Be My Side, (Y/N)! | Bakugou Katsuki X (Y/N) | Long Love Story

Be My Side, (Y/N)! | Bakugou Katsuki X (Y/N) | Long Love Story
Chapter 26 - Running Away


__ADS_3

3 R.d. Person P.O.V.


"Chottomate kudasai! (Y/n), tak akan melakukan hal yang seperti itu! karena aku kenal dengannya! (Y/n)... Dia hanyalah murid bisa yang sama seperti kita!" kata Midoriya yang menyela perkataan Monoma. "MAU APA KAU DEKU?! BUKANKAH ITU SUDAH JEL-" kemudian waktu terhenti secara mendadak, emosi (y/n) kembali meledak saat itu. Air matanya mulai bercucuran di saat waktu terhenti, menyalahkan dirinya sendiri dikarenakan dia adalah dalang dari semua itu.


'Aku sudah terlalu lelah untuk tertawa... Dan sudah terlalu lelah untuk mengenang' batin (Y/n) yang berusaha untuk tidak menangis. 'Kenapa aku ini lemah sekali? Bahkan di saat-saat begini aku hanya bisa menghentikan keadaan dan menangis seperti ini?'


'Bakugou yang tertawa kecil saat tidak ada yang melihat, dan terkadang dia mengelus kepalaku sampai membuat diriku kaget... Apakah itu semua hanya kebohongan? Sebenarnya mengapa aku ini lemah banget? Kenapa aku menangis cuma karena hal itu? Bukankah aku tidak salah? Seharusnya aku tidak menangis kan?' batin (Y/n).


'Tidak... Aku harus sehat mental, aku harus kuat, aku harus tetap berjalan, aku harus berani melangkah... Apakah ini pilihan benar?' batin (y/n) sambil membulatkan tekad untuk membetulkan semuanya.


'Tak peduli dengan benar atau tidak... Aku akan melakukannya untuk kebaikanku' batin (y/n) sambil mengaktifkan quirknya.


Author Naration P.O.V.


Tanpa berpikir lagi, (Y/n) menonaktifkan quirknya terhadap Deku dan Kirishima. "Kirishima-kun?" tanya (Y/n) kepadanya di saat waktu saat itu terhenti. "(Y/n)? Are (hah)?" ucapnya yang bingung sambil memperhatiakan sekitar. "Kau bingung ya?" tanya (Y/n) sambil memiringkan kepalanya.


"Tentu saja... Mengapa mereka semua terhenti sedangkan kita tidak? Bahkan jam di kelas juga terhenti? Apa kita kena prank?" lalu pertanyaan itu langsung dijawab dengan gelengan kepala (y/n).


"Ah... Kalau begitu... Apa kita terjebak?!" tanyanya kaget. (Y/n) menggelengkan kepalanya sekali lagi, 'Apa ini perasaanku saja atau bukan... Tetapi matanya itu membengkak seperti habis menangis' batin Kirishima sambil melihat ke arah (Y/n). "Mataku ini kelihatan banget abis nangis ya?" tanya (y/n) sambil tersenyum tulus. "Eh eto... Iya," kemudian Kirishima sadar bahwa (y/n) bisa menjawab pertanyaan yang ada di kepalanya.


"Eh?! Kenapa kau tahu apa yang ada di pikiranku?" tanya Kirishima kaget.


"Akan kujelaskan setelah ini... Tetapi Kirishima-kun, bisakah aku minta tolong sesuatu padamu?" tanya (y/n) dengan serius. Matanya yang seperti meminta pertolongan itu, membuat Kirishima merasa iba.


"Ah, sihlakan katakan saja... Aku pasti akan membantumu sekuat tenaga" ucap Kirishima dengan yakin. "Terimakasih atas perhatianmu" ucap (y/n) sambil tersenyum ceria. "Ah-hm..." ucapnya sambil menganggukan kepalanya. Wajahnya yang sedikit merona itu membuat (Y/n) sadar akan perilaku Bakugou di masa lalu yang dia tidak begitu tahu apa itu artinya.


Hal itu membuat (y/n) meneteskan air mata lagi, "Eh-eh?! (Y/n), kau kenapa?! Apa aku melakukan kesalahan?!" tanya Kirishima yang kaget karena ia baru pertama kali melihat (Y/n) seperti itu.


"Tak apa kok!" ucap (y/n) sambil tersenyum meskipun menangis. 'Ini... Pertama kalinya aku melihat dia menangis... Apa yang harus kulakukan?' batin Kirishima.


"Aku membuat waktu terhenti sehingga aku bisa bicara denganmu, Kirishima-kun" hal itu membuat Kirishima tersentak. "Eh? Aku? Kenapa kau memberhentikan waktu?... Ah, ternyata kau lebih hebat dibanding yang kubayangkan" ucap Kirishima yang merendah dikarenakan kehebatan (Y/n) itu.


(Y/n) hanya bisa tertawa kecil untuk menutupi perasaan malunya, "Kirishima-kun... Kamu adalah seorang yang pertama kuberi tahu ini... Karena itu ada 2 hal yang perlu kamu lakukan..." ucap (y/n) dengan serius.


"Apa itu?" tanya Kirishima dengan serius sambil menelan ludah kasar. "Kumohon... Saat aku memutar balik waktu... Jangan menanyakan soal aku kepada Bakugou" ucap (Y/n) dengan jujur. 'Apakah masalah mereka memang sedalam itu? Aduh... Sepertinya aku terlalu ikut campur! Eh, tapi... Emangnya (y/n) bisa memutar balik waktu?' batin Kirishima.


"Maaf... Karena ini terkesan seperti tidak sopan, kirishima-kun... Karena aku tak sengaja membaca kembali isi pikiranmu," ucap (y/n) merendah. "Eh, berarti daritadi?" tanya Kirishima dengan kaget. (Y/n) mengangguk dan meminta aaf, tetapi Kirishima memaafkannya... "Ini bukan salahmu, kau tak perlu merasa bersalah... Kami sedang bertengkar dan tidak ingin orang lain ikut campur dengan masalah kami... Karena itu sangat wajar jika Kirishima-kun menanyakan hal itu secara reflek... Jadi, bisakah kau menolongku agar saat aku memutar waktu nanti kau tidak menanyakan soal itu?" tanya (Y/n).


"Aku mengerti, ya... Sebenarnya ini semua salahku, aku tak tahu kalau Bakubro akan se-emosional itu... Sampai-sampai dia mengata-ngataimu" katanya sambil melihat ke arah Bakugou. "Bagaimanapun kau juga harus mengembalikan dirinya ke masa lalu seperti ini, aku akan memarahinya karena dia tidak man-" ucapan Kirishima terpotong.


"Jangan!" ucap (Y/n) secara langsung dengan nada yang meninggi. Hal itu membuat Kirishima kaget dengan (y/n) yang bisa emosional seperti itu, "Lalu kau mau membiarkannya...?" tanya Kirishima. (Y/n) mengangguk, "Aku tahu kau akan seperti itu (y/n)... Tapi bukankah ini semua salah Bakubro? Tanpa melihat alur cerita kalian seperti ini pun... Aku bisa menyimpulkan seperti itu" ucap Kirishima dengan jujur.


Tiba-tiba suara (y/n) bergetar, "Tidak... Maaf... Bagaimanapun Bakugou-kun tidak akan memaafkanmu begitu saja... Jadi, Kirishima-kun... Bisakah kau jaga dia saat aku tidak ada?" tanya (Y/n) yang menangis itu sambil tersenyum ke arahnya. Seumur hidup Kirishima, dia baru pertama kali melihat orang yang ia kagumi menangis... Karena pada umumnya, jika ia mengagumi seseorang... Dia tak pernah melihat orang yang dia kagumi itu menangis, tetapi berbeda dengan sekarang... Si gadis pembawa terang di kelas itu kini membawakan terang yang redup, secara reflek Kirishima memegang kedua pundak (Y/n)...


"(Y/n)! Ini semua bukan salahmu! Jadi... Berhenti menyalahkan dirimu sendiri oke?" ucap Kirishima yang ikutan iba melihatnya. "Maaf untuk ini..." kemudian Kirishima memeluknya dalam makna persahabatan, "Kau boleh menangis sampai kau lega" ucap Kirishima lagi.


Kemudian (y/n) membalas pelukan itu, "Terimakasih, Kirishima-kun... Tetapi... Aku sudah terlalu lelah untuk menangis untuk hal yang-" lalu kirishima memotong dengan tempo pelan perkataan (Y/n)...


"Aku tahu kau sedang menahan diri... Jika kau tidak mengeluarkannya, kau tidak akan bisa menghadapi langkah selanjutnya" ucap Kirishima padanya. Kemudian air mata (y/n) kembali mengucur pelan, air mata itu merupakan emosi yang ia tahan selama 1 minggu magang...


"Maaf, seharusnya aku tidak menunjukkanmu hal yang seperti ini" ucap (Y/n) pelan. Selang satu menit (y/n) merasa lega dengan itu semua dan akhirnya melepaskan pelukannya itu, "Maaf... Sepertinya aku sudah merepotkanmu, ya? Kirishima kun?" tanya (Y/n) sambil memulihkan kondisi matanya yang membengkak itu dengan quirknya.


"Ah... Sama sekali tak merepotkan, itu kan tugas seorang teman?" ucap Kirishima sambil memasang senyum tulusnya bahwa dia senang membantu (Y/n). (Y/n) yang mendengar hal itu sedikit tersentak dan tersenyum melihat Kirishima, "Kalau begitu Kirishima-kun... Sebelum aku mengatakan terimakasih kepada Midoriya-kun yang sudah membelaku... Bisakah kau melakukan apa yang kuinginkan saat aku pergi dari U.A?" hal itu membuat Kirishima tersentak.


"Pergi? Apa ini semua karena Bakubro?!" ucap Kirishima yang kaget. (Y/n) tertawa dan menggelengkan kepalanya, "Iee! Sebenarnya..."


***


"Eh? Kenapa semuanya diam dan hening?" tanya Midoriya dengan bingung. "Halo!" ucap (Y/n) sambil tersenyum padanya. "Eh?! (Y/n)-san? Itu... Kenapa mereka semua terdiam? Eh.. eto... Oh kirishima-kun nggak diam ya?... Apa yang terjadi (Y/n)-san?" tanya Midoriya padanya.


"Aku hanya ingin mengucapkan terimakasih karena sudah membelaku saat monoma dan Bakugou menyerangku dengan rumor yang tidak pasti" ucap (y/n) sambil tersenyum. "Ah tak apa kok... Itu sama sekali bukan masalah!" ucap Midoriya setengah kalut.


"(Y/n)-san juga sudah membantuku jika aku terluka saat pelajaran... Karena itu aku tahu (Y/n) bukanlah orang yang seperti itu" ucap Midoriya dengan jujur. "Padahal aku membantumu dengan ikhlas loh" ucap (Y/n) sambil tersenyum ramah. "Ah... Tapi, bukankah kita harus saling membantu?" tanya Midoriya sambil tersenyum ramah. "Benar-benar! Jadi kau tak perlu merasa tak enak begitu, (Y/n)!" ucap Kirishima yang ikutan nimbrung. Kemudian Midoriya mengangguk, "Tapi, Midoriya-kun sepertinya kamu masih bingung sama keadaan ini kan?" tanya (y/n) padanya.


"Ah iya..!" ucap Midoriya langsung sadar. "Bisakah kau jelaskan ini (Y/n)?" tanya Midoriya sambil menatap (Y/n).


"Aku yang menghentikan waktu untuk sementara" ucap (Y/n) dengan serius. "Eh? Kau hentikan?!" ucap Midoriya yang langsung menatap (Y/n) berbinar-binar. "Ah itu... Iya," kemudian Midoriya langsung menjawab (y/n) dengan kagum. "Quirkmu itu benar-benar hebat (y/n)! Bagaimana caranya?" tanya Midoriya kepada (Y/n) dengan penasaran.


"Ah, itu..."


***Flashback with Kirishima P.O.V. //Di saat (y/n) menjelaskan kerja quirknya kepada Midoriya***


Aku benar-benar tak menyangka kalau (Y/n) akan pergi dari sini... Awalnya aku kira karena perbuatan Bakubro padanya, "Sebenarnya aku... Aku ditawari untuk menjadi siswa di WHS setelah festival olahraga kemarin..." ucapnya padaku. Hal itu tentu saja membuatku kaget, "WHS? Maksudmu sekolah hero pertama di seluruh negeri?!" tanyaku dengan kaget.


(Y/n) mengangguk dengan pelan, "Sebentar-sebentar... Apa kalian ribut karena itu?" tanyaku padanya.


(Y/n) menggeleng, "Aku mendapatkan itu setelah ribut dengannya" ucap (Y/n) dengan jujur. "He? Berarti... Bakubro tidak tahu?" bukankah ini akan membuat Bakubro menyesal karena perbuatannya?


Ternyata (Y/n) benar-benar nekat dibanding yang aku kira, "Lalu apa kau menerimanya?" tanyaku padanya. (Y/n) melihat ke arah lain seolah dia merindukan sesuatu, "Apa kau menyukai Bakugou, (Y/n)?" hal itu membuat dia tersentak. Ah... Apa aku terlalu blak-blakan? "Ah, maaf!" kemudian dia tersenyum memaklumiku, senyuman itu sepertinya bukanlah bentuk toleransi... Tetapi bentuk bahwa dia tulus memaafkanku, "Aku terlihat seperti itu ya?" tanya (Y/n) padaku. Aku mengangguk perlahan,


"Aku hanya kagum terhadap orang yang kuat sepertinya... Motivasinya.. Kekuatannya... Aku tak tahu apa ini tapi... Kehangatan saat bersamanya itu membuatku nyaman, tapi aku melihatnya seperti saudara ku sendiri?" katanya sambil tersenyum lagi.


Ah... Aku mengerti kenapa Bakubro marah... Apa mereka sedang mengalami konflik salah paham? Atau memang Bakugou menolak mentah-mentah keberadaan (Y/n)? Aku harap (Y/n) tidak mendengarkan perkataanku ini sih... Soalnya dia akan tahu seberapa ikut campurnya aku...


"Kirishima-kun? Kau mendengarkanku?" hal itu membuatku tersadar karena dari tadi aku tenggelam dengan pikiranku sendiri, "Kalau begitu aku akan mengapresiasi ilihanmu untuk selanjutnya, (Y/n)! Selamat karena sudah dipilih oleh WHS, ya! Kau memang pantas mendapatkan itu!" kataku sambil menyemangatinya.


(Y/n) tersenyum dan berterimakasih kepadaku, dasar Baku-bro... Bisa-bisanya dia buta karena ini... Bagaimanapun aku tidak boleh ikut campur lebih lagi, "Tapi.. Maaf, bisakah kau mengulang perkataanmu? Aku agak nggak ngerti, hehe!" kemudian dia tertawa dan tanpa ragu menjelaskan tentang rencananya padaku.


Bagaimanapun, kelas ini sepertinya akan sedikit sepi tanpa keberadaan (Y/n) yang membawa lentera kepada semua orang...


***Back to present***

__ADS_1


"Ah begitu ya... Jadi kau ingin memutar waktu untuk menghalau kejadian ini terjadi... Tetapi kenapa aku dibawa-bawa?" tanya Midoriya pada (Y/n). "Aku ingin berterimakasih padamu, sekaligus ingin meminta bantuan agar tidak menyinggung soal aku kepada Bakugou-kun saat aku tidak ada" ucap (Y/n) dengan jujur.


"Kau tidak ada?" tanya Midoriya bingung. Kemudian Midoriya menyadari raut wajah Kirishima yang sedikit berubah, "Ada deh~! Pokoknya aku minta tolong,ya? Apa itu tak apa Midoriya-kun?" tanya (Y/n) dengan senyum cerianya. Wajah Midoriya yang memanas karena kemanisan (Y/n) itu tentu langsung mengangguki perkataan (Y/n) sambil mengatakan iya.


Dan setelah itu, (Y/n) memutar balik waktu tanpa kendala...


***After Time travel - 3 R.d. Person P.O.V.***


"AKU JUGA BISA! MAU KUAJARI SAMPAI MAMPUS HAH?!" protes Bakugou. Hal itu membuat Kirishima menyadari bahwa (Y/n) sudah mengembalikan waktu, "Ya, pokoknya tolong ya!" ucap Kirishima dengan nada yang pasrah. Kemudian Kirishima melihat ke arah (Y/n) yang kini tertawa dan berbincang-bincang dengan persaan senang.


(Y/n) yang menyadari itu kemudian memasang senyum kepada Kirishima tanda berterimakasih, setelah itu Kirishima memberikan tanda jempol padanya. Sedangkan Bakugou yang meliat hal itu langsung berdecih, "Kau... Kau dekat dengan si Gadis bodoh ya?" tanyanya kepada Kirishima.


Hal itu membuat Kirishima yang kaget kepada Bakugou yang tiba-tiba memelankan suaranya dan bertanya... 'Berbeda dengan yang tadi, sekarang rasanya aku seperti melihat sifat Bakugou yang berbeda' batin Kirishima. Kemudian Kirishima kembali teringat dengan perkataan (Y/n)...


"Sebisa mungkin jangan membuat Bakugou curiga kalau kau sempat bicara denganku... Aku tak mau masalahku ini menyebar kepada orang lain... Jadi, Kirishima-kun... Apa aku bisa percaya padamu?"


"Aku tidak begitu dekat dengannya" ucap Kirishima dengan nada yang sejujur-jujurnya. "Lalu, kenapa kau" ucapan Bakugou itu sangat kecil sehingga Kirishima tidak dapat mendengarnya. Hal itu membuat Kirishima penuh tanda tanya, "Jangan dekat-dekat dengan dia... Dia itu sudah punya pacar, kau tahu itu?" itu membuat Kirishima kaget.


"Kau dengar darimana, bro?" tanya Kirishima dengan kaget. "Nggak tahu.. Cari tahu saja sendiri" ucap Bakugou langsung berdiri dari kursinya dan langsung pergi ke Cafetaria.


"Eh, tunggu bro! Aku ikut!" ucap Kirishima langsung ikut-ikutan Bakugou. "JANGAN IKUT-IKUT AKU SIALAN!" teriak Bakugou padanya.


"Eh? Aku juga mau ikut makan!" protes Kirishima.


"TERSERAH! KALAU KAU MAU IKUT DENGANKU BERJALAN LAH DI BELAKANGKU!" hal itu membuat Kirishima hampir menggeleng-gelengkan kepalanya.


Di sisi lain (Y/n) hanya bisa melihat mereka berdua dengan perasaan lega.


'(Y/n)-san sepertinya memang memiliki perasaan yang sama dengan kacchan.. Tetapi mereka berdua saling menyangkalnya demi impian mereka' batin Midoriya.


"Semuanya sangat panik sekarang, walaupun les takkan begitu berpengaruh di akhir-akhir seperti ini" gumam Aoyama sambil menenangkan diri. "Bukankah lebih baik kau juga ikut les?" tanya Shoji dengan blak-blakan. "Apa yang kau bicarakan?" tanya Aoyama  dengan wajah suramnya. - Aoyama (Peringkat PTS 18/20)


"Apa?" tanyanya lagi yang masih memasang wajah suram.


"(Y/n) apa kau mau makan bersama kami? Gero" tanya Tzuyu pada (Y/n). - Tzuyu (Peringkat Pts 7/20 "He? Apa boleh?" tanya  (Y/n) dengan perasaan yang tidak enak. "Tak perlu merasa tak enak (Y/n)-san!" sambung Uraraka yang welcome kepada (y/n). "Iya (y/n)-san, kalau kau mau ikut juga tak masalah kok" lanjut Midoriya yang tersenyum padanya.


'Tapi... Sudah lama aku tidak bergabung dengan mereka, aku sih ya cenderung pindah2 circle ahaha...' batin (Y/n). "Boleh deh, makasih banyak ya" ucap (Y/n) sambil tersenyum ceria.


*** (Di kantin)


"Ujian praktik, ya?" gumam Midoriya saat selesai mengucapkan syukur atas makanan yang ia pesan. "Kelihatan agak menakutkan karena aku tidak tahu formatnya" lanjutnya lagi. "Menurutku itu nggak bakal gila-gila banget" Jawab Iida padanya yang kemudian langsung mengucapkan syukur juga terhadap makanan yang akan ia makan. "Soal ujian tulis itu berdasarkan pelajaran di kelas. Jadi aku lumayan bisa mengatasinya, tapi..." ucapan Midoriya itu membuat Uraraka tercengang. "Kau bisa mengatasinya ya?" ucapnya yang tercengang terhadap perkataan Midoriya.


"Seriusan, apa yang akan kita lakukan saat ujian praktik?" gumam Midoriya. "ini adalah ujian menyeluruh dari semua hal di semester pertama" gumam Toru. -Toru (Peringkat Pts 16/20) "Itu saja yang Aizawa-sensei bilang kan?" sambung Tzuyu. "Semua yang kita lakukan selama ini, seperti latihan bertarung dan penyelamatan lalu pelatihan dasar" ucap Uraraka yang ikutan berpikir keras. "Sebagai tambahan dari belajar, kita juga harus tetap menjaga kondisi tubuh..."Kalau menurut beberapa gossip yang aku dengar dari kakak kelas... Kita akan melawan robot untuk ujian nanti" jawab (Y/n) yang baru saja menghentikan tindakannya untuk menyendokan makanan.


"He? Masa? Segampang itu kah (Y/n)?!" tanya Uraraka yang tiba-tiba histeris. Kemudian yang lain juga begitu, 'Anak ini sepertinya dia menggunakan relasinya untuk mengetahui informasi' batin Todoroki sambil menyeruput sobanya.


Kemudian Monoma pun datang menghampiri mereka, Monoma yang sengaja menyenggol Midoriya dengan sikutnya itu membuat midoriya sedikit kesakitan. "Ara-ara gomen... Aku tak sengaja menyenggol kepalamu karena telalu besar" ejek monoma padanya.


"Teganya kau" lanjut Midoriya yang setengah kalut. "Ah.. Tampaknya Gadis Primadona bersama kalian ya?" timpal Monoma pada mereka semua. (Y/n) hanya bisa tertawa canggung, hal itu membuat Bakugou yang berada dari kejauhan itu langsung menatap ke arah Monoma dan tempat (Y/n) berada...


Hal itu juga membuat Kirishima mengikuti arah pandang Bakugou, "Kau lihat apa bro?" tanyanya. Namun Bakugou menghiraukannya,


"Kudengar kalian bertemu pembunuh pahlawan, ya?" ucap Monoma yang langsung bertanya kepada Midoriya.  "Sama seperti saat festival olahraga... Kalau kelas A selalu caper, ya? Tapi perhatian itu bukan karna orang yang menaruh harapan pada kalian... Tapi karena kalian terus memancing masalah, kan?" tanya Monoma pada mereka.


*Fyi : Caper = Cari Perhatian


Kemudian dia langsung mengalihkan pandang menuju (Y/n) dan memasang senyum licik, "Lalu... Bukankah benar perkataanku Gadis Primadona? Kau dibully kan?" hal itu membuat (Y/n) tersentak dan juga yang lainnya. "Oh seram... Sudah kuduga, suatu hari karena masalah yang kalian bawa kami bisa saja ikut menjadi korban. Seperti kutukan dari Dewa Wabah! Oh, sera-" ucapan Monoma itu dipotong oleh Kendo yang berhasil menumbangkannya.


"Monoma, itu tidak lucu! Kau tidak tahu kejadian yang menimpa Iida? Dan juga... Kau tidak boleh mengejek (Y/n)!"ucap Kendo pada Monoma yang kini sudah ada di tangan kirinya. "Kendo-san?" / "Kendo-kun?" tanya beberapa dari mereka secara bersamaan.


"Ah... Maaf kelas A, orang ini agak tak punya hati" ucap Kendo yang meminta maaf itu. 'Hatinya?' batin Midoriya. "Ah itu sama sekali tak apa, Kendo-san!" ucap (Y/n) sambil tersenyum ceria. "Kalian tadi sedang membicarakan tentang ujian praktik UAS, kan? Seperti yang dikatakan (Y/n) barusan... Kemungkinan ujiannya akan melawan robot sama seperti saat ujian masuk dan festival olahraga" ucap Kendo pada mereka. "Bukan, ini bukan curang... Tepat sekali, mungkin mengumpulkan informasi juga bagian dari ujian... Lalu" kemudian Midoriya melanjutkan gumamannya. "Terimakasih banyak, ya.. Kendou-san!" ucap (Y/n) sambil tersenyum padanya. "Ah... Ini bukan apa-apa (Y/n)-san!" jawab Kendou sambil membalas senyumnya. "Kau bodoh ya, Kendou? Kenapa kau harus meminta maaf dan memberi tahu mereka soal ujian? Kita kan memiliki keunggulan dalam informasi, ini adalah kesempatan kita untuk mengungguli Kelas A yang menjijikan" kemudian Monoma dipukul lagi oleh Kendou. "Mereka tidak menjijikkan! Kalau begitu aku pergi dulu ya, Kelas A!" ucap Kendou sambil pamit dan menggeret Monoma.


'Dia kayak kakak dari semua kelas B, ya?' batin Midoriya. Setelah itu (Y/n) memikirkan kembali apa yang dikatakan oleh monoma.


'Kau dibuli ya?'


'Memangnya selama ini aku sudah dibully olehnya?' batin (Y/n). Setelah itu Bakugou kembali memakan makanannya karena tidak mendapatkan bagian seru dari (Y/n) dan juga Monoma, di sisi lain Todoroki mulai memperhatikan (Y/n) dikarenakan perkataan anak kelas B yakni Monoma itu sendiri.


Setelah mereka selesai makan, tampak seorang anak laki-laki yang datang menghampiri (Y/n)... "Kau anak yang bernama (Y/n), kan?" tanya anak itu. "Iya... Ada yang bisa dibantu, senpai?" tanya (Y/n) sambil memasang senyum ramahnya. Jangan heran mengapa (Y/n) disukai dengan banyak orang di sekolahnya, tingkah ramahnya dan juga kecantikannya itu menjadi pasaran di kalangan anak laki-laki.


Kemudian dia sedikit merona, "Itu... Bisa ikut aku sebentar?" tanyanya kepada (Y/n).


'Masa ada yang nembak lagi?' batin Uraraka, Tzuyu, dan juga Toru. "Ah.. Apa itu penting?" tanya (Y/n) sambil meletakkan piring kotornya di tempat yang seharusnya.


Dia mengangguk dengan serius, 'Fiks... (Y/n) ditembak lagi' batin mereka lagi.


'Tch, apa peduliku... Lagipula dia akan menolaknya karena dia sudah punya pacar' batin Bakugou yang sengaja mengambil jalan lain agar tidak berpapasan dengan (Y/n). "Woi! Tunggu Bro!" panggil Kirishima. "GW NGGAK PEDULI!?!"


'Masa sih (Y/n) dibully oleh Bakugou?' batin Todoroki yang melihat ke arah (Y/n). Tentu saja panggilan dari laki-laki itu membuat semua yang bersama dengannya memperhatikan (Y/n) karena penasaran.


"Teman-teman, kalian boleh pergi terlebih dahulu... Aku punya urusan yang harus kukerjakan" ucap (Y/n) sambil terenyum ramah kepada mereka. "Iya, sampai nanti (Y/n)-san" jawab mereka.


Kemudian (Y/n) melambaikan tangan dan mengikuti orang itu, "Pak kepala sekolah memanggilmu, itulah mengapa aku menyampaikan ini padamu" kata orang itu pada (Y/n). Hal itu membuat (Y/n) merasa bersalah terhadap dugaannya, "Ah.. Begitu toh..." ucap (Y/n) sambil tertawa canggung.


"Tapi sepertinya aku tidak bisa mengantarmu, apa kau bisa pergi sendiri?" tanyanya pada (Y/n). (Y/n) mengganguk dan tersenyum tanda memakluminya, "Kalau begitu terima kasih banyak karena sudah memaklumi ku" kata (Y/n) yang tersenyum dan kemudian pergi menuju ruang kepala sekolah.


'Sekarang sepertinya akusudah tahu jawaban apa yang akan kuberikan kepada Kepala sekolah' batin (Y/n).


"Are? (Y/n) tidak ditembak ya? Gero" ucap Tzuyu yang melihat (Y/n) pergi sendiri. "Mencurigakan nggak sih? Mau ikutin?" balas Toru pada Tzuyu. "Hah? Jangan!" ucap Uraraka langsung. "Iya benar, kalian tidak boleh melihat privasi orang seenaknya!" perintah Iida.


"Padahal aku juga berpikir kalau itu ide bagus," balas Todoroki dengan wajah polosnya. "Kubilang jangan!" perintah Iida yang kesal.

__ADS_1


*** Author Naration P.O.V. ***


(Y/n) yang kini sudah sampai di ruang kepala sekolah itu mengetuk pintu dengan pelan, "Permisi?" kemudian pintu terbuka... Tampak seorang gadis cantik bersurai biru muda, "Ayo, sihlakan masuk!" ucapnya sambil tersenyum ceria. "Baik, terimakasih karena sudah membukakan pintunya... Ehm... Senpai!" ucap (Y/n) sambil tersenyum ceria juga. Setelah itu dia mengangguk dengan antusias.


(Y/n) memasuki ruangan kepala sekolah dengan perasaan yang sedikit kaget karena kehadiran 3 kakak kelas yang sebelumnya dia tidak kenal sama sekali. "Selamat datang, (Y/n)! Jadi apa keputusanmu?" tanya Nezu padanya. Kemudian (Y/n) menelan ludah, "Pak kepala sekolah, apa sama sekali tak apa?" tanya (Y/n) sambil tersenyum canggung melihat kehadiran 3 kakak kelas itu.


"Katakan saja aku akan menghargainya" hal itu membuat (Y/n) sadar kalau si Kepala sekolah sama sekali tidak peka. (Y/n) menelan ludah dengan kasar, "Saya menerima permintaan waktu itu yang diajukan sebelum saya magang" kata (Y/n) dengan serius.


Kemudian kepala sekolah Nezu tersenyum, "Kalau begitu, mulai hari ini 3 kakak kelas ini yang kita sebut sebagai Big three akan membantumu untuk latihan kebugaran, latihan untuk ujian praktik, dan juga mereka akan membantumu mengejar semua pelajaran SMA sebelum kamu masuk WHS" ucapnya sambil tersenyum.


"Eh?" ucap (Y/n) yang sedikit kaget. "Halo (Y/n), mohon bantuannya ya! Perkenalkan saya, Nejire hado yang akan membimbingmu" ucap kakak kelas bersurai biru yang barusan membukakan pintu itu padanya. "Ah... Terimakasih sudah mau membantu, mohon bantuannya!" kata (y/n) kepada Nejire. "Kalau begitu, perkenalkan aku Mirio Togata! Dan ini adalah Tamaki" ucapnya sambil memperkenalkan Tamaki pada (y/n).


"Ah, halo Mirio-senpai dan Tamaki-senpai! Namaku (y/n), pasti kalian sudah tahu kan? Mohon bantuannya ya!" ucap (Y/n) sambil membungkuk kepada mereka bertiga. Kemudian Tamaki menelan ludah karena gugup, tetapi karena saat itu hanya (Y/n) seorang... Maka dia bisa mengontrolnya, "Halo, mohon bantuannya" ucapnya dengan nada merendah.


(Y/n) yang baru selesai membungkukan badannya, kini dia tersenyum dengan antusias. "Bagaimanapun kami akan membantumu untuk persiapan ke WHS" ucap Mirio dengan semangat. "Ngomong-ngomong Mirio, Tamaki! Adik kelas kita ini sangat hebat ya! Aku pun jadi iri" ucapnya dengan nada yang sedikit imut. "Ah... Bukan apa-apa kok! Saya hanya beruntung saja" balas (y/n) sambil merendahkan diri.


"Kalau begitu karena kalian sudah berkenalan... (Y/n)-san, nanti MidNight akan membuat jadwal pelatihanmu... Dan juga saya sudah memerintahkan kepada para guru-guru bidang untuk membimbingmu" hal itu membuat (Y/n) kaget.


"Ah... Apakah itu tidak merepotkan?" tanya (Y/n) dengan perasaan tidak enak. "Bagaimanapun ini adalah tugas kami untuk membawamu ke WHS" ucap Nezu sambil tersenyum.


"Ah... Kalau begitu trimakasih..." ucap (Y/n) sambil tersenyum tulus. Nezu membalas senyuman tulusnya itu, "Kalau begitu (y/n)... Untuk ujian praktik, apakah kau bersedia untuk melawan seluruh murid jurusan pahlawan?" tanya Nezu dengan serius. Hal itu membuat (Y/n) membelalakan matanya.


"S-saya?" tanya (Y/n) dengan nada yang kaget.


*** Pulang sekolah : 3 R.d. Person P.O.V.  ***


"Hore!" sorak Mina dan Kaminari. "Lawan robot sih gampang!" ucap Kaminari dengan lega. "Bener, dah!" balas Mina. "Saat melawan orang, kalian kesusahan mengontrol kekuatan, ya?" tanya Shoji dengan lengannya yang berbicara. "Iya! Tapi kalau robot sih, bakalan gampang" ucap Kaminari dengan kegirangan.


"Aku pun bisa dengan mudah melelehkan mereka!" balas Mina. "Tinggal belajar sama Yaoyorozu, UAS pun pasti lewat, dah!" ucap Sero. "Dengan begini, kami bisa ke pemusatan latihan!" sorak Mina dan Kaminari. Sedangkan (Y/n) hanya terdiam melihati mereka yang kegirangan, "(Y/n) kau terlihat suram banget, gero... Apa tadi saat dipanggil kau mengalami sesuatu?" tanya Tzuyu pada (Y/n).


"Hm... Nandemonai!" ucap (Y/n) sambil tersenyum. "Mau orang ataupun robot, sama saja kau harus mengalahkannya kan?" timpal Bakugou kepada mereka berdua. "Apa yang kalian remehkan, bodoh?!" ucap Bakugou. "Siapa yang kau bilang bodoh?!" protes Kaminari. "URUSENA!" teriak Bakugou langsung hingga mereka diam.


"KALAU KALIAN PERLU MENGONTROL KEKUATAN, KONTROL SAJA BODOH!" teriaknya lagi. "Oi, Deku!" hal itu membuat atmosfer jadi membeku.


"Aku tidak tahu kau sudah menemukan cara memakai kekuatanmu atau tidak, tapi, kau terus saja bermacam-macam denganku!" ucap Bakugou sambil mengerutkan keningnya.


"Oh, pasti tentang bagaimana Deku-kun meniru gerakan Bakugou-kun tempo hari" lanjut Uraraka yang merendah itu. "Oh, memang sih..." lanjut Mina. "Aku tak perlu hasil seperti setengah-setengah dan gadis bodoh seperti saat festival olahraga, ITU ADALAH HAL YANG PALING BODOH YANG PERNAH AKU LAKUKAN SIALAN!?! Setelah UAS selesai, kita lihat siapa yang paling hebat. Aku akan mengalahkanmu dengan perbedaan yang mutlak, AKU AKAN MEMBUNUHMU!"


"TODOROKI DAN KAU GADIS *****! KALIAN JUGA! CAMKAN ITU!" ucapnya sambil menggebrak pintu. "Sudah lama sekali sejak Bakugou menjadi seperti itu" timpal Kirishima. "Tidak sabaran? Ataukah kebencian?" tanya Tokoyami.


Kemudian (Y/n) yang menunduk itu, membuat Todoroki semakin penasaran dengannya. "Semuanya, nanti akan kuberikan alamatku kepada kalian ya!" ucap Yaomomo pada mereka.


Semuanya mengganguk dengan antusias, setelah itu Todoroki yang tak mau buang-buang waktu dia langsung mendatangi (Y/n). "(Y/n), bisa bicara denganku sebentar?" tanya Todoroki.


"Ah... Todoroki-kun? Ehm bisa kok" jawab (Y/n) sambil tersenyum ceria. "Ehm, Tzuyu-chan... Bisakah kau pulang deluan? Maaf ya aku tidak bisa pulang bersama..." ucap (Y/n) sambil meminta maaf. "Tak apa kok, gero" jawabnya sambil tersenyum. Begitupun juga dengan yang lain, mereka semua meninggalkan kelas yang hanya berisikan (Y/n) dan juga Todoroki.


(Y/n) melihati keadaan luar dengan rasa penasarannya itu... "Jadi, Todoroki-kun... Apa yang ingin kau bicarakan?" tanyanya yang selesai memastikan semuanya. "Apa kau merasa kesulitan?" tanya Todoroki dengan penasaran.


"Ah.. Aku sama sekali tidak suka berbohong, jadi... Masa-masa sekolah ini benar-benar sulit untukku, tetapi aku masih bisa menanganinya kok! Kau tak perlu khawatir!" ucap (Y/n) sambil tersenyum. Todoroki menatapnya curiga, "Apa ada lagi yang ingin kau katakan? Rasanya bukan hanya itu saja kan?" tanya (Y/n) padanya.


Dia terdiam sejenak, "Apa kau dibully oleh Bakugou?" hal itu membuat (Y/n) tersentak.


(Y/n) P.O.V.


"Apa kau dibully oleh Bakugou?" sebenarnya darimana gossip ini berasal? Kenapa Todoroki bisa berpikir seperti itu?


Ah... Tidak, sepertinya Todoroki memikirkannya sejak tadi Monoma mengejekku... Bagaimanapun aku sudah menduganya, karena sedari pelajaran... Dia terus menerus menatapku tanpa henti...


Apa aku potong saja pembicaraannya? Apa aku ganti topik? Tapi sepertinya itu malah memperburuk keadaan.... Seharusnya aku barusan tidak jujur seperti itu?! Sial... Aku menyesalinya...


"(Y/n)?" tanyanya padaku. "Ternyata benar ya?" simpulnya. "Ah, tidak! Tidak begitu!" belaku terhadap diriku sendiri."Terus kenapa? Bagaimanapun dari saat itu kau menyuruhku merahasiakannya saja sudah sangat mencurigakan" kata Todoroki dengan curiga.


"Sebenarnya, aku hanya ribut dengan Bakugou... Hanya itu saja" ucapku kepadanya dengan merendah. "Pasti ada hal yang lain membuat kalian seperti itu kan?" aku terdiam sejenak,


"Todoroki-kun... Bakugou dan aku sudah tidak memiliki hubungan apapun, jadi itulah mengapa kami tidak bercanda ataupun saling berdekatan... Bagaimanapun dia sudah memiliki pacar, sehingga aku pun tak mau mendekatinya" ucapku dengan jujur. "Hah? Pacar? Apa maksudmu itu seperti kekasih?" tanya Todoroki.


"Berbeda dengan kekasih, kekasih adalah seorang yang akan menikah nantinya... Sedangkan pacar... Lebih ke-" aku menghentikan perkataanku karena bingung untuk menjelaskannya. "Aku mengerti" ucap Todoroki sambil mengangguk.


"Terus kau? Memangnya kau tahu darimana kalau dia pacaran? Itu kan hanya dugaan" seketika perkataannya itu menyindir diriku. Tetapi jika aku terus berteman dengannya... Apakah aku akan mendapatkan yang lebih sakit dibanding ini? "Akan ku pikirkan, terimakasih... Todoroki-kun" ucapku sambil tersenyum.


"Tapi... Sepertinya lebih baik aku tidak berteman dengannya," hal itu membuatnya terdiam. "Maaf kalau aku terdengar seperti memaksakan pendapat, tapi... Keberadaanmu lah yang membuatku terus berterimakasih karena saat itu... Bakugou yang marah padaku bisa reda karenamu" hal itu membuatku sedikit kaget,


"Kenapa aku?" tanyaku padanya. "Kau tidak sadar ya? Maka dari itu... Aku penasaran mengapa kau dan Bakugou bisa ribut seperti it- eh kau menangis?" Ah sial... Sudah berapa liter air mata yang aku keluarkan?


"Maaf, tolong jangan lihat" ucapku sambil memalingkan wajah. Aku merasa diriku ini semakin menyedihkan, padahal aku sudah sering menyembunyikan perasaanku... Mengapa sekarang aku jadi seperti ini?


*Tep* Eh? Tangan?


3 R.d. Person P.O.V.


Todoroki menaruh tangannya itu di pucuk kepala (Y/n), "Maaf... Seharusnya aku tidak menanyakan kepadamu soal ini" sesal Todoroki. "Tak perlu minta maaf, aku-" pintu terbuka,


"Sialan, aku kira apaan... SUDAH KUDUGA! TERNYATA KAU DAN TODOROKI JUGA BERSEKONGKOL UNTUK MEMBIARKANKU MENANG DI FESTIVAL OLAHRAGA KAN?!" hal itu membuat (Y/n) dan Todoroki kaget, "Bakugou, tenanglah! Ini tidak seperti yang kau-"


"AKU TAK MAU DENGAR LAGI APA ALASANMU ITU SIALAN?!"


"Aku benar-benar kecewa dengan apa yang kau lakukan gadis gila! Kau sengaja membuatku lemah dan menjatuhkanku ke dalam perangkapku kan?! KUSO! MATI SAJA SIALAN!"ucapnya sambil membanting pintu. Tanpa berpikir lagi, (Y/n) memutuskan untuk berlari keluar...


"Bakugou! Ini tak seperti yang kau-" ucapannya dipotong oleh Bakugou. "DIAM BRENGSEK!?! AKU TAK MAU BERURUSAN LAGI DENGAN CEWE L**** SEPERTIMU! RIASANMU ITU SEPERTI ONDEL-ONDEL! TINGKAHMU ITU MEMBUATKU MUAK SIALAN!?! CEWEK SOK-SOKAN SEMPURNA! SOK-SOKAN PERFECT SIALAN!?! KAU BENAR-BENAR PENGHANCUR DAN PENGAMBIL SEGALANYA!?! KALAU KAU PERGI PUN AKU TAKKAN MENANGISIMU! KALAU KAU MATI AKAN KUINJAK-INJAK KUBURANMU!"


//Di sisi lain 

__ADS_1


"Iya benar... Seperti itulah jadinya, sekarang aku tinggal hancurkan saja deh si (Y/n) sialan itu~!" ucap Yura sambil cekikikan sendiri. "Ngomong-ngomong, Monoma-kun! Kau hebat banget


__ADS_2