
(Y/n) P.O.V.
Waktu bergulir dengan begitu cepat, hingga hari festival yang ditunggu murid-murid itu datang. Pagi-pagi sekali aku datang, dikarenakan aku harus memperhatikan lingkungan sekitar. Tapi katany Oji-chan penjual takoyaki akan berjualan di festival U.A. ya?
//Flashback : on
"Nak, sebentar lagi U.A. akan mengadakan festival olahraga kan?" tanya Oji-chan si penjual takoyaki. "Eh? Serius Oji-chan?" seruku dengan sedikit girang.
"Iya, sepertinya kau sangat tak sabar ya?" balas Oji-chan sambil membungkus takoyakiku. "Iya benar Ojii-chan!" jawabku dengan antusias. "Baiklah jika kaudatang ke standku akan kuberikan kau 1 takoyaki gratis untukmu" katanya sambil memberikan takoyaki.
"Benarkah?" balasku sambil tersenyum lebar. "Ya, karena itu datanglah ke standku" ucapnya dengan senyum ramahnya.
//Flashback : off
Karena masih pagi, aku berjalan menyusuri para pedagang kaki lima yang bersiap untuk membereskan standnya.
Uwah... Banyak sekali ya~
Ada penjual crepe, kebab, sushi, es serut, gulali, permen apel(?) Uwah lengkap banget... Kira-kira mereka bayar berapa buat sewa tempat ya?
Ngomong-ngomong okaa-san datang jam berapa ya..?
//Flashback : on
"Okaa-san... Dua hari lagi festival olahraga akan dimulai... Jadi... Apa okaa-san mau menontonku?" tanyaku padanya dengan ragu-ragu. Okaa-san yang sedang duduk di meja kerjanya itu, membalikkan kursinya.
"Festival olahraga ya?" balasnya sambil kembali tertawa.
Aku mengganguk, "kalau okaa-san tidak bisa juga itu tak apa" ucapku sambil tersenyum kecil.
"Nanti okaa-san lihat schedule dulu ya, okaa-san akan berusaha untuk menonton pertandinganmu ya" katanya sambil melihat jadwalnya.
Ah berarti okaa-san akan nonton ya?
Lalu okaa-san berdiri dari kursinya dan mendekatiku, meletakkan tangannya dia atas kepalaku. "Okaa-san?"
"Tetapi, okaa-san tidak berjanji ya... (Y/n)" katanya sambil mengelus kepalaku.
"Baiklah... Itu sama sekali tak apa..." jawabku sambil tersenyum tipis.
Begitu pun juga otou-san, tapi otou-san menolak dengan tegas kalau dia tidak bisa. Kemudian aku mencoba untuk mengisengi otouto-san,
"Otouto-san~! Mau nonton festival olahraga? Ada nee-san mu yang cantik ini loh~" candaku padanya.
"Nee-san ini gila ya?" ucapnya sambil mengernyitkan kening.
"Aku kan sekolah saat itu" ucapnya sambil kembali fokus pada prnya. "He~ siapa tau mau bolos~" ucapku sambil terkekeh geli.
"Bolos untuk melihatmu? tidak terimakasih" ucapnya dengan wajah menolaknya yang terang-terangan itu.
"Yah~ Baiklah~" balasku padanya.
//Flashback : off
Hah~ Yasudahlah... Tak apa kalau tak ada yang menontonku. Akan tetapi semua orang dari luar negeri pasti akan melihatku, karena inilah salah satu kesempatan untuk menunjukan diriku ke dunia...
Tetapi... Apa aku boleh menunjukan kekuatan cahayaku ini? Kalau aku pun memberi lihat kekuatanku, pasti akan ada resikonya kan?
//Flashback : on
"Kau harus berani mengambil resiko ke depannya" kata Bakugou padaku. "Resiko? maksudmu keluar dari zona nyaman?" tanyaku padanya.
"YA TERUS APA LAGI SIALAN?!" serunya sambil ngegas.
"Ah... Baiklah, terimakasih masukannya..." ucapku sambil menunduk.
"Tch" katanya sambil berdecih. "Istirahat selesai, AYO LATIHAN LAGI SIALAN!" serunya dengan semangat ambisinya itu.
"He~ Yasudahlah aku pakai photosyntesis lagi" gumamku.
"Kau mau?" tawarku padanya. "NGA!" tolaknya dengan kasar.
//Flashback : off
Btw itu oji-chan penjual takoyaki kan? Wah udah rapih bnget ya~
"Oji-chan! Aku datang~" seruku dengan suara yang lumayan keras. "Ah, kau sudah datang ya? Baiklah aku akan membuatkanmu takoyaki gratis~!" ucapnya sambil mulai membuat takoyaki.
"Arigatou~!" ucapku riang.
"Kau pasti tegang kan?" tanyanya. "Iya aku tegang... Tetapi itu bukan lah batasanku... Jadi aku harus pede!" ucapku sambil tersenyum lebar.
"Baguslah, kalau tak salah kau angkatan kelas satu ya?" tanyanya lagi.
"Iya benar" jawabku sambil mengiyakan. Tak lama kemudian, terlihat dari kejauhan seorang pria berambut pirang yang tak lain adalah Bakugou. Eh itu? Kirishima? Pagi juga ya...
"YOO~ KATSUKI-KUN KIRISHIMA-KUN~!" sapaku agar tak dikira sombong.
"APA-APAAN KAU GADIS SIALAN?!" serunya dari kejauhan.
Hahaha... Seperti biasanya saja ya...
"Yo, (y/n)!" balas Kirishima dari kejauhan. "Hahaha halo~" ucapku pada mereka berdua.
Bakugou yang sudah di depanku itu tidak peduli dan tetap berjalan ke dalam sekolah, "tch" katanya sambil berdecih.
"Yah~ Kau gitu amat... Bagaimanapun semangat-" ucapanku terpotong olehnya.
"DIAM SIALAN AKU TAHU ITU! Intinya aku akan mengalahkanmu LIHAT SAJA NANTI!" serunya padaku.
"Hey- Bro! Kau tak boleh begitu!" ucap Kirishima. "AKU TAK PEDULI!" katanya sambil menjauh.
"Btw (Y/n) kau memang suka takoyaki ya?" tanya Kirishima padaku. "Ah, benar... Karena kebetulan ini stand langgananku~!" ucapku dengan ceria.
"Ah begitu ya..." ucapnya sambil tersenyum ramah. "Kalau begitu aku deluan ya! Sampai nanti!" sambungnya lagi.
Aku mengangguk, "HOI BAKUBRO- TUNGGU AKU!" serunya sambil berlari.
"Rame juga ya tadi" ucap Oji-chan penjual takoyaki. "Ah iya maafkan saya ya oji-chan..." ucapku dengan merendah.
"Tak apa, semangat ya nak! Kau pasti bisa menang!" katanya sambil menyemangati.
"Arigatou~ Oji-chan!" balasku sambil tersenyum ceria. "Hahaha, harus begitu ya! Aku suka semangatmu, nah ini takoyakinya" ucapnya sambil memberi takoyaki.
"Wah~ Arigatou ya Oji-chan!" ucapku sambil menerima. "Douitashimasute! Aku akan menontonmu disini saat berjualan!" katanya dengan senyum ramah.
"Baiklah! Terimakasih Oji-chan! Aku pergi dulu! Nanti aku kesini lagi!" kataku dengan semangat.
"Datanglah kapanpun itu nak" katanya sambil membalas semangatku.
Lalu aku pergi ke dalam, seperti biasa aku bertemu beberapa orang di jalan yang menyapaku.
Yang seharusnya perjalanan ke ruangan hanya 5 menit, tetapi aku menghabiskannya menjadi 10 menit...
Dikarenakan hal sosialisasi di jalan, tapi itu sama sekali tak apa bagiku.
*Di ruang kelas 1-a
"Yo~ Ohayou Minna!" ucapku dengan semangat. "Ohayou~" balas beberapa dari mereka.
"He? (Y/n) kau bawa makanan?" tanya Mina padaku. "Ah? Ini? Iya aku bawa Takoyaki!" ucapku sambil tersenyum ceria.
"Ha-ah~ Anak ini takoyaki terus makanannya... Apakah tidak bosan?" tanya Jirou dengan blak-blakan.
Lalu aku membentuk tanda silang dengan tanganku, "Oh Tentu Tidak! Karena takoyaki itu benar-benar salah satu makanan pokokku!" ucapku dengan semangat.
"He~ unik" ucap Toru.
"Ahaha, lagipula... Takoyaki itu makanan yang lemaknya lumayan banyak~ Nah- Lemak itu dibutuhkan untuk membuat AQP!" ucapku sambil berjalan ke kursiku.
"Hah? AQP?" tanya Momo.
"Hm... Kau tau ATP?" tanyaku pada mereka. "ATP?" tanya mereka secara bersamaan terkecuali anak-anak cowo dan Yaomomo.
"Kalau tidak salah... Itu Adenosin Trifosfat kan?" tanya Yaomomo padaku.
"Ding-dong! Benar sekali!" ucapku dengan ceria sambil duduk. "Bagi kalian yang belum tahu, ATP itu berhubungan dengan respirasi mahkluk hidup, itu merupakan senyawa yang penting untuk kontraksi otot" jelas Yaomomo kepada mereka. Mereka hanya bisa mengangguk-ngangukan kepalanya, sedangkan aku... Aku mulai membuka bungkusan takoyaki, "kalian mau?" tanyaku sambil memberi lihat kepada mereka.
"Tidak terimakasih" ucap mereka bersamaan. "Jujur aku agak eneg melihatmu makan takoyaki" balas Jirou dengan tegas. "Ahahahah~ Baiklah~" ucapku sambil tersenyum ceria.
"Eh, apa aku boleh makan disini?" tanyaku pada Yaomomo. "Boleh" katanya sambil tersenyum ramah. "He~ yasudahlah sambil aku makan aku akan menjelaskan apa itu AQP" ucapku sambil mengambil tusukan yang sudah disiapkan.
"Ittadakimasu!" ucapku dengan sedikit keras. "Kalian duduk lah~ Di depan atau di belakangku~ Biar ga capek" kataku sambil mengunyah. "(Y/n)-san! Kau tidak boleh makan di kelas!" ucap Iida dengan tegas kepadaku. "Aku sudah memperbolehkannya" balas Yaomomo kepada Iida.
"Tapi kan- baiklah, tapi jangan sampai berceceran ya" kata Iida yang mengalah. "Hehe, Arigatou Iida-san!" ucapku dengan senyum ramah. Setelah itu Iida berjalan mendekati Midoriya yang baru datang, "Jadi senyawa dibagi menjadi 4 yakni AMP, ADP, dan ATP... Adenosin monofosfat, Adenosin Difosfat, dan Adenosin Trifosfat~ Sedangkan AQP adalah senyawa yang dibutuhkan olehku untuk menyatu dengan quirkku" ucapku sambil menusuk takoyaki lagi.
__ADS_1
"Sedangkan AQP sendiri adalah singkatan dari Adenosin quartofosfat sebenarnya senyawa ini pun masih belum dikenal oleh masyarakat... AQP ini merupakan senyawa utama untukku, karena itu untuk memproduksi AQP Takoyaki dan juga sinar matahari membantuku untuk membuat senyawa itu dalam tubuhku... Singkatnya itu adalah jembatan penghubung antara quirkku dan juga aku" sambungku dengan panjang lebar.
*AQP hanyalah senyawa khayalan author, jadi mohon pengertiannya agar ini tidak terbawa sampai dunia nyata
"Tapi peneliti bilang kalau senyawa ini baru ditemukan saat aku lahir, dan mereka bilang kalau koordinasiku bisa membuka banyak penelitian baru... Karena itu ini semakin tidak diperbolehkan~ Jika ada yang mengetahui soal ini maka mereka bisa saja mengambil quirkku untuk diperluas"
"Ya... Itulah mengapa aku lebih berharap untuk tidak punya quirk... Tapi ya mau bagaimana lagi~ Aku sudah menerimanya dan bersyukur kok!" kataku sambil tersenyum ceria.
"(Y/n)~! Kau ini kadang membuatku ingin menangis saja~!" balas Mina. "He? Nangis kenapa? Apakah kau mengasihaniku karena tanggung jawabku itu?" tanyaku sambil mengunyah.
"Ya... Pertama karena tanggung jawabmu, dan kedua karena senyawa2 yang membuat kami bingung" ucap Mina sambil tertawa kecil. Toru mengganguki kepalanya, "tapi (y/n) apa emang banyak yang berbeda antara koordinasimu dan koordinasi kami?" tanya Momo penasaran. "Ya bisa dibilang begitu" jawabku.
"Kamu sudah habis ya (y/n)? Cepat sekali, kero" gumam Asui. "Iya, aku sudah habis!" ucapku sambil tersenyum cerah. "Sekarang mari kita semangat!" ucapku dengan sedikit keras.
Setelah itu kami diarahkan untuk masuk ke ruang tunggu yang ada di stadion, tentunya perasaan gugupku agak sedikit berkurang karena aku berbicara santai dengan teman-teman sekelas.
Masalahnya... "Gila~! Aku kayaknya ngidam takoyaki lagi deh~!" gumamku sambil berpose tiduran di meja. "He? Lagi?" tanya Uraraka dengan heran. "Iyaa-! Ha-ah~" ucapku dengan sedikit merendah.
"Tapi Momo, kira-kira berapa menit kita akan mulai?" tanyaku padanya. "Sebenarnya sekitar 30 menit sihh" katanya sambil berpikir. "Yosh! Mari kita nekat!" ucapku sambil berdiri. "Hey kau mau ngapain (y/n)?" tanya Jiro dengan sedikit kaget.
"Buat klon!" ucapku sambil tersenyum. "Ha-ah?" tanya mereka bersamaan.
3 R.d. Person P.O.V.
Lalu (y/n) berdiri membuat klon sambil berkonsentrasi, yang lain hanya bisa tercengang melihat (y/n) yang nekat. Setelah klonnya jadi, "Yosh! Beli lagi ya! Nanti kau saja yang makan di jalan!" ucap (Y/n) dengan ceria sambil memberikan uangnya.
"He-oi chottomatte (y/n)" ucap Kirishima tiba-tiba nimbrung. "Hm? Kenapa?" tanya (y/n) dengan nada bingung. "Itu loh anu..." kata kirishima merendah.
(Y/n) memiringkan kepalanya, "Kita kan sebentar lagi mulai, dan emangnya kalau klon mu yang memakannya kau tak apa?" tanya Kaminari juga yang ikut nimbrung.
"Ah! Pertanyaan yang bagus~! Jadi, jika aku membuat klon... Apa yang dia makan pada akhirnya akan kembali padaku! Karena yah... Bisa dibilang aku seperti membelah diri? Karena apa yang klonku lakukan itu akan kembali pada diriku sendiri, contohnya saat aku menyuruhnya melihat ke arah luar atau saat aku membantu kalian di USJ... Apa yang mereka lakukan, mulai dari gerak gerik, memori, energi, semuanya akan kembali padaku" jelas (y/n) dengan panjang lebar.
"Ha-ah memang quirk yang keren ya~" ucap Kaminari sambil membuang nafas kasar.
Sedangkan Bakugou yang ada disana hanya bisa berdecih karena kelakuan gila (y/n).
(Y/n) Klon P.O.V.
Setelah itu aku berjalan menuju stand takoyaki oji-chan, eh itu? Kalau tidak salah itu Mount Lady kan? Ternyata dia penyuka takoyaki juga ya...
Mount Lady P.O.V.
"Pesan Takoyaki satu, ya!" ucapku kepada penjual takoyaki. "Wah Mount lady ya?" tanya penjualnya padaku. "Tidak pakai seaweed ya" kataku lagi. "Satu ya? harganya lima ratus yen" katanya sambil membungkus pesananku. Aduh, bagaimana ini... Aku kan tidak membawa uang sebanyak itu, kalau begitu...
"Anu, sekarang... Aku tak membawa uang sebany-" ucapanku terpotong oleh seorang gadis berseragam U.A.
"OJI-CHAN! TAKOYAKI 1 ya!"
(Y/n) Klon P.O.V.
"Pesan Takoyaki satu, ya!" kata Mount Lady kepadanya. "Wah Mount lady ya?" tanyanya.
Ternyata indraku peka juga ya, meskipun tinggal 10 langkah lagi menuju sana aku bisa mendengar suara mereka haha- Atau mungkin karena efek latihan? Sudahlah aku tak peduli...
"Tidak pakai seaweed ya" kata Mount Lady. "Satu ya? harganya lima ratus yen"
Mount Lady terlihat sedikit kaget karena mendengar itu, apa dia tidak membawa uang sebanyak itu? "Anu, sekarang... Aku tak membawa uang sebany-"
"OJI-CHAN! TAKOYAKI 1 ya!" ucapku dengan riang ke sana. "Ah, kau datang lagi?" katanya dengan senyum ramah. "Iya oji-chan, aku harus makan takoyaki dulu sebelum mulai" ucapku dengan malu.
Mount lady terlihat sedikit canggung karena itu, sedangkan Kamui woods dan temannya itu bingung melihatku disana. Lalu aku tersenyum ramah kepada mereka, karena kebetulan aku membawa uang lebih sepertinya aku bisa membayar takoyaki milik Mount Lady...
"Oji-chan, ini uang 500 yen untuk pesanan Mount Lady ya!" ucapku dengan riang.
"Eh- Chottomatte!" ucap Mount Lady sambil enghentikan aksiku. "Hm? Kenapa kak?" tanyaku padanya. "Apa itu tak apa...?" tanyanya ragu-ragu.
"Tak apa! Lagipula takoyaki disini emang enak kok! Jadi terima saja niatan baikku ya!" ucapku sambil mengambil pesanannya dan memberikan padanya dengan senyum tulus.
"Baiklah terimakasih banyak! ehm, namamu?" tanya Mount Lady padaku. "(Y/n)! Sama-sama Mount Lady" jawabku dengan senyum tulusku sekali lagi padanya. "Ngomong-ngomong, kenapa kau masih berkeliaran?" tanya Kamui Woods dengan curiga.
"Hm..." apa sebaiknya aku jujur saja ya?
"Sebenarnya aku ini bukan (Y/n) asli, aku adalah wujud dari-" sebelum aku menyelesaikan kata-kataku Mount Lady sudah histeris. "Hah? Lalu kau siapa?"
"Ahahaha... Aku ini wujud dari quirk yang kupunya... Bisa dibilang aku membuat klon dari quirkku itu" ucapku dengan canggung. "Ah begitu ya" ucap Death Arms. "Maafkan aku karena sudah mencurigaimu, nak (y/n)" ucap Kamui Woods padaku.
"Ie~! Daijoubu desu!" ucapku sambil tersenyum. "Kalau begitu (y/n), tolong terima kartu namaku" ucap Mount Lady sambil memberikan kartu namanya. "Eh?! Tak usah" ucapku sambil merona.
"Tidak, kau harus menerimanya... Karena aku sudah berhutang budi padamu" katanya sambil meletakkan kartunya di tanganku. "Apa itu tak apa?" tanyaku dengan ragu.
He? Apakah aku baru saja mendapat relasi?
Setelah itu aku mengambil pesanan takoyakiku dan kembali ke ruang tunggu.
(Y/n) P.O.V.
"Padahal aku mau pakai kostumku" gerutu Mina. "Demi sportifitas kita tidak boleh memakainya" jawab Ojirou. "Ronde pertama bakal ada apa ya?" tanya Satou pada Takoyami.
"Apapun itu kita harus menghadapinya" kata Takoyami dengan tenang.
"Hey (y/n), apa klonmu sudah membelinya?" tanya Yaomomo. "Iya, dia sebentar lagi akan datang kesini-" ucapanku terpotong saat pintu terbuka dan klonku masuk.
"Aku membawanya" katanya dengan tenang. "He? Hontouni? Kau membeli yang kecil kan?" tanyaku padanya. "Yap! Dan lagi aku dapat kartu nama" ucap Klonku padaku.
"Ah begitu, yasudah terimakasih karena sudah melakukan tugasmu ya!" ucapku dengan ceria. Seperti biasa (y/n) klon kembali padaku, "He~ (y/n) benar-benar Nekat!" kata Uraraka sambil tercengang. "Cepat habiskan, kero... Sebelum iida-kun datang!" perintah Asui padaku.
"Wakatta!" ucapku sambil duduk dan mulai memakannya. "He~ Ternyata kau benar-benar membeli yang isinya hanya 3" kata Jiro sambil terkekeh geli.
"Iya, ahahaha... Karena aku tak akan cukup waktu untuk memakannya~ Ittadakimasu!" ucapku sambil menusuk takoyaki. "(Y/n)-san, kau benar-benar santai ya" ucap Midoriya yang ada disana.
Sambil menelan aku berkata, "Jujur... Aku merasa gugup, karena aku juga sepertinya masih ada yang kurang... Karena itu aku berusaha untuk membuangnya dan menikmatinya! Karena feelnya itu benar-benar baik loh!" ucapku sambil tersenyum riang.
Setelah itu aku menusuk takoyaki kedua, "Ah begitu ya" ucap Midoriya merendah. "Sepertinya kau ini juga sudah bekerja keras ya? Midoriya-kun?" tanyaku padanya.
"Ah benar, aku sudah bekerja keras" kata Midoriya sambil memegang tengkuknya. "Ah~Kau jujur takut kan? Tenang saja~! Karena kerja keras akan terbayarkan!" ucapku sambil menusuk takoyaki terakhir dan memasukkan ke dalam mulutku.
Mengunyah secara cepat tapi dalam keadaan mulut tertutup alias tidak membiarkan mulutku terbuka saat makan adalah salah satu etika makan. Setelah menelan semuanya aku langsung menyemangati mereka dengan aura positifku, "Yo- Minna! Kalau kita sudah bekerja keras- kita pasti bisa, jadi ayo semangat!" ucapku dengan antusias.
Semuanya pun sepertinya termakan aura positifku, baguslah~
"HOI TANPA KAU BILANG PUN AKU SUDAH TAU SIALAN!" ah- sepertinyadia salah paham kalau aku sedang meremehkannya hahaha...
Kemudian pintu terbuka, "Semuanya! Apa kalian sudah siap? Kita akan segera masuk!" ucap Iida dengan semangatnya itu.
Sesuasana kembali menjadi ribut karena gugup, aduh... kok bisa berubah secepat ini ya...
"Midoriya" ucap Todoroki sambil mendekatinya. "Todoroki-kun, kenapa?" tanya Midoriya padanya. "Dipandang secara objektif, kurasa aku lebih kuat darimu" katanya sambil menatap tajam Midoriya. Midoriya sedikit kaget mendengar itu dan menganggukinya dengan canggung, "tapi All might sepertinya menaruh perhatian lebih padamu, kan?" tanyanya dengan tegas.
"Aku sama sekali tak mencoba untuk mencampuri hal itu, tapi aku pasti mengalahkanmu" entah mengapa, aku merasa bahwa Todoroki sedikit tertekan karena keberadaan Midoriya... Apa dia ini takut dan tidak pede?
"Oh, apa ini perang terbaik di kelas kita? aku jadi ingat juga soal pertandingan (y/n) dan Bakugou~" gumam Denki. "Hei, hei, hei! Kenapa malah ngajak berantem?" tanya Kirishima pada Todoroki sambil menaruh tangan ke pundaknya.
"Kita kesini bukan untuk teman-temanan" ucapnya sambil melepaskan tangan Kirishima yang ada di pundaknya. Lalu dia sambil memandang tajam padaku, sepertinya dia juga ada yang ingin dia sampaikan padaku...
"Kau juga, (y/n)... Aku tak mengerti kenapa aku bisa kalah denganmu terakhir kali" ucapnya dengan nada tegas. "Karena itu aku pasti mengalahkan kalian berdua" katanya sambil berbalik.
"Ara-ara~ Sepertinya ambisi mu emang baik... Tapi, bukankah relasi pertemanan juga sangat penting untuk membangun kepribadian? Dan juga pengalaman?" ucapku sambil beranjak dari kursiku dan mendekatinya.
Karena aku barusan memakan takoyaki aku mengambil sampahnya agar bisa sekalian membuangnya di tempat sampah, "Sebaiknya kau berpikir kembali soal ambisi dan pemikiranmu itu, apakah itu yang kau mau?" ucapku dengan senyum meremehkan.
Dia sedikit tersentak karena aku yang berkata seperti itu, lalu aku memasukan tangan kiriku ke pegangan kresek dan menepuk kedua tanganku untuk merubah sesuasana.
"Jaa~ Daripada kita memasalahkan soal itu, menurutmu bagaimana Midoriya?" tanyaku dengan senyum ramah.
"Todoroki-kun aku tak mengerti apa yang kau pikirkan saat kau ingin mengalahkanku, tapi... Tentu saja kau lebih baik dariku, kurasa kaulah orang yang paling cakap dalam sudut obyektif" ucap Midoriya merendah. "Tapi, semuanya- Murid dari jurusan lain benar-benar mengincar puncak..." dia menunduk dengan penuh makna itu membuatku ikut merasakannya.
"Aku takkan membiarkan diriku tertinggal, aku juga akan bersungguh-sungguh" ucapnya dengan serius. "Ya" jawab Todoroki.
"Kalau begitu masalah ini selesai ya~! Intinya kita harus melakukan yang terbaik" ucapku dengan senyum tipis. Bakugou yang terlihat kesal karena pembicaraan itu tak bisa menyembunyikan wajahnya yang terlihat kesal itu, dan akhirnya festival olahraga dimulai.
Bakugou P.O.V.
Sedari tadi aku menunggu di ruang tunggu untuk mengikuti festival olahraga, ternyata Gadis Bodoh itu benar-benar gila dan tidak ada takutnya. Apa dia benar-benar sudah menekatkan dirinya untuk mengambil posisi puncak? Heh- aku tidak peduli sih, tapi jika dia juga mengincar itu... Sepertinya ini akan benar-benar seru!
"Midoriya" Karena penasaran aku pun melihat ke belakang dan melihat situasinya.
"Todoroki-kun, kenapa?"
"Dipandang secara objektif, kurasa aku lebih kuat darimu"
"tapi All might sepertinya menaruh perhatian lebih padamu, kan?" Hah? All Might? KENAPA ALL MIGHT BERURUSAN DENGAN DEKU SI SIALAN?!
"Aku sama sekali tak mencoba untuk mencampuri hal itu, tapi aku pasti mengalahkanmu"
"Oh, apa ini perang terbaik di kelas kita? aku jadi ingat juga soal pertandingan (y/n) dan Bakugou~"
__ADS_1
"Hei, hei, hei! Kenapa malah ngajak berantem?"
"Kita kesini bukan untuk teman-temanan"
"Kau juga, (y/n)... Aku tak mengerti kenapa aku bisa kalah denganmu terakhir kali" apa maksudnya soal pertandingan yang aku kalah dari 'DEKU'?
"Karena itu aku pasti mengalahkan kalian berdua"
"Ara-ara~ Sepertinya ambisi mu emang baik... Tapi, bukankah relasi pertemanan juga sangat penting untuk membangun kepribadian? Dan juga pengalaman?"
"Sebaiknya kau berpikir kembali soal ambisi dan pemikiranmu itu, apakah itu yang kau mau?" Hah? sepertinya senyumnya itu tertular olehku ya?
EH?! KENAPA AKU MALAH BERPIKIR SOAL ITU SIALAN?!
"Jaa~ Daripada kita memasalahkan soal itu, menurutmu bagaimana Midoriya?"
"Todoroki-kun aku tak mengerti apa yang kau pikirkan saat kau ingin mengalahkanku, tapi... Tentu saja kau lebih baik dariku, kurasa kaulah orang yang paling cakap dalam sudut obyektif"
"Tapi, semuanya- Murid dari jurusan lain benar-benar mengincar puncak..."
"Aku takkan membiarkan diriku tertinggal, aku juga akan bersungguh-sungguh" SIALAN- ENTAH KENAPA AKU MERASA SEDIKIT KESAL-
"Ya"
"Kalau begitu masalah ini selesai ya~! Intinya kita harus melakukan yang terbaik" entah ini perasaanku saja atau bukan, tapi KENAPA GADIS SIALAN ITU DEKAT SAMA SI DEKU SIALAN ITU HA? LOH?
KENAPA AKU MARAH? PADAHAL DIA JUGA BUKAN SIAPA-SIAPA SIALAN!
KH- DARIPADA BERPIKIR SOAL ITU, LEBIH BAIK AKU MENYIAPKAN DIRIKU UNTUK MENDAPATKAN POSISI NOMOR SATU ITU!
3 R.d. Person P.O.V.
Stadion festival olahraga kelas satu yang dipenuhi penonton itu, dimulai dengan pembukaan oleh Present Mic dengan suara kerasnya itu.
"Hei!"
"Perhatikanlah, para penonton!" teriakan suara penonton yang bergemuruh itu memeriahkan acara.
"Berbondong-bondonglah media massa!"
"Tahun ini, acara sekolah yang paling kalian sukai, festival olahraga U.A. akan segera dimulai! Everybody, are you ready?" pernyataan yang antusias itu disampaikan oleh Present Mic dengan kuat.
"Waktunya para murid masuk ke stage kelas satu!" lalu anak kelas 1-a memasuki stadion dengan menegakkan tubuh mereka.
Segala petasan menghiasi udara dengan meriah, dan juga suara instrumental yang kuat.
"Festival Olahraga U.A.! Pertarungan tahunan di mana para calon pahlawan mengasah kemampuannya! Lah, ini dia mereka, kan? Bintang ajaib baru melawan penjahat dengan hati baja mereka! Jurusan Pahlawan, kelas 1-a kan?!"
// 3 R.d. P.O.V. (kelas 1-a yang sedang berjalan)
Midoriya yang gugup karena melihat sekitar memasang wajah pucat pasinya sambil berkata, "O-orangnya banyak banget!" katanya. Iida yang ada di sebelahnya itu berusaha untuk menguatkan auranya, "Dilihat oleh orang sebanyak ini, apa kita bisa bermain maksimal? Ini juga latihan untuk menjadi pahlawan" balas Iida.
"Pujiannya keterlaluan nih! Aku agak gugup! Benar begitu, Bakugou?" tanya Kirishima kepada Bakugou yang ada di depannya. "Nggak! Justru aku malah bertambah semangat!" katanya dengan ekspresi antusiasnya itu.
"He~ Kau ini sepertinya sudah terbiasa ya~!" jawab (Y/n) yang mendengar pembicaraan mereka itu. "DIAM SIALAN!" balas Bakugou dengan kasar.
// 3 R.d. P.O.V. (back to pov penonton)
"Mereka tak mempunyai banyak waktu untuk tampil, tapi kelas ini juga penuh dengan talenta!"
"Jurusan Pahlawan, Kelas 1-B!"
"Selanjutnya jurusan umum! kelas C, D, dan E!"
"Jurusan pendukung, Kelas F, G, dan H sudah datang!"
"Lalu jurusan bisnis, Kelas I, J, dan K!"
"Semua kelas 1 U.A. sudah ada disini!"
// 3 R.d. P.O.V. (Kelas C, Jurusan umum)
"Kita disini cuma pelengkap mereka, ya?"
"Kayaknya gitu, sih..."
// 3 R.d. P.O.V. (back to pov penonton)
"Saatnya janji pemain!" ucap Midnight dengan tegas.
"Oh, ketua wasit tahun ini adalah pahlawan rating 18+, Midnight ya?"
"Kepala sekolah, gimana?"
"Kepala sekolah tiap tahun ada di stage kelas tiga"
// 3 R.d. P.O.V. (kelas 1-a)
"Midnight-sensei pakai baju apa sih?" tanya Kirishima pada yang lainnya. "Pahlawan Rating 18+ gitu loh" ucap Kaminari sambil mengganguk. "Memangnya pahlawan rating 18+ boleh ada di sekolah ini?" tanya Takoyami pada mereka.
"Boleh!" ucap Mineta sambil mngacungkan jempol.
(Y/n) P.O.V.
"Semuanya harap diam!" tegas Midnight sambil mengibaskan cambuk kecilnya itu. "Perwakilan dari para murid, Bakugou Katsuki dari Kelas 1-A!" sambungnya lagi. Wah? Bakugou? Hm sepertinya ini sangat mungkin dikarenakan, saat ujian masuk...
Aku tidak menempati posisi pertama jika digabung dengan nilai ujian tulis... Sedangkan Bakugou, iya dia mendapatkan nilai sempurna di keduanya...
Walau aku lumayan pinter di Biologi, tapi tetap saja... Kalau nilai mat dan fisika ku pas-pasan apa gunanya?!
"Heh? Kacchan?" ucap Midoriya dengan sedikit kaget. "Dia kan mendapatkan urutan pertama di tes masuk" ucap Sero kepadanya.
"Lah? Bukannya (y/n)?" tanya Uraraka. "Ah, jika dimasukkan dengan ujian pengetahuan alias ujian tes masuk tertulis... Aku tidak mendapat urutan pertama" ucapku sambil tertawa canggung.
"Di jurusan pahlawan tentunya" sepet salah satu anak yang ada di kelas jurusan umum. Anak itu? Sepertinya dia salah satu anak yang dulunya juga menatapku tajam saat ujian masuk... Ya sudahlah...
"I-iya" balas Midoriya dengan gugup. "Kelihatan banget kalau dia benci sama kita" ucap Sero kepada Midoriya. "Dia menurutku tidak sebenci itu kok~ Sudahlah! Kita ini tetap harus positive thinking!" ucapku dengan ceria. Lalu yang lain hanya bisa mengangguk karena termakan aura positifku, lalu Bakugou yang menaiki panggung itu membuat kami sekelas menegang.
Entah mengapa aku memiliki firasat buruk, "Sensei, aku akan jadi nomor satu"
"Sudah kuduga kalau dia akan melakukan itu!" ucap teman kelasku berbarengan. "Jangan bercanda!" lalu seruan mengejek Bakugou itu mulai mengeluarkan sikap ketidaksukaan mereka.
"Kenapa kau melakukan hal yang kasar sekali!" ucap Iida dengan tegas pada Bakugou dengan gerakan tangannya yang lincah itu.
"Setidaknya jadilah pijakan empuk agar aku bisa melompat" katanya sambil menunjukkan jari jempol yang ke arah bawah itu.
"Percaya diri amat lu! Aku akan menghancurkanmu!" ucap Tetsu-tetsu dengan tegas pada Bakugou. Lalu Bakugou turun dari panggung, aku yang penasaran itu bertanya padanya... Aku tahu hali ini agak berbahaya, tetapi aku terlalu penasaran untuk itu...
"Bakugou, kenapa kau merusak harga dirimu?" tanyaku pelan. "Emangnya itu penting bagimu?! AKU INI MEMANG SEHARUSNYA BERADA DI PUNCAK?! JADI TAK APA JIKA AKU BEGITU- tch... Sudahlah! Jangan berurusan lagi denganku!" katanya sambil kembali fokus ke depan. "Hm, baiklah... Terimakasih atas jawabanmu, Bakugou-kun" ucapku sambil tersenyum tipis.
"Baiklah, mari kita cepat mulai! Permainan pertama disebut Kualifikasi!" ucap Midnight yang ada di depan itu.
"U.A. selalu bergerak cepat ya?" ucap Uraraka padaku dan Asui.
Aku dan Asui mengangguk, "Tiap tahun banyak yang menumpahkan air matanya disini!" katanya dengan antusias. "Ini dia permainan pertama yang sangat penting!" sambung Midnight sambil menunjukkan lotre permainan.
"Permainan utama tahun ini adalah... Obstacle Race!" katanya sambil mengarahkan cambuk kecilnya itu ke atas.
"Seluruh sebelas kelas akan berpartisipasi, jalurnya adalah tepian stadium ini yang memiliki jarak 4 kilometer!" lalu dia mengangkat lagi cambuknya yang barusan diturunkan itu dan "Daya tarik sekolah kita adalah kebebasan!" sambungnya.
"Selama masih ada jalur, kalian diperbolehkan melakukan apapun!" sambungnya lagi.
"Baiklah silahkan bersiap-siap!" katanya sambil menunjukkan garis start.
Hal ini akan menjadi sedikit seru dan menegangkan... Sainganku sama sekali tidak main-main, tapi apakah aku harus memakai semua quirkku? Aku harus ambil resiko kan?
"HOI! GADIS BODOH! JANGAN LUPA UNTUK GUNAKAN SELURUH QUIRK SIALANMU ITU! JANGAN DITAHAN!" katanya sambil menyepetku.
Aku menoleh ke belakang, melihat dirinya dengan penuh percaya diri itu menyemangatiku...
Ya sepertinya aku memang harus ambil resiko..!
"Baik! Sampai nanti Bakugou-kun!" ucapku dengan antusias.
-T.B.C. To Be Continued~
Bisakah kalian menekan tombol like?:3
Soalnya Author membutuhkan like kalian utnuk menyemangatiku melanjutkan cerita ini >
Tapi kyknya agak sedikit kurang romance or sebagainya, jadi saya meminta maaf soal itu TcT...
Kalau begitu...
Makasih udah baca >
__ADS_1