Be My Side, (Y/N)! | Bakugou Katsuki X (Y/N) | Long Love Story

Be My Side, (Y/N)! | Bakugou Katsuki X (Y/N) | Long Love Story
#Bonus Chapter - I-Expo (3)


__ADS_3

Proporsi tubuh yang ideal, rambut yang halus, bahkan wajah cantik yang langka itu membuat mereka terdiam sebentar.



(Y/n) berbalik dan menemukan mereka yang diam membeku, 'Aduh gawat... Canggung banget' batin (Y/n) secara sekilas.


"Ah... Halo?" ucap (Y/n) dengan canggung. Bakugou mengalihkan pandangnya karena ia tidak bisa menahan detak jantungnya yang berdetak kencang, dia semakin tidak tahu apa yang harus ia lakukan dan apa yang sedang ia alami.


"(Y/n)? Kau cantik banget" puji Kirishima. "Makasih" balas (Y/n) sambil tersenyum. "Kalian juga cocok pakai baju itu" puji (Y/n) kepada mereka. 'Kalian... Maksudnya dia memperhatikanku juga?' batin Bakugou secara sekilas.


"Maaf. Tapi, bukan saatnya kita bersantai seperti ini" ucap (Y/n) yang tiba-tiba serius. "Apa maksudmu?" tanya Kirishima padanya. Kemudian Bakugou yang mendengar tempo serius (Y/n) itu menatap ke arahnya.


Hal itu tentu saja membuat (Y/n) sedikit ragu dikarenakan terlalu banyak hal yang ia lalui bersama Bakugou di masa lampau.


Kirishima yang menyadari hal itu langsung menutup mata Bakugou. "WOI! GW JUGA MAU LIAT ***?!" protes Bakugou yang sedikit meronta karena Kirishima menutup matanya. (Y/n) tersenyum melihat tingkah Kirishima.


Hal itu membuat Kirishima sedikit tersentak karena perilaku (Y/n) yang manis. "Sistem di tempat ini sedang tidak baik" kata (Y/n) kepadanya.


Kemudian Bakugou yang ingin meledakkan Kirishima juga mengurungkan niatnya. Setelah mendengar apa yang dikatakan (Y/n). "Aku tadi mendengarnya saat berada di dalam toilet... Yang mengatakan bahwa sistem sedang berada di tingkat waspada paling tinggi... Dikarenakan ada bom yang berada di Gedung ini" ucap (Y/n) sambil menelan ludahnya dengan kasar.


Bakugou menepis tangan yang menutup matanya itu, "Jelaskan yang benar... Kau tahu detilnya kan?" kata Bakugou dengan suaranya yang sedikit memelan.


(Y/n) menutup matanya dengan cepat dan menggelengkan kepalanya. "Ini hanya hipotesisku saja... Mungkin jika semua-" kemudian Bakugou membalikkan badannya dan berjalan pergi.


"Aku pun malas jika harus bekerja sama dengan cewek ***** sepertimu... Dasar murahan!" bentaknya. "Bakugou!" seru Kirishima padanya yang tidak setuju dengan pemikirannya.


(Y/n) sedikit menggeram, "Kau ini egois banget ya? KALAUPUN AKU TIDAK SATU SEKOLAH DENGANMU AKU JUGA TIDAK MAU BERTEMU DENGANMU!" teriak (Y/n) kepadanya.


"Kau kira aku ini apa hah?!" kata (Y/n) dengan wajah yang tidak bisa lagi menahan tangisan. "He-oi! Bakubro! Cepat minta maaf!" perintah Kirishima padanya. "UNTUK APA AKU MEMINTA MAAF HAH?!" protesnya lagi dengan suara yang keras.


"MUNGKIN SAJA ITU AKAL-AKALAN DARI GADIS ***** ITU?! KENAPA KAU MEMBELANYA HAH?!" teriak Bakugou kepadanya. "DIA ITU-" kemudian dia menghentikan perkataannya di saat ia berbalik dan melihat (Y/n) yang meneteskan air matanya.


(Y/n) kemudian melewati Bakugou, "Aku juga tak mau berurusan denganmu jika kau egois seperti itu!" ucap (Y/n) yang berjalan pergi terlebih dahulu dan mengaktifkan quirknya untuk menjaga kewaspadaan.


"Bakubro.." ucap Kirishima padanya. "Diam" perintah Bakugou dengan suaranya yang pelan.


"Aku juga tidak tahu apa yang harus kulakukan sialan...!" kata Bakugou yang menutupi wajahnya dengan telapak tangannya. Kirishima menatap Bakugou dengan tegas, "Kau tak tahu harus apa? Bicaralah dengannya, dan minta maaf" ucap Kirishima padanya.


"Berisik... Jangan memerintahku sialan!" kata Bakugou dengan pasrah. "Lagipula kita juga tidak tahu apakah itu benar atau tidak... (Y/n) bukanlah anak yang pembohong" bela Kirishima.


Hal itu membuat Bakugou melepas telapak tangannya dan berteriak kepada Kirishima, wajahnya itu terlihat kasar dan tidak bisa menahan air matanya lagi. "KAU BILANG ANAK ITU BUKAN SEORANG PEMBOHONG?! COBALAH KAU PIKIRKAN SIALAN!!! SEBERAPA KERAS USAHANYA ITU UNTUK MENDEKATIKU DAN MEMANIPULASIKU?! BAHKAN DIA MASIH SAJA MENGGODA COWO LAIN DI SAAT DIA PUNYA PACAR?!" bentak Bakugou padanya. Kirishima sedikit kesal dengan perilaku Bakugou,


"Bakugou! Kau harus bicara dengannya!" perintah Kirishima. "Dia itu tidak punya pacar!" lanjut Kirishima yang membuat Bakugou tersentak.


#With (Y/n)


(Y/n) yang baru saja melepaskan semua emosinya itu kembali mengendalikannya dengan mengisolasi perasaannya.Kini yang ia pikirkan ialah 'apakah pengumuman itu benar adanya?'


Ia berlutut dan mengalirkan quirk-nya ke tanah dengan serius ia mencari semua informasi sampai ke pelosok. Alhasil dia menemukan keberadaan teman-temannya yang kini sedan


Alhasil dia menemukan keberadaan teman-temannya yang kini sedang menaiki tangga di lantai 50.


Setelah itu, (Y/n) mengambil partikel udara dan gas untuk membentuk klon. Namun ada suatu hal yang menghalanginya. Semua energi yang ia punya itu kini terbatas... Selain itu ia juga tidak bisa mengumpulkan energi dikarenakan tidak adanya cahaya matahari. Sangatlah percuma baginya jika ia mengolah cahaya matahari yang ada di dalam dirinya untuk melakukan reaksi gelap yang biasanya ia gunakan untuk fase waspada.


Cahaya sekarang saja sudah sangat terbatas, bagaimana ia bisa melakukan hal-hal yang gila seperti menghentikan waktu dan bergerak secepat cahaya?


Hal itu sangat tidak mungkin. Karena dia yang memaksakan dirinya, kini ia merasakan gejala yang ia miliki. Kepalanya pusing sampai-sampai ia tidak bisa berpikir jernih, dan mulai kehilangan keseimbangan sehingga secara tidak sengaja ia menghentikan quirk-nya.


Nafasnya kini terengah-engah, ia kembali merasakan penderitaan yang dirasakan oleh dirinya di masa lampau.


//Potongan Memori


"Kita telah menerima pesan dari All Might. Aku menyarankan untuk mengikuti instruksi dari All Might yang merupakan pengajar U.A, kita harus pergi dari tempat ini" kata Iida kepada mereka semua yang berada di tangga darurat.


"Aku setuju dengan saran Iida, kita ini masih pelajar. Tanpa Surat Izin Pahlawan kita tak diperbolehkan melawan para penjahat" balas Yaomomo.


"Kalau begitu kita kabur, lalu beritahu pahlawan di luar" usul Kaminari. "Untuk melarikan diri saja mungkin sulit. Keamanan tempat ini dibuat setara dengan penjara Tartarus" kata Melissa sambil berpikir keras. "Jadi, kita hanya bisa menunggu diselamatkan" gumam Kaminari dengan wajah murung.


"Kaminari, apa kamu akan berdiam diri saja?" tanya Jirou yang kemudian berdiri di pinggirnya. "Apa maksudmu?" tanya Kaminari.


"Apa kamu tak terpikir untuk menyelamatkan mereka?" jawab Jirou. "Hei! All Might saja tertangkap penjahat loh! Mustahil, kita bisa menyelamatkan mereka!" kata Mineta dengan pasrah.


"Kita itu ingin menjadi pahlawan" kata Todoroki sambil melihat ke arah tangannya. "Tapi, kita belum mendapatkan izin bertindak sebagai pahlawan" kata Yaomomo padanya. "Meski begitu, apa kita akan berdiam diri saja?" katanya sambil menutup rapat tangannya.

__ADS_1


"Me- mengenai itu" kemudian Yaomomo menutup rapat mulutnya. "Aku ingin menyelamatkan mereka" ucap Midoriya dengan mantap. "Deku-kun?" tanya Uraraka padanya.


"Kamu mau melawan para penjahat?!" protes Mineta dengan suara meninggi. "Kamu nggak kapok-kapok sama kejadian USJ, Midoriya?" protes Mineta.


"Bukan begitu, Mineta! Aku sudah memikirkannya, tanpa harus melawan penjahat kita selamatkan All Might dan para pahlawan lain" ucap Midoriya pada mereka.


"Aku mengerti perasaanmu, tapi memangnya ada cara se-praktis itu?" tanya Kaminari padanya.


"Meski begitu, kita harus cari jalan keluarnya! Saat ini aku ingin mencari cara terbaik untuk menyelamatkan mereka semua" ucap Midoriya dengan serius. "Sistem keamanan I-Island berada di lantai teratas Menara ini. Kalau para penjahat mengambil alih sistemnya, berarti pengunci autentifikasi dan kata sandi harusnya telah dimatikan. Harusnya kita bisa me-restart sistemnya" ungkap Melissa.


"Kalau saja kita membuat para penjahat meninggalkan lantai teratas semua orang mungkin bisa terselamatkan" lanjut Melissa.


"Melissa-san" ucap Midoriya yang menatap serius ke arahnya. "Bagaimana cara mengusir penjahat disana?" tanya Jirou dengan serius sambil mendekatinya. "Saat ini, tak ada satu pun dari kita yang terluka. Dan kurasa para penjahat itu tak terbiasa berurusan dengan sistem keamanan" jawab Melissa lagi.


//End of Potongan Memori


(Y/n) yang baru saja mendapatkan potongan memori itu langsung kembali sadar dan mengendalikan tubuhnya. 'Jika saja semua sistem nya kembali ke sedia kala... Maka sandera dan All Might akan terlepas kan?' batin (Y/n).


Setelah itu (Y/n) mengerti sepenuhnya apa yang menjadi tugasnya. 


#Back to Bakugou & Kirishima


"Bagaimanapun sekarang... (Y/n) pasti tahu sesuatu, kau mau ikut tidak?" tanya Kirishima to the point. Bakugou terdiam dan langsung melangkahkan kakinya, "Jangan memerintahku sialan..." katanya ke arah yang berbeda.


"Kau mau kemana? (Y/n) kan pergi ke arah sini" kata Kirishima. "SIAPA YANG MAU KE GADIS ITU HAH?!" katanya di kala ia menghentikan langkahnya.


Kemudian dia memutar balik ke arah yang ditunjukkan Kirishima, 'Benar-benar deh... Aku tidak tahu apa yang ada di pikirannya' batin Kirishima.


'(Y/n) pasti masih sangat emosional jika bertemu dengan Bakugou, apa tidak apa-apa membiarkan mereka bertemu?' batin Kirishima.


"KAU NGAPAIN?! CEPAT JALAN!" protes Bakugou kepadanya. "Ah I-iya!" balas Kirishima.


Bakugou yang ragu itu mengepalkan tangannya...


...'Kalau kubilang iya? Memangnya kenapa? Pada akhirnya dia memilihku, tuh'...


...'Bakugou itu temanku! Dia tidak pernah melakukan hal yang seperti itu!'...


...'Kau itu benar-benar egois!'...


...'Kau harus bicara padanya, dia itu tidak punya pacar!'...


'Sialan... Apa aku harus begini? Sialan...' batin Bakugou secara sekilas. Setelah beberapa langkah mereka menemui (Y/n) yang baru saja memegangi kepalanya dan berusaha untuk berdiri, matanya sedikit meneteskan air mata dikarenakan dirinya yang kesakitan.


Bakugou ingin membuka mulutnya karena khawatir... Namun tingkahnya itu didahului oleh Kirishima, "(Y/n)!" teriak Kirishima padanya. "Eh... Kalian?" ucap (Y/n) yang kembali melihat ke arah mereka.


Kirishima kemudian melihat ke arah Bakugou agar ia mau meminta maaf, karena harga dirinya yang tinggi ia merapatkan mulutnya dan melihat ke arah lain. "Soal itu nanti saja, aku akan membantu teman-teman yang lain" ucap (Y/n) yang kemudian mempercepat langkahnya.


"Cepat kalian! Aku tak punya waktu untuk menjelaskan!" perintah (Y/n) kepada mereka. "Jadi itu semua benar?" tanya Kirishima yang mengikuti langkahnya. (Y/n) menggangguk, "Parahnya... All might dan semua orang yang ada disana menjadi sandera... Karena itu kita tidak bisa tinggal diam" ucap (Y/n) kepada mereka.


Bakugou dan Kirishima tersentak secara bersamaan, "Mereka sekarang sedang berjuang mati-matian untuk mengembalikan sistem keamanan... Namun, perlu diperhatikan" kemudian (Y/n) berlari dikarenakan waktu yang terbatas.


"Kita harus menghindari pertempuran karena kita masih tidak memiliki ijin untuk bertindak sebagai pahlawan" kata (Y/n) kepada mereka. Tentu saja mereka yang ikutan berlari itu langsung mengerti setelah (Y/n) menjelaskan.


"Baiklah, sekarang apa kau punya ide (Y/n)?" kata Kirishima kepadanya. "DASAR RAMBUT ANEH! KITA SAJA GAK TAHU DIMANA MEREKA BERADA?! LALU KAU G-" kemudian Bakugou menutup rapat mulutnya.


"(Y/n), kau tahu mereka ada dimana kan?" tanya Bakugou yang tiba-tiba memelankan suaranya. Hal itu membuat (Y/n) membelalakan matanya...


"Aku sudah membuat prediksi bahwa mereka akan berada di pabrik tumbuhan..." kata (Y/n).


Bakugou dengan pandangannya yang teliti itu melihat ke arah (Y/n) secara sekilas, 'Anak ini... Apa gejalanya itu kambuh?' batin Bakugou. "Kau tunjukan saja jalannya dengan cepat, sialan" ucap Bakugou.


(Y/n) menggangguk,


#Pabrik Tumbuhan


Kemudian (Y/n) menghentikan langkahnya, "Ini" ucap (Y/n).


"Kau yakin, (Y/n)?" tanya Kirishima. (Y/n) mengangguk, Bakugou sedikit mengernyitkan keningnya. Dia berjalan terlebih dahulu... "Bakugou!" ucap Kirishima yang melihat tingkahnya. "Kau ngapain berdiri disana rambut aneh? Cepat jalan" ucap Bakugou pada Kirishima.


"Kau pulang saja, *****! Kami nggak butuh bantuanmu, bukankah kau akan meninggalkan sekolah ini?" hal itu membuat (Y/n) sedikit tersentak karena dirinya itu tidak dianggap oleh Bakugou.


Kemudian lift di tengah itu terbuka, "Kita perlu mengeceknya kan?" ucap Bakugou sambil melangkahkan kakinya. "H-hoi Bakugou!" kata Kirishima yang bingung dengan apa yang harus ia lakukan. (Y/n) melangkahkan kakinya, "Tak apa Kirishima-kun" ucap (Y/n) sambil melangkahkan kakinya. "Ayo jalan" ucapnya sambil tersenyum.

__ADS_1


"KENAPA KAU IKUT HAH?!" protes Bakugou. Hal itu membuat mereka yang bersembunyi di semak-semak melihat ke arah (Y/n), Bakugou, dan juga Kirishima.


Seketika ketegangan Kaminari dan Mineta menghilang, mulut mereka terbuka lebar-lebar sebagai tanda bahwa ia tercengang. 'Itu... (Y/n)?!' batin mereka.


"Apa yang kalian lakukan disana?" ucap si Penjahat setelah mendengar suara Bakugou yang berteriak itu. "Hoi... Kau bilang apa?" tanya Bakugou sambil mengernyitkan keningnya.


"Terserah aku mau ada dimana, bukan uru" kemudian Kirishima mengurungkan perkataan Bakugou. "Maaf, mengganggu waktunya, kenapa semua pintu tertutup ya?" ucap (Y/n) dengan pesona kecantikan miliknya. Hal itu membuat si penjahat terdiam memandangi kecantikan (Y/n). 'Peri?' batin mereka secara sekilas.


(Y/n) tersenyum lagi, mereka berdua saling memandang satu sama lain. Di kala itu (Y/n) langsung mengalirkan quirk-nya di tanah dan membentuk penjara ruang cahaya yang mengurung mereka berdua.


"Dasar mesum... Kalian itu terlalu lengah dalam menyadari" kata (Y/n) sambil menguatkan quirk-nya. "Woah (y/n)!" ucap Kirishima yang kagum akan dirinya. "HOI! KENAPA KAU IKUT-IKUTAN HAH?!" ucap Bakugou dengan kesal karena bagiannya diambil. "Ini juga tanggung jawabku" ucap (Y/n) dengan serius.


"TANGGUNG JAWAB, HAH?! KAU KAN BUKAN BAGIAN DARI KAMI SIALAN! JANGAN BERTINGKAH SOK PAHLAWAN!" (Y/n) mengernyitkan keningnya. "Lalu kau mau aku melakukan apa?!" tanya (Y/n) kepadanya. Ruangan itu terlihat bergoyang dikarenakan para Villain mengedor ruang itu agar bisa runtuh.


Namun, percuma saja... Ruangan itu sangatlah kuat seperti besi... Namun, apakah kekuatan (Y/n) sekuat itu? Bukankah kekuatan miliknya itu terbatas?


Lebih tepatnya, penjara itu hanya akan bertahan sementara, karena itu (Y/n) mengambil stamina para penjahat dengan cara menyerapnya.


"Kau mau aku jadi beban yang mengembat semuanya?" lanjut (Y/n). Bakugou tersentak dengan perkataan (Y/n). (Y/n) sudah banyak berubah sejak ia tidak dekat dengannya. Kenyataan itu membuatnya sadar bahwa (Y/n) sudah banyak mencuri start darinya. Kemudian (Y/n) membiarkan Bakugou berpikir,


"Kalian keluar saja dan lanjutkan tujuan kalian" perintah (Y/n). Mereka semua keluar dengan hati-hati, "Kau yakin mereka bisa dihentikan begitu saja?" tanya Todoroki yang sedikit terpesona dengan cara kerja (Y/n).


"Aku harap begitu" lanjut (Y/n) yang masih menyerap stamina mereka. Sedangkan para penjahat itu hanya bisa mengedor-ngedor ruangan itu, "Keluarkan kami bocah sial!" teriak mereka yang sadar kalau penjara itu memiliki spesialisasi yang membuat mental mereka sedikit tertekan.


Padahal jauh dari yang mereka kira, (Y/n) hanya mengambil stamina mereka... Dan tidak menekan mental mereka sama sekali.


"Aneh, bukankah mereka penjahat yang ada di pesta?" tanya Midoriya kepada (Y/n). "Oh ya?" kata (Y/n). Midoriya mengangguk, "Bagaimanapun bukan saatnya diam begini, kita harus" kemudian ucapan Iida terhenti saat (Y/n) memegangi kepalanya yang berat itu. Bakugou juga kaget melihat perkiraannya yang barusan itu terjadi,


'Dia... Mencapai batasnya? Sebenarnya apa yang dia pakai hingga sampai seperti ini?!' batin Bakugou.


"(Y/n)!" teriak beberapa dari mereka. "Kalian cepat pergi! Sepertinya mereka itu tidak bisa diremehkan!" setelah itu kurungan itu runtuh.


"Rasakan ini!" ucap seorang Villain mengeluarkan quirk-nya. "Itu bakatnya!" ucap Bakugou yang siap menyerang. Dengan cepat Todoroki mengeluarkan esnya, "Kami berempat akan menghentikannya... Sampai saat itu kami akan menyusul!" ucap Todoroki sambil mengeluarkan es yang membawa mereka semua menuju ruangan selanjutnya.


"Tapi!" ucap Midoriya. "Sudahlah, pergi sana!" teriak Todoroki. Tepat saat itu muncul sebuah panah cahaya yang mengarah ke arah mereka berempat, (Y/n) dengan cepat mengambil Langkah dan membuat perisai besar yang membalikkan serangan.


"Kalian semua jangan lengah! Aku yang akan mengurusi villain dari belakang! Karena jumlah mereka ada 3!" ucap (Y/n) dengan cepat.


"(Y/n), bukankah kau..?!" ucap Kirishima kepada (Y/n). "Jangan khawatirkan aku! Aku masih memiliki energi cadangan" kata (Y/n) dengan tegas.


'Walau... Jumlahnya itu benar-benar terbatas...' batin (Y/n) dalam hatinya.


"Ara-ara! Kau ini pemberani banget ya, (Y/n)?" ucap seorang gadis dari pohon. Hal itu tentu saja membuat Kirishima, Todoroki, dan Bakugou kaget.


"Kau yang menyekapku barusan kan?" tanya (Y/n) dengan serius. Yang lainnya pun berusaha untuk menenangkan diri dari rasa kagetnya dikarenakan ada urusan yang sangat penting saat itu,


"Ah, kau ini pintar banget ya!" katanya sambil membuka tudungnya. (Y/n) tersentak melihat wajahnya yang mirip sekali dengan adik dari neneknya.


"Jangan bilang kau... Sudah kuduga, kau Yukami juga kan?" tanya (Y/n) kepadanya. Dia langsung menyerang dengan panah cahayanya. Dengan cepat (Y/n) mengembalikan panahnya, namun tak hanya satu atau dua panah... banyak sekali panah yang terbang ke arah (Y/n).


"Kalau ku jawab iya memangnya kenapa?" katanya sambil tertawa. "Hoi! Jangan banyak bicara dan cepat tangkap dia" ucap seorang penjahat kepadanya.


"Aku mau main sebentar sama saudaraku ini! Bagaimanapun aku dan dia kan memang satu keluarga" ucapnya sambil mengeluarkan panah yang lebih banyak dengan karakteristik yang berbeda.


'Semakin kesini karakteristik panahnya semakin berbeda... Apa dia juga memiliki mode tersendiri untuk membuat ini semua? Energinya sama sekali tidak bisa ku serap' batin (Y/n). "Kau sadar ya?" katanya sambil tersenyum.


"Mode ini ku ciptakan sendiri! Kau tidak bisa menyerapnya" katanya sambil tertawa. "Kalau begitu waktu bermainnya sudah cukup kan?" katanya yang kini melihat ke arah (Y/n) yang sedang kewalahan karena dirinya itu dilimpahi banyak serangan. 


Dia membuat perangkap tumbuhan menjalar dari bawah dengan kuat sehingga menangkap (Y/n). "(Y/N)?!"


-To be Contunied~


Makasih bagi kalian yang udah mau baca... Tadinya aku tuh mau beresin hari ini bonus chapnya... Tetapi... 


Tampaknya cerita ini butuh waktu sekitar 2 jam pengetikan lagi..:') Sedangkan hari ini waktuku kurang dari itu karena tadi pagi saya nggak bngun jam 5:')


Intinya segitu aja deh ges:')


Secepetnya ku beresin bonus chap ini dan lanjut s2 yey:3


//mengmaap bonchapnya agak lama soalnya saya lagi proses penggabungan konsep, trus pengembangan karakter antagonis, dan hehe... Angst:3//plak


Okay sampai besok, makasih dah mau baca:3

__ADS_1


__ADS_2