! SELANJUTNYA AKU AKAN MENANG!" ucapnya dengan kasar sambil mengepalkan tangannya. Aku tersenyum, "Kalau begitu aku akan mendukungmu, Bakugou-kun! Jangan menyerah!" ucapku dengan semangat.


3 R.d. Person P.O.V.


"KAU MAU KETAWA KAN?! SELANJUTNYA AKU AKAN MENANG!" kata Bakugou dengan kasar sambil mengepalkan tangannya. (Y/n) tersenyum dengan tulus, "Kalau begitu aku akan mendukungmu, Bakugou-kun! Jangan menyerah!" kata (y/n) dengan semangat.


Bakugou yang sedikit merasa terhibur itu, wajahnya sedikit memerah karena tingkah (y/n). Tapi di sisi lain dia juga merasa kalau (Y/n) meremehkannya, karena itu dia memalingkan wajahnya. "JANGAN SEMANGATI AKU SIALAN!" katanya dengan tegas.


"He~ Kalau gitu aku semangati Midoriya dan juga todoroki ah~" ejek (Y/n) dengan senyum meremehkannya itu. "HAH?!" jawabnya dengan kesal.


Lalu (Y/n) tertawa, "TUH KAN KAU MALAH TERTAWA SIALAN!?!" 


"Bakugou-kun~ Kau ini ada-ada saja! Aku tahu kok, kalau kau pasti menang!" ucap (y/n) sambil tersenyum tulus. "AKU JUGA TAHU KARENA ITU-" (Y/n) memotong perkataannya.


"Nah, kepercayaan dirimu sudah kembali kan? Jangan menyerah! Karena perkataanmu akan segera terjadi!" kata (y/n) sambil tersenyum lebar.


Bakugou yang salah tingkah itu berusaha untuk menjaga ekspresinya dan pergi menjauh, "AKU JUGA TAHU, JANGAN MENGGURUIKU SIALAN! PERGI SANA AKU TAK MAU DEKAT-DEKAT DENGAN GADIS PAYAH SEPERTIMU!" katanya sambil menjauh.


"He? Bakugou memerah? Apa aku tak salah lihat?" tanya Kirishima pada Sero. "Hah? Masa?" tanya Sero sambil melihat ke arah Bakugou. 


"Mana? Kau bohong ya?" ucap Sero yang merasa ditipu oleh temannya itu. "Argh! Telat~!" ucap Kirishima dengan sedikit keras.


"Ahahah~ Siapa juga yang payah! Tapi ingat Bakugou-kun, aku akan menghentikanmu sebelum kau mendapatkan juara pertama!" ucap (y/n) dengan antusias. "KAU INI SEBENARNYA MAU MENYEMANGATIKU APA GIMANA SIH?!" protes Bakugou.


"Ya~ Aku memprovokasimu supaya kau bisa maksimal" ujar (y/n) dengan jujur. "Tch!" ucap Bakugou sambil berbalik.


"Trimakasih" 


(Y/n) dan Midoriya membelalakan matanya, 'Seorang kacchan bisa berterima kasih?!' batin Midoriya. 


"Aku tak salah dengar kan Bakugou-kun?!" kata (y/n) dengan nada kaget. "KAU SALAH DENGAR! POKOKNYA AKU TAK AKAN MENGULANGINYA! SEKARANG- JANGAN GANGGU AKU GADIS PAYAH?!" kata Bakugou sambil pergi menjauh.


'Entah mengapa kata-kata terimakasih nya itu serasa bohongan' ujar Midoriya dan (y/n).


'Gadis payah itu, sial! Dia membuatku malu saja!' batin Bakugou dengan wajah yang memerah itu.


"Permainan pertama di stage kelas satu telah usai, kalau begitu mari kita lihat hasilnya!" kata Midnight dengan siap mengumumkan pemenangnya.


(Y/n) P.O.V.


Rangking juaranya?


1) Midoriya Izuku - 1A


2) (Y/n) (L/n) - 1A


3) Bakugou Katsuki - 1A


4) Todoroki Shoto - 1A


5) Shiozaki Ibara - 1B


6) Honenuki Juzo - 1B


7) Iida Tenya - 1A


8) Tokoyami Fumikage - 1A


9) Sero Hanta - 1A


10) Kirishima Eijiro - 1A


11) Tetsu tetsu - 1B


12) Ojiro Mashirao - 1A


13) Ayyase Yosetsu - 1B


14) Asui Tzuyu - 1A


15) Soji Mezo - 1A 


... selanjutnya.


"Empat puluh dua besar akan lanjut ke babak dua! Sayang sekali sih, tapi jangan cemas kalau tidak lolos! Kami sudah menyiapkan kesempatan agar kalian bisa bersinar. Setelah ini pertandingan yang sebenarnya akan dimulai! Pasukan pers berkuda akan sangat menantikan ini! Kerahkan segalanya!" ucap Midnight dengan antusias.


"Baiklah, ini dia pertandingan kedua! Aku sudah tahu sih~ Tapi apa ya? Apa ya?? Aku tadi menyinggungnya, ini dia...!" ucapnya sambil menunjukkan layar.


"Pertempuran berkuda?" ucap Kaminari dengan nada sedikit meninggi. "Aku payah kalau itu..!" lanjut Kaminari. "Ini bukan pertandingan individu... Bakal gimana ya?" balas Asui.


"Biar kujelaskan~! Pesertanya bisa terdiri dari dua sampai empat orang, dasarnsatu hal yang berbeda adalahya sama saja sih seperti pertempuran berkuda biasanya... Tetapi berdasarkan hasil pertandingan tadi tiap orang akan memiliki poin tersendiri" ucap Midnight kepada mereka.


"Sistem poin seperti saat ujian masuk, ya? Mudah dipahami" ucap Satou. "Berarti tiap tim punya poin berbeda bergantung anggotanya!" ucap Uraraka dengan antusias. "Kalian tetep ngoceh walau aku lagi ngomong ya?" protes Midnight kepada mereka.


"Tepat sekali! Poin akan bertambah lima setiap naik posisi! Posisi 42 mendapat lima poin, posisi 41 mendapat sepuluh poin dan seterusnya~! Dan poin yang didapat oleh posisi pertama adalah sepuluh juta!" kata Midnight dengan tegas.


"S-sepuluh juta?!" gumam Midoriya dengan terkejut.


"Sepuluh juta, ya? Dengan kata lain, jika kau mengalahkan tim si posisi pertama apapun posisinya sekarang akan langsung jadi yang teratas!" 


"Benar sekali~! Ini adalah permainan survival yang bisa membuat posisi bawah menjadi juara!" ucap Midnight sambil membenarkan kata-kata kami. Gila- Auranya langsung berubah setelah adanya pernyataan kalau 10 juta itu akan membenarkan posisi kami.


-T.B.C. To Be Contunied~!


Yo~! Gimana? 5000 kata yey TvT


Gila ini aku ngetik dari jam 1 sore, sekarang aku bisa merayakannya dengan perasaan bahagia sementara:V


//Sampe ngelag wordku wkwk


//apa-apaan 500 words tapi telat up hm :')


//mengsorry ya ges:')


//plak


Random people : Anak ini mau sombong apa gimana sih:v


Random People (2) : sepertinya itu singgungan untuk silent reader:V


//Tertusuk


Intiny ges~ Aku minta maaf atas hiatus seminggu kemarin... Sekarang setelah hiatus aku merasa lebih baik kok^^! Makasih kalian yang udah nunggu aku dan support aku dengan cara komen, vote, dan juga masukin buku ini ke daftar baca kalian >


Aku terharu loh TvT


//plak, dasar author mengdrama

__ADS_1


Intinya makasih ya gais udah mau nunggu dan baca episode ini^^!


Dan makasih udah baca^^!


__ADS_2