Be My Side, (Y/N)! | Bakugou Katsuki X (Y/N) | Long Love Story

Be My Side, (Y/N)! | Bakugou Katsuki X (Y/N) | Long Love Story
Chapter 31 - Its all about missunderstanding (2)


__ADS_3

Kamp pelatihan - Hari kedua pukul 5:30 pagi


"Selamat pagi, semuanya!" ucap Aizawa kepada mereka yang baru bangun pagi. "Hari ini, kita akan memulai kamp pelatihan" lanjutnya pada mereka. "Tujuan latihan ini adalah meningkatkan kemampuan kalian, itu dibutuhkan untuk mendapatkan izin resmi. Kalian semua harus melewati pertempuran yang sebenarnya, berlatihlah dengan baik" kata Aizawa lagi pada mereka.


"Jadi Bakugou, cobalah lempar bola itu" ucap Aizawa sambil melemparkan bola itu padanya. "Ini kan dari tes fisik" gumam Bakugou setelah mendapatkan bolanya.


"Rekor yang sebelumnya adalah 705,2 meter, mari kita lihat seberapa jauh perkembanganmu" kemudian Bakugou berjalan maju untuk melemparkan bolanya. "Ah, kita akan melihat perkembangan kita?" ucap mina dengan antusias. "Karena banyak hal terjadi selama tiga bulan... Mungkin jaraknya sekarang jadi 1 kilometer!" ucap Sero dengan seru. "Lakukan, Bakugou!" lanjut Kirishima yang menyemangati.


"Kalau begitu, aku mulai..." katanya yang kemudian mengambil ancang-ancang. "PERGILAH KE NERAKA!" teriaknya sambil melempar bola itu.


"709,6 meter" ucap Aizawa dengan tegas. Hal itu membuat Bakugou kaget karena perkembangannya tidak terlalu jauh.


"Eh? Itu lebih rendah dari perkiraanku" ucap Sero dengan kaget. "Sudah tiga bulan sejak kau masuk SMA ini. Lewat berbagai pengalaman, kalian semua seharusnya mulai berkembang. Tapi perkembangan itu hanya dalam bidang mental dan teknik saja, ada juga sedikit tambahan stamina. Seperti yang kalian lihat, Quirk kalian tidak berkembang sebanyak itu. Karena itu kita akan berusaha keras mengembangkan Quirk kalian" kemudian Aizawa memasang senyum seramnya.


"Kalian akan merasa sepert mati, tapi cobalah untuk tidak mati beneran..!" ucap Aizawa pada mereka dengan nada yang memperingati.


***


(Y/n) P.O.V.


Kini semuanya sudah melakukan tugasnya untuk memperkuat dirinya... Tapi...


"Quirkmu itu sedikit merepotkan, kira-kira tugas seperti apa yang harus kuberikan padamu ya?" kata Aizawa sambil memperhatikan dokumennya.


"Apa akhir-akhir ini gejala mu kambuh? Apakah ada cara untuk mengatasinya?" tanya Aizawa-sensei padaku. "Aku tentu bisa beresonansi dengan lingkungan untuk mencegah hal itu terjadi" ucapku padanya.


"Iya... Aku dengar dari Nezu juga kemampuan mu itu sudah melebihi batas normal dibanding quirk pada umumnya... Dan lagi mendengar karakteristik dari quirkmu itu... Quirkmu itu sangat cepat berkembang dibandingkan yang lainnya..." kemudian aku terpikirkan suatu ide yang buruk...


Ini agak sedikit beresiko kan? "Sensei... Ada yang saya ingin utarakan" ucapku padanya dengan serius.


3 R.d. Person P.O.V.


"Apa itu?" tanya Aizawa pada (Y/n). (Y/n) menunduk, "Tolong hapuslah quirkku!" ucap (Y/n) dengan tegas. Hal itu membuat Aizawa dan beberapa orang di sekitar kaget mendengar perkataan (Y/n).


"(Y/n)! Jangan bercanda!" "Apa kau yakin?!" "Kau kan-" kemudian Aizawa menyeringai, "Kalian mohon diam!" ucap Aizawa menenangkan hal itu membuat sebagian dari mereka menutup mulut mereka rapat-rapat.


"Bagaimanapun itu ide bagus... Karena kita tak perlu mengembangkan quirkmu lagi... Karena karakteristik dari quirkmu udalah gampang berkembang, sekarang kita akan membuat dirimu seandainya kehilangan senjata yang kamu punya" ucap Aizawa sambil menyeringai.


"Baiklah, aku menerimanya... Namun, khusus untukmu... Jika kau tidak tahan langsung panggilah aku untuk menghentikan latihannya, dan setelah itu kau akan menguji kemampuan teman-temanmu lagi" ucap Aizawa. "Baik sensei, mohon bantuannya!" kata (Y/n) dengan mantap.


*** 5 menit kemudian***


'Ini lebih gila dibandingkan perkiraanku' batin (Y/n) yang berusaha mengontrol sirkulasi tubuhnya. "Ingatlah, quirkku ini pun memiliki batasannya... Kalau kau mau mengembalikan sirkulasimu maka dapatkanlah sendiri quirkmu yang terhapus itu!" perintah Aizawa.


"Ba-ik!" ucap (Y/n) yang berusaha untuk semangat namun tidak bisa karena kini ia sangat sulit untuk berbicara.

__ADS_1


(Y/n) P.O.V.


Pembuluh darahku ini rasanya seperti ingin meledak... Sistem pencernaanku yang belum selesai mencerna pun rasanya ingin menghentikan semua...Gawat... sel-sel didalamku mulai kehilangan fungsiny-


*Ohok!* "(Y/n)!" mataku mulai berkunang-kunang\, kepalaku mulai berat...


Ayo temukan- inti quirknya! Kalau tidak aku bisa mati! Masalahnya untuk menemukan inti quirkku itu... Susah banget! Rasanya aku sedang mengejar inti quirkku yang sedang melompat-lompat dalam tubuhku!


*** 3 R.d. Person P.O.V. ***


"Masih ingat dengan perkataanku kemarin? Kami akan menghidangkan makanan ubat kalian hanya untuk hari ini!" ucap Pixie Bob sambil menunjukkan bahan makanan yang berlimpah.


"Lain kali masaklah sendiri! Hari ini ada kari!" lanjut Ragdoll. "Baik..." ucap mereka semua dengan lesu. "Ahahahahah! Sepertinya kalian kelelahan, ya! Tapi walau begitu kalian tidak boleh seenaknya memberikan makanan kotor untuk kucing!" kata Ragdoll sambil tertawa terbahak-bahak.


"Ayo kita buat kari terenak di dunia, teman-teman!" ucap Iida sambil menyemangati. "Baik..." jawab mereka dengan suara yang senada.


"Todoroki\, bisa tolong nyalakan apinya di sini juga?" tanya Mina pada Todoroki yang baru menyalakan api. "Bakugou\, coba pakai ledakanmu saja!" ucap Sero padanya. 'Hah? Ledakan?! Bukannya malah meledak?' batin (Y/n) dari kejauhan saat mendengar Sero mengatakan hal yang seperti itu pada Bakugou. "ENAK SAJA KAU SIALAN! B*******!" katanya sambil meledakkan kompor.


"Uh..." ucap Sero yang melihat kompor itu sudah rusak. Hal itu juga membuat Tokoyami kaget, 'Kenapa aku mau tertawa! Tahan (Y/n), tahan!' batin (Y/n) yang memaksakan wajah cemberut untuk menahan tawa.


"(Y/n), kenapa?" tanya Uraraka padanya. "Hmp- Nan- pft! Nandemon" kemudian (Y/n) tertawa lepas karena itu. Hal itu membuat Bakugou kesal, "HOI JANGAN TERTAWA KAU GADIS SIALAN!?!" seketika mereka lupa kalau mereka sedang bertengkar.


Sedetik setelah mengatakan itu Bakugou langsung membelalakan matanya tanda bahwa ia menyesal, (Y/n) tersenyum kecil melihat itu. Kemudian (Y/n) berjalan mendekati kompor dan memulihkan kompornya... "Maaf" ucap (Y/n) pelan. Namun suaranya terdengar oleh Bakugou, Bakugou langsung memaling wajahnya dan mengernyitkan keningnya.


"Terserah kau sialan" ucap Bakugou yang kemudian menjauh. Setelah itu (Y/n) berdiri dan menatapnya pergi menjauh, 'Yasudahlah... Yang penting aku sudah minta maaf kan?' batin (Y/n).


***


"Kelompok pelajaran tambahan, jangan berhenti!" kata Aizawa yang kemudian menguatkan syalnya menrik kepala Kirishima yang sudah jatuh ke bawah karena ngantuk. "Maaf, aku ngantuk" ucap Mina. "Aku tak menyangka pelajaran tambahan kemarin selesai sampai jam dua pagi... Dan sekarang mulai lagi pukul 7 pagi" gumam Kirishima


"Sudah kubilang bakal berat, kau tak hanya berusaha meningkatkan quirk... Pokokny kalian harus memperbaiki kelemahan yang telah kita ungkap selama ujian terakhir! Pikirkan baik-baik kenapa kalian lebih cepat lelahnya dibandingkan teman kelas lain" ucap Aizawa pada mereka. "Baik, pak!" ucap mereka secara bersamaan dengan keadaan yang lesu itu.


"Uraraka, Aoyama! Kalian juga! Kalian tidak gugur, tapi hampir, loh! Kalau kalian kehilangan 30 poin, nilai kalian hanya 35" hal itu membuat mereka berdua tersentak... "Ah, nilai kami pas-pasan" ucap Uraraka dengan lesu. "Tak diduga" balas Aoyama.


"Tetap fokus!" ucap Aizawa kepada mereka semua. "Kalian, bergeraklah lebih cepat! Apapun yang kalian lakukan, kalian harus sadar kalau kalian berasar darimana! Itulah arti dari mengembangkan!" ucap Aizawa lagi pada mereka.


"Ingatlah selalu kenapa kalian berkeringat, dan kenapa kalian terus ditegur" ucap Aizawa lagi.


"Oh iya, Pak Aizawa, sekarang sudah hari ketiga..." ucap Midoriya yang mendekatinya. "Tadi kubilang apa? Jangan seenaknya datang kemari!" kemudian Aizawa langsung turun dari tempatnya. "Apa All Might dan guru-guru yang lain akan datang?" tanya Midoriya. "Seperti yang kubilang sebelum kamp pelatihan, supaya para penjahat tidak menemukan keberadaan kita, kita harus meminimalkan orang yang datang" ucap Aizawa.


"Karena itulah ada kami berempat dalam kamp pelatihan ini" lanjut Ragdoll dari atas. "Dan khususnya karena kami yakin kalau yang diincar para penjahat adalah All Might, makanya kami tak mengizinkannya datang kemari. Entah ini baik atau buruk, begitulah yang terjadi, karena dia sudah terlalu banyak menarik perhatian. Tch" ucap Aizawa sambil berdecih.


Kemudian terdengar suara retakan dari atas, setelah itu Aizawa terlihat kaget dengan apa yang terjadi. Hal itu membuat yang lain juga karena hal itu, setelah Aizawa menghampiri tempat itu... Ternyata (Y/n) berhasil menemukan inti quirknya, ada sedikit kendala di tempat itu dimana...


Tanah terbelah menjadi dua karena retak dan udara yang mendadak panas jika berada di sekitar (Y/n). (Y/n) menarik nafas dalam dan membuka matanya, saat itu Aizawa langsung menepuk tangannya tanda ia bangga kepada (Y/n)...

__ADS_1


"Ya! Teman kalian berhasil melewati ini semua, bagaimana dengan kalian?" ucap Aizawa yang langsung membandingkan (Y/n) dengan yang lain. Tentu saja hal itu membuat (Y/n) sedikit tersentak... "Sensei... Mereka pasti bisa kok! Karena setiap proses orang kan beda-beda" ucap (Y/n) dengan canggung.


Aizawa tersenyum, 'Eh sesei tersenyum?' batin (Y/n). "Ya, aku juga percaya itu... Hoi kalian cepat lanjutkan!" protes Aizawa kepada mereka yang menghentikan pelatihan mereka. "Ah, baik!"


"Yang lebih penting, teman-teman, malam ini... Kita akan mengadakan uji nyali antar masing-masing kelas! Setelah melalui latihan berat, kalian bisa bersenang-senang sesuka hati! Hadiah dan hukuman!" ucap Pixie Bob dengan girang. "Oh, aku lupa" ucap Kendo.


"Aku tidak suka sesuatu yang menakutkan begitu" ucap Jirou. "Pesta pora dalam kegelapan" gumam Tokoyami. "Mereka memperbolehkan kita melakukan kegiatan kamping juga?" tanya seorang dari kelas B. "Aku lebih suka bagian dimana kita dikasihani" balas Monoma.


"Jadi, mulai sekarang berjuanglah!" ucap Pixie Bob sambil memberikan semangat.


"Yessir!" jawab mereka semua


***


"Bakugou, kau pandai sekali menggunakan pisau!" ucap Uraraka yang kaget melihat Bakugou menggunakan pisau. "Tak disangka-sangka" ucapan Uraraka itu dipotong oleh Bakugou. "APA MAKSUDMU TAK DISANGKA-SANGKA?! SEMUA ORANG BISA MENGGUNAKAN PISAU!" teriak Bakugou padanya. 'Ya awalnya aku juga nggak ngira sih... Apa dia sering masak di rumah? Sepertinya begitu...' batin (Y/n) yang baru saja memberhentikan waktu dan memotong semua bahan makanan dengan sempurna.


Kemudian Bakugou melihat ke arah (Y/n) dan kaget karena melihat (Y/n) sudah menyelesaikan semuanya lebih cepat jika dibandingkan dengannya. 'Sialan.. Dia juga bisa menggunakan pisau ya? Kau Bodoh- Katsuki! SEMUA PEREMPUAN KAN MEMANG DASARNYA ITU DI DAPUR!' yang kemudian dia langsung mempercepat tempo untuk memotong wortel.


'Kayaknya dia nggak terima kalau (Y/n) lebih deluan darinya ya?' batin Jirou.


***


"Baiklah! Karena semuanya sudah mengisi perut dan mencuci piring... Selanjutnya!" ucapan Pixie Bob itu terpotong oleh Mina yang girang. "Waktunya uji nyali!" lalu dilanjutkan dengan Sero, Satou, Kaminari, dan Kirishima "Uji nyali!"


"Sebelum itu, aku benci mengatakannya" ucapan Aizawa itu membuat mereka semua terhenti. "Tetapi kelompok remidial harus ikut kelasku sekarang" ucap Aizawa langsung pada mereka. "YANG BENAR SAJAA?!" ucap Mina dengan stress. "Latihan kalian siang tadi kurang bagus, jadi aku harus menggunakan waktu ini" ucap Aizawa pada mereka. Akhirnya mereka pergi dengan berat hati sambil ditarik oleh Aizawa.


"Baiklah kelas B akan menjadi hantunya! Kelas A akan berjalan berpasangan dan mulai setiap tiga menit! Ada tanda dengan nama kalian di tengah-tengah rute, jadi bawa tanda itu bersama kalian!" ucap Pixie Bob kepada anak-anak kelas A. "Pesta pora dalam kegelapan" gumam Tokoyami. 'Dia mengatakannya lagi' batin Uraraka.


"Yang jadi hantu tidak boleh melakukan kontak langsung. Tunjukkan betapa seramnya kalian menggunakan quirk! Kelas yang membuat banyak orang kencing di celana akan menjadi pemenangnya!" ucap Shifuku dengan semangat. "Hentikan, itu menjijikan" ucap Jirou dengan wajah jijiknya itu. (Y/n) hanya bisa tertawa canggung, "Kau takut (Y/n)?" tanya Uraraka yang melihat perubahan wajah (Y/n).


Kemudian (Y/n) tersenyum lebar, "Nggak kok! Lagipula kan kelas B yang akan menjadi hantunya! Aku nggak bakal takut!" ucap (Y/n) dengan semangat. "Iya juga sih" balas Tzuyu.


"Baiklah! Kalian akan mengambil undian untuk menentukan pasangan!" ucap Pixie Bob sambil menunjukkan undian. "Halo, Todoroki-kun... Kau kelompok berapa?" tanya (Y/n) padanya. "Ah, (Y/n)! 2, kenapa?" tanyanya dengan santai. "HAH 2?! SIAPA YANG 2?!" teriak Bakugou mendadak yang muncul. Namun setelah ia melihat (Y/n), mendadak dia menutup mulutnya begitu juga dengan (Y/n).


'Kenapa dia harus disini sih?' batin Bakugou. 'Ah, canggung banget' batin (Y/n). "Kalau begitu terimakasih Todoroki-kun! Aku pergi dulu, sampai nanti Bakugou!" ucap (Y/n) yang langsung pergi. 'Dia sudah tidak memanggilku dengan akrab seperti dulu ya? TAPI KENAPA DIA MEMANGIL SETENGAH-SETENGAH DENGAN AKRAB SEDANGKAN PADAKU NGGAK SIALAN?!' batin Bakugou secara sekilas. 'Sudahlah tak usah terlalu dipikirkan batin Bakugou. "Apa kau masih belum berbaikan dengan (Y/n)?" tanya Todoroki to the point.


"BUKAN URUSANMU SIALAN!?!" protes Bakugou dengan kasar. "(Y/n)!?! Kau kelompok berapaa?" ucap Mineta yang meneror (Y/n). "Uhm... 8?" tanya (Y/n) dengan canggung. "Tidakkk! Kesempatan emaskuu?!" ucap Mineta dengan kecewa.


"Mineta, kau denganku" ucap Ojirou pada Mineta. "Tidakkk!" ucap Mineta dengan kecewa. "Aku harap lain kali deh!" ucap (Y/n) yang berbasa-basi. "Lain kali apanya?! Kau kan mau ke WHS besok!" tentu saja hal itu membuat mereka langsung sedih karena (Y/n) akan pindah esok hari.


"Maaf deh, kalau begitu Mineta-kun... Aku harap kau bisa menjadi lebih baik ya!" ucap (Y/n) sambil tersenyum padanya. Hal itu membuatnya membatu, "Ojirou-kun juga! Kau punya potensi untuk ini, aku harap saat aku ke Jepang lagi... Aku bisa melihatmu yang sudah menjadi pro hero ya!" ucap (Y/n) sambil tersenyum. "M-hm! Aku harap kau juga, (Y/n)" ucapnya dengan nada merendah sambil mengangguk.


"Gara-gara latihan intensif aku jadi ingat kalau (Y/n) harus pergi besok, gero" ucap Tzuyu dengan sedih. (Y/n) hanya bisa tersenyum tulus kepada mereka... "Aku pun sangat bersyukur punya teman seperti kalian" ucap (Y/n) kepada mereka.


-T.B.C. To Be Contunied~

__ADS_1


Halo gais~jangan lupa like ya>


__ADS_2