
w/(Your name) - Chapter sebelumnya [Ada beberapa percakapan dan kalimat yang diubah] "Kenyataannya sampai detik ini aku selalu menyimak bagaimana perkembangan Yukami kecilku" balas All for One yang kemudian menatap (Y/n) dengan tatapan meremehkan.
"Ditambah... Kau sudah diberkahi oleh banyak hal yang indah, 'kan? Yukami?" (Y/n) menelan ludah dengan kasar saat mendengar perkataan All for One. Nada perkataannya itu sangatlah dingin dan tamak, dari logat bicaranya pun (Y/n) tahu kalau All for One akan mengambil quirknya. Namun, ia tidak mau memikirkan hal itu dan tetap berusaha untuk melepaskan dirinya.
"Katamu... 'Diberkahi dengan banyak hal yang indah'? Lalu... 'memperhatikanku'?
Aku tak mau dengar sapaanmu lagi" ujar (Y/n) sambil mengalihkan pandangnya. "Sapaanmu itu membuatku sesak" lanjutnya.
'Gadis ini benar-benar sombong' batin Dabi yang ada disana. 'Atmosfernya terlalu mencekam' batin Twice sembari melihat keadaan sekitar dengan ekor matanya. All for One yang tak pandang bulu itu pun menyerangnya dengan satu harapan yang pasti ialah kematian (Y/n).
Tetapi tingkah meremehkannya itu meleset. (Y/n) dengan instingnya langsung mengaktifkan pelindung cahaya dari belakangnya. "Aku benar-benar terpesona denganmu..." kata All for One.
"Bagaimana kau tahu kalau aku akan menusuk mu dari belakang?" katanya. (Y/n) membalikkan serangannya. All for One tersenyum bangga melihatnya sembari membalikkan serangan dengan quirk kombinasinya.
Angin bertiup kencang, terdapat banyak lubang dan bau gosong disana. Tak hanya bau gosong... Tetapi ada juga bau busuk yang menusuk penciuman mereka. Karena baunya itu tidak sedap, beberapa dari mereka terbatuk-batuk.
Terkecuali beberapa orang yang memang sudah terbiasa. All for One menguatkan quirk isolatornya kepada (Y/n).
Detik itu... (Y/n) berbatuk darah karena terlalu memaksakan diri. Kembali dia merasakan penyakit bawaannya itu kambuh. 'Sakit...' batin (Y/n) secara sekilas. All for One mendekatinya sambil merentangkan tangannya.
[Kepingan memori] All for One meletakkan tangannya di atas kepala Gadis cantik pewaris pertama Yukami. Dengan kejam, ia meletakkan benih quirk cahaya dengan cara meremas otaknya dan motong saraf-saraf yang berhubungan disana.
Gadis itu hanya bisa menjerit kesakitan akibat proses itu. Mulutnya kini mengeluarkan busa layaknya orang yang sedang keracunan. [End of kepingan memori]
(Y/n) dengan memori yang asing yang baru saja masuk langsung meninggikan suaranya. "JANGAN DEKATI AKU!!?!" katanya yang kemudian diiringi dengan getaran tanah yang hebat.
Quirk evolusi cahaya... Saat itu memang sudah saatnya untuk diambil dari penampangnya.
Quirk yang sudah berevolusi dengan sangat sempurna, quirk yang menghasilkan bunga yang menarik itu... Berhasil menarik perhatian para hama untuk mengambil keindahannya.
'Siapapun... Kumohon, keluarkan aku dari sini'
...(Season 2) **Chapter 3 - Rescue Mission (2) \~ Be My Side (II)| Bakugou Katsuki x Readers | [LONG LOVE STORY**]...
Getaran tanah itu berhasil membuat musuh gentar untuk sesaat. 'Kekuatan macam apa ini?' batin beberapa dari mereka secara sekilas. All for One hanya bisa tersenyum melihat budaknya itu sudah berkembang. "Kau takut ya, Yukami?" pertanyaannya itu membuat (Y/n) sedikit gemetar.
"Maaf aku telat" ucap seorang yang baru saja masuk ke ruangan itu. (Y/n) kembali merasakan keberadaan seseorang yang tak asing baginya. Ia menatap lurus dan menemukan seorang yang ia lawan. Tepatnya, orang itu adalah keturunan Yorumi yang memiliki quirk kegelapan.
"B-Blake Yorumi! Kau! Sudah kuduga kau bekerja sama dengan mereka!" tegas (Y/n) padanya. (Y/n) yang melemah itu berusaha untuk melepaskan ikatannya. All for One tersenyum licik untuk ke sekian kalinya, "Itu benar, apa kau kaget melihat dirinya bersama ku? Anggap saja ini sebagai hadiah dariku sebelum kau mati" katanya yang kemudian melingkarkan tangannya kepada pundak Blake.
Kemudian, Blake melepaskan rangkulan All for One. 'Dia ini idak sopan, aku tidak suka' batin Shiragaki. 'Namun, karena dia adalah tangan kanan guru... Tapi gila juga ya? Nggak sopan banget' batinnya lagi.
'Blake Yorumi, penjahat tingkat tinggi yang berkali-kali mengubah penampilannya untuk melakukan apa yang ia inginkan' batin mister Compress. 'Terakhir kali, dia juga yang membuat siasat agar gadis cahaya ini tertangkap kan?' batin Dabi secara sekilas.
Blake berjalan mendekati (Y/n) yang kini masih berjuang untuk melepaskan ikatannya. Dia menatap ke arahnya dan berkata. "Ngomong-ngomong kau sedikit mirip dengan cerita yang diceritakan leluhurku" katanya. "Benar-benar bodoh... Untuk apa kau berjuang melawan kemewahan?" hal itu membuat (Y/n) tersentak.
'Hal ini...? Kekacauan ini?! Dia sebut dengan kemewahan?' batin (Y/n). Nafasnya yang terengah-engah itu membuat dirinya susah berbicara saat itu. 'Dia sudah kehilangan akalnya' batinnya lagi. (Y/n) menutup mulutnya rapat-rapat.
Ia membelalakan matanya disaat Blake Yorumi berhasil mendekati telinganya. "Kutawarkan sekali lagi... Ayo pergi bersamaku, Yukami" bisiknya.
[Flashback: On] 'Aku benar-benar tak mengerti dengan cara bertarungnya... Apa dia adalah tipe orang yang bisa dilawan baik jarak dekat dan jarak jauh?' batin (Y/n) yang kemudian langsung menyerangnya dengan kapaknya. "Wah... Kamu memang hebat! Kau bisa beradaptasi di 2 tipe pertandingan ya?" katanya sambil menahan serangan.
Kemudian dia mengembalikan serangannya. (Y/n) yang saat itu lengah dengan cepat memasang pelindung cahaya dan mengambil langkah mundur di tanah yang tidak rata.
Angin malam dan juga gas yang ada di daerah belakangnya itu benar-benar membuatnya tidak bisa fokus. "Kau menahan dirimu, ya? Yukami?" tanya Blake Yorumi padanya.
(Y/n) memilih untuk tetap diam dan menutup mulutnya. "Bagaimanapun kau ini bodoh, Yukami. Kau tak memiliki bakat yang murni seperti Bakugou Katsuki temanmu itu. Ataupun kecerdikan seperti Midoriya Izuku" katanya sambil mengimprovisasinya.
"Kau kira, kau sepintar temanmu? Siapa ya namanya... Ah! Yaomomo Yaoyorozu, kan?" (Y/n) berusaha untuk menahan emosinya dan tetap menyerang.
Sembari mengambil ancang-ancang serangan panah dan gelombang cahayanya dari jarak jauh dia juga berusaha untuk tidak mengambil langkah gegabah. Salah satu langkah gegabah yang ia tentang ialah membalas perkataan lawannya saat itu.
"Kau pasti memiliki banyak pertanyaan" katanya sambil mengembalikan serangannya. "Seperti... Mengapa aku mengetahui soal informasi-informasi temanmu kan?" (Y/n) tersentak.
"Lalu... Jangan kira aku bodoh!" katanya yang kemudian mengetahui arah serangan ilusi (Y/n) yang telah dibuat untuk mengelabui dirinya. Rencana (Y/n) yang tadinya ingin meringkus dari belakang itu gagal di karenakan Blake sudah mengetahui cara kerja quirknya.
'Bagaimana dia bisa tahu kalau diriku yang asli ada dibelakang? Dan klonku ada di depan?' batin (Y/n) yang sekarang sudah tergeletak di tanah akibat serangan Blake. Namun, Blake yang lengah itu menginjak jebakan cahaya sederhana milik (Y/n).
Harapannya jebakan itu menangkap Blake... Tapi itu sama sekali tidak terjadi, karena Blake sudah menetralisir kerja jebakan cahaya. Singkatnya, jebakan itu akan memenjarakan Blake.
__ADS_1
Tapi itu tidak terjadi karena quirk kegelapan nya yang membatalkan jebakan. 'Jangan bilang quirk nya itu' Blake tersenyum karena (Y/n) sudah menyadarinya.
"Kau itu lemah... Kelihatannya saja yang kuat" Blake menyerap serangan yang baru saja (Y/n) berikan saat dia sedang mengoceh. 'Quirk ku diserap?' batin (Y/n). "Kepercayaan dirimu itu membuat dirimu lupa akan kenyataan... Kau yang mengalami perkembangan sebegitu cepat dibandingkan murid yang lainnya. Bukankah itu sebuah pertanda kalau kau akan segera menghilang dari dunia?" katanya sambil mendekati (Y/n).
Dia berjongkok di depan (Y/n) dengan santai. (Y/n) memukul wajahnya agar dia berhenti mengoceh, "Tidak sakit sama sekali tuh... Kau nggak pakai quirk mu ya?" katanya kepada (Y/n).
"Memang ya? Orang sepertimu itu tidak akan mengerti... Jika kau mengalami perkembangan yang begitu pesat, bukankah itu juga akan mengambil jatah kehidupanmu?" hal itu membuat (Y/n) tersentak dan kembali teringat dengan perkataan seseorang.
[Flashback lain yang dialami oleh Y/n di kejadian itu] "(Y/n)... Kau harus berhati-hati dengan quirk mu itu... Bagaimana jika quirk mu itu menyerap bagian yang terpenting dalam hidupmu? Berhenti untuk mengkhawatirkan orang lain, (Y/n)! Karena pada akhirnya quirk mu itu akan berpengaruh pada dirimu sendiri! Bagaimana jika quirk mu itu terus menggerogoti dirimu? Dan umurmu itu rasanya akan menjadi pendek (Y/n)!" ucap (Y/f/n) kepadanya. [Perhentian dari flashback lain yang dialami oleh Y/n di kejadian itu]
'Aku tidak ingat kalau (y/f/n) pernah berkata seperti itu' batin (Y/n). 'Mengapa dia bisa memiliki pemikiran yang sama dengan (Y/f/n)?' batin (Y/n) dengan curiga.
Karena kurang waspada, Blake sudah mendekati telinganya dan berbisik. "Bukankah kau dan aku ini ditakdirkan untuk bersatu dan tidak berperang?" katanya kepada (Y/n). (Y/n) yang saat itu benar-benar waspada menyerangnya lagi menggunakan pisau yang baru saja ia buat dengan quirk pembuatan partikelnya.
"Kau itu cuma perempuan yang nggak bisa apa-apa... Tubuhmu lemah dan jika dibandingkan dengan ibumu... Kau itu beban" katanya yang kemudian menyerap partikel pembuat pisau yang dibuat oleh (Y/n). "Ikutlah denganku, Yukami" bisiknya sambil membelai rambut (Y/n) yang ada di dekat telinganya. [Flashback: Off]
(Y/n) membuka mulutnya untuk menjawab perkataan itu. "Tidak mau dan tidak akan" kalimat yang baru saja disampaikan itu membuat Blake menampar (Y/n). Mereka semua kaget saat melihat Blake melakukan itu.
"Jadi kau memang ingin mempertahankan nasibmu yang menyedihkan ya, Yukami?" tanya All for One padanya. (Y/n) tetap terdiam, pikirannya itu benar-benar kacau. Dia kembali memikirkan hal-hal yang akan terjadi jika dia tidak berhasil. Tentang edukasi yang didapatkan dari sekolah, keluarga, teman, bahkan seorang laki-laki yang saat ini sedang bertengkar dengannya.
Lalu dia teringat akan suatu hal yang ia harus ketahui, namun itu sangatlah berbahaya jika dia bertanya langsung. "Oh, mungkin sebelum kematianmu... Kau perlu mengetahui hal ini" kata All for One lagi. "Siapa ya? Gadis Yukami yang seumuran denganmu juga sudah kami kendalikan" seketika memori yang sempat hilang dari (Y/n) itu kembali lagi bagaikan kilat.
Hal itu membuat (Y/n) tidak bisa mengendalikan amarahnya. "APA YANG KAU LAKUKAN DENGAN AKIRA?!" teriak (Y/n) kepadanya. "Kau tidak sopan!!" ucap Shiragaki sambil memasang wajah yang penuh dengan kebencian. "Kau tak perlu khawatir... Aku dan All for One sudah mengambil quirk anak itu. Jadi quirk penyerapan yang kau lihat tempo hari itu miliknya" ucap Blake dengan santai.
(Y/n) membelalakan matanya saat mendengar hal itu, "Kau tahu? Anak itu menyerukan namamu di detik-detik sebelum ia meninggal" kata Blake. Blake hanya mengatakan kenyataan yang sesuai dengan apa yang ada dipikirannya.
[Ingatan sekilas milik Blake - 3 R.d. Person P.O.V] "K-Kau... Jangan A-ambil mi-miliknya" ucap anak itu kepada Blake. Tangan anak itu masih memegang kakinya untuk mengatakan pesan terakhirnya. Blake menginjaknya dengan sekuat tenaga.
Blake menghancurkan jantungnya akibat hentakan kakinya itu. Di akhir nafasnya.. Dia menyebutkan satu nama.
"La-Lari...(Y-)... (Y/-)... Y/n..." katanya disaat menutup mata akibat kematian keji. [End of ingatan sekilas milik Blake - 3 R.d. Person P.O.V]
Detak jantung (Y/n) berdetak kencang, pembuluh darahnya menegang, sehingga ia bisa merasakan koordinasi tubuhnya yang saat itu masih berjalan.
Ia mengepalkan tangannya dan menatap All for One dengan tajam. Dia hanya bisa berharap saat itu quirk isolator All for One itu lepas dari padanya. Seandainya dari tadi dia tidak ditahan oleh quirk isolator itu...
Mungkin saja dia sudah melepaskan diri.
"Aku akan berpatroli di depan" ujar Blake yang saat itu langsung melarikan diri. "Sekarang? Kau pasti menyayangkan pertunjukan ini" kata Himiko Toga padanya. Air matanya mulai menetes karena ketidakadilan yang dia rasakan saat itu. Dia tak menyangka bahwa anak seumuran dan satu keturunan dengannya itu harus mati dengan pertumpahan darah yang menajiskan.
Tanpa membayangkan pun, (Y/n) bisa membayangkan bagaimana All For One membunuhnya.
Segala duka, segala rasa senang, segala rasa takut itu muncul kepada (Y/n) dengan cepat bagaikan aliran air. (Y/n) memang bukan apa-apa jika dibandingkan dengan quirk nya. Dirinya ada sampai sekarang hanya karena keberadaan quirk cahayanya.
Quirk isolator milik All for One itu semakin menguasainya... Ia merasakan kegelapan yang sungguh amat dalam. Tidak hanya rasa sakit, tetapi rasa hampa pun ada.
Matanya tidak dapat menemukan cahaya.
[Switched Scene] "Aku benar-benar tak menyangka kalau Ibu akan kesini... Terimakasih karena sudah meluangkan waktu untuk berbicara mengenai hal ini" ucap All Might pada Ibu (Y/n).
"Tidak masalah... Mungkin ini sudah saatnya aku berbicara denganmu, pewaris One For All 'kan?" tanya Ibu (Y/n) kepadanya. All Might menelan air ludahnya, "Apa kau kaget akan hal ini, All Might?" tanyanya lagi. "Jujur sebenarnya saya kaget" kata All Might.
"Tapi, saya sudah mendengar tentang keturunanmu dari guruku. Jadi saya sama sekali tak khawatir dengan anda" lanjut All Might. Ibu (Y/n) tersenyum, "Aku pun percaya kalau keturunan laki-laki itu masih ada. Karena sejujurnya.." kemudian Ibu (Y/n) menghentikan perkataannya.
All Might pun merasa canggung karena tindakan Ibu (Y/n) yang tiba-tiba menegang. "Keturunan kami sudah lama terlarut dengan trauma keluarga yang amat sangat mendalam. Ingatan itu layaknya sebuah warisan yang diteruskan ke keturunannya"
"Karena memori yang diwariskan itu, kami berusaha untuk tidak menampakkan diri ke publik. Bagaimanapun kami juga masih berada di bawah tangan All For One yang benar-benar tamak dan gila. Salah satu caranya ialah dengan menghindar dan tidak memberikan quirk ini. Berbeda dengan kalian, quirk ini memang sudah ditanam sebagai bibit yang kemudian buahnya akan dinikmati oleh petani tamak. Karena itu kami berusaha untuk menghindar"
"Namun, di generasi ke-12... Anakku sendiri, dia terlahir dengan tubuh yang lemah. Aku sendiri tak kuat melihatnya seperti itu. Tetapi di saat dia mendapatkan quirknya. Anak itu perlahan berubah menjadi sama seperti leluhur kita yang benar-benar mengedepankan keadilan" ucapnya.
Kemudian air mata mulai menetes di pipi Ibu itu. 'Aku... Tak mau melihat anakku meninggal. Di sisi lain sekolah itu seperti... Terus menarik anakku untuk menggali kuburannya' batin Ibu (Y/n).
"N-Nona?!" ucap All Might dengan kaget. "Ini tisu, kau membutuhkannya kan?" lanjutnya sambil membawa kotak tisu. Ibu (Y/n) mengusap air matanya, "Maaf... Tidak perlu..." katanya.
Namun karena tidak enak hati, akhirnya Ibu (Y/n) mengambil selembar. Setelah tenang, "Saya tidak punya waktu untuk disia-siakan... Karena itu, saya harap anda mau memberitahu dimana anak saya. Karena hanya anda yang memiliki koneksi dengan polisi. Saya tidak mau All For One mengambil quirk (Y/n)! Kalau tidak keselamatan dunia tidak bisa dijamin!" tegas Ibu (Y/n) padanya.
[Back to (Y/n) side] Di waktu yang sama All for One tersenyum dikarenakan Gadis Kecil kesayangannya itu mulai dikendalikan oleh quirknya. Dia bergumam bahwa dirinya itu akan berhasil jika ia merampas quirk (Y/n).
Secara tidak sengaja juga ada suara listrik yang korslet di sebelah kirinya.. kejadian itu pun membawa sedikit percikan api dan sedikit ledakan. Meski pendengarannya melemah, ia masih dapat mendengar suara itu.
__ADS_1
Suara itu bagaikan momentum yang menandakan bahwa ia harus sadar. Ia harus berjuang melawan quirk Isolator milik AFO yang hampir menguasai dirinya dengan rasa depresi.
[Flashback : On] "Gadis Bodoh, kau tak bisa mengekspresikan emosimu dengan benar ya?" tanya si laki-laki rambut pirang itu padanya. "Emosi? Maksudmu?" balas (Y/n) padanya sambil menatap pupil matanya yang berwarna merah itu.
"Tch... Kau nggak marah saat aku menjatuhkan gelasmu?" katanya sambil melihat ke arah gelas yang ia pecahkan. "Untuk apa aku emosi untuk hal yang nggak berguna?" Bakugou mengangkat satu alisnya.
Dia juga mengambil kesimpulan bahwa (Y/n) memang jauh lebih hebat darinya di saat mengendalikan emosi. (Y/n) hanya bisa tersenyum,
"Aku tak mau menghabiskan energi ku hanya untuk marah-marah, menangis, dan semua emosi negatif... Dengan begitu aku bisa hidup bahagia kan? Kalau aku bisa meminimalisir stress, bukankah itu lebih baik?" katanya.
Padahal jauh dari lubuk hatinya... Dia benar-benar melupakan semua emosi negatif dan menguburnya dalam-dalam.
Hal itu juga memiliki dampak positif dan negatif. Negatifnya.. Ia seperti dicuci oleh dirinya sendiri.. Untuk tidak menangis, untuk tidak marah, untuk tidak stress.
'Layaknya seekor robot yang sedang dikontrol' batin laki-laki itu. "Siapa yang menyuruhmu begitu?" tanya Bakugou pada (Y/n). "Tidak ada... Aku hanya berpikir kalau hal itu akan jauh lebih baik daripada memikirkan perasaan pribadi dan menjadi egois" ucap (Y/n) sambil menaruh telunjuknya di pipinya.
Namun perkataan itu malah menusuk Bakugou secara tidak sadar. Auranya itu membuat (Y/n) yang sudah berpengalaman sadar kalau ia membuat kesalahan. "Maaf! Aku nggak bermaksud menyinggung mu!" kata (Y/n) yang langsung menggeleng-gelengkan kepalanya.
Bakugou menghela nafas kasar, "AKU NGGAK TERSINGGUNG! SIAPA JUGA YANG BILANG BEGITU!?!" tegasnya pada (Y/n). "Eh..? Terus?" kata (Y/n) sambil melihat ke arah lain. "JANGAN LIHAT KE ARAH LAIN!?! DASAR GILA!!" protesnya. Setelah itu, (Y/n) langsung melihat ke arahnya. "Baiklah, maaf!" ucap (Y/n) sambil tertawa kecil.
"Kh, pokoknya... Jangan terlalu menahan... Bagaimana kalau suatu saat kau tidak bisa menahannya?" pertanyaan yang sederhana itu berhasil membuat (Y/n) berpikir keras.
"Seandainya hari itu datang.. Apa yang akan kau lakukan? apa kau akan menyerah? dan merelakan semuanya ke emosi negatif itu?" (Y/n) tersentak. "Aku nggak tahu" ujar (Y/n) padanya.
"Kalau kau sampai melakukan itu akan kubunuh kau sialan... Pokoknya kau tidak boleh mati, hanya aku yang boleh membunuhmu" katanya kepada (Y/n). Tetapi entah mengapa kata-kata itu, kalimat itu seperti memiliki arti lain.
'Jangan menyerah, aku tak mau kau menghilang. Hanya aku yang boleh menghentikanmu' (Y/n) menggeleng-gelengkan kepalanya karena itu hanyalah pemikiran yang tidak masuk akal. "KENAPA KAU MENGGELENG-GELENGKAN KEPALAMU ITU, HAH?!" teriak Bakugou dengan emosi.
"Nggak.. Aku cuma merasa sedikit terhibur... Tak kusangka kau bisa sebijak ini" kata (Y/n) padanya. Semburat merah itu muncul secara sekilas, "APA-APAAN JANGAN BERCANDA!?! AKU INI MEMANG SELALU BIJAK!!?" katanya kepada (Y/n).
"Ada kalanya kamu bisa bersikap kekanak-kanakan tuh~" kata (Y/n) kepadanya sambil tertawa mengejek. "SIALAN KALAU BEGITU AKU TAK USAH MEMBERITAHUMU!" terus (Y/n) menghentikan tawanya.
"Tapi, terimakasih... Aku tak pernah kata-kata seperti ini sebelumnya" kata (Y/n) kepadanya. [Flashback : Off]
'Gadis itu sepertinya sudah kehabisan tenaga... Imut sekali!' batin Toga. 'Apakah aku boleh meminta darahnya nanti?' batinnya lagi. 'Bagaimana pun gadis Yukami itu lemah, guru pasti akan mendapatkan apa yang dia inginkan' batin Shiragaki secara sekilas.
'Sepertinya rumor itu memang hanya dilebih-lebihkan, dia bukanlah pahlawan sejati' batin Spinner. 'Aku merasa sayang kepadanya... Kalau saja dia ada di pihak kita pasti akan lebih baik' batin Mister Compress.
Lalu All For One mengulurkan tangannya untuk mengambil quirk (Y/n)... 'Ucapkan selamat tinggal untuk dunia yang kau sayangi, Yukami...' batinnya sambil meletakkan tangannya di kepala (Y/n).
'Itu benar... kau tidak boleh menyerah. kenyataannya, semua ini bergantung padamu. Cerita ini milikmu, (Y/n). kau tokoh utamanya... Apa kau ingin mati begitu saja?'
Sebuah kesadaran yang sederhana yang hanya bisa dijelaskan dengan kata-kata yang sederhana pula. Kata-kata.. Ah tidak, kalimat itu memiliki satu unsur yang kuat yakni 'daya juang'. Saat itu ia sadar bahwa masih banyak hal yang harus ia lakukan. Ia tidak bisa mati begitu saja sebelum impian, cita-cita, keinginannya terkabul.
(Y/n) menerapkan teknik yang didapatkan saat pelatihan. Ialah teknik untuk menarik inti quirknya yang berada di dalam pembuluh darah jantungnya.
Ia seorang tokoh utama yang pada akhirnya akan menyelesaikan semua masalah. Kuncinya juga ada dalam diri sendiri. Bukankah begitu? itulah yang ada di pikirannya.
Korsletan listrik itu menyebar secara cepat. Hal itu membuat beberapa dari mereka kaget termasuk Shiragaki. (Y/n) yang berhasil mendapatkan inti quirknya yang mulai menggelap.. Kini mengatur dan memanipulasi cahaya, listrik sekitar... Dan juga otorimisitas jantungnya untuk memenuhi tempo atmosfer yang mengetat akibat quirk isolator milik AFO.
"Begitu ya? Listrik? Kau memang jenius, Yukami" gumam All For One.
Di saat (Y/n) ingin menyerap cahaya yang ada di sekitarnya, timbul suatu gelombang cahaya yang tidak biasanya dari (Y/n). Karena gelombang itu kuat... Penglihatan mereka sempat terbutakan sementara. AFO yang baru saja mengaktifkan penetralisir menyadari bahwa (Y/n) sudah tidak ada di kursi sandera.
"Dia kabur?" sontak Twice. "Dabi.. Apa kau sudah menutup semua pintu?" tanya Shiragaki. "Sudah... Dia pasti belum terlalu jauh" balas Dabi. "Kau benar... Biar aku membawa kalian semua" kata Tomura sambil membuka wrap gatenya.
[Switched Place] Ironisnya... Gadis itu menjebak mereka. Mereka kini berteleportasi di tempat dimana para pro hero berada. Dengan satu kondisi dimana mereka tidak menyadari bahwa mereka langsung berhadapan dengan para pahlawan.
Tentu saja, (Y/n) sempat memainkan ilusinya sebelum membawa mereka ke sana. Ilusi itu berupa dirinya yang kabur dengan luka yang banyak. Dengan bodohnya mereka menyentuh ilusi itu... Meski mereka merasa ada yang janggal, namun mereka benar-benar lengah.
"League of Villains muncul! Ringkus mereka!"
-To Be Continued!
Halo! Makasih buat kalian yang udah mau baca, udah mau like, nunggu... Bagi kalian yang masih penasaran sama kelanjutannya... Ditunggu aja ya^^! Karena kabar baiknya... Selama liburan author bakal berusaha untuk membereskan fanfic ini ^3^~
Jadi... Ditunggu besok yaa^^!
Tapi nggak janji, soalnya aku takut kena writers block alias masa di saat author mandek ide.
__ADS_1
Sebenernya kemarin tuh aku sempet kena itu... Dan sempat membaik karena aku ngumpulin ide dan baca2 lagi cerita aku... Jadi aku harap... Supaya cerita ini sama sekali nggak buat kalian kecewa... Makasih atas perhatiannya!
*P.s. Maaf kalau chapter nya cuma 3000 words:'} (Nggak nyampe 4000 words:'>)