
(Y/n) P.O.V.
"Baiklah- (y/n) kembali ke tempatmu! selanjutnya" ucap aizawa dengan tegas. Aku melangkah kembali ke tempatku,
"He~ (y/n) kau tadi mengagetkan saja" ucap toru kepadaku. "Iya, kenapa tidak dari awal kau mengeluarkan quirk pendorong? kero" sambung tzuyu. "Ehm, aku tadi ga kepikiran hehe~" jawabku sambil tertawa canggung. ya- mereka banyak menanyaiku...
"(Y/n)-chan? Kau (y/n) kan?" tanya gadis imut bersurai coklat. "M-hm, aku (y/n) yoroshiku! kalau tidak salah kau- mm- siapa ya?" ujarku kepadnya. "Ah- watashi wa uraraka ochaco desu! yoroshiku (y/n) chan~!" serunya sambil tersenyum lebar. "Wah nama yang bagus~ oh iya uraraka-san, ini tzuyu, jiro, momo, toru, dan mina!" ucapku sambil memperkenalkan yang lainnya. "Hai! yoroshiku- minna~!" jawab uraraka-san dengan antusias.
Lalu aku menoleh ke sebelah kiri, eh? apa aku tak salah lihat? sepertinya tadi si rambut pirang menatapku tajam. Ah- sudahlah...
Bakugou P.O.V.
Si 'extra' bersiap melempar bolanya dengan keras dan cepat tanpa quirknya. Apa- 800 m? apakah dia bercanda? sial- kenapa sekarang makin banyak yang menghalangi jalanku seperti si deku sialan itu, ha?
"Uwah, (Y/n) gila ya"
"anak rekomendasi, jadi wajar"
"eh tapi kenapa (Y/n) terlihat tak sehat?"
"kau benar"
"Aneh- tapi itu kekuatanmu sendiri kan?"
Dia mulai bersikap aneh dan mulai memegang dadanya.
"(Y/n)! apa yang terjadi padamu?" tanya Aizawa panik melihat (Y/n) bersikap aneh.
"T-tolong, quirkku" ucapnya pelan. Hah- ternyata dia mempunyai kelemahan juga, tapi entah mengapa kelemahannya lebih mirip si gadis sialan yang aku temui saat aku diculik dulu.
"Baiklah, siapapun tolong bawa (Y/n) ke UKS"
"Tak usah, sensei" ucap si 'extra' dengan keadaan tubuhnya yang mulai kembali seperti semula. "Maaf sensei, sepertinya gejalaku kambuh..." ucapnya meminta maaf sambil membungkukan badannya.
Yah- dia bukan apa-apa, dia bukanlah halanganku. dia hanyalah seonggok batu seperti deku sialan itu. Lalu- kenapa si deku sialan itu diterima? bukankah dia quirkless dan seorang yang selalu berandai-andai jadi pahlawan? aku tak habis pikir dengan sekolah sialan ini.
Pasti ada alasan mengapa dia diterima- "Tetapi bisakah kau menjelaskan soal quirkmu?"
"Quirkku adalah cahaya bisa dibilang ini adalah quirk yang diwariskan oleh keturunan ibuku... ehm, gimana jelasinnya ya... jadi karena aku keturunan ke 12, aku mewariskan quirk cahaya dengan penguatan dari quirk ayah dan ibuku"
Ya- quirknya mirip si gadis sialan itu, sepertinya aku benar-benar harus memastikannya. Tetapi... Kenapa dia disini? Dan lagi kedatangannya ke sini membuatku kesal, karena keberadaannya sangat berisik.
"Sepertinya saat tadi kau memakai quirk, bolanya hancur bersama quirk yang tadi kau alirkan. Baiklah... aku akan ambil poin 800 meter tadi, atau kau mau coba lagi?"
"Aku ingin mencobanya lagi!"
"Baiklah, ini!"
Kh- sudahlah,
.
..
...
.....
"Izuku Midoriya" Akhirnya giliran deku ya? Tch-
.
..
...
Eh? bukankah itu quirk?
JANGAN BERCANDA! JIKA DIA MEMILIKI QUIRK SEHARUSNYA DIA SUDAH MEMILIKI QUIRK SEJAK KITA MASIH TK?!
"HOI DEKU! JELASKAN APA YANG TERJADI PADAMU?!" ugh- apa ini- aku tak bisa bergerak. Kain sialan,
"Hey, jangan berantem" Kh- DEKU SIALAN! DIA HANYA SEONGGOK BATU DI JALAN!
__ADS_1
(Y/n) P.O.V.
Setelah giliranku, ada seorang anak bersurai hijau. Tubuhnya mungkin dia lebih pendek dariku. Atau mungkin- iya dia sedikit lebih tinggi dari Urarakan-san. Eh? Dia- kehilangan quirknya? atau jangan-jangan-
"aku menghapus quirkmu, haduh kenapa U.A. bisa kesalahan memilih murid seperti ini sih?" ucap Aizawa padanya. Ya- terkadang aku merasa iri pada yang lainnya. Sepertinya- hanya aku yang hidup berjalan bersama quirkku yang menyeramkan ini. Kehilangannya saja, tubuhku sudah pasti tidak bisa menopang semuanya sendiri. Sistem jaringan semua otomatis akan terhenti- Jika saja aku terlahir quirkless sepertinya itu akan sedikit lebih menyenangkan.
Eh- itu? dia melukai dirinya sendiri? Ergh itu sepertinya sangat sakit-
"HOI DEKU! JELASKAN APA YANG TERJADI PADAMU?!" eh anak sensi itu mengenalnya? aku kira mereka tak saling mengenal.
Lalu Aizawa-sensei memblokir gerakannya dengan kain yang ada di lehernya, kainnya pasti sangat kuat hingga menahan anak itu. Ya- sepertinya anak sensi itu memiliki harga diri yang tinggi, tapi dia bodoh apa gimana sih? Di depan guru kyk gitu apalagi pas tes. Tapi- sepertinya ada satu hal yang terus menghantuinya sehingga ia meledak seperti itu- Sudahlah biarkan saja, aku malah ingin berkenalan dengan si cowo rambut hijau itu.
Sepertinya uraraka dekat dengannya, "gais aku mau kenalan ama anak itu, mau ikut?" tanyaku kepada teman-temanku. "skuy lah" jawab mina dengan antusias. Lalu yang lainnya juga ikut, "konnichiwa~ boleh kenalan?" ucapku pada laki-laki rambut hijau itu.
"h-hai! watashi wa midoriya izuku desu!" ucapnya gugup. "ahahah sans aja kali~ watashi wa (Y/n) desu, yoroshiku! kore wa jiro, mina, yaomomo, tzuyu, dan toru" ujarku padanya. "h-hai konnichiwa minna!" balasnya dengan antusias.
"yo- bubar-bubar! masih ada tes selanjutnya!" ucap Aizawa pada kami. Kami pun bubar seperti perintah Aizawa sensei. "Tokorode midoriya-kun, tanganmu sakit?" tanyaku padanya. Dia mengganguk, "dostano (y/n)?" tanyanya padaku.
"Sini perlihatkan~ biar aku sembuhkan!" ucapku antusias. "Ha-hah? apa maksudmu?" ucapnya gugup.
"Apa suaraku terlalu kecil? Aku ingin menyembuhkanmu boleh?" tanyaku sambil tersenyum. Dia mengganguk perlahan dan memberi lihat lukanya.
Oh- ini luka yang unik, aku menyentuh jarinya dengan telepak tanganku, menyambungkan quirkku ke dalam lukanya. Beberapa detik kemudian, lukanya mulai hilang. Namun aku hanya bisa menyembuhkan 3/4 nya, "Gomenne midoriya kun, aku tak bisa menyembuhkan lebih dari ini... Karena tahap selanjutnya membutuhkan banyak energi..." jawabku dengan kecewa.
"Ah- tak apa (y/n) tapi kau hebat sudah menyembuhkan nya sampai seperti ini" ucapnya sambil terpesona melihatku. "ahahah begitulah" ucapku malu.
"Arigatou (y/n)" ucapnya sambil membungkuk kepadaku. "Ahahah douitashimasute" jawabku. "Nanti kau periksa lagi ke recovery girl ya" sambungku yang dilanjutkan oleh anggukannya.
"Jaa, aku deluan ya" ucapku padanya. Aku mendekati yang lain dan memulai test yang lainnya. Mulai dari lari, lompat jauh, dan lain-lain. Ya aku terpaksa menggunakan cadangan energiku untuk mendapat nilai maksimal.
Dan akhirnya ada hasil tes, jantungku mulai berdetak dengan cepat. Karena takut akan hasil yang akan diberikan.
*tring* hasil diberikan secara hologram.
"(y/n)~ (y/n)~ (y/n)- (f//n)" gumamku smbil mencari namaku.
Eh? "Yatta!" seruku spontan setelah melihat hasil. "Ha~ sepertinya kau memang berbakat (y/n)" ujar momo dengan antusias. "Ehm- makasih, tpi aku masih jauh dari kata-kata itu hahaha" ucapku malu.
Lalu aku melihat daftar ranking sekali lagi, Shoto Todoroki- itu anak yang berambut merah putih kan? Oh iya! dia juga anak rekomendasi yang muncul di media. Lalu Kaminari, Kirishima, Aoyama, Iida, Satou, Mineta, Bakugou?Ssiapa? Sepertinya itu nama dari anak sensi yang itu. "Btw jiro~ anak yang namanya Bakugou itu yang mana orangnya?" tanyaku kepada jirou yang ada disampingku. "Kau gak tahu? itu lohh anak yang ngotot dan menang sendiri" bisiknya pelan kepadaku. "Owalah~ namanya bakugou katsuki toh~" ucapku pelan. Tapi dia memiliki warna mata yang unik...
//Plakk, lebih baik kau sadarkan diri (Y/n).
Bocah sensi kyk gitu- "oi~ (Y/n)~ kau gila ya? menampar dirimu sendiri?" tanya toru panik. "e~ tadi aku teringat sesuatu yng gila" ucapku dengan senyum canggung. "Masalahnya tamparanmu itu berbekas, kero" sambung Asui.
"Iya kah?" ucapku sambil mencubit pipiku. "tidak~ ini tidak sakit~" sambungku dengan tersenyum ceria.
Setelah itu mereka mulai bergossip soal peringkat bawah, iya juga- siapa yang peringkat bawah ya? Eh? Midoriya kun?
"Soal eliminasi peringkat bawah itu cuma kebohongan agar kalian bisa maksimal, selanjutnya akan ada lagi kegiatan yang lebih berat dari ini" tegas Aizawa sambil mematikan hologramnya.
Midoriya terlihat lega, ya untunglah U.A. tidak melakukan itu...
"lalu midoriya, cek kembali jarimu- loh jarimu?" tanya Aizawa bingung, "ah ini belum total sembuh, tadi (Y/n) menyembuhkannya" jawab midoriya.
Lalu Aizawa menatapku tajam, karena tatapan itu sekelas langsung melihat aku. ehm-
"(Y/n) kau yang menyembuhkannya?" Ya- kira-kira banyak yang melontarkan pertanyaan itu.
Aku hanya bisa mengganguk pelan, lalu Aizawa memberikan kartu check up kepada midoriya dan pergi. Ya- aku mulai menjawab pertanyaan-pertanyaaan yang dilontarkan oleh mereka.
Sekali lagi aku melihat sorot mata tajam dari beberapa orang yang berbakat, salah satunya pemilik sepasang mata ruby. Setelah itu aku baru ingat kalau aku menaruh klon pengambil energi di tengah lapang, "sebentar ya- aku mau ke tengah lapang" ucapku kepada mereka. "ok" jawab mina. Karena aku kabur, mereka mulai bubar.
Aku berjalan ke tengah lapangan, mengambil semua energi yang diambil oleh klonku. Lalu menghilangkannya, ya- mungkin aku membutuhkan ini, eh- ini?
Ternyata cahaya disini kuat sekali... Lebih kuat daripada cahaya di rumah ku.
Kalau begitu, aku akan membiarkan klonku berfotosintesis di sini setiap hari. Dan aku juga akan menaruh klonku di rumah pastinya. Jadi ada 2, lumayan kan buat boros-boros wkwk. //sadarlah (Y/n), walaupun energimu banyak kau tak bisa boros-boros begitu.
Lalu aku kembali menemui mereka, "aku balik" ujarku pada mereka. "ah (Y/n) kau tadi ngapain di tengah lapang?" tanya uraraka."Ie~ bukan apa-apa!" jawabku ceria. "tokorode minna-san aku ingin mencoba photosyntesisku ke kalian, apakah boleh?" ucapku sambil menyatukan tangan mode memohon. "ha? apa maksudmu?" tanya jirou bingung.
"hehe~ ku coba ke uraraka dulu aja deh~" celetukku dengan ceria. "ha? aku?" tanyanya sambil menunjuk dirinya sendiri.
Aku mengganguk, "kau tipe orang yng cepat tidur atau telat? uraraka san?" tanyaku kepadanya. "eto- ga tentu sih" jawab uraraka sambil berpikir keras.
__ADS_1
"emangnya kau mau apa dengan photosyntesis, kero?" tanya tzuyu. "Kamu bisa melihatnya nanti~ Teehe~" jawabku sambil mengedipkan sebelah mata.
"Permisi, uraraka-san" ucapku meminta izin memegang bahunya.
Uraraka mengganguk dengan arti membolehkanku memegang bahunya, lalu aku memegang bahu kirinya. Aku menarik nafas, mengumpulkan cahaya di tangan kananku. Lalu menaruh cahaya di bahunya. "photosyntesis!"
"(Y/n) geli heh!" ucap uraraka sambil tertawa geli. "Selesai~ gimana uraraka-san?" tanyaku kepadanya. "Eh? kenapa tubuhku fresh banget?" ucap Uraraka sambil mencoba menggerakkan tubuhnya. "arigatou (Y/n)-san!" serunya dengan ceria. "Nah~ gimana kalian mau nga? mumpung lagi baik nih~" godaku ke yang lain.
Ya- gara-gara itu juga setengah kelasku jadi mencoba photosyntesisku. Setengahnya lagi ga mau, ya gpp sih~ Mungkin aja karena gengsi kali ya~
Ya setelah itu sekolah berakhir...
Aku berjalan keluar dari U.A. , lalu-
"hoi kau-" ucap seseorang dengan suara berat dari belakang.
Aku menoleh ke belakang, "eh? omae-?"
Dia berdecih dan menarik tanganku, "ikut aku sialan" Ya- dia si cowo sensi, aneh kenapa dia langsung menarik tanganku? apakah dia tak tahu sopan santun?
kalau tidak salah namanya-
Dia memojokkan ku ke tembok, eh posisi ini kabedon kan? Sial- kok aku malah kepikiran scene manga-ku sih?! "Kau tak mengingatku?" tanyanya dengan kasar. Aku berusaha tenang, "iya- kau anak yang membayari belanjaanku waktu itu kan?"
Dia berdecih, lalu mendekatkan wajahnya ke telingaku. "Ga. dis. bo. doh. APAKAH KAU BENAR-BENAR MELUPAKANKU HA?" serunya di dekat telingaku
Aku tersentak kaget karena suara tekanan di kata "ha" yang keluar dari mulutnya dengan keras. "heh!! gausah teriak kayak gitu dong?!" seruku kepadanya.
Ya- gila aja dateng-dateng langsung nyolot, sebel ga tu?
"Ah sudahlah- aku malas bicara denganmu" ucapnya sambil berbalik pergi.
"Heh tunggu dulu?! kok ga jelas banget sih tiba-tiba narik gw ke sini, udah gitu pergi tanpa alasan" ucapku nyolot.
"HA? kau ternyata makin menyebalkan ya" ucapnya dengan muka seramnya.
"He? bukankah kau yang menyebalkan? daripada itu cepat beritahu apa maksudmu menarikku sampai ke sini?!" balasku kepadanya. "Apa aku salah orang ya-" gumamnya pelan. Aku memiringkan kepalaku karena tidak mengerti.
Apa maksudnya-
"Bakugou katsuki kan? sepertinya aku pernah mengenal nama itu sebelum kita bertemu di tes U.A." ucapku setelah peka apa maksudnya.
"Jadi sekarang kau ingat ha?" ucapnya sambil memasang senyum meremehkan. "Ya dibilang ingat sih tidak~ aku merasa kita pernah bertemu di suatu tempat" ucapku jujur. "sial kau- yasudah aku tak peduli, dan aku tak akan mengingatkanmu kapan kita bertemu pertama kalinya.. Itu merepotkan sekali kau tahu?!" ucapnya kasar.
"tapi- AKU TAK PEDULI KAU TEMAN KECILKU ATAU BUKAN- AKU AKAN MELEWATIMU CEWE CAHAYA GILA!" serunya langsung pergi. "EH-OI! chottomate! kau-aku teman kecil?" tanyaku dengan tegas padanya.
"HA? PIKIR SAJA SENDIRI DASAR BODOH! AKU MALAS BERBICARA DENGANMU!"
Dia pergi dengan moodnya yang jelek, dan pergi meninggalkanku.
.
.
..
..
...
....
....
Apa yang barusan terjadi heh?
//(Y/n) exe.stopped working\ *karna ga ngerti ama situasinya*
-T.B.C. To Be Contunied~
Jangan lupa like;3; Author gini-gini capek loh nulisnya:V
//Plakk
__ADS_1
Intinya makasih dah mau baca yey:3