Be My Side, (Y/N)! | Bakugou Katsuki X (Y/N) | Long Love Story

Be My Side, (Y/N)! | Bakugou Katsuki X (Y/N) | Long Love Story
Chapter 27 - Her mother intuition


__ADS_3

Chapter hari ini agak lebih panjang ya ges, kalau bisa kalian luangin waktu selama 30 menit ya:3 


3 R.d. Person P.O.V.


"(Y/n)... Kau tak apa?" tanya Todoroki pada (Y/n). "Maaf... Aku ini menyedihkan sekali ya?" tanya (Y/n) padanya. "Kau sama sekali tak bersalah... Jadi jangan salahkan dirimu sendiri, (Y/n)!" ucap Todoroki yang menenangkannya. "Apa benar begitu?" tanya (Y/n) padanya.


Todoroki mengangguk, 'Kalau aku melihatmu seperti ini, rasanya aku jadi teringat soal Okaa-san secara terus menerus...' batin Todoroki dalam hatinya. Apa ini akan berhasil? Kemudian Todoroki memeluknya dari belakang, "Todoroki-kun?" tanya (Y/n) yang kaget karena itu.


Seketika (Y/n) menghentikan waktu karena emosinya yang tidak stabil, namun Todoroki tetap dibawa olehnya di saat waktu berhenti. Hal itu membuat Todoroki tersadar dengan gravitasi yang mulai mengurang, di saat Todoroki ingin melepaskan pelukannya... (Y/n) memegang tangannya yang meligkarinya itu dengan erat, "Kumohon katakanlah lagi kalau aku tak bersalah" ucap (Y/n) dengan pelan. "Kau tidak bersalah sama sekali, (Y/n)" ucapnya dengan tulus.


(Y/n) terdiam, "Terimakasih banyak" katanya dengan tulus. Suara lembutnya itu membuat Todoroki semakin teringat dengan ibunya yang berkata terimakasih juga padanya, setelah itu Todoroki melepaskan pelukannya.


(Y/n) pun berbalik padanya, "Di saat kau dan Bakugou bertengkar, aku jadi teringat okaa-san yang sekarang sudah tidak tinggal bersama si pak tua" ucapnya. "Dirimu yang seperti itu, membuatku jadi ingin terus membantumu" ucap Todoroki sambil menatap ke mata (Y/n) dengan tulus. "Aku mengerti dengan perasaanmu itu, Todoroki-kun... Terimakasih banyak karena sudah berada di sampingku" jawab (Y/n) sambil tersenyum.


"Itu gunanya teman bukan?" hal itu membuat (Y/n) merasa sedih karena ia harus meninggalkan U.A.


"Todoroki-kun... Terimakasih banyak, kebaikanmu akan terus kuingat sampai aku pergi nanti" kata (Y/n) sambil tersenyum ceria. Kemudian Todoroki kaget mendengarkan apa yang dikatakan (Y/n), 'Pergi? Kemana?' batin Todoroki.


(Y/n) tersenyum, "Aku benar-benar berterimakasih banyak padamu, karena... Selanjutnya aku akan melanjutkan jalan takdirku" ucap (Y/n) sambil menatap ke atas.


//Di Sisi Lain


"Sepertinya ini sudah ketiga kalinya waktu terhenti dengan sendirinya... Bukankah ini memiliki pemicunya, shiragaki?" tanya All For One pada Shiragaki. Shiragaki mengganguk, "Bukankah sudah saatnya untuk kita bergerak mendapatkan benih evolusi itu?"


//Back to Present


(Y/n) mengembalikan waktunya setelah ia menjelaskan semuanya kepada Todoroki, "(Y/n) untunglah kau belum pulang, aku perlu memberitahumu sesuatu" ucap Aizawa yang tiba-tiba mendekati mereka berdua. "Ah baik, kalau begitu Todoroki-kun... Terimakasih banyak ya!" ucap (Y/n) sambil tersenyum ceria.


Todoroki mengganguk dan tersenyum tulus padanya, hal itu membuat (Y/n) sedikit merona karena dia baru pertama kali melihatnya. "Kau cocok kalau kau tersenyum, kau nggak coba itu untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari?" tanya (Y/n) sambil berbasa-basi.


"Akan kupikirkan" jawab Todoroki padanya. Setelah itu (Y/n) pamit kepada Todoroki dan mengikuti Aizawa. Kemudian Todoroki kembali memikirkan apa yang dikatakan (Y/n) padanya,


//Flashback : Todoroki P.O.V.


"Lalu, apa kau sekarang membenci Bakugou?" tanyaku padanya. Hal itu membuatnya terdiam dan kembali membuat senyuman, "Aku tak punya alasan untuk membencinya... Lagipula kalau aku membencinya... Itu hanya akan membuang-buang waktu bukan? Aku tak mau menyimpan dendam atau apapun itu dalam hatiku yang sekarang sedang mengalami damai sejahtera" ucap (Y/n) yang kini bersyukur terhadap keadaannya sendiri.


"Apa kau tidak lelah untuk menahan semua tangis? Menangis saja kalau kau ingin" kemudian aku menghentikan perkataanku disaat dia menggeleng-gelengkan kepalanya. "Aku memang sudah lelah, namun aku tidak mau menghabiskan tangisanku hanya kepada masalah yang ada di luar kendaliku... Sekarang, aku hanya bisa berserah kepada langit yang memberikanku takdir ini... Sepertinya dia memiliki alasan mengapa aku seperti ini" jawabnya sambil tersenyum.


Bakugou itu benar-benar bodoh, tak ada perempuan lain yang bahkan bisa mengalahinya... Benar-benar... Dia ini sedikit mirip dengan Okaa-san, "Kalau kau menangis karenanya aku akan marahi Bakugou" kataku padanya. Kemudian dia tertawa, "Kenapa kau tertawa?"


"Kan sudah kubilang! Jangan terlalu menyimpan dendam, Todoroki-kun!" ucapnya lagi dengan senyum ceria. Aku mengerti sekarang, mengapa dia dikatakan sebagai gadis cahaya oleh Bakugou...


Gadis Cahaya merupakan kiasan dengan makna tersirat di dalamnya, tetapi apakah bisa jika aku maju sedikit untuk melindunginya? "Todoroki-kun"


"Ah, iya?"


"Aku ingin pindah ke WHS, semester depan... Karena itu bisakah kau tidak menyimpan dendam pada Bakugou? Karena bukan dia yang menyebabkan semua ini... Tapi aku"


(Y/n) P.O.V.


Aku mengikuti langkah Aizawa-sensei yang mengajakku ke suatu tempat, tapi... Aku benar-benar tak menyangka kalau hanyalah aku yang menjadi penguji mereka semua...


Kewajiban dan tanggung jawab ini membuatku takut gagal untuk ke depannya...


//Flashback: On


"Kalau begitu (y/n)... Untuk ujian praktik, apakah kau bersedia untuk melawan seluruh murid jurusan pahlawan?" tanya Pak Kepala Sekolah dengan serius. "S-saya?" tanyaku dengan nada yang kaget.


"Iya, bagaimanapun jika dilihat-lihat lagi... Kau ini memiliki bakat yang sudah selevel dengan pro-hero, mirko sudah memberitahuku soal itu" ucapnya lagi. Eh? Sampai Mirko-senpai juga?


"Mirko-senpai memberi tahu soal ku?" tanyaku padanya. "Benar! Karena itu, aku rasa kau perlu diuji lagi dan dilatih lagi oleh para guru dan kakak-kakak kelasmu..." ucap Pak nezu padaku.


Kemudian aku membungkuk, "Jujur saya ini masih memiliki banyak kekurangan... Karena itu saya akan berusaha untuk memenuhi tanggung jawab saya" kataku padanya. "Baguslah, kalau begitu! Selain itu kemenanganmu terhadap mereka juga akan ditulis sebagai nilai ujian praktik akhirmu di U.A" ucap Pak Kepala Sekolah Nezu lagi.


"Selain itu... Ujian tertulismu akan diadakan di tempat yang berbeda dibandingkan teman-temanmu" lanjutnya lagi. Eh? Terpisah?


"Terpisah?" tanyaku dengan nada yang sedikit kaget. Kemudian dia tersenyum, "Iya! Karena bahan pelajaranmu akan berbeda dibandingkan dengan milik teman-temanmu" katanya sambil tersenyum. "Eh... Anu... Saya masih memiliki banyak kekurangan, karena itu saya rasa saya tidak bisa mempelajari semua pelajaran SMA dalam waktu yang singkat ini, karena itu maafkan saya karena sudah mengecewakan anda!" tolakku kepadanya.


"Bagaimana jika kau dites dulu oleh Aizawa saat pulang sekolah?" tanyanya lagi. "Eh..?" tanyaku padanya. "Kami akan mengetes batas pengetahuanmu itu, lalu setelah tahu batasan akademikmu... Kami akan menambahkan sekitar 10% dari batasanmu itu... Jadi kau hanya perlu belajar 10% dari tambahan itu" sepertinya sekolah benar-benar ingin mengujiku ya?


Bagaimanapun ini adalah kesempatan sekali seumur hidup... Aku harus menerimanya!


"Baiklah!" ucapku dengan mantap. "Kalau begitu... Sekarang kau akan bolos dua jam pelajaran untuk melakukan tes dengan kakak-kakak kelasmu ini" katanya sambil tersenyum padaku. Eh? Lawan kakak kelas?!


3 R.d. Person P.O.V. //Di tempat tanding yang di sediakan sekolah.


"Kalau begitu aku akan menjadi jurinya! (Y/n) tugasmu adalah melawan sekaligus para seniormu ini... Tapi tugasmu adalah memasang borgol yang kini sedang kau pegang, jadi jika mereka tertangkap... Itu adalah hal yang bagus, tetapi... Mereka memiliki jangka waktu selama 5 menit untuk berusaha melepaskan borgolnya... Jadi, kau harus memastikan di waktu 5 detik itu mereka tidak dapat melepaskan diri... Jangka waktu mu untuk menangkap mereka adalah 20 menit, apa kau siap?" tanya MidNight padanya.


(Y/n) tersenyum tipis, "Baiklah... Aku akan berusaha sekuat mungkin... Mohon bantuannya senpai!" ucap (Y/n) kepada Big Three. "Sepertinya adik kelas kita ini sudah bersemangat, bukankah begitu?" kemudian Nejire mengganguki pernyataannya.


"Saa! 3, 2, 1! Mulai!" ucap MidNight sambil memulai pertandingan.


Nejire yang mengeluarkan gelombang miliknya, lalu Mirio yang siap menyerang (Y/n) dengan quirknya itu secara tidak sengaja dia melepaskan bajunya saat menembus ke tanah... Sedangkan Tamaki kini menjadi pertahanan bagi Nejire agar mencegah (Y/n) menangkapnya,


singkat cerita... (Y/n) berhasil mengecoh mereka semua dengan ilusi yang dibuatnya... "Sejak kapan?" gumam Tamaki dan Nejire secara bersamaan. "Iya... Ternyata rumor soalmu itu tak main-main ya" balas Mirio.


"Terimakasih banyak atas pujianmu itu, senpai!" ucap (Y/n) sambil tersenyum. "Baiklah, (Y/n) menang!" ucap MidNight memutuskan.


Setelah itu, (Y/n) melepaskan kendalinya atas quirknya kepada kakak kelasnya itu... Setelah itu karena (Y/n) terlalu menggunakan quirknya secara berlebihan, (Y/n) langsung ambruk ke tanah dan memegangi dadanya.


"(Y/n)?!- (Y/N)?! DAIJOBU?" tanya Nejire yang khawaitr sehingga dia langsung mendekati (Y/n). Wajah (Y/n) kini sangat pucat, dia berusaha untuk berfotosintesis dan mengembalikan energinya... Hal itu membuatnya mengambil seluruh energi yangs sudah didapatkan klonnya di tengah lapangan, hal itu membuat klonnya hilang sehingga (Y/n) harus menempatkan klon yang baru.


Setelah (Y/n) membuka mata, kini Nezu dan seluruh guru pun tahu apa yang harus segera diatasi oleh (Y/n).


//Flashback: Off (Back to y/n P.O.V.)


"Sekarang... Kau memiliki waktu sebanyak 1 jam untuk mengisi 30 soal... 30 soal ini terus berurut dari level mudah ke yang paling sulit... Tentu saja setiap soal mencakup studi kasus dan juga penggabungan teori seluruh pelajaran di SMA, isi saja sebisanya sesuai kemampuanmu itu" ucap Aizawa padanya.


"Baik, sensei" jawab (Y/n). "Jangan menyontek, karena aku akan tidur di saat mengawasimu" ucap Aizawa yang sudah menyiapkan sleeping bagnya. "Baik sensei!" ucap (Y/n) kepadanya. "Kata siapa kau akan tidur?" ucap Present Mic yang tiba-tiba masuk kelas.


"Ah... Mic-sensei!" ucapku padanya. "Yo, halo! Eraser head! Kau tak boleh tidur! Aku akan menemanimu mengawasinya!" katanya pada Aizawa sensei. "Kalau kau datang justru bagus, aku akan tidur" katanya dengan santai. "No no no! No way you can do like that?! Itu sangat tidak sopan!" protes Present Mic. "Berisik! Anak muridku ingin mengisi soal!"


Pada akhirnya Present Mic yang mengawasiku, sedangkan Aizawa-sensei diganti oleh MidNight sensei.


Author Naration P.O.V.


Waktu bergulir dengan cepat, (Y/n) berhasil menyelesaikan semua soal dengan kepalanya yang sedikit pusing karena terlalu memaksakan agar ia ingat semua yang ia pelajari dan ia ingat...


"Kalau begitu... Kerja bagus Nak (Y/n)! Untuk sekarang kau boleh pulang, dan untuk hasil akan kukirim lewat email sekolah" ucap MidNight sambil menerima kertasnya. "Ah... Baik, terimakasih banyak!" kata (Y/n) sambil membungkukkan badan kepada mereka berdua. "Sehat-sehat ya! Aku percaya anak teladan sepertimu pasti bisa masuk WHS, jadi don't give up okay?!" ucap Present Mic sambil menyemangati.


"Okay sensei! Thank you so much for you're suport!" kata (Y/n) padanya dengan bahasa Inggris. 'Bahasa inggrisnya itu membuatku terharu' batin Present Mic yang terpesona dengan speech (Y/n).


Pada akhirnya (Y/n) pergi dari ruangan setelah pamit, "Mic... Kau lihat ini? Anak itu benar-benar pintar" gumam MidNight sambil melihati kertasnya. "He? Coba aku lihat!" ucap Present Mic sambil melihati kertasnya. Namun karena Present Mic hanya mengerti pada bidangnya yakni bahasa inggris... Dia dapat melihat kalau (Y/n) berhasil menjawab soal yang berbahasa inggris itu dengan benar, "Kau benar! She's totally a genius!" balas Present Mic dengan logat bahasa inggrisnya itu.


*Fyi : semua soal (y/n) dituliskan dengan bahasa Inggris... Btw, kalian tau nggak readers? Itu sebenernya U.A ambil soal ujian masuk dari WHS loh! Wah gila saya iri:') //plak, okay back to the story^^~


//Skipped Time : Di rumah (Y/n) - 3 R.d. Person P.O.V.


"Tadaima" ucap (Y/n) dengan lantang. "Tadaima, (Y/n)!" ucap Okaa-sannya itu padanya. "Eh? Okaa-san?" kata (Y/n) dengan senyum cerianya. Kemudian dengan cepat ia berlari dan memeluknya. "Okaa-san juga okaeri! Aku punya banyak hal yang harus kuceritakan pada Okaa-san selama okaa-san pergi ke hosu!" ucap (Y/n) sambil tersenyum ceria.

__ADS_1


"Wah? Sebanyak itu kah?" tanya Okaa-san padanya. "Iya! Banyak banget loh!" ucap (Y/n) dengan senyum ceria. "Kalau begitu kau bisa menceritakannya setelah mandi ya!" ucap Okaa-san pada (Y/n). "M-hm! Baik, Okaa-san!" jawab (Y/n) dengan senang.


"Ngomong-ngomong Katsuki gimana kabarnya?" hal itu membuat (Y/n) sedikit kaget. Okaa-san yang peka terhadap keadaan (Y/n) itu jadi penasaran dengan apa ekspresi (Y/n).


"Katsuki dia benar-benar banyak sekali berkembang! Aku rasa aku harus mengejarnya lagi!" ucap (Y/n) sambil menyembunyikan perasaaan yang sebenarnya. Hal itu membuat Okaa-san percaya dengan kemampuan akting (Y/n) dan tidak mencarinya lebih jauh. "Baiklah... Lain kali bawa dia ke rumah ya!"


"Haii'k~!" ucap (Y/n) sambil tersenyum ceria. "Kau mau apa lagi? Cepat mandi! Okaa-san bawakan takoyaki dari hosu loh!" bujuk Okaa-san padanya. "Eh?! HWAA! ARIGATOU GOZAIMASU!"katanya sambil berlari kecil menuju kamarnya untuk mengambil baju. "Aku cabut karena mau makan takoyaki yey!" hal itu mebuat Okaa-san tersenyum kecil melihat tingkah anaknya itu yang seperti anak kecil.


Jauh di belakang layar... Hatinya itu semakin retak saat mendengar nama 'Bakugou Katsuki', itu membuatnya ingin menangis sekali lagi. Kata-kata Bakugou itu terus terngiang-ngiang di kepalanya.


'Apakah aku bisa menghapus ingatanku sendiri? Tapi kalau aku menghilangkannya bukankah aku juga akan melupakan pengalaman bertarung yang aku pelajari darinya? Mengapa aku egois sekali...' batin (Y/n).


Kemudian (Y/n) kembali menggunakan ilusi wajah, agar ia tidak terlihat seperti sedang menangis...


Bakugou P.O.V.


Setelah aku melihat Si setengah-setengah dengan gadis gila itu di kelas berduaan saat aku ingin mengambil pensilku yang ketinggalan... Entah mengapa aku merasa kalau aku memang tak layak di sebelahnya, di sisi lain... Aku benar-benar tak peduli dan benci dengan dirinya yang pura-pura mengkhawatirkanku saat awal-awal.


Apa tujuannya itu membuat diriku meninggal? Jantungku pun rasanya ingin berhenti berdetak jika bersama dengannya... Apakah dia memang semanipulatif itu?


Sialan... AKU BENAR-BENAR SUDAH GILA!


INGAT SIALAN! KAU HARUS MENJADI KUAT DIBANDINGKAN SEMUANYA!


TEMAN?! APA ITU TEMAN?! AKU TAK PERLU TEMAN SIALAN?!


.


.


Sial... Kenapa aku jadi se-emosional ini.. Seharusnya aku tidak mengatakan itu padanya, bagaimana jika dia mati? SIALAN KENAPA AKU BERPIKIR SEPERTI ITU?! DIA KAN TAKKAN MATI! DIA ITU KUAT SIALAN!?!


TUNGGU... KENAPA AKU MALAH MEMBELANYA SIH?! SADAR KATSUKI SADAR! DIA ITU CUMA SAMPAH KENAPA KAU JADI HARUS REPOT KARENA ITU?!


3 R.d. Person P.O.V. //P.O.V. yang menceritakan kedua sisi


(Y/n) yang baru saja masuk kamar mandi, dia kembali merasakan hal yang sedari tadi ia tangisi... 'Aku tak mau menangis... Tetapi mengapa aku harus nangis lagi?' batin (Y/n).


Sedangkan Bakugou, sekarang dia sedang belajar di kamarnya untuk persiapan PAS... Namun karena pikirannya terlalu penuh dengan (Y/n), dia memutuskan untuk keluar lewat jendela kamarnya menuju halaman untuk melatih fisiknya sekaligus melepaskan segala emosi yang dia punya. 'Sialan! sudah tak usah dipikirkan, sialan! Mengapa di saat begini aku terus memikirkannya?! LAGIPULA KENAPA SIH AKU MAU BERTEMAN DENGAN DIA?!' batin Bakugou.


'Sebenarnya dimana masalahnya? Kalau aku mau menyelesaikan masalah aku harus fokus pada solusinya kan?' batin (Y/n) sambil mematikan showernya dan mengambil sabun.


'Tetapi... Bakugou sudah mengambil tindakan yang tepat bukan? Dengan memutus hubungan? Dari awal memang aku tak cocok dengannya... Aku yang selalu sabar itu rasanya tidak akan merubah dirinya yang seperti itu, karena sikap ambisius yang berbeda... Aku rasa ini malah menjadi toxic untukku... Rasanya aku terlalu egois.. Aku yang terlalu ingin merubah dirinya, aku yang terlalu ingin dekat dengannya itu, tanpa kusadari aku malah egois di depannya...' batin (Y/n).


Bakugou tiba-tiba teringat akan suatu hal di memorinya,


//Flashback : On (3 R.d. Person P.O.V. - With Bakugou side) 


"Bakugou... Kenapa kau mempercayaiku?" tanya (Y/n) secara mendadak. Hal itu membuat Bakugou berpikir sejenak, "KENAPA KAU BERPIKIR HAL SEPERTI ITU SIALAN!?! AKU TAK MENGERTI LAGI DENGAN ISI DAN JALAN OTAKMU ITU!" protes Bakugou yang kini tidak dapat memberikan alasannya.


"Memangnya nggak ada ya?" tanya (Y/n) padanya. 'Ya kalau dipikir-pikir lagi ada sih...' batin Bakugou. 'TAPI GW MALES AJA GITU MIKIRNYA!?!' batinnya lagi.


//Flashback : Off (Back to 3 R.d. Person P.O.V. yang meceritakan kedua sisi)


'CINTA CINTA CINTA, TAK ADA YANG NAMANYA CINTA SIALAN!' batin Bakugou yang berhasil merubuhkan salah satu pohon di rumahnya. 'MENGAPA AKU HARUS BERPIKIR SEPERTI ITU SAAT BERSAMANYA DULU?!' batinnya lagi.


"KATSUKI! KAU RUBUHKAN POHON LAGI YA?! KAU INI KENAPA SIH?!" protes Mitsuki dari dalam.


'Aku mempercayaimu karena kau berbeda dari yang lain' //Selintas memori


'Nyatanya dia sama saja dengan anak-anak yang lain kan?' batin Bakugou. "KATSUKI! JANGAN RUBUH-RUBUHKAN POH" Mitsuki menghentikan perkataannya saat melihat anaknya itu menangis secara mendadak. Mitsuki yang setelah sekian tahun lamanya tidak melihat anaknya itu menangis, dia langsung terdiam... 'Sejak dia pergi ke rumah I-chan, dia selalu terdiam dan tidak buat banyak masalah. Dia selalu saja melampiaskannya ke benda-benada yang ada di sekitarnya' batin Mitsuki.


'Kalau seperti ini... Apa aku yang toxic, atau malah sebaliknya? Bakugou yang toxic padaku?' batin (Y/n) yang baru saja selesai mandi. 'Sepertinya aku harus berakting lagi... Karena itu (Y/n)... Kamu itu kuat! Kamu bisa kok! Sebentar lagi pun kau akan pergi, kau tidak akan merasakan sakit hati lagi!' batinnya lagi.


Author Naration P.O.V.


Di hari-hari yang mereka lewatkan tanpa berkomunikasi itu terasa hampa dan tidak berwarna. Salah satunya menyalahkan diri sendiri, salah satunya malah menyalahkan keadaan, orang lain, dan juga menyesal karena tindakannya di masa lalu.


Kisah cinta mereka tak seindah yang ada di novel-novel romansa, tak sepuitis di puisi-puisi romantis, tak berwarna seperti tampilan drama-drama romansa... Kenyataan yang mereka hadapi itu membuat mereka mengubur perasaannya.


Tidak saling memedulikan, itulah yang mereka mau. Ingatan... Itulah hal yang ingin mereka tebang, bakar, dan hilangkan... Apakah ada yang bisa ikut campur masalah mereka? Rasanya tidak... Mereka sudah cukup dewasa untuk menyelesaikannya sendiri,


Biarkan waktu yang menjawab, apa yang terjadi selanjutnya -Unknown


3 R.d. Person P.O.V.


(Y/n) mendatangi meja makan dengan topeng mulusnya itu, topeng yang tanpa bercela itu dapat menampung seluruh rasa sakitnya, tangisannya, dan amarahnya... Hal itu membuatnya tampak biasa saja dan bahagia di depan Ibunya (Okaa-san).


"Okaa-san! Aku bakal ceritain semuaanya, oke! Jangan tidur pas aku cerita oke?" kata (Y/n) sambil memasang senyum ceria. "Hai-hai'k~ Okaa-san nggak bakal ngantuk kok!" balas Okaa-san padanya.


"Ngomong-ngomong (Y/n)... Kau baru saja meningkatkan kemampuanmu ya?" tanyanya lagi. "Bisa dibilang begitu sih... Memangnya kenapa Okaa-san?" tanya (Y/n) padanya. "Okaa-san dapat merasakan aura cahayamu yang kini sedang berevolusi... Tapi (Y/n), kuharap kau bisa bertanggung jawab dan juga dapat lebih baik lagi dalam memilih keputusan ya!" nasihat itu membuat (Y/n) sedikit tersentak terhadap kehidupannya yang kini terus menerus berjalan.


(Y/n) tersenyum lebar, "Aku akan membuat Okaa-san bangga dengan diriku! Karena itu Okaa-san jangan menangis lagi ya! Kini aku sudah dewasa dan dapat menanggung semuanya!" ucapnya lagi dengan nada ceria.


Bagaikan angin, atmosfer kesedihan dalam (Y/n) berhasil ditahan olehnya... Kini atmosfer bahagia yang berhasil menutupi semuanya, (Y/n) yang berterimakasih pada dirinya itu membuat dirinya semakin berhasil menutupi kesedihannya.


Di sisi lain, ibunya (Okaa-san) itu sangatlah bangga sekaligus senang melihat anaknya yang cepat berkembang. 'Anak ini mengapa dia harus mengingatkanku akan kejadian di masa lalu sih? Justru kau lah yang sangat aktif sampai-sampai memaksakan dirimu untuk membaca buku' batin Okaa-san.


"Hari-hari ini kau tidak tidur malam kan? Apa kau stress? Apa kau sakit?" tanya Okaa-san padanya. "Tidak, kaa-san!" hal itu membuat adiknya (otouto-san) itu merasa tidak enak, karena di saat (Y/n) menangis... Adiknya (Otouto-san) itu hanya bisa terdiam di depan pintu kamar dan pura-pura tidak tahu,


"Kaa-san, apa pekerjaanmu lancar?" tanya Otouto-san yang ikut nimbrung. "Hai-hai'k~! Semuanya baik-baik saja kok!" jawab Okaa-san. "Di hosu ada kejadian yang sedikit menantang, di mana aku harus mentransplatasikan pembuluh darah buatan kepada si pasien, okaa-san juga sempat berada dalam bahya saat mencari pembuluh darah buatannya loh!" cerita Okaa-san kepada mereka berdua.


"He? Memangnya pasien itu sangat parah Kaa-san? Apa pembuluh darahnya pecah? Apa dia memiliki jantung koroner?" tanya (Y/n) dengan penasaran. "Tebakan yang pertamamu sudah benar kok! Pasien itu sebenarnya memiliki pembuluh darah yang pecah... Untungnya saat itu Okaa-san tidak telat dalam menanganinya..." ucap Okaa-san dengan bangga. (Y/n) tersenyum melihatnya, "Syukurlah Kaa-san! Kaa-san memang hebat!" ucap (Y/n) yang ikutan bangga.


"Ekhem, nggak begitu kok" ucap Okaa-san sambil sedikit merona. "Karena ibu hebat, anaknya jadi hebat yey~" canda (Y/n). "Dasar sombong, kau menyombongkan dirimu sendiri kan?" tanya Otouto-san yang mengejek (Y/n).


"Anaknya kan nggak cuma satu, ya kan?" canda (Y/n) lagi hingga membuat adiknya (Otouto-san) itu malu. "(Y/n)... Kau ini nggak berubah ya" ucap Okaa-san sambil tertawa. "Kalau berubah, namanya bukan (Y/n)~" ucap (Y/n) sambil membanggakan dirinya.


"Hahaha, kau ini ada-ada saja... Yasudah, ayo makan!" ajak Okaa-san pada mereka berdua. "Hai'k, ittadakimasu!" ucap mereka berdua sambil mengucapkan syukur pada makanan.


"Hwaa~! Takoyaki! Aku jadikan makanan penutup atau makanan pembuka ya?" tanya (Y/n) dengan excited. "Ada yang mengatakan, kalau makanan enak selalu dimakan di akhir kan?" timpal otouto-san. "Ah sou-ka (ah begitu)! Baiklah makanan utmanya yang berat dulu!" hal itu membuat Adiknya(Otouto-san) menggelengkan kepalanya karena tingkah kakaknya.


"Kenapa aku punya kakak gini amat ya" gumamnya sambil makan. "Heh! Aku ini kakakmu tahu!" protes (Y/n) padanya. "Heh dasar! Kalau begitu (Y/n) apa yang ingin kau ceritakan?" tanya Okaa-san setelah mengucapkan syukur pada makanannya.


"Ah... Jadi kita mulai dari mana ya?" ucap (Y/n) sambil menyendokkan makanannya. Setelah menelan makanannya, (Y/n) langsung mengangkat topik pembicaraannya. Pengaturan waktu tentang bicara dan juga makan yang teratur itu membuat pembicaraan (Y/n) enak di dengar,


hingga topik puncak pembicaraan (Y/n)... "Kaa-san, Touto-san... Kalian tahu WHS ?" tanya (Y/n) yang secara mendadak menghentikan dirinya untuk memakan takoyaki. "Apa yang Nee-san maksud, WHS yang ada di Amerika?" tanya Adiknya itu padanya yang seketika diangguki pelan oleh ibunya.


"Sebenarnya... Sekolahku mengadakan pertukaran pelajar, dan akulah yang menjadi perwakilannya" ucap (Y/n) dengan jujur. Hal itu membuat mereka berdua kaget,


"Tadaima!" kata Ayah (Y/n) yang mendadak datang di timing yang lumayan tepat menurut (Y/n). Namun itu hanya berlaku untuk (Y/n), tidak dengan adiknya dan juga ibunya.


*Sedikit info, untuk pemakaian kata panggilan keluarga jepang aku agak kurangin ya... Jadi aku cuma tambahin pas (Y/n) manggil aja... Tapi untuk di kalimat, sepertinya jepang kurang cocok kalau di mixed sama indo wkwk//okay back to the story


"Ah, Otou-san! Okaeri!" ucap (Y/n) yang tiba-tiba berdiri dari kursinya dan menyambut ayahnya. "Okaerinasai, anata" lanjut Ibunya itu sambil tersenyum. 'WHS ? Apa (Y/n) bercanda?' kata Ibunya sekali lagi dalam hatinya.


"Ah... Rasanya Otou-san datang di waktu yang kurang tepat ya?" kata Ayahnya itu yang tiba-tiba menyadari keadaan. "Nggak kok!" ucap Ibunya itu yang langsung berbasa-basi. 'Sekarang aku mengerti perasaan tidak enak dan bakat basa-basiku itu muncul darimana... Ini pasti berasal dari Okaa-san' batin (Y/n).


"Ah...Oh iya, ngomong-ngomong ayah dapat email dari sekolahmu soal pertukaran pelajar (Y/n)... Apa itu benar?" tanya Ayahnya padanya. 'Aduh... Jantungku langsung tremor' batin (Y/n).

__ADS_1


***


Kini (Y/n) dan keluarganya itu sedang mengadakan sidang yang mengawali segalanya... (Y/n) yang hanya bisa menatap mereka dengan canggung sambil melihat reaksi mereka saat melihat surat yang (Y/n) terima. Sebenarnya ada juga surat dalam bentuk cetak, karena itu sekarang Ayah (Y/n) sedang melihat ponselnya berkenaan dengan surat itu. Sedangkan Ibunya sedang menelan informasi sambil membedakan isi surat dengan surat yang suaminya terima.


Bagaikan seorang terdakwa menunggu kputusan, kin (Y/n) benar-benar gugup. Di saat yang bertepatan juga kini (Y/n) mendapatkan notif dari MidNight berkenaan hasil testnya.


"Aku izin buka, boleh?" tanya (Y/n) kepada orang tuanya itu. "(Y/n)" ucap ibunya itu. "Hai'k kaa-san?" tanya (Y/n) padanya. "Apa kau bisa bertanggung jawab?" tanya Ibunya itu. (Y/n) mengangguk dengan pelan, "Yang jelas!" perintah ibunya itu membuat (Y/n) mengganguk dengan tegas dan antusias.


"Aku masih belum bisa percaya, karena itu kau harus lulus salah satu tes dariku" ucap Ibunya itu. "Anata... Jangan bilang kau" ucapan Ayahnya itu terpotong oleh Ibunya. "Iya! Aku nekat untuk mengetes anakku, kalau kau tidak lolos ujian dariku- Jangan harap kau bisa pergi ke WHS !" kata Ibunya itu dengan tegas.


"(Y/n), kau ikut ibu ke ruangan bawah tanah milik Yukami ya... Aku perlu mengatakan sesuatu juga padamu, karena kau akan bertemu banyak sekali musuh jika kau keluar dari zona nyamanmu" kata Ibunya itu yang kemudian mengeluarkan aura yang sedikit seram.


"Nee-san" bisik Adiknya itu pada (Y/n). "Ya?" tanya (Y/n) padanya. "G-gambare, jangan sampai mati karena ibu ya" bisiknya dengan pelan. (Y/n) tersenyum, "akan kuingat baik-baik perkataanmu itu, Otouto-san!" jawabnya.


"Letakkan hpmu di rumah, karena kau tahu sendiri kan?" tanya Ibunya itu padanya. (Y/n) mengangguk, "Tidak boleh membawa hal-hal lain.. Kita harus mendatanginya dengan tangan kosong" jawab (Y/n) dengan serius.


"Anata, kau mandi dulu ya... Makanan sudah kusiapkan di meja, (n/a) temani Otou-san saat makan ya!" perintah Ibunya itu pada mereka berdua. "Baik, kaa-san" jawab Adiknya itu kepada ibunya.


*(N/a) = nama adek, kalian karang sendiri aja ya namanya... Author bingung namanya siapa wkwkw


Kemudian (Y/n) dan Ibunya itu berjalan menuju halaman belakang, "(Y/n)... Kau tahu mengapa Okaa-san selalu tidak setuju jika kau menampilkan diri ke publik?" tanyanya pada (Y/n).


(Y/n) yang bingung itu hanya bisa terdiam dan menggelengkan kepalanya, 'Jika tebakanku benar, WHS pasti memiliki maksud tersembunyi... (Y/n) hanyalah anak SMA biasa yang... Eh tapi, bisa juga WHS itu melihat bakat (Y/n) yang kuat dan sangat berpotensi untuk menjadi pahlawan... Tetapi bukankah itu makin mencurigakan? Dan lagi... Sekarang keluarga kami agak berubah semenjak (Y/n) yang nekat untuk menunjukkan dirinya' batin Ibunya.


"(Y/n)... Ibu sering mengatakan kalau kau harus bertanggung jawab dengan pilihanmu bukan?" tanyanya sambil membuka pintu menuju ruang bawah tanah. (Y/n) mengangguk, "(Y/n), okaa-san masuk deluan kamu nyusul ya" ucapnya pda (Y/n). "Hai'k (Baik), kaa-san!" jawab (Y/n) sambil menjalankan perintah ibunya itu.


Kemudian Ibunya menyalakan saklar penerangan di ruang bawah tanah, sehingga ruangan itu menjadi terang dengan obor-obor yang tiba-tiba menyala. "(Y/n)... Sepertinya kau harus kuberitahu sekarang... Soal keturunan Yukami lebih lanjut dan musuh-musuh yang nantinya akan menghantammu" ucap Ibunya dengan serius.


'Musuh? Jangan bilang...' kemudian (Y/n) mulai memikirkan hal-hal buruk dalam pikirannya. Karena gua itu bersifat magis, kini tubuh (Y/n) dan ibunya mulai bercahaya saat memasuki ruang tengah bawah tanah. Kemudian Ibunya itu terkaget-kaget saat (Y/n) sudah memasuki tahapan 4 dari quirknya. "(Y/n)... Kamu... Sejak kapan sudah bisa menguasai resonansi?" ucap Ibunya itu dengan kaget.


Author Naration P.O.V. X Narrator P.O.V. yang ada di chapter 10


Kalian masih inget nggak kalau (Y/n) punya 5 tahapan atau mode dalam quirknya? Kalau kalian dah lupa biar aku ingetin lagi ya:3


Quirk cahaya (Y/n) memiliki 5 mode... Pertama, mode normal. Yang kedua adalah mode cahaya. Yang ketiga adalah mode photosyntesis. Yang keempat adalah mode resonansi. Dan mode terakhir adalah mode dewa. Sebenarnya mode ini sudah ada dari generasi pertama, namun di generasi pertama hanya ada 2 mode yakni mode normal dan cahaya.


Mode cahaya adalah mode dimana seluruh tubuh si pemilik quirk dialiri cahaya, namun di generasi pertama cahaya belum bisa dipakai untuk menjelajahi waktu ataupun memperkuat serangan kita. Mode Photosyntesis adalah mode yang bisa dibilang diciptakan oleh generasi ketiga, dimana si pemilik quirk sudah bisa memperkuat tubuh dengan serapan cahaya matahari.


Namun perlu kita ketahui (Btw aku switched pake bahasa sehari-hari ya... Susah kalau jelasin pake bahasa formal): Jadi mode terakhir atau mode dewa ini tuh masih kekunci dan (Y/n) masih belum menguasainya... Karena (Y/n) belum bisa nguasai, keluarga Yukami sepakat buat namain itu mode dewa karena sama sekali belum diketahui...


Namun seiring waktu, jika (y/n) berhasil membuka semua gerbang secara bersamaan... (Y/n) bisa nerapin dan menciptakan mode ke-5. Karena pada dasarnya ini adalah quirk evolusi, jadi pemiliknya itu bisa mengadaptasikan kekuatannya dan memperkuat kekuatannya dengan cepat.


Dan kecepatan untuk mengevolusi semuanya itu dimiliki sama (Y/n) si generasi ke-12... Jangan heran kenapa banyak orang ngincer quirk (Y/n) buat hancurin dan taklukin dunia... Karena pada dasarnya ini merupakan mahakarya titipan All For One


(Switched ke bahasa yang biasa aku pake di fanfic ya wkwkwkw)


3 R.d. Person P.O.V.


"(Y/n)... Kamu... Sejak kapan sudah bisa menguasai resonansi?" ucap Ibunya itu dengan kaget. "Ah... Setelah memasuki sini sepertinya langsung keliatan ya?" tanya (Y/n) dengan gugup. "Iya, kaa-san... Aku berhasil menguasainya, jadi sekarang aku bisa membuka gerbang waktu dengan lancar tanpa halangan" ucap (Y/n) dengan jujur.


"Lalu.. Energimu?" hal itu membuat (Y/n) menunduk. 'Jangan bilang' batin Ibunya. "Aku selalu beresonansi dengan perasaan, lingkungan dan berfotosintesis saat menghentikan waktu... Namun jika aku tidak siap, aku selalu mengalami gejala sampingan" ucap (Y/n) dengan jujur.


"(Y/n)... Kau ini, entah ingin membuat ibu bangga atau apa... Tapi kau ini benar-benar sudah berkembang banyak nak" ucap Ibunya itu dengan terharu. "Eh... Aku, berkembang?" tanya (Y/n) padanya. Kemudian Ibunya itu mengganguk, "Tetapi hal itu tidak cukup untuk membuatku yakin, karena itu... Kita akan selesaikan semua ini dengan cara kuno" ucap Ibunya itu sambil pergi ke sudut mengambil pisau runcing.


"Kau tahu aturannya kan?" tanyanya dengan serius. (Y/n) mengganguk, "Siapapun yang berhasil menyentuh leher seorang yang lain... Maka dia akan menang, namun jika yang dia sentuh bukanlah tubuh asli atau hanyalah ilusi, dia tidak akan dihitung menang... Begitu juga sebaliknya, jika ilusi yang berhasil menyentuh leher seorang yang lain... Itu juga tidak bisa dikatakan menang.." Ibunya tersenyum.


Kemudian ia mendekati (Y/n) dan memberikan pisaunya, "Masih banyak yang kamu tidak ketahui tentang Yukami... Karena itu, setelah selesai bertarung... Aku akan memberitahumu banyak hal soal Yukami, kuharap kau lebih waspada dengan dunia" ucapnya lagi.


"Baik, kaa-san" jawab (Y/n).


3 R.d. Person P.O.V. //Fight scene


Keduanya mulai dari garis pinggir, kemudian mereka berdua saring menyerang. 'Dia sudah jauh berkembang dari sebelumnya, tatapannya itu... Sudah bukan (Y/n) yang dulu, dia sudah berani melawan terlebih dahulu dibandingkan saat sebelum masuk U.A' setelah itu Ibunya membuat tolakan sehingga (Y/n) terdorong ke belakang. Namun (Y/n) masih bisa mempertahankan posisi kuda-kudanya, 'Baguslah kalau sekarang dia jadi lebih berani dan melepaskan sikap tidak-' perkataan Ibunya dalam hati itu terpotong saat (Y/n) meretakkan perisai cahayanya dan megadahkan pisau ke leher.


Tentu saja hal itu membuat Ibunya kaget karena dia benar-benar lengah, ternyata yang ia lawan sedari tadi melupakan ilusinya.


Di saat memulai, (Y/n) langsung memindahkan dirinya kepada tempat tubuh klonnya berada... Hal itu membuat klonnya bertukar tempat dengannya, di saat Ibunya ingin memperkuat perisai ia menghentikan waktu selama satu detik dan berhasil menghancurkan niat ibunya untuk meluncurkan serangan berikutnya.


"Baiklah... Aku terlalu lengah karena terlalu meremehkanmu, (Y/n)" ucap Ibunya sambil tersenyum tipis. Namun... Ada pepatah yang mengatakan kalau, orang dewasa akan lebih berpengalaman dibanding anak kecil...


Kemudian ada serangan dari belakang yang membuat (Y/n) menghindar dan melepaskan keawasannya kepada Ibunya yang barusan ditangkap. 'Lalu dimana tubuh aslinya?' batin (Y/n) sambil melihati sekitar. Kemudian (Y/n) mengaktifkan semua indranya dan pelindung di seluruh tubuhnya untuk menghindari serangan quirk cahaya milik Ibunya.


'Namun... Bukankah ibu hanya memiliki ilusi? Berarti...' hal itu membuat (Y/n) mematahkan ilusinya dengan cara memberikan tekanan kepada ruangan. Hal itu membuat (Y/n) dapat menyadari tubuh Ibunya yang asli, namun bebrbeda dengan sebelumnya ia memasang klonnya untuk menghalangi ibuny dari segala arah agar Ibunya tidak bisa bergerak lagi.


"Maaf kalau tidak sopan, Kaa-san... Namun saya ingin pergi ke WHS!" ucap (Y/n) yang serius itu sambil mengadahkan kembali pisaunya. "Ara-ara... Anakku ini sudah besar sekali ya... Bagaimanapun secara aturan aku memang kalah" hal itu membuat (Y/n) membulatkan matanya.


"Eh? Maksud kaa-san?" tanya (Y/n) padanya. Ibunya tersenyum tulus, "Saat kau mengadahkan pisau... Itu adalah diriku yang asli, apakah kau tidak menyadarinya (Y/n)?" tanya Ibunya itu. "Ah... Jadi Okaa-san mengujiku lagi ya?" tanya (Y/n) sambil menelan ludah dengan kasar.


"Benar! Tapi sepertinya kau sudah cukup kuat... Lagipula, kalau kita lanjutkan kekuatanmu itu bisa merusak properti" ucap Ibunya sambil tersenyum melihat retakan lantai.


'Aduh! Gimana ini?!' batin (Y/n). "Ah... Biarku bereskan!" ucap (Y/n) yang mulai takut karena senyuman ramah ibunya itu. "Sou-sou! Kamu memang harus bertanggung jawab, (Y/n)!" ucap Ibunya itu sambil tersenyum ramah.


Kemudian (Y/n) dengan cepat mengembalikan lantainya itu seperti semula, "(Y/n)... Kamu sepertinya menggunakan energi yang banyak, apa kau tidak merasa adanya gejala?" tanya Ibunya itu padanya. "Sebenarnya saat aku di sekolah aku mengambil banyak energi dari klonku yang kutaruh ditengah lapang... Disana ada sekitar enam kali lipat dari energiku yang seharusnya" ucap (Y/n) dengan jujur.


"Jadi itulah mengapa kau bisa melawanku dengan leluasa ya?" tanya Ibunya itu padanya.


"Iya, Kaa-san!" ucap (Y/n) sambil tersenyum. "Hah... Baiklah, baguslah kalau begitu" kata Ibunya dengan lega yang kemudian mengelus kepala (Y/n). "Kerja bagus, karena kau sudah sampai sini aku sangat senang sekaligus bangga padamu... Tak heran mengapa WHS, langsung memilihmu" ucap Ibunya itu padanya. "Trimakasih banyak, Kaa-san! Ini juga karena bantuan dan dukunganmu.. Aku tidak bisa jadi begini tanpamu" ucap (Y/n) padanya.


"Kau ini memang mirip denganku, etikaku itu turun padamu" ucap Ibunya sambil menghentikan tindakannya. Hal itu membuat (Y/n) tertawa kecil, "Baiklah... Sepertinya aku sudah membuang waktu banyak, aku akan menceritakan semuanya padamu" ucap Ibunya itu padanya.


(Y/n) Okaa-san Narattor P.O.V.


Seperti yang kita ketahui soal quirk ini, quirk cahaya ini sudah berevolusi selama 12 generasi... Ada beberapa hal yang membuat quirk kami sudah mencapai 12 generasi, faktor-faktornya adalah... Kejahatan, pernikahan anak-anak, pemaksaan... Namun kami sebagai keluarga Yukami terbiasa kabur dan hidup bersembunyi dikarenakan itulah yang menjadi jati diri kami. Dari zaman ke zaman trauma itu selalu dibawa oleh para wanita kuat zaman sebelumnya, namun seiring dengan berjalannya waktu, trauma itu mulai menghilang... Dan menghilangnya trauma ini benar-benar hilang sejak (Y/n) lahir, (Y/n) sama sekali tidak mewariskan trauma dan cerita Yukami...


Namun... (Y/n) merupakan kunci terlemah Yukami, jika (Y/n) sama sekali tidak mengetahui hal ini... Maka akan susah juga untuk mempertahankan quirk ini,


//Flashback : On


Dahulu kala, ada seorang perempuan cantik yang sangat baik hati dan disukai semua orang. Dia pun menjadi terang bagi seorang laki-laki yang bertubuh kecil dan lemah itu, karena itu dia ikut serta dalam peberontakan terhadap kakaknya sendiri yang sudah mulai menghancurkan Jepang.


Tentu saja hal ini menimbulkan masalah, dia ditangkap oleh anak buah kakaknya yang dikenal dalam sebuatan 'All For One'.


Wanita itu diikat dengan mengenaskan dan diseret, "Lepas tutupan mulutnya itu" peritah All For One. Setelah mendapatkan nafas wanita itu langsung mengamuk,


"Mengapa kau harus seperti ini?! Memangnya kau mau apa jika kau berhasil melakukan ini semua?! HAL INI AKAN MEMBUAT MANUSIA HANCUR! APAKAH KAU SAMA SEKALI TIDAK MENCINTAI MANUSIA?!" teriaknya.


Kemudian All For One tertawa, "Kau ini menarik... Dengar-dengar adikku juga tertarik denganmu kan?" kemudian All For One meegang wajahnya yang cantik itu dan memperhatikan struktur wajahnya.


"Hey lepas!" ucap Wanita itu dengan kesal. "Kau ini cantik juga untuk ukuran wanita desa" gumamnya.


"Itu bukan urusanmu!" hal itu membuat All For One tertarik padanya sehingga All For one langsung meletakkan tangannya dan memberikan benih evolusi. Kemudian suara erangan perempuan itu terdengar sedikit menyedihkan, "Kau ini juga tidak punya kekuatan kan? Akan kuberikan hadiah ini kepadamu, jika kamu tidak dapat menahannya maka kau akan mati!"


-T.B.C. To Be Continued


//Kayaknya saya terlalu banyak ngasih petunjuk wkwkwkw, udah ada yang bisa nebak nggak selanjutnya apa?


//Kalau begitu saya ijin pamit ya bai2:3


//See you in the next chapter>

__ADS_1


__ADS_2