
Ia membentuk sebuah portal yang mengarahkan Melissa dan Midoriya langsung menuju lantai yang ingin dituju oleh mereka berdua.
Tentu saja, hal itu membuat mereka semua kaget... "(Y/n)! Kau bawa kemana mereka?!" ucap Kirishima dengan panik. "Aku langsung membawa mereka menuju menara atas! Uraraka lepaskan mereka!" ucap (Y/n) sambil menutup portal yang ia buat.
Kemudian ada suatu hawa yang aneh memenuhi hidung (Y/n). Bau yang sangat menusuk penciuman dengan tajam itu membuat (Y/n) tidak bisa berkonsentrasi dengan apa yang ia lakukan.
Hal itu juga membuat (Y/n) tidak bisa bernapas. Karena dirinya tidak bisa bernapas, beberapa sistem dalam tubuhnya juga terhambat. Seperti sistem peredaran darah yang tidak lancar, sistem metabolismenya itu pun tidak berjalan dengan lancar. Karena tak ada yang memperhatikan (Y/n) saat itu, muncul dua tangan misterius dari udara yang langsung menutup mulutnya dan menariknya masuk ke ruangan lain.
Dirinya yang melemah itu membuat dirinya tidak sada akan kenyataan yang tidak dihadapinya.
"Sudah kulepaskan! Apa mereka baik-baik saja?!" tanya Uraraka kepada (Y/n) sambil melihat ke arah belakang. "(Y/n)?" ucap Uraraka sambil mencari keberadaan (Y/n).
"Teman-teman, (Y/n) menghilang!" teriakan Uraraka itu membuat mereka semua tersentak kaget.
#With (Y/n)
Kemunculan 2 tangan yang langsung menutup mulut (Y/n) itu tentu saja membuat (Y/n) kaget. Keanehan itu tentu saja membuat sebuah misteri. Bagaimana mungkin tangan seorang manusia dapat muncul di udara tanpa sambungan tubuh yang lainnya?
(Y/n) membuka matanya setelah kejadian tersebut, "He? Kau lihat nggak sih betapa teman-temanmu itu mencarimu (Y/n)?"
#Bonus Chapter - I-Expo (5)
(Y/n) membuka matanya dan melihat bahwa dirinya itu sedang berdiri di ujung gedung. Satu langkah ke belakang. Ah, mungkin seperempat saja (Y/n) sudah terjatuh. Kemudian Akira mencekek leher (Y/n) dengan keras, sehingga (Y/n) mengalami kesulitan dalam bernafas. "L-Lepas!" suara (Y/n) terdengar sangat pelan karena ia memaksakan diri untuk berbicara.
Akira tertawa, "Lepas katamu?" katanya sambil tertawa. Akibat itu cekekan Akira sedikit merenggang, sehingga (Y/n) bisa mengatur nafasnya sedikit dan mengumpulkan quirknya.
"Kau harus terlebih dahulu sadar diri dong" katanya sambil menatap tajam. Dirinya yang berasal dari Yukami dengan quirk yang sama dengan (Y/n) itu merasa tersingkirkan secara jelas.
(Y/n) yang merupakan keturunan utama dari Yukami masuk ke WHS... Tentu saja hal itu sangat mengancam dirinya.
(Y/n) sekali lagi mengumpulkan nafas selagi Akira merenggangkan cekekannya.
*Sumber : Webtoon - Like Mother Like Daughter (Wajah sinisnya bisa disesuain lagi sama kalian ya)
"Pengakuan WHS... Posisi top Hero... ITU SEHARUSNYA MILIKKU!" teriak Akira kepada (Y/n). (Y/n) tersentak lagi, "Tentu saja kau pasti memiliki kesempata--" belum sempat ia membereskan perkataannya, Akira yang membenci keberadaan (Y/n) itu langsung mengeraskan cekekannya.
Dia menunjukan ekspresi yang membenci secara terang-terangan kepada (Y/n). "AKU TAK BUTUH PENGHIBURANMU!" saat itu (Y/n) yang ingin melepaskan dirinya itu memegang tangan Akira untuk melepaskan cekekannya.
"KAU MEMANG HARUS MATI!" Sekitar 3 detik pegangan (Y/n) itu sebelum ia kehilangan kesadaran. Di saat ia mulai menyerah, suatu hal terjadi secara tak sadar.
Sebuah cahaya yang muncul dari tangan (Y/n), 'Dia menyerang?!' batin Akira yang tadi sempat lengah. Namun cahaya itu tidak menyerangnya... Justru itu malah membuat memori buruk Akira datang kembali.
Akira melepaskan (Y/n) secara tidak sadar dan memegangi kepalanya. Kepalanya yang pusing itu benar-benar membuatnya tidak bisa mengendalikan tubuhnya dan juga keinginan untuk menangkap (Y/n).
Sedangkan, (Y/n)? Dengan quirk yang belum sepenuhnya kembali setelah dihentikan oleh Akira, dia tidak bisa menyelamatkan dirinya yang kini terasa sangat berat. Detak jantungnya itu berdetak sangat cepat, dan keinginan yang tidak ingin mati itu kini sirna saat dirinya terjatuh dari lantai paling teratas.
#With Akira Hidden Memory - Author Naration
Generasi ke-5 Yukami yang hilang... Anak kembar? Salah satu anak kembaran yang hilang itu pergi kemana? Pertanyaan itu cukup untuk menanyakan segalanya. Seluruh misteri yang ada di keluarga Yukami kini terurai.
Akira P.O.V
"Dunia ini jahat, tetapi kita tidak boleh membalaskan kejahatan mereka" begitulah yang dikatakan oleh orang tuaku. Tidak boleh membalas? Kau yang terlalu idealis terhadap kasih sayang itu justru malah menderita! Dan lihatlah apa yang terjadi! ITU MEMBAHAYAKANMU!
"Kau kan memiliki quirk yang kuat?! Mengapa kau tidak mau melawan ilmuwan-ilmuwan gila itu?! Mereka sama sekali tidak memiliki kode etik dan memaksa ibu untuk melahirkanku?!" dia tersenyum. Melihat senyumannya itu... Aku tidak mengerti lagi dengan apa yang dipikirkan oleh Ibuku. "Cuma karena latar belakang Yukami? Kau harus membawa beban ini semua?"
"Sebenarnya mengapa?" tanyaku dengan rasa iba dan kesal yang tercampur aduk. Angin dan atmosfer sekitar hanya bisa tenang mendengarkan isi hatiku itu. Dan Ibu hanya bisa tersenyum melihatku yang tidak suka karena itu... "Akira, quirk kuat ini bukanlah untuk keperluan kita masing-masing" katanya kepadaku yang masih kecil.
"Keperluan? Lalu untuk apa quirk itu ada, Bu?" tanyaku. "Entahlah? Mungkin untuk menjaga keseimbangan dunia" secara sekilas perkataannya itu membuatku termanipulasi.
Meski begitu, aku mencoba untuk menurut. Namun... Sepertinya pilihan yang kupilih itu salah.
Author Naration P.O.V
Hari itu datang, dimana ia harus melihat kenyataan yang ia tidak ingin lihat. Ia tidak menyangka dan terus berharap bahwa itu hanyalah mimpi. Sekali lagi,
Anak itu hanya bisa membelalakan matanya saat ibunya itu mati di laboratorium karena percobaan quirk atau semacamnya. "KAA-SAN?!" gadis itu kini berteriak dengan suara kerasnya. Dengan emosional, dirinya itu menangis. Namun tangisan itu bukan tangisan biasa.
Tangisan itu bukanlah tangisan seperti anak kecil pada umumnya.
Muncul suatu cahaya dari tubuhnya itu, hal itu membuat para ilmuwan kaget akan kebangkitan quirk dari anak itu. Hal itu juga membuat mereka ingat akan ramalan yang dirumuskan oleh keluarga Yukami.
Di sisi lain mereka juga ingin menggunakan Akira sebagai objek penelitin mereka. Bagaimanapun mereka semua adalah ilmuwan yang gila. Yang hanya mencari popularitas. Serta kekayaan, karena itu mereka melupakan kode etik dan berjalan bersama kegelapan. Yakni pasar gelap, penjualan alat-alat berbahaya, bahkan mereka juga melakukan penyeludupan ilegal.
Ada satu ramalan yang mengatakan bahwa,
'Anak ramalan itu akan memuncakkan seluruh keluh kesah dan akan mengakhirinya dengan kedamaian abadi. Selain itu quirknya bisa dibilang adalah karunia dari langit kepada kita semua'
Mereka terdiam untuk beberapa detik dan kembali membulatkan tekad untuk menangkap anak itu. Setelah itu quirk nya semakin menggila, ia merusak beberapa properti yang berada dalam laboratorium. Bagaimanapun... Quirk yang baru bangkit dari rasa balas dendamnya itu sangatlah tidak efektif untuk dikendalikan olehnya.
Namun karena perbedaan umur dan pengalaman, anak itu tersetrum listrik sebesar 3 juta volt... Hal itu membuatnya tak berdaya dan pingsan di tempat. Dirinya benar-benar frustasi dan kehilangan kesadaran. Secara kejam anak itu langsung ditangkap dengan cara diseret...
__ADS_1
'Hidup ini tidak adil' begitulah kutipan yang tidak sempat diucapkan olehnya. Dirinya dipaksa untuk melakukan beberapa tes, dipasang alat pemicu quirk, dan lain-lain.'Aku tidak bisa melupakan semua memori dengan Ibuku, karena dia lah salah satu keluarga yang aku punya'
Hidup tanpa orang tua, hanyalah orang asing yang berbulu serigala saja yang ada di tempatnya itu. Kesepian, kehampaan, dia merasakan hal itu semua. Namun, para Ilmuwan itu menemukan suatu kenyataan bahwa Akira bukanlah anak ramalan yang dinanti oleh dunia.
Karena itu para ilmuwan langsung membuangnya ke jalan dengan keadaan tragis. Dengan keadaan sistem saraf dan organ yang tidak lengkap... Dirinya kini hanya bisa menahan rasa dendam yang kuat dalam hatinya.
"Halo, Gadis kecil... Apa kau butuh bantuan?" tanya seorang laki-laki kepadanya. "Aku tak perlu bantuan oleh orang yang sepertimu... Kau akan memaksa ku untuk melakukan hal yang gila kan?" kata Gadis itu dengan tidak ramah.
"Orang-orang ***** ******* ********!?! JANGAN GANGGU HIDUP GUE! GUE SEBENTAR LAGI JUGA BAKAL MATI! JANGAN SOK BERSIMPA-" kemudian dia pingsan dikarenakan kehilangan banyak darah. Masih banyak hal yang tidak bisa ia lakukan\, kini ia hanya bisa mengutuk diri sendiri di saat tidak sadarkan diri.
"Aku menyukai cara anak ini bertahan hidup, dia bagaikan cacing tanah yang terus menerus berjuang... Ya kan?" ucap orang itu kepada seorang wanita yang berada di sampingnya.
Dia mengangguk, "Kalau begitu... Selamatkan anak ini dan lakukan apa yang ku minta selanjutnya" ucapnya lagi kepadanya. Waktu pun berlalu, hingga saatnya anak itu membuka mata dan bersyukur bahwa ia berhasil selamat.
Sebelum kata-kata bersyukur keluar dari mulutnya, anak itu hanya bisa kaget dikarenakan dirinya kini sudah diobati dengan baik. Luka-lukanya itu berhasil sembuh, sistem sarafnya itu sangatlah baik seperti sedia kala, penglihatannya kembali jelas...
Matanya kini terbelalak melihat laboratorium tempatnya disiksa itu berlumuran darah... Para ilmuwan yang telah menyiksanya itu terbunuh secara mengenaskan. Anak itu berdiri dari kursi tempat ia tadi tertidur.
Banyak pertanyaan yang belum terjawab saat itu, 'Bagaimana bisa?' begitulah pertanyaan yang ada dalam otaknya. Ia berjalan dan melihat keadaan laboratorium itu. Banyak ilmuwan yang saat itu sudah tiada.
"T-Tolong" ucap seorang yang ada disana. Akira membalikkan pandangannya dan melihat seorang ilmuwan yang dulunya juga memaksa dirinya untuk menetralkan racun. "A... Sampel penelitian?" ucap Ilmuwan itu dengan pelan terhadap Akira.
Seketika memori buruknya itu kembali muncul, ia mengernyitkan keningnya. "Dasar orang gila," kata Akira dengan tenang. Orang itu membelalakan matanya sebelum menghembuskan nafas terakhir.
Terdapat perasaan lega dan senang dalam dirinya, dia tak perlu sakit-sakitan lagi dan tidak perlu memikirkan macam-macam. Ia berjalan meninggalkan laboratorium tersebut dan bertemu dengan seorang laki-laki yang sebelumnya pernah menawarkannya suatu pertolongan.
Ia mengernyitkan keningnya, "Mau apa kau?" tanya Akira yang baru berumur 11 tahun itu padanya. "Umurmu berapa, adik kecil?" tanya orang itu padanya.
"Aku tak mau memperkenalkan diri kepada orang asing" ucap Akira dengan tegas padanya. Orang itu tertawa, "Kalau begitu dengan apa kau akan membayar biaya perawatan?" hal itu membuat Akira memiringkan kepalanya.
Orang itu menunjukkan biaya perawatan, hal itu membuatnya sedikit bingung. Namun ia dapat mengerti apa yang dimaksudkannya setelah melihat namanya yang berada di pucuk kertas tersebut. "Dengan apa kau akan membayar semua ini?" tanya orang itu padanya. Kemudian puzzle dari permasalahan itu dapat diselesaikan dengan baik.
"J.. Jadi kau yang merawatku?!" tanya Akira dengan kaget. Dia mengganguk, "Oh iya, perkenalkan... Namaku Robert Miller, senang bertemu dengan perempuan yang berbakat sepertimu" katanya sambil memperkenalkan diri.
"Aku tidak punya uang" ucap Akira padanya. "Kau tak perlu berbuat banyak... Tapi ada suatu hal yang kuinginkan.. Bisakah kau mengabulkannya?"
#End Of Flashback
Akira yang baru saja mendapatkan semua memorinya kembali langsung menyadari apa yang dilakukannya dan niat WHS yang sebenarnya. Namun semuanya terlambat, (Y/n) sudah terjatuh dari cengkramannya sedari tadi.
3 R.d. Person P.O.V.
Di sisi lain mereka semua panik dikarenakan (Y/n) yang hilang secara mendadak. Namun mereka harus tetap berfokus dengan apa yang terjadi saat itu. Namun keadaan tersebut berbalik setelah yang lain menyusul ke arah mereka. "Teman-teman, maaf terlambat!" kata Yaomomo dengan yang lainnya. "Yaomomo?!" ucap Uraraka dengan kaget.
"Kalian tidak membereskan ruangan sebelumnya?" tanya Kirishima sambil melawan robot yang tersisa. "Robot-robot di ruangan kami tiba-tiba terhenti setelah kami melawannya sebentar" ucap Iida kepada mereka.
Secara mendadak robot itu berhenti, "Apa kali ini Midoriya benar-benar berhasil?" tanya Todoroki. "Belum tentu, sialan. Tidak secepat itu" kata Bakugou kepadanya.
'Sistem keamanan di I-Island telah beroperasi dalam mode normal'
Setelah sistem keamanan benar-benar kembali... Mereka kini tidak bisa bersantai-santai dan kini harus memikirkan permasalahan selanjutnya. "Teman-teman, (Y/n)... (Y/n) harus segera ditemukan!" ucap Uraraka dengan panik. Kini perasaan bersalah karena tidak mengawasi (Y/n) itu memenuhi dirinya. Seandainya jika... Saat itu ia memegang tangan (Y/n) dengan erat. Mungkin ia tidak akan kehilangan sampai seperti ini.
Hal itu tentu saja membuat yang lain ikutan panik karena (Y/n) tidak ada disana. "Lalu tadi? (Y/n) bukannya bersama kalian?" tanya Yaomomo yang ikutan panik. "Aduh! Bagaimana ini!" kata Mineta yang frustasi. "Terakhir kalian lihat dia dimana?" tanya Iida. Bakugou yang memiliki firasat buruk tersebut langsung melihat ke bawah.
'Dia tidak jatuh dari gedung kan?' batinnya secara sekilas.
"Hoi, muka bundar! Kau terakhir melihatnya dimana?" tanya Bakugou sambil mengernyitkan keningnya. "Eh, itu" kemudian Uraraka menghentikan perkataannya karena ia sedang mengingat kejadian barusan. "CEPAT SIALAN!" teriaknya.
"Bakugou! Tenanglah!" ucap Todoroki padanya yang sekarang masih panik. "BAGAIMANA AKU MAU TENANG H-" setelah itu Bakugou kaget karena kejatuhan (Y/n) dengan kecepatan tinggi.
"Itu?" tanpa memikirkan perkataan orang lain Bakugou langsung melompat untuk menyelamatkannya. Ia tidak memerhatikan apa yang ada di pikirannya sekarang. Karena ia kini sudah terhanyut dengan apa yang ada di dalam hatinya. Dia memang mengatakan keinginan soal kematian (Y/n). Namun ia tidak bermaksud kepada (Y/n) yang mau mati dengan cara seperti ini.
Dia tidak mau perkataan yang ia ucapkan itu benar-benar terjadi.
Kemudian ia memadukan kecepatan jatuh nya dengan (Y/n) dan memegang kepala (Y/n) terlebih dahulu. Setelah itu dengan cepat ia menopang tubuh (Y/n) dan membawanya terbang dengan ledakannya. Dengan cepat suatu cahaya membawa mereka ke tempat dimana Akira berada.
Bakugou yang bingung dengan keberadaannya itu langsung menyadari keberadaan Akira yang merupakan penjahat yang (Y/n) kalahkan. Ia mengernyitkan keningnya, kemudian meletakkan (Y/n) di tanah dengan pelan. Ia memasang kuda-kuda sebagai tanda bahwa ia sedang waspada.
"KAU- KAU PENJAHAT BARUSAN KAN?!" teriak Bakugou kepadanya dengan marah. Gadis itu terdiam di tanah dengan pose menduduki kedua kakinya. Bakugou yang kesal itu pun mendekatinya dengan ledakan yang ia siapkan. Ia berlari dengan cepat sambil membuat ancang-ancang. Namun sebelum itu terjadi... Akira membuka mulutnya, "Jangan biarkan anak itu masuk WHS" katanya.
Hal itu membuat Bakugou tersentak kaget, menghentikan langkahnya, dan mengurungkan niatnya. Karena itu dia termenung sebentar mencerna apa yang terjadi, 'Sebenarnya ada hubungan apa dia dengan kami? Lalu quirk tadi? Apa dia yang menyelamatkan kami?' batinnya.
"Jelaskan dengan benar, dan apa tadi kau juga yang menyelamatkan kami?" tanya Bakugou dengan serius. Kemudian komunikasi Akira mengatakan suatu informasi padanya, "Hoi! Apa kau sudah menangkap gadis yukami itu? Boss kan menginginkannya!" Akira pun berdiri sambil menarik alat komunikasinya.
Ia membuangnya ke tanah lalu menginjaknya. 'Alat komunikasi?' batin Bakugou setelah melihat tingkah lakunya. "Jangan biarkan dia masuk WHS, kau menyukainya kan?" kata Akira padanya.
"H-hAH?!" protes Bakugou kepadanya.
#The Other Side
Setelah sistem kembali, dan Bakugou yang langsung melompat ke arah (Y/n). Anak-anak kelas A sadar bahwa mereka harus mengecek keadaan Midoriya dan Melissa. Sedangkan untuk keadaan (Y/n) mereka melepaskannya kepada Bakugou yang kini sedang menyelamatkannya. Tetapi ini bukan berarti mereka membirkan keadaan (Y/n) yang menghilang begitu saja.
Timbul banyak pertanyaan di kepala mereka, namun mereka menyimpannya untuk nanti agar mereka bisa fokus dengan apa yang mereka perjuangkan.
__ADS_1
Midoriya yang tidak berdaya itu pun berusaha untuk mengejar para penjahat yang mengambil profesor untuk pergi bersamanya. Hal itu berhasil disampaikan kepada All Might lewat Mellisa yang panik setelah melakukan tugasnya.
"Sudah ada kabar dari perempuan itu?" tanya si ketua penjahat pada rekan kerjanya. "Dia... Tidak ada kabar, sepertinya misinya gagal" hal itu membuat si penjahat berdecak kesal. "Sialan" gumamnya.
#Switched Place
"Bos bagaimana dengan yang lainnya?" tanya seorang yang disana. "Kita harus pergi sebelum sistem keamanan pulih sepenuhnya" ucap kepala penjahat itu padanya. "Lalu apa gadis itu sudah ditangkap?" tanyanya lagi.
Kemudian, Akira muncul sambil tersenyum licik...
"Sudah ada di helikopter? Kau bisa mengeceknya sendiri" ucapnya sambil menunjuk ke arah helikopter dimana (Y/n) yang sudah terikat itu berada. "Aku kira kau sudah tertangkap" ucap kepala penjahat itu padanya. "Oh iya?" balas Akira sambil tertawa.
Kemudian Akira dengan cepat menodong pisaunya ke belakang lehernya. "K-kau" Akira tersenyum lagi.
"Aku tak suka berbasa-basi... Tapi firasatmu itu bagus juga" katanya lagi. Penjahat itu tersenyum, di kala yang lain mulai menerjang Akira. Akira mengontrol quirk nya untuk membuat gelombang tolakan kepada mereka semua. Sehingga mereka semua jatuh dan tidak sadarkan diri. Timbul suatu pertanyaan dalam kepala penjahat itu...
Mengapa dia menangkap (Y/n) dan berkhianat? Apa itu semua adalah jebakan? Lalu mengapa dia dengan naifnya menyerang tanpa persiapan?
Tanpa berpikir lagi ia mengeluarkan quirknya untuk menyerang Akira.
#With Bakugou & (Y/n) [Sebelum hal itu terjadi]
Ia membuangnya ke tanah lalu menginjaknya. 'Alat komunikasi?' batin Bakugou setelah melihat tingkah lakunya. "Jangan biarkan dia masuk WHS, kau menyukainya kan?" kata Akira padanya.
"H-hAH?!" protes Bakugou kepadanya. Akira melihat ke arah bawah, "Ada banyak hal yang tidak bisa kujelaskan karena waktu yang terbatas" ucap Akira padanya.
"Namun, akan kujelaskan secara singkat..." hal itu membuat Bakugou serius mendengarkan. "WHS, tidak sebaik yang kau kira... Dia memanfaatkan keluarga Yukami agar dirinya bisa mendapatkan kekuatan tanpa batas" dirinya tersentak mendengar hal itu.
"Biar kutebak, kau pura-pura menjdi jahat agar kau bisa menangkap si gadis bodoh ini kabur dari WHS?" Akira langsung tertawa mendengar hal itu. "OI! JANGAN KETAWA!" protes Bakugou.
"Ada-ada aja... Aku saja baru tahu ini dari memoriku yang baru saja kembali" kata Akira kepadanya. 'Entah mengapa kalau aku berhubungan dengan keluarga si gadis bodoh ini rasanya selalu berhubungan dengan ingatan' batin Bakugou secara sekilas. "Lalu, kau? Hubungan kamu dan si gadis bodoh? Apa kalian seperti tch keluarga atau apapun itu?" tanya Bakugou sambil melihat ke arah lain.
"Iya kau benar" ucap Akira padanya. Bakugou hanya bisa mengernyitkan keningnya karena bingung, wajahnya itu seolah mengatakan 'Penyebaran keluarganya itu sangatlah berantakan layaknya ikan asin' batinnya secara sekilas.
"Bisa dibilang aku adalah Yukami yang terlupakan? Hal itulah yang membuatku kesal dan mendendam kepada keluarga Yukami yang lainnya" ucap Akira kepadanya.
'Namun... Setelah mendapatkan memoriku kembali... Semuanya sudah sangat jelas... Kisah nenek moyang diceritkan Ibuku itu benar adanya... Dan lagi sekarang aku malah berhubungan dengan seorang yang merupakan awal dari segalanya...' batin Akira.
"Aku tak bisa menjelaskan banyak... Aku akan mengelabui musuh yang sekarang kalian sedang lawan juga" ucap Akira kepadanya. "Aku sempat berjanji untuk memberikan (Y/n) kepadanya, karena itu aku perlu suatu hal yang bisa menggantikan dirinya" ucap Akira kepadanya.
Bakugou terdiam, "Intinya, kau mau aku untuk membiarkannya tidak pergi ke WHS saja kan?" Akira mengganguk. "Aku nggak peduli" ucap Bakugou sambil membalikkan badannya. Hal itu membuat Akira tersentak kaget, "H-Hah? Kalau begitu kau rela dia di-" ucapannya terpotong oleh Bakugou.
"Aku memang peduli dengan keberadaan gadis itu. Tapi aku tidak bisa mempercayai perkataan orang asing sepertimu. Jadi jangan macam-macam" ucap Bakugou dengan nada mengancam. Akira berdecak kesal karena kepribadian Bakugou yang sama sekali ia tidak suka. "Terserah kau... Kalau begitu aku akan pergi terlebih dahulu" ucap Akira yang mengatakan pamit.
"Aku nggak peduli sialan" kata Bakugou lagi. Kemudian Akira berjalan melewatinya dan berniat untuk mengambil (Y/n). Bakugou yang menyadari tingkah laku mencurigakannya itu langsung menarik tngannya dengan keras... "KAU KALAU MU MEMBANTU... KENAPA KAU MALAH BERNIAT UNTUK MENJADIKAN SI GADIS BODOH ITU SEBAGAI UMPAN HAH?!" protes Bakugou.
"Sudah kuduga... Kau ini sepertinya anak yang terlalu berambisi dan tidak tahu perasaan aslimu itu" ucap Akira sambil meremehkannya. Hal itu membuat Bakugou kesal dan mengeraskan genggaman-nya. "Bisakah kau lepas?! Aku ini tidak punya kemampuan healing seperti dirinya" ucap Akira sambil mengernyit.
"UNTUK APA AKU MELEPASKANMU HAH?! AKU SAMA SEKALI BELUM MELEDAKKANMU SIALAN!?! KAU SEHARUSNYA DIAM DAN TIDAK MENUNJUKKAN KEINGINAN ASLIMU!" Akira benar-benar kesal dengan perilaku Bakugou. "Sudah kubilang aku ini ada di pihak kalian ***!?!" solot Akira padanya. "*** KENAPA GW HARUS PERCAYA SAMA LU?!" teriak Bakugou yang ikut emosi. "TAHAN DULU EMOSI LU *****" protes Akira. "KENAPA GW HARUS NURUT\, NGGAK?! EMANGNYA GW SIAPA LU?!" protes Bakugou lagi. Kemudian (Y/n) tersadar dari tidurnya karena mereka yang berisik.
"E-Eh aku masih hidup?" ucap (Y/n) yang baru saja duduk. Hal itu membuat Bakugou melepas tangan Akira, 'Anak ini kenapa dah? Tadi bukannya dia berisik banget?' batin Akira secara sekilas.
"Kamu- Kalian? Apa yang terjadi?" tanya (Y/n) dengan wajahnya yang masih kaget. "Oh, dia yang nyelamatin lu dari atas" ucap Akira dengan santai. "NGGAK! GW NGGAK! DASAR VILLAIN NGGAK JELAS!"protes Bakugou.
#Back to present
*Warning! Bagian ini memiliki pace yang cepat (Tempo yang cepat)*
Disaat penjahat itu menyerang Akira, dengan cepat Akira menyerap seluruh serangannya. 'Quirk macam apa itu?' batin Midoriya yang baru saja datang. "Kenapa gadis kecil? Apa kau berubah pikiran?" tanyanya. Akira tersenyum, "Masa iya?" lanjut Akira kepadanya. Kemudian penjahat itu mengeluarkan quirknya lagi. Namun itu tetap tidak berhasil dikarenakan Akira yang menyerap serangannya.
"Dasar anak pelacur!" hal itu membuat Akira tersentak. "Pergilah Nak! Disini berbahaya!" ucap David Shield yang memperingatinya. Di saat Akira lengah, penjahat itu kembali menyerangnya... (Y/n) yang tidak bisa bersandiwara lagi langsung menerjang dan menendangnya dari atas.
Namun karena perbedaan pengalaman, (Y/n) hanya bisa mengembalikan serangannya dan tidak berhasil mengambil profesor. "Maaf, aku tak tahan saat kau dibilang anak pelacur" ucap (Y/n) kepadanya.
Kemudian mereka sekarang memiliki jarak yang lumayan jauh... "Namun, bukankah ini akan membahayakanmu?" kata Akira padanya. "Aku tak peduli bahaya apapun, Akira... Semuanya akan baik-baik saja bahkan jikalau aku mati... Asal semuanya baik-baik saja aku akan tenang" ucap (Y/n) kepadanya.
"Apa-apaan kau ini?!" kemudian orang itu menyerang mereka lagi. Dengan cepat Akira menyerapnya lagi dan (Y/n) memantulkan serangan yang tersisa. "(Y/n)!" panggil Midoriya yang baru saja datang. Hal itu membuat (Y/n) kget dengan dirinya yang berdarah-darah. "Midoriya-kun! Kau berdarah!" ucap (Y/n) dengan panik. Namun belum sempat mengobati atau mendekatinya penjahat itu dengan agresif menyerang mereka lagi.
"Kenapa kalian bersikeras menyelamatkan penjahat?" ucap Penjahat itu sambil tertawa. "Kembalikan profesor!" ucap Midoriya dengan keras. "Begitu rupanya! Kamu datang mengambil sesuatu yang telah direnggut oleh penjahat ini?" katanya.
"Bukan! Aku datang untuk menyelamatkan profesor!" teriak Midoriya yang kini berusaha sambil menggunakan quirknya. Namun karena saat itu ia melawan tiga orang sekaligus... Ia tidak punya pilihan lain selain menggunakan alat itu lebih awal.
Dengan cepat ia menodongkan pistol sebelum mereka semua mendekat dan ia terhimpit di dlam kesempitan ruang serangannya. "Ya ampun, jadi pahlawan itu susah juga ya! Diancam begini saja, kalian sudah tak berkutik begitu" katanya.
Akira menggeram, ia menyiapkan quirknya... Namun (Y/n) menahannya dengan satu tangannya, dan menggeleng-gelengkan kepalanya. Penjahat itu tersenyum dan langsung menangkap (Y/n) dengan kekuatan quirk betonnya itu. "(Y/n)!?!"
Dengan cepat penjahat itu juga menangkap Akira dan melempar Deku ke belakang. Karena quirk yang dimilikinya sangatlah banyak seperti All For One partner sementaranya. Ia meletakkan semacam isolator terhadap quirk Yukami. Hal itu membuat (Y/n) dan Akira tidak berdaya dan tidak bisa menggunakan quirk evolusi yang sangat kuat tersebut.
Jangka waktu mereka bertahan dari quir All For One itu hanyalah 1 jam. Karena itu mereka harus bisa terlepas dari quirk itu dalam waktu satu jam. Jika tidak, maka tamatlah riwayat mereka.
-To Be Continued
Halo gais! Gimana kabar kalian? Its been a long time, right? hehe:3
__ADS_1
Sebenernya banyak banget yang terjadi seiring aku nggak update karya ini... Tapi tenang aja... Berhubung stock naskahku udah banyak sekarang... aku bakal up setiap hari lagi^^!
Jadi? Sampai besok lagi di jam 15.00 WIB :D