Be My Side, (Y/N)! | Bakugou Katsuki X (Y/N) | Long Love Story

Be My Side, (Y/N)! | Bakugou Katsuki X (Y/N) | Long Love Story
(Season 2) Chapter 02 - Rescue Mission


__ADS_3

Chapter Sebelumnya... (Beberapa percakapan ada yang diubah, ditambah dan dihapus)


"Apa kau mendengar suara yang tidak asing?" tanya Monoma kepada teman sekelasnya yang sedang dirawat. "Mungkin kau salah dengar" kata temannya itu. "Sepertinya begitu.. Oh iya, aku ingin membicarakan sesuatu.. Tapi jangan beritahu kendo ya?" kata Monoma padanya.


"Memangnya kenapa sih?" kata temannya itu bingung. "Ya bagaimanapun ini hanyalah cerita untuk menghiburmu~" kata Monoma sambil tertawa licik. Temannya itu mengangkat alisnya, karena dia tahu ada sesuatu yang aneh dari pembicaraan Monoma.


"Apa yang kamu lakukan?" tanyanya dengan curiga. Monoma menyeringai,


"Kau tahu nggak sih? Si Monster ledakan itu sangatlah bodoh, sampai-sampai ia merelakan hubungannya dengan si gadis primadona" katanya.


Bakugou yang baru mendengar itu pun tersentak, "Kau apakan mereka?" tanya seorang yang lainnya. "Kau percaya si Gadis Primadona adalah pacarku?" lawan bicara monoma pun mengernyitkan keningnya. 'Sudah kuduga dia ini melakukan sesuatu, dasar pembuat onar..' batinnya sambil menggeleng-gelengkan kepala.


"Kenapa kau menggeleng-gelengkan kepalamu?" tanya Monoma kepadanya.


"Orang sepertimu pacaran dengan (Y/n)? Tidak" ucapnya lagi. "Nah! Bagaimanapun si monster itu bodoh kan?" katanya dengan yakin. Sekarang emosinya itu sudah tidak bisa tertahan lagi, bagaimana bisa di masa-masa genting seperti ini dia baru saja menemukan kenyataan yang benar-benar mengejutkan dirinya.


Bagaimanapun, saat-saat itu dia jadi kehilangan logikanya jika berhadapan dengan Gadis Bodoh miliknya itu. Dan lagi dia berpikir, 'Kenapa disaat gadis itu hilang kau malah tertawa riang ha?!' batinnya secara sekilas. Kini, dia benar-benar mendapatkan jawaban dari kebenaran yang selama ini dia masih pertanyakan.


Logikanya yang sempat mati karena perasaan bodohnya terhadap (Y/n) itu kembali berjalan untuk merencanakan kematian Monoma di tangannya. "Nggak mungkin si gadis primadona itu tidak akan mau denganku" Bakugou saat itu sudah mengeluarkan ledakannya untuk membunuh Monoma.


"Tahan, Bakugou!" bisik Kirishima yang kemudian menahannya. "Si monster ledakan itu memang aneh, sampai-sampai dia membiarkan si gadis primadona tertangkap" katanya sambil tertawa.


"Lagipula, mereka memang pasangan bodoh" Bakugou yang mendengar hal itu pun tidak bisa menahan amarahnya lagi. Pegangan Kirishima itu terlepas secara otomatis karena perbedaan kekuatan dan kecepatan.


Kini ia langsung mendatangi mereka berdua dengan terang-terangan. "APA KAU BILANG HAH?! DASAR FOTOKOPI BRE******!!?!" teriak Bakugou dengan kasar yang langsung menerobos ke dalam ruangan. "Bakugou\, tenangkan dirimu!" perintah Kirishima kepadanya.


(Season 2) Chapter 2 - Rescue Mission \~ Be My Side| Bakugou Katsuki x Readers | [LONG LOVE STORY]


****!Warning!** **


Ada beberapa kata-kata kasar yang mungkin akan dilontarkan tanpa adanya sensor simbol bintang. Hal ini dilakukan agar chapter ini bisa lebih maksimal dalam menyampaikan emosi yang ada. Diharapkan para pembaca dapat membacanya secara bijak, terimakasih!


[3 R.d. Person P.O.V] Kini semua perhatian rumah sakit beralih menuju Bakugou yang baru saja mengeluarkannya sikap agresifnya. "Wah-wah... Ada si kepala udang di balik tembok ya?" kata Monoma sambil tertawa mengejek. Tanpa peduli lagi Bakugou langsung berjalan mendekatinya dengan hentakan kaki nyang hebat. "Cepat berlutut dan minta maaf padaku sebelum aku membunuhmu!" kata Bakugou kepadanya dengan tegas.


"Kenapa aku harus berlutut kepadamu? Bukannya itu salahmu sendiri huh??" kata Monoma sambil tertawa mengejek. "JANGAN MENGELAK PADAKU SEPERTI ITU BOCAH GILA!?!" katanya yang kemudian mengaktifkan ledakannya untuk meledakkan kepala Monoma. Dengan cepat Monoma melindungi kepalanya dengan quirk yang ia tiru.


"Untung banget ya?" kata Monoma sambil tertawa. Kini asap ledakan itu memenuhi ruangan, Kirishima mengipas-ngipas asap itu sambil menutupi mulutnya. Dia mendekati Bakugou yang kini menunduk karena kesal, "Sudahlah Bakugou, ayo!" kata Kirishima kepadanya.


Bakugou yang saat itu tidak tenang karena hal itu tidak sadar kalau dia sudah ditarik oleh Kirishima. "Oh iya.. Kau itu bodoh apa bagaimana ya? Mungkin kau akan bertemu dengannya nanti saat di kuburan loh~ Hiiy, seram! Apa jangan-jangan kau yang membawa petinya untuk dikubur, HAHAHA!?" Bakugou tidak bereaksi sama sekali.


"Monoma, sudah cukup! Kau sudah sangat keterlaluan!" kata temannya itu. "Bakugou, ayo kita pergi" saran Kirishima sambil memblokir arahnya itu. Ia pun berbalik pergi bersama Kirishima yang saat itu ada di sampingnya.


"Orang gila sialan... Kali ini aku akan melepaskanmu" kata Bakugou dengan tegas yang kemudian keluar dari ruangan. "Bakubro! Tunggu dong!" ucap Kirishima yang kemudian mengikuti langkahnya. "SIALAN!?! KENAPA KAU HARUS MENGIKUTIKU HAH?! BIARKAN AKU SENDIRI BRENGSEK!?! MATAMU DIMANA HAH?!" teriak Bakugou padanya.


"Aku tahu kau frustasi karena (Y/n) penting bagimu kan?" Bakugou merapatkan mulutnya dan kemudian mengernyitkan keningnya. "Diamlah, kau tidak tahu apa-apa denganku. Jangan sok-sok kenal denganku, rambut aneh" katanya dengan suara yang bergetar.


Kirishima mengepalkan tangannya, "Kalau begitu ayo kita selamatkan..." Bakugou menghentikan langkahnya.


"Ku ingin mengajakmu karena kaulah yang paling dekat dengan (Y/n)... Selain itu" Kirishima kemudian menutup mulutnya.


'Aku pun temannya... Dan apalagi aku sudah banyak berhutang budi padanya' batin Kirishima secara sekilas.


"Pokoknya kalau kau setuju denganku... Bertemu lah nanti, karena kita masih bisa menggapainya Bakubro!" kata Kirishima padanya. "AKU TAK PEDULI! TUTUP MULUTMU ITU!?! AKU TAK MAU MEMIKIRKAN SOAL ITU SIALAN!?! SEKARANG BIARKAN AKU SENDIRI!" katanya yang kemudian beranjak pergi.


*Flashback - 3 R.d. Person P.O.V* "Katsuki... Apa sekarang kau benar-benar ingat apa yang telah kau lakukan di masa lalu bersama anakku?" Bakugou tersentak saat menyeruput air mineral. "Masa lalu? Kau berkata soal penculikan dulu kan?" Ibu (Y/n) yang sudah menduga hal itu terjadi merapatkan mulutnya.


Dan meminum kopinya lagi. "Tapi tentu saja karena sudah lama aku tak terlalu ingat tentang semuanya itu" tegas Bakugou padanya. "Kau ingat ini dari kapan?" Bakugou mengernyitkan keningnya.


"Apa-apaan? Tentu saja aku ingat ini dari sejak aku kecil..." kata Bakugou lagi. 'Sebenarnya aku mencoba melupakannya saat aku merasa aku dan dia tidak akan bertemu lagi. Kami bertemu seperti kebetulan saja waktu itu' batin Bakugou secara sekilas.


'Anak ini.. Entah mengapa sepertinya sudah kebal dengan quirk Yukami' batin Ibunya itu. Ia menghabiskan kopinya dan kembali berbicara. "Kudengar anakku kalah denganmu kan?" tanya Ibunya itu pada Bakugou.


"Bisa dibilang begitu" jawabnya. Perempuan itu tersenyum, "Kalau begitu... Rasanya aku akan melihat perkembangan tentang pencaharian anakku... Kau mau bertaruh?" tanyanya dengan nada yang ramah. 'Taruhan?' batin Bakugou secara sekilas.


"Kau tertarik kan?" Bakugou menggelengkan kepalanya karena ia tidak begitu suka taruhan. Baginya taruhan itu sama dengan judi, tentu saja... Bakugou kan seorang calon pro di masa depan, idealisme nya terhadap hukum pun sangat tinggi.


"Sepertinya aku terlalu berharap? Ya, aku hanya ingin mengajakmu bertaruh jikalau kamu menyetujuinya" Bakugou kemudian mengangkat alisnya. "Memangnya kau mau aku bertaruh apa?" tanya Bakugou padanya.


"Dalam 1 hari... Kalau U.A berhasil menemukan anakku aku akan membiarkannya bersekolah. Kalau tidak, dan aku yang menemukannya terlebih dahulu... Maka aku akan mengeluarkannya, masa depan (Y/n) jauh lebih berharga dibandingkan bersekolah di tempatmu" kata-kata itu seperti suatu ujian dan tekanan yang dilimpahkan kepadanya.


Kini dia menyadari kalau memang Ibunya lebih merasa tertekan dibandingkan dirinya. Bahkan di saat begini ibunya itu berusaha untuk tetap bahagia di depan orang lain. Terlepas dari keluarga, dia rasa (Y/n) benar-benar menanggung beban yang berat bahkan lebih dari yang ia kira.


"Aku bertaruh, anakmu itu pasti selamat dan tidak ada seorang pun yang berhasil menyentuhnya..." Ibunya tersentak. "Bagaimana kau bisa yakin?" kemudian ia menutup rapat mulutnya karena melihat wajah serius milik Bakugou.


"Anakmu itu lebih kuat dari yang kau kira" ucapnya merendah. Ibunya tersenyum, "Kalau begitu, senang berbicara denganmu Katsuki! Karena aku masih memiliki urusan... Aku rasa pertemuan kita hanya sampai sini saja" Bakugou mengangguk.


"Sampai ketemu lagi" katanya pamit dan pergi terlebih dahulu.


#With (Y/n) Okaa-san# Wanita itu melihat secarik kertas putih yang tadi diberikan oleh All Might. Kemudian, membuka ponselnya dan memasukkan angka-angka yang ada. Selang beberapa detik, telepon itu diangkat di saat Ibu (Y/n) sudah berjalan beberapa langkah dari cafe.


"Halo? Ini siapa?" tanya seorang laki-laki dalam telepon. "Pahlawan No.1, All Might.. Bisa kita bicara?" tanya wanita itu padanya.


#Back to Present - with Bakugou# Laki-laki itu berjalan dengan banyaknya beban pikiran dan kekesalan yang ia pendam. "Ah, apa ini kebetulan?" hal itu membuat Bakugou tersentak akan nada bicara yang ia rindukan.

__ADS_1


Dia menatap lurus dan melihat bayangan (Y/n). Tentu saja itu hanya bayangan yang dibuat oleh otaknya secara reflek. Padahal kenyataannya, dia adalah Yura Shiratori teman (Y/n).


Dia mengernyitkan keningnya dan meninggalkan gadis itu sendiri. 'Ah... Dia sedang merasa frustasi karena (Y/n) menghilang?...


Sebaiknya aku tidak mengganggunya sekarang. Karena emosinya itu benar-benar tidak stabil. Aku akan memastikan kalau cewek ****** itu tidak akan kembali?


Selain itu aku akan menempati posisinya dengan cara pindah ke jurusan pahlawan' batin gadis itu sambil melihat ke arah Bakugou yang berjalan pergi.


'Ini cuma masalah waktu, sayang... Sebentar lagi kita akan bersam dan akan kusendoki kamu dengan kenyataan yang menyenangkan ini' batin gadis itu lagi sambil tersenyum licik.


Bakugou P.O.V.


Kau tunggu apalagi sialan? Kalau kau diam begini terus ini tidak akan membuahkan hasil kan? Dan lagi mengapa gadis bodoh itu memenuhi kepalaku sialan...


Tanpa sadar aku menepuk kepalaku dengan keras karena kebodohanku itu. Seumur hidupku, aku tidak pernah merasakan hal ini. Karena bagiku yang penting hanyalah cita-cita dan ambisiku.


Tapi inilah pertama kalinya atau memang sebelum-sebelumnya aku sudah merasakan perasaan ini. Apa ini perasaan lega? Menyesal? MENYESAL KARENA APA?!


Apa memang aku selemah itu?


*Skipped Time: later on that night*


"Apa Yaomomo akan datang?" tanya Kirishima kepada Todoroki. Todoroki menganggukan kepala, "Kenapa kau yakin?" tanya Kirishima padanya. "Aku juga sejujurnya tidak tahu" kata Todoroki yang mengartikan anggukan kepalanya itu. 'Sebenarnya jawabannya apa? Iya atau mungkin? Aku benar-benar tidak mengerti apa maksudnya' batin Kirishima.


"Kau yakin sudah mengatakannya pada Midoriya? Apa jawabannya?" sekali lagi Todoroki menggangguk. Kemudian Gadis bersurai hitam itu berjalan keluar dengan seorang laki-laki bersurai hijau di belakangnya.


Selain itu gadis itu juga sudah membuat keputusan untuk berbicara sebentar dengan mereka.


**Flashback : On** "Kamu ingin aku membuat alat penerima sinyal?" tanya Yaomomo kepada mereka berdua. "Ya tolonglah!" kata Kirishima padanya. "Tanpa kami bilang pun kamu sudah tahu alasannya\, kan?" tanya Kirishima padanya. "Beri aku waktu untuk memikirkan nya" ucap Yaomomo padanya. **Flashback : Off**


"Yaoyorozu, apa jawabanmu?" tanya Kirishima padanya. "Aku..." kemudian jawaban Yaomomo dipotong oleh Iida yang kemudian datang. "Tunggu" katanya dengan tegas sambil mendekati mereka. "Iida?" tanya mereka semua dengan atmosfer yang berat.


"Dari semua orang... Kenapa harus kalian?" kata Iida yang akhirnya merapatkan giginya. "Kalian lah yang menghentikan tindakan gegabahku. Dan kita bertiga telah mendapatkan pengampunan khusus, tapi kenapa kalian berupaya membuat kesalahan yang sama denganku? Ini terlalu berlebihan" lanjutnya.


"Apa yang kau bicarakan?" tanya Kirishima yang kemudian ditahan oleh Todoroki. "Kita para pahlawan sedang dalam situasi terdesak. Yuuei telah berada dalam posisi yang buruk. Siapa yang akan bertanggung jawab atas perbuatan kalian?! Apa kalian mengerti?!" tanya Iida padanya.


"Sudah bicaranya? Suaramu itu terdengar sampai ujung bumi sialan" kata Bakugou yang tiba-tiba datang. Iida yang kesal itu menuju ke arah Bakugou dengan tegas. Di saat Iida ingin memukulnya, Bakugou dengan cepat menahan tangannya itu tanpa mengatakan apa-apa.


"Iida, bukan begitu. Kami tidak berpikir bahwa melanggar aturan itu baik" kemudian Midoriya menghentikan perkataannya karena ragu. "Aku juga merasa kesal. Aku khawatir, karena itu wajar! Aku adalah ketua kelas kalian! Aku khawatir pada semua teman kelasku! Tidak hanya (Y/n)!" kemudian ia menurunkan tangannya yang saat itu ditahan oleh Bakugou.


"Saat melihat lukamu, aku langsung terbayang kakak ku yang terbaring sakit di atas ranjang!" kata Iida sambil mendekati Midoriya. "Bagaimana kalau sampai tubuhmu tidak bisa sembuh lagi? Sama seperti kakak ku gara-gara perbuatan yang gegabah ini?! Apa kalian tidak peduli rasa khawatirku?!" kemudian ia memedang pundak Midoriya dan menggerakannya secara tegas.


"Apa kalian tidak peduli terhadap apa yang kurasakan?!" kata Iida padanya. "Iida, kami sendiri tidak berharpa menang dan menghadapi mereka langsung. Kami berencana menyelamatkannya tanpa bertarung" kata Todoroki padanya. "Intinya" kemudian perkataan Kirishima itu dipotong oleh Bakugou.


"Aku memercayai Todoroki. Tapi, untuk berjaga-jaga jika sampai terjadi sesuatu aku juga akan ikut sebagai penghenti mereka" Kata Yaomomo padanya. "Yaoyorozu!" sontak Iida kaget. Bakugou mengacak-acak rambutnya, "Aku benar-benar rishi dengan ini sialan.. Kalau kalian masih ragu, aku akan menyelamatkannya sendiri" hal itu membuat Iida kesal akan sikap Bakugou.


"KAU GILA?! BAGAIMANA JIKA KAU DIKELUARKAN DARI YUUE-" ucapan Iida itu dipotong oleh Bakugou. "Kau sendiri ragu kan? Kalau mau ikut ya ikut saja tutup mulutmu itu dan langsung pergi" perintah Bakugou padanya.


Iida kehilangan kata-katanya, "Aku sendiri juga tidak mengerti, tapi saat mendengar bahwa aku masih bisa menggapainya aku tidak bisa berdiam diri.. Aku ingin sekali menyelamatkan nya!" kata Midoriya yang menatap iida secara lurus. Bakugou hanya bisa berdecih dan melihat ke arah lain.


"Kalian memang tidak bisa dibujuk ya? Kalau begitu ajak aku juga" ucap Iida yang kemudian membuat mereka semua kaget kecuali Bakugou. Kemudian Bakugou memutar badannya langsung berjalan, "Bakugou kau?" Bakugou menggertakkan kakinya lagi.


"Daripada banyak bicara lebih baik kita langsung lakukan saja sialan"


#Switched Scene - Kereta# "Titik kordinat yang dipancarkan pemancar berada di Kawasan Camino, Kota Yokohama, Prefektur Kanagawa. Karena kita berangkat dari Nagano, butuh waktu dua jam untuk sampai ke sana" kata Yaomomo kepada mereka.


"Kita akan tiba sekitar pukul 10 malam" lanjutnya. 'KENAPA NGGAK BISA LEBIH CEPAT NGGAK SIH SIALAN?!' batin Bakugou. "Anu, apa kamu memberitahu teman-teman yang lain kalau malam ini kita pergi?" tanya Midoriya kepada Todoroki.


"Ya, setelah kuberitahu mereka berusaha menghentikan kita" jawab Todoroki. "Hanya untuk menyadari saja, kalian sadar kalau yang kita lakukan ini berdasarkan ego kita dan tidak disetujui teman-teman kita, kan? Kalau mau kembali masih belum terlambat loh" kata Todoroki.


Bakugou sekali lagi menatap sinis Todoroki, "Kalau kau takut pulang saja sendiri untuk menggali perasaan gilamu itu" kata Bakugou kepadanya. "Bakugou-kun!" sontak Iida yang kaget akan sepetannya itu. "Kalau aku ragu, sejak awal aku takkan mengajak kalian! Dia bukanlah tipe orang yang akan menyerah begitu saja" kata Kirishima.


"Bagaimana denganmu, Midoriya?" tanya Todoroki lagi. Midoriya membelalakan matanya sebentar, "Aku" kemudian Midoriya terdiam sebentar.


"Aku tidak bisa kembali lagi" katanya dengan serius. "Begitu, baiklah" jawab Todoroki sambil mengangguk.


*Distrik Camino – Prefektur Kanagawa* "Jadi disini distrik Camino?" kata Midoriya sambil melihat keadaan kota yang ramai. "Ramai sekali ya disini" balas Todoroki. "Jadi mereka bersembunyi di suatu tempat di kota ini, ya?" gumam Iida. "Baiklah Yaoyorozu beri tahu kami tempatnya!" kata Kirishima yang langsung berlari.


"Tunggu sebentar!" kata Yaomomo dengan nada yang meninggi. "Mulai sekarang kita harus berhati-hati! Para penjahat sudah mengenal wajah kita loh! Kita harus memikirkan kemungkinan kalau kita bisa diserang kapan saja" ucap Yaomomo kepada mereka.


"Aku mengerti, kita harus menutupi wajah kita" ucap Midoriya. Bakugou mengernyitkan keningnya, 'kalau begitu malah makin mencolok brengsek' batinnya. "Justru itu akan semakin membuatmu menarik perhatian loh, Midoriya" kata Todoroki padanya. "KENAPA KAU BISA BERPIKIR HAL YANG SAMA DENGANKU, HAH SETENGAH-SETENGAH BRENGSEK!?!" teriak Bakugou yang kemudian menarik perhatian.


"Bakubro! Tenanglah!" kata Kirishima yang menenangkannya sambil melihat ke arah orang sekitarnya. "AKU TIDAK SUKA KALAU-" mulutnya itu ditutup oleh Kirishima.


'LEPASKAN AKU SIALAN!?!' batin Bakugou yang sekarang masih ditahan oleh Kirishima. "Setelah itu orang-orang Kembali focus pada kegiatannya. "Tapi, kalau seperti ini kita tidak bisa melakukannya dengan mudah" ucap Iida sambil memegangi dagunya.


"Kalau begitu apa yang harus kita lakukan?" ucap Kirishima sambil bersusah payah menahan Bakugou yang akhirnya menepis tangannya dan merapatkan mulutnya. "Aku punya ide di tempat itu" ucap Yaomomo sambil menunjuk toko baju yang ada di dekat sana.


Bakugou mengernyitkan keningnya sekali lagi, "APA-APAAN TOKO BAJU ITU?!" sekali lagi mereka hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya karena pasrah dengan tingkah laku Bakugou.


"Jadi begitu ya\, menyamar?" tanya Todoroki. "Benar" jawab Yaomomo. "Pakaian apa ini?" kata Iida sambil membetulkan dasinya. "Nanti akan kuberitahu" jawab Kirishima. "Bakubro\, belum ganti?!" sontak Kirishima. "GW NGGAK MAU!?! *** LAH KAYAK ANAK TK!?!" balas Bakugou dengan kasar.


Namun pada akhirnya dia menyamar menjadi seorang kutu buku.

__ADS_1



*Ilustrasi Bakugou yang menyamar saat itu (buat cuci mata yeyy). Sumber : Pinterest*


'Gw benci pergi bareng mereka' begitulah katanya dalam hati. "Semuanya, tujuan kita ada di sebelah sini" kata Yaomomo yang kemudian kaget karena ada yang berkata "Wah, itu yuuei!"


Mereka semua berbalik dan menemukan koferensi pers yang diadakan oleh sekolah mereka. Tv besar yang ada di tengah-tengah pertokoan itu menayangkan dimana Aizawa, Vlad-sensei, dan kepala sekolah menundukkan kepala mereka.


"Sekarang, mari kita saksikan cuplikan konferensi pers permintaan maaf dari SMA Yuuei yang akan kami tayangkan"


"Aizawa sensei!" ucap Midoriya dengan sedikit kaget. "Bahkan Pak Kepala Sekolah juga hadir!" ucap Yaomomo yang kemudian menelan ludah dengan kasar. "Kami benar-benar minta maaf, dalam insiden kali ini sebanyak 27 orang siswa jurusan kepahlawanan tahun pertama terluka akibat kelalaian kami. Kami minta maaf karena sudah menimbulkan kekhawatiran dalam masyarakat karena ketidakmampuan kami dalam mengelola keamanan di sekolah ini sebagai tempat belajar. Kami minta maaf" kata Aizawa sensei yang kemudian membungkukan badan.


Bungkukan badan itu diiringi oleh bungkukan badan Vlad dan Nezu. "Pak Aizawa yang sangat membenci media pun.." Kirishima yang melihat itu tidak bisa berhenti kaget karena peristiwa itu.


"Saya dari TV Yomimuri. Sejak awal tahun ini, siswa SMA Yuuei sudah empat kali diserang oleh para penjahat. Kali ini, bahkan ada siswa yang terluka. Bagaimana Anda akan menjelaskan hal ini pada keluarga mereka? Serta mohon katakana secara jelas Langkah penanggulangan apa yang anda ambil menghadapi masalah ini!" ucap seorang wartawan di konferensi pers.


"Media memperlakukan mereka seperti penjahat" gumam Midoriya. "Kami akan meningkatkan pengawasan di wilayah sekitar sekolah dan mengevaluasi sistem keamanan di dalam sekolah, demi menjamin keselamatan siswa-siswa sekolah kami. Itulah yang kami katakan kepada keluarga mereka" kata Kepala Sekolah Nezu.


"Hah, mereka bicara apa?" tanya seorang dari mereka yang menonton. "Mereka sama sekali tidak melindungi murid-murid mereka" jawab seorang yang lainnya. "Biasanya sekolah pahlawan takkan bisa dikalahkan oleh para penjahat"


"Bagaimana mungkin itu bisa menjamin keselamatan mereka?"


"Apa mereka hanya ingin membela diri?"


"Yuuei mengecewakan sekali"


Kenyataan ialah jawaban dari segalanya, atmosfer mulai memberat... Hingga kejadian itu membawa kepada kehancuran.


#Switched Place# "Barusan anda berbicara mengenai keselamatan para siswa, bukan tuan Eraser Head? Pada saat terjadi insiden penyerangan tersebut, anda memberi para murid izin bertarung, ya? Tolong jelaskan alasannya" kata seorang wartawan yang berdiri dan mengutarakan pertanyaannya.


"Saya mengambil keputusan tersebut di saat kami belum memahami situasinya dengan baik sehingga untuk menghindari kemungkinan terburuk, saya pun memutuskan demikian" jawab Aizawa. "Dua puluh enam korban dan satu diculik itu bukan kemungkinan terburuknya?" tanya wartawan itu lagi.


"Kemungkinan terburuk yang saya bayangkan adalah lpara siswa terpojok dan dibunuh" kata Aizawa. "Yang paling memakan korban adalah serangan gasnya. Kami mengambil kesimpulan bahwa salah satu dari penjahat tersebut memiliki bakat gas tidur. Berkat kesigapan Nak Kendo dan Nak Tetsutetsu, tidak ada yang sampai mengalami luka berat akibat serangan tersebut. Ditambah lagi, kami sudah memberikan perawatan psikologis pada para siswa meski pada saat ini, kami tidak melihat adanya tanda-tanda trauma psikologis serius" jawab Nezu.


"Jadi menurut anda insiden ini masih patut disyukuri?" tanya si wartawan lagi. "Kami percaya bahwa kehilangan masa depan adalah kemungkinan terburuknya" jawab Nezu.


"Dan apakah hal tersebut juga berlaku bagi (Y/n) yang telah diculik? Dia masuk SMA Yuuei dengan nilai diatas rata-rata, memiliki quirk cahaya terkuat, dan hampir memenangkan festival olahraga meskipun ia adalah wanita. Jadi bisa dibilang dia punya jiwa kepahlawanan yang tinggi. Di sisi lain, quirknya yang menjadi ramalan itu sangat kuat. Bagaimana jika para penjahat menculiknya karena tahu akan quirk itu? Bagaimana jika masa depan (Y/n) hancur hanya karena kalian lalai? Bagaimana jika quirknya itu dipakai untuk menghancurkan seluruh jepang? Tolong jelaskan pada saya masa depan apa yang masih dimiliki anak tersebut?" tanya wartawan itu lagi.


'Aku mengerti itu pekerjaannya, tapi ini sudah kelewatan' batin vlad. 'Dia mencoba memojokkan kami dan membuat kami mengatakan hal-hal yang tidak perlu' batinnya lagi. 'Jangan terpancing, dia mungkin melakukan ini karena tahu eraser membenci media!' batinnya lagi.


"Sebagai gurunya, saya akan bertanggung jawab penuh atas masa depan (Y/n). Dan lagi (Y/n) tidak selemah itu, saya sebagai gurunya dapat memastikan kalau hal-hal itu tidak akan terjadi" ucap Aizawa sambil membungkukan badan.


"Apa hal itu patut dianggap sebagai bukti? Ini bukan pertanyaan tentang bagaimana perasaan anda namun tentang apakah anda sudah memiliki rencana yang jelas untuk ke depannya" kata wartawan itu lagi.


"Kami tidak hanya duduk berdiam diri, saat ini kami sedang melakukan penyelidikan bersama pihak kepolisian. Kami pasti akan membawa siswa kami kembali" kata Nezu lagi.


Switched Scene# "Disinilah tempat alatnya memancarkan sinyal" ucap Yaomomo yang sekarang sedang bersembunyi di balik tembok. "Jadi itu tempat persembunyian mereka? Cocok sekali" komentar Kirishima.


"Aku tidak tahu apa itu benar tempat persembunyian mereka, tapi dari yang kulihat di alat penerimanya. Para penjahat itu tidak meninggalkan tempat ini sejak kemarin. Ditambah, meski penjahat itu disini, bukan berarti (Y/n) juga disini. Kita disini dengan informasi yang sangat sedikit. Jadi berpikirlah secara rasional" kata Yaomomo padanya.


"Kita tidak punya orang yang ahli menyelinap seperti Jiro atau Hagakure. Jika aku merasakan adanya bahaya, aku akan langsung menghentikan kalian. Karena aku teman kalian, aku juga takkan ragu memanggil polisi" kata Iida. "Terimakasih, Iida" balas Midoriya.


"Yang bisa kita lakukan dengan kemampuan yang dimiliki, mari pikirkan itu" lanjut Midoriya yang mulai berpikir keras. Namun Bakugou yang kesal itu dia langsung melihat ke arah sekitar.


"Kalian gila ya? Itu ada lorong diantara tempat yang ingin kita tuju... Selagi kita bisa masuk ke sana tanpa halangan. Itu sama sekali tidak masalah" kata Bakugou yang kemudian mulai melangkahkan kakinya.


"Dan lagi, kalau ada jebakan pasti dia akan meletakkannya di dalam jika ingin masuk secara bodoh" lanjut Bakugou. "Tapi Kacchan-" Bakugou mengernyitkan keningnya.


"Lakukan saja, deku sialan!?!" kata Bakugou lagi.


*w/(Your name)* "Kalau begitu, kita sudah tidak bertemu berapa lama ya? Yukami" ucapnya sambil memasang senyum licik. 'Aku benar-benar masuk ke lubang buaya' batin (Y/n) sambil mengernyitkan keningnya.


"Lama tidak bertemu, All For One" balas (Y/n) padanya. "Apa aku sedang bermimpi? Mengapa Yukami menyambutku dengan baik sekali" ucapnya sambil tersenyum licik.


"Aku berterimakasih atas penilaianmu kepadaku. Namun, sepertinya kau harus memeriksa mata dan otakmu di dokter kejiwaan" kata (Y/n) padanya. "K-kau!" kata Shiragaki yang geram terhadap ejekan (Y/n).


Namun sebelum melakukan hal yang lainnya, All For One tertawa puas. Shiragaki terhenti karena hal itu, "S-Sensei?" tanya Shiragaki dengan nada berat.


"Ya, bagaimanapun aku selalu melihat perkembangan yukami kecilku tumbuh" balas All For One. "Dan pastinya kau sudah diberkahi oleh banyak hal yang indah kan, Yukami?" (Y/n) menelan ludah dengan kasar. "Aku tak mau dengar sapaan lagi" kata (Y/n) dengan tegas.


Kemudian (Y/n) dengan instingnya yang remang-remang itu, mengaktifkan pelindung cahaya dari belakang secara mendadak. "Aku benar-benar terpesona denganmu... Bagaimana kau tahu kalau aku akan menusukmu dari belakang?" katanya yang kemudian diiringi dengan pembalikan serangan.


Detik itu, (Y/n) berbatuk darah karena terlalu memaksakan diri. Kembali dia merasakan penyakit bawaannya itu kambuh. 'Sakit...' batin (Y/n) secara sekilas. All For One mendekatinya sambil merentangkan tangannya. (Y/n) dengan memori yang asing yang baru saja masuk langsung meninggikan suaranya.


"JANGAN DEKATI AKU!!?!" katanya yang kemudian diiringi dengan getaran tanah yang hebat.


Quirk evolusi cahaya... Saat itu memang sudah saatnya untuk diambil dari penampangnya. Quirk yang sudah berevolusi dengan sangat sempurna, quirk yang menghasilkan bunga yang menarik itu... Berhasil menarik perhatian para hama untuk mengambil keindahannya.


'Siapapun... Kumohon, keluarkan aku dari sini'


~To Be Continued~


Sampai di chap selanjutnya? Makasih buat kalian yang mau nunggu, mau baca, mau like Chapter ini:3!

__ADS_1


__ADS_2