
Warning! Cerita ini akan jauh lebih panjang dari episode sebelumnya!
Karena itu pastikan kalian memiliki waktu kurang lebih 30 menit untuk membacanya^^!
Jangan lupa untuk vote baik sebelum dan sesudah membaca:3
Kalau begitu, happy reading ya^^!
Bakugou P.O.V.
"Benar sekali~! Ini adalah permainan survival yang bisa membuat posisi bawah menjadi juara!"
"Mereka yang berada di posisi atas akan lebih menderita, kalian akan sering mendengar kata-kata ini selama berada di U.A."
"Itulah arti 'Plus Ultra'!"
"Midoriya Izuku-kun yang berada di posisi pertama, memiliki sepuluh juta poin!" Posisi bawah? Survival? Entah mengapa ini akan jadi seru, dengan kesempatan ini juga aku akan menjatuhkan Deku dari kursi kedudukannya!
"Baiklah, sekarang aku akan menjelaskan peraturannya. Batasan waktunya adalah lima belas menit, setiap tim memiliki total poin dari para anggotanya dan yang menaikinya akan memakai ikat kepala yang bernilai total poin tim mereka. Tiap tim akan berebut ikat kepala sampai waktu habis, dan mengumpulkan poin sebanyak-banyaknya. Ikat kepala yang telah diambil harus dikenakan di leher. Jadi, semakin banyak kalian mengambil, semakin sulit untuk mengaturnya!
Dan yang paling penting adalah walaupun ikat kepala kalian sudah diambil, ataupun tim kalian jatuh kalian masih belum kalah!"
"Selama permainan berlangsung, kalian boleh menggunakan kekutan kalian semua! Tapi, ini tetaplah pertarungan berkuda. Kau akan mendapat kartu merah jika mencoba menjatuhkan lawanmu dengan sengaja! Dan akan langsung dikeluarkan!" Tch! Sekolah ini benar-benar penghancur harapan! Bukankah lebih seru kalau permainan survival ini diimbangi dengan perang, HAH?!
"Kalau begitu, kalian memiliki waktu lima belas menit untuk membentuk tim. Dimulai dari sekarang!" Tim ya? Aku masih belum terpikir soal siapa yang pantas untuk diaj-
*Selintas memori*
"Kalau begitu aku akan mendukungmu, Bakugou-kun! Jangan menyerah!"
"Bakugou-kun~ Kau ini ada-ada saja! Aku tahu kok, kalau kau pasti menang!"
"Nah, kepercayaan dirimu sudah kembali kan? Jangan menyerah! Karena perkataanmu akan segera terjadi!"
"Ahahah~ Siapa juga yang payah! Tapi ingat Bakugou-kun, aku akan menghentikanmu sebelum kau mendapatkan juara pertama!"
"Ya~ Aku memprovokasimu supaya kau bisa maksimal"
*End of selintas memori*
Sial- Kenapa aku baru ingat? Aku kan punya seorang yang berdiri di sisiku. Apa dia akan menolak?
SIAL KENAPA AKU JADI RAGU-RAGU BEGINI SIH?! Tapi kalau aku tidak nekat menanyakan, dan tidak mengajaknya lebih dahulu... AKU AKAN KESEROBOT!
Todoroki P.O.V.
"Kalau begitu, kalian memiliki waktu lima belas menit untuk membentuk tim. Dimulai dari sekarang!" Tim ya? Artinya mereka menginginkan kita untuk bekerja sama dengan tim kan?
Entah mengapa aku merasa U.A. menginginkan kita untuk menunjukkan bakat kita dalam bekerja sama dan mengorganisir serangan. Begitu ya rupanya? Entah mengapa aku pun sepertinya harus mencari teman yang seimbang untukku.
Entah mengapa kalau aku bekerja sama dengan gadis yang mengalahkanku waktu itu, sepertinya aku dapat menuntaskan pertandingan kali ini.
Tapi bukankah aku harus jauh lebih hebat darinya?
//Side P.O.V.
"Festival Olahraga U.A. ini lebih mementingkan kompetisi yang akan mereka hadapi sebagai pahlawan daripada melihat persiapan mereka untuk menjadi seorang pahlawan" ucap Death Arms sembari merokok. "Hah? Apa yang kau bicarakan?" tanya Mount Lady.
"Di dunia yang penuh agensi pahlawan yang bertujuan untuk mengatur segalanya akan ada saat dimana kau harus menyingkirkan orang lain untuk menunjukkan kemampuanmu. Bukankah itu tujuan dari balapan halang rintang sebelumnya?" kata Death arms.
"Bukankah itu hanya pendapatmu saja?" ucap Mount lady sambil menutup hidungnya dan mengibaskan asap rokok. "Dasar kau, bukankah kau melakukan hal seperti itu juga sebelumnya?!" protes Kamui woods yang masih kesal karena kejadian tahun lalu (dimana kejadian itu Mount Lady menarik popularitas Kamui woods daripadanya).
"Di lain sisi bahkan jika kau adalah saingan kerja, akan ada saat di mana kau harus bekerja sama juga" ucap Death arms. "Ah, pasti itu tujuan dari pertempuran berkuda ini!" kata Mount lady yang setuju dengan pernyataan Death arms. "Jika kau menang, berarti timmu juga akan menang. Kau harus memikirkan strategi dan kekuatan orang lain juga jadi seperti 'memberi dan menerima' " ucap Mount lady sambil kembali berpikir.
"Mempertimbangkan rekanmu, dan mengikuti pelatihan kekuatan dengan agensi lainnya. Para anak-anak ini sedang melakukan hal yang akan menentukan kehidupan mereka setelah menjadi pahlawan profesional" kata Death arms lagi. "Pasti sangat sulit sekali" gumam Mount lady.
(Y/n) P.O.V.
"Kalau begitu, kalian memiliki waktu lima belas menit untuk membentuk tim. Dimulai dari sekarang!" sambung Midnight langsung to the point.
Hm kelompok? Sepertinya aku sudah bisa memilihnya dengan menggunakan relasiku!
Bakugou P.O.V.
"Hoi gadis payah, apa kau sudah berpikiran soal ini?" kataku sambil mendekatinya.
"Ah, Bakugou-kun... Aku masih berpikir soal itu..." apa ini artinya dia belum diajak oleh siapa-siapa? TENTU SAJA SIALAN! INI JUGA BARU MULAI! "Tch, entah kenapa aku malah jadi kepikiran soal ini"
"Hah? Soal ini? Maksud?" kh- DIA INI TIDAK PEKA APA BAGAIMANA SIH?! "APA LAGI KALAU BUKAN PERTEMPURAN BERKUDA INI, KUSO!" Dia terlihat sedikit kaget saat aku berkata seperti itu.
"Ah, gitu ya?" ucapnya sambil tertawa. DIA INI MALAH KETAWA HAH?!
"JANGAN TERTAWA HOI!"
(Y/n) P.O.V.
Tapi.. Apa ini perasaanku saja atau bukan... Sepertinya banyak yang menatap ke arahku, ahahaha...
Yah... Kalau begitu akan jadi gampang! Jika aku- "Hoi gadis payah, apa kau sudah berpikiran soal ini?" aku menoleh ke arah suara itu berasal.
Siapa lagi, kalau bukan Bakugou? "Ah, Bakugou-kun... Aku masih berpikir soal itu..." ucapku sambil berpikir keras.
"Tch, entah kenapa aku malah jadi kepikiran soal ini" ucapnya merendah. "Hah? Soal ini? Maksud?" tanyaku padanya dengan nada bingung. "APA LAGI KALAU BUKAN PERTEMPURAN BERKUDA INI, KUSO!" protesnya padaku.
"Ah, gitu ya?" ucapku sambil tertawa kecil. "JANGAN TERTAWA HOI!" katanya dengan kasar.
3 R.d. Person P.O.V.
"Ah, gitu ya?" ucap (Y/n) sambil tertawa kecil. "JANGAN TERTAWA HOI!" balas Bakugou dengan kasar.
"Entah mengapa aura (y/n) dan anak sombong itu serasa menyeramkan... Aku jadi takut nyamperin (y/n)" ucap Kendo pada teman-temannya. "Iya benar, kurasa kita harus bekerja sama dengan yang sekelas saja" jawab Shiozaki.
"Aku tahu perasaan kalian, kalian pasti mau sekelompok dengan (y/n) kan?" tanya kinoko. Kebanyakan dari anak kelas 1-B mengangguk, "Iya, tapi kita harus segera sadar, kalau (y/n) juga merupakan musuh kita" balas Kodai.
"Hey, kenapa kalian memikirkan gadis kelas A itu?" ucap seorang yang baru nimbrung. "Yang jelas itu bukan urusanmu, monoma" ucap Setsuna sambil memasang senyum meremehkan.
"Sebaiknya kalian harus sadar bahwa keberadaan anak itu mengambil sinar kalian semua~ Jadi apa kalian masih mau menggangap lawan kita itu, teman?" ucap Monoma sambil menyadarkan teman-temannya itu.
"Entah mengapa kali ini aku setuju denganmu, Monoma" ucap Kendo dengan serius. "Untuk kali ini, (y/n) adalah musuh kita! Kita tidak boleh melemah karena keadaan yang tidak mendukung kita, teman-teman!" sambung kendo kepada teman-temannya. Sehingga yang lain mengganguki pernyataan Kendo si ketua kelas.
"TCH! POKOKNYA AKU TAK'KAN MENGULANG LAGI KATA-KATAKU! Kau- Apa kau mau berkompetisi bersamaku?" tanyanya pada (Y/n).
'Ah sepertinya aku memang tidak bisa bekerja sama dengan gadis itu ya?' batin Todoroki.
(Y/n) okaasan P.O.V.
Entah mengapa aku merasa firasat baik dalam babak ini, apakah firasatku benar atau salah? Eh? Bukankah itu anak yang tadi berdiri di panggung saat memberikan janji pemain? Bakugou Katsuki, kan? Dia dan anakku dekat? Sudah kuduga, pasti mereka lambat laun akan menyadari hal itu...
Tapi yasudahlah, sekarang aku tak mau ikut campur dengan urusan anakku lagi.
(Y/n) P.O.V.
"TCH! POKOKNYA AKU TAK'KAN MENGULANG LAGI KATA-KATAKU! Kau- Apa kau mau berkompetisi bersamaku?" tanya Bakugou padaku. Eh? Apa aku tak bermimpi?
"Rasanya aku ingin menampar diriku sendiri" gumamku pelan. "HA-AH?" katanya sambil mengernyitkan kening. "Apa aku tak salah dengar, Bakugou-kun?" tanyaku padanya dengan serius. Entah mengapa dia mengacak rambutnya seolah dia melakukan hal yang tak seharusnya dia lakukan, "TCH-! SUDAHLAH AKU MALAS BERURUSAN DENGAN-" tanpa sengaja aku memotong perkataannya.
"Kalau begitu apa rencanamu dalam pertandingan ini? Bukankah lebih baik kalau kita berargumen dulu?" tanyaku sambil tersenyum tulus.
Bakugou P.O.V.
"TCH! POKOKNYA AKU TAK'KAN MENGULANG LAGI KATA-KATAKU!" Sial, tinggal ngomong doang apa susahnya? Kenapa aku gugup begini sih? "Kau- Apa kau mau berkompetisi bersamaku?"
Nah sekarang reaksi anak itu, "Rasanya aku ingin menampar diriku sendiri" katanya seraya tak percaya. SIAL HARGA DIRIKU-
"Apa aku tak salah dengar, Bakugou-kun?" PAKAI ACARA NANYA SEGALA- "TCH-! SUDAHLAH AKU MALAS BERURUSAN DENGAN-"
"Kalau begitu apa rencanamu dalam pertandingan ini? Bukankah lebih baik kalau kita berargumen dulu?" Eh? Aku diterima? Padahal beberapa detik yang lalu aku sudah yakin kalau dia akan menolakku. Tapi, bukankah ini pertanda yang baik? Ya baguslah, aku dapat sokongan yang baik.
"Kau jadi penunggangku di depan" ucapku kepadanya dengan tegas. "He? Penunggang depan? Itu butuh tanggung jawab bukan? Lagipula aku tak sekuat it-" aku memotong perkataannya.
"Entah kau merendah atau apa, kau ini benar-benar payah! APA KAU SEDANG MEREMEHKANKU HA?!" Sial- kalau dia meragukan quirknya seperti itu DIA SAMA SAJA DENGAN DEKU!? AKU TAK SUKA ORANG YANG-
"Baiklah jika kau mau aku seperti itu, tapi... kau akan langsung mengambil 10 juta milik deku kan?" tanyanya langsung padaku. "Kalau kau sudah tahu, ngapain tanya?"
"He? Kau akan benar-benar seperti itu?!"
"LALU KAU KIRA AKU AKAN NGAPAIN LAGI?!"
(Y/n) P.O.V.
Sudah kuduga, sejak awal Bakugou-kun pasti akan mengincar posisi pertama. Tapi bukankah itu juga butuh perencanaan? "Bakugou-kun, aku punya saran... Bisakah kau mendengarnya?" tanyaku dengan ragu.
"Heh- Saran apa yang akan keluar darimu?" katanya sambil memasang senyum meremehkan. "Menurutku, untuk mengambil posisi pertama... Kita gak boleh gegabah, dan tadi sebenarnya aku sempat berpikir untuk mengambil poin-poin orang dibawah sekaligus mengambil poin orang-orang yang diatas secara sekaligus" ucapku panjang lebar.
"Apa menurutmu itu adalah pertimbangan yang bagus?" tanyaku dengan ragu. Bakugou tampak kaget dengan pemikiranku itu, "Pemikiranmu tak usah dipertimbangkan" he?
"Perlakuanmu itu akan memakan banyak waktu, sedangkan aku lebih memilih untuk langsung mengambil perilaku yang pasti" ucapnya dengan serius. "Tapi, bukankah ada resiko? Dan lagi, untuk berdiri di tempat yang tinggi... Bukankah kita butuh tembok untuk melindungi rencana itu?" tanyaku padanya.
"Lalu apa yang kau maksud dengan tembok melindungi? Bukankah kita juga masih punya quirk kita untuk mengembalikan keadaan?" tanyanya dengan sombong. "Iya sih, tapi..." ucapku merendah.
"Ya kalau aku jujur, aku memang mengapresiasi pemikiranmu itu..." ucapku dengan jujur. "Sehingga aku pun tahu kalau aku kalah selangkah darimu... Karena pemikiranmu itu, benar-benar berani dan kau tak segan untuk mengambilnya. Itu adalah satu hal yang aku tak punya" ucapku padanya.
"SIAL KAU MAU CURHA-" aku memotong perkataannya. "Karena itu yang kumaksud itu, pertahanan tak hanya dari quirk kita... Tapi otak- Rencana, dan mental" sambungku padanya. Sial- apa aku terlalu tegas? Bakugou terlihat diam mendengar perkataanku itu. Aduh- gimana dong?
"Karena itu aku berpikir, alangkah lebih baik jika kita menghentikan orang-orang yang memanjat ke atas satu persatu... Seperti dalam game, alangkah lebih baik jika kita mengambil poin-poin mereka sebagai pertahanan" sambungku lagi.
Ugh- aku dimarahi tidak ya? "Kalau begitu, kau juga jelaskan lebih detail soal rencanamu itu. Gadis Payah, sepertinya tak akan rugi jika aku mendengar saran darimu..." jawabnya dengan serius. He? Apa yang merasukinya? Hingga dia nurut padaku sampai seperti ini?!
"Ah, kau sudah tahu banyak soal quirkku kan?" tanyaku padanya. "KAU INI BODOH APA GIMANA?! BUKANKAH ITU SUDAH JELAS?!" jawabnya dengan kesal.
"Ahahah... Soalnya kau terlihat tak peduli soalku" ucapku merendah. Dia memalingkan wajahnya, sepertinya aku memang sudah tidak sopan padanya karena aku menanyakan soal itu...
"Bagaimanapun nantinya aku akan lebih banyak menggunakan ilusi" ucapku padanya dengan serius. "Oh? Ilusimu yang sering kau andalkan saat latihan ya?" tanyanya.
"Iya benar, nanti akan kukecoh mereka soal itu.. Dan juga aku akan pakai klonku untuk berjalan dan menggapai poin-poin orang lain" kataku padanya. "Hah? Bukankah klonmu itu akan mencolok keadaan?" katanya dengan nada sedikit kaget.
"Tidak akan~ Mereka tidak akan melihatnya, karena aku akan membuat klonku transparan!" ucapku dengan ceria. "Ugh- KAU INI SEPERTINYA TERLALU MENGHABISKAN BANYAK ENERGI?!" protesnya.
"He? Kenapa?" tanyaku padanya sambil mengernyitkan keningku. "KAU KAN NANTI JUGA AKAN BUTUH QUIRKMU SAAT FINAL?! KALAU KAU MENGHABISKANNYA, BAGAIMANA BISA KAU NANTI MENANG?!" He? Dia ini mengkhawatirkanku?
"Bakugou-kun, apa kau mengkhawatirkanku?" tanyaku padanya. "HA?! TIDAK!?!" katanya sambil membela dirinya sendiri. "KAN KITA MAU KETEMU DI BABAK FINAL NANTI UNTUK BEREBUT TAHKTA SIALAN! APA KAU TAK MAU POSISI ITU HA?" serunya dengan sedikit keras.
"Iya juga... Tapi Bakugou-kun... Memang benar aku terlihat boros dan bergantung pada quirkku, tapi bukankah loyalitas dan keniatan saat berusaha itu juga akan menjadi nilai tambahan untuk sukses?" tanyaku padanya. Dia terlihat sedikit kaget saat mendengar pernyataanku itu, "Itulah mengapa sekarang... Aku jadi lebih bertekad dalam mengambil resiko..." sambungku lagi.
3 R.d. Person P.O.V.
__ADS_1
"Tidak akan~ Mereka tidak akan melihatnya, karena aku akan membuat klonku transparan!" kata (y/n) dengan ceria.
'Klon? sial sepertinya dia ini terlalu bodoh! Bagaimanapun ini akan menghabiskan banyak energi... Dan jika dia pingsan saat permainan, KAN AKU JUGA JADI REPOT SIALAN!'
"KAU KAN NANTI JUGA AKAN BUTUH QUIRKMU SAAT FINAL?! KALAU KAU MENGHABISKANNYA, BAGAIMANA BISA KAU NANTI MENANG?!" solot Bakugou padanya. "Bakugou-kun, apa kau mengkhawatirkanku?"tanya (y/n) dengan nada yang kaget.
"HA?! TIDAK!?!" kata Bakugou sambil membela dirinya sendiri. 'SIAPA JUGA YANG MENGKHAWATIRKANNYA?! LAGIPULA KAN KAU BUKAN SIAPA-SIAPA UNTUKKU!' batinnya.
"KAN KITA MAU KETEMU DI BABAK FINAL NANTI UNTUK BEREBUT TAHKTA SIALAN! APA KAU TAK MAU POSISI ITU HA?" seru Bakugou dengan sedikit keras.
"Iya juga... Tapi Bakugou-kun... Memang benar aku terlihat boros dan bergantung pada quirkku, tapi bukankah loyalitas dan keniatan saat berusaha itu juga akan menjadi nilai tambahan untuk sukses?" tanya (y/n) pada Bakugou.
'Benar juga katanya... EH APA?! KENAPA AKU SETUJU DENGANNYA?!' batin Bakugou.
"Itulah mengapa sekarang... Aku jadi lebih bertekad dalam mengambil resiko..." sambung (y/n). "Baiklah terserah kau saja, asalkan kau harus bisa menjamin satu hal padaku" ucap Bakugou dengan tegas.
"Jaminan apa emangnya?" tanya (Y/n) pada Bakugou dengan nada bingung.
"BERJANJILAH JANGAN SAKIT WAKTU PERTANDINGAN SIALAN! KARENA ITU AKAN MEMAKAN WAKTU DAN KESEMPATAN!" seru Bakugou dengan tegas. Hal itu membuat orang-orang melihat ke arah Bakugou karena suaranya yang sedikit keras,
"He~ entah ini perasaanku saja atau bukan sepertinya Bakugou sedikit tertarik dengan (y/n)" ucap Mina. "Kau benar, Mina... Bagaimanapun mereka terlihat dekat meskipun Bakugou sering menentangnya" jawab Ochako pada Mina.
'He? Ternyata Kacchan bisa seperti itu ya?' batin Midoriya.
"Baiklah, aku- berjanji kalau aku tidak akan sakit!" jawab (y/n) dengan ceria. "Dan, aku juga pasti akan mendapatkan 10 juta poin" katanya dengan pelan. 'Suaranya kok jadi pelan? Apa dia tidak semangat?' batin (Y/n).
"Aku akan membantumu saat mengambil poin itu, jadi jangan khawatir!" ucap (y/n) dengan percaya diri.
Iklan sebentar yey:3
Aku nemu rumus cepet buat cari tau poin yang mereka dapet dari lomba lari yey:3
Dikarenakan setiap naik satu ranking dapet 5 poin, rumus cepetnya adalah...!
Un = 5[(33-n) + 10] // kenapa jadi pel matematika ya:V //plak, biarin lah ya... Biar sekalian belajar wkwkwk:3
Semisal kalau kita mau tau poin kirishima yang merupakan rank 10, maka...
U10 = 5[(33-10)+10] = 5{33] = 165... Emang terkesan seperti biasa aja, tapi ini bener2 ngebantu buat ngitung penyelesaian soal ranking ini:3
*Rumus ini ditemukan dengan amatir oleh author sendiri:v (Tapi valid kok klo buat ranking ini, terkecuali yang rank 1 ya... Alasannya tuh Izuku kan punya 10 juta poin wkwk).
//Kalau kalian gabut... Sihlakan kalian menghitung jumlah poin pake rumus itu... Mau nyari punya baku atau (y/n)? atau mungkin yang lainya?:V (Lumayan kan buat itung plus latihan:v)
//Random people : thor lu mau buat readers bingung sama itungan ya?
//(Y/n) : Iya dasar! Gitu aja bangga~
*//author tertusuk
*Iklan selesai, di sisi lain author senang dengan temuannya //plakk...
(Y/n) P.O.V.
"He~ (y/n)! Biarkan aku masuk tim mu!" ucap Mina kepada (y/n). "Ayo bergabunglah denganku!" ucap Satou dengan tegas kepada aku dan Bakugou-kun. "Bukankah lebih baik denganku saja?" tanya Aoyama sambil memegangi perutnya.
"Aku tidak tahu kekuatan kalian semua! Apaan?" tegas Bakugou dengan tegas. Aduh, yang benar saja!
Aku menggeleng-gelengkan kepalaku tanda pasrah terhadap Bakugou-kun. "Kalau kelas-B, wajar sih..." gumam Mina padaku. "Dia bahkan tidak memperhatikan sekelilingnya juga, ya?" gumam Satou dengan perasaan yang sedikit tidak tenang.
"Haduh, Bakugou-kun! Bagaimana bisa kau tidak mengamati sekitar mu?" ucapku sambil menahan tawa. "JANGAN TERTAWA!" serunya dengan kesal padaku. "Bagaimanapun, kau butuh pengetahuan untuk berkompetisi... Jadi kau harus melihat keadaan sekitar dan memprosesnya~" kataku dengan sedikit rasa bangga. "HAH?! JANGAN SAMAKAN AKU DENGAN KAU, SIALAN! BAGIKU DIRIKU DAN PENGALAMAN SANGAT PENTING! JANGAN SAMAKAN AKU DENGAN DIRIMU!" katanya dengan terang-terangan.
Entah mengapa aku sedikit kesal dengan rasa arogannya itu, "Terserah deh~! Pokoknya ini jadi pelajaran untukmu" ucapku kepadanya sambil menghela nafas. "Tch, kenapa aku harus jadikan pengalaman?" katanya sambil mengernyitkan kening.
"Huft- untung aku ini anak yang mulia dan sabar ya" gumamku kepada Mina sambil memasang senyum ramah. "Hahaha, bagaimana pun cuma kau yang bisa menanganinya (y/n)!" ucap Mina sambil memasang wajah pasrah.
"Hei, ada apa dengan wajah kalian yang pasrah?" ucapku sambil menyemangati. "Tenang saja, semuanya akan beres kok!" ucapku dengan semangat. "HOI-! JANGAN SEOLAH-OLAH KAU LAH YANG MEMIMPIN TIM SIALAN!" protes Bakugou kepadaku.
"Ya maaf~ Tapi Bakugou, sepertinya kamu harus sedikit memikirkan keadaan teman-temanmu" ucapku padanya. "HAH?! UNTUK APA AKU BERTEM-" lagi-lagi aku memotong kata-katanya. "Kita ini mahkluk sosial, kita tidak bisa berdiri sendiri! Karena itu aku harap kau menyadari tujuan dari game ini, ini bukan sekedar game ataupun kompetisi... Tapi ini adalah pengalaman dan juga makna yang berharga bagi kehidupan!" ucapku dengan tegas.
Dia tampak sedikit kaget dengan ucapanku, "HOI~! Todoroki sudah menentukan anggota timnya!" ucap Kirishima yang baru datang. "Bakugou, ayo setim denganku!" ucap Kirishima dengan antusias.
"Wah, Kirishima~!" ucapku dengan antusias. "Eh, (Y/n)? Kau disini?" ucap Kirishima dengan sedikit kaget. "Yap" ucapku sambil mengganguk. "Ah, apa kau sekelompok dengan Bakugou?" tanyanya padaku.
"Tebakanmu benar, aku akan jadi perlindungan di depannya" ucapku dengan ragu-ragu. "Hah? gitu ya?" katanya merendah. Eh? Kenapa dia begitu? Apa aku mengambil posisinya?
Bagaimanapun jika dipikir-pikir lagi... Dia memang kuat juga untuk menahan serangan Bakugou... Bagaimana tanggapan Bakugou ya?
"Oh, rambut aneh" ucap Bakugou sambil melihat ke arah Kirishima. Ah... Anak ini memang suka buat nama aneh untuk orang yang baru ditemuinya ya? "Namaku Kirishima! Jangan lupa!" protes Kirishima.
"Rambutmu bahkan tidak jauh berbeda dengan rambutku!" sambung Kirishima.
Jujur aku merasa tak enak pada Kirishima soal ini, apa Bakugou-kun yakin dengan pilihannya? "Kau, jadi sayap samping kiri ku!" perintahnya pada Kirishima. "He? Benarkah? Padahal aku belum menjelaskan apa-apa soal quirkk-" perkataannya dipotong oleh Bakugou.
"Tak usah, sekarang aku berusaha untuk mengingat quirk kalian semua... Jadi kau diam saja dan ikutlah denganku!" perintah Bakugou pada Kirishima. He? Dia?
Lalu Bakugou-kun memasang senyum meremehkannya padaku, "Kau pikir aku tak mengingat quirk kalian? Bagaimana, HA? GADIS BODOH?! JANGAN MEREMEH-" aku memotong perkataannya.
"Baguslah, Bakugou-kun! Aku tak menduganya!" ucapku dengan senyum ceria.
3 R.d. Person P.O.V.
Bakugou yang sedikit salah tingkah karena (y/n) itu berusaha untuk mengendalikan ekspresinya dengan memalingkan wajahnya. "Uwoh~! Kau benar Kirishima! Bakugou memerah!" bisik Sero.
Lalu Bakugou yang kesal itu menatap tajam Sero, 'aku mendengarmu sialan!' batin Bakugou. Sero yang kaget itu langsung bersembunyi di belakang Kirishima, lalu Kirishima memasang wajah canggung seolah mengatakan 'Makanya jangan ngomong langsung di depan orangnya!'
(Y/n) P.O.V.
"Maaf ya Mina.." ucapku padanya dengan nada rendah. "Yah~! Padahal aku pun ingin tahu rasanya setim denganmu (y/n)!" ucap Mina dengan jujur. "Hahaha, maaf ya" ucapku sambil memasang senyum kecil.
Todoroki P.O.V.
"Aku memilih kalian bertiga, karena aku rasa kita akan membentuk formasi yang sangat kuat" ucapku pada mereka. "Kaminari, kau akan menjadi sayap kiri, dan menjaga musuh dengan listrikmu" kataku pada Kaminari.
"Yaoyorozu, kau akan menjadi sayap kanan. Kau akan mengatasi gangguan dan membantu pergerakan dan pertahanan kita" kataku kepada Yaomomo.
"Iida, kau akan berada di bagian depan, untuk pergerakan cepat dan juga pertahanan fisik" sambungku pada iida. "Jadi Todoroki-kun akan menyerang dan mengalihkan musuh dengan es dan api, kan?" tanya Iida padaku.
"Tidak, di pertarungan ini aku takkan pernah menggunakan kekuatan kiriku" jawabku padanya. Tetapi sepertinya ini akan sedikit sulit, pertahanan kelompok sebelah memiliki anggota yang lumayan ideal karena adanya gadis itu.
Dan lagi Midoriya yang mungkin nantinya akan membuat gebrakan besar seperti sebelumnya, namun aku harus mengambil juara pertama.
(Y/n) P.O.V.
Ugh, entah mengapa aku merasa cewek sendiri disini...
"Bakugou, jadi kau memperbolehkanku memakai ilusiku kan?" tanyaku padanya dengan serius. "Tak masalah, lagipula sepertinya ilusimu bisa membutakan mereka semuanya" kata Bakugou padaku.
"He? kau pakai ilusi (y/n)?" ucap Kirishima dengan nada yang sedikit kaget. Aku mengangguk, "Aku akan memakaikannya ke peserta yang ada disini... Karena itu yang terkena demam ilusiku hanyalah para peserta, tetapi kita tidak akan kena" ucapku sambil memasang senyum licik.
"Lagipula, semuanya dibolehkan oleh panitia kan? Asalkan kita jangan menjatuhkan lawan dan mendapat kartu merah" ucapku dengan serius. Bakugou yang merasa tersinggung itu mengernyitkan keningnya, rasanya aku ingin ketawa melihat dia seperti itu.
"Aku tidak bermaksud menyinggung loh ya!" ucapku sambil membela diriku sendiri. "Aku nga tersinggung kok" ucap sero dengan jujur. Kirishima yang mengerti maksudku hanya bisa memasang wajah pasrah, yang seolah berkata 'untung dia ga marah (y/n)'
"Dan lagi aku akan menutup ikat kepala kelompok kita dengan ilusi, jadi pertahanan kita benar-benar terjaga~ Jadi yang lain tak akan mengincar ikat kepala kita" ucapku dengan nada bangga.
"Lah kalau kita disalah pahami oleh juri bagaimana?" protes sero. "Kau tak dengar ya?" ucap Bakugou pada sero. "He? Soal apa?" tanya sero. "Si gadis bodoh ini, hanya menggunakan ilusi kepada peserta kecuali kita" kata Bakugou padanya.
"Eh? Apa itu sama sekali tak apa?" tanya Kirishima dengan sedikit panik.
Aku memasang senyum licik, "Toh~ Para penonton tidak tahu, kan peserta yang merasakan" ucapku dengan nada sedikit bangga. "Tapi di sisi lain aku juga akan membentuk klon untuk mengambil poin secara diam-diam" ucapku dengan serius.
"Bukankah klon itu terlalu- mencolok?" ucap Kirishima mengkritik ideku. "Awalnya aku juga berpikir seperti itu, Rambut aneh" ucap Bakugou kepada Kirishima. "Tapi, Gadis bodoh ini akan membuat klonnya transparan... Dan juga saat mengambil ikat kepala orang lain, dia langsung menutupinya dengan ilusinya... Maka dari itu aku setuju dengannya" entah mengapa belaannya itu membuatku merasa sedikit terharu.
"Ah, begitu ya" ucap Kirishima sambil berpikir.
"Eh tapi, bukankah tujuan kita hanya mengambil 10 juta poin?" kata Sero langsung pada Bakugou. "Tentu saja kita akan mengambilnya" ucap Bakugou sambil mengernyitkan keningnya.
"Ya poin-poin yang lainnya hanya sebagai tembok pertahanan kita, sedangkan tujuan utamaku sama dengannya" ucapku sambil memasang senyum menantang. "Baiklah" ucap Sero dengan tegas.
"Entah ini perasaanku saja atau bukan, kurasa kalian berdua ada juga sisi yang mirip" gumam Kirishima. "He? Apa maksudmu?" tanyaku pada Kirishima karena tidak mengerti.
"He? Kedengeran?" ucap Kirishima yang kaget karena gumamannya itu kedengaran. "APA MAKSUDMU MIRIP HA?!" protes Bakugou-kun padanya. Hah... Aku sungguh tak mengerti itu, apa karena aku sekarang dalam kondisi lemot?
Eh mungkin maksudnya mirip- "Aku dan Bakugou memang ada sebagian yang mirip, tapi tidak semuanya" ucapku sambil memasang senyum kecil. "JANGAN SAMAKAN AKU DENGANMU CAHAYA GILA!" protesnya lagi.
Ugh, dia ini pandai sekali mengejek ya...
"Ya intinya, nanti aku akan memakai mode cepatku seperti tadi saat pertandingan balap rintang" ucapku dengan jujur.
3 R.d. Person P.O.V.
"Baiklah! Kalian semua sudah siap? Aku tidak akan mengulangnya sekali lagi!" ucap Present mic dengan semangat. "Kalau begitu, ayo! Kita mulai hitungan mundur untuk battle royal yang brutal ini!"
"Tiga!"
"Hoi, gadis bodoh! Jangan lupakan apa yang kita bicarakan tadi, dan yang paling kita incar adalah poin 10 juta itu" ucap Bakugou dengan tegas.
"Satu!"
Semua kelompok mulai mengincar poin milik kelompok Midoriya, karena itu masing-masing kelompok langsung berlari menuju kelompok Midoriya dari segala arah. Begitupun juga dengan kelompok Bakugou dan Todoroki yang berlari di barisan paling depan, tetapi ada suatu insting yang terbesit dalam pikiran (Y/n) sehingga dia memelankan langkahnya.
(Y/n) P.O.V.
"HOI GADIS BODOH KENAPA KECEPATANMU MENGURANG?! KELOMPOK SI SETENGAH-SETENGAH DAN YANG LAINNYA JADI PERGI KESANA DELUAN KAN!" seru Bakugou diatas.
"Aku memelankan langkahku karena aku merasa dia akan kabur ke udara!" ucapku kepada mereka. "He? kau tahu dari mana itu (y/n)?" ucap Kirishima sambil menghentikan langkahnya. "HOI JANGAN BERHENTI!" protes Bakugou lagi.
Lalu sero juga berhenti karena aku berhenti, "HOI!"
Sesuai dugaanku, kelompok midoriya terbang di atas "Sekarang kita kejar mereka!" seruku pada mereka. Bakugou yang terdiam karena dugaanku itu, "YASUDAH SEKARANG KEJAR MEREKA!" katanya mulai tertantang.
"Eh- sebentar sepertinya aku tahu cara mengurung mereka!" ucapku sambil mengaktifkan ruangan cahaya berupa penjara gantung untuk mengurung kelompok Midoriya yang sedang ada di udara. "BAGUS GADIS BODOH! TAHAN MEREKA!" kata Bakugou dengan sedikit kegirangan.
"Wow! Kelompok Bakugou langsung menangkap kelompok midoriya didalam penjara cahaya! Amazing!" seru Present mic yang terkaget-kaget karena aksiku itu. "Hah? Quirk ini?" ucap Midoriya dengan kaget. "(Y/N)!" ucap Uraraka dan Midoriya bersamaan.
"Nice! (Y/n)!" seru Sero dan Kirishima berbarengan.
"Tokoyami-kun! Bisakah kau hancurkan kubus ini?!" kata Midoriya dengan panik.
"AKU AKAN KESANA DAN MENGAMBIL POIN!" seru Bakugou dengan posisi siap melompat. "Hah?!" ucap Kirishima dan Sero bersamaan. "Baiklah! Hati-hati Bakugou-kun!" ucapku sambil mengangguk.
3 R.d. Person P.O.V.
Serangan (y/n) yang berhasil mengurung mereka itu, membuat penonton tegang saat menonton pertandingan itu. Dan kelompok lain yang sedang mengejar 10 juta poin itu juga sempat menghentikan langkahnya karena kaget akan aksi (y/n) itu.
__ADS_1
'Jadi itulah mengapa kelompok mereka berhenti ya?' batin mereka. 'Gadis yang ada didepan itu memiliki reaksi dan insting yang bagus' batin Shinsou.
"Tetap kesana! Kita harus dapat 10 Juta poin!"
Bakugou yang tanpa basa-basi itu pun melompat dengan quirknya dan menghancurkan penjara itu untuk mengambil 10 juta poin.
"JANGAN TERLALU MERASA LEGA DULU!" ucap Bakugou sambil menghacurkan penjara.
Namun satu detik kurang cepat, kelompok Midoriya yang tak kalah gesit itu menerobos sehingga membuat Bakugou terjatuh.
"Haaa? Dia memisahkan dirinya dari tunggangannya! Apakah itu diperbolehkan?!" seru Present Mic dengan kaget. "Secara teknis itu diperbolehkan! tapi kau tidak boleh menyentuh tanah!" jawab Midnight sambil mengacungkan jempol.
Lalu sero dengan quirk selotipnya itu menarik bakugou, "SIALAN!" teriak Bakugou kesal. "Tak apa Bakugou! Kita masih ada kesempatan lain! Untuk sekarang kita harus mengejar mereka!" ucap (Y/n) yang bersemangat itu. Mereka mulai mempercepat langkah mereka mengejar kelompok Midoriya yang segera mendarat.
"Kebetulan yang tidak mendukung! Kelompok Bakugou tidak mendapatkan kesempatannya!"
"He? Apa kalian lihat? Kenapa kelompok Bakugou tidak menyadari bahwa ikat kepala mereka hilang ya?" ucap salah satu dari peserta yang sadar dengan tipuan (y/n).
"Wah! (y/n)! Kau sudah menerapkan ilusimu ya?" ucap Kirishima sambil berlari. "Iyap! Aku sudah mulai menjalankan ilusiku!" jawab (Y/n) pada Kirishima. "HOI JANGAN NGOBROL!" protes Bakugou.
"He? Kalau begitu poin mereka?" tanya Sero. "Sekarang kita tak ada waktu untuk itu! Klonku sudah mengurusnya!" jawab (y/n) sambil fokus berlari.
"WOAH! Apa itu?! Kenapa ikat kepala mereka terbang dan mendekati kelompok Bakugou?! Apakah itu salah satu dari quirk mereka?!" pekik Present mic.
"Heh- Ternyata kau tidak cuman asal bicara ya? Gadis bodoh!" ucap Bakugou sambil menyeringai. "Oh, tentu saja!" jawab (Y/n) dengan bangga.
"Lah?! Mereka tidak sadar?" ucap Sero dengan bingung. Kirishima yang sama bingungnya itu juga menggangukan kepalanya sembari ikut berlari, "Bukankah aku sudah bilang, kalau mereka ini demam ilusi sejak awal?" kata (y/n) sambil memasang senyum licik.
"Oh?! Jadi mereka?" Sero dan Kirishima langsung mengerti maksud (y/n). 'Jadi itulah mengapa, para extra melambat ya? Sebenarnya sekuat apa ilusi yang digunakan gadis bodoh ini?' batin Bakugou.
"Hoi! Perhatikan staminamu! Jangan sampai kau pingsan di tengah jalan ya!" ucap Bakugou pada (Y/n). "Terimakasih sudah mengingatkan!" ucap (y/n) yang mengapresiasi nasihat Bakugou.
*Flashback*
"Sebenarnya aku memakai klonku sebentar saja" ucap (y/n). "Maksudnya?" tanya Kirishima.
"Karena aku takut ini akan berbahaya bagi kita, lalu Bakugou mengusulkan untuk mengurangi penggunaan ilusi... Karena itu aku berpikir untuk membuat benang cahaya transparan dan membuat semacam pengait di ujungnya, di saat itu aku akan memerintahkan klon ku untuk mengambil ikat kepala mereka dan mengaitkannya pada pengait itu. Sedangkan benang dan pengait itu akan ditempelkan pada punggung kalian... Jadi sembari berlari... Ikat kepala itu akan seolah-olah mengikuti kita, dan orang akan mengira kalau aku memiliki kekuatan untuk mengambil benda seperti sitokinesis? Padahal bukan... Aku memakai klon transparanku untuk mengambilnya, dan klonku juga tidak akan ketahuan karena mereka pada dasarnya demam ilusi... Setelah melakukan tugasnya, mereka akan menghilang dan menyatu lagi dengan tubuhku untuk memberitahu informasi... Selain itu aku juga menempatkan mereka dari awal permainan karena aku ingin mengumpulkan cahaya sekitar untuk energiku nanti" jelas (Y/n) kepada mereka.
"Heh, ternyata kau licik juga ya... Gadis Bodoh!" ucap Bakugou sambil memasang senyum liciknya pada (y/n). (Y/n) tertawa kecil karena tingkah liciknya itu, "HOI ITU GAK LUCU!" protes Bakugou kepada (y/n) yang salah tingkah karena melihat (y/n) tertawa.
"Argh! Kami tidak mengerti!" ucap Kirishima dan Sero frustasi. 'Yang kami mengerti hanyalah sikap salting Bakugou pada (y/n)... Yang lain kami tidak mengerti!' batin mereka berdua.
Fyi : Salting, singkatan dari salah tingkah.*
**Flashback end
'Sekarang sepertinya aku mengerti apa yang dimaksud (y/n)' batin Kirishima dan sero.
"Eh, tapi (y/n)! Sebenarnya ilusi apa yang kau pakai hingga mereka mengalami demam ilusi?! Bukankah mereka pergerakannya tidak ada masalah?" tanya Kirishima kepada (y/n).
"Aku akan menjelaskannya nanti! Sekarang kita harus fokus untuk mendapatkan 10 juta poin!" balas (y/n) yang mulai serius.
'Entah ini perasaanku saja atau bukan, dari tampangnya anak ini memang tidak bisa dipercaya... Tetapi saat masuk ke permasalahannya, anak ini jauh lebih gesit dan juga instingnya jauh lebih kuat daripadaku... Sebenarnya sekuat apa quirknya? Ah! SUDAHLAH JANGAN TERLALU DIPIKIRKAN! SETIDAKNYA DIA HARUS BISA KARENA AKU HARUS MENANG!' batin Bakugou.
'(Y/n) sepertinya memiliki banyak sekali yang harus dilakukan ya?' batin Kirishima. 'Semoga saja dia tidak pingsan setelah ini, ataupun kambuh di tengah-tengah permainan... Karena itu akan merugikan kami!' batin Kirishima lagi.
"(y/n) apa kau tak apa?" tanya Kirishima kepada (y/n). "Aku tak apa! Karena sekarang aku sedang menggunakan cahaya cadanganku" ucap (y/n).
"Baguslah kalau begitu!" ucap Kirishima dengan lega. "Hah- tapi cahaya cadangan itu apa?" gumam Sero.
"Hoi, Gadis Bodoh! Percepat lagi langkahmu! Aku harus cepat sampai sana!" perintah Bakugou pada (y/n) dengan nada suara yang sedang.
"Baiklah!" jawab (y/n). 'Tumben ga ngegas' batin Sero.
"Teman-teman, bersiaplah! Aku merasa tim Midoriya akan terbang lagi!" ucap (Y/n) sambil memperlambat langkahnya. "He? Lagi?!" pekik Kirishima dan Sero dengan sedikit kaget. Bakugou memasang senyum menyeringainya kepada (y/n), "Hoi! Buatlah perangkap seperti tadi!" perintah Bakugou pada (y/n).
"Baiklah! Bersiap Bakugou-kun!" ucap (Y/n) dengan semangat.
Lalu ada serangan bola-bola anggur yang merupakan quirk dari mineta, dan juga lidah asui yang menjulur menyerang midoriya. "SEBENARNYA KAPAN DIA AKAN TERBANG SIALAN?!" protes Bakugou.
"Tim Mineta menggunakan perbedaan ukuran mereka sebagai strategi! Sudah seperti Tank saja!" pekik Present Mic.
"Sebentar lagi!" ucapku sambil menghentikan langkahku.
"AWAS SAJA KALAU KAU BOH-" lalu Midoriya dengan kecepatan tinggi itu terbang ke langit, "Sekarang! Bakugou!" kata (y/n) sambil bersiap membuat jebakan.
"JANGAN MEMERINTAHKU SIALAN!" ujarnya langsung mengaktifkan quirknya. Dengan cepat (Y/n) mengaktifkan quirknya untuk membuat jebakan, tapi tidak dengan kali ini tim midoriya cukup berpengalaman untuk menghindar dari perangkap ini.
Untuk menutupi kesalahannya (y/n) membentuk suatu penutup jalur depan agar mereka tidak kabur. 'Sial! Quirk (y/n) memang berbeda level!' batin Midoriya. "TOKOYAMI-KUN!" teriak Midoriya, sayangnya dark shadow masih terpengaruh dengan quirk cahaya (Y/n).
Tepat pada waktunya, Bakugou langsung mengambil 10 juta poin dari Midoriya.
"Uwohh! Pergerakan yang mengerikan! Kombinasi (Y/n) dan Bakugou, berhasil mengambil 10 juta poin midoriya!"
"Kini 10 juta poin itu berpindah tangan!"
Dengan cepat Sero menarik Bakugou lagi, dan dengan cepat (Y/n) mengambil posisi agar Bakugou bisa mendarat. "Bagus Bakugou!" ucap Kirishima dan sero bersamaan. Bakugou dengan bangganya itu tersenyum meremehkan yang lain.
"Ahahaha, Nice work! Katsuki-kun!" ucap (Y/n) yang keceplosan memanggil namanya. Kirishima dan Sero langsung terbelalak mendengar (Y/n) yang memanggil Bakugou dengan namanya, sekali lagi Bakugou yang salting mendegar ucapan selamat (y/n) dia langsung protes... "SURUH SIAPA KAU BOLEH MEMANGGIL NAMAKU HA?!" protesnya pada (y/n) dengan wajah yang memerah.
"Maaf! Keceplosan, hehe~" cengir (y/n). "SUDAHLAH SEKARANG KITA HARUS FOKUS!" ucap Bakugou.
"Kalau begitu sekarang, aku akan membuat mereka sadar kalau poin mereka hilang!" kata (Y/n) dengan serius. "Hah?! Sekarang?" ucap Sero dan Kirishima bersamaan.
"Heh- kalau mereka demam ilusi terus ga seru dong!" kata (y/n) sambil memasang senyum menantang. "LEPAS SAJA ILUSIMU ITU GADIS BODOH! AKU MEMANG INGIN MEREKA MENYERANG!" seru bakugou dengan semangat.
"Baiklah! Siap-siap ya!" ucap (Y/n) sambil melepaskan quirknya itu.
(Y/n) P.O.V.
"Baiklah! Siap-siap ya!" ucapku sambil melepaskan ilusi yang membuat mereka tak sadar. Urgh! Sial! Rasanya seperti gunung yang menubrukku!
Jangan sekarang! Jangan kambuh sekarang!
"HOI! GADIS BODOH CEPAT BUKA MATAMU SIALAN!" iya benar- aku tak boleh begini, 'Photosyntesis! Extra Energy!'
"Sekarang pemilik poin di seluruh permainan adalah kelompok Bakugou!"
3 R.d. Person P.O.V.
Ilusi (y/n) mulai memudar, membuat mereka tersadar kalau poin yang ada di kepala mereka menghilang. Hal itu pun terjadi pada tim Todoroki, "Hah? Sejak kapan?" gumam Todoroki.
"Kenapa, Todoroki-kun?" tanya Iida dengan tegas. "Poin kita hilang!" seru Yaomomo.
"He? Kenapa mereka semua terlihat mabuk? Kenapa mereka baru sadar poin mereka hilang?! Unbelievable!" kata Present mic dengan kaget.
3 R.d. Person P.O.V. //Sisi Present Mic
"Sejak awal sepertinya kelompok Bakugou sudah menentukan ini semua... Dan ini juga terjadi karena kombinasi quirk (y/n) dan Bakugou" ucap Aizawa.
"Salah satu quirk (y/n) adalah ilusi yang dibuat dari cahaya, itulah yang membuat mereka demam ilusi sejak awal" sambung Aizawa.
"Akan mengerikan jika mereka, tidak menghentikan Bakugou dan (Y/n) sekarang" kata Aizawa sambil tersenyum melihat kelompok Bakugou.
3 R.d. Person P.O.V.
"Tampaknya banyak dari kelompok itu berusaha untuk mengejar kelompok Bakugou! Karena sekarang yang menguasai lapangan hanyalah kelompok Bakugou!"
"Uh! (Y/n)! Bukankah ini sedikit berbahaya?" ucap Kirishima sambil berlari. "Bukankah ini seru?" ucap (y/n) sambil memasang senyum menantang. 'Kemana perginya (y/n) yang baik hati dan tidak suka berkompetisi! Sepertinya dia sudah tertular sifat Bakugou!' batin Sero dan Kirishima.
"Ternyata benar, semuanya mengincar tim peringkat pertama, dan situasi Kelas A saat ini sangatlah panas sekali! Semuanya memiliki kemampuan yang berbeda-beda!"
"Dengan pergerakan seperti itu, bahkan dengan melihatnya saja sangat menghibur sekali! Inilah perbedaan yang mereka tampilkan berkat pengalaman mereka melawan para penjahat sebelumnya!" ucap para penonton.
"Sekarang, ayo kita lihat poin dari setiap tim! Sudah tujuh menit berlalu! Inilah dia, peringkat mereka saat ini!" ucap Present mic sambil membuka jumlah poin.
"Ranking teratas adalah tim Bakugou dengan 10.004.305! Apakah yang lain dapat mengambil poinnya dari Bakugou?! Pergerakan (y/n) dengan ilusinya tadi membuat semua terpental dan sama rata! Mari kita lihat, apakah tim Bakugou dapat mempertahankan posisinya?!" pekik Present mic.
(Y/n) Okaa-san P.O.V.
"Ranking teratas adalah tim Bakugou dengan 10.004.305! Apakah yang lain dapat mengambil poinnya dari Bakugou?! Pergerakan (y/n) dengan ilusinya tadi membuat semua terpental dan sama rata! Mari kita lihat, apakah tim Bakugou dapat mempertahankan posisinya?!"
(Y/n)?! Dia- ternyata menggunakan ilusi sebesar itu?! Itu kan memiliki resiko yang lumayan besar?! Dan lagi memakaikannya kepada mereka, kau harus membayar 10 kali lipat lebih banyak daripada kekuatanmu sebelumnya!
Tapi- kenapa (y/n) tidak kambuh? Apa jangan-jangan dia memiliki energi yang lebih dari itu?!
"Jika tebakanku benar, dia pasti akan bisa memenangkan pertandingan" gumamku pelan. "Sepertinya kau terlalu percaya diri, Yukami" jawab Endeavor dengan nada yang menegangkan.
"Hm? Bukankah percaya diri juga akan membuatku menerima keberuntungan?" ucapku ambil memasang senyum ramah.
"Aku harap kau dapat menarik perkataanmu nanti!" ucap Endeavor sambil berdiri dari kursinya. Dia pergi? Baguslah!
3 R.d. Person P.O.V.
"Kenapa ini susah sekali?! HOI YANG BENER DONG ATURNYA AKU KAN GABISA LIHAT!" seru Bakugou. "Kalau begitu kamu saja, Bakugou! Aku lagi sibuk mengurusi quirkku!" ucap (Y/n) sambil menahan beberapa tim dengan quirknya.
"Baiklah, ini sudah hampir setengah dari sisa waktu!"
Lalu tim Bakugou berhenti karena berhadapan dengan tim Todoroki, "Pertempuran berkuda ini akan segera memasuki pertengahan akhirnya!"
"Aku akan segera merebutnya" ucap Todoroki dengan sorotan mata tajamnya itu.
-T.B.C. To Be Contunied~
Halo readers ku tercinta~:3
Selamat deh bagi kalian yang mau baca sampai 5.335 words^^!
Wkwkwkwk, ya untung masih hari minggu... Jadinya aku juga semangat buat ngetik chapter^^!
Tapi gila chapter ini pertama kalinya aku ngitung pake rumus buatanku sendiri, terus akhirnya aku pake rumus Sn buat ngitung poin:V
//Lumayan lah ya, pelajaran sekolah kepake wkwkwk TvT
//Btw... Maap ya ges kalau telat update:') Mungkin ini bakal lewat dari jam 3 juga sih... Soalnya editor manga toon butuh baca chap ku yang 5000 words ini wkwkwk...
Oh iya, aku juga sempet buat satu book lagi yang temanya angst^^! Kalian kalau penasaran sihlakan mampir ke book ku satu lagi yang judulnya I'm Promise!
//Random people: malah promosi ni anak...
//Author : Ya gpp dong:3~
//plak
Yaudah deh, thanks ya dah mau baca sampai abis^^! Sampai chap berikutnya!
__ADS_1
Jangan lupa vote, agar bisa membuat author teringat akan kewajibannya ^3^!