Be My Side, (Y/N)! | Bakugou Katsuki X (Y/N) | Long Love Story

Be My Side, (Y/N)! | Bakugou Katsuki X (Y/N) | Long Love Story
Chapter 23 - An offer


__ADS_3

//Flashback: On (With Y/n P.O.V)


"SHINEEEEE!?!" ucap Bakugou sambil mengeluarkan bom untuk meledakkan tanah. "He- Bakugou? Kenapa aku harus memulihkan lantai yang kamu bom berkali-kali?" tanyaku padanya.


"Tch- Bukankah aku sudah bilang? KAU ITU HARUS MEMPERKUAT KEKUATAN PEMULIHANMU ITU SIALAN?! BUKANKAH KAU INGIN MENGUASAI TIME TRAVEL?" katanya dengan keras padaku. Kenapa dia sangat baik padaku? Apa dia memiliki tujuan lain?


"Bakugou" panggilku, "Haa?" balasnya. "Kenapa kau ingin membantuku sampai sekarang? Apa ini berhubungan dengan stamina yang sering kuberikan padamu?" tanyaku padanya.


Kemudian kedatangan pesawat di udara itu membuat sesuasana menjadi bising. Karena itu, aku hanya mendengar perkataan sialan yang terakhir ia ucapkan padaku. "Ah begitu ya" ucapku yang berpura-pura mendengar perkataannya. "HAH?! KAU MENDENGARNYA?!" ucapnya dengan kasar. "Eh? Nggak kok! Tadi suaranya ketutupan soalnya" kataku padanya. Aku mengurungkan tindakanku yang berpura-pura itu karena- eh? Aku tak salah lihat kan?


Bakugou, dia terlihat lega? "Bakugou, maaf... Bisakah kau ulangi?" kemudian dia tersentak, wajahnya yang lega itu berubah menjadi suram seperti biasanya. "NGGAK! AKU GAK MAU ULANG!" katanya padaku. "Oh... Oke?" ucapku sambil tersenyum canggung.


Hal itu membuat keadaan canggung sesaat, "Kau itu... Orang terbodoh yang pernah aku kenal, bukankah kau sudah tahu kalau aku tertarik padamu?"


Eh? Dia ini tertarik padaku untuk mempelajari kelemahanku apa gimana sih... Sepertinya gitu deh... "Kamu pengen cari celah dari quirkku kan?" tanyaku padanya sambil menatap curiga. Dia tertawa meremehkanku, "Kalau sudah tahu kenapa nanya?" katanya sambil memandang remeh ke arahku. "Yah~ Mastiin aja" ucapku padanya.


"KALAU BEGITU CEPAT PULIHKAN LANTAI INI SIALAN!?! JANGAN ABIS-ABISIN WAKTU DENGAN CARA NGOBROL!!!" Aku pun tertawa melihat tingkahnya sambil memulihkan lantai yang dia ledakkan.


"JANGAN TERTAWA KUSO!?!"


"KALAU BEGITU AKAN KUTAMBAHKAN LAGI KERUSAKANNYA!?!" "Eh jangan dulu Bakugou! Aku kan belum selesai?"


"BODO AMAT! SOALNYA AKU BENCI ORANG KUAT YANG BERPURA-PURA LEMAH SEPERTIMU! QUIRKMU ITU HARUS TERUS DIKEMBANGKAN BODOH!"


//Flashback: Off  (Back to 3 R.d. Person P.O.V.)


Memori masa lampau saat latihan itu kembali muncul di kepala (y/n), hal itu membuatnya sedikit bersedih saat ingin pindah. Tentu saja, jika dia menerima tawaran ke Amerika... Dia dapat menjadi pro hero lebih cepat dibandingkan anak-anak sebayanya...


Karena di WSH juga ada sistem loncat kelas, "Dan lagi (y/n)... WSH tak hanya melihat dari keterampilan menggunakan quirk, tetapi juga nilai pengetahuanmu yang sangat luas" ucap Nezu kepadanya. Hal itu membuat (y/n) sedikit tersentak, "Terimakasih atas pujiannya, tetapi saya tidak sepinta yang anda kira... Karena saya masih banyak kekurangan" ucap (y/n) sambil tersenyum.


"Begitu ya?" ucapnya sambil kembali memasang senyum ramah. "Kalau begitu (y/n)... Apakah kau masih meragukan dirimu dan juga kepintaranmu itu?" hal itu kembali membuat (y/n) tersentak.


"Karena saat tes tertulis, kami sempat menuliskan soal kelas 12 di Biologi soal reaksi terang dan gelap... Selain itu di fisika, kami sempat menyelipkan soal kimia"


"Apakah kau tahu, nak (y/n)? Kau menjawab semua dengan sempurna di soal biologi... Tetapi sayangnya saat kau mengisi soal fisika... Tampaknya waktunya tidak cukup ya?" ucap Nezu sambil tertawa kecil. "Eh itu... Benar, saya tidak sempat menulis semua yang saya tahu disitu" ucap (y/n) sambil tertawa kecil.


"Tapi, maaf... Apa maksudnya kalau saya berhasil mengerjakan di soal kelas 12?" tanya (y/n) memastikan. "Apa soal yang diberikan itu... Aku berhasil mengerjakannya?" lanjut (y/n) lagi. Kemudian kepala sekolah tersenyum karena kepekaan (y/n), "Iya benar sekali, (y/n)... Dan lagi, apakah kau ingat ujian-ujian yang diadakan sebelum festival olahraga?"


(Y/n) mengangguk, "Itu semua merupakan soal perkembangan alias soal hots yang hanya diberikan padamu" hal itu membuat (y/n) kaget. 'Jadi selama ini... Soalku susah itu apa karena kepala sekolah?' batin (y/n).


//Flashback : On (with Y/n P.O.V.)


 "Yaomomo... Bisakah kau ajari aku tentang materi genetik yang terkandung dalam darah manusia?" tanyaku padanya. "Eh? Materi biologi ya? Kenapa kau ingin belajar itu, (y/n)?" tanya Yaomomo padaku. "Ehm... Bukankah itu bakal masuk di ulangan?" tanyaku padanya.


Kemudian dia mengangkat alisnya, "Kamu tau itu darimana (y/n)?" pertanyaan itu membuatku memberikan kisi-kisi yang diberikan oleh Aizawa sensei padaku.


"Aku melihat ateri itu disini" ucapku sambil menunjuk kisi-kisi. Hal itu membuat Yaomomo serius melihatku, "(Y/n)! Kisi-kisi yang sebenarnya itu harusnya seperti ini!" ucap Yaomomo sambil memberi lihat kisi-kisinya.


"Ah begitu, maaf ya... Yaomomo-san!" ucapku padanya sambil merendah. "Tak apa kok, (y/n)! Mungkin Aizawa salah cetak" ucapnya sambil menyimpulkan. Setelah aku memberi tahu soal kisi-kisi, pada hari itu juga Yaomomo melihat kisi-kisi semua anak di kelasku untuk mengecek adanya kesalahan cetak atau tidak.


Dan ternyata bahan itu hanya ada padaku tidak dengan yang lain, tetapi pada akhirnya Yaomomo tetap menjelaskan materi itu padaku karena dia ingin membagi-bagikan ilmunya. Tentu saja sebelumnya aku yang sudah tau pelajaran Biologi, jadi makin mahir berkat Yaomomo...


Hingga di hari ulangan...


Soal itu muncul di ulanganku, tetapi karena aku tak mau merepotkan Yaomomo lagi... Aku membiarkannya.


**//Flashback: Off **


"Jadi itulah mengapa di pelajaran biologiku... Ada materi tambahan?" tanyaku padanya. Dia mengangguk, "Karena itu aku ingin kau jujur (y/n)... Kau memang sudah mempelajari semua pelajaran sebelumnya kan?" tanyanya lagi padaku.


3 R.d. Person P.O.V.


"Karena itu aku ingin kau jujur (y/n)... Kau memang sudah mempelajari semua pelajaran sebelumnya kan?" tanyanya lagi pada (y/n). (Y/n) menatap ke arah cangkir teh yang dia pegang, meneguk sekali lagi tehnya dan kemudian mulai jujur.


"Itu semua benar, Pak Kepala sekolah... Saya saat kecil dinyatakan anak yang pintar karena saya lancar bicara dan membaca saat umur satu tahun... Tetapi di sisi lain, tubuhku ini memiliki banyak sekali penyakit yang pada umumnya tidak akan terjadi pada anak yang baru lahir..."


"Salah satunya adalah jantung koroner, bukanlah lemak yang menyumbat pembuluh darah jantungku... Melainkan zat kapur, hal ini dikarenakan adanya kesalahan genetik saat aku masih kecil... Selain itu, aku juga menderita hemofilia, thalasemia, dan juga keadaan jantungku yang tidak normal..."


"Aku hanya bisa ikutan menangis saat okaa-san menangis di hadapanku, setelah itu mucul penyakit leukemia dimana sel darah putihku melebihi batas normal"


"Saat kecil, aku selalu memiliki motivasi 'Aku tidak mau membuat Okaa-san menangis lagi' kemudian aku juga mendengar perkataan oba-san yang berkata bahwa buku adalah sumber jawaban... Dari buku kita dapat mengetahui hal yang tidak dapat kita ketahui... Semenjak itu aku selalu mencuri waktu tidur dengan merangkak dan mengambil buku yang jatuh"


"Seiring berkembang, aku pun jadi bisa mengambil buku besar yang ada di rak bawah"


"Tapi hal itu membuat Okaa-san menangis lagi, hal itu dikarenakan gejalaku kambuh saat aku memaksakan diri"


"Tentu saja, okaa-san memindahkan rak buku itu ke ruangan lain... Karena itu aku tidak bisa mencuri buku sama sekali... Namun, quirk-ku ini...Dia datang bagaikan anugerah yang Langit berikan padaku..."


"Sejak itu, kehidupanku mulai berubah... Aku yang tidak mau membuat Okaa-san menangis lagi... Mulai belajar buku fisika dan kedokteran yang kuambil diam-diam dari rak buku... Selain itu juga, untuk mengendalikan quirk cahaya, aku butuh pengetahuan untuk mengendalikan sistem saraf, tekanan, sistem, dan hal-hal yang lain..."


"Itulah mengapa aku bisa menjadi seperti- Eh? Pak Nezu? Jangan nangis pak! Saya sungguh minta maaf!" ucap (y/n) sambil membungkukkan badan tanda permintaan maaf. "Tak apa, aku cuma terharu melihat perjuanganmu itu (y/n)... Karena itu, baiklah aku juga tidak akan memaksamu untuk pergi.. Karena tubuhmu itu sepertinya butuh perawatan" hal itu membuat (y/n) tersambar petir dari dalam (artinya kaget ya ges).


"Eh? Tak perlu pak! Justru saya sekarang sama sekali tak apa! Itu karena quirkku yang membantuku sampai saat ini" jawab (y/n) sambil tersenyum.


"Ah begitu ya? Tetapi sepertinya aku ini terlalu terburu-buru dan terlalu excited dalam menentukan ini... Karena itu aku akan memberikanmu waktu untuk berpikir, nak (y/n)" ucapnya sambil meminta maaf. "Ah... Itu sama sekali tak apa kok, pak! Kalau begitu saya akan diberikan waktu sampai kapan untuk berpikir, ya?" tanya (y/n) ragu-ragu.


"Hm... Itu sih tergantung kamu nak" ucapnya. 'Eh? Bukannya ini malah ngegantungin WHS ya?' batin (y/n) dengan penuh perasaan tidak enak.


"Oh iya... Sebenarnya selain WHS, sekolah ini juga akan mengadakan magang bersama para Pro Hero... Tetapi karena kau tadi sempat kena hukum Aizawa, apakah kau mau melihat undangan siapa saja yang ada padamu?" tanyanya pada (y/n).


Hal itu membuat (y/n) memiliki ide, "Pak Nezu, berhubungan dengan ini saya jadi terpikirkan sesuatu..." ucap (y/n) dengan jujur.


***


Bakugou P.O.V. //Flashback Mode


"Aku tak akan memberitahukannya padamu, memangnya kau memiliki hubungan apa dengannya?"


Memangnya kenapa sih dia tidak mau memberitahuku sialan?! Padahal kan tak salah kalau dia memberitahukan suatu hal tentang anak didiknya yang bodoh itu.!

__ADS_1


Ada apa denganku? Kenapa aku terus berfirasat buruk soal ini?


KUSO!


3 R.d. Person P.O.V.


Kemudian Bakugou melempar alat pelnya itu ke pinggiran, dan meledakkan air yang ada di ember. 'Sialan- bajuku jadi agak bas-' perkataan dalam hatinya itu terhenti saat ia mendengar langkah ingin masuk kamar mandi,


Yura P.O.V.


Pelajaran dari si Ibu banyak gaya itu sama sekali tidak masuk ke otak?! Kesal rasanya... Aku jadi ingin mabal di UKS... Eh, kok ada laki-laki di toilet cew-


Bukankah itu laki-laki kelas A yang ganteng itu? Sial... Damagenya nggak ngotak, kenapa dia disini?


"Ano, kenapa kau disini?" tanyaku padanya sambil memiringkan kepalaku. Dia menoleh ke arahku, "Bukan urusanmu- Sialan!" ucapnya sambil memeras baju bagian bawah yang basah itu.


Apa dia dihukum? Heh- Bukankah ini kesempatan yang bagus untuk ku mendekatinya?


"Namamu Bakugou Katsuki dari kelas A kan? Salam kenal aku Yura tema- Ah bukan... Aku sahabatnya" ucapku sambil tersenyum ceria. Dia terlihat tak peduli sambil kembali membereskan apa yang dia perbuat...


Gila... Sikap nya itu membuatku gemas! Aku jahili lagi atau tidak ya? "Katsuki-kun? Namamu bagus juga" kataku dengan tingkah imut sambil mendekatinya. "JANGAN PANGGIL AKU DENGAN NAMA ITU SIALAN!?! AKU BEN-" perkataannya terhenti saat seorang memasuki kamar mandi...


Ganggu sama- eh? Dia?


(Y/n) P.O.V.


Setelah aku selesai berbincang dengan Kepala Sekolah, aku pun mengambil alat untuk bersih-bersih toilet. Tapi... Tadi sepertinya Aizawa-sensei mengatakan soal pembagian toilet ya? Aku benar-benar lupa... Kemudian aku sampai di toilet pertama yang akanku bersihkan,


"Katsuki-kun?"


"JANGAN PANGGIL AKU DENGAN NAMA ITU SIALAN!?! AKU BEN-"


Tanpa sadar aku membuka pintu toilet dimana suara yang aku rindukan itu berada, ah... Apakah begini alasan Bakugou menjauhiku ya? "Maaf menggangu, saya akan pergi ke toilet yang lain" ucapku sambil tersenyum tulus.


"Eh, (y/n)? Kau disini?" tanya Yura yang berbalik. Aku tersenyum, "Halo Yura! Iya, tapi sepertinya aku akan pergi ke tempat yang lain ya, apakah tidak apa jika kita berbicara nanti?" tanyaku sambil tersenyum.


Dia mengangguk, "Aku mengerti! Sampai nanti ya bestie!" ucapnya sambil tersenyum ceria. Eh itu- Entah mengapa aku merasa dia sedikit meniru style ku... Mungkin aku terlalu berlebihan? Kenapa aku merasa terganggu saat melihat Bakugou dan Yura bersama?


Kemudian Bakugou mengalihkan pandang nya kepada pekerjaannya... Hal itu membuatku menutup pintu toilet dan pergi ke arah lain, yasudahlah emang begini jadinya~ Ayo (Y/n) semangat! Setelah ini kau akan belajar, menentukan nama hero, lalu Takoyaki? Yey!


3 R.d. Person P.O.V.


Kemudian (Y/n) yang berusaha memenuhi dirinya dengan hormon dopamin (hormon bahagia) itu gagal dikarenakan perasaan dalam dirinya itu yang tidak bisa berbohong. 'Hey apa aku ngantuk?' batin (y/n) sambil melihat air matanya yang menetes.


'Udah yuk! Semangat lagi, gpp yuk!' batin (y/n) sambil meneteskan air mata. "(Y/n)?" tanya seorang dengan suara yang tidak asing bagi (y/n).


Hal itu membuat (Y/n) menaruh dua ember yang dia pegang di lantai dan mengusap air matanya dengan cepat, "Halo~ Eh? Todoroki-kun?"


//Other Side (Bakugou P.O.V.)


Kenapa Gadis bodoh itu bisa datang? Dan lagi ada apa dengan tatapannya yang menyedihkan itu? Sialan- Gadis gila ini juga menggangu sekali?! "DIAM SIALAN!?! TELINGAKU BISA RUSAK KARENA KAU!!" teriakku pada extra yang sok-sok kenal itu.


"Minggir!" ketusku padanya sambil mendorong dirinya ke pinggir. "Aw! Jangan gitu dong, beb!" SIAL- ADA APA SIH DENGAN ORANG GILA INI? APA DIA MABUK DARAT?


"Apa seharusnya kusebarkan saja ya? Katanya (Y/n) itu sudah melakukan itu* dengan seseorang ya? Apa itu dengan kau?" katanya sambil meremehkanku. Seharusnya aku tidak boleh marah dengan cobaan murahan seperti ini, "KAU BILANG APA HA?!"


//On Y/n Side - 3 R.d. Person P.O.V.


"Eh? Todoroki-kun?" tanya (Y/n) dengan sedikit kaget. Hal itu membuat Todoroki mengangguk, 'Ternyata dia tidak masuk kelas karena membawa alat bersih-bersih?' tanya Todoroki dalam hatinya. "Kenapa kau tidak masuk kelas? Apa Aizawa yang menyuruhmu unutk membawa alat bersih-bersih?" tanyanya pada (Y/n). "Ah... Mengenai itu, aku dan Bakugou kena hukuman karena melanggar aturan" ucap (Y/n) dengan jujur sabil melihat ke arah lain yang menandakan kalau ia malu.


"Melanggar aturan? Memangnya kau dan Bakugou melakukan apa?" tanyanya dengan jujur. 'Eh? Kok dia jadi penasaran gini?' batin (Y/n). "Eh... Eto... Kau ingat kejadian tadi pagi? Itulah mengapa kami mendapatkan ini semua, tapi..." (Y/n) menghentikan perkataannya sambil menatap lurus Todoroki. Kemudian dia melihat ke arah sekitar, dan tanpa basa-basi (y/n) langsung berbisik ke telinganya. Hal itu membuat Todoroki menegang,


"Bisakah kau tidak memberitahukannya atau menyebarkannya?" bisik (y/n). Suaranya yang kecil saat membisikkan sesuatu, juga suara nafas yang teratur dan lembut itu membuat Todoroki ingat akan pribadi lembut yang dimiliki oleh ibunya sendiri... 'Entah mengapa aku teringat akan perkataan okaa-san saat aku mendengar suara anak ini' batin Todoroki secara sekilas.


"Memangnya kenapa kalau aku menyebarkannya?" tanya Todoroki dengan jujur. 'Aduh... Anak ini kyknya terlalu polos ya?' kata (Y/n) dalam hatinya sambil mengembalikan posisinya.


"Sebenarnya aku tak mau nama Bakugou jadi jelek karena ulahku... Lagipula sepertinya waktuku disini tak akan lama" kata (Y/n) dengan jujur.


"Apa maksud dari waktu mu yang tidak lama?" hal itu membuat (y/n) menegang dan tersadar akan tidakannya yang hampir memberi tahu dirinya yang ingin pindah itu. "Eh... Eto? Hm... Tolong lupakan! Aku hanya melantur saja, karena itu tolong jangan bicarakan soal ini ya!" ucap (y/n) sambil tersenyum ceria.


Hal itu membuat Todoroki tersadar akan satu memori yang dia lupakan,


//Flashback: on (With Todoroki P.O.V)


Saat aku masih kecil, aku ingat di saat aku terkena luka bakar karena teko yang dipanaskan oleh Ibuku... Setelah itu si Pak Tua langsung membawaku ke rumah sakit, dan benar saja... Luka bakar ini dinyatakan akan tinggal seumur hidup, hal itu membuat diriku marah dan kesal karena tindakannya yang melukai Okaa-san sampai segitunya.


Aku benar-benar tidak bisa lupa akan kenangan Okaa-san yang menangis saat menelpon Obaa-san.


*Fyi : Bagi kalian yang bingung sama arti oba-san dan obaa-san akan ku kasih informasi singkat ya^^ (Oba-san \= bibi, obaa-san \= nenek):3 Gitu aja ya ges:3 // mari kita lanjut ke cerita yeyy:D


Tetapi setelah itu perhatianku dialihkan oleh seorang anak kecil perempuan yang kira-kira umurnya sebaya denganku itu secara mendadak duduk di sebelahku... "Halo!" ucapnya dengan senyum ceria.


Gadis kecil itu tampak kurus seperti sedang mengidam penyakit, penampakannya itu terlihat lebih menyedihkan dibandingkan Okaa-san... Karena itu aku langsung memberanikan diri untuk bertanya padanya, "Apa kau baik-baik saja?" tanyaku dengan jujur.


Gadis kecil itu tersentak karena pertanyaanku, "Daijobu~! Watashi wa genki desu! Kau tak perlu khawatir!" katanya lagi sambil tertawa ceria. Yang terlintas di pikiranku hanyalah... Mengapa anak ini bisa tertawa di saat dia mengalami kondisi yang mengerikan seperti ini?


//Flashback: off


Kemudian Todoroki tersenyum kepada (Y/n), tentu saja itu membuat (y/n) lega bahwa Todoroki menyetujui perkataannya. "Karena itu, aku pergi dulu ya Todoroki-kun! Makasih banyak" ucap (Y/n) padanya.


Todoroki mengangguk, "Aku harap kau sudah bisa menentukan nama heromu dan juga tempat magangmu" ucapnya sambil memberi tahu bahan materi yang tadi pagi (y/n) lewatkan. "Kuharap begitu, trimakasih Todoroki-kun!" ucap (Y/n) sambil mengambil kedua ember yang sedari tadi dia taruh di lantai dan mulai melangkah.


"Sekali lagi terimakasih ya, Todoroki-kun!" kata (y/n) sambil mengucapkan kata terimakasih yang tulus padanya.


***


Bakugou P.O.V.


"Eh, ternyata benar ya? Wah-wah tak kusangka ini akan menjadi begitu vulgar~" ucapnya sambil memulai tingkah menjijikan. Aku melangkahkan kakiku dengan tegas, "HEI! DENGAR YA! GADIS BODOH ITU TAK MUNGKIN MELAKUKAN HAL YANG SEPERTI ITU SIALAN!?!"

__ADS_1


3 R.d. Person P.O.V.


Bakugou yang tidak mengerti akan emosi dan dirinya sendiri itu tanpa sadar melindungi (Y/n) dengan perkataannya sendiri, di sisi lain dia berusaha untuk menyangkal (Y/n) yang mulai masuk menjadi bagian dalam hidupnya itu. "Yah~ Tak ada pasangan yang mau mengaku setelah melakukan itu kan?" kata Yura sambil memanas-manasi Bakugou.


Kemudian Bakugou terhenti dan mengingat kembali perkataan Monoma, "Apa jangan-jangan... Kalian berdua pacaran Back Street ya?" ucap Yura sambil tersenyum licik. Hal itu membuat Bakugou mengepalkan tangannya dengan kuat, di dalam hatinya... Dia benar-benar membenci orang yang mengata-ngatai orang seperti itu... Dan juga orang yang menusuk dari belakang, hal itu membuat dirinya kembali memegang satu hal yang pasti 'bahwa tidak ada seorang yang baik di dunia ini, dunia ini sangat jahat, tidak ada yang namanya teman'


Dengan kasar Bakugou langsung menarik kerah Yura, "BICARA SEKALI LAGI AKAN KUROBEK MULUTMU DENGAN LEDAKANKU SIALAN?!"


"AKU BENCI ORANG YANG LICIK DAN MENUSUK DARI BELAKANG SEPERTIMU?!"


Hal itu membuat Yura tersentak dan merasa kembali tertantang, lalu menjilat bibirnya dengan gerakan lidah yang lincah itu. Hal itu membuat Bakugou tersentak dan melempar Yura ke dinding, "Gadis GILA!?! AKU TIDAK SUKA DENGANMU SIALAN!?!" kemudian pergi dan mengejar (y/n).


//Di saat Bakugou kabur mengejar (Y/n)


"Hah~ Gila! Dia itu kuat banget! Aku jadi ingin menikahinya lebih cepat! Aaaa~! Perasaan ini membuatku jadi ingin mengambil jantungnya" pekik Yura dengan kegirangan.


Bakugou P.O.V.


INI GILA SEKALI SIALAN?! KENAPA GADIS BODOH ITU MAU BERTEMAN DENGANNYA?! AKU HARUS MEMBE-


3 R.d. Person P.O.V.


'INI GILA SEKALI SIALAN?! KENAPA GADIS BODOH ITU MAU BERTEMAN DENGANNYA?! AKU HARUS MEMBE-' kemudian Bakugou menghentikan perkataan yang ia sebutkan di dalam hatinya itu. Hujan lebat yang mengikuti sesuasana itu sangat mendukung Bakugou untuk menyadari perbuatannya, 'Tunggu... Kenapa aku ingin memberi tahunya soal ini? Bukankah lebih baik dia jatuh karena konflik yang ada? Bukankah itu akan lebih baik untuk membiarkannya di D.O. dari sekolah? Sebenarnya ada apa denganku?' batin Bakugou.


Kemudian ekspresinya berubah saat Todoroki datang ke arahnya, "Bakugou" panggil Todoroki.


"Mau apa kau, setengah-setengah?" tanya Bakugou sambil mengernyitkan keningnya. "Aku tak suka bertele-tele... Apa masalahmu dengan (y/n)?" tanya Todoroki kembali padanya. Keikut campuran Todoroki itu membuat Bakugou termenung sejenak dan kembali merasakan emosi di dalam dirinya, "Kau tidak tahu kalau kau sudah membuat anak itu menangis? Sebenarnya apa yang kau lakukan padanya?" hal itu membuat Bakugou tersentak.


"JANGAN IKUT CAMPUR MASALAH ORANG SIALAN?!" teriak Bakugou padanya. Kemudian terdengar suara bel istirahat, "Ah sudah bel?" ucap Todoroki sambil melihat ke arah lain. "HOI JANGAN MENGALIHKAN PEMBICARAAN!" lanjut Bakugou. "Maaf karena sudah ikut campur, aku akan pergi" ucap Todoroki langsung melangkah pergi.


'Kuso' batin Bakugou.


(Y/n) P.O.V.


Setelah aku memperbaiki sesuasana perasaanku, rasanya aku terlalu berlebihan nggak ya? Sampai-sampai aku menggunakan klonku untuk membersihkan toilet hingga bersih dan kiclong, bahkan barusan...


//Flashback: On


Yosha! Aku akan membereskan semua toilet!


Extra Energy ! Energy Paralyzes ! Ilution Of Energy !


3 R.d. Person P.O.V.


Keadaan (y/n) yang saat itu bersemangat untuk membersihkan toilet, membuat dirinya cepat dalam menyelesaikan tugasnya. Berkat klonnya yang banyak itu dia dapat menyelesaikannya dalam waktu singkat sekitar 20 menit... Namun karena quirknya sempat dipakai secara berlebihan, (Y/n) tidak sadar kalau dia sudah membersihkan sebesar 3/4 dari seluruh toilet.


Di sisi lain, timbul gossip baru di U.A soal keterampilan (y/n) dalam bersih-bersih.


Dan di lain sisi, saat Bakugou ingin berpindah tempat untuk embersihkan toilet yang lainnya, dia dikagetkan dengan keadaan toilet yang benar-benar bersih. 'Sebenarnya aku ini sedang beruntung apa bagaimana?' batinnya secara sekilas.


//Flashback: Off


Huft... Ini benar-benar kerja kerasku~ Sekarang aku dapat kembali ke kel- eh?


Author Naration P.O.V.


Saat (y/n) ingin mengembalikan alat kebersihan, dia dikagetkan oleh kedatangan gurunya yakni Aizawa. "(Y/n) kau sudah sel-" ia menghentikan perkataannya karena melihat toilet yang sudah bersih berkatnya. "Kau ini benar-benar menganggap hukuman itu hukuman beneran ya?" gumam Aizawa.


"Iya, saya sudah menyelesaikannya" ucap (Y/n) sambil tersenyum ke arah gurunya itu. "Kalau begitu, setelah kau meletakkan alat kebersihan di tempatnya... Datang ke kantor guru bersamaku" ucap Aizawa kepada (Y/n).


"Ah begitu ya? Baik sensei" ucap (y/n) padanya. Kemudian Aizawa mengangguk dan pergi,


(Y/n) P.O.V.


Huft... Baiklah sepertinya ini saatnya aku menghentikan pembagian energi, dan menghilangkan klon! 'Stopped Energi! ' kemudian aku kembali merasakan gejala serangan jantung yang sudah lama tidak aku rasakan, hal itu sempat membuatku berhenti menafas untuk sesaat. Karena itu dengan cepat aku mengembalikan energiku dengan cara mengambil energi yang tersisa...


Sial, apa aku terlalu berlebihan?


3 R.d. Person P.O.V.


Dikarenakan mereka berdua tinggal di lingkungan yang sama, kebetulan bertemu secara tak sengaja itu benar-benar tidak bisa dihindari oleh mereka berdua. Seakan-akan waktu kembali berhenti, mata mereka berdua saling bertaut... Tetapi dengan cepat kedua pihak itu memutus eye contact mereka.


Kemudian (Y/n) membuka pintu terlebih dahulu, hal itu sudah pasti kalau Bakugou mengikutinya dari belakang. "Ya, apa masalah kalian berdua sudah lebih baik?" tanya Aizawa pada mereka berdua. Mereka tampak diam sesaat, "Kami baik-baik saja, sensei" jawab (Y/n) dengan perasaan yang sedikit tidak yakin.


'Sebenarnya masalah kalian masih belum selesai, kan? Tetapi sepertinya ini lebih baik daripada sebelumnya?' batin Aizawa.


"Dibanding itu, sehabis ini kalian akan ada pelajaran tambahan untuk menentukan nama hero... Dan ini adalah rincian dari tempat-tempat magang bersama Pro Hero" ucap Aizawa sambil memberikan kertas ke Bakugou dan (Y/n). "Aku harap kalian dapat memilih tempat magang yang tepat agar tidak menyesal di kemudian hari, di saat yang lain pulang... Kalian akan diam di kelas untuk pelajaran tambahan" lanjutnya lagi.


"Apa ada pertanyaan?" tanya Aizawa. "Tidak ada, sensei" jawab (Y/n) dengan tegas. "Bakugou?" tanya Aizawa. "Tcih, tak ada" balas Bakugou.


"Kalau begitu kalian bisa istirahat, dan setelah itu melanjutkan kegiatan selanjutnya" kata Aizawa sambil membubarkan mereka berdua. "Kalau begitu, saya permisi" ucap (Y/n) sambil membungkuk kepada Aizawa dan pergi. Sedangkan Bakugou dia ikutan menyelonong, 'Dasar anak jaman sekarang' batinnya.


//Di jalan...


"Hoi" panggil Bakugou. Hal itu membuat langkah kaki (y/n) terhenti, 'apa dia memanggilku?' batin (y/n). Muncul pertanyaan seperti 'mengapa' di kepala (y/n) itu membuat dirinya semakin tegang, "Kau yang membereskan seluruh toilet kan?" tanya Bakugou yang mulai mendahului (y/n).


"Seluruh toilet?" tanya (y/n) kepadanya. Bakugou menghentikan langkahnya karena mendengar jawaban yang tidak ia ekspetasikan. "Jangan pura-pura sialan!" ucapnya pelan. "Sebenarnya aku tak begitu tahu, tetapi sepertinya iya... Karena saat membereskan toilet, aku menggunakan klonku untuk membersihkan toilet dengan cepat... Selain itu aku benar-benar lupa dengan perintahku yang kuberikan pada mereka" jawab (Y/n) dengan jujur.


Mereka berdua terdiam dengan sesuasana sekolah yang ramai karena para siswa sedang melaksanakan istirahat.


"Kalau begitu, sekarang kita jalani saja hidup masing-masing tanpa memedulikan satu sama lain"


Detak jantung seperti terhenti secara sesaat, (Y/n) yang tidak berpikir panjang itu pun langsung mengangguk. "Hm, terimakasih.. Bakugou" hal itu membuat Bakugou sedikit tersentak karena panggilannya... Dirinya yang sering dipanggil 'Bakugou-kun' oleh (Y/n), sekarang sudah sirna... Benar-benar menghilang bagaikan debu.


'Tak usah mengatakan begitu, kau tak perlu mengatakan terimakasih padaku' adalah kata-kata yang tak sempat Bakugou sebutkan saat mengucapkan selamat tinggal. Dan pergi meninggalkan (y/n)...


-T.B.C. To Be Contunied~


Jangan lupa like ^3^~

__ADS_1


__ADS_2