
3 R.d. Person P.O.V.
Tanpa berpikir lagi, Bakugou langsung pergi meninggalkan (Y/n) dan Monoma saat itu... Emosinya yang tidak stabil itu membuatnya tidak berpikir positif dan kesal dengan apa yang dia lakukan hari-hari ini. Cobalah kalian pikirkan, seorang jenius yang berambisi dan tak berperasaan itu... Bukankah itulah kenyataan yang susah untuk diterobos? Mungkin saja hal itu tidak mudah untuk (Y/n) lewati...
***
"Memangnya kau mau berteman dengan seorang pembully?! Karena kalau aku dengar-dengar sih... Si Monster ledakan itu suka membully orang yang tidak punya quirk loh!"
"Kalau orang yang tidak punya quirk saja dibully... Bagaimana dengan kau?"
"Aku ini peduli padamu... Lebih baik, jangan berteman dengan dia yang seorang pembully... Karena nantinya itu malah merugikan kamu... Lebih baik menghindar... Daripada Kau berteman dengannya, Hahaha!"
"Bagaimana? Apakah kau menyetujuinya atau kau masih mau berteman dengannya?" ucap Monoma sambil memasang senyum liciknya itu.
'Kenapa dia selalu mengurusi hubungan ku dengan Bakugou, sih?!' batin (Y/n) dengan kesal.
"Aku tak mengerti apa yang kau katakan... Bisakah kau mengulanginya lagi?" ucap (Y/n) sambil tersenyum ramah.
"Hah? Apa kau bercanda?" tanya Monoma kepada (Y/n). "Aku tidak bercanda" kata (Y/n) dengan senyum ramahnya itu.
Kemudian Monoma tertawa keras, "Kau ini lucu juga, apa yang harus aku lakukan padamu?" katanya pada (y/n) sambil tersenyum licik. 'Sepertinya hal ini sudah cukup untuk membuat mereka tidak saling bertaut dan bertegur sapa, bukan? Bagaimana pun... Aku ingin melihat bagaimana hubungan mereka dapat bertahan' batin Monoma sambil melihat ke arah Bakugou.
Kemudian (y/n) tersenyum, "Terimakasih atas pujianmu... Tetapi aku rasa, diriku ini tidak ada lucu-lucunya sama sekali" katanya kepada Monoma.
"Kalau kau tidak mau mengulang apa yang kau katakan, maka aku pun tidak akan mengulang apa yang jadi pilihanku ini..."
"Kumohon urusi dirimu sendiri, tentu saja aku menghargai caramu mengkhawatirkanku..."
"Tetapi aku harap, kau tidak menyebarkan yang tidak-tidak soal aku dan Bakugou ya!"
"Bagaimanapun, Bakugou itu tidak seburuk itu" ucap (Y/n) sambil tersenyum ramah. "Kalau begitu aku ijin pamit, ya" kata (Y/n) sambil melangkah pergi. Kemudian ia menghentikan langkahnya karena lupa berterimakasih, "Oh iya, terimakasih karena sudah membiarkanku tidak jatuh" kata (y/n) sambil tersenyum.
***
"Wah-wah... Sepertinya anak-anak kelas A memang busuk semua ya isinya... Bahkan si Gadis Primadona yang terkenal sebagai malaikat itu pun palsu, tapi yasudahlah itu bukan urusan-" gumamannya terpotong karena Bakugou yang kembali.
"HOI! JELASKAN! APA HUBUNGANMU ITU DENGAN SI CAHAYA PAYAH?!" protes Bakugou dengan suara kerasnya itu.
"Woah! Aku bisa melihat adanya kecemburuan disini!" ucap Monoma sambil tertawa. "BERISIK ****L!!!" protesnya lagi sambil mengernyitkna keningnya.
"Yah~ Kalau kamu? Hubunganmu dengan Gadis Primadona itu seperti apa?" hal itu membuat mata Bakugou terbelalak, hal itu membuat monoma tersenyum licik. "Aneh kan? Kalau begitu hanya si gadis primadona ya yang memiliki perasaan padamu?"
"Atau mungkin kebalikan?" Bakugou mengepalkan tangannya, "TCH- OMAE! KENAPA KAU INI SEPERTI EMAK-EMAK YANG IKUT CAMPUR HAH?! PADAHAL KAU SAMA SEKALI BUKAN EMAKKU! DENGAR YA! AKU DAN SI GADIS BODOH ITU-
GAK ADA APA-APANYA SIALAN!?! KAU KIRA AKU ADALAH SEORANG YANG MAU MEMBUANG-BUANG WAKTU UNTUK HAL YANG SEPERTI ITU?!"
"eh- kok mar-" ucapan nya dipotong lagi oleh Bakugou. "BOCAH IDIOT! KATAKAN APA HUBUNGANMU ITU DENGAN SI CAHAYA PAYAH! SAMPAI-SAMPAI KAU DAN DIA TERUS MEMBICARAKAN SOALKU?!"
'Ah... Dua-duanya, sama-sama pasangan gila yang cocok... Bagaimana jika aku isengi sedkit?' batin Monoma. "Hubungan ya? Bisa dibilang... Kalau aku adalah pacarnya?" ucap Monoma sambil tersenyum. Setelah itu, Bakugou merasa tersentak dengan perkataannya itu... "KAU BOHONG-" ucapannya dipotong oleh Monoma.
"Untuk apa aku berbohong? Lagipula pada akhirnya dia memilihku, bukan kamu" ucap Monoma sambil memasang senyum licik. Hal itu membuat Bakugou terdiam, "Siapa cepat dia dapat kan? Kalau begitu aku pergi dulu ya 'monster ledakan'! Senang untuk berbicara denganmu" kata Monoma sambil melambaikan tangannya dan berbalik pergi.
Author Naration P.O.V.
Bakugou yang tidak mengerti akan semuanya dan juga emosinya yang tidak stabil itu kini benar-benar tidak bisa menahan amarahnya. Hal itu membuat kerja quirk (Y/n) yang berfungsi untuk menenangkannya itu pecah, payung (y/n) yang ada di tangannya itu dia hancurkan dengan ledakannya. "kuso, gadis L****! SIALAN!?!"
***
(Y/n) P.O.V.
"Maaf, Oba-san! Payungku sepertinya ketinggalan" ucapku padanya yang baru datang itu. "Payung?" tanyanya sambil melihat ke arah dalam. "Rasanya kau sudah mengambilnya, karena itu sama sekali tak ada disini" sambungnya padaku.
"Ah begitu ya, Oba-san?" tanyaku padanya dengan canggung. Secara mendadak aku merasakan adanya firasat buruk didalamku, perdsaan amarah yang tak asing untukku... Sinyal apa ini ya? Apa ini berasal dari sinyal resonansiku ya?
"Ah! Oba-san sepertinya ingat! Bukankah tadi Katsuki sudah membawakannya untuk mu?" hal itu membuatku tersentak, "Apa itu benar, Oba-san?" tanyaku padanya. Dia mengangguk, "Kalau tidak salah ya... Soalnya disini sudah tidak ada lagi" katanya sambil membuka pintu dan menunjukkan. Aku memajukan sedikit badanku dan melihat ke dalam...
Tak ada barangku yang tertinggal di sana, "Kalau begitu... Maaf sudah menggangumu Oba-san! Aku ijin pamit pergi ya" kataku sambil kembali membungkukkan badan.
"Sama-sama (y/n)... Kuharap kamu bisa menemukan payungmu ya!" katanya kepadaku. Aku mengganguk dan melangkah pergi...
Awalnya aku tak menyangka kalau hari yang kukira baik ini akan berubah menjadi hari yang buruk...
Eh, itu Bakugou-kun? Dia balik la- Eh, payungku? "Bakugou-kun, apa terjadi sesua-" kemudian dia berbalik dengan wajah yang seram yang tak pernah aku lihat sebelumnya... "GADIS SIALAN!?! JANGAN PANGGIL AKU BEGITU SIALAN!"
"Bakugou kau ke-"
"DIAM SIALAN! AKU TAK MAU MENDENGAR PENGHIBURANMU ITU! BELAS KASIHAN LAH! SENSASI APAPUN ITU AKU TAK PEDULI!?!"
"KAU INI ADALAH GADIS MURAHAN YANG PERNAH AKU KENAL SIALAN! DASAR L****!"
"AMBIL PAYUNG SIALANMU INI DAN PERGILAH DARI HADAPANKU SIALAN!?!" kemudian dia melempar payungku yang rusak itu dengan keras ke arahku. Kemudian pegagan payung yang masih panas karena ledakannya itu mengenai kulitku... Hal itu membuat kulitku sedikit terbakar,
"AKU HARAP AKU TAK PERNAH KENAL DENGANMU! AKU TAK MAU SATU SEKOLAH BAHKAN SATU KELAS DENGANMU JIKA AKU BISA BERKEHENDAK SEPERTI ITU SIALAN!?!"
"JANGAN BERURUSAN LAGI DENGANKU BRENGSEK!"
Ini pertama kalinya aku mendapatkan bentakan seperti ini... "Bakugou-kun! Tunggu dulu! Aku tak meng-"
"DIAM TOLOL! JANGAN MENDEKAT!" ucapnya dengan suara sedikit bergetar. Hal itu membuatku terhenti, "JANGAN PERNAH BERBICARA DENGANKU! AKU BENCI CEWEK PINTAR YANG BERPURA-PURA BODOH DI HADAPANKU! TINGKAH TOLOLMU ITU MEMBUATKU MUAK SIALAN!"
(Y/n) P.O.V.
Berakhir sudah... Saat itu, Bakugou sama sekali tidak mlihatku... Bahkan dia tidak mengkhawatirkanku yang terluka karena tindakannya. Sebenarnya apa yang terjadi padanya?
Bakugou P.O.V.
GADIS TOL- Sialan! BERHENTI MENANGIS SIALAN! KENAPA AKU MALAH MENANGIS KUSO?!
*****!
Author Naration P.O.V.
Karena amarahnya itu, dia melempar barang yang ada di tangannya itu tanpa tahu menahu. Dia tak peduli lagi dengan sekitarnya, dan tidak peduli lagi dengan apa yang akan terjadi selanjutnya... Dia yang berusaha menyangkal perasaannya itu, membuat dirinya semakin tersakiti dengan semua penolakannya.
Sedangkan (y/n), dia pun tanpa sadar mengeluarkan air matanya karena merasakan hal yang seharusnya dia tidak dapatkan. Membetulkan payungnya yang rusak dengan quirknya, dan kemudian pulang dengan perasaan yang belum sepenuhnya pulih... Karena tidak fokus, dia tidak sempat menyembunyikan matanya yang sembab dan juga wajahnya yang terlihat sendu itu.
3 R.d. Person P.O.V.
"Tadaima" ucap (y/n) dengan pelan. "Nee-san, udah pul-" kemudian adiknya itu menutup mulutnya secara mendadak.
"Iya aku udah pulang" jawab (y/n) langsung menyelonong ke kamar. "Apa sesuatu terjadi?" pertanyaan adiknya itu membuatnya terhenti dan berbalik. "Tidak ada apa-apa kok! Aku senang banget tadi dikasih teh hijau yang enak banget loh! Sayang banget kamu nggak ikut!" ucap (y/n) dengan nada yang seperti biasanya. 'Apa itu cuman perasaanku saja?' batinnya.
"He? Kok diem? Iri ya?" goda (y/n) sambil tertawa mengejek. "Nggak! Aku nyesel tanya soal itu ke nee-san!" ucap Adiknya itu yang merasa terganggu. "Ahahah~ Yasudah aku ijin ngebo di kamar ya!" ucap (Y/n) sambil memaksakan senyum. "Terserah" jawabnya.
'Aku berhasil mengelabuinya kan? Sepertinya sekarang lebih baik aku menyembunyikannya' batin (Y/n).
(Y/n) Okaa-san P.O.V.
"Dokter! Bagaimana perkembangan kakakku?" tanya si pendamping pasien kepadaku daat aku baru keluar dari ruangan. "Keadaan Pasien sekarang sudah cukup membaik dibandingkan sebelumnya, tetapi perlu diperhatikan bahwa... Ia perlu melewati operasi sekali lagi untuk kesehatan jangka panjang, sejauh ini keadaannya itu sangat baik karna melewati masa kritis" ucapku padanya sambil sekali lagi melihat data pasien yang ada di tanganku.
"Begitukah, Dokter?" tanyanya lagi dengan serius. Aku mengangguk, "Iya... Saya dapat memastikannya... Lagipula menyelamatkan pasien adalah tugasku" ucapku dengan jujur sambil tersenyum tulus. "Baiklah, Terimakasih Banyak!" katanya sambil membungkukan badannya.
Sebelum aku menjawab dan pergi, tiba-tiba perawat dari kamar pasien yang barusan aku periksa keluar dengan panik. "DOKTER! Detak jantungnya!"
"Kenapa sus?" tanyaku dengan nada sedikit meninggi. "Detak jantungnya, dokter!"
3 R.d. Person P.O.V. //Di sisi Bakugou
'Sialan... Kenapa aku marah karena keadaannya yang sudah memiliki pacar sih?! SEHARUSNYA KAN ITU BUKAN URUSANKU SIALAN!' batin Bakugou sambil meledakkan pohon untuk ke sekian kalinya.
Kemudian ia menatap ke arah langit, karena pikirannya yang kacau... Sampai sekarang otaknya itu masih memutar kejadiannya barusan dengan monoma.
'Sialan... Kenapa aku ini menjadi sensitif begini? Tapi sebenarnya cecunguk itu belum mengatakan buktinya ka- NGGAK SIALAN! TANPA BUKTI JUGA, BUKANKAH ITU SUDAH SANGAT JELAS KALAU GADIS ITU MEMANG PENGGODA LELAKI?!'
(Y/n) P.O.V.
Setelah 2 hari berlalu, aku masih saja menyesal karena tidak menanyakan apa yang terjadi padanya. Kini... Kami diwajibkan masuk sekolah setelah libur 2 hari untuk istirahat.
Aku masih tak yakin kalau aku bisa menahan semua perasaanku sampai nanti... Semoga sakit hatiku ini cepat hilang dengan sendi- Eh?! Jangan netes lagi dong!
__ADS_1
***Di U.A. (3 R.d. Person P.O.V.)**
Setelah 2 hari tidak masuk sekolah, kelas 1-a melepas rindu dengan berbicara satu sama lain... Dan menceritakan semua yang mereka lakukan selama 2 hari, "Btw, tumben (Y/n)-chan belum datang... Kero" ucap Tzuyu pada Jirou. "Benar... Apa dia sedang dikerumuni oleh fansnya?" pikir Jirou. "Yang namanya (y/n) pasti dia memiliki lebih banyak penggemar jika dibandingkan dengan kita" timpal Toru.
Setelah itu, datanglah (y/n) dan juba Bakugou secara bersamaan dari arah yang berbeda. Tetapi anehnya, hari ini mereka tidak saling bertegur sapa dan juga tidak bercanda dengan ribut soal hal-hal yang sepele.
3 R.d. Person P.O.V. (Bakugou & Y/n side)
(Y/n) yang baru datang setelah bersosialisasi bersama orang-orang kenalannya itu, baru mendapatkan kekuatan dan kepercayaan dirinya kembali. Tetapi hal itu tak bertahan lama saat dia dan Bakugou berpapasan di pintu masuk kelas, dari arah yang berbeda.
Kemudian karena kejadian itu, semua anak di kelas langsung ribut menggosipi mereka,
3 R.d. Person P.O.V.
"Eh kenapa tuh, (y/n) sama Bakugou?" timpal Kaminari. "Iya juga tumben mereka nggak saling tegur sapa" jawab Sero. "Yo, halo~" sapa (Y/n) kepada mereka. "Eh, (Y/n)?!" ucap mereka berdua kaget. "Gimana libur kalian 2 hari ini?" ucap (Y/n) sambil memasang senyum ceria.
'Memang ya power nya (y/n) tuh beda, sampai-sampai dia bisa mengalihkan pembicaraan... Kero' batin Tzuyu. 'Mungkin hanya kebetulan saja mereka begitu' pikir yang lainnya. 'Apa benar dia baik-baik saja?' batin beberapa orang yang ada disana.
Setelah itu kekhawatiran mereka terhenti karena Aizawa memasuki ruangan,
"Semuanya sudah ada disini kan? Kalau begitu aku akan mulai memberitahu apa yang akan klian lakukan selanjutnya" ucap Aizawa dengan jelas tanpa berbasa-basi.
Kemudian memegang sebuah remot pointer untuk menunjukkan angka peminatan para murid di mata pro hero.
Fyi : ini agak beda dari animenya ya ges~ Disini Bakugou dapet lebih banyak tawaran, apakah kalian bisa menebaknya karena apa?
Kemudian muncul dara sebagai berikut;
Bakugou Katsuki ----- 4,678
Todoroki Shoto ----- 4,123
Iida Tenya ----- 301
Tokoyami Fumikage ----- 280
Kaminari Denki ---- 272
Yaomomo Yaoyorozu ---- 108
Kirishima Eijiro ---- 68
Uraraka Ochaco ---- 20
Sero Hanta ---- 14
"Eh... Are? (Y/n) gak dapet kah?" tanya Kaminari dengan heran. "Iya, (Y/n)!"
'Hah? Serius?' batin (y/n). Kemudian Bakugou hanya bisa tersenyum puas melihat saingannya itu tidak dapat tawaran.
"Hah? Apa? (Y/n) tidak ada kata kalian?" tanya Aizawa dengan nada bingung. Sebagian dari kelas mengangguk, setelah itu Aizawa mengecek keadaan tesebut dan menyadari ada kesalahan.
"Ah, maaf" ucapnya dengan santai sambil me-refresh laman.
Y/n, L/n ------ 6,789
Bakugou Katsuki ------ 4,678
Todoroki Shoto ----- 4,123
Iida Tenya ----- 301
Tokoyami Fumikage ---- 280
Kaminari Denki ---- 272
Yaomomo Yaoyorozu ---- 108
Kirishima Eijiro ---- 68
Uraraka Ochaco ---- 20
Sero Hanta ---- 14
(Y/n) P.O.V.
Kukucek mataku lagi karena tak percaya, membelalakkan mataku sehingga melihat papan dengan jelas.
Y/n, L/n ------ 6,789
Bakugou Katsuki ------ 4,678
Todoroki Shoto ----- 4,123
Iida Tenya ----- 301
Tokoyami Fumikage ---- 280
Kaminari Denki ---- 272
Yaomomo Yaoyorozu ---- 108
Kirishima Eijiro ---- 68
Uraraka Ochaco ---- 20
Sero Hanta ---- 14
Angka 6,789 itu pun membuatku tercengang, hampir saja aku meneteskan air mata di kelas.
"Heeee?! Kok bisa?!" Aku hanya tersenyum kecil melihat itu... Saat itu aku benar-benar tidak bisa menahan wajahku yang memerah,
"Omedetou (Y/n)-chan, kero!" ucap Asui-san padaku. "Ah terimakasih" ucapku canggung. "(Y/n)-chan selamat!"
"Selamat ya!" Lalu kelas dipenuhi dengan ucapan selamat padaku, aku yang kewalahan itu mencoba menahan perasaan meroketku.
"HOI!?!" satu suara itu membuatku kaget seperti biasanya. "Bakugo-" ucaanku dipotong olehnya. "KAU- APA YANG KAU LAKUKAN SEPERTI ITU HAH?! KAU INI SEDANG MEMBUATKU TERLIHAT MENYEDIHKAN KAN?!" bentaknya dari ujung kelas itu.
Entah mengapa bentakannya itu membuatku sedikit sakit, berbeda dari bentakan dan solotan nya yang biasa... Hari ini bentakannya itu benar-benar membuatku takut, "Bukan begitu-" ucapanku dipotong lagi.
"BILANG SAJA SIALAN!?! AKU BENCI KAU!?!"
Benci?
3 R.d. Person P.O.V.
Hal itu membuat (Y/n) tersentak dan kembali teringat kejadian 2 hari yang lalu, seisi kelas ribut karena hal itu... Namun kejadian itu membuat Aizawa tidak tinggal diam.
"Hoi! Suruh siapa kalian ribut?!" katanya dengan kesal sambil ingin menyalakan quirknya. Hal itu membuat seisi kelas menutup mulut, "Bakugou, (Y/n)! Kalian dihukum di depan kelas selama pelajaranku, karena membawa masalah pribadi di kelas!" katanya dengan suara meninggi.
"Baik, Sensei" jawab (Y/n) dengan sedikit merendah. Kemudian tanpa berbasa-basi langsung keluar, tetapi Bakugou yang kesal itu dia menolak "KENAPA AKU HARUS KELUAR SAMA DIA SIH SIALAN?!"
'Yappari (sudah kuduga), mereka itu ada masalah...' batin mereka semua.
"Kalau kau tidak mu keluar, aku akan menyuruhmu membersihkan kamar mandi" ucap Aizawa padanya.
"TCIH" ucapnya dengan kasar. Kemudian langsung berdiri dari mejanya dan keluar dari kelas... Menutup pintu dengan kasar, sehingga hal itu membuat Aizawa menghela nafas dan menggeleng-gelengkan kepalanya.
***
Kemudian (Y/n) yang diluar terlebih dahulu itu menatap lurus ke arah Bakugou yang baru datang, kemudian mereka sama-sama memalingkan wajahnya.
'Apa aku minta maaf saja ya? Sepertinya kalau aku melakukannya sekarang... Timingnya kurang tepat' batin (Y/n). 'Seandainya aku bisa mengatakan maaf padanya, aku ingin mengatakan maaf jika begitu' batinnya lagi.
'Kenapa aku harus dihukum bersamaan dengan gadis ***** sialan ini sih, dasar guru ******!?!' batin Bakugou. Dan pada akhirnya mereka pun berdiam diri dengan permasalahan di pikiran mereka masing-masing.
***
Kemudian 1 jam pelajaran Aizawa sudah terlewat, di saat pergantian pelajaran Aizawa keluar dan langsung menemui mereka berdua. "Nah, sekarang apa kalian sudah mengerti apa masalah kalian?" tanya Aizawa pada mereka berdua. (Y/n) yang merasa dirinya bersangkutan dengan itu mengangguk, sedangkan Bakugou dia sama sekali tak mau mengakuinya. Sehingga dia langsung mengambing hitamkan (y/n) di depan Aizawa.
__ADS_1
"KUSOYARO! GURU SIALAN! KERNAPA AKU YANG SALAH SIH?! BUKANKAH SUDAH JELAS KALAU INI ADALAH SALAH SI GADIS SIALAN?! SI GADIS SIALAN INILAH YANG MEMULAI?! TANGGUNG JAWAB KAU- CAHAYA S*-" ucapan Bakugou terpotong oleh Aizawa. "Bakugou!" hal itu membuat Bakugou sadar.
'Sebenarnya apa masalah mereka berdua? Bukankah sebelumnya mereka ini akrab sekali? Lalu apa yang membuat (y/n) diam saja? Apa karena dia terbiasa menerima? Apa jangan-jangan pembullyan sepihak?' batin Aizawa secara sekilas. Kemudian tanpa berbasa-basi (y/n) langsung membungkukan badannya, "Maaf Sensei! Ini semua karena saya yang sombong di depan kelas akibat angka peminat terhadap saya sangat tinggi, karena itu tolong ampuni saya! Ini bukan kesalahan Bakugou, melainkan saya.." ucap (y/n).
'Apa maksudnya kesalahannya? Bukankah ini sudah jelas kalau-'
"Karena itu saya akan bertanggung jawab akan kesalahan saya ini, sihlakan hukum saya" lanjut (y/n). 'Sebagai Hero, sopan santunnya itu sangatlah menarik perhatian sekaligus menyentuh hati lawan bicara... Merupakan salah satu alat tersembunyi ya? Tapi di sisi lain... Aku tidak bisa menoleransi karena seharusnya Bakugou lah yang salah, perkataannya yang memutar balik fakta bahwa Bakugou tidak bersalah itu...'
'Dia melindungi Bakugou dengan kenyataan yang dikatakannya itu...' kemudian Aizawa menatap Bakugou yang tidak peduli dengan perilaku (y/n). "Aku tetap tidak bisa menoleransi sikap kalian berdua" hal itu membuat mereka berdua tersentak, setelah itu (y/n) mengembalikan posisinya. "APA MAKSUDNYA SUDAH JELAS ITU K-" ucapan Bakugou dipotong oleh Aizawa.
"Aku akan memberikan kalian hukuman. Bakugou, kau akan membersihkan seluruh toilet perempuan menggantikan tugas staff! (Y/n), kau juga begitu sebaliknya" ucap Aizawa kepada mereka.
"Kau bersihkan seluruh toilet laki-laki" sambung Aizawa sambil memulai langkah. Kemudian Bakugou berdecih dengan kasar, decihan itu diarahkan untuk (Y/n) yang terlihat menyedihkan di depannya. "Oh iya" ucap Aizawa sambil menghentikan langkahnya.
"Jika kalian sudah membersihkan toilet, kalian boleh istirahat dan langsung ke ruang BK. Selain itu, (Y/n) kau mulai dari atas dan Bakugou mulai dari bawah... Semua toilet disini berjumlah 3 toilet siswa laki-laki maupun perempuan... Lalu untuk-" sebelum Aizawa menyelesaikan perkataannya, Bakugou protes lagi karena dia benar-benar kesal dengan perilaku Aizawa padanya yang tampak seperti merendahkannya. "KUSO- TEMME! KENAPA KAU TIDAK BERIKAN PADA DIA SAJA?!" ucap Bakugou sambil menunjuk kepada (y/n). "BUKANKAH DIA SEMUA YANG MENYEBABKAN INI HA?!" teriak Bakugou padanya.
"Benar-benar tidak bisa ditoleransi" ucap Aizawa sambil berdecak kesal. Yang setelah itu mengarahkan syalnya untuk mengikat Bakugou, "Tadinya aku mau berbaik hati dengan menyuruhmu membersihkan hanya toilet siswa! Kalau begitu kau kerjakan pekerjaan bersih-bersih di toilet guru juga yang berjumlah satu dekat kantor kepsek!" perintah Aizawa. Hal itu membuat Bakugou menutup rapat mulutnya tanda ia kesal.
"Kalau begitu, (y/n) kau hanya akan belajar di ruang BK tentang kesalahanmu itu! Kau hanya perlu membersihkan toilet laki-laki dan perempuan yang ada di dekat kelas... Karena itu Bakugou mendapat pengecualian yaitu toilet dekat kelas" jelas Aizawa.
'Sial!' batin Bakugou dengan kesal.
'Bukankah ini diskriminasi? Bagaimanapun-' batin (Y/n). "Maaf, sense-" saat mau protes Aizawa langsung memotong perkataannya. "Tidak ada penolakan untuk itu, sekarang (Y/n) kau pergi ke ruang BK. Aku sudah mengontak guru piket disana... Kau perlu membicarakan sesuatu disana, setelah itu kamu langsung bersihkan toilet" perintah Aizawa.
(Y/n) menelan ludah dengan kasar mendengar perkataan itu, "Baiklah saya-" kemudian menghentikan perkataannya karena tindakan Bakugou yang menatap tajam ke arahnya. (Y/n) mengalihkan arah pandangnya, "Maaf... Kalau begitu saya ijin pamit" ucap (y/n) sambil membungkuk.
Kemudian (y/n) pergi menjauh, 'KENAPA AKU MASIH DIIKAT OLEH KAIN KAFAN SIALAN INI?!' batin Bakugou yang ingin meledakkan kain kafannya. Tetapi hal itu dihentikan karena Aizawa menghapus quirknya, "Bakugou, aku ingin bicara denganmu" ucap Aizawa sambil menatap tajam padanya.
3 R.d. Person P.O.V. (At Y/n side)
"Permisi" ucap (y/n) sambil mengetuk pintu. "Saya masuk ya" ucap (y/n) sambil membuka pintu.
Pintu terbuka, kemudian (y/n) membelalakan matanya... "Selamat datang, mari kita duduk dulu" ucap si kepala sekolah dengan nada ramah. "Ah- Eto..."ucap (y/n) canggung sambil melihat kembali ke arah pintu yang bertuliskan 'ruang BK'.
'Apa aku tidak salah masuk? Kenapa ada kepala sekolah disini?' kata (y/n) dalam hati. "S-s-sumimasen! Maaf! Sepertinya sa" ucapan (y/n) terhenti karena (y/n) mendengar Kepala sekolah mengucapkan sesuatu di saat yang bersamaan.
"Tidak, kamu tidak salah kok! Karena saya ingin bicara denganmu, Yukami" ucapnya dengan serius. "Eh?" ucap (y/n) dengan sedikit kaget yang kemudian membetulkan posisi tubuhnya.
"Sihlakan duduk, dan tolong tutup pintunya ya" ucapnya lagi dengan ramah. Kemudian (y/n) mengganguk dan melakukan perintah seperti yang Nezu si Kepala sekolah U.A katakan.
3 R.d. Person P.O.V. (At Bakugou side)
Kemudian Aizawa melepas kainnya, "Kau tahu mengapa aku menahanmu disini?" Bakugou diam dengan wajahnya yang kesal. "Kau ini benar-benar tidak bisa diatur ya... Sebenarnya apa hubunganmu dengan (y/n) sampai-sampai kau seperti itu pad-" ucapannya dipotong oleh Bakugou.
"Dia itu hanya seonggok batu, ah tidak... Dia itu hanyalah sebutir debu yang menggangu pandanganku, SEKARANG KAU PUAS HA?!" teriak Bakugou pada Aizawa.
3 R.d. Person P.O.V. (At y/n side)
Kemudian (y/n) meminum teh yang sudah disiapkan dengan etika yang ia pernah ajari, hal itu membuat sang kepala sekolah senang karena tingkah (y/n) yang sangat sopan itu.
Kemudian (y/n) menghentikan tingkahnya dengan menaruh secangkir teh itu di meja, "Maaf kepala sekolah... Bisakah kita memulai pembicaraan kita? Apa yang ingin kepsek katakan kepada saya?" ucap (y/n) dengan serius.
"Sebenarnya... Aku ingin menawarkanmu sebuah penawaran yang lumayan luar biasa untukmu" kata Nezu si kepala sekolah.
"Kalau begitu... Apa saya boleh tahu apa itu?" tanya (y/n) dengan menegang.
3 R.d. Person P.O.V. (At Bakugou side)
"Ternyata (y/n) sudah bisa bertahan denganmu sampai sejauh ini ya?" ucap Aizawa sambil menatap tajam. "Bagaimana bisa seorang calon pertukaran pelajar itu berteman denganmu?" gumam Aizawa. Hal itu membuat Bakugou tersentak, "Apa maksdudmu pertukaran pelajar?" ucap Bakugou dengan serius.
(Y/n) P.O.V.
"Saya hanya akan mengatakan ini sekali saja kepadamu, pilihannya ada di tanganmu (Y/n)" ucapnya padaku.
Kemudian aku menatapnya dengan serius, "Beberapa waktu yang lalu, pihak sekolah internasional Amerika menelponku"
"Mereka tertarik denganmu dan menawarkan program pertukaran pelajar dengan kami"
"Semua biaya termasuk asrama, kostum baru, field trip, biaya hidup, dan juga tawaran untuk mendirikan agensi sendiri sudah disediakan oleh mereka... Lalu" kemudian dia menghentikan perkataannya.
"Apakah kamu tertarik untuk menekuni sekolah bidang hero disana?" tanyanya padaku. Hal itu membuatku sedikit tersentak... Tidak mungkin kan?
Apa jangan-jangan yang dimaksudkan oleh kepala sekolah adalah...
Eh, tapi... Tidak mungkin kan? "Maaf kalau lancang tetapi... Apa nama sekolah itu, kepala sekolah?" tanyaku dengan jujur. Kemudian dia tersenyum, "Kamu tahu WHS ?"
WHS?
Author Naration P.O.V.
*Warning : cerita ini akan mengalami perubahan alur mulai dari sekarang, hal ini dikarenakan author menambahkan hal-hal lain yang akan mencakup ke dalam cerita*
WHS yang merupakan singkatan dari World Hero School, merupakan sekkolah kejuruan pahlawan yang dikenal sebagai sekolah hero bergengsi Nomor 1 di dunia. All might juga merupakan salah satu lulusan dari WHS, tetapi sangatlah tidak mungkin kalau WHS sendiri mengadopsi atau mengambil siswa dari negara lain.
Karena itu, penawaran ini merupakan keuntungan yang hanya ada sekitar 0,1%
Jika (Y/n) mengambil penawaran itu, maka tidak perlu diragukan lagi kalau... (Y/n) akan menjadi pahlawan nomor 1 di dunia, karir yang bergengsi, sekaligus karir yang diidam-idamkan oleh orang. Coba bayangkan saja oleh kalian..
Sebagai siswa disana, masing-masing akan diberikan uang jajan sebesar 1,8 juta yen per bulan (kalau di Indonesia uang itu sebesar 221.757.036 rupiah). Kemudian makanan mereka ditanggung oleh sekolah, dan juga makanan dari sana bukanlah makanan yang biasa dimakan oleh orang-orang. Melainkan diet rahasia yang diberikan oleh sekolah itu sendiri...
Sedangkan WHS hanya menerima sekitar 10 siswa setiap tahunnya, karena itu ujian masuk kesana lebih ketat dibandingkan dengan U.A.
3 R.d. Person P.O.V. (At Bakugou side)
Hal itu membuat Bakugou tersentak, "Apa maksudmu pertukaran pelajar?" ucap Bakugou dengan serius. "Aku tak akan memberitahukannya padamu, memangnya kau memiliki hubungan apa dengannya?" tanya Aizawa padanya.
Hal itu membuat Bakugou kembali tersadar dengan sikap yang tiba-tiba pedulinya itu, "Tak jadi, kalau gitu biarkan aku membersihkan kamar mandi seperti yang kau bilang" ucapnya dengan tenang secara mendadak.
'Koitsu- (Orang ini-) sudah kuduga kalau dia menganggap (y/n) sebagai ancaman... Tapi lebih baik begini' kata Aizawa dalam hati. 'Aku tak mau ikut campur urusan mereka, karena itu diamkan saja...' batin Aizawa.
"Kalau begitu kau ambil dulu alat pembersihnya di ruang staff" ucap Aizawa sambil menarik kembali kainnya. Kemudian Bakugou berdecih lalu pergi ke arah ruang staff,
3 R.d. Person P.O.V. (At y/n side)
"Kamu tahu WHS?" tanya si Kepala sekolah Nezu padanya. (Y/n) termenung sebentar, "Kalau tidak salah, itu adalah sekolah kejuruan Hero bergengsi di dunia kan?" tanya (y/n) sambil menelan ludah kasar.
"Iya benar, ternyata kau pernah research soal itu ya?" tanyanya sambil tersenyum. (Y/n) mengangguk, "Saya mendapatkan informasi soal sekolah itu sebelum saya mencari lebih lanjut soal U.A" jawab (Y/n).
"Kalau begitu aku tidak usah jelaskan lagi ya" ucap Nezu sambil tersenyum. "Jadi bagaimana?" lanjutnya pada (y/n). 'WHS... Dulu sebelum daftar ke U.A. aku sempat berpikir dan berhalusinasi kalau aku diterima disana... Tapi... Kenapa jadi begini?' batin (y/n).
"Sebenarnya mereka menawarimu dengan uang jajan 3 kali lipat dibanding siswa pada umumnya" lanjut si kepala sekolah. "Eh? 3 kali lipat?" tanya (y/n) dengan canggung.
"Tidak, bahkan mereka berkata mereka akan mengabuli permintaanmu jika kamu menawar lebih... Maksimal dari permintaanmu adalah 12 kali lipat" ucapnya lagi. 'Bukan 5 kali lipat.. Tapi 12 kali? Buat apa duit sebanyak itu' batin (y/n) yang merasa terbebani.
***Fyi : Y/n bukanlah tipe orang yang bergengsi dan bisa menghabiskan uang dalam satu waktu.**
"Bukankah itu terlalu banyak? Bagaimanapun sepertinya... Tawaran itu lebih cocok untuk orang lain" ucap (y/n) sambil merendahkan diri. "Oh? Karena itu kamu ingin memberikan itu ke orang lain?" tanyanya pada (y/n).
'Eh? Sebenarnya apa yang aku pikirkan? Mengapa aku selalu berpikir kalau orang lain lebih hebat dariku...?' batin (Y/n).
//Flashback : On (With Y/n P.O.V.)
"SHINEEEEE!?!" ucap Bakugou sambil mengeluarkan bom untuk meledakkan tanah. "He- Bakugou? Kenapa aku harus memulihkan lantai yang kamu bom berkali-kali?" tanyaku padanya.
"Tch- Bukankah aku sudah bilang? KAU ITU HARUS MEMPERKUAT KEKUATAN PEMULIHANMU ITU SIALAN?! BUKANKAH KAU INGIN MENGUASAI TIME TRAVEL?" katanya dengan keras padaku. Kenapa dia sangat baik padaku? Apa dia memiliki tujuan lain?
"Bakugou" panggilku, "Haa?" balasnya. "Kenapa kau ingin membantuku sampai sekarang? Apa ini berhubungan dengan stamina yang sering kuberikan padamu?" tanyaku padanya.
Kemudian kedatangan pesawat di udara itu membuat sesuasana menjadi bising. Karena itu, aku hanya mendengar perkataan sialan yang terakhir ia ucapkan padaku. "Ah begitu ya" ucapku yang berpura-pura mendengar perkataannya. "HAH?! KAU MENDENGARNYA?!" ucapnya dengan kasar. "Eh? Nggak kok! Tadi suaranya ketutupan soalnya" kataku padanya. Aku mengurungkan tindakanku yang berpura-pura itu karena- eh? Aku tak salah lihat kan?
Bakugou, dia terlihat lega? "Bakugou, maaf... Bisakah kau ulangi?" kemudian dia tersentak, wajahnya yang lega itu berubah menjadi suram seperti biasanya. "NGGAK! AKU GAK MAU ULANG!" katanya padaku. "Oh... Oke?" ucapku sambil tersenyum canggung.
Hal itu membuat keadaan canggung sesaat, "Kau itu... Orang terbodoh yang pernah aku kenal, bukankah kau sudah tahu kalau aku tertarik padamu?"
-T.B.C. To Be Contunied~
Yo~ 4000 word yey:3
//Jangan lupa like ya:3
__ADS_1
//Ampe chap selanjutnya yey:3