Be My Side, (Y/N)! | Bakugou Katsuki X (Y/N) | Long Love Story

Be My Side, (Y/N)! | Bakugou Katsuki X (Y/N) | Long Love Story
Chapter 18 - Self Upgrade


__ADS_3

...*Warning* ...


...Episode kali ini adalah gabungan dari route, karena itu aku akan menjelaskan secara singkat keadaannya....


...*Penggabungan route with 3 R.d. Person P.O.V.*...


...Saat itu (y/n) menanyakan latihan seperti apa yang akan Bakugou lakukan, Bakugou yang kesal karena pertanyaan itu dia mengatakan "KALAU KAU MAU TAHU IKUT SAJA SIALAN! AKU MALAS MENJELASKANNYA!" serunya pada (y/n). Setelah itu Monoma Neito datang dengan latar belakang ingin mencari tahu hubungan (Y/n) dengan Bakugou....


...Dengan keadaan yang sama seperti Route A, tetapi kali ini Bakugou tetap disana dan tidak mendahului (Y/n). Karena itu secara langsung dia mendengar pembelaan (y/n), dan mengucapkan terimakasih seperti yang ada di route A, kemudian bertemu dengan Ibu (y/n) dan berbincang sebentar seperti yang ada di Route A. ...


...Namun di saat ini, (y/n) tidak bertemu shinsou saat di jalan. Namun kali ini mereka dipertemukan oleh Yura yang baru keluar dari kamar mandi, seperti yang kita tahu bahwa Yura jatuh cinta pada pandangan pertama terhadap Bakugou. Setelah itu mereka berpisah karena Bakugou yang tidak sabaran ingin latihan....


...*Jadi scene shinsou bakal kuhapus dari ini yey:3 //plak*...


...*Tetapi kali ini, Deku dan Ojirou tidak menanyakan soal itu*...


...*Agak pusing juga ya dibeda-bedain route... Tapi gpp yey~ Udah terjadi juga wkwkwk*...


(Y/n) P.O.V.


Setelah aku berlatih dengan Bakugou, sebenarnya tak banyak yang ia tunjukkan. Yang ia tunjukkan hanyalah saat dia memojokkan dirinya ke tembok dan mempertajam instingnya. Aku yang melihat dia begitu, aku pun berusaha untuk mengisi kembali energi agar nanti aku bisa menggunakannya untuk mencapai final.


Tetapi, bukankah seharusnya sekarang kita adalah saingan? Kenapa dia memperbolehkanku latihan dengannya ya?


Tanpa sadar waktu berlalu begitu cepat, Bakugou dan aku tidak banyak bicara karena memikirkan strategi kami masing-masing. Karena itu aku berusaha untuk tidak menggangunya, dan duduk di tempat yang terpisah saat ingin menonton pertandingan pertama. Apakah ini pertandingan antara Midoriya dan anak jurusan umum? Kalau tidak salah namanya adalah Shinsou, kan?


"Para penonton! Final yang kalian tunggu-tunggu akhirnya akan dimulai!" seru Present Mic dengan gairahnya. "Pertandingan pertama, walau dia sudah bekerja keras dengan baik, apa-apaan ekspresi itu? Dari jurusan pahlawan, Midoriya Izuku! Versus! Maaf dia belum nampak ngapa-ngapain sama sekali! Dari jurusan umum, Shinsou Hitoshi!"


Entah kenapa aku merasa ada yang aneh dari auranya. "Aneh, kenapa auranya begitu ya..." gumamku. "Apa maksudmu (y/n)-chan, kero?" Tzuyu membalas gumamanku. "Ah- maksudku... Aku hanya merasa tidak enak dengan aura pertandingan yang seperti ini" ucapku merendah.


"He? apa maksudmu tak terbiasa (y/n)?" tanya Yaomomo padaku. "Ie~! Tapi... Sebenarnya aku merasa kalau aura anak jurusan umum itu, tidak biasanya... Dn lagi aku memiliki perasaan yang tak enak padanya entah karena apa" ucapku dengan jujur.


"Entah ini karena pengaruh quirk? Atau semacam peringatan?" gumamku lagi.


Hal itu membuat Ojirou yang ada di belakangku tersentak kaget, "He? Ojirou- kun kau tahu seuatu ya?" tanyaku iseng padanya.


"Ready? Start!"


Dia menggeleng, "Ah baik-" ucapanku terpotong saat Midoriya terhenti dan Ojirou yang mengeluh, "Padahal aku sudah melewati banyak masalah untuk mengingatkannya!" He?


3 R.d. Person P.O.V.


"Para penonton! Final yang kalian tunggu-tunggu akhirnya akan dimulai!" seru Present Mice dengan gairahnya. "Pertandingan pertama, walau dia sudah bekerja keras dengan baik, apa-apaan ekspresi itu? Dari jurusan pahlawan, Midoriya Izuku! Versus! Maaf dia belum nampak ngapa-ngapain sama sekali! Dari jurusan umum, Shinsou Hitoshi!"


"Peraturannya sederhana, paksa musuhmu keluar dari garis atau lumpuhkan mereka! Kau juga bisa menang dengan membuat musuhmu bilang, 'Aku Menyerah'! Terlukalah sepuas kalian! Karena kami punya Recovery Girl yang siap menyembuhkan! Buanglah moral dan etika kalian sebentar! Tapi tentu saja, segala yang mengancam nyawa itu tidak bagus! Out! Pahlawan harus menggunakan tinjunya untuk menangkap penjahat saja!"


"Aku akan menghentikan pertandingan kalau sudah keterlaluan, ya" ucap Cermentos dari kursi juri.


"Ready? Start!"


"Hei, hei, ada apa?"


"Ini adalah pertandingan pertama yang penting! Hidupkan sesuasananya dong!"


//Side P.O.V. : (Y/n) P.O.V.


"Deku-kun?" ucap Ochaco langsung berdiri dari tempat duduknya karena panik. "Apa yang sebenarnya terjadi?" sambung Iida yang ikutan berdiri karena cemas.


"Midoriya! Pertandingan baru saja dimulai dan dia malah diam membatu?!"


"Tatapannya kosong dan tubuhnya kaku! Apakah ini kekuatan shinsou? Daritadi dia tak nampak sama sekali, tapi mungkinkah dia orang hebat?"


"Shinsou hitoshi dari jurusan umum lebih baik daripada Midoriya Izuku dari jurusan pahlawan! Siapa yang bakal mengira hal ini?"


Aku kembali berpikir dan menganalisis keadaan, yang lain pun tegang karena keadaan itu juga. "(Y/n), bagaimana kau bisa mengira hal yang seperti ini?" gumam Yaomomo. Aku sedikit tersentak karena pertanyaannya, sekarang seluruh keras langsung mentap ke arahku. "Ehm- aku tidak tahu pastinya, tapi aku bisa mengetahui detail dari quirk orang itu jika berkonsentrasi... Selain itu aku akan lebih mudah mendeteksi kelemahan jika aku merasakan auranya dari dekat... Tapi, aku percaya bahwa Midoriya tidak akan kalah secepat itu" ucapku dengan serius.


Bakugou berdecih mendengar ucapanku itu dan kembali melihat pertandingan teman kecilnya itu, "Ya aku juga harap begitu, (y/n)-san... Tetapi bisakah kau memberi tahu kami soal quirk anak jurusan umum itu?" tanya Iida dengan serius. "Hm, aku gak begitu yakin... Seperti yang present mic bilang tadi, aku merasa kalau Shinsou bisa mengendalikan lawannya dengan cara membuat lawannya bicara... Kurasa quirknya itu mirip-mirip dengan ilusiku, hanya-" aku menghentikan ucapanku karena Ojirou yang terlihat cemas.


"Tidak- ilusi (y/n) tidak membuat orangnya tidak sadar seperti itu... Ilusi (y/n) membuat kita bingung dengan yang mana realita dan yang palsu... Sedangkan orang ini langsung membuat orang itu tercuci otak di realitanya" jelas Yaomomo.


"Heh? Heh?! Ah! Midoriya patuh sekali!"


"Deku-kun, sadarkan dirimu!" ucap Ochaco yang cemas dengan temannya itu. "Kalau kau keluar garis, kau akan kalah!" lanjut Iida. Aku yang melihat Midoriya begitu pun ikutan tegang karena perbuatannya.


"Rasanya aku ingin menampar Midoriya untuk sadar" gumamku dengan kondisi tegang. Saat aku bilang begitu, dalam sekejap Midoriya langsung berhenti di pinggir garis.


"I-ini, Midoriya terhenti!"


Aku langsung membelalakkan mataku seolah tak percaya, "(Y/n)?! Kau melakukannya?" tanya Mina kaget. "Nggak! Itu bukan aku!" ucapku sambil menggeleng-gelengkan kepala. "Ya kali aku beneran bantuin" ucapku sambil tertawa canggung.


Kemudian semua orang berteriak lega, "Benar-benar gila" ucap Ojirou sambil duduk kembali. Niat, kehausan, kemauan untuk menang... Pada akhirnya dia...


"Shinsou-kun keluar garis! Midoriya lolos ke babak kedua!" ucap Midnight memutuskan.


Menang. Sekarang aku tahu mengapa semua orang terus berkembang secara terus menerus... Tiga aspek itu yakni niat, kehausan, kemauan untuk menang... Semua ada pada diri mereka yang kuat, apa aku bisa seperti itu?


"Pada akhirnya, orang pertama yang lolos ke babak kedua adalah Midoriya Izuku dari kelas A!" ucap Present mic yang kembali disoraki oleh penonton. "Aku sangat gugup" ucap Ochako sambil duduk dan bernafas lega. "Membalikkan keadaan di saat-saat terakhir, Midoriya-kun gitu loh!" ucap Iida dengan bangga.


"Dia juga pernah melakukan gerakan tadi padamu, kan?" tanya Kaminari pada Bakugou. "Bacot, wajah g*****!" balas Bakugou dengan kasar.


"Yahoo! Itu tadi pertandingan pertama yang membosankan, tapi kita harus menghargai mereka! Clap your hands!"


***


"Oh! Deku-kun!" ucap Ochaco yang melihat Midoriya dari belakang. "Kami sudah menyiapkan kursi untukmu!" lanjut Iida padanya. "Midoriya-kun, selamat ya!" kataku padanya yang mengucapkan selamat itu dengan senyum ceria.


Dia mengangguk dengan senyum ramah, lalu aku melihat ke arah Bakugou yang dari tadi tenggelam karena pikirannya itu. Sepertinya dia memang tak ingin diganggu...


"Maaf membuat kalian menunggu! Selanjutnya adalah mereka!"


"Dia bagus! Dia bagus, tapi mengapa selalu terlihat sederhana sekali? Jurusan pahlawan, Sero Hanta! Versus! Peringkat empat lalu tiga! Apakah kali ini kau akan naik ke peringkat satu? Kau terlalu kuat, Nak! Dia masuk melalui jalur rekomendasi bukan tanpa sebab, dari jurusan pahlawan juga! Todoroki Shoto!"


"Kalau begitu, inilah pertandingan kedua di babak final. Ready? Start!"


"Serangan kejutan untuk mendorong lawannya keluar! Di situasi seperti ini, bukankah itu pilihan terbaik?"


"Serius, kalahkan dia! Sero!" Aku rasa tak semudah itu...


Kemudian gedung mulai bergoncang hebat karena quirk es todoroki, uwoh gila! Apa dia kehilangan kendali akan emosinya sehingga dia seperti itu?


"Sero terlumpuhkan! Todoroki-kun lolos ke babak selanjutnya!" Bagaimanapun- dia akan menjadi saingan terkuatku jika aku ingin mengambil tempat teratas.


***


"Semuanya, maaf sudah membuat kalian menunggu! Panggung yang membeku karena pertarungan kedua, akhirnya kering dan siap dipakai untuk pertarungan yang selanjutnya"


"Pembunuh dari kelas B, sesuatu yang cantik punya duri! Jurusan pahlawan, Shiozaki Ibara!"


Uwoh! Itu Shiozaki! Kalau aku teriak bakal kedengeran nggak ya? Eh tapi- aku barusan sudah menyemangatinya sebelum ke panggung sih...


"Versus! Sparking Killing Boy! Jurusan pahlawan, Kaminari Denki!"


"Baiklah, kali ini kita akan menyaksikan pertarungan yang meriah" ucapan Present Mic terpotong oleh Shiozaki. "Anu... Maaf menyela! Apa yang anda maksud dengan 'Pembunuh'? Aku datang kesini cuma mencari kemenangan tidak sampai mengambil nyawa dari lawanku" ucap Shiozaki dengan merendah.


"M-Maaf!"


"Dari awal, aku masuk ke SMA U.A. tak bertujuan jahat tapi untuk menyelamatkan orang lain" sambung Shiozaki. Oh, Shiozaki... Sungguh mulia perkataanmu itu nak, aku terharu...


"Sudah kubilang, maaf deh! Aku yang salah deh!" ucap Present Mic dengan perasaan bersalah.


"Saya sangat menghargai pengertian anda" katanya sambil membungkuk. Kemudian pertandingan dimulai dengan persiapan Kaminari dengan listriknya,


"Singkat! Akan kukatakan sekali lagi! Singkat!"


"Shiozaki-san melaju ke babak kedua!" ucap Midnight memutuskan.


"Ampun dah" ucap Jirou sambil menggaruk kepalanya tanda pasrah. "Loh kok? Bukannya dia bilang bakal menang dalam hitungan detik? Aneh banget, dia malah kalah dalam hitungan detik, ya?" ucap Monoma yang menaiki tembok meremehkan kami.


"Padahal kelas A seharusnya lebih baik dari kelas B, aneh banget kan?" katanya sambil tertawa mengejek di tembok itu. Kemudian Kendo datang dan memukulnya agar tertidur, "maaf!" kata Kendo kepada kami. Yang lain hanya bisa menatap canggung kendo, "tak apa kok, kendo! Aku dapat memakluminya!" ucapku padanya sambil tersenyum ramah.


Kemudian aku pun mulai berjalan ke belakang, karena kami para peserta dwajibkan bersiap-siap satu pertandingan sebelum pertandingan kami dimulai. "(Y/n), kau mau kemana?" tanya Mina padaku. "Ah- pertandinganku akan mulai sesudah Iida... Karena itu aku akan bersiap di tempat persiapaan sekarang" ucapku padanya. "Eh iya, pertandingan (y/n) kan sebentar lagi mulai kero" ucap tzuyu. Aku mengangguk, "Semangat (y/n)! Kau pasti bisa!" ucap Yaomomo menyemangati.


"Semangat (Y/n)! Kami akan mendukungmu dari sini!" ucap Toru dan Mina bersamaan. "Semangat!" sambung Ochaco dan Jirou, begitupun dengan yang lainnya. Terkecuali Bakugou yang sedang tenggelam dengan pikirannya sendiri.


"Terimakasih teman-teman!" ucap (y/n) sambil tersenyum ceria.


"Bakugou! Aku akan mengalahkanmu nanti, tunggu saja!" ucap (y/n) dengan nada mengejek. Bakugou yang mendengar tantangan dari (y/n) itu langsung tersadar dari lamunannya, "Heh- Kau ini sudah mulai berani ya?! HA? GADIS BODOH?!" Serunya dengan kasar. "POKOKNYTA KALAU KAU KALAH ITU BERARTI KAU LEMAH!" (y/n) yang mendengar ucapan itu langsung mengerti apa yang dimaksudkan Bakugou.


'Sepertinya dia memang mendukungku, meskipun dia berusaha untuk menutupinya' batin (y/n).


*** Skipped Time : di saat (Y/n) vs Aoyama***


"Kita akan terus lanjut ke pertarungan kelima! Walau dia pakai sabuk, dia nggak bakal melakukan perubahan kok! Jurusan Pahlawan, Aoyama Yuga!"


"Bonjour!" balas Aoyama dengan pesonanya. "Versus!"


"Gadis Primadona ini akan menjadi penantang selanjutnya! Kira-kira apa yang akan dia lakukan untuk mencengangkan kita lagi?! Jurusan Pahlawan, (Y/n) )(l/n)!"


"Yoroshiku ne, Aoyama-kun!" balas (Y/n) sambil tersenyum ramah.


//Di sisi Penonton


"(Y/n)-chan, semangat!" ucap Tzuyu sambil menyemangati. "Aoyama, kalahkan dia! Kalahkan dia kayak di permainan bertarung yang bisa *********** pakaian cewek!" seru Mineta dengan akal tidak sehatnya itu. "Lu sampah, ya?" balas Jirou bergidik ngeri. "ANGGUR BERENGSEK JAGA MULUTMU ITU SIALAN!?! KALAU TIDAK KUSOBEK-SOBEK MULUTMU ITU!" teriak Bakugou yang kesal karena tingkah senonoh yang dilakukan Mineta.


Mineta yang tertusuk itu langsung menutup mulutnya, sedangkan yang lain menatapnya dengan tatapan curiga. "APA-APAAN SIALAN?! JANGAN PANDANGI AKU DENGAN CARA SEPERTI ITU B******K!" dengan begitu yang lainnya pun berusaha untuk tidak memikirkan perilaku Bakugou yang aneh itu.


(Y/n) P.O.V.


"Baiklah, kenapa nggak kita mulai saja? Pertarungan kelima, mulai!" ucap Present Mic dengan antusias yang diiringi oleh seruan penonton.


"Burung pertama, yang akan dapat cacingnya!" ucap Aoyama sambil mengeluarkan lasernya. Aku yang terbiasa menghindar dari serangan dengan reflek yang cepat aku langsung menghindar sambil melakukan serangan lanjutan dengan cara memantulkan kembali lasernya.


"Aku suka semangatmu itu, Aoyama-kun!" balasku dengan senyum cerah. Tanpa menjawab dia yang kewalahan itu pun, terkena sedikit dari serangan lasernya itu. Di saat dia menghindar dan teralihkan oleh serang balikku itu, aku langsung membuat jebakan dengan cepat di tempat Aoyama-kun berdiri.


"Haa?! Chottomate! Apakah itu penjara cahaya yang tadi?! Luar Biasa!"Kemudian Aoyama yang kewalahan itu mencoba untuk menghancurkan penjara yang kubuat itu dengan lasernya. Dengan tekanan yang ku punya di kurungan itu, kurunganku itu pun mulai menyerap serangan Aoyama. Karena aku tidak mau mencelakainya, aku langsung menggerakan kurungan itu keluar garis.


"Aoyama-kun keluar garis!" seru Midnight melihat hasil pertandingan kami. "(Y/n)-san lolos ke babak selanjutnya!" lanjut Midnight sambil diiringi oleh seruan penonton dan kamera media.


"Aoyama kalah telak! Kemenangan mudah (Y/n) tak dapat dibantah lagi!"


Aku yang menyadari tingkah Aoyama yang panik itupun langsung mengeluarkannya dari kurungan dan mengembalikan semua energi yang kuserap. Aku langsung membungkuk kepadanya tanda terimakasih sekaligus maaf. "Maaf Aoyama-kun! Aku melakukan itu karna-" ucapanku dipotong olehnya.


"Itu sama sekali tak apa mademoiselle~ Kau memang berhak mendapatkannya, semangat!" ucapnya dengan gayanya itu.

__ADS_1


"Sekali lagi aku minta maaf!" Setelah itu aku terus meminta maaf karena perasaan yang tidak enak, tetapi Aoyama terus mengatakan tidak apa padaku. Dan akhirnya pun perasaan tidak enakku hilang dikarenakan Aoyama yang berkata jujur kalau ia akan bertarung lebih keras lagi di festival tahun depan.


Setelah itu banyak hal yang membuat beberapa peserta terpuruk karena kekalahan mereka, Yaomomo yang kalah... Uraraka yang berusaha tersenyum meskipun ia kalah... Dan juga Bakugou-kun yang banyak pikiran setelah melawan Uraraka, aku yang banyak menghibur dan membantu penyembuhan luka-luka itu tanpa sadar melalui waktu dengan cepat.


//Time Skipped : Pertarungan ketiga


3 R.d. Person P.O.V.


"Ini juga adalah pertarungan yang tak kalah seru! Dari Jurusan Pahlawan, Tokoyami Fumikage!"


"Versus! (y/n) (l/n) si gadis cahaya!"


//Di sisi penonton


"Entah mengapa aku agak ngeri sama pertarungan ini... Tapi kalau (y/n) menang dia bisa ketemu Bakugou di pertandingan selanjutnya kan?" tanya Jirou pada Mina. "Iya, menurutmu siapa yang menang?" balas Mina. "Sejujurnya aku pun tidak tahu" jawab Mina sambil mengangkat kedua bahunya.


(Y/n) P.O.V.


"Pertarungan akan dimulai dari hitungan 3!"


"Mohon Bantuannya, Tokoyami-kun!" ucapku dengan antusias. Dia mengangguk dengan tegas sambil mempersiapkan dark shadow, "1! Start!"


Aku pun memulai dengan serangan jarak jauh bola cahaya yang kulontarkan itu, entah mengapa Tokoyami dia-


Terlihat takut saat ingin menyerangku, karena itu dia fokus untuk bertahan pada posisinya itu... Sebenarnya apa yang dia rencanakan?


Setelah ku lempar mendekatinya, tentunya dia menghindar dan terus bertahan. Atau jangan-jangan dia- berencana untuk membuatku lelah?! Baiklah- Aku mengerti... Dia sepertinya meremehkan kelemahanku!


3 R.d. Person P.O.V.


Tiba-tiba bola cahaya (y/n) membentuk dua tembok di bagian depan dan belakang tokoyami, 'Sial! Aku terlalu meremehkannya!' batin Tokoyami.


Kemudian bagaikan hujan meteor dan pantulan trampolin bola-bola cahaya itu jatuh dan memantul ke segala arah di tempat Tokoyami. Karena kewalahan, tokoyami segera melindungi dirinya sekuat yang dia bisa.


Kemudian saat,Tokoyami ingin keluar dari dua tembok itu menuju ke kiri... Dengan intuisi dan kecepatannya (y/n) membuat dua tembok di bagian kiri dan kanan. "Tokoyami terkepung! Apa yang kira-kira akan dia lakukan selanjutnya?!" pekik Present Mic.


(Y/n) yang bersiap untuk menyiapkan serangan lanjutan itu, dia mengambil langkah cepat menuju tempat Takoyami. Selagi berlari, dia membentuk kapak besar yang serupa saat ujian masuk.


"(Y/n) si gadis perfeksionis dengan quirknya?! Sekarang dia membentuk kapak dengan cahaya?! Gila!!!"


Kemudian saat Tokoyami mendengar hal itu, di saat yang sama serangan kepadanya berhenti dan (y/n) melempar kapak cahaya besar itu padanya. Lemparan kapak yang tampak seperti bumerang itu membuat Dark Shadow menahan serangannya dan akhirnya membuat Tokoyami terlempar keluar garis.


"Pemenangnya adalah (y/n)!" seru Midnight memutuskan. Sekali lagi (y/n) yang merasa tidak enak itu mendekatinya dan membungkuk terhadap Tokoyami, "Maafkan Aku, Tokoyami-kun!"


(Y/n) P.O.V.


"Kau tidak salah, tetapi apa kau mengetahui kelemahanku?" balasan Tokoyami itu membuatku diam karena sedikit tersentak. Aku mengangkat badanku dan menatap matanya. Dia berdiri dan menatapku serius, "Sebenarnya aku tahu dari intituisiku... Jadi aku benar-benar minta" ucapanku terpotong karena mendengar dia yang tertawa.


"Benar-benar aneh, Lagipula kau memang kuat, aku terlalu meremehkanmu (y/n)... Kalau begitu berjuanglah sampai ke atas" ucapnya sambil menyemangatiku. Aku mengangguk dan tersenyum ramah, "Trimakasih banyak, Tokoyami-kun!" ucapku padanya sambil membungkuk lagi. Dia membalas bungkukanku dan pergi.


"Ya! Gadis cahaya itu kembali meminta maaf kepada lawannya! Dia ini lembek sekali!"


3 R.d. Person P.O.V. //Skipped time


Dengan sorakan para penonton, Bakugou dan Kirishima tampak melawan satu sama lain dengan quirk mereka yang tangguh.


"Rasakan ini!" ucap Kirishima sambil membuat Bakugou terluka. Lalu Bakugou pun melawan balik dengan ledakannya itu, (Y/n) yang penasaran akan pertarungan Bakugou dan Kirishima itu dengan cepat dia kembali ke tempat duduknya. Meskipun ia tidak menyaksikan 30 detik pertama, dia termasuk orang yang beruntung karena masih bisa menonton sebelum pertandingannya berakhir.


"Serangan balasan!"


"Itu tak bekerja padaku, Dasar Bocah Ledakan!" ejek Kirishima kepada Bakugou setelah terkena ledakannya.


'Dia tidak gentar.. Ternyata memang ada yang lebih dari pengerasannya' batin Bakugou.


"Kirishima, incar dagunya! Dagunya!" ucap Tetsu Tetsu menyemangati Kirishima. "Musuh, kemarin, teman sekarang" gumam Juzo teman sekelasnya itu.


"Bakugou! Kirishima! Semangat!" teriak (y/n) dari tempat duduknya itu.


"Bakugou kesulitan menghadapi serangan Kirishima yang bertubi-tubi!" komentar Present Mic terhadap pertandingan itu.


'Bagaimanapun Bakugou dia bukan kewalahan, tapi dia sedang merencanakan dan mengincar sesuatu... Hal itu juga ia lakukan saat aku latihan bersamanya' batin (y/n).


//Flashback : On


3 R.d. Person P.O.V.


(Y/n) yang bertarung dengan Bakugou selama 2 jam setiap hari itu, selalu menghasilkan hasil yang seri... Hingga hari ini...


(Y/n) P.O.V.


Sial- kenapa nafasku berburu lagi?! Aku kan belum melakukan banyak hal hari in- Aku yang memiliki masalah dengan quirkku itu, membuat diriku lengah dan tidak menyadari keberadaan Bakugou yang membuatku jatuh.


"HOI GADIS BODOH! KAU INI TIDAK SERIUS YA!?! DASAR! HARI INI KELEMAHANMU ITU BENAR-BENAR TERLIHAT JELAS SEKALI- KAU TAHU ITU KAN?!" teriaknya padaku.


"Eh iya, maaf... Bakugou!" ucapku padanya.


//Flashback : off


3 R.d. Person P.O.V.


"Bakugou menyerang balik lagi!" komentar Present Mic saat melihat Bakugou kembali mengaktifkan quirknya. "Apa?! Berbeda dengan sebelumnya, sekarang berhasil?!" sambungnya.


"Kau berusaha mengeraskan tubuhmu terus, bukan? Jika kau menyerang cepat di saat yang seperti itu, lambat laun, akan melemah!" kemudian Bakugou dengan cepat menyerang Kirishima dengan ledakannya secara bertubi-tubi. Kedua tangannya yang aktif itu membuatnya jadi semakin berkeringat dan menghasilkan ledakan.


"Ah- itu... Aku hanya merasa- Bakugou terlalu antusias" ucapku dengan canggung. "He? Ternyata kau memang menyukainya ya? (Y/n)-chan.. Gero" ucap Tzuyu padanya.


Hal itu membuat (y/n) sedikit tersentak dan memerah, lalu dia tersenyum ceria. "Kau kira aku akan seperti itu? Aku memerhatikannya karena dia temanku! Begitu pun juga kalian, aku juga sering melihat kalian dari kejauhan tanpa kalian ketahui loh!" bela (y/n) terhadap dirinya sendiri. Hal itu membuat keadaan meluluh pada ekspresi (y/n) yang polos itu, dan setelah itu mereka kembali melihat pertandingan Bakugou dan Kirishima.


"Yah, aku mengerti kau tak ingin pertarungan panjang melawanku" ucap Bakugou kepadanya.


"Kirishima-kun dilumpuhkan! Bakugou-kun menang!" ucap Midnight memutuskan.


"G****! Kau kurang keberanian, Kirishima!" protes Tetsutetsu yang ada di kursi penonton. 'Syukurlah,Bakugou!' batin (y/n). "Eh, tapi... Bukankah artinya ini- Aku bakal bertarung melawan dia?" gumam (y/n) dengan nada sedikit panik.


"Ya, pasti" jawab Jirou dengan tegas. "He?! Jangan kasih tekanan gitu dong- Jirou!" ucap (y/n) dengan perasaan sedikit berserah. "Dengan ledakan ganas itu, Bakugou lolos ke babak tiga!" ucap Present Mic melanjutkan keputusan MidNight.


"Dan inilah empat besar!" ucap Present Mic sambil memperlihatkan foto peserta yang masuk empat besar.


"Kalau begitu aku pergi dulu, teman-teman!" ucap (y/n) kepada teman-temannya itu.


***


(Y/n) P.O.V.


Aku yang takut telat masuk pertandingan, berlari dengan cepat menuju ruang tunggu. Selain takut telat, sebenarnya aku pun excited untuk itu... Karena itu aku berlari menuju kesana untuk memperkuat daya tahn tubuhku. Walau sebenarnya pilihan yang terbaik adalah... Jangan lari!


3 R.d. Person P.O.V.


Karena tidak melihat jalan, (Y/n) menabrak Bakugou yang baru selesai dari pertandingan itu. 'Ittai-' batin Bakugou dan (Y/n) bersamaan.


"HOI GADIS BODOH! JANGAN LARI KENCANG-KENCANG SIALAN! APA KAU TAK PUNYA MATA?! GW JADI JATOH KAN GARA-GARA LU ******!" seru Bakugou dengan kasar.


Karena jarak mereka yang sangat dekat itu, aroma tubuh (y/n) yang wangi itu tercium dengan jelas. Selain itu, kecantikan natural (y/n) pun jadi tersirat dengan jelas di mata Bakugou.


"Ah, maaf!" ucap (y/n) dengan senyum canggung. Kemudian dia berdiri dan menyodorkan tangan kanannya untuk membantu Bakugou berdiri. Tetapi Bakugou yang sadar karena lamunannya itu dia menepis tangan (y/n) dan kembali protes. "JANGAN BANTU AKU SIALAN! AKU BISA SENDIRI!" katanya sambil memaling wajahnya dan berdecih. "Ah- gomenne! Soalnya aku terlalu excited!" kata (y/n) dengan malu sambil menggaruk tengkuknya.


Agar tidak malu, (y/n) langsung melanjutkan teknik basa-basinya itu. "Btw, Bakugou-kun! Aku menontonmu tadi! Kau sangat keren loh!" puji (y/n) kepadanya. Hal itu membuat Bakugou semakin salah tingkah, "*** GW GAK PEDULI!" protes Bakugou.


"Ya terlepas kamu peduli atau nggak, kita bakal berdiri di panggung yang sama loh!" kata (y/n) dengan senyum cerianya.


"Tch, kau ini ternyata memiliki semangat bertarung juga ya? Cahaya payah! Kalau begitu takkan kubiarkan kau menang! Sampai nanti, sialan!" ucapnya sambil melangkah pergi. (Y/n) tersenyum melihatnya yang pergi menjauh, "Semangat Bakugou-kun!" ucapnya menyemangati.


Karena dia tidak suka diremehkan, Bakugou langsung kesal dengan ucapan semangat dari (y/n). "JANGAN MENYEMANGATI LAWANMU SIALAN!"


*** Skipped Time


3 R.d. Person P.O.V.


"Pertarungan kedua di semifinal!"


"Dari jurusan pahlawan,Bakugou Katsuki! Versus! Dari Jurusan Pahlawan,(Y/n) (L/n)!"


"Kedua rival besar berdiri di atas panggung yang sama, siapakah pemenangnya?!"


"Kalau begitu tanpa basa-basi mari kita langsung mulai!"


"Tch, akhirnya kau melawanku juga ya? Gadis bodoh?" ucap Bakugou sambil menyeringai. "Kalau kujawab iya, kenapa?" ejek (y/n).


"Kalau begitu seranglah aku tanpa menahan, sialan!" balas Bakugou. "Start!"


(Y/n) P.O.V.


Bakugou dengan ciri khasnya yang suka menyerang terlebih dahulu itu, berlari ke arahku. Karena tidak ada waktu menyerang balik, aku langsung melakukan pertahanan dengan cara menghindar dari serangannya.


"Seperti biasanya, kan?! Gadis Bodoh?!" ucapnya sambil menyerang lagi. "Tentunya aku tak bisa menghabiskan kekuatanku untuk bocah gigih sepertimu!" balasku sambil memasang perisai dan mengembalikan serangannya.


Kemudian aku merasakan aura yang sama seperti saat aku latihan bersamanya... Jiwa yang kuat dan selalu ingin mengejar posisi atas, apa aku kuat jika dibandingkan dengannya?


//Flashback : on


"Bakugou... Sebenarnya apa yang membuatmu kuat?" tanyaku padanya dengan serius. "KENAPA KAU TANYA HAL YANG SEPERTI ITU HAH?!" protesnya padaku. "Ah, maaf.. Lupakan saja" ucapku merendah.


"Motivasi, memangnya kau tak punya motivasi?" jawabnya dengan tenang.


"Bagaimanapun jika dilihat-lihat, kau ini memang seorang yang gampang menyerah kan? Kenapa kau bisa masuk U.A.? Apa karena kau kuat?"


"Kau yang terlalu terbawa perasaan itu, takkan bisa berkembang jika kau terus melihat orang lain!"


//Flashback : off


Sebenarnya apa aku bisa?


3 R.d. Person P.O.V.


(Y/n) yang menyadari serangan Bakugou yang semakin besar dan lincah itu, dia langsung meratakan tanah dengan senyawa perekat polivinili asetat yang dipakai olehnya pagi tadi. "Sialan! Perekat lagi ya? HAH?! GADIS BODOH?! APAKAU TAK PUNYA IDE LA-" ucapan Bakugou terpotong saat cahaya yang menyilaukan matanya itu ada.


"Cahaya apa, ini?! Kira-kira apa yang sedang (y/n) lakukan?!"


Setelah cahaya itu memudar, (Y/n) menyadari kalau dia tak sempat mengikat Bakugou dengan cahaya dikarenakan respon Bakugou yang cepat itu.


'Dimana? Apakah dia di ata-' sesuai dengan tebakan (y/n). Bakugou yang terbang dari atas itu berhsil menyerang dirinya, sehingga ia terlempar begitu jauh.


Namun karena pertahanannya, dia tidak keluar dari garis begitu saja. Kemudian Bakugou kembali menyerang, hal itu membuat (y/n) menghindar dengan refleksnya dan menendang kaki kirinya dengan calf kick.

__ADS_1


"Sialan! Kau sekarang mulai mengeluarkan bela diri mu kan?! Tapi hal itu sama sekali tak mempan untukku!" seru Bakugou sambil mengaktifkan ledakannya tepat di wajah (y/n).


Harapannya, ledakan itu akan membutakan mata (y/n). Tetapi hal itu tidak terjadi karena itu hanyalah ilusi, (Y/n) kembali menggunakan klonnya untuk menendang Bakugou dari belakang.


"Klon, ya?! KAU INI MEMANG- MENYEBALKAN SEKALI SIALAN!" ucap Bakugou sambil menarik kaki klon (y/n) dan menjatuhkannya ke tanah. Kemudian rasa sakit yang diterima klon itu dikembalikan kepada (y/n) asli. Hal itu membuat Bakugou menyadari keberadaan (y/n) asli. "DISITU KAN TEMPAT DIRIMU YANG ASLI BERADA HAH?! GADIS BODOH!?!" ucapnya sambil berlari ke arah (y/n). Kemudian (y/n) dengan kemampuan pemulihannya itu dia menyembuhkan dirinya dan membuat klon lagi, hal ini membuat Bakugou kewalahan dengan serangan (y/n) dari segala arah.


'Bagaimanapun jika aku membuatnya kelelahan, justru hal ini akan menguntungkannya untuk membuat keringat!' batin (Y/n).


'Tapi aku pun tak bermaksud untuk melukainya?! Masa aku harus mematahkan tulangnya?!' batin (y/n) lagi.


"Inilah yang terjadi jika kau mempertemukan (Y/n) dan Bakugou sebagai lawan..." ucap Ochaco sambil bergidik ngeri melihat mereka berdua.


"Bagaimana menurutmu, Deku-kun?" tanya Ochaco pada Midoriya. "Sebenarnya aku agak bingung saat mereka berdua bertarung seperti ini... Kekuatan, quirk, keterampilan, fleksibilitas, insting... Mereka berdua ini sangatlah sama, tetapi aku merasa (y/n) akan kalah" ucap Midoriya kepada Uraraka. "He? Kenapa?" tanya Uraraka padanya. "Tidakkah kau merasa kalau (Y/n) adalah orang yang gampang terpengaruh? Dan lagi... (Y/n) memiliki segi motivasi yang berbeda dengan Baku-" ucapan Midoriya terpotong karena ucapan Present Mic dan seruan penonton yang terkaget-kaget dengan kondisi (y/n).


'Sial! Jangan kambuh sekarang!' batin (y/n).


(Y/n) P.O.V. // Flashback mode


"karena umurku yang masih 4 tahun, aku hanya bisa menahan mereka selama kurang lebih 5 menit... lebih tepatnya aku akan membuat mereka semua tidak sadar! apa itu tak apa katsuki?"


"Baiklah aku akan memulainya!"


"hehe~ aku mencium mu karena aku ingin tahu apa aku dan kau cocok atau tidak~"


"eh-? lihat sepertinya aku dan kau cocok! coba kau robohkan tembok itu!"


"hoi- apa apaan ini (y/n)?"


"Cepat dong katsuki! aku tak punya waktu untuk menjelaskannya sekarang!"


//Flashback Mode : Off


Hah-! Iya sekarang aku berdiri disini untuk menang! Namun, ada satu hal yang aku sadari saat itu...


Aku yang sekarang terlalu lemah dalam melawan orang yng memiliki motivasi...


"Stun Grenade!"


3 R.d. Person P.O.V.


Akibat (y/n) yang sempat kambuh, dan juga faktor stamina atau motivasi yang kurang... Bakugou mengalahkannya dengan mengambil kesempatan yang baik di saat seperti itu.


"(Y/n) (L/n), keluar garis! Bakugou-kun menang!" ucap Midnight memutuskan. "Dengan ini, pertarungan final akan diikuti Todoroki dan Bakugou!" komentar Present Mic setelah Mid Night mengumumkan hasilnya.


"Selamat, Bakugou-kun!" ucap (Y/n) dengan senyum cerianya itu. "KENAPA KAU MALAH SENANG DI SAAT KAU KALAH HAH?!" protes Bakugou padanya.


"Kekalahan bukanlah akhir bagiku, karena itu... Aku akan menjadikan ini sebagai pengalaman! Selagi kau masih berdiri di panggung, Bakugou... Apakah kau bisa menang?" tanya (y/n) dengan senyumnya yang cerah itu.


'Sialan- gadis payah ini- dia memang sedari awal tidak mau berdiri di hadapanku, apa dia MEREMEHKANKU HAH?!' batin Bakugou sambil mengernyitkan kening. "Aku begini bukan meremehkanmu, Bakugou-kun! Tetapi... Aku tak bisa sedih terus dan menunjukkan padamu kalau aku kecewa! Karena itu aku harus jadi pendukungmu agar kau terus maju!" ucap (y/n) yang jujur itu dengan senyum tulusnya. "Tch! Terserah kau!" ucap Bakugou yang membalikkan badannya karena wajahnya memerah akibat salah tingkah.


(Y/n) P.O.V.


Setelah kusemangati, auranya itu kembali berubah menjadi aura yang berambisi untuk menang. Melihat kearah Todoroki yang ada di tempat penonton, namun entah mengapa ini perasaanku saja atau bukan sepertinya Todoroki sedikit meremehkanku karena aku seorang wanita.


Oleh karena itu, aku kalah dengan Bakugou. Tetapi, ini bukan saatnya bersedih..! Kita harus bersyukur dan terus berjuang lagi untuk mendapatkan juara pertama di festival selanjutnya.


*** Skipped Time : 3 R.d. Person P.O.V.***


"Akhirnya inilah pertarungan terakhir di Festival Olahraga U.A! Juara dari kelas satu akan ditentukan di satu pertarungan ini!"


"Final, ini dia! Dari Jurusan Pahlawan, Todoroki Shoto!"


"Dari Jurusan Pahlawan, Bakugou Katsuki!" "Sekarang, mulai!"


Kemudian Todoroki langsung mengaktifkan esnya ke tanah untuk mengelabui Bakugou. Namun Bakugou yang tidak mau kalah itu dia meledakkan semua es yang ada di depannya itu.


"Todoroki langsung menyerang! Apa dia menghindari pertarungan jarak dekat dengan Bakugou? Apakah pemenangnya sudah bisa dipastikan?" komentar Present Mic. 'Todoroki ini dia memang terlalu terburu-buru untuk menang... Sama sepertiku yang tidak sabaran ini' batin (Y/n) yang berada di kursi penonton itu. 


"Skalanya tidak sama dengan pertarungannya melawan Sero-kun. Dia melancarkan serangan sambil berhati-hati terhadap gerakan selanjutnya" ucap Midoriya mengomentari serangan Todoroki. Kemudian terdengar suara ledakan di dalam es, "Apa-apaan suara itu?" tanya Mineta dengan bingung. "Itu pasti ulah Bakugou" jawab Tzuyu terhadap pertanyaan Mineta. 


Kemudian Bakugou tampak dari es, hal itu membuat Todoroki mundur. "Apa dia menggali kayak tikus tanah dengan ledakannya?" tanya Sero dengan kaget. "Benar, dia menggunakan tekanan yang kuat untuk menghancurkannya" jawab (Y/n) dengan serius. "Aneh banget!" balas Kaminari sambil bergidik ngeri.


"Semakin besar kekuatannya, semakin tidak tepat serangannya!" kata Bakugou sambil menyerang ke arah Todoroki dan membuat tipuan agar Todoroki terkecoh. "Dia menghindari sisi kanannya lalu mencengkramnya?" komentar Midoriya setelah melihat serangan Bakugou itu. "Keren!" balas Uraraka.


"APA KAU MEREMEHKANKU, HAH?! *****!" katanya sambil melempar todoroki ke pinggir. Kemudian Todoroki membuat es untuk mencegah dirinya jatuh ke luar garis. Kemudian Bakugou yang terbang dengan ledakan di tangan kanan itu, tangan nya tertangkap oleh Todoroki dengan tangan kirinya.


'Sial, kalau todoroki menggunakan sisi kirinya...' batin (y/n) dengan cemas. Namun Todoroki yang dipenuhi dengan trauma itu tidak memakainya dan melempar Bakugou ke pinggir. 


"Jangan bercanda! Apa aku tidak cukup kuat agar kau mau memakainya hah?!" ucap Bakugou dengan wajah kesalnya itu. 'Auranya- lagi-lagi berbeda seperti saat aku melawannya' batin (y/n) lagi. "Dengan kesengajaannya mencengkram Todoroki dan ketepatan waktu ledakannya, dia sedang meneliti. Kemampuan bocah itu selalu meningkat ketika bertarung" ucap Aizawa mengomentari. "Oh" jawab Present Mic. 


"Todoroki bergerak dengan baik, tapi serangannya terlalu sederhana. Setelah pertarungannya melawan Midoriya, dia kehilangan sentuhannya" sambung Aizawa lagi.


"Kep*r*t! Aku akan tunjukkan apa yang terjadi jika kau main-main denganku! Aku akan MEMBUNUHMU SIALAN!?!" kata Bakugou dengan suara kerasnya itu.


"AKU INGIN NOMOR SATU YANG MUTLAK! AKU TAKKAN BISA MENDAPATKANNYA WALAU MENGALAHKAN SAMPAH YANG MEREMEHKANKU! TAK ADA ARTINYA JIKA AKU TAK BISA LEBIH TINGGI DARI DEKU SIALAN DAN GADIS BODOH ITU! KALAU TIDAK ADA NIATAN UNTUK MENANG JANGAN BERDIRI DI HADAPANKU! KENAPA KAU BERDIRI DI SINI, B******!!?!" katanya lagi sambil mulai menyerang.


"TODOROKI-KUN! Jangan kalah! Berjuanglah!" ucap Midoriya dengan ambisinya itu. 'Sial, entah mengapa... Aku merasa goyah lagi dengan apa yang terjadi sekarang... Apa yang aku perbuat ini salah? Apakah seharusnya aku bersedih karena tidak menang?' batin (Y/n) yang tersepet oleh kejadian itu. 


Kemudian Todoroki mulai menyalakan sisi kirinya, tetapi karena trauma masa lalu yang kembali datang padanya... Dia mematikan apinya saat Bakugou menambahkan momentum dan rotasi pada ledakannya.


"HOTWIZER IMPACTO!" 


"Hwaaa?! Dia menambahkan momentum dan rotasi pada ledakannya!?! Yang dia tunjukkan saat melawan Uraraka! Dia seperti manusia peluru! Todoroki tidak mengeluarkan apinya seperti saat melawan Midoriya?! Dan pemenangnya adalah..!" komentar Present Mic dengan keras.


Kemudian Bakugou yang tersadar karena Todoroki tidak memakai apinya, 'Kau memadamkan apimu!' batin Bakugou. "Hah?! Hoi! Hoi! Jangan bercanda! BUKANKAH SUDAH KUBILANG BAKAL TIDAK ADA ARTINYA, BANGSAT?! MENDAPAT PERINGKAT PERTAMA SEPERTI IN-" kemudian Bakugou tertidur karena quirk Mid Night.


"Todoroki-kun keluar garis! Artinya, Bakugou-kun menang!" ucap Mid Night memutuskan. "Sekarang, semua acara telah berakhir! Juara Festival Olahraga U.A. kelas satu tahun ini adalah Bakugou Katsuki dari kelas A!"


***


(Y/n) P.O.V.


Kemudian kami yang mendapat 3 juara atas dipanggil di ruang tunggu untuk mengambil medali. Saat aku memasuki ruang tunggu, Bakugou yang kesal dengan todoroki itu berusaha untuk membunuh Todoroki di saat itu juga. Kupandang secara sekilas para staff ingin mengikat Bakugou dengan rantai, tapi- Masa Bakugou harus dirantai seperti itu? Emangnya dia bukan manusia? 


"Bakugou! Kau menang kan?" tanyaku dengan ceria. Kemudian dia berhenti sejenak setelah mendengar perkataanku itu dan melihat ke arahku, "INI SAMA SEKALI BUKAN YANG KUINGINKAN SIALAN!?! BAGAIMANA AKU BISA DAPAT JUARA SATU JIKA AKU MEMILIKI MUSUH YANG MEREMEHKANKU BEGINI?!" katanya dengan kasar. 


"Memangnya seperti apa juara yang kau ingin dapatkan, Bakugou?" tanyaku kepadanya. Kemudian dia terhenti dan mengernyitkan keningnya, "AKU INGIN MENDAPATKAN PERINGKAT SATU YANG MUTLAK SIALAN!?! BAGAIMANA BISA AKU MENDAPATKAN YANG SEPERTI INI JIKA ORANG SEPERTI DIA MEREMEHKANKU SIALAN!?!" 


Entah mengapa aku merasa dia seperti anak kecil yang ngambek karena tidak dibelikan mobil-mobilan, tanpa sadar aku tertawa melihatnya. "HOI! JANGAN TERTAWA!" protesnya sambil melihatku tertawa. 


"Tapi Bakugou, sepertinya Todoroki tidak meremehkanmu... Ya kan Todoroki-kun?" ucapku sambil langsung bertanya kepada Todoroki yang ada di belakang Bakugou. "Iya aku tidak meremehkanmu" jawab Todoroki dengan tenang.


3 R.d. Person P.O.V.


"Tapi Bakugou, sepertinya Todoroki tidak meremehkanmu... Ya kan Todoroki-kun?" tanya (Y/n) kepada Todoroki yang ada di belakang Bakugou. "Iya aku tidak meremehkanmu" jawab Todoroki dengan tenang.


'Ha-ah? Sejak kapan anak yang sedingin itu bisa menjawab pertanyaan biasa? APA JANGAN-JANGAN DIA BENAR-BENAR MENDISKRIMINASIKU?!' batin Bakugou salah paham.


"Btw, Bakugou-kun! Sepertinya setelah ini banyak yang ingin merekrutmu kan?Terlepas dari masalah ini- bukankah kau juga berhasil mengalahkanku sebelumnya?" tanya (y/n) dengan senyum ramahnya itu. Hal itu membuat Bakugou yang ingin protes terhenti karena ucapan (y/n), 


'Gadis sialan ini- dia ingin mengatakan kalau itu semua tak apa ya?' batin Bakugou sambil mengernyitkan alis. "Bagaimanapun, jika kau tak mau mengambil juara itu biar aku saja yang menggantikannya" canda (y/n) padanya.


'SIALAN SEKARANG DIA MEREMEHKANKU DAN INGIN MENGAMBIL TEMPATKU?!' batin Bakugou. "TIDAK SIALAN! AKU AKAN MENGAMBILNYA!?! DASAR GADIS SIALAN JANGAN SEENAKNYA!" protesnya sambil langsung pergi ke tempat pijakan penerima medali.


'He? berhasil?' batin Todoroki dan para Staff. "KAMU NGAPAIN HAH?! GADIS CAHAYA PAYAH! KESINI T****!" panggil Bakugou dengan kasar pada (y/n).


***


"Seluruh rangkaian acara Festival Olahraga U.A. kelas satu telah usai! Kalau begitu mari kita mulai upacara penghargaannya!" ucap Mid Night kepada para media dan penonton. Kemudian konfeti dan petasan mulai menghiasi sesuasana yang meriah itu, tampak panggung dengan para peserta yang berdiri disana untuk mendapatkan medali.


"Sebagai tambahan untuk (Y/n)-san, ada juga Iida-kun di tempat ketiga... Tetapi dia pergi terlebih dahulu karena ada urusan keluarga... Harap maklum, ya!" ucap Midnight dengan pesonanya itu. "Uwoh, percaya dirinya Midnight sensei!" gumam (y/n).


"KAU MASA MAU MELAKUKAN ITU JUGA?! JANGAN SIALAN?!" protes Bakugou. "Kalau iya?" canda (Y/n) sambil tertawa. "NGGAK!" balas Bakugou sambil bergidik ngeri membayangkan (y/n) memiliki pesona seperti Midnight.


 "Baiklah, kami akan membagikan medalinya! Orang yang akan membagikan medalinya tentu saja pria ini..!" ucap Midnight sambil menunjuk ke arah All Might. 


"Pahlawan kita, All Might!" sambung Midnight yang menyela perkataan All Might. Hal itu membuat All Might malu, "Maaf aku menyela perkataanmu!" balas Midnight sambil meminta maaf. "Woah, Bakugou-kun! Bukankah itu All Might? Apa kau sen-" ucapan (Y/n) terpotong oleh Bakugou yang kesal. "JANGAN BANYAK B**** SIALAN!" balas Bakugou kesal. 


"Baiklah, All Might, tolong berikan medalinya mulai dari peringkat ketiga" ucap Midnight kepada All Might.


(Y/n) P.O.V.


"Nak (Y/n), selamat! Kau sangat kuat!" puji All Might padaku. "Tapi, untuk bertarung di saat ini sepertinya kau masih bingung dengan perasaanmu dan dimana tempatmu... Sepertinya kau harus lebih percaya diri lagi" sambungnya sambil sebentar memelukku kemudian melepaskanku. "Terimakasih banyak atas pujian dan saran anda, All Might! Karena itu terimakasih atas dukungannya!" ucapku sambil membungkuk hormat. Dia mengganguk dan memberikan jari jempol. 


"Terimakasih juga kepada para media dan juga para staff termasuk Midnight sensei yang sudah menjalani festival ini ke arah yang lebih baik! Say berterimakasih sebanyak-banyaknya" ucapku sambil membungkukkan badan sekali lagi.


3 R.d. Person P.O.V.


Kemudian kesopanan (y/n) itu dicatat dan banyak didokumentasikan oleh publik, kemudian Bakugou yang melihat ke arah (y/n) itu sejenak berpikir hal yang positif tentangnya. 'Entah mengapa gadis cahaya ini baik sekali, EH APAAN SIH YANG GUA PIKIRIN?! LUPAIN NGGAK?!' batin Bakugou.


"Nak Todoroki, selamat! Kuanggap ada alasan kau tak memakai sisi kirimu saat pertarungan final, ya?" tanya All Might pada Todoroki. "Aku memiliki kesempatan saat bertarung melawan Midoriya, tapi aku menjadi ragu... Kurasa aku sedikit paham mengapa kau tertarik padanya, aku ingin menjadi pahlawan sepertimu. Tetapi jika aku satu-satunya yang bebas, itu bukanlah hal yang baik. Masih ada sesuatu yang harus kuputuskan" jawab Todoroki sambil menatap All Might dengan tatapan yang tulus. "Tatapan matamu benar-benar berbeda dari yang sebelumnya, aku takkan tanya rinciannya. Aku yakin kau bisa melakukan hal yang harus kau lakukan" ucap All Might sambil memeluk Todoroki. "Baik" jawab Todoroki padanya. 


"Baiklah, Nak Bakugou! Kerja bagus karena telah mewujudkan sumpahmu!" ucap All Might pada Bakugou. Bakugou yang terdiam itu menatap All Might yang berbicara padanya denga tatapan yang sedikit kesal, 'tatapan matanya agak sedikit menyeramkan' batin All Might.


"Di dunia di mana orang-orang saling dibandingkan di depan umum, tak ada banyak orang yang mampu mengincar puncak terus menerus" sambung All Might. Kemudian Bakugou yang kesal karena ucapan basa-basi All Might itu berusaha untuk terus menahan amarah. 'Gawat aja kalau dia beneran marah disini' batin (Y/n).


"Terimalah medali ini, ya!" ucap All Might sambil memberikan medali. Kemudian Bakugou menerima medalinya dengan tenang sambil mencerna kembali apa yang dia sebelumnya lakukan.


"Baiklah, kali ini merekalah pemenangnya! Tapi, semuanya! Semuanya bisa ada di pondium ini! Seperti yang kalian lihat, bersaing! Saling berkembang! Dan memanjat semakin jauh! Generasi pahlawan selanjutnya benar-benar tumbuh tinggi! Hanya ada satu lagi yang mau kuucapkan! Semuanya, tolong katakan bersamaku!" 


"Dua! Satu! Plus Ultra!"


***


(Y/n) P.O.V. // Di kelas 1-A


"Kerja bagus! Jadi takkan ada kelas untuk besok dan lusa... Aku yakin para pro ingin merkrut kalian, tapi kamu akan mengkonsolidasi dan mengumumkan semuanya saat kalian sudah kembali. Tunggu itu dan istirahatlah yang cukup, ya" ucap Aizawa di depan kelas.


"Baik!" jawab kami semua. 


-T.B.C. To Be Contunied~!


Halo readersku tercinta><~! Apa kabar kalian? Baguslah kalau kalian baik-baik aja^^! Sebelumnya aku minta maaf, karena kemungkinan setelah episode ini author akan mulai memperdikit skala kata-katanya...


Tetapi author akan tetap update tiap hari🙏


Apakah itu sama sekali tak apa? Sebelumnya aku minta maaf ya:')


Kalau begitu sampai besok ya readers-san!


//6397 words sama kata-kata ini yey:3


Jangan lupa like ya:3 Makasih dah mau baca:D

__ADS_1


__ADS_2